P. 1
Pusat Inkubasi Bisnis Usaha Kecil

Pusat Inkubasi Bisnis Usaha Kecil

|Views: 485|Likes:
Dipublikasikan oleh moer76

More info:

Published by: moer76 on Jan 25, 2010
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPT, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/21/2013

pdf

text

original

PINBUK

PUSAT INKUBASI BISNIS USAHA KECIL
Jl. Warung Jati Timur No 1 Kalibata Jakarta Selatan Telp. 021-79180980 Fax. 79192310 Email: pinbukpusat@yahoo.com

Pokok Pikiran yang dilaksanakan adalah : (PARADIGMA BARU) : 1). Dari KELOMPOK menu“seragam” menjadi POKUSMA menu“terbuka”, 2). Dari “sekedar” KELOMPOK menjadi POKUSMA yang “diintregasikan dengan pengembangan BMT yang profesional”, 3). Dari KELOMPOK sekedar “asal bentuk” menjadi POKUSMA yang pembentukan dan kegiatannya dilaksanakan melalui “tahapan persiapan sosial”, 4). Dari “proyek oriented” dengan sifat dana program sebagai “bantuan” yang terkesan “charity” menjadi “program oriented”, mandiri dan berkelanjutan, 5). Dari program “pembangunan materi semata” menjadi program “pembangunan seutuhnya” (rupiah & ruhiyah).

1. Pembekalan Pendamping
• • Menggunakan Metode Andragogy Pembekalan meliputi aspek kognitif (wawasan pengetahuan), psikomotorik (ketrampilan teknis) dan afektif (sikap kepribadian) terdiri dari materi : 1) pemahaman konsep program, 2) ke-BMT-an, 3) per-POSKUSMA-an, 4) kependampingan dan kerohanian, Studi Lapang ke BMT dan pelaksanaan POKUSMA model Replikasi Grameen Bank

2. Mobilisasi Tenaga Ahli, Pendamping & Sosialisasi

Sosialisasi untuk pemahaman program, penyamaan persepsi dan penentuan Nagari lokasi sasaran program

3. Sosialisasi Tingkat Nagari
1)Dilaksanakan oleh Pendamping & Koord. Pendamping 2)Diikuti oleh para aparat Nagari, tokoh masyarakat, tokoh adat dan tokoh agama 3)bertujuan untuk (a) menyamakan persepsi program, (b) menjajagi kesiapan Nagari untuk menerima program sesuai dengan ketentuannya, dan (c) menggalang dukungan dari stakeholder Nagari.

4. Maping Wilayah, Kultur, Potensi Dan Masalah
1) Pendamping melakukan “survei” pemetaan potensi dan permasalahan geografi, kondisi sosial ekonomi budaya, kelembagaan, pendataan fakir miskin serta analisis potensi dan kendala pengembangan usaha mikro dalam rangka pemberdayaan keluarga fakir miskin. 2) Dilaksanakan secara partisipatif dengan menggunakan beberapa dari teknik Participatory Rural Appraisal (PRA).

KENAPA KELOMPOK ?
1. FITRAH MANUASIA 2. MEMUDAHKAN PEMBINAAN 3. MEMUDAHKAN PENGAWASAAN 4. MEMUDAHKAN OPERASIONAL KEUANGAN 5. MEMUDAHKAN MENUMBUHKAN RASA MEMILIKI

6. MEMUDAHKAN KORDINASI

5. Pembentukan POKUSMA
Uji Kelayakan
Mengidentifikasi dan memastikan sasaran adalah FM sesuai kriteria

LWK
• Penjelasan tentang LWK. • Mempersiapkan tekat dan minat peserta untuk merubah hidupnya menjadi lebih baik melalui kegiatan usaha kuat dan berorientasi maju • Meningkatkan sikap disiplin. • Pengenalan tentang simpan pinjam dan prosedurnya. • Pengenalan dan pembentukan POKUSMA • Penyusunan rencana POKUSMA. • Penyusunan Rencana Tindak Lanjut (RTL) yang berupa penetapan jadwal Rumpun

