Anda di halaman 1dari 7

TUGAS PENGGANTI UAS KOMUNIKASI BISNIS

TRY SETIAWAN PUTRA


1306485453
Soal 1
Banyak masyarakat masa kini yang tidak menyadari bahwa pemahaman mereka
terhadap suatu konsep atau ilmu yang mereka pelajari terdapat beberapa
kesalahan pemahaman. Salah satunya adalah kesalahan pemahaman para siswa
sekolah dalam konseptual dan prosedural belajar aljabar. Matematika merupakan
ilmu yang kompleks, yang memuat objek-objek pembelajaran yang berkaitan satu
sama lain. Dalam hal ini, objek-objek tersebut didefinisikan sebagai serangkaian hal
yang dihadapi secara langsung oleh siswa selama pembelajaran berlangsung, yang
meliputi fakta, konsep, prinsip, dan keterampilan matematis. Pemahaman
matematis merupakan salah satu kriteria berfikir tingkat tinggi (High Ordered
Thinking) yang harus dimiliki siswa. Seperti halnya dalam materi aljabar, proses
penanaman konsep dan kefasihan dalam melakukan prosedur dalam menyelesaikan
soal-soal merupakan hal penting yang harus diwujudkan dalam rangka mencapai
tujuan pembelajaran.
Menurut Panasuk (2010), siswa SMP sering menunjukkan tingkat kemampuan
tertentu dalam memanipulasi simbol aljabar. Ketika memecahkan masalah, mereka
dapat mengungkapkan dan menjelaskan langkah-langkah yang mereka lakukan,
sehingga menunjukkan pemahaman prosedur menurut aturan yang telah
ditetapkan. Hal ini diperkuat oleh Ismaimuza (2010), yang memaparkan hasil
tes Programme for International Student Assesment (PISA) 2003 dan 2006 yang
dikoordinir oleh Organization for Economic Co-operation and Development (OECD),
bahwa kemampuan matematis siswa Indonesia untuk soal-soal tidak rutin dan
pemahaman konsepnya masih sangat lemah, namun relatif baik dalam
menyelesaikan soal-soal fakta dan prosedur. Hasil ini menegaskan bahwa
keterampilan prosedural yang benar dan tampaknya fasih tidak selalu didukung
oleh pemahaman konseptual.
Salah satu kasus yang terjadi adalah kesalahan siswa dalam memahami
representasi bentuk aljabar. Kesalahan ini bisa terjadi karena siswa tidak memiliki
pengetahuan konseptual aljabar.

Diberikan bentuk aljabar y = 5x, Jika x = 3, maka tentukan nilai y!


Siswa menjawab y = 53. Siswa beranggapan bahwa angka 5 sebagai puluhan,
dan x sebagai satuan.

Diberikan bentuk aljabar y = 5x 2, Jika x = 3, maka tentukan nilai y!


Siswa menjawab y = 53 2 atau y = 51
Berdasarkan contoh pertama, terlihat bahwa siswa tidak memaknai representasi
dari 5x sebagai 5 dikali x. Siswa hanya beranggapan bahwa angka 5 sebagai
puluhan dan x sebagai satuan. Namun pada contoh kedua, siswa melakukan operasi

pengurangan dengan benar untuk mendapatkan nilai y. Ini menunjukkan bahwa


kemampuan prosedur yang fasih tidak didukung oleh kemampuan memahami suatu
konsep. Dengan demikian disimpulkan bahwa kesalahan yang terjadi disebabkan
oleh ketidakmampuan siswa dalam memaknai representasi dari bentuk-bentuk
aljabar yang disajikan.

