Anda di halaman 1dari 66

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Fluidisasi adalah suatu fenomena berubahnya sifat suatu padatan (bed)
dalam suatu reaktor menjadi bersifat seperti fluida dikarenakan adanya aliran
fluida ke dalamnya, baik berupa liquid maupun gas.
Jika suatu aliran udara melewati partikel unggun yang ada dalam
tabung, maka aliran tersebut akan memberikan gaya seret (drag force) pada
partikel dan menimbulkan pressure drop sepanjang unggun. Pressure drop
akan naik jika kecepatan superficial naik.
Fluidisasi berhubungan dengan banyak proses industri kimia, misalnya
dalam proses katalisasi maupun dalam proses pemurnian gas. Proses
fluidisasi ini memiliki beberapa hal penting yang harus diperhatikan, seperti
jenis dan tipe fluidisasi, aplikasi dalam industri sertaspesifikasi dan cara kerja
alatnya.
Jadi karena banyaknya proses yang berhubungan dengan katalisasi
ataupun hal yang berat kaitannya dengan perlakuan gas-solid dan liquid-solid
pada banyak dunia industry kimia maka fluidisasi sangat diperlukan untuk
dipelajari dan dipahami.
1.2 Tujuan Percobaan
Tujuan dari percobaan ini adalah :

Menentukan

kurva

karakteristik

fluidisasi

yaitu

kurva

yang

menggambarkan hubungan beda tekan unggun (P) terhadap laju

fluidisasi (U).
Menentukan kecepatan fluidisasi minimum Umf berdasarkan grafik

karakteristik fluidisai dan persamaan Ergun.


Mengetahui fenomena-fenomena yang terjadi selama operasi fluidisasi
berlangsung (secara visual).

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Fenomena Fluidisasi


Jika suatu aliran udara melewati suatu partikel unggun yang ada dalam
tabung, maka aliran tersebut akan memberikan gaya seret (drag force) pada
partikel dan memberikan pressure drop sepanjang unggun. Pressure drop akan
naik jika kecepatan superficial naik (kecepatan superficial adalah kecepatan
aliran jika tabung kosong), sedangkan kecepatan interstitial adalah kecepatan
udara di antara partikel unggun. Pada kecepatan superfisial rendah, ungun
mula-mula diam. Jika kecepatan superfisial dinaikkan maka padasuatu saat
gaya seret fluida menyebabkan unggun mengembang dan menyebabkan
tahanan terhadap aliran udara mengecil, sampai akhirnya gaya seret tersebut
cukup untuk mendukung gaya berat partikel unggun. Hal ini menyebabkan
unggun terfluidisasi dan sistem solid-fluida menunjukkan sifat-sifat seperti
fluida. Kecepatan superfisial terendah yang dibutuhkan agar terjadi fluidisasi
disebut minimum fluidization velocity (Umf).
Pada kecepatan superficial rendah, unggun mula-mula diam. Jika
kecepatan superficial dinaikkan maka pada suatu saat gaya seret fluida
menyebabkan unggun mengembang dan tahanan terhadap aliran udara
mengecil, sampai akhirnya gaya seret tersebut cukup untuk mendukung gaya
berat partikel unggun dan unggun akan terfluidisasi.
Sementara itu, pressure drop akan tetap walaupun kecepatan superficial
Terus dinaikkan dan sama dengan berat efektif unggun persatuan luas.
Kecepatan superficial terendah yang dibutuhkan untuk terjadinya fluidisasi
disebut Minimum Fluidization Velocity (Umf).
Fenomena fluidisasi pada sistem gas-padat juga dapat diilustrasikan
pada gambar berikut ini:

Gambar 2.1.1 Fenomena fluidisasi pada system gas-padat


Dalam dunia industri dapat diaplikasikan dalam banyak hal sepertitrans
portasi serbuk padatan (conveyer solid), pencanpuran padatan halus, perpinda
han permukaan logam, proses drying dan sizing pada pembukaan,
proses pertumbuhan partikel, dan kondensasi bahan yang dapat mengalami
sublimasi,adsorbsi (untuk pengering udara dan adsorben) dan masih banyak
aplikasi lain.
Fenomena-fenomena yang dapat terjadi pada proses fluidisasi antara
lain:
1. Fenomena fixed bed

yang terjadi ketika laju alir

fluida kurang

dari laju minimum yang dibutuhkan untuk proses awal fluidisasi. Pada
kondisi ini partikel diam atau tidak bergerak.

Gambar 2.1.2 Fenomena Fixed Bed

2. Fenomena minimum atau incipient fluidization yang terjadi ketika laju


alir fluida mencapai laju alir minimum yang dibutuhkan untuk proses
fluidisasi. Pada kondisi ini partikel-partikel padat mulai terekspansi.

Gambar 2.1.3 Fenomena incipient fluidization


3. Fenomena smooth or homogenously fludization terjadi ketika kecepat
an distribusi aliran fluida merata.densitas dan distribusi partikel dalam
unggunsama atau homogen sehingga ekspansi pada setiap partikel
padatan beragam.

Gambar 2.1.4 Fenomena smooth or homogenously fluidization


4. Fenomena bubling fluidization yang terjadi ketika gelembung
gelembung pada

unggun

terbentuk

distribusi partikel tidak homogen.

akibat

densitas

dan

Gambar 2.1.5 Fenomena bubling fluidization


5. Fenomena sluging fluidization yang terjadi ketika gelembunggelembung besar yang mencapai lebar dari diameter kolom terbentuk
pada partikel partikel padat. Pada kondisi ini terjadi penorakan
sehingga partikel-partikel padat seperti terangkat.

Gambar 2.1.6 Fenomena slugging fluidization


6. Fenomena chanelling fluidization yang terjadi ketikadalam unggun
partikel padat terbentuk saluran-saluran seperti tebing vertikal.

Gambar 2.1.7 Fenomena chanelling fluidization


7. Fenomena disperse fluidization yang terjadi saat kecepatan alir fluida
melampaui kecepatan maksimalaliran fliuida. Adapun pada fenomena

ini sebagian partikel akan terbawa aliran fluida dan ekspansi mencapai
nilai maksimum

Gambar 2.1.8 Fenomena disperse fluidization


Fenomena-fenomena fluidisasi tersebut sangat dipengaruhi oleh faktorfaktor berikut:

.Laju alir fluida dan jenis fluida

Ukuran partikel dan bentuk partikel

Jenis dan densitas partikel serta faktor interlok antar partikel

Porositas unggun

Distribusi aliran,

Distribusi bentuk ukuran fluida

Diameter kolom

Tinggi unggun.

2.2 Kelebihan Dan Kekurangan Teknik Fluidisasi


Proses fluidisasi

ini

biasanya

dilakukan

dengan cara

mengalirkan fluida gas atau cair ke dalam kolom yang berisi unggun butiranbutiran

padat.

Pada

laju

alir

yang

menerobosunggun melalui celah-celah/ ruang

kecil

aliran

kosong antar

hanya
partikel,

sedangkan partikel-partikel padat tetapdalam keadaan diam. Kondisi ini


dikenal

sebagai

fenomena

unggun

diam.

Saat

kecepatan

aliran

fluidadiperbesar sehingga mencapai kecepatan minimum, yaitu kecepatan


saat gaya seret fluida terhadap partikel-partikel padatan lebih atau sama
dengan gaya berat partikel-partikel padatan tersebut, partikelyang semula
diam akan mulai terekspansi, Keadaan ini disebut incipient fluidization atau

fluidisasiminimum. Jika

kecepatan

diperbesar, akan

terjadi

beberapa

fenomena yang dapat diamati secaravisual dan pada kondisi inilah partikelpartikel padat memiliki sifat seperti fluida dengan viskositastinggi.Karena
sifat-sifat partikel padat yang menyerupai sifat fluida cair dengan viskositas
tinggi,adapun metoda pengontakan fluidisasi memiliki beberapa keuntungan
dan kerugian.
Keuntungan proses fluidisasi,antara lain:
1)

Sifat unggun yang menyerupai fluida memungkinkan adanya aliran zat


padat secara kontinudan memudahkan pengontrolan.

2)

Kecepatan pencampuran yang tinggi membuat reaktor selalu berada


dalam kondisi isotermalsehingga memudahkan pengendaliannya

3)

Sirkulasi butiranbutiran padat antara dua unggun fluidisasi memungkin


kan pemindahan jumlah panas yang besar dalam reaktor.

4)

Perpindahan

panas

dan

kecepatan

perpindahan

massa

antara

partikelcukuptinggi, perpindahan panas antara unggun terfluidakan den


gan media pemindah panas yang baik memungkinkan pemakaian alat
penukar panas yang memiliki luas permukaan kecil.
Kekurangan dari teknik fluidisasi adalah:
1)

Kecepatan fluida yang digunakan terbatas pada jangkauan dimana


unggunterfluidisasi. Jika kecepatan jauh lebih besar dari Umf, dapat
terjadi kehilanganmaterial yang cukup besar akibat terbawa keluar dari
unggun serta ada kemungkinanterjadi kerusakan partikel karena
kecepatan operasi yang terlalu besar.

2)

Tenaga untuk memompa fluida sehingga terjadi fluidisasi harus besar


untuk unggunyang besar dan dalam.

3)

Ukuran dan tipe partikel yang dapat digunakan dalam teknik ini
terbatas.

4)

Karena sifat unggun terfluidisasi yang kompleks, seringkali terjadi


kesulitan dalammengubah skala kecil menjadi skala industri.

