Anda di halaman 1dari 10

SEJARAH PENEMUAN RADIOKIMIA

Nama Kelompok:
Hery Krestian
Ogideas
Singgih mahasin

Apa itu radiokimia??


Radiokimia adalah bagian dari ilmu kimia yang mempelajari unsurUnsur yang bersifat radioaktif. Suatu zat radioaktif dapat didefinisikan
Sebagai sesuatu yang memiliki sifat untuk mengemisikan radiasi secara
Spontan yang mampu melewati lembaran logam dan zat lain yang tidak
Tembus cahaya.

Sejarah penemuan zat


Sejarah radioaktif
penemuan zat radioaktif

diawali dengan ditemukannya sinar X


oleh Wilhelm Conrad Roentgen pada
tahun 1895. W.C. Rontgen melakukan
percobaan dengan sinar katoda. Ia
menemukan bahwa tabung sinar katoda
menghasilkan suatu radiasi berdaya
tembus
besar
yang
dapat
menghitamkan film foto. Selanjutnya
sinar itu diberi nama sinar X. Sinar X
tidak mengandung elektron, tetapi
merupakan
gelombang
elektromagnetik.

Pada tahun 1896, Henri Becquerel,


fisikawan Perancis berusaha mendapatkan
sinar
X
dari
suatu
batuan
yang
mengandung garam uranium. Secara tidak
sengaja, batuan tersebut dibungkus dengan
kertas hitam dan diletakkan di atas plat
film, dan ini membuat bagian film pada
tempat garam uranium diletakkan menjadi
gelap. Dari hasil penelitiannya, diketahui
bahwa penyebab gelapnya bagian plat foto
adalah radiasi berdaya tembus kuat,
bahkan lebih kuat dari sinar X, yang
dipancarkan secara spontan oleh garam
uranium tanpa harus disinari terlebih
dahulu.

Pada tahun 1898, Marie Sklodowska Curie


bersama suaminya Pierre Curie menemukan
unsur radioaktif lainnya dari mineral
pitchblende yaitu polonium dan radium. Nama
unsur polonium diambil dari nama negara asal
Marie Sklodowska Curie, yaitu Polandia,
sedangkan nama unsur radium diambil dari
bahasa Yunani radiare yang artinya bersinar.

Pada tahun 1903, Ernest Rutherford


mengemukakan bahwa sinar radioaktif dapat
dibedakan menjadi dua jenis berdasarkan muatan
nya yang dibedakan menjadi:
- Sinar radioaktif yang bermuatan positif diberi
nama sinar alfa,
- Sinar radioaktif yang bermuatan negatif diberi
nama sinar Beta.
Sementara itu, Paul Ulrich Villard menemukan
jenis sinar radioaktif yang ketiga, yaitu sinar gama
yang tidak bermuatan.