RUMPUN
• Pembukaan • Pembacaan Ikrar Anggota • Pembacaan Ikrar Pendamping • Laporan kehadiran anggota oleh ketua • Realisasi simpanan dan pinjaman : - Penyerahan Pinjaman - Pengumpulan angsuran - menghimpun simpanan - menghimpun IKS • Berbagi Pengalaman • Pembinaan social ekonomi dan lingkungan • Penguatan ruhiyah (keterpaduan dzikir, pikir dan ikhtiar) • Doa dan Penutup

Pra LWK
• Penjelasan Program • Pemantapan tekad dan niat • Menentukan calon anggota kelompok • Pematangan proses mengikuti LWK • Evaluasi • Menentukan waktu dan tempat LWK

INDEKS PRESTASI KELOMPOK DAN PERORANGAN

No

Nama

Prestasi Total Rata2 Pby. Kehadiran Cicilan Maksimal

DALAM REMBUK HIMPUNAN (RUMPUN)

Keterangan

A Kelompok Tigo tali sapilin

1 2 3 4 5

Maimunah Shihah Fatimah Aisyah Khodijah Jumlah kelompok

100 90 90 80 80

100 100 90 90 80

200 100 190 95 180 90 170 85 160 80 90

150% Dapat hadiah 140% 130% 120% 110% Kelompok terbaik m endapat hadiah & Piala bergilir

B Kelompok Tigo tungku sajarangan

6 7 8 9 10

Ahmad Jhoni Uda Khairul Amran Jumlah kelompok

70 70 60 60 50

80 70 70 60 60

150 140 130 120 110

75 70 65 60 55 65

100% 90% 80% 70% 60%

Ditunda 1 pekan berikutnya Ditunda 2 pekan berikutnya Ditunda 3 pekan berikutnya Ditunda 4 pekan berikutnya

Cat : Prestasi dibawah 55 otomatis tidak dapat mengikuti program kembali

6. Rembug Himpunan (RUMPUN),
1. Pertemuan gabungan 2 atau 3 POKUSMA 2. Dilaksanakan selama 1,5 jam secara rutin setiap pekan sekali di rumah anggota secara bergilir. 3. Dilakukan pembelajaran dan pemberdayaan untuk para anggota POKUSMA : • Perkenalan BMT, • Musyawarah • Berbagi pengalaman (BALAM), • Menentukan jenis usaha • Menghitung modal usaha • Manajemen ekonomi rumah tangga • Membuat kesepakatan-kesepakatan antar anggota, misalnya jadwal pertemuan rutin, tata tertib, sangsi dan denda bagi anggota, semua itu berdasar musyawarah bersama 1. Ikrar Bersama : • Menata niat dan motivasi usaha untuk ibadah • Selalu berusaha mencari nafkah untuk kebutuhan keluarga, • Berusaha agar keluarga dan anak agar terus dapat bersekolah, • Membantu anggota kelompok apabila mereka dalam kesusahan, dan • Membayar angsuran dan bagi hasil pembiayaan, tabungan, serta Infaq Kesetiakawanan Sosial (IKS). 1. Penguatan Ruhiyah (keterpaduan dzikir, pikir dan ikhtiar) 2. Tidak diperkenankan adanya suguhan

7. Pendirian BMT
mencari dukungan tokoh-tokoh masyarakat dan tokohPendamping Perwakilan dari , tokoh formal Nagari tersebut sosialisasi diprogram. Tokmas, Todat Berperan sebagai sepakat membentuk motivator dan BMT fasilitator