5)

Adanya erosi terhadap bejana dan sistem pendingin.

6)

Butiran halus akan terbawa aliran sehingga mengakibatkan hilangnya


sejumlah tertentu padatan.

2.3 Hilang Tekan dalam Unggun Diam


Korelasi-korelasi matematik yang menggambarkan hubuangan antara hilang
tekan dengan laju alir fluida di dalam suatu sistem unggun diam diperoleh
pertama kalipada tahun 1922 oleh Blake melalui metoda-metoda yang bersifat
semi empiris, yaitu dengan menggunakan bilangan-bilangan tidak berdimensi.
Untuk aliran laminer dengan kehilangan energi terutama disebabkan oleh
gaya viscous,
Yang dimaksud dengan kecepatan minimum fluidisasi (dengan notasi Umf)
adalah kecepatan superfisial fluida minimum dimana fluidisasi mulai terjadi.
harganya diperoleh dengan mengombinasikan persaman Ergun dengan persamaan
neraca massa pada unggun terfluidakan, menjadi:

BAB III
METODOLOGI
Bahan yang digunakan dalam percobaan analisis fluidisasi ini adalah zeolit
dan keramik. Alat-alat yang digunakan dalam fluidisasi ini adalah: botol semprot,
piknometer, manometer U, neraca analitik, penggaris, jangka sorong, dan ayakan.
Zeolit dan keramik yang diambil untuk fluidisasi itu terlebih dahulu dikecilkan
ukurannya hingga mencapai ukuran 0.5 mm dan 0.71 mm. Tahap awal
menentukan massa jenis masing-masing di setiap ukuran 0.5 mm dan 0.71 mm.
Lalu memulai kalibrasi kolom tanpa melibatkan manometer yang berisi CCl4.
Setiap ketinggian P ( 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, dan 10 cmHg) di ukur waktu setiap
air yang keluar sebanyak 500 ml dari kerangan.

Gambar 3.1 Kalibrasi Kolom Kosong

Gambar 3.2 Tahap Operasi


Tahap operasi dilakukan pada ketinggian unggun dalam kolom 3, 4, dan 5 cm dan
ketinggian P ( 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, dan 10 cmHg). Setiap saat pada ketinggian
dalam kolom tersebut akan didapatkan hasil tinggi unggun, fenomena dan
ketinggian CCl4. Berikut ini diagram alir percobaannya:

BAB IV
HASIL PERCOBAAN DAN PEMBAHASAN
4.1 Hasil Percobaan
4.1.1 Nilai Umf Pada Partikel
Diameter Partikel

Ketinggian (m)

Umf (m/s)

0,03

0.1145

Umf ergun
(m/s)
0.0153

0,04

0.1149

0.0158

0,05

0.1150

0.0189

0,03

0.1146

0.0160

0,04

0.11489

0.0192

0,05

0.11498

0.0220

0,03

0.1145

0.0171

0,04

0.1144

0.0229

0,05

0.1143

0.0296

0,03

0.1148

0.0211

0,04

0.11485

0.0258

0,05

0.1143

0.0201

Campuran 0,5 mm

0,06

0.11484

0.0173

Campuran 0,71 mm

0,06

0.11345

0.0172kpi

Zeolit 0,5 mm

Zeolit 0,71 mm

Keramik 0,5 mm

Keramik 0,71 mm

4.1.2 Kalibrasi Orifice

Gambar 4.1.2 Grafik Kalibrasi Orifice Q vs H


4.1.3 Grafik Hubungan Antara P vs Umf
4.1.3.1 Partikel Zeolit

Gambar 4.1.3.1.a Grafik Hubungan Antara P vs Umf


Zeolit 0.5 mm Ketinggian 3 cm

Gambar 4.1.3.1.b Grafik Hubungan Antara P vs Umf


Zeolit 0.5 mm Ketinggian 4 cm

Gambar 4.1.3.1.c Grafik Hubungan Antara P vs Umf


Zeolit 0.5 mm Ketinggian 5 cm

Gambar 4.1.3.1.d Grafik Hubungan Antara P vs Umf


Zeolit 0.71 mm Ketinggian 3 cm

Gambar 4.1.3.1.e Grafik Hubungan Antara P vs Umf


Zeolit 0.71 mm Ketinggian 4 cm

Gambar 4.1.3.1.e Grafik Hubungan Antara P vs Umf


Zeolit 0.71 mm Ketinggian 5 cm

4.1.3.2 Partikel Keramik

Gambar 4.1.3.2.a Grafik Hubungan Antara P vs Umf


Keramik 0.5 mm Ketinggian 3 cm

Gambar 4.1.3.2.b Grafik Hubungan Antara P vs Umf


Keramik 0.5 mm Ketinggian 4 cm

Gambar 4.1.3.2.c Grafik Hubungan Antara P vs Umf


Keramik 0.5 mm Ketinggian 5 cm

Gambar 4.1.3.2.d Grafik Hubungan Antara P vs Umf


Keramik 0.71 mm Ketinggian 3 cm

Gambar 4.1.3.2.e Grafik Hubungan Antara P vs Umf


Keramik 0.71 mm Ketinggian 4 cm

Gambar 4.1.3.2.f Grafik Hubungan Antara P vs Umf


Keramik 0.71 mm Ketinggian 5 cm
4.1.3.3 Partikel Campuran

Gambar 4.1.3.3.a Grafik Hubungan Antara P vs Umf


Campuran 0.5 mm Ketinggian 6 cm

Gambar 4.1.3.3.b Grafik Hubungan Antara P vs Umf


Campuran 0.71 mm Ketinggian 6 cm
4.1.4 Grafik Hubungan Antara Lunggun vs Umf
4.1.4.1 Partikel Zeolit

Gambar 4.1.4.1.a Grafik Hubungan Antara Lunggun vs Umf


Zeolit 0.5 mm Ketinggian 3 cm

Gambar 4.1.4.1.b Grafik Hubungan Antara Lunggun vs Umf


Zeolit 0.5 mm Ketinggian 4 cm

Gambar 4.1.4.1.c Grafik Hubungan Antara Lunggun vs Umf


Zeolit 0.5 mm Ketinggian 5 cm

Gambar 4.1.4.1.d Grafik Hubungan Antara Lunggun vs Umf


Zeolit 0.71 mm Ketinggian 3 cm

Gambar 4.1.4.1.e Grafik Hubungan Antara Lunggun vs Umf


Zeolit 0.71 mm Ketinggian 4 cm

Gambar 4.1.4.1.f Grafik Hubungan Antara Lunggun vs Umf


Zeolit 0.71 mm Ketinggian 5 cm

4.1.4.2 Partikel Keramik

Gambar 4.1.4.2.a Grafik Hubungan Antara Lunggun vs Umf


Keramik 0.5 mm Ketinggian 3 cm

Gambar 4.1.4.2.b Grafik Hubungan Antara Lunggun vs Umf


Keramik 0.5 mm Ketinggian 4 cm

Gambar 4.1.4.2.c Grafik Hubungan Antara Lunggun vs Umf


Keramik 0.5 mm Ketinggian 5 cm

Gambar 4.1.4.2.d Grafik Hubungan Antara Lunggun vs Umf


Keramik 0.71 mm Ketinggian 3 cm

Gambar 4.1.4.2.e Grafik Hubungan Antara Lunggun vs Umf


Keramik 0.71 mm Ketinggian 4 cm

Gambar 4.1.4.2.e Grafik Hubungan Antara Lunggun vs Umf


Keramik 0.71 mm Ketinggian 5 cm

Gambar 4.1.4.2.e Grafik Hubungan Antara Lunggun vs Umf


Campuran 0.5 mm Ketinggian 6 cm

Gambar 4.1.4.2.f Grafik Hubungan Antara Lunggun vs Umf


Campuran 0.71 mm Ketinggian 6 cm
4.2 Pembahasan
Berdasarkan hasil percobaan ini di dapatkan kurva kalibrasi orifismeter
adalah Q = 0.000151 (H)

0.481

, Pangkat dari beda ketinggian didapatkan adalah

0.481. Seharusnya jika terfluidisasi sempurna pangkatnya itu 0.5 .Hal ini
disebabkan dalam penentuan ketinggian manometer tidak akurat dan dalam
penentuan volume fluida tidak terlalu tepat besar volume dan pada waktu
penentuannya
Fluidisasi sangat dipengaruhi oleh diameter partikel dan ketinggian
unggun. Suatu partikel dengan diameter yang lebih kecil dan ketinggian yang
kecil akan cepat terfluidakan, karena massa dari partikel tersebut lebih ringan
sehingga kecepatan minimum fluidisasi lebih kecil. Partikel dengan diameter 0.5
mm dan 0.71 mm dan ketinggain 3 cm lebih cepat terfluidisasi dibandingkan
dengan ketinggian 4 cm dan 5 cm.
Zeolit dengan diameter 0.5 mm dan ketinggian 3 cm lebih cepat
terfluidisasi dibandingkan dengan keramik diameter 0.5 mm dan ketinggian 3 cm,
ini terjadi karena berat jenis dari zeolit lebih kecil dari pada keramik sehingga

zeolit lebih cepat terfluidisasi. Begitu juga dengan zeolit dengan diameter 0.71
dan keramik diameter 0.71 lebih cepat zeolit.
Pada partikel dengan ketinggian 3 cm lebih cepat terfluidisai dibandingkan
dengan partikel dengan ketinggian 4 cm ini terjadi karena partikel dengan
ketinggian 4 cm memiliki porositas yang lebih besar dibandingkan dengan
partikel ketinggan 3 cm yang memiliki porositas lebih kecil.
Dilihat dari hasil percobaan didapatkan grafik hubungan antara P
terhadap Umf hampir sama dengan kurva karakteristik ideal fluidisasi.
Besarnya kecepatan superfisian pada zeolit diameter 0.5 mm dengan zeolit
diameter 0.71 mm didapatkan bahwa nilai Umf zeolit diameter 0.7 mm lebih
besar. Karena diameter partikelnya lebih besar sehingga kecepatan yang
diperlukan untuk partikel tersebut terfluidisasi lebih besar.
Laju alir (Q) berbanding lurus dengan kecepatan aliran fluida di orifice
(Uo), oleh karena itu jika perbedaan tekanan pada orifice terlalu kecil, unggun
akan tetap diam atau bergerak sebagian. Jika kecepatan aliran fluida cukup besar,
perbedaan tekanan akan meningkat, dan partikel-partikel mulai bergerak dan
tinggi hamparan berubah. Bila kecepatan terus ditingkatkan, partikel-partikel akan
berpisah satu sama lain sehingga dapat berpindah dengan mudah, fluidisasi yang
sebenarnya pun mulai terjadi, bahkan jika kecepatan aliran fluida sangat besar
maka pola aliran dalam unggun tidak beraturan atau bubling.

