Anda di halaman 1dari 31

makalah pembuatan media BA, CA, NA, SSA EMB, MSA

makalah pembuatan media BA, CA, NA, SSA EMB, MSA

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Dewasa ini telah banyak ditemukan penyakit yang disebabkan oleh bakteri.
Oleh

karenanya

diperlukan

keahlian

dalam

mengidentifikasi

penyakit

yang

diakibatkan oleh bakteri tersebut melalui media khusus menumbuhkan bakteri yang
dibuat ketetentuan tertentu.
Media / perbenihan merupakan bahan yang digunakan untuk
memperkembangbiakan bakteri laboratorium secara invitro. Sebelum digunakan
media harus keadaan steril, artinya tidak di tumbuhi oleh mikroba lain yang tidak di
harapkan.
Pelaksanaan pembuatan media memerlukan keterampilan dan kehati-hatian
agar di dapatkan hasi yang maksimal mungkin. Untuk itu diperlukan pengetahuan
mengenai hal-hal yang bersangkutan dalam pembuatan media tersebut.
Penyadiaan kebutuhan media biakan bakteri sangat di tentukan oleh tindakan
persiapan sebelumnya dan beberapa tindakan setelah siap jadi dan saat di gunakan.
Mutu dari media di tentukan sejak stok bahan baku di pesan, penyimpanan bahan
baku dan pembuatan sampai penyimpanan setelah jadi.
Berbagai kesalahan dapat terjadi pada proses pembuatan. Untuk itu diperlukan
uji kwalitas dari masing-masing bahan setelah jadi dengan bakteri standar. Misalnya
standar ATCC. Untuk penyimpanan stok mesia perlu di perhatikan suhu ruangan atau
lemari pendingin yang sesuai dengan petunjuk suhu penyimpanannya. Pada umumnya
media sangat hidroskopik, sehingga penutupan setelah penggunaan bahan baku
tersebut harus di perhatikan.

Kesalahan-kesalahan yang terjadi akibat proses pembuatan media yaitu kwalita


aquades jelek, wadah tercemar, terlalu panas pada proses pembuatannya, terlalu lama
di simpan pad suhu 50 derajat celcius, PH tidak sesuai, cara melarutkan tidak
sempurna, dan kesalahan pada penyimpanan media.
B. Tujuan
Tujuan penulisan makalah ini adalah untuk mengetahui cara pembuatan media,
yaitu Media Blood Agar (BA), Coklat Agar (CA), Endo Agar (EA), Nutrien Agar (NA),
Salmonella Shigella Agar (SSA), Mac Conkey (MC), Taurocholate Citrate Broom
Thymul, Blue Suchrose Salt Agar (TCBS), Eosin Metyhlen Blue (EMB), dan
ManitolSalt Agar (MSA).
C. Rumusan Masalah
1. Penjelasan tentang media
2. Alat dan bahan yang di gunakan dalam pembuatan media
3. Prosedur kerja dalam pembuatan media
4. Mengetahui jenis bakteri apa saja yang dapat tumbuh pada media tersebut
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian Media
Media merupakan suatu campuran bahan-bahan tertentu dengan aquadest yang
dapat menimbulkan mikro organisme pada derajat keasaman dan inkubasi tertentu,
atau bahan yang di gunakan untuk memperkembangakan mikro organisme di
laboratorium secara invitro. Sebelum di gunakan media harus dalam keadaan steril,
artinya tidak di tumbuhi oleh mikroba lain yang tidak di harapkan.
Persyaratan-persyaratan agar media dapat di tumbuhi dan mikroba dapat
berkembang dengan baik yaitu :

a. Dalam media harus terkandung semua unsur hara yang di perlukan untuk
pertumbuhan dan perkembangbiakan bakteri.
b. Media harus mempunyai tekanan osmosa dan PH yang sesuai dengan kebutuhan
mikroba.
c. Media harus keadaan steril.
Bentuk susunan dan sifat media di tentukan oeh senyawa penyusun media,
persentase campuran dn tujuan penggunaan. Bentuk media di tentukan oleh ada
tidaknya penambahan zat pemadat seperti agar-agar, gelatin, dsb. Bentuk media di
kenal 3 jenis yaitu :
-

medai pemadat

media cair

media semi sulid


Sesuai dengan fungsi fisiologid dari masing-masing komponen yang terdapat dalam
media, maka susunan media pada jenis memiliki kesamaan isi yaitu :

Kandungan air

Kandungan nitrogen

Kandungan sumber air

Faktor pertumbuhan
Berdasarkan susunan pembentukan, media di bedakan menjadi :

Media alami, yaitu mdia yang di susun oleh bahan-bahan alami, seperti : kentang,
tepung, daging,telur, dsb.

Media sintesis, yaitu media yang di susun oleh senyawa kimia, seperti : media untuk
pertumbuhan dan perkembangan bakteri Clostridium

Media semi sintesis, yaitumedia yang tersusun oleh campuran bahan-bahan alami
dan bahan-bahan sintesis
Penggunaan media bukan hanya untuk pertumbuhan dan perkembngbiakan mikroba,
tetapi juga untuk tujuan-tujuan lain misalnya sulasi, seleksi, evaluasi, dan diferensiasi
biakan yang di dapatkan.
Berdasarkan sifat-sifatnya, media dapat di bedakan menjadi :

Media umum

Media pengaya

Media selektif

Media diferensial

Media penguji

Media perhitungan
B. Jenis-jenis Media
1. Media Umum / Media Dasar
Merupakan media pembiakan sederhana yang mengandung zat-zat yang umum di
perlukan oleh sebagian besar mikroorganisme dan dipakai juga sebagai komponen
dasar untuk membuat media biakan lainnya.
Secar rutin media ini selalu tersedia dilaboratorium, contohnya : Nutrient Broth,
Nutrient Agar, dll.
Nutrient Agar
Komposisi :

Ekstark sapi = 3 gram

Pepton = 5 gram

Agar = 15 gram

PH = 6,8

Aquadest = 1000 mL
Alat ;

Kertas timbang

- Cawan petri

Neraca analitik

- Erlen Meyer

Sendok

- Gelas ukur

Kontrol Kwalitas ;
- Kontrol Positif :

Stephylococus

Echerichia coli
- Kontrol Negatif : Media yang tidak ditanami
Prosedur Kerja
-

Di timbang 20 gram Nutrient Agar, kemudian media di larutkan dengan aquadest


sebanyak 500mL dalam Erlenmeyer (Erlenmeyer di beri label).

Erlenmeyerdi beri media di tutup rapat kemudian panaskan kurang lebih 10 menit
pada suhu 50 derajat celcius.

Mdia di dinginkan kemudian media tersebut di bagi 2. Mulut erlenmeyer di sumbat


dengan kapas, di tutup dengan kertas dan ikat dengan tali.

