Anda di halaman 1dari 10

1.

Judul Program
Pemanfaatan Limbah Kulit Durian Sebagai Campuran Beton Ringan,Produk Briket
dan Media Kerajinan Kreatif di Wilayah Desa Alas Malang, Kecamatan Kemranjen,
Kabupaten Banyumas.
2. Latar Belakang Masalah
Seiring datangnya musim penghujan maka seiring itu pula datangnya
musim buah durian, buah yang sangat harum dengan aroma dan rasa yang sangat
khas. Begitu banyak penggemar buah khas asli Kalimantan Selatan ini sampai
-sampai apabila sudah waktunya musim panen maka akan banyak bermunculan
pedagang kaki lima yang menjajakan buah ini di pasar -pasar, di tepi pinggir jalan
raya, di bawah pohon serta di tempat umum lainnya yang tentunya akan di
kerubuni para pembeli. Pemandangan seperti ini akan tak terkecuali di sepanjang
jalan Kecamatan Gunung Pati Kab. Semarang yang notabene merupakan daerah
penghasil buah durian terbesar di Ibu kota Propinisi Jawa Tengah ini. Banyak
pedagang yang mengelar dagangannya di pinggir -pinggir jalan raya tersebut,
berderet -deret pedagang menggantung buah durian tersebut dengan ukuran dan
harga yang bervariasi. Imbas dari itu semua, bagi petugas sampah dan kebersihan
kota, pada musim buah- buahan inilah merupakan saat paling merepotkan karena
volume sampah tentunya akan mengalami peningkatan yang signifikan dengan
adanya kulit buah tersebut. Hasil penelitian menunjukkan, sampah organik di
Indonesia mencapai 60-70 persen dari total volume sampah yang dihasilkan,
sehingga apabila diabaikan maka dapat menyebabkan pencemaran lingkungan,
munculnya penyakit dan menurunkan nilai estetika/keindahan kota serta masalahmasalah lainnya, (Hj Violet Hatta, 2007).
Limbah menyebabkan pencemaran lingkungan, munculnya penyakit
dan menurunkan nilai estetika/keindahan kota serta masalah-masalah lainnya.
Limbah kulit durian yang selama ini tidak termanfaatkan dengan baik, karena
karakternya yang sukar terurai sehingga berpotensi menjadi salah satu limbah hayati
yang dapat menyebabkan pencemaran lingkungan. Dengan melihat pada struktur dan
karakteristik

dari

kulit

durian

tersebut,

sebenarnya

dimungkinkan

untuk

memanfaatkan limbah kulit durian tersebut sebagai produk bioenergi berupa


briket. Yang tentunya dengan adanya pemanfaatan dan pengoptimalan produksi
briket akan membawa dampak positif lainnya berupa peningkatan perekonomian
masyarakat.
Buah durian yang berasal dari pohon durian (Durio zibethinus Murr)
banyak tumbuh di hutan maupun di kebun milik penduduk. Ciri buahnya,
bentuknya besar bulat/oval dengan aroma rasa, baunya khas dan menjadi buah
primadona