BAB V
KESIMPULAN
Dari percobaan yang telah dilakunan di dapatkan kesimpulan :
1. Nilai Q = 0.000151 (H) 0.481
2. Nilai kecepatan minimum fluidisasi dari kurva karakteristik fluidisasi lebih
besar dibandingkan dengan nilai kecepatan minimum fluidisasi dari
persamaan ergun.
3. Fluidisasi di pengaruhi dengan diameter partikel dan tinggi unggunnya
4. Zeolit dengan diameter 0.5 mm dan ketinggian 3 cm lebih cepat
5.
6.
7.
8.

terfluidisasi
Partikel dengan ketinggian 3 cm lebih cepat terfluidisasi
Zeolit lebih cepat terfluidisasi di bandingkan dengan keramik
Kurva hasil percobaan hampir sama dengan kurva karakteristik ideal
Kecepatan superficial dari zeolit dengan diameter 0.71 lebih besar

dibandingkan dengan zeolit berdiameter 0.51.


9. Hasil modifikasi dari persamaan Ergun didapatkan bahwa nilai k1=
168.0252 dan nilai k2= 1.7727

DAFTAR PUSTAKA

Geankoplis, Christie J.,2003. Transport Process and Unit Operations, 4nd


Edition, PT R Prentice- Hall Inc, America.
Kunii, D., and Levenspiel, O.,1991 Fluidization Engineering, ButterworthHeinemann,Boston.
Petunjuk Praktikum Laboratorium Teknologi Kimia I. 2012. Universitas Jenderal
Achmad Yani, Cimahi.

LAMPIRAN A
DATA LITERATUR

Berikut data-data literatur yang dibutuhkan dalam perhitungan:


1.

air (25 oC)

997,08

kg/m3

2.

CCl4 (25 oC)

1590

kg/m3

3.

Hg (25 C)

13595,5

kg/m3

4.

gravitasi (g)

9,80665

m/s2

5.

air (25 oC)

8,937 x 10-4

kg/m.s

LAMPIRAN B
DATA PERCOBAAN

B.1 Berat Piknometer


Piknometer kosong 1

: 29.09 g

Piknometer kosong 2

: 33.72 g

Piknometer kosong 1 + air

: 84.57 g

Piknometer kosong 2 + air

: 83.13 g

Piknometer 1 + keramik 0.5 mm

: 85.56 g

Piknometer 1 + keramik 0.71 mm

: 87.51 g

Piknometer 1 + keramik 0.5 mm + air

: 115.62 g

Piknometer 1 + keramik 0.71 mm + air : 113.37 g


Piknometer 1 + campuran 0.5 mm

: 84.01 g

Piknometer 1 + campuran 0.5 mm +air : 110.91 g


Piknometer 2 + zeolit 0.5 mm

: 78.57 g

Piknometer 2 + zeolit 0.71 mm

: 78.17 g

Piknometer 2 + zeolit 0.5 mm + air

: 102.36 g

Piknometer 2 + zeolit 0.71 mm + air

: 103.35 g

Piknometer 2 + campuran 0.71 mm

: 81.05 g

Piknometer 2 + campuran 0.71 mm + air: 106.02 g

B.2 Berat Partikel


Tabel B.2 Berat Partikel

Berat Partikel
Keterangan

(Kg)

Zeolit

Awal

Ketinggian 3 cm
Ketinggian 4 cm
Ketinggian 5 cm

Diameter 0.5 mm

0.11607

Diameter 0.71 mm

0.1181

Diameter 0.5 mm

0.11867

Diameter 0.71 mm

0.13265

Diameter 0.5 mm

0.14035

Diameter 0.71 mm

0.15496
Awal

Keramik
Ketinggian 3 cm
ketinggian 4 cm
ketinggian 5 cm

Diameter 0.5 mm

0.1113

Diameter 0.71 mm

0.12212

Diameter 0.5 mm

0.15253

Diameter 0.71 mm

0.15637

Diameter 0.5 mm

0.19769

Diameter 0.71 mm

0.1986
Awal

Campuran
ketinggian 6 cm

Diameter 0.5 mm

0.18725

Diameter 0.71 mm

0.20535

B.3 Kalibrasi Orifismeter


Tabel B.3 Kalibrasi Orifismeter

Volume (ml)

t1 (sekon)

t2 (sekon)

500

29.25

29.29

500

22.32

22.22

500

17.83

17.74

500

16.01

16.08

500

14.09

14.2

500

13.15

13.2

500

11.85

12.06

500

11.02

11.1

500

10.25

10.15

500

9.75

9.84

B.4

10
Operasi Kolom

B.4.1 Partikel Zeolit 0.5 mm


a. Ketinggian 3 cm
Tabel B.4.1.a Operasi Kolom Partikel Zeolit Ketinggian 3 cm
ho
(cmHg)
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10

hm (cmCCl4)

Lunggun (cm)

Fenomena

4.1
4.1
4.5
5.1
5.1
5.1
5.2
5.2
5.3
5.3

4.5
4.7
5
5.2
5.5
6.1
8.2
8.3
8.5
9.5

Fixed bed
Fixed bed
Terfluidisasi sebagian
Terfluidisasi sebagian
Bubbling
Terfluidisasi
Terfluidisasi
Terfluidisasi
Terfluidisasi
Terfluidisasi

b. Ketinggian 4 cm
Tabel B.4.1.b Operasi Kolom Partikel Zeolit Ketinggian 4 cm

ho

hm

(cmHg)
1
2
3
4
5

(cmCCl4)
4.5
4.6
4.6
4.6
5.1

6
7
8
9
10

5.1
5.1
5.2
5.2
5.3

Lunggun (cm)

Fenomena

4.8
4.9
5.3
5.7
6.6
7.5

Fixed bed

7.8
8.5
8.8
9.5

Fixed bed
Terfluidisasi sebagian
Terfluidisasi sebagian
Bubbling
Terfluidisasi
Terfluidisasi
Terfluidisasi
Terfluidisasi
Terfluidisasi

c. Ketinggian 5 cm
Tabel B.4.1.c Operasi Kolom Partikel Zeolit Ketinggian 5 cm
ho

hm

(cmHg)
1
2
3
4
5

(cmCCl4)
5.6
5.9
5.9
5.9
5.9

6
6.1
7
6.5
8
6.5
9
6.5
10
6.6
B.4.2 Partikel Zeolit 0.71 mm

Lunggun (cm)

Fenomena

6.2
7
7.5
8
8.5
8.7

Fixed bed

9
11.2
12
12.3

Fixed bed
Terfluidisasi sebagian
Terfluidisasi sebagian
Bubbling
Terfluidisasi
Terfluidisasi
Terfluidisasi
Terfluidisasi
Terfluidisasi

a. Ketinggian 3 cm
Tabel B.4.2.a Operasi Kolom Partikel Zeolit Ketinggian 3 cm
ho

hm

(cmHg)
1
2
3
4

(cmCCl4)
4.3
4.3
4.3
4.3

Lunggun (cm)

Fenomena

3.7
4.1
4.2
4.5

Fixed bed
Fixed bed
Terfluidisasi sebagian
Terfluidisasi sebagian

5
6
7
8
9
10

4.5
4.5
4.6
4.8
4.8
4.8

5
5.3
5.6
6
6.2
6.5

Bubbling
Terfluidisasi
Terfluidisasi
Terfluidisasi
Terfluidisasi
Terfluidisasi

b. Ketinggian 4 cm
Tabel B.4.2.b Operasi Kolom Partikel Zeolit Ketinggian 4 cm
ho

hm

(cmHg)
(cmCCl4)
1
5.3
2
5.3
3
5.3
4
5.5
5
5.5
6
5.5
7
5.7
8
5.9
9
5.9
10
6.1
c. Ketinggian 5 cm

Lunggun
(cm)
4.5
5.1
6.2
6.7
7.2
7.7
9.2
9.3
9.5
9.7

Fenomena
Fixed bed
Fixed bed
Terfluidisasi sebagian
Terfluidisasi sebagian
Bubbling
Terfluidisasi
Terfluidisasi
Terfluidisasi
Terfluidisasi
Terfluidisasi

