Anda di halaman 1dari 2

Nama : Taufik Ramadhan

NPM

: 270110130022

Kelas : B

Tipe Letusan Gunung Api


Gunung api adalah gunung yang terbentuk akibat material hasil erupsi menumpuk di sekitar pusat
erupsi atau gunung yang terbentuk dari erupsi magma. Gunung api hanya terdapat pada tempat-

tempat tertentu, yaitu pada jalur punggungan tengah samudera, pada jalur pertemuan dua buah
lempeng kerak bumi, dan pada titik-titik panas di muka bumi tempat keluarnya magma, di benua
maupun di samudera (hot spot).
Gunung berapi memiliki beberapa bentuk yang sering berubah sepanjang masa hidupnya.
Gunung berapi yang aktif mungkin berubah menjadi separuh aktif, istirahat, dan akhirnya dapat
ditentukan menjadi tidak aktif ataupun mati. Beberapa jenis type letusan gunung api diantaranya :
a) Letusan Gunung Api
Setiap gunung berapi memiliki karakteristik letusan (erupsi) tertentu yang dapat dilihat
dari beberapa segi. Dilihat dari derajat kekentalan magma, tekanan gas magmatik, kedalaman
dapur magma dan bahan material yang dikeluarkannya, letusan gunung api dibedakan sebagai
berikut.
b) Letusan Tipe Hawaii
Tipe Hawaii terjadi karena lava yang sangat cair dan bentuknya seperti perisau atau
tameng dan mengalir ke segala arah. Skala letusannya relatif kecil namun memiliki intensitas
yang cukup tinggi. Beberapa gunung yang memiliki Letusan Tipe Hawaii adalah Maona Loa,
Maona Kea, dan Kilauea di Hawaii.
c) Letusan Tipe Stromboi
Letusan yang memiliki interval waktu yang hampir sama. Gunung api Stromboli di
Kepulauan Lipan jarak waktu letusannya lebih kurang 12 menit. Jadi setiap kurang lebih 12
menit lava mendidih, kemudian terjadi letusan. Bom, lipari dan abu dilontarkan keluar. Gununggunung yang mengalami letusan seperti Tromboli adalah Vesivius (Italia) dan Gunung Raung
(Jawa).
d) Letusan Tipe Vulkano
Tipe letusannya mengeluarkan material padat, seperti bom, abu, lapili, serta bahan-bahan
padat dan cair atau lava. Tipe letusan ini dikelompokkan atas kekuatan erupsi dan kedalaman
dapur magmanya. Dapur magma yang bervariasi dari dangkal sampai dalam, sehingga memiliki
tekanan yang sedang sampai tinggi. Daya rusak yang dihasilkan cukup besar. Beberapa gunung

yang memiliki Letusan Tipe Vulkano adalah Gunung Vesuvius dan Etna di Italia, serta Semeru di
Jawa Timur.
e) Letusan Tipe Merapi
Letusan tipe ini mengeluarkan lava kental sehingga menyumbat mulut kawah.
Akibatnya, tekanan gas menjadi semakin bertambah kuat sehingga sumbatan terangkat pecahpecah. Sumbatan yang pecah-pecah terdorong ke atas yang akhirnya terlempar keluar. Material
ini menuruni lereng gunung sebagai ladu atau gloedlawine. Selain itu, terjadi pula awan panas
atau gloedwolk atau sering disebut wedhus gembel. Tipe letusan merapi sangant berbahaya bagi
penduduk di sekitarnya.
f) Letusan Tipe Perret atau Plinian
Tipe letusan ini sangat berbahaya dan sangat merusak lingkungan karena ledakannya
yang sangat dahsyat. Pada tipe ini, material yang dilemparkan mencapai ketinggian sekitar 80
km. Memiliki ciri seperti letusan tiangan, gas yang sangat tinggi, dan dihiasi oleh awan
menyerupai bunga kol di ujungnya. Letusan tipe ini dapat membobol puncak vulkan hingga
dinding kawah melorot atau melemparkan kepundan, misalnya letusan Gunung Krakatau pada
tahun 1883 dan St. Helens pada tanggal 18 Mei 1980.
g) Letusan Tipe Pelee
Letusan tipe ini biasanya terjadi jika di puncak gunung api terdapat sumbatan kawah
yang bentuknya seperti jarum sehingga menyebabkan tekanan gas menjadi bertambah besar.
Apabila sumbatan kawah tidak kuat, maka gunung tersebut meletus.
h) Letusan Tipe Sint Vincent
Tipe letusan ini terjadi pada gunung api yang mempunyai danau kawah. Selanjutnya, jika
gunung apu tersebut meletus, air danau kawah akan tumpah bersama lava. Letusan ini
mengakibatkan daerah di sekitar gunung tersebut akan diterjang lahar panas yang sangat
berbahaya, misalnya letusan Gunung Kelud pada tahun 1919 dan Gunung Sint Vincent pada
tahun 1902.

Daftar Pustaka
http://sman1glagah.com/tipe-letusan-gunung-api/
http://www.pengertianahli.com/2013/11/pengertian-dan-jenis-gunung-api.html#_