P3 BMT

Panitia Persiapan Pendirian BMT

PINBUK: sebagai Sertifikat Kemitraan LPSM / LPKM PINBUK - BMT

Siapkan Legalitas

Siapkan Legalitas

PENGURUS PENGURUS

Tokmas dan Pemilik dana

Tokmas dan Pemilik dana

Masyarakat TSM Perwakila n

Seleksi / pilih Seleksi / pilih

Calon Pengelola

Calon Pengelola

Urunan Urunan Modal Awal

Modal Awal
Modal Modal Awal Awal

SK Bupati

Dinas Koperasi

Siapkan sarana & Siapkan sarana prasarana & prasarana Pelatihan/ Pelatihan/ Magang Magang

BMT Beroperasi

BMT- Beroperasi

1. Cara Pandang Baru, 1. Muncul cara pandang bahwa ”tidak ada yang dapat merubah nasibnya kecuali dirinya sendiri” 2. Cara pandang kegiatan ekonomi rumah tangganya dari (Pendapatan = Konsumsi) menjadi (Pendapatan = Konsumsi + Tabungan) dan pada saatnya menjadi (Pendapatan = Konsumsi + Tabungan + Investasi) 2. Budaya Baru, Muncul budaya baru untuk kumpul-kumpul dengan bincang-bincang bisnis dalam pertemuan RUMPUN dan BALAM setiap pekanan. 3. Kejama’ahan – Kebersamaan, memunculkan rasa kebersamaan dan/atau kejama’ahan diantara para anggota POKUSMA dalam pertemuan RUMPUN dan BALAM setiap pekanan. 4. Solidaritas Sosial, Pembiasaan memberikan IKS pada setiap pertemuan 5. Partisipasi Masyarakat, Memunculkan partisipasi masyarakat melalui keterlibatannya dalam setiap proses pelaksanaan program.

6. Pengembangan Usaha Mikro, sehingga akan ”menghidupkan” Nagari 7. Kelembagaan Sosial Ekonomi Masyarakat, Membentuk “Social Capital” sekaligus “Economic Capital” berupa pengorganisasian 468 POKUSMA dengan kegiatan rutinnya RUMPUN pekanan, dan kelembagaan 40 BMT BMT POKUSMA Sejahtera 8. Pengenalan Manajemen Modern, Mengenalkan manajemen pengelolaan BMT , mekanisme pengajuan pembiayaan (usaha mikro dan BMT, full time, pelatihan, sop, dsb) 9. Pengenalan Administrasi, Mengenalkan administrasi pengelolaan keuangan dalam kegiatan usaha anggota POKUSMA dan dalam pengelolaan BMT . 10. Pengenalan Teknologi, Mengenalkan teknologi informasi terutama bagi pengelola dengan adanya penerapan komputerisasi penggunaan software BMT On-Line.

SASARAN : AGHNIYA SETEMPAT & RANTAU 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. INVESTASI MODAL KERJA BEASISWA PLUS ASURANSI MIKRO SYARI’AH DA’I EKONOMI SYRI’AH LEBARAN CERIA SAYANGI YATIM PIATU PULANG BASAMO

PETA SEBARAN POKUSMA DAN BMT POKUSMA SEJAHTARA Kerjasama PINBUK dengan DEPSOS Program Tahun 2003 s/d 2005
4 BMT BMT POKUSMA SEJAHTERA UNIT 001, 002, 003, 004 5 BMT BMT POKUSMA SEJAHTERA UNIT 042, 043, 044, 045, 046 Jumlah POKUSMA :120 Jumlah KK : 1.200 Lokasi Prog. Banda Aceh, Aceh Besar, Bireun Jumlah POKUSMA :144 Jumlah KK :1293 Lokasi Prog. Kab. Deli serdang 4 BMT BMT POKUSMA SEJAHTERA UNIT : 037, 038, 039, 040 4 BMT BMT POKUSMA SEJAHTERA UNIT 029, 030, 031, 032 Jumlah POKUSMA : 65 Jumlah KK : 680 Lokasi Prog. Kab. Pontianak 5 BMT BMT POKUSMA SEJAHTERA UNIT : 067, 068, 069, 070, 071 Jumlah POKUSMA : 120 Jumlah KK : 1.250 Lokasi Prog.Kab.P. Raya Waringin Timur, Kapuas, Jumlah POKUSMA : 42 Jumlah KK : 600 Lokasi Prog.Kab.Bone Bolango