Tabel B.4.2.c Operasi Kolom Partikel Zeolit Ketinggian 5 cm


ho

hm

Lunggun

(cmHg)
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10

(cmCCl4)
6.2
6.2
6.3
6.5
6.5
6.6
6.6
6.7
6.9
6.9

(cm)
6.1
6.2
6.3
7.2
7.3
8.5
8.7
9.2
9.4
9.7

B.4.3 Partikel Keramik 0.5 mm


a. Ketinggian 3 cm

Fenomena
Fixed bed
Fixed bed
Terfluidisasi sebagian
Terfluidisasi sebagian
Bubbling
Terfluidisasi
Terfluidisasi
Terfluidisasi
Terfluidisasi
Terfluidisasi

Tabel B.4.3.a Operasi Kolom Partikel Keramik Ketinggian 3 cm


ho

hm

(cmHg)
(cmCCl4)
1
4.3
2
4.3
3
4.4
4
4.5
5
4.6
6
4.8
7
4.8
8
4.9
9
5
10
5.3
b. Ketinggian 4 cm

Lunggun
(cm)
3.8
4.5
5
5.5
6
6.5
7
7.5
8
8.5

Fenomena
Fixed bed
Fixed bed
Terfluidisasi sebagian
Terfluidisasi sebagian
Terfluidisasi sebagian
Terfluidisasi
Terfluidisasi
Terfluidisasi
Terfluidisasi
Terfluidisasi

Tabel B.4.3.b Operasi Kolom Partikel Keramik Ketinggian 4 cm


ho

hm

Lunggun

(cmHg)
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10

(cmCCl4)
5.1
6.6
6.7
6.7
6.8
6.8
7.1
7.4
7.4
7.5

(cm)
4.7
5.3
5.7
6
6.2
6.4
6.6
7.5
8
9

Fenomena
Fixed bed
Fixed bed
Fixed bed
Fixed bed
Fixed bed
Terfluidisasi Sebagian
Terfluidisasi
Terfluidisasi
Terfluidisasi
Terfluidisasi

c. Ketinggian 5 cm
Tabel B.4.3.c Operasi Kolom Partikel Keramik Ketinggian 5 cm
ho

hm

Lunggun

(cmHg)
1
2
3
4
5
6

(cmCCl4)
6.4
6.8
6.9
7.1
7.2
7.3

(cm)
5.8
6.3
7.3
8
8.5
9.2

Fenomena
Fixed bed
Fixed bed
Terfluidisasi sebagian
Terfluidisasi sebagian
Terfluidisasi sebagian
Bubbling

7
8
9
10

9.5
9.8
10.2
10.5

7.4
7.6
7.6
7.7

Terfluidisasi
Terfluidisasi
Terfluidisasi
Terfluidisasi

B.4.4 Partikel Keramik 0.71 mm


a. Ketinggian 3 cm
Tabel B.4.4.a Operasi Kolom Partikel Keramik Ketinggian 3 cm
ho

hm

(cmHg)
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10

(cmCCl4)
5.3
5.3
5.5
5.7
5.7
6
6
6.2
6.2
6.3

Lunggun (cm)

Fenomena

4
4.4
4.7
5
5.2
5.5
6
6.2
6.5
6.8

Fixed bed
Fixed bed
Fixed bed
Fixed bed
Fixed bed
Bubbling
Terfluidisasi
Terfluidisasi
Terfluidisasi
Terfluidisasi

b. Ketinggian 4 cm
Tabel B.4.4.b Operasi Kolom Partikel Keramik Ketinggian 4 cm
ho

hm

(cmHg)
(cmCCl4)
1
5
2
5.9
3
5.9
4
5.6
5
6.1
6
6.6
7
6.6
8
6.7
9
6.8
10
6.9
c. Ketinggian 5 cm

Lunggun
(cm)
4.3
4.4
4.5
5.3
5.5
6
6.5
6.2
7.5
8

Fenomena
Fixed bed
Fixed bed
Fixed bed
Fixed bed
Terfluidisasi sebagian
Bubbling
Terfluidisasi
Terfluidisasi
Terfluidisasi
Terfluidisasi

Tabel B.4.4.c Operasi Kolom Partikel Keramik Ketinggian 5 cm

ho

hm

Lunggun

(cmHg)
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10

(cmCCl4)
5.1
6.9
7.2
7.2
7.3
7.4
7.5
7.6
7.7
7.7

(cm)
5
5.8
6.5
6.7
7.7
7.9
8.2
8.5
9
9

Fenomena
Fixed bed
Fixed bed
Fixed bed
Terfluidisasi sebagian
Terfluidisasi sebagian
Bubbling
Terfluidisasi
Terfluidisasi
Terfluidisasi
Terfluidisasi

B.4.5 Partikel Campuran 0.5 mm


Ketinggian 6 cm
Tabel B.4.5. Operasi Kolom Partikel Campuran Ketinggian 6 cm
ho

hm

Lunggun

(cmHg)
(cmCCl4)
(cm)
7.5
1
7.5
8.2
2
7.8
9.5
3
8
10.2
4
8.1
10.4
5
8.1
10.6
6
8.2
11
7
8.2
12
8
8.3
13.4
9
8.3
14
10
8.3
B.4.6 Partikel Campuran 0.71 mm

Fenomena
Fixed bed
Fixed bed
Terfluidisasi sebagian
Terfluidisasi sebagian
Terfluidisasi sebagian
Bubbling
Terfluidisasi
Terfluidisasi
Terfluidisasi
Terfluidisasi

Ketinggian 6 cm
Tabel B.4.6. Operasi Kolom Partikel Campuran Ketinggian 6 cm
ho

hm

Lunggun

(cmHg)
1
2
3
4

(cmCCl4)
8.2
8.3
8.5
8.7

(cm)
7.3
8.5
9.3
9.3

Fenomena
Fixed bed
Fixed bed
Fixed bed
Terfluidisasi sebagian

5
6
7
8
9
10

9.8
10
10.5
10.7
11
11.5

8.7
8.8
8.9
9.9
9.1
9.2

Terfluidisasi sebagian
Bubbling
Terfluidisasi
Terfluidisasi
Terfluidisasi
Terfluidisasi

LAMPIRAN C
PERHITUNGAN ANTARA
C.1

kolom
Laju
kolom

ho
(cmHg)

Kalibrasi Kolom
t (s)

V (m3)

Q (m3/s)

po (Pa)

29.27

0.0005

1.70823E-05

1235.48295

22.27

0.0005

2.24517E-05

2470.96591

17.785

0.0005

2.81136E-05

3706.44886

16.045

0.0005

3.11624E-05

4941.93182

14.145

0.0005

3.53482E-05

6177.41477

13.175

0.0005

3.79507E-05

7412.89773

11.955

0.0005

4.18235E-05

8648.38068

11.06

0.0005

4.5208E-05

9883.86364

10.2

0.0005

4.90196E-05

11119.3466

10

9.795

0.0005

5.10465E-05

12354.8295

Kosong
Berikut ini hasil
perolehan kalibrasi
kosong:
Tabel C.1 Kalibrasi
aliran Pada Saat
Kosong

C.2 Penurunan Tekanan, P(Pa)


C.2.1 Partikel Zeolit 0.5 mm
a. Ketinggian 3 cm
Tabel C.2.1.a Penurunan Tekanan Zeolit Pada Ketinggian 3 cm
h(cm CCl4)
4.1
4.1
4.5
5.1
5.1
5.1
5.2
5.2
5.3
5.3

Pm (Pa)
238.396916
238.396916
261.655151
296.542505
296.542505
296.542505
302.357064
302.357064
308.171623
308.171623

b. Ketinggian 4 cm
Tabel C.2.1.b Penurunan Tekanan Zeolit Pada Ketinggian 4 cm

h(CCl4)
4.5
4.6
4.6
4.6
5.1
5.1
5.1
5.2
5.2
5.3

Pm (Pa)
261.65515
267.46971
267.46971
267.46971
296.5425
296.5425
296.5425
302.35706
302.35706
308.17162

c. Ketinggian 5 cm
Tabel C.2.1.c Penurunan Tekanan Zeolit Pada Ketinggian 5 cm
h(CCl4)
5.6
5.9
5.9
5.9
5.9
6.1
6.5
6.5
6.5
6.6

Pm (Pa)
325.6152994
343.0589762
343.0589762
343.0589762
343.0589762
354.688094
377.9463297
377.9463297
377.9463297
383.7608886

C.2.2 Partikel Zeolit 0.71 mm


a. Ketinggian 3 cm
Tabel C.2.2.a Penurunan Tekanan Zeolit Pada Ketinggian 3 cm
h(CCl4)
4.3
4.3
4.3
4.3

Pm (Pa)
250.0260335
250.0260335
250.0260335
250.0260335

4.5
4.5
4.6
4.8
4.8
4.8

261.6551513
261.6551513
267.4697102
279.0988281
279.0988281
279.0988281

b. Ketinggian 4 cm
Tabel C.2.2.b Penurunan Tekanan Zeolit Pada Ketinggian 4 cm
h(CCl4)
5.3
5.3
5.3
5.5
5.5
5.5
5.7
5.9
5.9
6.1

Pm (Pa)
308.1716
308.1716
308.1716
319.8007
319.8007
319.8007
331.4299
343.059
343.059
354.6881

c. Ketinggian 5 cm
Tabel C.2.2.c Penurunan Tekanan Zeolit Pada Ketinggian 5 cm
h(CCl4)
6.2
6.2
6.3
6.5
6.5
6.6
6.6
6.7
6.9
6.9