Pengetahuan Konseptual
Konsep dalam matematika adalah suatu ide abstrak yang mengakibatkan seseorang
dapat mengklasifikasikan objek-objek atau kejadian merupakan contoh atau bukan
contoh dari ide tersebut. Pengetahuan konseptual dalam matematika merupakan
pengetahuan dasar yang menghubungkan antara potongan-potongan informasi
yang berupa fakta, skill (keterampilan), konsep, atau prinsip. Suatu suatu potongan
informasi menjadi pengetahuan konseptual hanya jika pengetahuan itu terintegrasi
ke dalam jaringan pengetahuan yang lebih luas dalam pikiran seseorang. Jadi
pengetahuan konseptual merupakan pengetahuan yang memiliki banyak
keterhubungan antara obyek-obyek matematika (seperti fakta, skill, konsep atau
prinsip) yang dapat dipandang sebagai suatu jaringan pengetahuan yang memuat
keterkaitan antara satu dengan lainnya. Kesalahan konsep yang dilakukan siswa
dalam menyelesaikan soal-soal aljabar di antaranya adalah:
1.
Kesalahan memahami definisi dan sifat-sifat variabel dari suatu bentuk
aljabar.
2.
Kesalahan menginterpretasikan suatu representasi dari bentuk aljabar.
3.
Tidak mampu memaknai hubungan-hubungan sifat pada bentuk aljabar.
Pengetahuan Prosedural
Prosedur atau yang biasa disebut algoritma merupakan tata urutan atau langkahlangkah kerja yang tersusun secara sistematis. Sebuah prosedur merupakan
deskripsi dari pelaksanaan suatu proses dan disusun oleh sederetan langkah
instruksi yang logis.
Pengetahuan prosedural lebih cenderung pada penguasaan komputasional dan
pengetahuan tentang langkah-langkah untuk mengidentifikasi obyek-obyek
matematika, algoritma, dan definisi. Langkah-langkah tersebut mencakup
bagaimana mengidentifikasi masalah dan menyelesaikan masalah. Secara khusus
pengetahuan prosedural terdiri dari dua bagian yaitu, pengetahuan mengenai
format dan kalimat dari satu sistem representasi simbol, dan pengetahuan tentang
aturan-aturan algoritma yang dapat digunakan untuk menyelesaikan masalah.
Hiebert dan Wearne (1986), membedakan dua jenis pengetahuan prosedural, yaitu
Pengetahuan mengenai simbol tanpa mengikutkan apa makna simbol tersebut.
Sekumpulan aturan-aturan atau langkah-langkah yang membentuk suatu
algoritma atau prosedur.
Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa pengetahuan prosedural adalah
pengetahuan yang banyak dengan langkah-langkah dan teknik yang membentuk
suatu algoritma atau prosedur yang dapat digunakan untuk menyelesaikan suatu
soal atau masalah.

Adapun kesalahan prosedural yang dilakukan siswa dalam menyelesaikan soal-soal


aljabar diantaranya :
1. Kesalahan dalam perhitungan yaitu operasi hitung penjumlahan, pengurangan,
perkalian dan pembagian bentuk aljabar.
2. Ketidakmampuan menulis langkah-langkah kerja dengan teratur.
3. Kesalahan dalam menerapkan aturan, prisnsip, atau rumus dalam operasi
aljabar.
4. Ketidakmampuan
siswa
dalam
memanipulasi
bentuk-bentuk
aljabar
berdasarkan sifat dan prinsip yang berlaku.
Secara umum, kesalahan prosedural adalah ketidakmampuan siswa dalam
menyusun hierarki langkah-langkah kerja serta ketidakmampuan memanipulasi
langkah-langkah untuk menyelesaikan soal.

Contoh kesalahan konseptual siswa pada materi aljabar:


1. Diberikan bentuk aljabar 2x + 3 = 10, tentukan nilai x yang memenuhi
persamaan ini!
Siswa cenderung menjawab 2x + 3 = 5x = 10, jadi 5x = 10, sehingga x = 2.
2. Budi memiliki 3 ikat ketupat dan 5 ketupat yang tidak diikat. Jumlah seluruh
ketupat yang dimilikinya adalah 20 buah. Berapa banyak ketupat dalam satu
ikat?
Siswa cenderung menafsirkan cerita pada soal ke dalam bentuk 3x + 5y = 20.
Contoh kesalahan prosedural siswa pada materi aljabar:
1. Penjabaran dari (x +y)2 adalah?
Siswa cenderung menjawab (x + y)2 = x2 + y2
2. Hasil dari (5x 2)(3x 4) adalah?
Siswa cenderung menjawab (5x 2)(3x 4) = 5x . 3x + 2 4 = 15x 2 2
Pentingnya Pemahaman Konseptual dan Prosedural
Matematika merupakan ilmu pengetahuan yang mencakup materi yang amat luas
meliputi fakta, konsep, aturan, hukum prinsip, teori dan soal-soal. Karakteristik
matematika antara lain adalah bersifat abstrak, konsep-konsep yang
disederhanakan dari yang sebenarnya, serta konsep-konsep yang saling berkaitan
dan berurutan. Konsep-konsep dalam matematika yang bersifat abstrak akan
cenderung lebih sulit dipelajari oleh siswa yang belum memiliki kemampuan berfikir
formal.
Akibat dari karakteristik tersebut, maka diperlukan waktu yang lebih lama untuk
memahami suatu konsep dengan benar, terutama untuk materi yang lebih rumit
yang memerlukan penguasaan konsep yang mendasarinya. Kegagalan siswa dalam