Media di sterilkan dalam Autoclave selama 15 menit dengan suhu 121 derajat
celcius.

Erlenmeyer pertama di perkirakan suhunya 80 derajat celcius, di tambahkan darah


vena sebanyak 3 cc dengan cara di semprotkan melalui dinding Erlenmeyer.

Media di kocok (jangan sampai terbentuk busa) dan di tuang ke dalam cawan petri
sebanyak detengah dari volume cawan petri.
2. Enriched Media

Adalah perbenihan yang telah di tambahkan factor-factor pertumbuhan seperti darah,


vitamin, eksrak ragi, dsb sehingga bakteri yangsulit di tumbuhkan dapat di biak di
perbenihan ini.
Media yang termasuk dalam Enriched Media yaitu Blood Agar dan Coklat Agar.
Blood Agar
Media ini di gunakan untuk menumbuhkan mikro organisme yang sulit untuk dibiakan
dan juga untuk di membedakan kelompok mikro organisme yang melisis atau tidak
melisiskan butir darah merah.
Agar darah terdiri dari bahan dasar yang mengandung 5% darah domba. Lisis butir
darah merah terlihat sebagai wiayah jernih di sekitar koloni. Bila proses lisis sempurna
akan terlihat di wilayah yang benar-benar jernih dan jenis hemalisisnya di sebut beta
hemolisis. Bila proses lisis tidak sempurna dan media berwarna kehijauan maka jenis
hemolisisnya di sebut Alpha Hemolisis. Bakteri yang tidak mampu melisiskan butir
darah dan tidak menyebabkan perubahan nyata pada media tersebut di sebut gamma
hemolisi. Kelompok mikro organisme yang sering di bedakan berdasarkan kemampuan
melisiskan butir darah merah adalah sreptococcus dan staphylococcus, proses hemolisis
di sebabkanoleh enzim yang di lepas mikro organisme.
Komposisi :
-

Heart extract = 10 gram

Tryphtose = 10 gram

Nacl = 5 gram

Agar-agar = 15 gram

PH = 6,9

Aquadest
Alat ;

Kertas timbang

- Cawan petri

Neraca analitik

- Erlen Meyer

Sendok

- Gelas ukur

Alat ;
-

Timbangan analitik

Gelas ukur

Autoclave
Petridich

Erlen Meyer

Sendok Reagen

Alat Pemanas

Prosedur Kerja
-

Larutkan 40 gram bahan tersebut dengan 1 liter aquadest

Sterilkan dengan menggunakan autoclave 115 derajat celcius selama 25 menit

Setelah di sterilkan, dinginkan pada suhu 50derajat celcius kemudian tambahkan 48% darah domba, aduk rata

Tuang dalam petridich steril kurang lebih 200

cc secara aseptis. Hindari gelembung udara dan simpan dalam lemari es.
Kontrol Kwalitas ;
- Kontrol Positif :

Streptococcus pyogenes

Sterptococcuc Pneumoniae
- Kontrol Negatif : Media yang tidak ditanami
Coklat Agar
Kegunaannya adalah untuk menumbuhkan bakteri yang sulit tumbuh pada perbenihan
sederhana dan biasanya di pakai untuk menumbuhkan golongan Neisseriae dan
Hemorhylus influenza. Prosedur kerjanya sama dengan pembuatan Blood Agar, hanya
setelah penambahan darah, di panaskan kembali sampai 80-90% selama 5-15 menit
sampai berwarna coklat. Semua ini di kerjakan dalam water bath.
Bahan dari coklat agar sama dengan bahan pada media Blood Agar. Mengapa
medianya berwarna coklat ? hal tersebut di sebabkan oleh suhu yang lebih sehingga
kepanasan dan media berwarna coklat. Mengapa media ini kecoklatan ? hal tersebut di
karenakan bakteri N. Conarhoe dan Haemophylus suka di coklat agar.
3. Media Selektif
Pada perbenihan ini, hanya bakteri tertentu yang bisa tumbuh dengan baik,
sedangakan bakteri lainnya dapat terhambat pertumbuhannya karena telah di
tambahkan zat atau bahan tertentu yang bersifat menghambat.
Media yang termasuk dalam selektif media yaitu Taurocholate Citrate Broom Thymul,
Blue Suchrose Salt Agar (TCBS), Mac Conkey (MC), Salmonella Shigella Agar (SSA),
Endo Agar (EA).
Taurocholate Citrate Broom Thymul, Blue Suchrose Salt Agar (TCBS)

(TCBS) adalah media selektif untuk Vibrio Cholera.


Komposisi :
- Yeast extract = 5 gram
- Bacteriological Peptone = 10 gram
- Sodium thiosulphate = 10 gram
- Sodium Citrate = 10 gram
- Ox bile = 8 gram
- Sucrose = 20 gram
- Sodium Chloride = 10 gram
- Broom Thymol Blue = 0,04 gram
-Thymol Blue = 0,04 gram
- Agar = 14 gram
- Aquadest = 1000mL
- PH = 8,6
Alat ;
Timbangan analitik
Erlen Meyer

- Gelas ukur
- Sendok reagen

Alat Pemanas
Prosedur Kerja
-

Ditimbang 88 gram dehydrate medium kemudian masukkan ke dalam erlenmeyer


dan larutkan 1000mL aquadest.

Bila belum larut panaskan di atas nyala api sampai suhunya 45-50 derajat celcius.

Jangan menggunakan autoclave, kemudian tuangkan pada petridisk.


Medium TCBS Oxid sempurna dan tidak membutuhkan bahan tambahan atau
tambahan darah steril, dan media ini lebih menguntungkan dari media lanryl sulphate
tellurite agar yang membutuhkan tambahan lebih lanjut setelah pensterilisasian
penampakan koloni dari organisme. Pada media TCBS setelah 24 jam inkubasi pada
suhu 35 derajat celcius.

