Anda di halaman 1dari 33

Determinasi Sex

oleh
DR. Restu Syamsul Hadi, M.Kes.

Kromosom Sex

Wanita memiliki kromosom 2


kromosom X atau XX
Laki-laki memiliki kromosom X dan Y
masing-masing tunggal atau XY

Saat fertilisasi
Genetik (kromosom) sex ditentukan pada saat
ovum dibuahi oleh sperma
Tergantung ada tidaknya kromosom Y pada
hasil pembuahan

Kromosom Y
Pada kromosom Y terkandung gen SRY, (sexdetermining region, Y chromosome)
Gen SRY mengkode suatu pengaturan yang
mengarah pada pembentukan testis.
Gen SRY diperlukan untuk penentuan jenis
kelamin laki-laki

Testis-Determining Factor (TDF)


Merupakan protein yang dikode oleh gen SRY.
Mengarahkan perkembangan dan pembentukan testis.

Penentuan jenis kelamin laki-laki pada 5 minggu


kehamilan.

Testis embrional menghasilkan


testosteron dan Mullerian-inhibiting
substance (MIS),
merupakan hormon yang mengarahkan
perkembangan untuk menjadi jenis kelamin lakilaki.

Apabila ada kelainan genetik seperti mutasi


pada kromosom Y menyebabkan :
-

hambatan pada gen TDF

menghentikan kerja testosteron

perkembangan akan menuju ke arah jenis kelamin Wanita.

Perkembangan menjadi
seorang wanita sebagai
kegagalan perkembangan
menuju pria atau sebagai
mutant males.
lelaki mutan-

Differensiasi Sex
Determinasi Sex
Chromosomes

Differensiasi Sex
Pembentukan Gonad
Pembentukan Duktus
Pembentukan Alat kelamin

Gonads
Komposisi struktural
Jaringan Somatik
Diploid

Jaringan Proliferatif
Sel yang bertanggungjawab terhadap
produksi gamet
Pria
Spermatogonia

wanita
Oogonia

Asal dari Primordial Germ Cells


PGCs

Diferensiasi Reproduktif
Gonad Berkembang dari mesoderm
Ginjal Embryonal berkembang secara longitudinal
Anterior posterior
Pronephros
Opisthonephros
Mesonephros
Metanephros

Perkembangan Ginjal Embrional

Diferensiasi Gonad
Interaksi antara :
Mesonephros
PGCs menginduksi pembentukan primitive
medullary cords

Coelomic epithelium
PGCs menginduksi pembentukan korda sex

Non-gonadal elements
Duktus Wolffii dari tubulus mesonepridikus
Duktus Mlleri

Primordial Germ Cells


Arah perkembangan
Terjadi pada genital ridge
Somatic mesenchyme
Coelomic epithelium

Diferensiasi Gonad

Wanita kehilangan corda medullary dan


duktus mesonephridicus

Diferensiasi Tubulus

Diferensiasi Gonad
Ovarium : Duktus Mulleri berkembang
karena tidak ada MIS

Testes : Duktus Mulleri regresi


karena ada MIS

Diferensiasi sex
Gonad
Stadium Gonad Indifferent = 5-7 minggu
perkembangan (in humans)
Ginjal Mesonephros
Mesonephric duct = Wolffian Duct
Paramesonephric duct = Mllerian Duct

Genital Ridge
Minggu ke 4 (human)

Diferensiasi kelamin laki-laki


Minggu ke 7-10 differensiasi menjd Testis
Rete Cords
Medullary Cords

Minggu ke 16-17 (human)


Wolffian Duct menjadi:
Ductus epididymis, vas deferens, ejaculatory duct, and
seminal vesicle

Dalam testis derivat Wolffian menjadi:


Vasa efferentia, rete testis
Seminiferous tubules connect to Wolffian ducts

Mllerian Duct degenerasi


prostate
Prostatic Utricle

Differentiation Gonad

Dfferentiation Gonad wanita


Cortical Cords
Oogonia
Primary Oocyte

Mllerian Duct berkembang menjadi

Oviducts (Fallopian tubes)


Uterus
Cervix
upper 1/3 of vagina

Differentiation Gonad- wanita

/MIS

Differentiation Genital
Indifferent ; minggu ke 5-7
Genital tubercle (phallus)
Labio-scrotal (genital) swelling
Urogenital fold
Urethral groove
Differentiated gonads are necessary for
differentiation of external genitalia
Female 8-10 weeks
Male 7-10 weeks

Diferensiasi Genital
Clitoris from genital tubercle = Glans Penis
Labia Majora = Scrotum
scrotal raphe

Labia Minora = Corpus Spongiosum


penile raphe

Struktur tergantung pada konversi DHT menjadi


Testosteron
DHT dependent structures contain 5-reductase
Development of female structures does not
require hormone intervention
female by default

Human intersex conditions


True Hermaphrodite
Combination gonadal type
ovotestes
1 ovary and one testis = gynandromorph

Pseudohermaphrodite
Gonads normal for that sex
XX = ovary XY = testis

Testicular Feminization Syndrome

Testicular Feminization Syndrome


Androgen-insensitivity syndrome (AIS)
- 46,XY, habitus female
Genetic defect
No androgen receptors
T or DHT

Normal testis formed, no testicular descent


i.e. cryptorchid testes

MIH causes degeneration of Mllerian ducts


No Wolffian duct development
Female external genitalia

Skema umum
SRY
MIS/MIF

NO
SRY
NO
MIS/MIF