Anda di halaman 1dari 11

BAB I

PENDAHULUAN

1.1. Pendahuluan
Fisika adalah sains atau ilmu tentang alam dalam makna yang terluas. Fisika
mempelajari gejala alam yang tidak hidup atau materi dalam lingkup ruang dan
waktu. Para fisikawan atau ahli fisika mempelajari perilaku dan sifat materi dalam
bidang yang sangat beragam, mulai dari partikel submikroskopis yang membentuk
segala materi (fisika partikel) hingga perilaku materi alam semesta sebagai satu
kesatuan kosmos.
Fisika juga berkaitan erat dengan matematika. Teori fisika banyak dinyatakan
dalam notasi matematis, dan matematika yang digunakan biasanya lebih rumit
daripada matematika yang digunakan dalam bidang sains lainnya. Perbedaan antara
fisika dan matematika adalah: fisika berkaitan dengan pemerian dunia material,
sedangkan matematika berkaitan dengan pola-pola abstrak yang tak selalu
berhubungan dengan dunia material. Namun, perbedaan ini tidak selalu tampak jelas.
Ada wilayah luas penelitan yang beririsan antara fisika dan matematika, yakni fisika
matematis, yang mengembangkan struktur matematis bagi teori-teori fisika.
Salah satu teori fisika utama adalah elektromagnetisme. Elektromagnetisme
adalah cabang fisika tentang medan elektromagnetik yang mempelajari mengenai
medan listrik dan medan magnet. Medan listrik dapat diproduksi oleh muatan listrik
statik, dan dapat memberikan kenaikan pada gaya listrik. Medan magnet dapat
diproduksi oleh gerakan muatan listrik, seperti arus listrik yang mengalir di sepanjang
kabel dan memberikan kenaikan pada gaya magnetik.
Istilah "elektromagnetisme" berasal dari kenyataan bahwa medan listrik dan
medan magnet adalah saling "berpelintiran"/terkait, dan dalam banyak hal, tidak

mungkin untuk memisahkan keduanya. Contohnya, perubahan dalam medan magnet


dapat memberikan kenaikan kepada medan listrik; yang merupakan fenomena dari
induksi elektromagnetik, dan merupakan dasar dari operasi generator listrik, motor
induksi, dan transformer. Istilah elektrodinamika kadangkala digunakan untuk
menunjuk kepada kombinasi dari elektromagnetisme dengan mekanika. Subjek ini
berkaitan dengan efek dari medan elektromagnetik dalam sifat mekanika dari partikel
yang bermuatan listrik.
Medan magnet, dalam ilmu Fisika, adalah suatu medan yang dibentuk dengan
menggerakan muatan listrik (arus listrik) yang menyebabkan munculnya gaya di
muatan listrik yang bergerak lainnya. (Putaran mekanika kuantum dari satu partikel
membentuk medan magnet dan putaran itu dipengaruhi oleh dirinya sendiri seperti
arus listrik; inilah yang menyebabkan medan magnet dari ferromagnet "permanen").
Sebuah medan magnet adalah medan vektor: yaitu berhubungan dengan setiap titik
dalam ruang vektor yang dapat berubah menurut waktu. Arah dari medan ini adalah
seimbang dengan arah jarum kompas yang diletakkan di dalam medan tersebut.
Penerapan dari Medan magnet adalah motor listrik.

Motor

listrik

merupakan sebuah perangkat elektromagnetis yang mengubah


energi listrik menjadi energi mekanik. Energi mekanik ini digunakan
untuk,

misalnya,

memutar

impeller pompa,

fan

atau

blower,

menggerakan kompresor, mengangkat bahan, dll. Motor listrik


digunakan juga di rumah (mixer, bor listrik, fan angin) dan di industri.
Motor listrik kadang kala disebut kuda kerja nya industri sebab
diperkirakan bahwa motor-motor menggunakan sekitar 70% beban
listrik total di industri.

1.2. Rumusan masalah


Berdasarkan latar belakang makalah ini, maka dapat dibuat beberapa rumusan
masalah antara lain:
1. Apa definisi umum dari motor listrik DC/ arus searah ?
2. Bagaimana prinsip kerja motor listrik arus searah ?
3. Bagaimana efisiensi motor lisrik ?
1.3. Tujuan Penulisan
Adapun tujuan penulisan makalah ini adalah:
1. Memberi informasi kepada pembaca mengenai definisi umum dari motor
listrik DC/ arus searah
2. Memberikan informasi kepada pembaca mengenai cara kerja motor listrik
arus searah
3. Memberitahukan kepada pembaca mengenai efisiensi dari motor listrik