Bakteri Koloni
Vibrio parahaemolyticus kuning, tipis
Vibrio Alginiliticus biru, kekuning-kuningan
Vibrio Metchnicovin kuning(3,5mm)
Vibrio Flufialis kuning (3,4mm)
Vibrio Vulnivicus biru, kehijauan (2,3mm)
Vibrio mimicus biru, kehijauan (1mm)
Jenis Entrococcus
Jenis proteus kuning, kehijauan (1mm)
Jenis Pseudomonas biru, kehijauan (1mm)
Kontrol Kwalitas ;
- Kontrol Positif :

Vibrio Colera

- Kontrol Negatif :

Escheristia coli di hambat pertumbuhannya

Mac Conkey Agar (MCA),


Pembenihan ini bersifat selektif untuk hasil gram negative baik Enterobacteriateae
maupun yang non fermented basilgram negative, sedangakn bakteri lainnya umumnya
tidak tumbuh / tumbuh dengan tidak subur.
Persenyawaan utama dalam media ini adalah laktosa, garam empedu dan nerah netral.
Media ini menghambat pertumbuhan bakteri garam poditif yang di sebabkan oleh
garam empedu dan kristal violet, bakteri gram negatif yang tumbuh di bedakan dalam
kemampuannya memfermentasekan aktosa.
Koloni dari bakteri yang memfermentasekan laktosa berwarna merah bata dan di
kelilingi oleh endapan garam empedu. Endapan ini di sebabkan oleh enguraian laktosa
menjadi asam yamg bereaksi dengan garam empedu.
Bakteri yang tidak memfermentasekan laktosa biasanya bersifat pathogen. Golongan
bakteri ini tidakmemperlihatkan perubahan pada media. Warna koloni di lihat pada
bagian koloni terpisah.
Komposisi :
-

Peptone Yeast extract = 17 gram

Protease Pepton

= 3 gram

Agar = 13,5 gram


-

Netral Red = 0,03 gram

Lactosa
0,001gram

= 10 gram

Crystal Violet =

Bile salt no 3

= 1,5 gram

Aquadest = 1000ml

Sodium Cloride

= 5 gram

PH = + 7,4

Alat ;
-

Erlen Meyer

Sendok tanduk

- Gelas ukur

Tabung Reaksi

- Tabung Durham

Beaker Gelas

- Botol semprot

Prosedur Kerja
-

Timbang bahan tersebut di atas, masukkan dalam beaker gelas 50 mL dan larutkan
dengan aquadest dan masukkan dalam Erlen meyer.

Homogenkan dengan cara di panaskan di dalam pemanas selama 15 menit,


kemudian mulut Erlenmeyer di sumbat dengan menggunakan kapas, yang dilapisi
kertas, kemudian sumbatan tersebut di tutup kembali dengan menggunakan kertas,
lalu di ikat.

Sterilkan media tersebut di dalam autoclave pada suhu 121 derajat celcius selama 15
menit

Dinginkan dengan tuangkan ke dalam petridish dan simpan dalam lemari es.
Media dalam MCA ini mempunyai keistimewaan memilih bakteri enteric gram negative
yang memfrementasekan laktosa, karena media ini mengandung laktosa, crystal violet
dan netral rerbile salt. Kemampuan Ecoli memfregmentasekan laktosa menyebabkan
penurunan PH, sehingga mempermudah absorbsi netral red untuk mengubah koloni
menjadi merah bata.
Mikroba lain yang dapat tumbuh pada media ini antara lain : Enterobacter, proteus,
salmonella, shigella, aerobacter, enterococcus.
Endo Agar
Persenyawaan utama dalam media ini adalah laktosa, Na-s\ulfat dan fiksin-busa. Sifat
pertumbuhan koloni pada EA adalah :
1. Bakteri yang tidak memfregmentasikan laktosa

Terlihat sebagai koloni yang terang tembus, tidak berwarna dan di kelilingi oleh media
yang berwarna merah muda. Kelompok media ini menyebabkan indicator fuksinfuksin yang berwarna.
2. Bakteri yang memfregmentasikan laktosa
Trelihat sebagai koloni yang berwarna merah metalik dan di kelilingi oleh media yang
berwarna kemerahan. Perubahan warna media di sekeliling koloni bakteri bukan di
sebabkan oleh pengiraian asam, tetapi oleh reaksi penengahnya yaitu asetaldehida
dengan Na-dulfiat, bakteri gra positif di hambat pertumbuhannya oleh sulfiat dan
fuksin. Beberapa pertumbuhan koloni pada agar ini.
Koloni Mikro organisme
Tidak berwarna, bening lactosa-negative, salmonella, shigella
Merah dengan kilau logam lactosa-positif, E.coli
(Metallic Sheen )
Merah mudam mukoid Enteribacter, klebsiella, citrobacter
Komposisi :
-

Dipotassium phuspate = 3,5 gram

Peptic digest of animal tissuerotease = 10 gram

Agar = 15 gram

Lactosa = 10 gram

Sodium sulfite = 2,5 gram

Basic Fuchsin = 0,5 gram


Alat :

Kertas timbang

Neraca analitik

Sendol

Cawan Petri

Erlenmeyer

Gelasukur

Prosedur Kerja
-

Timbang Endu Agar sebanyak 20, 75 gram

Dilarutkan dalam Erlenmayer dengan aquadest sampai 500mL, kemudian panaskan


kurang lebih 15 menit

Tuang dalam cawan Petri yang sudah di sterilkan kemudian di inkubasi selama 24
jam dengan suhu 121 derajat celcius
Salminella Shigella Agar (SSA)
Perbenihan ini mirip MCA, hanya penggunaanya lebih khusus lagi untuk basil gram
negative pathogen enteric, sehingga di pakai untuk isolasi dari specimen yinja terutama
salmonella shigella yang keduanya memperlihatkan pertumbuhan koloni yang tidak
berwarna. Sebagai bahan penghambat utama adalah garam empedu dan brilliant green
yang tidak hanya mengam,bat bakteri asam positif saja tetapi menekan pertumbuhan
basil pathogen non enteric lainnya.
Komposisi:

Ekstark sapi = 5 gram - Proteose peptone = 5 gram

Laktosa = 10 gram - Garam bile no.3 = 8,5 gram

Natrium sitart = 8,5 gram - Ferrik sitrat = 1 gram

Agar = 13,5 gram Merah netral = 0,025 gram

Hijau brilliant = 0,33 gram - Aquadest = 1000mL

PH
Alat :

Tabung reaksi

Petridisk

Sendok tanduk

Autoclave

Erlenmeyer

Gelas ukur

Timbangan analitik
Prosedur Kerja

Timbang bahan tersebut, kemudian masukkan dalam beaker glass 50 ml dan


larutkan dengan aquadest, lalu masukkan ke dalam Erlenmeyer
Homogenkan dengan cara di panaskan diatas pemabas selama 15 menit
Sterilkan media tersebut di dalam autoclave pada suhu 121 derajat celcius selama 15
menit
Diingimgan dan tuang ke dalam petridish dan simpan dalam lemari es
Kontrol Kwalitas
- Kontrol Positif : Salmpnella typhimurium
Salmonella enteridis
- Kontrol Negative : Enterococcus raecallis
Manitol Salt Agar (MSA)
Persenyawaan utama dalam media ini adalah NaCL 7,5 %, mannitol, dan merah fenol.
Media ini terutama di gunakan untuk membedakan staphylococcus yang bersifat
pathogen dan yang tidak pathogen.
Media ini mengandung kadar NaCL tinggi, sehingga akan menghambat pertumbuhan
bakteri, namun staphylococcus tidak di hambat pertumbuhannya. Staphylococcus
aureus akan membentuk zona kuning. Sedangak S. epidermis akan membentuk zona
merah. Warna kuning di sebsbkan oleh fermentasi mannitol disertai permukaan asam,
sedangkan warna merahdi sebabkan oleh mennitol yang tidak di frementsikan. Merah
fenol merupakan indicator untuk melihat adanya pembentukan asam.
Pada umumnya S. Aureus bersifat pathogen,sedangkan S. Epidermis bersifat tidak
pathogen.
Komposisi:

Ekstark sapi = 1 gram

NaCL = 75 gram

- D-Mannitol = 75 gram

Agar = 15 gram

- Merah fenol = 0,025 gram

Aquadest = 1000mL

- PH = 7,4

Alat :
-

Cawan petri

Gelas kimia

- Proteose peptone no.3 = 10 gram

Tabung reaksi

Autoclave

Erlenmeyer

Rak tabung

Neraca analitik
Prosedur Kerja

Larutksn 60 gram dehydrate medium dalam 1000ml aquadest dingin.


Kocok dan panasi sampai mendidih ( jangan terlalu lama mendidih) sampai larut
sempurna
Tidak usah steril, tuang pada kotak Petri dalam beaker glass 50 ml
Medi Diferensial
Merupakan media yang mengandung zat-zat kimia tertentu untuk membedakan
berbagai tipe bakteri. Media ini berperan dalam pembentukan PH karena aktivitas
mikroba dan membedakan organisme tersebut berdasarkan perubahan PH.
Media yang termasuk dalam differential media yaitu Eosin Methylene Blue Agar
(EMBA)
Eosin Methylene Blue Agar (EMBA)
Komposisi :

Pancreahc digest of gelatin = 10 gram

Jaciose = 10 gram

Dipottasium Phuspate = 2 gram

Eosin = 0,4 gram

Methylem blue = 0,065 gram

Agar = 15,0 gram

Aquadest = 1000ml
Alat :

Cawan petri

Batang pengaduk

Tabung reaksi

Tabung durham

Botol semprot

Autoclave

Erlenmeyer

Rak tabung

Timbangan analitik

Sendok tanduk

Kapas

Tali
Prosedur Kerja

Ditimbang media EMBA sebanyak 18,7 gram kemudian masukkan ke dalam


Erlenmeyer.

Larutkan dengan aquadest 500ml kemudian panaskan kurang lebih 15 menit.

Tuang dalam cawan Petri yang sudah di sterilkan kemudian di inkubasi selama 24
jam dengan suhu 121 derajat celcius.

Pada media EMBA mengandung laktosa dan pewarnaan Methylen blue yang dapt
memberikan perbedaan di antara enteric yang memfrementasikan lactosa dengan yang
tidak sama baiknay seperti identifikasi bakteri E.coli. Media EMBA menghambat
pertumbuhan bakteri gram positif sehingga bakteri gram negative lebih subur. Contoh
bakteri yang tidak memfrementasikan lactosa yaitu Staphylococcus aureus. P.
aerugimnosa dan Salmonella.

PANDUAN PRAKTIKUM PEMBUATAN MEDIA NUTRIEN


AGAR DAN STERILISASI
Posted on 2 Desember 2012 by Arya Manangsang

I. Tujuan
1. Untuk mengenal beberapa cara sterilisasi
2. Mengetahui macam-macam media dan pembuatannya
3. Memperoleh alat dan media yang steril

II. Dasar Teori


Bahan atau peralatan yang digunakan dalam bidang mikrobiologi harus dalam keadaan steril.
Steril artinya tidak didapatkan mikroba yang tidak diharapkan kehadirannya baik yang
mengganggu atau yang merusak media atau mengganggu kehidupan dan proses yang sedang
dikerjakan. Setiap proses baik fisika, kimia, maupun mekanik yang membunuh semua bentuk
kehidupan terutama mikroorganisme disebut dengan sterilisasi (Waluyo, 2005).
Ketika anda pertama kali melakukan pemindahan biakan secara aseptik, sesungguhnya anda
sudah menggunakan salah satu cara sterilisasi, yaitu pembakaran. Sterilisasi adalah proses
menghancurkan semua jenis kehidupan sehingga menjadi steril. Sterilisasi seringkali
dilakukan dengan pengaplikasian udara panas. Ada dua metode yang sering digunakan, yaitu
Panas lembab dengan uap jenuh bertekanan. Sangat efektif untuk sterilisasi karena
menyediakan suhu jauh di atas titik didih, proses cepat, daya tembus kuat dan kelembaban
sangat tinggi sehingga mempermudah koagulasi protein sel-sel mikroba yang menyebabkan
sel hancur. Suhu efektifnya adalah 121C pada tekanan 5 kg/cm2 dengan waktu standar 15
menit. Alat yang digunakan : pressure cooker, autoklaf (autoclave) dan retort. Panas kering,
biasanya digunakan untuk mensterilisasi alat-alat laboratorium. Suhu efektifnya adalah 160C
selama 2 jam. Alat yang sering digunakan pada umumnya adalah oven (Hadioetomo, 1993).
Agar biakan murni dapat dibuat, medium harus steril sebelum inokulasi; yaitu kita harus
yakin bahwa tidak ada organismehidup dapat berada dalam medium jika diinokulasi. Metode
yang lazim digunakan untuk mensterilkan media ialah menempatkannya dalam otoklaf
(sebetulnya panci masak bertekanan besar dan dielaborasi). Otoklaf menggunakan uap
bertekanan untuk menaikkan suhu barang yang sedang disterilkan sampai suatu taraf yang
mematikan semua bentuk kehidupan. Untuk sterilisasi rutin, otoklaf biasanya dioperasikan
pada tekanan uap 15 lb/in2. Pada tekanan ini suhu menjadi 121C. Waktu yang diperlukan
pada suhu ini adalah 15 sampai 20 menit. Apabila medium berukuran besar disterilkan, maka
waktu yang diperlukan akan lebih panjang, karena panas memerlukan waktu untuk
menembus bahan tersebut (Volk & Wheeler, 1993).
Metode sterilisasi secara fisik dapat dipakai bila selama sterilisasi dengan bahan kimia tidak
akan berubah akibat suhu yang tinggi atau tekanan yang tinggi. Cara kerja dari panas
tersebut, bahwa panas membunuh mikroba karena mendenaturasi protein, terutama enzim dan
membran sel. Panas kering membunuh bakteri karena oksidasi komponen-komponen sel.
Daya bunuh panas kering tidak sebaik panas basah. Hal ini dibuktikan dengan memasukkan
biakan mikroba dalam air mendidih akan cepat mematikan daripada dipanasi secara kering
(Waluyo, 2005).
Faktor yang mempengaruhi keberhasilan sterilisasi sistem batch adalah temperatur dan lama
pemanasan. Proses pemusnahan mikroba kontaminan dapat digambarkan sesuai reaksi kimia
orde satu yang memenuhi persamaan kinetika :
1. Dimana N adalah jumlah sel yang hidup pada waktu t tertentu, t adalah
lama sterilisasi dan Kd adalah konstanta laju kematian spesifik. Dengan