Pm (Pa)
360.5026529
360.5026529
366.3172118
377.9463297
377.9463297
383.7608886
383.7608886
389.5754475
401.2045653
401.2045653

C.2.3 Partikel Keramik 0.5 mm


a. Ketinggian 3 cm
Tabel C.2.3.a Penurunan Tekanan Keramik Pada Ketinggian 3 cm
h(CCl4)
4.3
4.3
4.4
4.5
4.6
4.8
4.8
4.9
5
5.3

Pm (Pa)
250.026033
250.026033
255.840592
261.655151
267.46971
279.098828
279.098828
284.913387
290.727946
308.171623

b. Ketinggian 4 cm
Tabel C.2.3.b Penurunan Tekanan Keramik Pada Ketinggian 4 cm
h(CCl4)

Pm (Pa)

5.1
6.6
6.7
6.7
6.8
6.8
7.1
7.4
7.4
7.5

296.5425
383.7609
389.5754
389.5754
395.39
395.39
412.8337
430.2774
430.2774
436.0919

c. Ketinggian 5 cm
Tabel C.2.3.c Penurunan Tekanan Keramik Pada Ketinggian 5 cm
h(CCl4)

Pm (Pa)

6.4

372.1317708

6.8
6.9
7.1
7.2
7.3
7.4
7.6
7.6
7.7

395.3900064
401.2045653
412.8336832
418.6482421
424.462801
430.2773599
441.9064778
441.9064778
447.7210367

C.2.4 Partikel Keramik 0.71 mm


a. Ketinggian 3 cm
Tabel C.2.4.a Penurunan Tekanan Keramik Pada Ketinggian 3 cm
h(CCl4)

Pm (Pa)

5.3
5.3
5.5
5.7
5.7
6
6
6.2
6.2
6.3

308.171623
308.171623
319.80074
331.429858
331.429858
348.873535
348.873535
360.502653
360.502653
366.317212

b. Ketinggian 4 cm
Tabel C.2.4.b Penurunan Tekanan Keramik Pada Ketinggian 4 cm
h(CCl4)

Pm (Pa)

5
5.9
5.9
5.6
6.1
6.6
6.6
6.7
6.8

290.7279
343.059
343.059
325.6153
354.6881
383.7609
383.7609
389.5754
395.39

6.9

401.2046

c. Ketinggian 5 cm
Tabel C.2.4.c Penurunan Tekanan Keramik Pada Ketinggian 5 cm
h(CCl4)

Pm (Pa)

5.1
6.9
7.2
7.2
7.3
7.4
7.5
7.6
7.7
7.7

296.5425048
401.2045653
418.6482421
418.6482421
424.462801
430.2773599
436.0919189
441.9064778
447.7210367
447.7210367

C.2.5 Partikel Campuran 0.5 mm


Ketinggian 6 cm
Tabel C.2.5 Penurunan Tekanan Campuran Pada Ketinggian 6 cm
h(CCl4)

Pm (Pa)

7.5
7.8
8
8.1
8.1
8.2
8.2
8.3
8.3
8.3

436.091919
453.535596
465.164713
470.979272
470.979272
476.793831
476.793831
482.60839
482.60839
482.60839

C.2.6 Partikel Campuran 0.71 mm


Tabel C.2.6 Penurunan Tekanan Campuran Pada Ketinggian 6 cm

h(CCl4)

Pm (Pa)

8.2
8.3
8.5
8.7
8.7
8.8
8.9
9.9
9.1
9.2

476.793831
482.60839
494.237508
505.866626
505.866626
511.681185
517.495744
575.641333
529.124862
534.93942

C.3 Densitas Partikel


Berikut ini densitas partikel yang diperoleh dari percobaan:
Tabel C.3 Densitas Partikel
Bahan
zeolit
zeolit
keramik
keramik
campuran
campuran

Diameter (mm)
0.5
0.71
0.71
0.5
0.5
0.71

partikel (Kg/m3)
1745.47
1829.15
2214.99
1966.56
1916.01
1930.92

C.4 Porositas Partikel()


C.4.1 Partikel Zeolit
Tabel C.4.1.a Porositas Partikel Zeolit 0.5 mm
L partikel
(m)

Masss
partikel (Kg)

V partikel
(m3)

V unggun
(m3)

0.03

0.11607

6.64978E-05

0.00008478 0.215642266

0.04

0.11867

6.79874E-05

0.00011304 0.398554327

0.05

0.14035

8.04081E-05

0.0001413 0.430940253

Tabel C.4.1.b Porositas Partikel Zeolit 0.71 mm

L partikel
(m)

Massa
partikel (Kg)

V partikel
(m3)

V unggun
(m3)

0.03
0.04

0.1181
0.13265

6.45655E-05
7.252E-05

0.00008478
0.00011304

0.05

0.15496

8.47169E-05

0.0001413

0.23843467
1
0.35845698
0.40044624
9

C.4.2 Partikel Keramik


Tabel C.4.2.a Porositas Partikel Keramik 0.5 mm
L partikel (m)
0.03
0.04
0.05

Massa
partikel (Kg)
0.1113
0.15253
0.19769

V partikel
(m3)
5.65963E-05
7.75618E-05
0.000100526

V unggun
(m3)
0.00008478
0.00011304
0.0001413

0.332433
0.313855
0.288565

Tabel C.4.2.b Porositas Partikel Keramik 0.71 mm


L partikel (m)
0.03
0.04
0.05

Massa
partikel (Kg)
0.12212
0.15637
0.1986

V partikel
(m3)
5.51334E-05
7.05963E-05
8.96618E-05

V unggun

(m3)
0.00008478 0.349688231
0.00011304 0.375475447
0.0001413 0.365450783

C.4.2 Partikel Campuran


Tabel C.4.2.a Porositas Partikel Campuran 0.5 mm
L partikel (m)
0.06

Massa
partikel (Kg)
0.18725

V partikel
(m3)
9.77291E-05

V unggun
(m3)
0.00017

0.423631

Tabel C.4.2.a Porositas Partikel Campuran 0.71 mm


L partikel (m)
0.06

Massa
partikel (Kg)
0.20535

V partikel
(m3)
0.000105

V unggun
(m3)
0.00016956

0.378449

C.5 Derajat Kebolaan Partikel (s)


C.5.1 Partikel Zeolit
Tabel C.5.1.a Derajat Kebolaan Partikel Zeolit 0.5 mm
L partikel
(m)

Dpartikel (m)

S partikel
(m2)

V partikel (m3)

0.03

0.0005

6.54167E-11

7.9E-07

0.04

0.0005

6.54167E-11

7.9E-07

0.05

0.0005

6.54167E-11

7.9E-07

0.21564226
6
0.39855432
7
0.43094025
3

0.784357734
0.601445673
0.569059747

Tabel C.5.1.b Derajat Kebolaan Partikel Zeolit 0.71 mm


L partikel
(m)
0.03
0.04
0.05

D partikel
(m)
0.00071
0.00071
0.00071

V partikel (m3)

S partikel (m2)

1.873E-10
1.873E-10
1.873E-10

1.58287E-06
1.58287E-06
1.58287E-06

0.23843467
0.35845698
0.40044625

0.761565329
0.64154302
0.599553751

C.5.2 Partikel Keramik


Tabel C.5.2.a Derajat Kebolaan Partikel Keramik 0.5 mm
L partikel
(m)
0.03
0.04
0.05

D partikel
(m)
0.0005
0.0005
0.0005

V partikel
(m3)
6.542E-11
6.542E-11
6.542E-11

S partikel (m2)

0.000000785 0.33243
0.000000785 0.31385
0.000000785 0.28856

0.667566525
0.686145027
0.711435182

Tabel C.5.2.b Derajat Kebolaan Partikel Keramik 0.71 mm


L partikel
(m)
3
4
5

D partikel (m)

V partikel (m3)

S partikel (m2)

0.00071
0.00071
0.00071

1.87307E-10
1.87307E-10
1.87307E-10

1.58287E-06
1.58287E-06
1.58287E-06

0.34969
0.37548
0.36545

0.650311769
0.624524553
0.634549217

C.5.3 Partikel Campuran


Tabel C.5.2.a Derajat Kebolaan Partikel Campuran 0.5 mm
L partikel (m)

D partikel

V partikel

S partikel

0.06

(m)

(m3)

(m2)

0.0005

6.5E-11

7.9E-07

0.42363

0.57637

Tabel C.5.2.b Derajat Kebolaan Partikel Campuran 0.71 mm


L partikel
(m)

D partikel (m)

V partikel
(m3)

S partikel
(m2)

0.06

0.00071

1.9E-10

1.6E-06

0.3784491

0.62155

C.6 Kecepatan Superfisial (Us)


Dari data porositas didapatkan kecepatan superfisial dari hasil
perhitungan sebagai berikut:
C.6.1 Kecepatan Superfisial Pada Zeolit
Tabel C.6.1.a Kecepatan Superfisial Pada Zeolit 0.5 mm Ketinggian 3 cm

0.21564
0.21564
0.21564
0.21564
0.21564
0.21564
0.21564
0.21564
0.21564
0.21564

Qhitung(m3/s)
0.000151
0.000210752
0.000256137
0.000294149
0.000327478
0.000357493
0.000385007
0.000410547
0.000434478
0.000457064

Aunggun(m2)
0.002826
0.002826
0.002826
0.002826
0.002826
0.002826
0.002826
0.002826
0.002826
0.002826