yang

banyak

disukai

masyarakat

Indonesia,

tak

terkecuali

masyarakat Semarang dan sekitarnya. Kulit buah yang keras dan tebal yang
mencapai hampir seperempat bagian dari buahnya tersebut merupakan bagian yang
dibuang begitu saja sampai akhirnya menjadi busuk.
Apabila dilihat dari karakteristik bentuk dan sifat-sifat kulitnya,
sebenarnya dapat dimanfaatkan untuk bahan campuran papan partikel, papan semen,
arang briket, arang aktif, filler, campuran untuk bahan baku obat nyamuk dan
lain-lain.
Selama ini masyarakat yang tinggal di perkotaan hanya mengonsumsi
daging buah dan bijinya untuk dibuat berbagai macam panganan, misalnya
dodol/lempok, campuran kolak, selai, bahan campuran untuk kue, tempoyak
(daging buah durian yang di-awetkan) dan lain-lain. Sedangkan kulit durian
tersebut hanya menghiasi lingkungan kita sebagai setumpuk sampah yang
menghasilkan bau busuk dan mendatangkan banyak kuman, serangga, lalat dan
nyamuk yang tentunya akan berujung pada timbulnya sarang dan sumber
penyakit. Selain itu tumpukan kulit durian yang sulit terdegradasi tersebut akan
membuat pemandangan yang tidak sedap untuk mata kita.
3. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan diatas, disusun rumusan masalah
sebagai berikut:
a. Bagaimana memanfaatkan limbah kulit durian yang menumpuk pada saat
musim panen buah durian sehingga tidak berpotensi menjadi bahan pencemar
lingkungan, dan bahkan dapat membantu perekonomian masyarakat.

4. Tujuan Program
Tujuan dari

Pemanfaatan

Limbah

Kulit

Durian

Sebagai

Campuran

Beton

Ringan,Produk Briket dan Media Kerajinan Kreatif :


a. Limbah kulit durian tidak berpotensi menjadi bahan pencemar lingkungan.
b. Kesejahteraan masyrakat desa terbantu dengan pemanfaatan limbah kulit durian.
c. Menghidupkan industri kerakyataan dalam produksi briket atau industri kretif
kerajinan dari limbah durian.
5. Luaran yang Diharapkan
Luaran yang diharapkan dari program rancang bangun ini adalah tersedianya
software Perhitungan Design IPAL yang akurat dan mudah digunakan.
Sotfware ini mempunyai spesifikasi sebagai berikut:
a. Tersedia menu pilihan untuk menentukan design IPAL berdasarkan peruntukan
bangunan (Rumah mewah, rumah biasa, rumah susun, apartement, dan lain-lain)
b. Design IPAL menggunakan teknologi kombinasi anaerob-aerob,
c. Tersedia perhitungan kebutuhan volume untuk bak penangkap lemak, bak ekulasi,
bak pengendapan awal, biofilter anaerob, biofilter aerob, dan bak pengendapan
akhir.
d. Tersedia design gambar IPAL hasil perhitungan
e. Tersedia menu cetak laporan.
User dapat mencetak rekap perhitungan yang sudah dibuat.
6. Kegunaan Program
Diharapkan setelah selesainya penelitian ini bisa bermanfaat bagi :
a. Masyarakat
Memberikan informasi dan pandangan kepada masyarakat tentang pemanfaatan
tools pada Delphi XE 4 untuk mendesign IPAL.
b. Peneliti
Dapat mengembangkan kemampuan dalam ilmu pengetahuan dan teknologi
dibidang aplikasi IT dalam wacana intelektualitas yang dimiliki.
c. Akademis

Dapat mengembangkan permasalahan lebih luas dan kompleks berdasarkan


konsep-konsep yang sudah ada. Hasil penelitian yang diusulkan ini dapat
bermanfaat untuk pengembangan IPTEK terutama dalam bidang keteknikan untuk
dalam mendesign IPAL.
7. Tinjauan Pustaka
7.1 Kriteria Perencanaan
Pemilihan proses pengolahan air limbah domestik yang digunakan didasarkan atas
beberapa kriteria yang dinginkan oleh pengguna yaitu antara lain:
-

Efisiensi pengolahan dapat mencapai standar baku mutu air limbah domestik yang
syaratkan.

Pengelolaannya harus mudah.

Lahan yang diperlukan tidak terlalu besar.

Konsumsi energi sedapat mungkin rendah.

Biaya operasinya rendah.

Lumpur yang dihasilkan sedapat mungkin kecil.

Dapat digunakan untuk air limbah dengan beban BOD yang cukup besar.

Dapat menghilangkan padatan tersuspensi (SS) dengan baik.

Dapat menghilangkan amoniak sampai mencapai standar baku mutu yang berlaku.

Perawatannya mudah dan sederhana.