memplot nilai terhadap t, maka didapat garis lurus dengan kemiringan Kd. pada kematian mikroorganisme secara sterilisasi juga berlaku
persamaan Arhenius yang menunjukkan bahwa temperatur
mempengaruhi konstanta laju kematian spesifik.
2. Dimana A adalah konstanta Arhenius, Ea adalah energi aktivasi, dan R
adalah konstanta gas dan T adalah temperatur absolut pemanasan. Dari
persamaan ini terlihat bahwa laju reaksi kematian sel akan meningkat jika
temperatur sterilisasi meningkat karena peningkatan temperatur
menyebabkan peningkatan Kd. nilai Ea dan Kd didapat dari hubungan
pada persamaan Arhenius tersebut dengan cara mengalurkan ln Kd
terhadap 1/T (Achmad, 2007).

Media adalah suatu bahan yang terdiri dari campuran zat-zat hara (nutrien) yang berguna
untuk membiakkan mikroba. Dengan menggunakan bermacam-macam media dapat
dilakukan isolasi, perbanyakan, pengujian sifat fisiologis dan perhitungan sejumlah mikroba.
Supaya mikroba dapat tumbuh baik dalam suatu media, maka medium tersebut harus
memenuhi syarat-syarat, antara lain:
1. harus mengandung semua zat hara yang mudah digunakan oleh mikroba,
2. harus mempunyai tekanan osmosis,
3. tegangan permukaan dan pH yang sesuai dengan kebutuhan mikroba
yang akan tumbuh,
4. tidak mengandung zat-zat yang dapat menghambat pertumbuhan
mikroba,
5. harus berada dalam keadaan steril sebelum digunakan, agar mikroba yang
ditumbuhkan dapat tumbuh dengan baik (Sutedjo, 1991).

Agar-agar, gelatin atau gel silika merupakan bahan untuk membuat medium menjadi padat.
Namun, yang paling umum digunakan adalah agar-agar. Meskipun bahan utama agar-agar
adalah gelatin, yaitu suatu kompleks karbohidrat yang diekstraksi dari alga marin genus
Gelidium, namun sebagian besar mikroorganisme tidak dapat menggunakannya sebagai
makanan sehingga agar-agar dapat berlaku hanya sebagai pemadat (Hadioetomo, 1993).
Saat ini media agar merupakan media yang sangat umum digunakan dalam penelitianpenelitian mikrobiologi. Media agar ini memungkinkan untuk dilakukannya isolasi bakteri
dari suatu sampel, karakterisasi morfologi, sampai penghitungaan bakteri yang dikenal
dengan nama total plate count. Bentuk koloni bakteri dan warna-warninya mudah sekali
dikenali dengan media ini dengan cara mengubah komposisi nutrien atau menambahkan
indikator. Komposisi media bakteri dapat dimodifikasi sehingga dapat digolongkan menjadi
media umum, media selektif (bakteri tertentu saja yang dapat tumbuh) dan media diferensial
(bakteri tumbuh dengan memberikan ciri-ciri tertentu) (Achmad, 2007).

Media alamiah, misalnya susu skim, tidak begitu sulit di dalam penyiapannya sebagai media
pertumbuhan mikroba, karena hanya cukup dengan dituang ke dalam wadah yang telah
disterilkan. Media dalam bentuk kaldu nutrien atau yang mengandung agar, disiapkan dengan
cara melarutkan masing-masing bahan yang dibutuhkan atau lebih mudah lagi dengan cara
menambahkan air pada suatu produk komersial berbentuk medium bubuk yang sudah
mengandung semua nutrien yang dibutuhkan. Pada praktisnya, semua media tersebut secara
komersial dalam bentuk bubuk, seperti PCA (Plate Count Agar), NA (Nutrient Agar), TSA
(Trypticase Soy Agar) dan lain-lain. Bakteri, dari kata latin bacterium (jamak, bacteria)
adalah kelompok raksasa dari organisme hidup, mereka sangatlah kecil (mikroskopik) dan
kebanyakan uniseluler (bersel tunggal), dengan struktur sel yang relatif sederhana tanpa
nukleus (inti sel), Cytoskelen, dan organik lain seperti mitokondria dan kloroplas. Karena
bakteri merupakan prokaryota, untuk membedakan dengan organisme lain yang memiliki sel
yang lebih kompleks, disebut eukaryota. Bakteri adalah yang paling berkelimpahan dari
semua organisme. Mereka tersebar (berada dimana-mana) di tanah, air dan sebagai simbiosis
dari organisme lain. Banyak patogen merupakan bakteri. Kebanyakan dari mereka kecil,
biasanya berukuran 0.5 5 m, meskipun akan ada juga jenis yang dapat menjangkau 0.3
mm dalam diameter (Thiomargarita) (Rachdie, 2006).
III. Alat
1. Cawan Petri,
2. Erlenmeyer,
3. Tabung reaksi,
4. Otoklaf,
5. Pipet mohr,
6. Sudip,
7. Neraca analitik,
8. Magnetic stirer,
9. Hot plate dan
10.Rak tabung reaksi

IV. Bahan
1. Akuades,
2. Nutrient Agar (NA),
3. Potato Destroxe Agar (PDA) dan

4. MEA (Malt Extract Agar).

V. Prosedur Kerja
Standarisasi Praktikum
1. Periksa autoclave dengan melihat kondisi aquades dibagian bawah dan
kondisi umum autoclave (kebersihan, kabel, dll).
2. Bungkus alat-alat gelas dan non gelas dengan kertas cokelat dengan cara
sedemikian mungkin.
3. Masukkan semua bahan dan alat kedalam keranjang sterilisasi dengan
mengatur posisi yang mantap.
4. Tutup autoclave dengan memutar alat penutup sesuai direksi manualnya.
5. Setting waktu dan suhu.
6. Kemudian tekan START.
7. Tunggu sampai alarm berbunyi dan matikan dengan tekan tombol on/off
dan cabut kabel.
8. Ingat biarkan sampai tanda indikator tekanan betul-betul menunjukkan
angka nol.
9. Jangan dibuka sembarangan, jika tidak mengikuti aturan, autoclave akan
meledak layaknya bom.
10.Hati-hati dalam bekerja. Jika tidak tahu, tanyakan ke petugas
laboratorium.