Usuperficial(m/s)
0.0115
0.0161
0.0195
0.0224
0.0250
0.0273
0.0294
0.0313
0.0332
0.0349

Tabel C.6.1.b Kecepatan Superfisial Pada Zeolit 0.5 mm Ketinggian 4 cm

0.3584
6
0.3584
6
0.3584
6
0.3584
6

Qhitung(m3/s)

Aunggun(m2)

Usuperficial(m/s)

0.000151

0.002826

0.0192

0.0002108

0.002826

0.0267

0.0002561

0.002826

0.0325

0.0002941

0.002826

0.0373

0.3584
6
0.3584
6
0.3584
6
0.3584
6
0.3584
6
0.3584
6

0.0003275

0.002826

0.0415

0.0003575

0.002826

0.0453

0.000385

0.002826

0.0488

0.0004105

0.002826

0.0521

0.0004345

0.002826

0.0551

0.0004571

0.002826

0.0580

Tabel C.6.1.c Kecepatan Superfisial Pada Zeolit 0.5 mm Ketinggian 5 cm

0.43094
0.43094
0.43094
0.43094
0.43094
0.43094
0.43094
0.43094
0.43094
0.43094

Qhitung(m3/s)
0.000151
0.000210752
0.000256137
0.000294149
0.000327478
0.000357493
0.000385007
0.000410547
0.000434478
0.000457064

Aunggun(m2)
0.002826
0.002826
0.002826
0.002826
0.002826
0.002826
0.002826
0.002826
0.002826
0.002826

Usuperficial(m/s)
0.0230
0.0321
0.0391
0.0449
0.0499
0.0545
0.0587
0.0626
0.0663
0.0697

Tabel C.6.1.d Kecepatan Superfisial Pada Zeolit 0.71 mm Ketinggian 3 cm

0.34969
0.34969
0.34969
0.34969
0.34969
0.34969
0.34969
0.34969
0.34969
0.34969

Qhitung(m3/s)
0.00015
0.00021
0.00026
0.00029
0.00033
0.00036
0.00039
0.00041
0.00043
0.00046

Aunggun(m2)
0.002826
0.002826
0.002826
0.002826
0.002826
0.002826
0.002826
0.002826
0.002826
0.002826

Usuperficial(m/s)
0.0187
0.0261
0.0317
0.0364
0.0405
0.0442
0.0476
0.0508
0.0538
0.0566

Tabel C.6.1.e Kecepatan Superfisial Pada Zeolit 0.71 mm Ketinggian 4 cm

0.35846
0.35846
0.35846
0.35846
0.35846
0.35846
0.35846
0.35846
0.35846
0.35846

Qhitung(m3/s)
0.00015
0.00021
0.00026
0.00029
0.00033
0.00036
0.00039
0.00041
0.00043
0.00046

Aunggun(m2)
0.002826
0.002826
0.002826
0.002826
0.002826
0.002826
0.002826
0.002826
0.002826
0.002826

Usuperficial(m/s)
0.01915
0.02673
0.03249
0.03731
0.04154
0.04535
0.04884
0.05207
0.05511
0.05798

Tabel C.6.1.e Kecepatan Superfisial Pada Zeolit 0.71 mm Ketinggian 5 cm

0.40045
0.40045
0.40045
0.40045
0.40045
0.40045
0.40045
0.40045
0.40045
0.40045

Qhitung(m3/s)
0.00015
0.00021
0.00026
0.00029
0.00033
0.00036
0.00039
0.00041
0.00043
0.00046

Aunggun(m2)
0.002826
0.002826
0.002826
0.002826
0.002826
0.002826
0.002826
0.002826
0.002826
0.002826

C.6.2 Kecepatan Superfisial Pada Keramik

Usuperficial(m/s)
0.0214
0.02986
0.03629
0.04168
0.0464
0.05066
0.05456
0.05817
0.06157
0.06477

Tabel C.6.2.a Kecepatan Superfisial Pada Keramik 0.5 mm Ketinggian 3 cm

0.33243
0.33243
0.33243
0.33243
0.33243
0.33243
0.33243
0.33243
0.33243
0.33243

Qhitung(m3/s)
0.000151
0.000210752
0.000256137
0.000294149
0.000327478
0.000357493
0.000385007
0.000410547
0.000434478
0.000457064

Aunggun(m2)
0.002826
0.002826
0.002826
0.002826
0.002826
0.002826
0.002826
0.002826
0.002826
0.002826

Usuperficial(m/s)
0.0178
0.0248
0.0301
0.0346
0.0385
0.0421
0.0453
0.0483
0.0511
0.0538

Tabel C.6.2.b Kecepatan Superfisial Pada Keramik 0.5 mm Ketinggian 4 cm

0.31385
0.31385
0.31385
0.31385
0.31385
0.31385
0.31385
0.31385
0.31385
0.31385

Qhitung(m3/s)
0.000151
0.0002108
0.0002561
0.0002941
0.0003275
0.0003575
0.000385
0.0004105
0.0004345
0.0004571

Aunggun(m2)
0.002826
0.002826
0.002826
0.002826
0.002826
0.002826
0.002826
0.002826
0.002826
0.002826

Usuperficial(m/s)
0.0168
0.0234
0.0284
0.0327
0.0364
0.0397
0.0428
0.0456
0.0483
0.0508

Tabel C.6.2.c Kecepatan Superfisial Pada Keramik 0.5 mm Ketinggian 5 cm

0.7144
0.7144
0.7144
0.7144
0.7144

Qhitung(m3/s)
0.000151
0.000210752
0.000256137
0.000294149
0.000327478

Aunggun(m2)
0.002826
0.002826
0.002826
0.002826
0.002826

Usuperficial(m/s)
tt
0.0531
0.0645
0.0741
0.0824

0.7144
0.7144
0.7144
0.7144
0.7144

0.000357493
0.000385007
0.000410547
0.000434478
0.000457064

0.002826
0.002826
0.002826
0.002826
0.002826

0.0900
0.0969
0.1034
0.1094
0.1151

Tabel C.6.2.d Kecepatan Superfisial Pada Keramik 0.71 mm Ketinggian 3 cm

0.34969
0.34969
0.34969
0.34969
0.34969
0.34969
0.34969
0.34969
0.34969
0.34969

Qhitung(m3/s)
0.00015

Aunggun(m2)
0.002826

Usuperficial(m/s)
0.0187

0.00021

0.002826

0.0261

0.00026

0.002826

0.0317

0.00029

0.002826

0.0364

0.00033

0.002826

0.0405

0.00036

0.002826

0.0442

0.00039

0.002826

0.0476

0.00041

0.002826

0.0508

0.00043

0.002826

0.0538

0.00046

0.002826

0.0566

Tabel C.6.2.e Kecepatan Superfisial Pada Keramik 0.71 mm Ketinggian 4 cm

0.37548
0.37548
0.37548
0.37548
0.37548
0.37548
0.37548

Qhitung(m3/s)
0.00015
0.00021
0.00026
0.00029
0.00033
0.00036
0.00039

Aunggun(m2)
0.002826
0.002826
0.002826
0.002826
0.002826
0.002826
0.002826

Usuperficial(m/s)
0.02006
0.028
0.03403
0.03908
0.04351
0.0475
0.05115

0.37548
0.37548
0.37548

0.00041
0.00043
0.00046

0.002826
0.002826
0.002826

0.05455
0.05773
0.06073

Tabel C.6.2.f Kecepatan Superfisial Pada Keramik 0.71 mm Ketinggian 5 cm

0.36545
0.36545
0.36545
0.36545
0.36545
0.36545
0.36545
0.36545
0.36545
0.36545

Qhitung(m3/s)
0.00015
0.00021
0.00026
0.00029
0.00033
0.00036
0.00039
0.00041
0.00043
0.00046

Aunggun(m2)
0.002826
0.002826
0.002826
0.002826
0.002826
0.002826
0.002826
0.002826
0.002826
0.002826

Usuperficial(m/s)
0.01953
0.02725
0.03312
0.03804
0.04235
0.04623
0.04979
0.05309
0.05619
0.05911

C.6.3 Kecepatan Superfisial Pada Campuran


Tabel C.6.3.a Kecepatan Superfisial Pada Campuran 0.5 mm Ketinggian 6 cm

0.42363
0.42363
0.42363
0.42363
0.42363
0.42363
0.42363
0.42363
0.42363

Qhitung(m3/s)
0.00015

Aunggun(m2)
0.002826

Usuperficial(m/s)
0.02264

0.00021

0.002826

0.03159

0.00026

0.002826

0.0384

0.00029

0.002826

0.04409

0.00033

0.002826

0.04909

0.00036

0.002826

0.05359

0.00039

0.002826

0.05771

0.00041

0.002826

0.06154

0.00043

0.002826

0.06513

0.42363

0.00046

0.002826

0.06852

Tabel C.6.3.b Kecepatan Superfisial Pada Campuran 0.71 mm Ketinggian 6 cm

0.37845
0.37845
0.37845
0.37845
0.37845
0.37845
0.37845
0.37845
0.37845
0.37845

Qhitung(m3/s)
0.00015
0.00021
0.00026
0.00029
0.00033
0.00036
0.00039
0.00041
0.00043
0.00046

Aunggun(m2)
0.002826
0.002826
0.002826
0.002826
0.002826
0.002826
0.002826
0.002826
0.002826
0.002826

Usuperficial(m/s)
0.02022
0.02822
0.0343
0.03939
0.04385
0.04787
0.05156
0.05498
0.05818
0.06121