Berdasarkan kriteria tersebut di atas untuk pengolahan air limbah domestik teknologi
yang digunakan adalah kombinasi proses biofilter anaerob aerob.
7.2 Disain Proses Ipal Domestik
Seluruh air limbah yang dihasilkan dari kegiatan, domestik yaitu air limbah dapur, air
limbah kamar mandi, air limbah pencucian, air limbah wastafel, air limpasan dari tangki
septik dan air limbah lainnya, seluruhnya dialirkan ke bak pemisah lemak atau minyak.
Bak pemisah lemak tersebut berfungsi untuk memisahkan lemak atau minyak yang
berasal dari kegiatan dapur, serta, untuk mengendapkan kotoran pasir, tanah atau senyawa
padatan yang tak dapat terurai secara biologis.
Selanjutnya limpasan dari bak pemisah lemak dialirkan ke bak ekualisasi (Sum Pit) yang
berfungsi sebagai bak penampung limbah dan bak kontrol aliran. Air limbah di dalam bak
ekualisasi selanjutnya dipompa ke unit IPAL.

Di dalam unit IPAL tersebut, pertama air limbah dialirkan masuk ke bak pengendap awal,
untuk mengendapkan partikel lumpur, pasir dan kotoran organik tersuspensi. Selain
sebagai bak pengendapan, juga berfungsi sebagai bak pengurai senyawa organik yang
berbentuk padatan, sludge digestion (pengurai lumpur) dan penampung lumpur.
Air limpasan dari bak pengendap awal selanjutnya dialirkan ke bak kontaktor anaerob
(biofilter Anaerob) dengan arah aliran dari atas ke bawah. Di dalam bak kontaktor
anaerob tersebut diisi dengan media khusus dari bahan plastik tipe sarang tawon. Jumlah
bak kontaktor anaerob terdiri dari dua buah ruangan. Penguraian zat-zat organik yang ada
dalam air limbah dilakukan oleh bakteri anaerobik atau fakultatif aerobik. Setelah
beberapa hari operasi, pada permukaan media filter akan tumbuh lapisan film mikroorganisme. Mikroorganisme inilah yang akan menguraikan zat organik yang belum
sempat terurai pada bak pengendap.
Air limbah dari bak kontaktor (biofilter) anaerob dialirkan ke bak kontaktor aerob. Di
dalam bak kontaktor aerob ini diisi dengan media khusus dari bahan plastik tipe sarang
tawon, sambil diaerasi atau dihembus dengan udara sehingga mikro organisme yang ada,
akan menguraikan zat organik yang ada, dalam air limbah serta, tumbuh dan menempel
pada permukaan media. Dengan demikian air limbah akan kontak dengan mikroorgainisme yang_ tersuspensi dalam air maupun yang menempel pada permukaan media
yang mans hal tersebut dapat meningkatkan efisiensi penguraian zat organik, serta
mempercepat proses nitrifikasi, sehingga efisiensi penghilangan amonia menjadi lebih
besar. Proses ini sering di namakan Aerasi Kontak (Contact Aeration).
Dari bak aerasi, air dialirkan ke bak pengendap akhir. Di dalam bak ini lumpur aktif yang
mengandung mikro-organisme diendapkan dan sebagian air dipompa kembali ke bagian
bak pengendap awal dengan pompa sirkulasi lumpur.
Sedangkan air limpasan (outlet/ over flow) sebagian dialirkan ke bak yang ditanami ikan,
dan sebagian lagi dialirkan ke bak khlorinasi/kontaktor khlor. Di dalam bak kontaktor
khlor ini air limbah dikontakkan dengan senyawa khlor untuk membunuh microorganisms patogen. Penambahan khlor bisa dilakukan dengan menggunakan khlor tablet
atau dengan larutan kaporit yang disuplai melalui pompa dosing. Air olahan, yakni air
yang keluar setelah proses khlorinasi dapat langsung dibuang ke sungai atau saluran
umum. Dengan kombinasi proses anaerob dan aerob tersebut selain dapat menurunkan

zat organik (BOD, COD), amonia, padatan tersuspensi (SS), phospat dan lainnya dapat
juga turun secara signifikan.
Skema proses pengolahan air limbah domestik dengan sistem biofilter anaerob-aerob
dapat dilihat pada Gambar 2.