Pembuatan Media NA dan Sterilisasi


1. 1,2 gram nutrien agar (NA) ditimbang dan dimasukkan ke dalam
Erlenmeyer.
2. Ditambahkan 50 mL akuades.
3. Dipanaskan di atas hot plate hingga mendidih sambil diaduk dengan
magnetic stirer sampai homogen, lalu dibiarkan beberapa saat.
4. Dipipet sebanyak 4 mL dan dimasukkan ke dalam tiga buah tabung reaksi.
5. Tabung reaksi disumbat dengan kertas dan ditutup dengan kertas yang
diikat dengan karet gelang.
6. Dimasukkan dalam autoklaf untuk disterilkan beserta alat-alat yang akan
digunakan selama 2 jam pada suhu 1211C dan tekanan 15 psi.

Pembuatan Media PDA dan Sterilisasi


1. 1,95 gram potato destroxe agar (PDA) ditimbang dan dimasukkan ke
dalam Erlenmeyer.
2. Ditambahkan 50 mL akuades.
3. Dipanaskan di atas hot plate hingga mendidih sambil diaduk dengan
magnetic stirer sampai homogen, lalu dibiarkan beberapa saat.
4. Dipipet sebanyak 4 mL dan dimasukkan ke dalam tiga buah tabung reaksi.
5. Tabung reaksi disumbat dengan kertas dan ditutup dengan kertas yang
diikat dengan karet gelang.
6. Dimasukkan dalam autoklaf untuk disterilkan beserta alat-alat yang akan
digunakan selama 2 jam pada suhu 1211C dan tekanan 15 psi.

Pembuatan Media MEA (Malt Extract Agar) dan Sterilisasi


1. 2,4 gram MEA ditimbang dan dimasukkan ke dalam Erlenmeyer.
2. Ditambahkan 50 mL akuades.
3. Dipanaskan di atas hot plate hingga mendidih sambil diaduk dengan
magnetic stirer sampai homogen, lalu dibiarkan beberapa saat.
4. Dipipet sebanyak 4 mL dan dimasukkan ke dalam tiga buah tabung reaksi.
5. Tabung reaksi disumbat dengan kertas dan ditutup dengan kertas yang
diikat dengan karet gelang.
6. Dimasukkan dalam autoklaf untuk disterilkan beserta alat-alat yang akan
digunakan selama 2 jam pada suhu 1211 C dan tekanan 15 psi.

VI. ANALISIS DATA


Pembuatan Media NA dan Sterilisasi
1. Tentukan komposisi Nutrient Agar (20 gr/L).
2. Tentukan warna sesudah sterilisasi.

Pembuatan Media PDA dan Sterilisasi


1. Tentukan komposisi Potato Destroxe Agar (39 gr/L).
2. Tentukan warna sesudah sterilisasi.

Pembuatan Media Media MEA dan Sterilisasi

1. Tentukan komposisi Malt Extract Agar (48 gr/L).


2. Tentukan warna sesudah sterilisasi

VII. Pertanyaan
1. Apa fungsi dari media tanam mikroba?
2. Apa saja syarat-syarat pemilihan medium tanam mikroba?
3. NA, PDA, dan MEA termasuk media penanaman mikroba jenis apa?
4. Apa fungsi dari sterilisasi?
5. Apa saja teknik-teknik dalam proses sterilisasi?

Daftar Pustaka
Achmad, D,. 2007, Media Agar. Ide Besar Istri Peneliti, http://www.nvtech.com , Diakses
tanggal 1 November 2010
Hadioetomo, RS, 1993, Teknik dan Prosedur Dasar Laboratorium Mikrobiologi. Gramedia:
Jakarta
Rachdie, 2006, Mengenal Media Pertumbuhan Mikrobia,
http://rachdie.blogsome.com/2006/10

laporan pembuatan media agar untuk bakteri dan jamur


January 18, 2013 by nurfitrirahim

BAB I
PENDAHULUAN

1. Latar Belakang

Medium adalah bahan yang terdiri dari campuran zat-zat untuk menambahkan mikroba.
Selain itu juga berguna untuk isolasi sifat-sifat fisiologi dan perhitungan jumlah mikroba
dalam suatu bahan.
Begitu tersedia kodisi yang memuaskan untuk kultivasi, maka reproduksi dan
pertumbuhan bakteri dapat diamati dan diukur, untuk menentukan pengaruh berbagai kondisi
baik terhadap reproduksi dan pertumbuhan bakteri tersebut, dan untuk menentukan
perubahan-perubahan apa saja yang dihasilkan oleh bakteri di dalam lingkngan tumbuhnya.

Mikrobiologi adalah satu ilmu yang mempelajari kehidupan dan mikroba organisme
hidup yang berukuran mikro atau sangat renik. Mikroorganisme ini sangaterat kaitannya
denga kehidupan, baik yang bermanfaat atau merugikan makhluk hidup yang lainnya. Ada
diantara mereka yang hidup dalam media agar yang dapat menyebabkan penyakit ataupun
menguntungkan misalnya dalam proses pembutan anggur, keju, yogurt, produksi penisilin
dan proses pembuangan limbah (Tortora, 1992 : 22).
Untuk menelaah bakteri di laboratorium kita harus dapat menumbuhkan bakteri dalam
biakan murni.Untuk melakukan hal itu, haruslah mengerti jenis-jenis nutrient yang
disyaratkan oleh bakteri dan juga macam lingkngan fisik yang menyediakan kondisi optimum
bagi pertumbuhannya. Dalam pembuatan medium harus ada beberapa persyaratan yang harus
dipenuhi yaitu sebagai berikut :
1. Mengandung semua zat yang mudah digunakan oleh mikroba.
2. Tidak mengandung zat penghambat pertmubuhan.
3.

Mempunyai tekanan osmose dan tekanan muka.

4. Mempunyai derajat keasaman (pH) yang sesuai.


5. Dan dalan keadaam seteril.

Medium dapat dibedakan menjadi 3 macam, yaitu :


1. Berdasarkan susunan kimianya, yaitu medium organic, medium anorganik,
mediu sintetik dan medium nonsintetik.
2. Berdasarkan konsistensi medium yaitu medium cair, padat dan semi
padat.
3. Berdasarkan fungsi yaitu diperkaya, spesifik, perhitungan penguji dan
khusus.

