Anda di halaman 1dari 4

ALAT PENGENDALI INDUSTRI

1. Alat Primer dan Pengendali Pilot (Penunjuk)


Alat pengendali adalah komponen yang mengatur daya yg diberikan pada beban
Listrik.
Semua komponen yang digunakan pada rangkaian pengendali motor dapat
dibuat dalam tingkatan baik sebagai alat pengendali-primer seperti kontaktor
motor, starter atau apengontrol (controller) menghubungkan beban dengan
line.
Alat pengendali-penuunjuk, seperti relai atau kontaktor yang mengaktifkan
rangkaian daya, mengatur operasi atau kerja alat yang lain. Yang termasuk alat
penunjuk adalah tombol tekan, saklar aliran, saklar tekan, dan thermostat.
2. Saklar yang Dioperasikan Secara Manual
Saklar yang dioperasikan secara manual adalah saklar yang dikontrol dengan tangan.
Saklar togel adalah contoh saklar yang dioperasikan secara manual. Jenis
penghubung atau susunan kontak ditetapkan sesuai dengan singkatan. Batas
kerja listrik dinyatakan dengan tegangan dan arus interupsi maksimum; harga
tersebut tidak boleh dilampaui. Saklar yang dirancang untuk bekerja dengan
5A tidak akan bertahan lama pada rangkaian yang harus memutuskan 10A.
Ukuran kerja untuk ac dan dc juga tidak sama untuk suatu saklar. Ukuran kerja
untuk arus dc, saklar harus mempunyai magnitude lebih rendah dibandingkan
dengan ukuran kerja ac.
Saklar geser menggunakan aksi pengguna sederhana untuk menghasilkan
hubungan yang sama dengan saklar togel kecuali untuk jenis aksi yang kerja
yang berbeda kutub-kutub yang dihubungkan mencapai hasil yang sama.
Saklar geser sering digunakan sebagai saklar mode untuk memilih mode
tertentu dari operasi seperti HIGH dan LOW. Saklar rocker merupakan saklar
geser yang dimodifikasi. Dengan menekan satu sisi dari mekanis lengan
rocker, menyebabkan geseran menjadi dipaksa pada arah berbeda.
Saklar DIP (Dual In-line Package) adalah saklar kecil yang dirancang untuk
dirakit pada tempat hubungan dengan PCB atau printed circuit board .
Terminal atau paku pada bagian bawah saklar DIP sama ukuran dan
spasinya Chip Integrated Circuits (IC). Susunan saklar jarang diubah dan
perubahan biasa terjadi selama pemasangan, pengujian dan pencarian
kesalahan.
Saklar rotary sering digunakan untuk operasi penghubung yang kompleks,
misalnya penghubung yang dijumpai pada osiloskop dan multimeter. Jenis
saklar ini sering disebut saklar wafer sebab poros utama melewati pusat dari
satu atau lebih wafer keramik, fiberglass atau phenolic pada tempat terminal
dan kontak dipasangkan. Bagian pusat dari masing-masing wafer dapat diputar
melalui kontak bersama menuju satu pusat dari beberapa kontak diam
(stationary) yang dipasangkan disekitar wafer.
Saklar thumbweel digunakan pada alat numeric dan alat-alat yang dikontrol
computer untuk memberi input operasi dari operator ke komputer. Deck
outputnya yang secara special dibuat decimal dikodekan biner (binary coded

decimal = BCD), kode decimal atau kode heksa-desimal perlu berkomunikasi


dengan komputer digital.
Saklar pemilih adalah saklar yang dioperasikan secara manual yang banyak
dijumpai. Posisi saklar dibuat dengan memutar kenop operator ke kanan atau
ke kiri. Saklar pemilih dapat mempunyai posisi selselectora atau lebih, dengan
posisi kontak bertahan atau kembali dengan pegas untuk memberikan operasi
kontak sebentar. Saklar tombol tekan adalah bentuk yang paling umum dari
pengendali manual yang dijumpai di industri. Tombol tekan NO (Normally
Open) menyambung rangkaian atau menghubungkan rangkaian ketika tombol
ditekan dan kembali pada posisi terbuka ketika tombol dilepas.
Tombol tekan NC (Normally Closed) membuka rangkaian apabila tombol
ditekan dan kembali pada posisi menutup ketika tombol dilepaskan. Tombol
tekan yang membuat lepas digunakan untuk pengendaliinterlocking. Pada
bagian ini, bagian atas adalah NC sedangkan bagian bawah adalah NO. ketika
tombol ditekan, kontak bagian bawah tertutup setelah kontak bagian atas
terbuka. Apabila mempunyai lebih dari satu tombol, tekan enklasur bersama,
maka enklasur itu disebut stasiun tombol tekan. Tombol tekan terdiri dari satu
atau lebih blok kontak, alat operator dan pelat keterangan.
Saklar drum digunakan untuk starting dan membalik arah putaran motorsangkar, motor satu-fase yang dirancang untuk pelayanan pembalikan, dan
motor de shunt dan motor dc compound.