4 BMT BMT POKUSMA SEJAHTERA UNIT 009, 010, 011, 012 Jumlah POKUSMA : 51 Jumlah KK : 500 Lokasi Prog. Kab.Palembang, Kab.Ogan ilir

5 BMT BMT POKUSMA SEJAHTERA UNIT : 062, 063, 064, 065, 066 Jumlah POKUSMA : 120 Jumlah KK : 1.200 Lokasi Prog.Kab.Barito Kuala,Kab.Tapin Rantau

5 BMT BMT POKUSMA SEJAHTERA UNIT : 072, 073, 074, 075, 076 Jumlah POKUSMA : 128 Jumlah KK : 1.250 Lokasi Prog.Kab. Donggala, Poso 6 BMT BMT POKUSMA SEJAHTERA UNIT : 082, 83, 84, 85, 86, 087

5 BMT BMT POKUSMA SEJAHTERA UNIT : 047, 48, 49, 50, 51 Jumlah POKUSMA : 120 Jumlah KK : 1.200 Lokasi Prog. Kab. Kota Pariaman,Kab.Padang, Kab.Agam

Jumlah POKUSMA : 120 Jumlah KK : 1.250 Lokasi Program : .Kab.Ternate, , KabTidore Kepulauan, Halut, Halbar, Halsel

4 BMT BMT POKUSMA SEJAHTERA UNIT : 005, 006, 007, 008 Jumlah POKUSMA : 41 Jumlah KK : 617 Lokasi Prog.Kab.Bengkulu Utara 5 BMT BMT POKUSMA SEJAHTERA UNIT : 077, 78, 79, 80, 081 Jumlah POKUSMA : 105 Jumlah KK : 1.250 Lokasi Program : Kota Ambon, Kab.Buru, Maluku Tenggara

9 BMT BMT POKUSMA SEJAHTERA UNIT : 013, 014, 015, 016 dan 5 BMT Uji Coba ‘03 Jumlah POKUSMA : 116 Jumlah KK : 1.212 Lokasi Prog: Kab. Tangerang, Kab.Pandeglang, 4 BMT BMT POKUSMA SEJAHTERA UNIT : 017, 018, 019, 020 Jumlah POKUSMA : 41 Jumlah KK : 751 Lokasi Program : Kab.Sleman

5 BMT BMT POKUSMA SEJAHTERA UNIT : 057, 58, 59, 60, 061 Jumlah POKUSMA : 120 Jumlah KK : 1.200 Lokasi Program : .Kab.Buleleng, Kab.Karangasem 9 BMT BMT POKUSMA SEJAHTERA UNIT : 021 s/d 028 dan 041 Jumlah POKUSMA : 220 Jumlah KK : 1.302 Lokasi Program : Kab. Sidoarjo, Kab.Gresik, Kab. Bondowoso.

4 BMT BMT POKUSMA SEJAHTERA UNIT : 033, 034, 035, 036 Jumlah POKUSMA : 91 Jumlah KK : 2.900 Lokasi Program : Kota Makassar

5 BMT BMT POKUSMA SEJAHTERA Jumlah POKUSMA : 50 Jumlah KK : 500 Lokasi Program : Kab. Sukabumi

5 BMT BMT POKUSMA SEJAHTERA UNIT : 052, 053, 054, 055, 056 Jumlah POKUSMA : 120 Jumlah KK : 1.200 Lokasi Program : Kota Surakarta, Kab. Karanganyar, Kab. Demak