Dalam pembuatan media agar ini, dilakukan dengan pembuatan Media agar OF,
Media agar TS, Media agar MR, Media agar TSI, dan Media uji agar indole, yang telah
disiapkan dan diseterilkan. Setelah disterilkan semua media tersebut didapatkan berbagai
warna, seperti : Media agar OF berwarna hijau, Media agarTS berwarna kuning.
Mikroorganisme seperi bakteri yang terdapat di ikan atau
lingkungan budidaya, umumnya terdapat dalam populasi campuran. Untuk keperluan
identifikasi diperlukan suatu biakan murni sehingga teknik isolasi mutlak diperlukan.
Mikroorganisme yang telah diisolasi ini belum dapat ditentukan sifat atau jenis bakterinya.
Pengamatan mengenai bentuk morfologi, sifat gram, dan pola penataan sel dapat diketahui
dengan cara pewarnaan gram. Akan tetapi, untuk mengetahui jenis bakteri tidak cukup hanya
dengan metode pewarnaan gram.

Seperti halnya mikroorganisme lainnya bakteri mempertahankan kehidupannya melalui


penyesuaian diri terhadap lingkungan demi kelanjutan generasinya. Untuk itu, bakteri mampu
merombak dan menggunakan bahan kimia (dalam bentuk larutan) yang ada di linkungannya
sebagai sumber energi dan zat pembangunan. Setiap jenis spesies bakteri mempunyai
karakterisasi sifat biokimia dan fisiologi yang khas. Sifat-sifat ini dapat dijadikan acuan
dalam proses identifikasi. Oleh karena itu dalam praktikum kali ini dilakukan uji enzimatik
untuk mengetahui karakteristik sifat dari bakteri.

1. TUJUAN

Membuat media agar untuk bakteri dan jamur

Mengetahui organ penyakit dari organ dan luka

Mempelajari karakteristik sifat biokimia dan fisiologi bakteri sehingga


dapat melakukan identifikasi bakteri

BAB II
METODOLOGI

1. Waktu dan Tempat

Hari/ tanggal

Selasa/ 24 April 2012

Pukul

09.00 selesai

Tempat

Lab. Hama dan Penyakit

1. Alat dan Bahan

Alat :

Bahan :

Cawan petri

Aquades

Erlemeyer

TCBS

Timbangan analitik

OF 1,1 gr

Mesin autoklaf

TSA

Alumunium foil

GELATIN

Gelas piala

TSA + NaCl 1,5%

Ose

Ikan nila

Incubator

H2O2

Media SIM

KOH

Media OF

Paraffin cair

Kertas sitokrom

Biakan bakteri (otak)

Media gelatin

Pipet micron

1. Prosedur kerja

1. Pembutan media agar


1. Bahan masing-masing media dimasukkan kedalam erlenmeyer,
dilarutkan dengan aquadest lalu ditutup dengan aluminium foil.
2. Kemudian masukkan kedalam wadah yang berisi air kemudian
dimasak hingga mendidih/ bening.

3.

Bila sudah larut dan bening kemudian dimasukkan dalam autoklaf


namun ada juga media yang tidak perlu di autoklaf

4. Setelah steril, didapatkan berbagai media dengan berbagai warna,


kemudian media didinginkan hingga suhu 50 o C lalu dimasukkan
kedalam cawan petri dan ditutup.

1. Kultur penyebab penyakit


1. Siapkan alat dan bahan
2. Bersihkan meja dengan alcohol
3. Potong sirip ekor ikan nila
4. Nyalakan Bunsen
5. Masukkan sirip ekor ikan nila kedalam cawan petri
6. Beri larutan fisiologis
7. Homogenkan dan diamkan beberapa menit
8. Ambil larutan fisiologis tadi dengan menggunakan pipet
9. Tuangkan kedalam media PCA
10.Tutup media PCA dan rekatkan dengan menggnakan parafilm
11.Beri label, dengan format tanggal,nama kelompok, jenis ikan dan
organ yang digunakan
12.Inkubasi selama 24 jam dengan posisi terbalik.

1. Isolasi penyebab penyakit


1. Ambil koloni biakanbakteri yang telah diinkubasi dengan
menggunakan ose
2. Inokulasi biakan bakteri kedalam media PCA dengan menggunakan
metode gores
3. Inkbunasi selama 24 jam
4. Apabila sudah didapatkan biakan yang murni, ambil sedikit hasil
biakan kemudian inokulasi kembali pada media miring dengan
menggoreskan pada permukaan media dengan cara siksak.

5. Tutup tabung tabung reaksi


6. Inkubasi lagi selama 24 jam

Uji biokimia

1. Uji KOH
1. Ambil biakan bakteri dari media miring dengan menggunakan ose
2. Simpan biakan pada objek gelas
3. Tetesi dengan larutan KOH
4. Kemudian homogenkan, lalu angkat

1. Uji katalase
1. Ambil biakan bakteri dari media miring dengan menggunakan ose
2. Simpan biakan dalam objek gelas
3. Tetesi dengan larutan H2O2
4. Homegenkan,
5. Amati perubahan yang terjadi

1. Uji motil
1. Ambil biakan bakteri dengan ose lurus
1. Masukkan kedalam media SIM dengan cara menusukkan ose
secara vertical sampai kedasar tabung
2. Tutup tabung reaksi
3. Inkubasi selama 24 jam

1. Uji oksidasi

1. Ambil biakan bakteri dengan menggunaka ose


2. Taruh kedalam objek gelas tambahkan aquades
3. Homogenkan
4. Ambil biakan tadi yg telah diencerkan dengan aquades ke kertas
sitokrom
5. Amati yang terjadi

1. Uji OF
1. Siapkan alat dan bahan
2. Beri label pada tabung A dan tabung B
3. Ambil biakan bakteri denggan menggunakan ose
4. Tusukkan kedalam media OF
5. Tabung B ditetesi dengan paraffin cair setinggi 1 cm kemudian
ditutup
6. Inkubasi selama 24 jam
7. Amati perubahan yang terjadi

1. Uji gelatin
1. Ambil biakan bakteri dengan ose lurus
2. Masukkan kedalam media gelatin dengan cara menusukkan ose
secara vertical sampai kedasar tabung
3. Tutup tabung reaksi
4. Inkubasi selama 24 jam

BAB III
HASIL DAN PEMBAHASAN

1. Hasil
Pembuatan media Agar

Media

Warna

TCBS

Hijau pekat

OF

Hijau bening

TSA

Kuning

GELATIN

Kuning kecoklatan

TSA + NaCl

Kuning

Jenis uji

Hasil

keterangan

Uji KOH 3%

berlendir

Uji katalase

berbusa

Uji oksidase

Tidak berwarna

Uji motil

Tumbuh disemua bagian media

Uji gelatin

Membeku/ padat

Uji OF
-

Berwarna hijau

Tabung B

Berwarna hijau

(paraffin cair)