C.7 Nilai Lmf dan mf


Dari hasil perhitungan di dapatkan data Lmf dan Umf sebagai berikut:
C.7.1 Nilai Lmf dan mf Partikel Zeolit
Tabel C.7.1.a Nilai Lmf Dan mf Pada Zeolit 0.5 mm Ketinggian 3 cm
Lunggun(m)
4.5
4.7
5
5.2
5.5
6.1
8.2
8.3
8.5
9.5

Pm(Pa)
238.396916
238.396916
261.655151
296.542505
296.542505
296.542505
302.357064
302.357064
308.171623
308.171623

Umf(m/s)
0.052642306
0.073473433
0.089295635
0.102547662
0.114166708
0.124630879
0.134223038
0.143126875
0.151469626
0.159343703

Lmf(m)
0.03
0.03
0.03
0.03
0.03
0.03
0.03
0.03
0.03
0.03

mf
0.477094844
0.499346127
0.529385359
0.547485922
0.572168509
0.614250295
0.713039853
0.716497204
0.723167858
0.752308084

Tabel C.7.1.b Nilai Lmf Dan mf Pada Zeolit 0.5 mm Ketinggian 4 cm


Lunggun(m)
4.8
4.9
5.3
5.7

Pm(Pa)
261.65515
267.46971
267.46971
267.46971

Umf(m/s)
0.019153222
0.026732357
0.032489061
0.037310639

Lmf(m)
0.04
0.04
0.04
0.04

mf
0.498795273
0.509023941
0.546078737
0.577932861

6.6
7.5
7.8
8.5
8.8
9.5

296.5425
296.5425
296.5425
302.35706
302.35706
308.17162

0.041538079
0.045345332
0.048835314
0.052074861
0.055110262
0.057975143

0.04
0.04
0.04
0.04
0.04
0.04

0.635487471
0.679228974
0.691566322
0.716966742
0.726615603
0.746759717

Tabel C.7.1.c Nilai Lmf Dan mf Pada Zeolit 0.5 mm Ketinggian 5 cm


Lunggun(m)
6.2
7
7.5
8
8.5
8.7
9
11.2
12
12.3

Pm(Pa)
Umf(m/s)
325.6153 0.02303
343.0590 0.03214
343.0590 0.03906
343.0590 0.04486
343.0590 0.04994
354.6881 0.05451
377.9463 0.05871
377.9463 0.0626
377.9463 0.06625
383.7609 0.0697

Lmf(m)
0.05
0.05
0.05
0.05
0.05
0.05
0.05
0.05
0.05
0.05

mf
0.5410808
0.5935288
0.6206268
0.6443377
0.665259
0.6729542
0.6838557
0.7459555
0.7628918
0.7686749

Tabel C.7.1.d Nilai Lmf Dan mf Pada Zeolit 0.71 mm Ketinggian 3 cm


Lunggun(m)
3.7
4.1
4.2
4.5
5
5.3
5.6
6
6.2
6.5

Pm(Pa)
Umf(m/s)
250.0260335 0.01868
250.0260335 0.02608
250.0260335 0.03169
250.0260335 0.0364
261.6551513 0.04052
261.6551513 0.04424
267.4697102 0.04764
279.0988281 0.0508
279.0988281 0.05376
279.0988281 0.05656

Lmf(m)
0.03
0.03
0.03
0.03
0.03
0.03
0.03
0.03
0.03
0.03

mf
0.382514598
0.442757077
0.456024765
0.492289781
0.543060803
0.568925286
0.592018574
0.619217336
0.631500647
0.64850831

Tabel C.7.1.e Nilai Lmf Dan mf Pada Zeolit 0.71 mm Ketinggian 4 cm


Lunggun(m)
4.5
5.1
6.2
6.7
7.2
7.7
9.2
9.3
9.5
9.7

Pm(Pa)
308.172
308.172
308.172
319.801
319.801
319.801
331.43
343.059
343.059
354.688

Umf(m/s)
0.019153222
0.026732357
0.032489061
0.037310639
0.041538079
0.045345332
0.048835314
0.052074861
0.055110262
0.057975143

Lmf(m)
0.04
0.04
0.04
0.04
0.04
0.04
0.04
0.04
0.04
0.04

mf
0.42973954
0.496829
0.58610128
0.61698924
0.64358721
0.6667309
0.72106825
0.72406752
0.72987662
0.73544618

Tabel C.7.1.f Nilai Lmf Dan mf Pada Zeolit 0.71 mm Ketinggian 5 cm


Lunggun(m)
6.1
6.2
6.3
7.2
7.3
8.5
8.7
9.2
9.4
9.7

Pm(Pa)
Umf(m/s)
360.5026529 0.0214
360.5026529 0.02986
366.3172118 0.03629
377.9463297 0.04168
377.9463297 0.0464
383.7608886 0.05066
383.7608886 0.05456
389.5754475 0.05817
401.2045653 0.06157
401.2045653 0.06477

Lmf(m)
0.05
0.05
0.05
0.05
0.05
0.05
0.05
0.05
0.05
0.05

mf
0.50856
0.51649
0.52416
0.58364
0.58935
0.64732
0.65543
0.67416
0.68109
0.69095

C.7.2 Nilai Lmf dan mf Partikel Keramik


Tabel C.7.2.a Nilai Lmf Dan mf Pada Keramik 0.5 mm Ketinggian 3 cm
Lunggun(m)
3.8

Pm(Pa)
250.026033

Umf(m/s)
0.017762723

Lmf(m)
0.03

mf
0.472973796

4.5
5
5.5
6
6.5
7
7.5
8
8.5

250.026033
255.840592
261.655151
267.46971
279.098828
279.098828
284.913387
290.727946
308.171623

0.024791623
0.030130398
0.034601936
0.038522469
0.04205332
0.045289935
0.048294294
0.05110933
0.053766224

0.03
0.03
0.03
0.03
0.03
0.03
0.03
0.03
0.03

0.55495565
0.599460085
0.635872805
0.666216738
0.691892373
0.713900061
0.73297339
0.749662553
0.764388285

Tabel C.7.2.b Nilai Lmf Dan mf Pada Keramik 0.5 mm Ketinggian 4 cm


Lunggun(m)
4.7
5.3
5.7
6
6.2
6.4
6.6
7.5
8
9

Pm(Pa)
296.5425
383.76089
389.57545
389.57545
395.39001
395.39001
412.83368
430.27736
430.27736
436.09192

Umf(m/s)
0.016770029
0.023406109
0.028446519
0.032668159
0.036369588
0.039703113
0.042758845
0.045595301
0.048253015
0.050761425

Lmf(m)
0.04
0.04
0.04
0.04
0.04
0.04
0.04
0.04
0.04
0.04

mf
0.416046785
0.482154697
0.518494718
0.542569982
0.557325789
0.571159358
0.584154529
0.634055986
0.656927486
0.695046655

Tabel C.7.2.c Nilai Lmf Dan mf Pada Keramik 0.5 mm Ketinggian 5 cm


Lunggun(m)
5.8
6.3
7.3
8
8.5

Pm(Pa)
Umf(m/s)
372.1317708 0.03801
395.3900064 0.05306
401.2045653 0.06448
412.8336832 0.07405
418.6482421 0.08244

Lmf(m)
0.05
0.05
0.05
0.05
0.05

mf
0.3866938
0.4353689
0.5127156
0.555353
0.5815087

9.2
9.5
9.8
10.2
10.5

424.462801
430.2773599
441.9064778
441.9064778
447.7210367

0.09
0.09692
0.10335
0.10938
0.11506

0.05
0.05
0.05
0.05
0.05

0.6133504
0.6255604
0.6370229
0.6512573
0.6612213

Tabel C.7.2.d Nilai Lmf Dan mf Pada Keramik 0.71 mm Ketinggian 3 cm


Lunggun(m)
4
4.4
4.7
5
5.2
5.5
6
6.2
6.5
6.8

Pm(Pa)
Umf(m/s)
308.1716227 0.01868
308.1716227 0.02608
319.8007405 0.03169
331.4298583 0.0364
331.4298583 0.04052
348.8735351 0.04424
348.8735351 0.04764
360.5026529 0.0508
360.5026529 0.05376
366.3172118 0.05656

Lmf(m)
0.03
0.03
0.03
0.03
0.03
0.03
0.03
0.03
0.03
0.03

mf
0.512266173
0.556605612
0.584907382
0.609812939
0.624820133
0.64528449
0.674844116
0.685333015
0.699856107
0.713097749

Tabel C.7.2.e Nilai Lmf Dan mf Pada Keramik 0.71 mm Ketinggian 4 cm


Lunggun(m)
4.3
4.4
4.5
5.3
5.5
6
6.5
6.2
7.5
8

Pm(Pa)
290.728
343.059
343.059
325.615
354.688
383.761
383.761
389.575
395.39
401.205

Umf(m/s)
0.020062559
0.02800153
0.034031544
0.039082037
0.043510182
0.047498193
0.051153869
0.054547219
0.057726733
0.06072763

Lmf(m)
0.04
0.04
0.04
0.04
0.04
0.04
0.04
0.04
0.04
0.04

mf
0.41904693
0.43225041
0.44486706
0.52866071
0.54580032
0.5836503
0.6156772
0.59708093
0.66692024
0.68773772