Gambar 2. Skema proses pengolahan air limbah domestik dengan sistem biofilter
anaerob-aerob
7.3. Delphi XE-4
Delphi XE 4 atau yang disebut delphi saja, merupakan sebuah bahasa pemrograman
yang bersifat objek (Object Oriented Programming).
Artinya delphi adalah sebuah program yang mempunyai objek-objek tertentu dalam
pemrogramannya. Selain itu Delphi adalah sebuah program yang bersifat visual artinya
mempunyai tampilan grafik-grafik yang mudah dimengerti oleh pemula sekalipun dengan
GUI (Graphical User Interface) System. Delphi hanya bisa bekerja di bawah sistem
Microsoft Windows sedangkan untuk sistem yang lain seperti Linux atau Unix Delphi
mempunyai saudara kembarnya yang bisa bekerja pada sistem tersebut yaitu Kylix.
Delphi adalah kompiler / penterjemah bahasa Delphi (awalnya dari Pascal) yang
merupakan bahasa tingkat tinggi sekelas dengan Basic atau C yang merupakan produk
dari Embarcadero. Bahasa Pemrograman di Delphi disebut bahasa procedural artinya
bahasa/sintaknya mengikuti urutan tertentu / prosedur. Delphi termasuk Keluarga Visual
sekelas Visual Basic, Visual C, artinya perintah-perintah untuk membuat objek dapat
dilakukan secara visual. Pemrogram tinggal memilih objek apa yang ingin dimasukkan
kedalam Form/Window, lalu tingkah laku objek tersebut saat menerima event/aksi tinggal

dibuat programnya. Ada jenis pemrograman non-prosedural seperti pemrograman untuk


kecerdasan buatan seperti bahasa Prolog. Delphi merupakan bahasa berorentasi objek,
artinya nama objek, properti dan methode/procedure dikemas menjadi satu kemasan
(encapsulate).
8. Metodologi Rancang Bangun Teknologi
Agar program rancang bangun ini dapat memberikan hasil yang baik, maka penyusunan
menggunakan berbagai macam data, keterangan data, serta informasi penting yang
diperoleh dari berbagai sumber, didasarkan pada :
1.8.1 Jenis Data
1. Data Primer, yaitu data yang diperoleh secara langsung dari obyek penelitian.
2. Data Sekunder, yaitu data yang diperoleh dari buku-buku, literatur sebagai pelengkap
dalam penyusunan proposal rancang bangun ini.
1.8.2 Metode Pengumpulan Data
1. Metode Studi Pustaka, yaitu metode pengumpulan data melalui pemahaman literatur
maupun buku dan juga sebagai acuan untuk menentukan landasan teori.
2. Metode Observasi atau pengamatan, yaitu pengumpulan data dengan melakukan
pengamatan dan pencatatan secara langsung mengenai hal-hal yang diselidiki.
Bahan dan Alat
Bahan dan alat yang digunakan untuk program rancang bangun pembuatan Software
Perhitungan Rencana Anggran Biaya Proyek Konstruksi ini adalah:
Perangkat Lunak:
-