BAB II
PEMBAHASAN
2.1.Definisi Umum Motor Listrik DC/ Arus Searah

Mesin listrik searah dapat berupa generator DC atau motor DC. Untuk
membedakan sebagai generator atau motor dari mesin difungsikan sebagai apa.
Generator DC alat yang mengubah energi mekanik menjadi energi listrik DC. Motor
DC alat yang mengubah energi listrik DC menjadi energi mekanik putaran. Sebuah
motor DC dapat difungsikan sebagai generator, atau sebaliknya generator DC bisa
difungsikan sebagai motor DC.
Motor DC memerlukan suplai tegangan yang searah pada kumparan medan
untuk diubah menjadi energi mekanik. Kumparan medan pada motor dc disebut stator
(bagian yang tidak berputar) dan kumparan jangkar disebut rotor (bagian yang
berputar). Jika terjadi putaran pada kumparan jangkar dalam pada medan magnet,
maka akan timbul tegangan (GGL) yang berubah-ubah arah pada setiap setengah
putaran, sehingga merupakan tegangan bolak-balik. Prinsip kerja dari arus searah
adalah membalik phasa tegangan dari gelombang yang mempunyai nilai positif
dengan menggunakan komutator, dengan demikian arus yang berbalik arah dengan
kumparan jangkar yang berputar dalam medan magnet. Bentuk motor paling
sederhana memiliki kumparan satu lilitan yang bisa berputar bebas di antara kutubkutub

magnet

permanen.

Gambar Motor D.C Sederhana


Catu tegangan dc dari baterai menuju ke lilitan melalui sikat yang menyentuh
komutator, dua segmen yang terhubung dengan dua ujung lilitan. Kumparan satu lilitan
pada gambar di atas disebut angker dinamo. Angker dinamo adalah sebutan untuk
komponen yang berputar di antara medan magnet.

2.2.Prinsip Kerja Motor Listrik Arus Searah

(A)

(B)

(C)
Gambar Pengaruh penempatan konduktor pengalir arus dalam medan magnet
Setiap konduktor yang mengalirkan arus mempunyai medan magnet
disekelilingnya. Kuat medan magnet yang timbul tergantung pada besarnya arus yang
mengalir dalam konduktor
H= (N x I)/ l

(weber/meter)

Keterangan
H = Kuat medan magnet (Weber/meter)
N = Banyak kumparan (lilitan)
I = Arus yang mengalir pada penghantar (Ampere)
l = Panjang dari penghantar (meter)
Pada Gambar (a) menunjukkan sebuah medan magnet seragam yang
dihasilkan oleh kutub-kutub magnet utara dan selatan yang arahnya dari kutub utara
menuju kutub selatan.. Sedangkan Gambar (b) menggambarkan sebuah konduktor
yang dialiri arus searah dan menghasilkan medan magnet (garis-garis gaya fluksi)
disekelilingnya.
Jika konduktor yang dialiri arus tersebut ditempatkan di dalam medan magnet
seragam, maka interaksi kedua medan akan menimbulkan medan yang tidak seragam
seperti yang ditunjukkan pada Gambar (c). Sehingga kerapatan fluksi akan bertambah
besar di atas sebelah kanan konduktor (dekat kutub selatan) dan di bawah sebelah kiri
konduktor (dekat kutub utara) sedangkan kerapatan fluksi menjadi berkurang di atas
sebelah kiri konduktor dan di bawah sebelah kanan konduktor. Kerapatan fluksi yang
tidak seragam ini menyebabkan konduktor di sebelah kiri akan mengalami gaya ke
atas, sedangkan konduktor di sebelah kanan akan mengalami gaya ke bawah. Kedua
gaya tersebut akan menghasilkan torsi yang akan memutar jangkar dengan arah
putaran searah dengan putaran jarum jam.

Prinsip dasar diatas diterapkan pada motor dc. Prinsip kerja sebuah motor arus
searah dapat dijelaskan dengan Gambar berikut:

Gambar Prinsip kerja motor arus searah

Berdasarkan gambar diatas kedua kutub stator dibelitkan dengan konduktor


konduktor sehingga membentuk kumparan yang dinamakan kumparan stator atau
kumparan medan. Misalkan kumparan medan tersebut dihubungkan dengan suatu
sumber tegangan, maka pada kumparan medan itu akan mengalir arus medan
Kumparan medan yang dialiri arus ini akan menimbulkan fluksi utama yang
dinamakan fluksi stator. Fluksi ini merupakan medan magnet yang arahnya dari kutub
utara menuju kutub selatan (hal ini dapat dilihat dengan adanya garis garis fluksi).
Apabila pada kumparan jangkar mengalir arus yakni arus jangkar, maka dari hukum
Lorenzt kita ketahui bahwa apabila sebuah konduktor yang dialiri arus ditempatkan

pada sebuah medan magnet maka pada konduktor tersebut akan timbul gaya, maka
demikian pula halnya pada kumparan jangkar. Besarnya gaya ini bergantung dari
besarnya arus yang mengalir pada kumparan jangkar (Ia), kerapatan fluksi (B) dari
kedua kutub dan panjang konduktor jangkar (l). Semakin besar fluksi yang terimbas
pada kumparan jangkar maka arus yang mengalir pada kumparan jangkar juga besar,
dengan demikian gaya yang terjadi pada konduktor juga semakin besar.
Besar gaya yang dihasilkan oleh arus yang mengalir pada konduktor jangkar

yang ditempatkan dalam suatu medan magnet adalah :