Tabel C.7.2.f Nilai Lmf Dan mf Pada Keramik 0.71 mm Ketinggian 5 cm


Lunggun(m)
5
5.8
6.5
6.7
7.7
7.9
8.2
8.5
9
9

Pm(Pa)
Umf(m/s)
296.5425048 0.01953
401.2045653 0.02725
418.6482421 0.03312
418.6482421 0.03804
424.462801 0.04235
430.2773599 0.04623
436.0919189 0.04979
441.9064778 0.05309
447.7210367 0.05619
447.7210367 0.05911

Lmf(m)
0.05
0.05
0.05
0.05
0.05
0.05
0.05
0.05
0.05
0.05

mf
0.36545
0.45297
0.51189
0.52646
0.58796
0.59839
0.61308
0.62674
0.64747
0.64747

C.7.3 Nilai Lmf dan mf Partikel Campuran (Keramik Dan Zeolit)


Tabel C.7.3.a Nilai Lmf Dan mf Pada Campuran 0.5 mm Ketinggian 6 cm
Lunggun(m)
7.5
8.2
9.5
10.2
10.4
10.6
11
12
13.4
14

Pm(Pa)
436.091919
453.535596
465.164713
470.979272
470.979272
476.793831
476.793831
482.60839
482.60839
482.60839

Umf(m/s)
0.022635624
0.031592785
0.038396161
0.044094389
0.049090454
0.053589935
0.05771446
0.061543014
0.065130307
0.068516075

Lmf(m)
0.06
0.06
0.06
0.06
0.06
0.06
0.06
0.06
0.06
0.06

mf
0.538904765
0.578266553
0.635977446
0.660959386
0.667479398
0.673753372
0.685616885
0.711815478
0.741924309
0.752984696

Tabel C.7.3.b Nilai Lmf Dan mf Pada Campuran 0.71 mm Ketinggian 6 cm


Lunggun(m)
7.3
8.5
9.3
9.3

Pm(Pa)
476.79383
482.60839
494.23751
505.86663

Umf(m/s)
0.020221447
0.028223291
0.034301061
0.039391551

Lmf(m)
0.06
0.06
0.06
0.06

mf
0.489136217
0.561258163
0.598999396
0.598999396

9.8
10
10.5
10.7
11
11.5

505.86663
511.68118
517.49574
575.64133
529.12486
534.93942

0.043854766
0.04787436
0.051558988
0.054979212
0.058183906
0.061208569

0.06
0.06
0.06
0.06
0.06
0.06

0.619458611
0.627069438
0.644828037
0.651466765
0.660972217
0.675712555

LAMPIRAN D
CONTOH PERHITUNGAN
1. Menentukan laju alir Fluida
Q

0.000151 (h)0.481

= 0.000151 (1)0.481
= 0.000151 m3/s

2. Menentukan Densitas Partikel(blm)


Berat air = (berat piknometer kosong + air) (berat piknometer kosong)
= (0,08313 0,03372) Kg
= 0,04941 Kg
Volume piknometer = berat air / densitas air
= (0,04941 Kg)/(997,08 Kg/m3)
= 0,000049554 m3
Berat air dalam partikel basah = (berat piknometer + air + partikel) (berat
Piknometer + partikel)

Untuk partikel zeolit dengan diameter 0,5 mm


= (0,10236 - 0,07857) kg

Untuk partikel zeolit dengan diameter 0,71 mm


= (0,10335 - 0,07817) kg

= 0,002586 Kg

Untuk partikel keramik dengan diameter 0,71 mm


= (0,11562- 0,08556) kg

= 0,02518 Kg

Untuk partikel keramik dengan diameter 0,5 mm


= (0,11337 - 0,08751) kg

= 0,02379 Kg

= 0,03006 Kg

Untuk partikel campuran dengan diameter 0,5 mm


= (0,11091 0,08401) kg
= 0,0269 Kg
Untuk partikel campuran dengan diameter 0,7 mm
= (0,10602 0,08105) kg
= 0,02497 Kg

Berat partikel = (berat piknometer + partikel) (berat piknometer kosong)

Untuk zeolit dengan diameter 0,5 mm


= (0,07857 - 0,03372)

= 0,04445 kg

Kg

= 0,05842 kg

Untuk patikel keramik dengan diameter 0,71 mm


= (0,008556 - 0,02909)

Kg

Untuk patikel keramik dengan diameter 0,5 mm


= (0.08751 - 0,02909)

= 0,04485 kg

Untuk zeolit dengan diameter 0,71 mm


= (0,07817 - 0,03372)

Kg

Kg

= 0,05647 kg

Untuk partikel campuran dengan diameter 0,5 mm


=(0,08401 0,02909)
Kg
= 0,05492 kg
Untuk partikel campuran dengan diameter 0,7 mm
= (0,08105 0,03372)
Kg
= 0.04733 kg

Volume air dalam partikel basah = berat air dalam partikel basah / densitas air

Untuk partikel zeolit dengan diameter 0,5. mm


= (0,02379 Kg)/(997,08 Kg/m3)= 0,000023597 m3

Untuk partikel Zeolit dengan diameter 0,71 mm


= (0,02518 Kg)/(997,08 Kg/m3)= 0,0000252537 m3

Untuk partikel keramik dengan diameter 0.5 mm


= (0,02586 Kg)/(997,08 Kg/m3)= 0,0000259357 m3

Untuk partikel Keramik dengan diameter 0,7 mm


= (0,03006 Kg)/(997,08 Kg/m3)= 0,000030148 m3

Untuk partikel Campuran dengan diameter 0,5 mm


= (0,0269 Kg)/(997,08 Kg/m3)= 0,0000269788 m3

Untuk partikel Campuran dengan diameter 0,7 mm


= (0,02497 Kg)/(997,08 Kg/m3)= 0,0000250431 m3

Volume partikel = volume piknometer volume air dalam partikel basah

Untuk partikel zeolit dengan diameter 0,5 mm


= (0,0000495547 0,0000238597) m3

Untuk partikel zeolit dengan diameter 0,71 mm


= (0,0000495547 0,0000252537) m3

= 0,000025695 m3

= 0,000024301 m3

Untuk partikel keramik dengan diameter 0,5 mm


= (0,000055642476 0,0000259357 ) m3 = 0,0000297067 m3

Untuk partikel keramik dengan diameter 0,71 mm


= (0,000055642476 0,000030148 ) m3

= 0,0000254944 m3

Untuk partikel Campuran dengan diameter 0,5 mm


= (0,000055642476 0,0000269788 ) m3

= 0,0000286637 m3

Untuk partikel Campuran dengan diameter 0,7 mm


= (0,0000495547 0,0000250431 ) m3

= 0,0000245116 m3

Densitas partikel = berat partikel / Volume partikel

Untuk partikel zeolit dengan diameter 0,5 mm


= (0,04485)/( 0,000025695 m3) = 1745.47 Kg/m3

Untuk partikel zeolit dengan diameter 0,71 mm


= (0.04445 Kg)/( 0,000024301 m3) = 1829.15 Kg/m3

Untuk partikel keramik dengan diameter 0,5 mm


= (0,05842 Kg)/( 0,0000254944 m3) = 1966.56 Kg/m3

Untuk partikel keramik dengan diameter 0,71 mm


= (0,05647 Kg)/( 0,0000245116 m3) = 2214.99 Kg/m3

Untuk partikel Campuran dengan diameter 0,5 mm


= (0,05492 Kg)/( 0,00001097 m3)

= 1916.01 Kg/m3

Untuk partikel Campuran dengan diameter 0,71 mm


= (0,04733 Kg)/( 0,00001127 m3)

3. Menentukan Pm (Pa)
Pu pada zeolit 0.5 mm
Pu = (CCl4 - air).g.hm
= ((1590 997,08) * 9,8 * 0,030) Pa
= 174,4367 Pa
4. Menentukan Porositas

= 1930.92 Kg/m3

Vu Vp
Vu

Berat partikel zeolit 0.5 mm pada 0.03 m = 0.11607 Kg

Densitas partikel zeolit 0.5 mm

= 925.86 Kg/m3

Volume Partikel = (0,11607 Kg)/( 925.86 Kg/m3) = 0,000125365 m3


Volume Unggun = 1/4 .Du2.L
= 1/4 x 3,14 x 0,0712 x 0,03 = 0,008478 m3

0,0008478 0,000066497
0,0008478

= 0,2156
5. Menentukan Derajat Kebolaan
s = ((6 x Vp) / (Dp x Sp))
= ((6 x (1/6 x x 6,542 E-11)/(0,0005 x x 0,000000785 ))
s = 1

6. Menghitung kecepatan superficial


A unggun = 1/4 .D2 = 1/4 .(0,03 m)2 = 0.0286 m2
Us = (Q/ Aunggun) *
= (0.000151/ 0.00286) * 0,2156
= 0.0115 m/s

7. Menentukan mf
Tinggi unggun = 4 cm = 0,04 m
Tinggi unggun saat terfluidakan pada Lmf = 4.8 cm = 0,048 m
L

mf = 1 Lmf (1 - )
= 1 0,04 (1 0,2156)
0,048
= 0,4988

8. Menghitung Kecepatan Minimum Fluidisasi (Umf)


Menggunakan Persamaan Ergun
Besarnya harga Nre :
Dengan nilai Nre > 1000, maka aliran fluida berupa turbulen, sehingga
menggunakan persamaan dibawah ini :
2

1,75 x air x U mf x (1 - mf )
(1 mf ) x ( partikel air ) x g 0
x D p x mf
1.75 x 997.8 x Umf2 x (1-0.9906) (1-0.9906) x (1036.1731 997.08) x 9.8 =
0
1 x 0.0005 x 0.9906
Umf = 0,0169 m/s