memahami materi matematika dapat terjadi jika siswa tidak mampu memahami
konsep dasar yang menjadi patokan dasar pembahasan materi yang lebih sulit.
Pemahaman konseptual dan prosedural yang benar merupakan landasan yang
memungkinkan terbentuknya pemahaman yang benar terhadap konsep-konsep lain
yang berhubungan, konsep yang lebih kompleks, fakta, hukum, prinsip dan teoriteori dalam matematika. Terlebih lagi jika diingat bahwa salah satu karakteristik dari
konsep matematika adalah adanya saling keterkaitan dan perkembangan dari
konsep yang sederhana menuju konsep yang lebih kompleks. Pemahaman suatu
konsep yang tidak benar memungkinkan terbentuknya konsep-konsep lain berkaitan
yang tidak benar pula.
Faktor-Faktor Penyebab Terjadinya Kesalahan Konseptual dan Prosedural
Kesalahan siswa dalam mengerjakan soal sering terjadi pada materi yang
mengharuskan siswa menguasai pemahaman konseptual dan prosedural sekaligus.
Kesalahan konseptual dan prosedural yang terjadi pada siswa dapat bersumber dari
:
1.
Kesalahan pemahaman siswa sendiri.
2.
Kesalahan pemahaman bahan ajar yang disampaikan oleh guru.
3.
Kesalahan pemahaman dari guru itu sendiri.
Selain 3 sumber di atas, kesalahan konsep dan prosedur yang terjadi dalam
mempelajari materi aljabar dapat dibedakan berdasarkan sumbernya. Kesalahan
konseptual dan prosedural berdasarkan sumber kesalahan dibedakan menjadi :
1.
Kesalahan yang terjadi secara acak tanpa sumber tertentu (misalnya salah
hitung atau salah menuliskan rumus).
2.
Salah ingat atau hafal.
3.
Kesalahan yang terjadi secara terus menerus serta menunjukkan kesalahan
dengan sumber-sumber tertentu.
Kesimpulan
Berdasarkan hasil pembahasan di atas, maka dapat diambil beberapa kesimpulan:
1.
Dalam belajar matematika, diperlukan pengetahuan konseptual dan
prosedural untuk mendapatkan pemahaman yang mendalam.
2.
Memiliki pengetahuan konseptual, tetapi tidak memiliki pengetahuan
prosedural yang diperlukan, maka akan mengakibatkan siswa mempunyai
intuisi yang baik tentang suatu konsep tetapi tidak mampu menyelesaikan
suatu masalah.
3.
Di lain pihak, memiliki pengetahuan prosedural, tetapi tidak memiliki
pengetahuan konseptual yang mencukupi, maka akan mengakibatkan siswa
mahir memanipulasi simbol-simbol tetapi tidak memahami dan mengetahui
makna dari simbol tersebut.
4.
Representasi matematis adalah ungkapan-ungkapan dari ide-ide matematika
(masalah, pernyataan, definisi, dan lain-lain) yang digunakan untuk

memperlihatkan (mengkomunikasikan) hasil kerjanya dengan cara tertentu


(cara konvensional atau tidak konvensional) sebagai hasil interpretasi dari
pikirannya.
5.
Representasi matematis sangat berperan dalam membantu peningkatan
pemahaman siswa terhadap konsep matematika. Kemudian representasi juga
dapat meningkatkan kemampuan komunikasi, kemampuan melakukan prosedur
yang benar dalam pemecahan masalah matematis siswa.