F=B x Ia x l (Newton)
Keterangan:
Ia = Arus yang mengalir pada konduktor jangkar ( Ampere )
B = Kerapatan fluksi (Weber/m2)
l = Panjang konduktor jangkar (m)
Bila kumparan jangkar dari motor berputar dalam medan magnet dan
memotong fluksi utama maka sesuai dengan hukum induksi elektromagnetis maka
pada kumparan jangkar akan timbul gaya gerak listrik (ggl) induksi yang arahnya
sesuai dengan kaidah tangan kanan, dimana arahnya berlawanan dengan tegangan
yang diberikan kepada jangkar atau tegangan terminal. Karena arahnya melawan
maka ggl induksi ini disebut ggl lawan.
2.3. Efisiensi Motor Lisrik
Motor mengubah energi listrik menjadi energi mekanik untuk melayani beban
tertentu. Pada proses ini, kehilangan energi ditunjukkan dalam Gambar dibawah ini

Gambar Kehilangan Energi (US DOE)


Efisiensi motor ditentukan oleh kehilangan dasar yang dapat dikurangi hanya oleh
perubahan pada rancangan motor dan kondisi operasi. Kehilangan dapat bervariasi
dari kurang lebih dua persen hingga 20 persen. Tabel 1 memperlihatkan jenis
kehilangan untuk motor induksi.
Tabel 1. Jenis Kehilangan pada Motor Induksi (BEE India, 2004)
Jenis kehilangan
Persentase kehilangan total (100%)
Kehilangan tetap atau kehilangan inti
25
Kehilangan variabel: kehilangan stator
34
2
IR
Kehilangan variabel: kehilangan rotor I2R
21
Kehilangan gesekan & penggulungan
15
ulang
Kehilangan beban yang menyimpang
5
Efisiensi motor dapat didefinisikan sebagai perbandingan keluaran daya motor yang
digunakan terhadap keluaran daya totalnya.
Faktor-faktor yang mempengaruhi efisiensi adalah:
1. Usia. Motor baru lebih efisien.
2. Kapastas. Sebagaimana pada hampir kebanyakan peralatan, efisiensi motor
meningkat dengan laju kapasitasnya.
3. Kecepatan. Motor dengan kecepatan yang lebih tinggi biasanya lebih efisien.
4. Jenis. Sebagai contoh, motor kandang tupai biasanya lebih efisien daripada
motor cincin geser.
5. Suhu. Motor yang didinginkan oleh fan dan tertutup total (TEFC) lebih efisien
daripada motor screen protected drip-proof (SPDP).
6. Penggulungan ulang motor dapat mengakibatkan penurunan efisiensi
7. Beban.

BAB III
PENUTUP

3.1. Kesimpulan
1. Motor arus searah (motor DC) adalah mesin yang merubah enargi listrik arus
searah menjadi energi mekanis yang berupa putaran.
2. Mekanisme kerja untuk seluruh jenis motor secara umum:
a. Arus listrik dalam medan magnet akan memberikan gaya.
b. Jika kawat yang membawa arus dibengkokkan menjadi sebuah

lingkaran / loop, maka kedua sisi loop, yaitu pada sudut kanan medan
magnet, akan mendapatkan gaya pada arah yang berlawanan.
c. Pasangan gaya menghasilkan tenaga putar / torque untuk
memutar kumparan.
d. Motor-motor memiliki beberapa loop pada dinamonya
untuk memberikan tenaga putaran yang lebih seragam
dan

medan

magnetnya

dihasilkan

oleh

susunan

elektromagnetik yang disebut kumparan medan.

3. Effisiensi semakin berkurang jika banyak energi yang hilang salah satu
disebabkan karena adanya energi yang terkonversi menjadi panas.

10

Daftar Pustaka

Anonim. Motor Listrik Arus Searah. muksinabdurrahman.com/?dl_id=37. 3 Mei


2012.

Anonim. Electrical Energy Equipment: Electric Motors.2011.


http://luqman96.wordpress.com/2009/07/05/motor-sinkorn-generator-ac/chapterelectric-motors-bahasa-indonesia_2/. 3 Mei 2012.

Djuhana, Dede. Medan Magnet. http://www.scribd.com/doc/14865846/FisikaMedan-Magnet. 3 Mei 2012.

11