Anda di halaman 1dari 4

laporan hidrolisis asam salisilat

HIDROLISIS
SINTESIS ASAM SALISILAT DARI METIL SALISILAT
Tujuan percobaan
Mahasiswa mengetahui proses sintesa asam slisilat dan dapat mencari mekanisme
reaksinya

I.

II.

Alat dan bahan yang digunakan


Alat
- labu bundar leher dua 500 ml
- refluks kondensor
- erlenmeyer 250 ml
- hot plate
- penangas minyak parafin
- pipet tetes
- corong kaca
- kertas saring
- gelas kimia 250 ml dan 400 ml
- pengaduk
- kertas saring
- spatula
- botol aquadest
- wadah es
Bahan
NaOH 0.25 mol dalam 100 ml
Air 50 ml
Asam sulfat 1 M
Kertas pH universal

III. Dasar teori


Hidrolisis adalah suatu reaksi kimia apa saja antara suatu zat atau senyawa yang
menghasilkan air. Ada kation tertentu bersifat asam dan anion tertentu bersifat
basa dalam larutan air. Ion-ion ini terhidrolisis memberikan larutan yang bersifat
basa lemah ataupun netral. Contoh, larutan air dari ammonium klorida, NH 4Cl
memberikan larutan asam yang lemah karena ion NH4 bertindak sebagai suatu asam,
tetapi ion Cl tidak bertindak sebagai basa.
Kation asam dan anion basa

Kation asam dan anion basa secara matematis dapat disebut asam lemah kovalen
polar dan basa lemah kovalen polar seprti beriku :
BH
A-

Dan

+
+

H2O
H2O

H3O+ +
HA

BOH-

Contoh
NH4+ +

C2H3O2

NH3 +

NC2H3O2

Suatu ester dihidrolisis dari konstitusi asam karboksilat dan alkohol dalam kondisi
basa, disini ester adalah metil salisilat dari ester minyak tumbuhan gandapura. Hasil
hidrolisis adalah metanol dan air serta garam natrium dari asam salisilat dan
metanom salisilat dalam bentuk padat yang dapat dimurnikan dengan cara
rekristalisasi.
Mekanisme reaksi yang dapat ditulis sebagai berikut :
C8H8O3

NaOH

C7H4O3Na2 + CHOH + H2O

C7H4O3Na2 +

H2SO4

C7H6O3

Na2SO4

Titik leleh asam salisilat adalah 155 0C sedangkan titik leleh metil salisilat adalah
-8.30C.

Asam salisilat merupakan asam yang bersifat iritan lokal, yang dapat
digunakan secara topikal. Terdapat berbagai turunan yang dapat digunakan sebagai
obat luar, yang terbagi atas dua kelas, ester dari asam salisilat dan ester salisilat
dari asam organik. Disamping itu digunakan pula garam salisilat. Turunanya yang
paling dikenal adalah asam asetilsalisilat.
Hidrolisis berbeda dengan hidrasi. Pada hidrasi, molekul tidak pecah menjadi dua
senyawa baru. Pada reaksi hidrolisis ester oleh asam/basa maka hasilnya adalah
suatu asam karboksilat dan alkohol dan dikatalis oleh asam kemudian dipanaskan
maka akan terjadi kesetimbangan antar ester dengan air. Proses ini disebut
esterifikasi fisher yang berdasarkan teori dari Emil Fisher. Walapun ini merupakan
reaksi kesetimbangan namun dapat menggeser kesetimbangan kekanan dengan
menghasilkan ester yang tinggi.
Hidrolisis merupakan reaksi penguraian garam oleh air atau reaksi ion-ion garam
dengan air. Pada penguraian garam ini, dapat terjadi beberapa kemungkinan, yaitu :
Reaksi ion garam dengan air menghasilkan ion H

Ion garam bereaksi dengan air menghasilkan ion H +sehingga menyebabkan ion
H+ dalam air bertambah dan akibatnya H+ > OH- maka larutan bersifat asam.
Ion garam tersebut tidak bereaksi dengan air sehingga H + dalam air akan tetap
sama dengan OH-maka air akan netral (pH=7).
Ion garam dianggap bereaksi dengan air, bila ion tersebut dalam reaksinya
mengahasilkan asam lemah atau basa lemah, sebab bila menghasilkan asam atau basa
kuat maka hasil reaksinya akan segera terionisasi sempurna dan kembali menjadi
ion-ionya. Jika di tinjau dari asam dan basa pembentukanya ada 4 jenis garam yang
dikenal yaitu :
Garam yang terbentuk dari asam lemah dan basa kuat
Garam yang terbentuk dari asam kuat dan basa lemah
Garam yang terbentuk dari sam lemah dan basa lemah
Garam yang terbentuk dari asam kuat dan basa kuat

Sifat fisik dan kimia bahan dan produk


Asam sulfat
Rumus molekul
= H2SO4
Berat molekul
= 98.08 gr/mol
Wujud
= cairan
Warna
= bening
Titik didih
=
Titik leleh
=
Densita
= 1.84 gr/ml
Viscositas
= 26.7
Natrium hidroksida
Rumus molekul
Berat molekul
Wujud
Warna
Titik didih
Titik leleh
Densitas
Kelarutan
Metil salisilat
Rumus molekul
Berat molekul
Wujud

= NaOH
= 39.99711 gr/mol
= butiran kasar (kristal)
= putih
= 1388 0C
= 318 0C
= 2.13 gr/ml
=dalam air, metanol, etanol dan gliserol.
= C8H8O3
= 92 gr/mol
=

Warna
Titik didih
Titik leleh
Densitas
Viscositas
Asam salisilat
Rumus molekul
Berat molekul
Wujud
Warna
Titik didih
Titik leleh
Densita
kelarutan
IV.

Prosedur

=
=
=
=
=
= C7H6O3
= 138.12 gr/mol
= padatan
= putih
= 211 0C (2666 pa)
= 159 0C
= 1.44 gr/ml
= dalam kloroform, etanol, dan metanol