Soal 2
Merauke, Papua
16 Desember 2013
Kepada Paman Anton,
Paman apa kabar? Semoga paman dan keluarga selalu dalam keadaan sehat dan
baik-baik saja disana. Seperti yang saya janjikan sebelumnya ketika paman
meminta pendapat/petunjuk saya mengenai resep/instruksi yang diberikan dokter
spesialis jantung yang memeriksa paman di Jakarta.
Menurut saya, sebaiknya paman jangan mengikuti instruksi dokter tersebut untuk
meminum obat statin setiap hari seumur hidup paman. Karena kadangkala pihak
rumah sakit hanya mencari keuntungan dari obat yang mereka berikan pada
pasien-pasien mereka. Ditambah bukan hanya kolesterol yang dapat menyebabkan
penyakit jantung, ada faktor-faktor lain yang dapat memicu terjadinya penyakit
jantung seperti tekanan darah tinggi, usia & jenis kelamin, keturunan, dan gaya
hidup. Kembali ke topik awal mengenai resep yang diberikan dokter paman, perlu
diketahui obat statin adalah golongan resep obat untuk menurunkan tingkat
kolesterol dalam darah. Obat statin akan mengurangi produksi kolesterol oleh hati

dengan memblokir enzim yang bertanggung jawab untuk membuat kolesterol. Obat
statin memang akan mengurangi tingkat kolesterol serta mengurangi risiko
serangan jantung dan stroke, namun mengonsumsi jenis obat ini berisiko
menyebabkan munculnya penyakit lainnya.
Penyakit seperti Diabetes Melitus, Katarak, Kelainan Pankreas, Masalah Otot,
Kelainan Fungsi Hati, dan Rendah Kolesterol adalah beberapa contoh dari efek
samping penggunaan obat statin secara berlebihan. Secara pribadi saya
menyarankan paman agar jangan terlalu bergantung kepada obat statin untuk
mengontrol kadar kolesterol paman, yang terpenting paman harus menjaga
kadar/tingkat kolesterol baik, HDL (High Density Lipoprotein) dan kolesterol jahat,
LDL (Low Density Lipoprotein). Banyak cara paman untuk bisa mengontrol kadar
kolesterol selain mengonsumsi obat statin dan terhindar dari penyakit jantung,
yaitu:
1. Mengurangi konsumsi gandum dan gula dari makanan, ganti dengan
mengonsumsi sayur-sayuran segar.
2. Mengonsumsi omega 3 dari sumber yang baik.
3. Menggunakan olive atau coconut oil dalam masakan, mengonsumsi produk
susu, telur organik, kacang-kacangan, dan biji-bijian mentah.
4. Olahraga setiap hari.
5. Hindari rokok dan alkohol.
6. Pastikan tidur cukup dan berkualitas.
Saya menyarankan paman agar mengonsumsi obat statin hanya ketika paman
mengonsumsi makanan yang mengandung kadar kolesterol tinggi, karena saya
tahu bahwa susah untuk bisa benar-benar 100% menjaga makanan yang kita
konsumsi, karena suatu saat pasti rasa bosan akan datang. Bagaimanapun juga
tubuh tetap memerlukan kolesterol untuk memproduksi membran sel, hormon, dan
asam empedu untuk mencerna lemak. Kolesterol juga membantu otak dalam
membuat memori dan sangat vital dalam fungsi syaraf, tetapi tingkat kolesterol
(HDL ataupun LDL) tetap harus dijaga kestabilannya. Untuk HDL lebih baik kadarnya
di atas 40 mg, sedangkan LDL diusahakan kadarnya dibawah 100 mg. Tingkat
kolesterol yang tidak terkontrol akan memicu penyakit berbahaya bukan hanya
jantung, tetapi juga stroke, rendah kolesterol (jika tingkat kolesterol dalam tubuh
terlalu rendah), dan penyakit lainnya. Yang terpenting di umur paman yang sudah
menyentuh 56 tahun, sebaiknya paman jangan terlalu tergantung kepada obatobatan untuk menjaga kesehatan. Paman bisa menjaga kondisi jantung paman
dengan cara menerapkan gaya hidup yang sehat dan diusahakan untuk melakukan
olahraga secara rutin, minimal 3x dalam seminggu.
Demikian pendapat/petunjuk untuk paman, semoga saran yang saya tulis di surat
ini bisa memberikan manfaat kepada paman Anton.
Dari Ridwan di Jakarta