1. Pembahasan

Tabung A

Uji biokimia

Pembuatan
media agar

Pada praktikum digunakan media agar uji TSA, Media agar uji OF, Media
agar uji gelatin, Media agar uji TSA + NaCl, yang alatnya sudah disterilkan. Dan adapun
medium yang digunakan nutrient agar digunakan untuk menambahkan bakteri dan plate
count agar (PCA) digunakan sebagai medium untuk menumbuhkan jamur. PCA ini jarang
digunakan karena tidak spesifik dan juga selain menumbuhkan bakteri, jamur juga ikut
tumbuh. Jadi kita hendak salah satu harus dilakukan dengan cara isolasi terlebih dahulu.
Media yang telah ada diatas disterilkan beserta alat-alatnya. Kemudian media
dicampur dengan aquadest dan dipanaskan dengan hotplate dan diaduk. Setelah diperoleh
media yang telah dipanaskan tersebut dibagi kedalam beberapacawan petri yang telah
tersedia.khusus untuk beberapa media dimasukkan kedalam autoklaf terlebih dahulu. Hal ini
dimaksudkan untuk mencegah terjadinya kontaminan yang masuk.
Selain itu, pada praktikum ini dilakukan pemanasan yang bertujuan untuk mencampur
zat sampai menjadi homogen dan juga untuk sterilisasi. Pada praktikum ini tidak
menggunakan plate count agar dikarenakan berfungsi untuk menumbuhkan bakteri dan
jamur.
Menurut Suryawiris (1986), salah satu persyaratan untuk menumbuhkan
mikrobia adalah tekanan osmose, hal ini untuk dimasukkan karena dapat digunakan untuk
medium yang padat yang tumbuh didalam media tersebut adalah bakteri aerob
(membutuhkan oksigen) oleh karena itu dibutuhkan tegangan osmose agar bakteri dapat
tumbuh diatas permukaan dan memperoleh oksigen yang dibutuhkan untuk hidup.
Menurut Dwiseputro (1989 : 39), mikroba adalah suatu mikroorganisme yang hidup
dan melakukan aktivitas seperti halnya makhluk hidup lainnya. Salah satunya mempunyai
warna media yang tidak disterilakan karena terdapat kemugkianan ada mikroorganisme yang
menempel atau yang terkontaminasi oleh mikroba yang ada diudara, angina atau yang ada
didalam media itu sendiri. Sedangkan yang telah mengalami sterilisasi tidak mengalami
sterilisasi tidak mengalami perubahan yang sangat berarti dan kemungkianan untuk
terkontaminasi juga sangat kecil karenasebagian mikroba yang ada didalamnya sudah musnah
karena mengalami pemanasan dengan suhu tinggi.

Uji Biokimia

Uji-uji biokimia yang biasanya dipakai dalam kegiatan identifikasi bakteri atau
mikroorganisme yaitu antara lain adalah uji motil, uji katalase, uji KOH, uji OF, hidrolisis
gelatin, uji oksidase dan lain-lain. Uji-uji ini sangat penting dalam identifikasi bakteri-bakteri
patogen begitu pula uji yang lain sebenarnya digunakan untuk mengidentifikasi bakteri
dengan karakter tertentu, yang mana dengan karakter tersebut ia dapat dibedakan dengan
jelas dari bakteri-bakteri yang lain yang hidup disekitarnya (Dwidjoseputro, 1994).

Uji katalase positif menunjukkan bahwa bakteri mempunyai enzim katalase untuk
menguraikan H2O2 menjadi oksigen dan air. Reaksi positif ditandai dengan adanya gelebunggelembung pada gelas objek sama halnya dengan uji KOH 3% negative karena berlendir
setelah diteteskan larutan KOH.
Berdasarkan uji motilitas yang telah dilakukan didapatkan bahwa baik bakteri yang terdapat
pada organ otak motil. Hal ini dapat dilihat bahwa pertumbuhan bakteri tidak hanya dibekas
tusukan melainkan juga di atas medium. sedangkan Berdasarkan pengujian oksidase
diketahui bahwa bakteri tersebut tidak menunjukkan reaksi yang positif karena kertas yang
digunakan tidak megalami perubahan warna. Hal ini menunjukkan bahwa bakteri tersebut
mempunyai enzim dehidrogenase.
Media OF merupakan salah satu media yang digunakan untuk pengujian fisiometabolisme suatu bakteri yakni untuk mengetahui kemampuan memecah karbohidrat
(glukosa) dalam suasana aerobic (oksidatif) atau anerobik (fermentative). Berdasarkan hasil
pengujian OF didapatkan bahwa bakteri yang diambil dari organ otak tersebut tidak mampu
merubah warna medium menjadi kuning dengan atau tanpa parafin. Hal ini berarti bakteri
tersebut tidak mampu memecah karbohidrat (glukosa) dalam suasana aerobik ataupun
anaerobik.
Uji selanjutnya yaitu uji gelatin. Gelatin adalah protein yang diperoleh dari hidrolisis kolagen
yaitu zat pada jaringan penghubung dan tendon dari hewan. Hasil uji menunjukan bakteri
memberikan hasil negative (-). Hal ini menunjukan bakteri tersebut tidak memiliki enzim
proteolitik karena gelatin membeku saat dimasukan ke lamari pendingin. Atau juga dapat
dikatakan bahwa gelatin tidak terhidrolisis.
Hasil pengamatan karakteristik sifat biokimia dan fisiologi bakteri dengan menggunakan
beberapa uji yang kemudian dicocokkan dengan table cowan, maka dipeoleh hasil yaitu
kemungkinan besar bakteri tersebut berasal dari genus Aeromanas. Aeromonas merupakan
bakteri gram negatif, Bakteri gram-negatif adalah bakteri yang tidak mempertahankan zat
warna metil ungu pada metode pewarnaan Gram. Aeromonas berbentuk batang pendek
( 1,3-2,0 x 0,8-1,3 m ), motil atau bergerak, tidak membentuk spora, fakultatif anaerob,
resisten terhadap 0/129, pertumbuhan optimum pada suhu 22C, G+C ratio 57-63%,
memproduksi brown pigmen yang diffusible (untuk strain typical). Koloni bakteri ini
berwarna putih, kecil, bulat, dan cembung.

BAB IV
PENUTUP

1. Kesimpulan

Dari hasil praktikum dapat disimpulkan :


1. Suatu media telah diketahui secara rinci komposisi yang akan digunakan
tersebut disebut dengan media sintetik.
2. Media yang digunakan harus dalam keadaan steril dan media tersebut
tidak di tumbuhi oleh mikroba.
3. Berdasarkan hasil uji yang telah dilakukan terhadap bakteri yang diambil
dari organ otak maka dapat disimpulkan bahwa kemungkinan besar
bakteri tersebut berasal dari genus Aeromonas.

1. Saran

Saran kami yaitu agar perlatan yang digunakan dalam praktikum dipersiapkan dalam
keadaan steril serta berhati-hati dalam melakukan praktikum.