Anda di halaman 1dari 6

Tugas 2

THERMAL OVERLOAD RELAY (TOR)


Sebelum mempelajari lebih dalam mengenai Time Delay Relay (Timer), Thermal
Over Load Relay (Tripper Over Load), Relay Contactor (Relay), dan Magnetic
Contactor (Kontaktor), Sebaiknya kita mempelajari sistem kerjanya terlebih
dahulu. agar mampu memahami suatu fungsi rangkaian kerja otomatis.

Gambar 1 : Thermal Over Load


Thermal relay atau overload relay adalah peralatan switching yang peka
terhadap suhu dan akan membuka atau menutup kontaktor pada saat suhu yang
terjadi melebihi batas yang ditentukan atau peralatan kontrol listrik yang berfungsi
untuk memutuskan jaringan listrik jika terjadi beban lebih. Adalah pengaman
beban lebih atau overload yang igunakan pada instalasi beban motor listrik adalah
TOR.Jika arus yang melaui penghantar yang menuju motor listrik melebihi
kapasitas atau seting TOR,maka TOR drop atau terputus sehingga rangkain yang
menuju motor listrk terputus.
TOR dihubungkan dengan kontaktor pada kontak utama (untuk seri
magnet kontaktor tertentu).Rotasi kontak utamanya adalah 2,4,6 sebelum beban
atau motor listrik.
Beberapa penyebab terjadinya beban lebih :
-Beban mekanik pada motor listrik terlalu besar
-Arus start terlalu besar dan terlalu lama putaran nominal tercapai atau motor
listrik berhenti secara mendadak
-Terjadi hubungan singkat pada motor listrik antara fasa dengan fasa,atau antara
fas dengan body
-Motor listrik bekerja hanya dengan duaa fasa atau terbukanya salah satu fasa dari
motor listrik tiga fasa.
Prinsip kerja termal beban berdasarkan panas atu temperature yang
ditimbulkan oleh arus yang mengalir melalui elemn-elemen pemanas bimetal.Jika
panas berlebihan maka salah satu logam bimetal melengkung dan menggerakkan

kontak mekanis pemutus rangkaian listrik(untuk bimetal seri tertentu)


notasinya95,96

Gambar 2 : Simbol Thermal Over Load


Thermal relay atau overload relay adalah peralatan switching yang peka terhadap
suhu dan akan membuka atau menutup kontaktor pada saat suhu yang terjadi
melebihi batas yang ditentukan atau peralatan kontrol listrik yang berfungsi untuk
memutuskan
jaringan
listrik
jika
terjadi
beban
lebih.

Gambar 3 : Bagian-bagian Thermal Over Load


Karakteristik
1.
Terdapat konstruksi yang berhubungan langsung dengan terminal
kontaktor magnit.
2.
Full automatic function, Manual reset, dan memiliki pengaturan batas arus
yang dikehendaki untuk digunakan.
3.
Tombol trip dan tombol reset trip, dan semua sekerup terminal berada di
bagian depan.
4.
Indikator trip
5.
Mampu bekerja pada suhu -25 C hingga +55 C atau (-13 F hingga +131
F)

Gambar 4 : Cara Kerja Thermal Over Load


Thermal overload relay (TOR) mempunyai tingkat proteksi yang lebih efektif dan
ekonomis, yaitu:
1.
Pelindung beban lebih / Overload
2.
Melindungi dari ketidakseimbangan phasa / Phase failure imbalance
3.
Melindungi dari kerugian / kehilangan tegangan phasa / Phase Loss.

Tugas 3
WattMeter
Wattmeter adalah instrumen pengukur daya listrik yang pembacaannya
dalam satuan watt di mana merupakan kombinasi voltmeter dan amperemeter.
Dalam pengoperasiannya harus memperhatikan petunjuk yang ada pada manual
book atau tabel yang tertera pada wattmeter. Demikian juga dalam hal
pembacaannya
harus
mengacu
pada
manual
book
yang
ada.
Pengukuran daya listrik secara langsung adalah dengan menggunakan wattmeter,
ada beberapa jenis wattmeter, antara lain wattmeter elektrodinamik, wattmeter
induksi, wattmeter elektrostatik dan sebagainya. Yang paling banyak digunakan
adalah wattmeter elektrodinamik, karena sesuai dengan karakteristiknya.
Error pada Wattmeter
1. Error pada akibat hubungan berbeda.
2. Error akibat induktansi kumparan tegangan.
3. Error akibat kapasistansi pada rangkain kumparan tegangan.
4. Error karena medan liar.
5. Error karena arus Eddy.
Cara Menggunakan Wattmeter

Keterangan gambar :
a) Terminal tegangan 120 V
b) Terminal tegangan 240 V
c) Terminal
d) Terminal tegangan 60 V
e) Terminal arus A
f) Terminal hubungan seri atau paralel
g) Skala pembacaan
h) Cermin
i) Jarum penunjuk
j) Sekrup pengatur kedudukan jarum

Cara menggunakan wattmeter pertama-tama telitilah kedudukan jarum


penunjuknya; jika kedudukannya sudah tepat pada angka 0 berarti wattmeter
sudah siap untuk digunakan. Apabila kedudukan jarum penunjuk belum tepat pada
angka 0, maka harus diatur dengan memutar sekrup pengatur kedudukan jarum.
Cara Menggunakan Wattmeter
Diagram hubungan wattmeter dapat diperlihatkan seperti pada gambar di bawah.

Dari gambar diagram hubungan wattmeter diatas terlihat bahwa


terminal tegangan yaitu terminal 240 V dan terminal dihubungkan secara
paralel, sedangkan terminal arus A dan terminal dihubungkan secara seri.
Gambar a terlihat bahwa terminal-terminal hubungan disambung antara terminal
atas dan terminal bawah, ini disebut hubungan seri. Sedangkan pada gambar b
terminal samping kanan disambung dengan terminal samping kiri, ini disebut
hubungan paralel.

Tugas 1

Gambarkan rangkaian Motor 3 fasa hubung Y