Anda di halaman 1dari 5

Mengenal Sistem Kontrol Konvensional dan Logika Kontak

Sistem kontrol konvensional adalah sistem kendali/kontrol dengan menggunakan prinsip


elektromekanik. Sistem kontrol jenis ini merupakan sistem kontrol yang sudah kuno namun tetap
dipakai sampai sekarang karena dianggap lebih handal dibandingkan dengan sistem kontrol yang
menggunakan semi konduktor ataupun digital.
Dalam dunia sistem tenaga listrik (Power System), sistem ini masih banyak dijumpai dan
lebih dikembangkan ke-arah perpaduan antara digital (teknologi mikro) dengan konvensional.
Bagi mereka yang masih pemula dalam dunia listrik tentunya wajib mengerti dengan
sistem ini, untuk mempermudah dan memperjelas bagaimana sistem kontrol ini bekerja, maka
saya buat sebuah simulator sederhana agar lebih jelas.
Di dalam simulator ini pengguna bisa menekan tombol yang akan memberikan aksi
sebuah atau beberapa kontak bekerja dan mengalirkan arus listrik. Aliran arus listrik
digambarkan dengan warna merah.
Contoh sistem kontrol yang diambil adalah sistem kontrol dasar dari buku Moeler.
Simulator yang dibuat adalah widows base (anda bisa mengatur posisi windows logic diagram)
dan dibuat dengan Macromedia Flash 4 (sudah di-compile dalam format executable). Untuk
lebih detil, silahkan lihat gambar berikut.

Simulator ini saya buat ketika masih bekerja di PT Dinamika E.M. Sebenarnya simulator
ini saya pergunakan untuk presentari revenue meter. Kemudian ada keinginan kecil dari pribadi
untuk ikut membantu rekan ade-ade mahasiswa Politeknik agar lebih paham dengan logika
kontak. Jadi saya buatlah simulator ini.

Sumber: https://arisulistiono.wordpress.com/2009/10/15/mengenal-sistem-kontrol-konvensionaldan-logika-kontak/

SISTEM KONTROL DASAR MENGGUNAKAN KONTAKTOR

Pada industri penggunaan suatu control atau pengendali sistem sangatlah diperlukan
untuk lancarnya proses produksi di industri tersebut. Penggunaan control sistem ini paling utama
yang diperlukan sehingga membuat kita harus memahami dan lancar dalam merencanakan
rangkaian. Rangkaian control yang umum digunakan pada industri yang masih menggunakan
rangkaian control yang berawal dari rangkaian konvensional. Adapun jenis rangkaian control
yang selalu dirancang dalam rangkaian konvensional adalah selalu menggunakan peralatan
peralatan yang bersifat listrik. Rangkaian control atau pengendali harus difahami mulai dari jenis
dan dasar komponen yang digunakan. Dalam desain rangkaian pengendali dasar atau control
sistem konvensional selalu menggunakan komponen antara lain adalah KONTAKTOR, TIMER,
OVERLOAD, MCB dan lainlain. Sedangkan komponen yang paling utama digunakan dalam
rangkaian control atau pengendali konvensional adalah yang dinamakan KONTAKTOR.
KONTAKTOR juga disebut saklar elektromagnetik, yaitu :
Saklar atau kontak yang sistem operasinya dengan cara kerja medan elektromagnetik yang
dibangkitkan oleh kumparan magnet buatan dan merupakan suatu alat yang

aman untuk

penyambungan dan pemutusan secara terus


menerus .
Kontaktor memiliki beberapa merek dan type yang dapat disesuaikan dengan fungsi serta
kegunaannya. Pada umumnya kontaktor memiliki beberapa bagian, yaitu :

Coil
Contact Utama (Main Contact)
Contact Bantu (Auxiliry Contact)

COIL
Merupakan komponen utama dalam kontaktor, berfungsi sebagai penggerak kontak -kontak yang
ada. Coil ini berupa besi yang terlilit oleh kumparan dari tembaga dan bekerja seperti sistem
pada elektromagnetik, dimana apabila kumparan tersebut dialiri arus, maka besi carrent akan
menghasilkan magnit, sehingga dapat menarik kontak kontak tersebut.
CONTACT UTAMA (MAIN CONTACT)

Merupakan kontakkontak yang ada pada kontaktor yang memiliki bentuk lebih besar dari
kontakkontak lainnya. Umumnya kontak utama ini digunakan untuk penghubungan langsung ke
beban yang digunakannya. Kontakkontak utama menjadi satu tempat dengan coilnya.
CONTAK BANTU (AUXILIRY CONTACT)
Merupakan kontakkontak tambahan yang telah disediakan oleh kontaktor tersebut. Umumnya
kontakkontak bantu ini juga dapat ditambahi sendiri oleh pemakainya, apabila dirasa jumlah
kontak-kontaknya kurang.

PRINSIP KERJA KONTAKTOR


Kontaktor pada dasarnya merupakan sebuah saklar atau kontak-kontak yang memiliki beberapa
jumlah dalam satu bentuk fisik sering juga disebut dengan saklar elektromagnetik. Kontaktor
yang terdiri dari COIL, KONTAK UTAMA dan KONTAK BANTU, memiliki cara kerja, apabila
ada arus / tegangan yang mengaliri COIL, maka coil tersebut akan menghasilkan magnit pada
yang dililitinya, dan akan menarik KONTAKKONTAK yang terhubung dengannya, sehingga
kontak-kontak tersebut akan bekerja secara sempurna.
FUNGSI KONTAKTOR
Adapun beberapa fungsi kontaktor digunakan untuk mengerjakan atau mengoperasikan dengan
seperangkat alat control beban, seperti :

Penerangan
Pemanas
Pengontrolan Motormotor Listrik
Pengaman Motormotor Listrik

Sedangkan pada pengaman motormotor listrik beban lebih dilakukan secara terpisah. Kontaktor
akan bekerja dengan normal bila diberikan tegangan 85 % sampai 110 % dari tegangan
permukaannya. Sedangkan bila lebih kecil dari 85 % kontaktor akan bergetar atau bunyi. Jika
lebih besar dari 110 % kontaktor akan panas dan terbakar.
SIMBOL DAN NAMA PADA KONTAKTOR
Salah satu contohnya, yaitu :

COIL
Simbol sebuah coil yang merupakan komponen utama dalam kontaktor, berfungsi sebagai
penggerak kontakkontak yang ada.

Sumber: https://totoktpfl.files.wordpress.com/2011/02/kontrol-konvensional.pdf