Anda di halaman 1dari 2

Penipu Bermodus Batu Sakti Jual Motor Hasil

Kejahatannya di Kuningan

Penipuan bermodus menawarkan batu sakti terjadi di Cilincing, Jakarta Utara. Sasaran mereka
adalah anak-anak muda yang membawa motor. Kemudian motor hasil kejahatan yang mereka
dapatkan dijual dengan harga murah.
"Motor hasil kejahatannya dijual Rp 2 juta hingga Rp 5 juta. Mereka menjualnya di Kuningan, Jawa
Barat," kata kata Kapolsek Penjaringan Kus Subiantoro kepada wartawan di kantornya, Minggu
(7/9/2014).
Kus mengatakan, komplotan penipu ini biasanya beraksi dari pukul 12.00 WIB hingga pukul 18.00
WIB. Mereka menipu para korban-korbannya di wilayah Jakarta Utara, Jakarta Timur, dan Jakarta
Pusat. Penangkapan tersangka berawal dari laporan korban penipuan, dan polisi segera melakukan
pengembangan.
"Pelaku sudah beberapa kali melakukan penipuan di Penjaringan, tapi kita menangkap pelaku di
daerah Cilincing," ucapnya.
Berdasarkan pengakuan tersangka, korban yang kerap menjadi incarannya seorang remaja yakni
pelajar dan mahasiswa. Alhasil atas ulahnya, tersangka dijerat pasal 378 KUHP tentang penipuan
dan terancam hukuman pidana 4 tahun penjara.
"Kita sudah meringkus satu orang anggota penipu ini bermama Aco sedangkan tiga orang lainnya
masih kita kejar," katanya.
Modus pelaku berawal dari mengikuti korban saat mengendarai motor di daerah Penjaringan. Saat
korban berhenti, tersangka Aco berpura-pura menanyakan alamat. Kemudian saat korban
menjelaskan lokasi alamat, datanglah satu tersangka lain yakni Jun.
Kemudian Jun dengan polosnya bertanya ada permasalahan apa diantara korban dan Aco. Setelah
mengetahui Aco mencari alamat, lantas Jun juga memberitahukan alamat yang ditanyakan Aco.
"Setelah memberitahukan alamat, Aco memberikan hadiah batu kepada korban dan Jun. Aco
mengaku batu itu dari yang bisa membawa keberuntungan," jelasnya.

Awalnya korban tidak percaya, namun Jun mengaku mendengar suara azan dari batu tersebut.
Lantas korban pun percaya dan Aco meminta sebuah syarat agar keberuntungan dari batu itu dapat
terwujud.
"Setelah korban yakin, korban diminta untuk berjalan 100 langkah ke depan dan tidak boleh
menengok ke belakang. Namun sebelum melangkah korban diminta meninggalkan seluruh harta
yang dibawa sebagai syarat. Tapi setelah korban selesai melangkah dan menengok ke belakang
sepeda motor korban telah hilang," terangnya.
Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini,
di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV
Sumber: http://news.detik.com/