Anda di halaman 1dari 2

NAMA

: Arzano Rohmahendi

NIM

: 1109045032

PRODI

: Teknik Lingkungan

Matkul

: Pengelolaan Lingkungan Tambang

RESUME SEMINAR SEHARI KPC Good Mining Practice


PT. Kaltim Prima Coal adalah sebuah perusahaan penghasil batu bara terbesar di Indonesia.
Perusahaan ini adalah salah satu anak perusahaan dari PT. Bumi Resources (Tbk). Perusahaan
ini berlokasi di daerah Sangatta, Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur. PT. KPC
memiliki luas lahan 90.983 Ha dan telah beroparesi sejak tahun 1982. Jumlah keseluruhan
karyawan perusahaan ini adalah 5.187 orang yang terbagi dalam devisi dan setiap devisi
dipimpin oleh seorang General Manager (GM) dan terbagi dalam departemen-departemen,
yang dipimpin oleh seorang Menejer.
PT. KPC memiliki 22 pit penambangan dan juga dalam prosesnya penambangannya
menganut Good Mining Practice yaiu seluruh proses tahapan yang dilalui dari awal sampai
akhir yang harus dilakukan dengan baik dan benar. Dengan mengikuti standar yang telah
ditetapkan berdasarkan kaidah norma dan mampu di pertanggungjawabkan. Dan juga PT.
KPC memiliki konsep dalam menambang yakni More Than Mining berdasarkan Clean
Coal Technology. Konsep ini maksudnya yakni perusahaan tidak hanya sekedar menambang
melainkan juga menghasilkan produk batubara bermutu tinggi, memberikan pelayanan
terbaik bagi para pelanggan, mampu memberikan manfaat positif bagi penduduk lokal dan
menata kembali habitat dan lingkungan dimana area pertambangan itu dilakukan. PT. KPC
memperhatikan kualitas batu bara yang dihasilkan sehingga dari awal pengambilan sampai
pada tngan konsumen kualitas batu bara yang dihasilkan tidak ada yang berubah.
Pada pasca penambang PT. KPC melakukan reklamasi yang bertujuan untuk mengembalikan
bekas tambang agar kembali keadaan yang berguna, sebagai tolak ukurnya kembalinya
vegetative dan fauna asli ke habitat yang direklamasi. Penutupan lahan bekas tambang dalam
penimbunannya harus sesuai dengan kaidahnya karena mengandung asam. Lahan bekas
tambang PT. KPC meninggalkan void, sebanyak 26% dari luas void yang ada yang tidak akan
di timbun. Salah satu Void bekas tambang Sangatta saat ini telah difungsikan untuk daerah

wisata dengan membangun fasilitas-fasilitas yang menunjang kegiatan wisata seperti,


pondokan, perahu wisata, sarana bermain anak2, dan areal painball. KPC juga membangun
Pusat Pelatihan untuk Peternakan Sapi Terpadu di areal bekas tambang yang dilengkapi
gedung sarana diklat, kandang sapi dan area peternakan, pemanfaatan limbah kotoran sapi
untuk Biogas dan Rumah pengomposan yang saat ini dikelola oleh KPC dengan membentuk
CV, yang nantinya akan diserahkan pengelolaannya kepada masyarakat pada waktu
penutupan tambang. Salah satu areal bekas pit tambang yang telah direklamasi sebagian
digunakan untuk pilot projek perkebunan Kelapa sawit yang saat ini dikelola oleh yayasan
KPC.
Kebijakan CSR dirancang untuk melakukan kepedulian moral dan tanggung jawab terhadap masa
depan masyarakat sekitar pertambangan. KPC mengalokasikan dana pengembangan masyarakat
sebesar US$ 5 juta per tahun. Oleh sebab itu arah kebijakan CSR selalu diorientasikan pada
fasilitasi kegiatan masyarakat menuju pada keadaan yang lebih baik pada akhir penutupan
tambang. Melalui landasan komitmen moral, perusahaan ini selalu berusaha mengarahkan
program-program comdev berorientasi pada program pengembangan masyarakat dan lingkungan
secara berkelanjutan (community and environmental sustainable development). Yang berguna
untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat

Anda mungkin juga menyukai