Soal 3
Mata kuliah komunikasi bisnis pada semester ini menurut saya sudah berjalan
dengan baik. Semua pembahasan yang diberikan sangat berguna bagi semua
mahasiswa dalam menentukan jalan hidup atau karier di masa depan dan benar-

benar dijelaskan secara rinci, ditambah bapak Handowo sebagai dosen kami kerap
memberikan contoh-contoh faktual yang menarik dimana contoh tersebut memang
menggambarkan pembahasan yang sedang dikaji, seperti melalui film, video musik,
komik/cerita, buku karangan orang-orang hebat, gambar ilustrasi, kisah hidup
seseorang, dan kejadian-kejadian yang ada disekitar kita. Salah satu contohnya
adalah seperti pada pertemuan pertama mengenai apa pengertian komunikator
yang baik dan hebat, saya dan mahasiswa lainnya yang baru pertama kali
mengikuti perkuliahan komunikasi bisnis hanya mengetahui pengertian dasar dari
komunikator yang baik dan hebat, yaitu sebatas hanya orang yang pandai dalam
berbicara dan merangkai kata-kata yang enak didengar oleh para pendengarnya
ditambah kelancaran ketika berbicara. Namun setelah mengikuti kuliah komunikasi
bisnis, ternyata pengertian seorang komunikator yang baik dan hebat jauh lebih
luas dari apa yang kami tahu. Seorang komunikator yang baik dan hebat bukan
hanya saja dilihat dari keterampilan dalam berbicara, namun juga dilihat dari tujuan
dari komunikator tersebut. Komunikator yang baik dan hebat harus mempunyai
tujuan yang tepat dan berusaha mencapai tujuannya tersebut dengan rasional, bisa
membaca situasi disekeliliingnya, dan mampu untuk menyesuaikan diri dengan
situasi tersebut. Seperti yang dilakukan oleh salah satu orang yang termasuk ke
dalam komunikator yang baik dan hebat, yaitu Sintong Panjaitan yang mampu
beradaptasi dan berkomunikasi dengan suku setempat ketika dia berada di daerah
yang sangat terpencil dan tidak tersentuh teknologi di Timor Leste. Pembahasan
lain yang menurut saya sangat berguna bagi saya khususnya antara lain adalah
bagaimana kita mempelajari bushido dalam mengerjakan suatu pekerjaan,
menentukan pasangan hidup yang tepat, menilai kemampuan & karakter
seseorang, memiliki tsunao mind (pikiran yang jernih), berpikir kritis terhadap
keadaan sekitar, dan membuat suatu pemikiran yang original, pemikiran yang
berasal dari ide diri sendiri tanpa pernah diungkapkan oleh orang lain. Namun saya
memiliki beberapa saran agar kuliah komunikasi bisnis bisa semakin baik
kedepannya, yaitu:
1. Setiap pembahasan yang mengandung suatu keahlian, seperti teknik
bercerita yang baik, dan membuat presentasi yang sederhana tapi memiliki isi
yang jelas & mudah dipahami orang lain sebaiknya diikuti dengan praktik-nya,
agar para mahasiswa bisa benar-benar merasakan bagaimana penerapkan dari
ilmu yang sudah mereka dapat, karena menurut saya pribadi suatu
pembelajaran akan maksimal hasilnya jika teori + praktik diterapkan dalam
kegiatan pembelajaran.
2. Ketika memberikan contoh faktual terhadap suatu pembahasan sebaiknya
memberikan contoh yang lebih familiar & diketahui oleh khalayak umum agar
mudah dipahami oleh para mahasiswa.
3. Lebih sering memberikan tugas-tugas mingguan, seperti dalam pembahasan
pemikiran original, mungkin bisa diberikan tugas seperti mengharuskan para
mahasiswa memberikan ide-ide original mereka terhadap suatu peristiwa atau
fakta publik yang sedang hangat dilingkungan masyarakat.
4. Menurut pribadi saya, sebaiknya pembahasan mengenai menilai kemampuan &
karakter seseorang digabungkan dengan pembahasan mengenai mencari
pasangan hidup, karena menurut saya dua hal tersebut sangat berhubungan
erat.