Anda di halaman 1dari 17

TUJUAN

Penggunaan CTA untuk :

Menentukan penetrasi elektron dan hubungannya


dengan dosis radiasi yang diterima.
Menentukan keseragaman dosis sepanjang window
pemayar MBE

Dosimetri

MBE

DASAR TEORI

Dosimetri merupakan upaya pengendalian dosis


radiasi terserap pada bahan sehingga
menghasilkan produk yang berkualitas,
parameter yang terlibat dalam proses radiasi
harus diperhitungkan dan diperhatikan
pengaruhnya. Diantara parameter yang
dimaksud adalah :
Sumber radiasi (jenis dan energi radiasi,
kekuatannya, efisiensi, daya tembusnya)
Bagaimana cara produk diiradiasi (berapa
dosisnya, apakah menggunakan konveyor,
berapa kecepatannya, berapa kali melintas
sumber)
Dimensi produk yang diiradiasi
Bagaimana profil distribusi dosis dalam
produk, posisi dosis maksimum dan dosis
minimum
Bagaimana lingkungan/kondisi iradiasi
(temperatur, inert, atau lingkungan oksigen)
Bagaimana pelaksanaan pengukuran dosis
radiasi terserap sehingga dapat memenuhi syarat
statistik dan keselamatan kerja.

CTA

DASAR TEORI

Spesifikasi :
tebal = 0.125 mm, max = 280 nm, akurat, presisi, linier,
prosedur pengukuran mudah, memiliki resolusi tinggi, dan
aplikatif untuk dosimetri berkas ion.

Linieritas CTA

Menurut Tanaka dkk, perhitungan dosis serap


menggunakan dosimeter CTA dapat dihitung dengan
persaman berikut :
D = OD x t x f
Kxt
Dengan,
D
= dosis serap (kGy)
OD = perbedaan rapat optik sebelum dan sesudah
diiradiasi (OD1-OD). Caranya yaitu dengan
mencacah CTA sebelum dan sesudah iradiasi
menggunakan CTA readers
t
= tebal dosimeter nominal (0,125 mm)
t
= tebal dosimeter terukur (mm)
K
= perubahan rapat optic per kGy = 0,0063
f
= faktor penyimpanan; f=1 apabila pengukuran
rapat optik dosimeter CTA dilakukan 30 menit
setelah diiradiasi. (Saptaaji, 2004: 6-7)

PARAMETER

Laju

DASAR TEORI

ALAT DAN BAHAN

METODE KERJA

Alat dan bahan yang digunakan :

Dosimeter CTA
- Tissue
Spektrofotometer Genesys 5
- Gunting
Indikator radiasi go- nogo
- Seal tape
MBE 350 kEV/10 mA
- Tissue
Seal tape

LANGKAH KERJA

Laju dosis

METODE KERJA

PERHITUNGAN

Laju

HASIL DAN
PEMBAHASAN

Laju Dosis

Tabel 1. Laju dosis untuk 7 percobaan


berbeda.

KELOMPOK

LAJU DOSIS
(kGy/detik)

2,99 5,38 1,56 1,5


3
5
6

E
4,2

3,27 2,03
8
3

HASIL DAN
PEMBAHASAN

Penetrasi
Tabel 2. Dosis yang diterima tiap lapis CTA
No

Dosis (kGy)

(gr/cm3)

t (cm)

Penetrasi (gr/cm2)

20,5

1,298

0,0125

0,0162

11,5

1,298

0,025

0,0325

1,298

0,0375

0,0487

0,5

1,298

0,05

0,0649

Keterangan : CTA No.1 berada urutan paling atas

Tabel 3. Nilai Dosis relatif dan Penetrasi Berkas


No

1
2
3
4

Kurva Hubungan Dosis Relatif dan Penetrasi berkas Elektron

Dosis

Dosis

Penetra

(kGy)

Relatif

si

(%)

(gr/cm2)

100

0,016

60
50

11,5

56,09

2
0,032

8
4,878

5
0,048

2,439

7
0,064

20,5

0,5

40
30
Dosis Relatif (%)
20
10
0
0.02

0.03

0.04

0.05

0.06

9
Penetrasi Berkas (gr/cm2 )

0.07

0.08

HASIL DAN
PEMBAHASAN

Penetrasi
Tabel 4. Perbandingan Dosis Serap dengan Penetrasi efektif
KELOMPOK

Dosis
(kGy)

41,7

70,9

20,5

20,5

57,7

52,8

28,4

Penetrasi efektif
(g/cm2)

0,025

0,025

0,026

0,0245

0,025
5

Ketebalan bahan
efektif (cm)

0.019

0,019

0,02

0,019

0,019

0,0264 0,0264
0,02

0,02

Dosis serap vs Penetrasi Efektif


0.1
0.08
0.06
Penetrai Efektif (gr/cm2)

0.04
0.02
0
10

20

30

40

50

60

Dosis Serap (KGy)

70

80

Keseragaman
Dosis

HASIL DAN
PEMBAHASAN

Tabel 4. Nilai Dmax/Dmin


No.

Posisi

Dosis

(cm)

Serap Relatif D.min


(kGy)

Dosis D.max/

Kurva hubungan antara dosis relatif dengan posisi

(%)

1.

47,7

33,521 2,983

2.

10

88,9

62,474 1,601

3.

20

115,9 81,448 1,228

4.

30

126,7 89,037 1,123

5.

40

134,5 94,519 1,058

60
Dosis Relatif (%)

6.

50

135,2 95,011 1,053

40

7.

60

142,3

100

20

8.

70

138,8

97,54

1,025

9.

80

138,0 96,978 1,031

10.

90

134,4 94,448 1,059

11.

100

120,9 84,961 1,177

12.

110

93,1

65,425 1,528

13.

120

69,1

48,559 2,059

120

homogen area

100
80

10

20

30

40

50

60

70

Posisi (cm)

80

90 100 110 120 130

Keseragaman
Dosis

HASIL DAN
PEMBAHASAN

Tabel 5. Daerah keseragaman dosis untuk 5 kelompok


KELOMPOK

DAERAH
(cm)

20-100

20-100

20-100

20-110

20-110

Kurva hubungan antara dosis relatif dengan posisi window pemayar


120

homogen area

100
80
60
Dosis Relatif (%)
40
20
0
0

10 20 30 40 50 60 70 80 90 100 110 120 130


Posisi (cm)

KESIMPULAN

Laju

SARAN

Pembacaan rapat optik dengan


spektrofotometer Genesys 5 dilakukan
dengan cara tertutup untuk
menghindari kesalahan pembacaan
akibat cahaya luar (lampu).
Penempatan sampel untuk irradiasi
dilakukan dengan jarak 40 cm dari
pusat window pemayar agar diperoleh
dosis radiasi yang relatif homogen
KELOMPOK C

SELESAI

MOHON MAAF
BILA BANYAK
KEKURANGAN
DAN
KESALAHAN

TERIMA KASIH
KELOMPOK C