3. Saklar yang Dioperasikan Secara Mekanis


Saklar yang dioperasikan secara mekanis adalah saklar yang dikontrol oleh faktorfaktor secara otomatis misalnya tekanan, posisi dan suhu.
Saklar limit adalah alat pengendali industry yang sangat umum. Saklar limit
hanya dirancang untuk beroperasi apabila batas yang sudah ditentukan
sebelumnya tercapai, dan saklar-saklar tersebut biasanya diaktifkan kontak
dengan objek misalnya cam. Alat tersebut mengganti operator manusia.
Saklar-saklar tersebut sering digunakan pada rangkaian pengendali dari mesin
yang memproses untuk pengaturan starting, stopping atau pembalikan motor.
Saklar mikro adalah saklar snap-acting yang ditempatkan pada rumah kecil.
Pada saklar snap-acting hubungan actual dari rangkaian terjadi pada kecepatan
tertentu. Ukuran yang kecil dan tuas pengoperasian yang bermacam-macam
membuat saklar mikro sangat bermanfaat sebagai saklar limit. Saklar itu dapat
bekerja dengan tekanan yang kecil pada pengoperasian tuas yang
memungkinkan sensitifitas yang besar.
Saklar suhu atau thermostat digunakan untuk merasakan perubahan suhu.
Meskipun ada beberapa jenis, semua dijalankan dengan perubahan suhu
lingkungan tertentu. Saklar suhu membuka atau menutup ketika suhu yang
ditentukan tercapai. Pemakaian industri untuk alat ini termasuk
mempertahankan rentang suhu yang dikehendaki dari udara, gas, cairan atau
benda padat.
Saklar tekanan digunakan untuk mengontrol tekanan cairan dan gas.
Meskipun ada banyak jenisnya, pada dasarnya saklar tekanan dirancang untuk
menjalankan (membuka atau menutup) kontak-kontaknya apabila tekanan

tertentu tercapai. Saklar tekanan adalah saklar yang dioperasikan dengan udara
(secara pneumatic). Umumnya balon atau diafragma menekan saklar mikro
dan menyebabkan saklar membuka atau menutup.
Saklar level digunakan untuk merasakan tinggi cairan. Kenaikan atau
penurunan pengapung yang secara mekanis dipasang pada saklar level akan
mengait atau menggerakkan saklar level. Saklar level digunakan untuk
mengontrol pompa yang menggerakkan motor yang kosong atau mengisi
tangki. Saklar level juga digunakan untuk membuka atau menutup kran
solenoid pipa untuk mengontrol cairan.

4. Transduser dan Sensor


A. Transduser adalah alat yang mengubah energy dari satu bentuk ke bentuk yang
lain. Transduser dapat dibagi menjadi dua klas : transduser input dan transduser
output. Transduser Input-listrik mengubah energy non listrik, misalnya suara atau
sinar menjadi tenaga listrik. Transduser Output-listrik bekerja pada urutan yang
sebaliknya. Transduser tersebut mengubah energi listrik pada bentuk energi non
listrik.
B. Sensor adalah alat yang digunakan untuk mendeteksi dan sering berfungsi untuk
mengukur magnitude sesuatu. Sensor adalah jenis transduser yang digunakan
untuk mengubah variasi mekanis, magnetis, panas, sinar dan kimia menjadi
tegangan dan arus listrik. Sensor biasanya dikatagorikan melalui pengukur dan
memegang peranan penting dalam pengendalian proses pabrikasi modern. Sensor
memberikan ekivalen mata, pendengaran, hidung, lidah untuk menjadi otak
mikroprosesor dari sistem otomatisasi industry. Macam-macam sensor yang biasa
ditemui pada bidang industry :
- Sensor Kedekatan (PROXIMITY)
- Sensor Sinar
- Sensor Hall-Effect
- Sensor Ultrasonik
- Sensor Tekanan
- Sensor Suhu
- Sensor Kecepatan (Sensor RPM)
- Sensor Penyandi
- Pengukur Aliran
- Pengkondisian Sinyal
5. Aktuator
Aktuator adalah sebuah peralatan mekanis untuk menggerakkan atau mengontrol
sebuah mekanisme atau sistem. Aktuator diaktifkan dengan menggunakan lengan
mekanis yang biasanya digerakkan oleh motor listrik, yang dikendalikan oleh media
pengontrol otomatis yang terprogram di antaranya mikrokontroler. Aktuator adalah
elemen yang mengkonversikan besaran listrik analog menjadi besaran lainnya
misalnya kecepatan putaran dan merupakan perangkat elektromagnetik yang
menghasilkan daya gerakan sehingga dapat menghasilkan gerakan pada robot. Untuk
meningkatkan tenaga mekanik aktuator ini dapat dipasang sistem gearbox. Aktuator
dapat melakukan hal tertentu setelah mendapat perintah dari kontroller. Misalnya pada
suatu robot pencari cahaya, jika terdapat cahaya, maka sensor akan memberikan

informasi pada kontroller yang kemudian akan memerintah pada aktuator untuk
bergerak mendekati arah sumber cahaya.
Desain daya peralatan elekktronika dapat dibagi 4 bagian :
1. Desain circuit listrik
2. Perlindungan peralatan listrik
3. Penentu strategi pengendali
4. Desain logika dan sikuit
Dalam perangkat listrik diasumsikan, Switch yang ideal kecuali dinyatakan lain dan
efek dari circuit induktansi liar , sirkuit resitansi dan sirkuit lain dari kondisi ideal dan desain
circuit mempengaruhi.