Anda di halaman 1dari 2

A. Baist Khaerul U.

(1127040001)
ANALISIS KADAR AIR BAHAN DENGAN METODE THERMOGRAVIMETRI
Pembahasan
Percobaan ini, dilakukan untuk menentukan kadar air suatu bahan dengan metode
thermogravimetri. Dimana air diuapkan dari bahan dengan energi panas, kehilangan berat selama
pemanasan merupakan jumlah air yang terdapat dalam bahan tersebut.
Pada pecobaan pertama dilakukan penghalusan pada nasi, ini dimaksudkan untuk memperluas
luas permukaan bahan, karena faktor yang mempengaruhi kecepatan reaksi dimana semakin luas
permukaan sentuhan antara zat-zat yang bereaksi, semakin banyak molekul-molekul yang
bertumbukan dan semakin cepat reaksinya.
Digunakan botol timbang karena biasanya digunakan di dalam menentukan kadar air suatu
bahan. Selain itu digunakan untuk menyimpan bahan yang akan ditimbang terutama untuk bahan cair
dan pasta.
Kemudian dimasukan ke oven ini berfungsi untuk memanaskan ataupun mengeringkan bahan
untuk mengukur kadar air.
Kemudian bahan disimpan di desikator ini dimaksudkan agar bahan selalu kering yaitu dengan
menyimpan di eksikator atau dessikator yang telah diberi zat penyerap air karena suatu bahan yang
telah mengalami pengeringan ternyata lebih bersifat higroskopis daripada bahan asalnya. Penyerap
air/uap air ini dapat menggunakan kapur aktif; asam sulfat; silika gel;alluminium oksida; kalium
khlorida; kalium hidroksida; kalium sulfat atau barium oksida.
Dilakukan penimbangan dan didapat berat sesudah pengeringan yaitu sebesar 17,0052 g, yang
dimana sebelum pemanasan beratnya 18,1975 g. Pengurangan berat ini karena adanya proses
dekomposi yaitu pemutusan ikatan kimia, evaporasi yaitu kehilangan senyawa atsiri pada peningkatan
suhu, reduksi yaitu interaksi bahan dengan pereduksi, dan desorpsi.

Sedangkan kenaikan massa disebabkan oleh proses oksidasi yaitu interaksi bahan dengan agen
pengoksidasi, dan absorpsi.

Pengurangan berat bahan dilakukan sampai konstan karena pada pemanasan pertama bahan
lain di samping air juga ikut menguap dan ikut hilang bersama dengan uap air misalnya alkohol, asam
asetat, minyak atsiri dan lain-lain.
Setelah pemanasan warna dari bahan yaitu nasi sendiri mengalami pengubahan warna menjadi
kecokelatan ini karena gula yang terkandung dalam nasi mengalami dekomposisi atau karamelisasi,
karemelisasi ini dapat mempengaruhi penentuan dengan metode thermmogravimetri itu sendiri.
Kesimpulan
Berdasarkan praktikum analisis kadar air dengan metode thermogravimetri didapat :
-

Wet basis = 98,4898 %


Dry basis = 6561,728 %

Pustaka
- Bird, E.W. dan Sturtevant, F. 1992. Extraction of FD&C dyes from Common Food Source.J Chem Edu 69
- Fessenden and Fessenden. 1994. Organic Chemistry, 5th edition. California: Wademorth.
- https://www.scribd.com/doc/244482696/ANALISA-THERMOGRAVIMETRI(diakses
tanggal 25/02/2015)
- Winarno, F. G. 1991. Kimia Pangan dan Gizi.Jakarta:Gramedia Pustaka Utama