Sistem Operasi : Windows XP SP2

Bahasa Pemrograman : Embarcadero Delphi XE 4

Perangkat Keras
-

Laptop Pentium Dual Core 2 GB RAM

Printer

Alat Tulis

Mulai
Perumusan Masalah

Studi Pustaka

Gagal Analisis
Analisa Sistem
Gagal Design

Analisa data :
Design IPAL
Delphi XE 4

Wawancara dan
Konsultasi dgn
Pembimbing

Design Sistem

Bahasa Pemrograman

Design Aplikasi

Bahasa Pemrograman
Delphi

Bahasa Pemrograman
Delphi

Analisa Hasil

Sistem Usulan

Finish

9. Jadwal Kegiatan
No

Waktu
Kegiatan

Studi Literatur

Pengumpulan Data

Design system

Penulisan Kode Program

Pemasukan Data, Editing

Pengujian Program

Penerapan Program

Mei
1

Juni

Juli
4

Agustus
4

September
4

10. Nama dan Biodata Ketua dan Anggota


a. Ketua Pelaksana Kegiatan
1. Nama Lengkap

: Gama Adisetianto

2. NIM/NRM/Semester

: 1141012141

3. Fakultas/Program Studi

: TEKNIK SIPIL

4. Perguruan Tinggi

: UNIVERSITAS WIJAYAKUSUMA PURWOKERTO

5. Waktu untuk kegiatan

: 5 (jam/minggu)

b. Anggota Pelaksana

1. Nama Lengkap

2. NIM/NRM/Semester

: ..

3. Fakultas/Program Studi

4. Perguruan Tinggi

: ..

5. Waktu untuk kegiatan

: 5 (jam/minggu)

11. Nama dan Biodata Dosen Pembimbing


a. Nama Lengkap dan Gelar

: Drs. Susatyo Adhi Pramono., MSi

b. Golongan, Pangkat dan NIP

: Pembina Tk. I / IIId/ 6100741027

c. Jabatan Fungsional

: Lektor Kepala

d. Jabatan Struktural

: Pembantu Dekan II

e. Fakultas/Program Studi

: Fakultas Teknik/ Teknik Sipil

f. Pergurunan Tinggi

: Univ. Wijayakusuma Purwokerto

g. Bidang Keahlian

: Teknik Sipil

h. Waktu untuk Kegiatan

: 3 (jam/minggu)

12. Biaya Kegiatan


No
1
2
3
4
5
6
7
8

Komponen
Sewa Komputer
Sewa Printer
Sewa Software (Delphi, Acces)
Perjalanan
Pembuatan Laporan
Pembuatan Artikel Ilmiah
Komunikasi
Dokumentasi

Quantity
5
5
5
1
3
3
1
1

Sat
Bulan
Bulan
Bulan
set
set
set
set
set

Biaya
600.000,00
500.000,00
600.000,00
600.000,00
100.000,00
100.000,00
200.000,00
100.000,00

Total
3.000.000,00
2.500.000,00
3.000.000,00
600.000,00
300.000,00
300.000,00
200.000,00
100.000,00
10.000.000,00

Terbilang: Sepuluh Juta Rupiah


13. Lampiran
1. Daftar Pustaka
2. Daftar Riwayat Hidup Ketua dan Anggota Pelaksana Program
3. Gambar desain teknologi yang akan diterapkan atau dikembangkan
4. Foto Kopi Kartu Mahasiswa/KTM yang masih berlaku
5. Hal-hal lain yang dianggap diperlukan.
Daftar Pustaka
1. Kementerian Kesehatan RI, Direktorat Jenderal Bina Upaya Kesehatan, Direktorat
Bina Pelayanan Penunjang Medik dan Sarana Kesehatan, Pedoman Teknis Instalasi
Pengolahan Air Limbah Dengan Sistem Biofilter Anaerob Aerob Pada Fasilitas
Pelayanan Kesehatan, 2011.
2. Ir. Nusa Idaman Said, M.Eng. Pengolahan Air Limbah Domestik Di Dki Jakarta
"Tinjauan Permasalahan, Strategi dan Teknologi Pengolahan", Pusat Teknologi
Lingkungan Deputi Bidang Teknologi Pengembangan Sumberdaya Alam Badan
Pengkajian dan Penerapan Teknologi, 2008
3. Anthony Pranata, Pemrograman Borland Delphi 6, Andi Yogyakarta, 2003

10