Perkembangan Program BMT POKUSMA Sejahtera di Tiap Propinsi
No. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Aceh Sumatera Utara Sumatera Barat Sumatera Selatan Bengkulu Jawa Timur Jawa Tengah DI Yogjakarta Banten Propinsi Jml. Jml. BMT POKUS MA 5 4 5 4 4 9 5 4 9 5 5 120 144 120 51 41 220 120 41 116 85 120 Jml. KK 1200 2526 1200 500 617 1.302 1.200 751 1.212 850 1.200 Dana Depsos 2.400.000.000 750.000.000 2.400.000.000 750.000.000 900.000.000 1.650.000.000 2.400.000.000 750.000.000 1.575.000.000 675.000.000 2.400.000.000 Tabungan Masyarakat 196.185.000 621.722.195 284.082.000 164.686.735 152.223.828 436.500.472 219.900.000 359.095.285 186.319.250 295.000.000 210.205.000 6.729.300 5.452.106 7.297.859   6.315.241 5.478.750 IKS Total Aset 2.596.185.000 14.468.291 1.396.795.303 2.684.082.000 925.310.229 1.071.367.345 2.125.627.045 2.619.900.000 1.144.524.046 1.766.798.000

10 Jawa Barat 11 B a l i

11.835.000 992.132.754   2.610.205.000

Perkembangan Program BMT POKUSMA Sejahtera di Tiap Propinsi
No. Propinsi Jml. Jml. Jml. KK Dana Depsos BMT POKUSM A 5 5 4 5 4 5 6 97 120 120 91 128 42 105 120 1.200 1.250 2.900 1.250 600 1.250 1.250 Tabungan Masyarakat IKS     Total Aset 2.675.300.000 2.706.185.000

13 Kalsel 14 Kalteng 15 Sulawesi Selatan 16 Sulawesi Tengah 17 Gorontalo 18 Maluku 19 Maluku Utara

2.400.000.000 275.300.000 2.500.000.000 206.185.000 750.000.000 224.405.057 2.500.000.000 284.082.000 900.000.000 150.560.942 2.500.000.000 219.900.000 2.500.000.000 321.100.000

9.420.549 1.002.496.616   2.784.082.000

9.873.001 1.095.880.630     2.719.900.000 2.821.100.000

1.969 23.798

31.600.000.00 5.216.349.54 80.000.36737.051.743.96 0 3 2

Ds. Tropodo Kec. Krian Kab. Sidoarjo JAWA TIMUR

PROFIL DESA PROGRAM
 Ds. Tropodo Kec. Krian

Kab. Sidoarjo.  Jumlah penduduk 1.456 KK dengan 457 KK termasuk fakir dan miskin menurut standart BPS  Mayoritas usaha penduduk pengusaha kecil tahu, penggemukan sapi & kambing, serta sektor informal lain (pedagang)  Anggota POKUSMA campur dan beragam usahanya

 Ds. Kedondong Kec.

Tulangan Kab. Sidoarjo  Jumlah penduduk 1.216 KK dengan 381 KK termasuk fakir dan miskin menurut standart BPS  Mayoritas usaha penduduk pembuat & pedagang kasur kapuk, usaha mebel serta petani  Anggota POKUSMA mayoritas sejenis usahanya

KONDISI BMT PROGRAM SAAT INI
BMT POKUSMA SEJAHTERA 021 Ds. TROPODO BMT POKUSMA SEJAHTERA 022 Ds. KEDONDONG

 Jumlah Anggota POKUSMA

yang sudah terlayani : 265 KK  Jumlah Pengelola : 3 orang  Jumlah Pengurus : 7 orang  Total Pembiayaan yang diberikan ke anggota : Rp. 287.400.000, Total Aset saat ini : Rp. 765.137.984, Total Tabungan Anggota : Rp. 17.714.000, Total Jumlah Anggota :

 Jumlah Anggota POKUSMA

yang sudah terlayani : 179 KK  Jumlah Pengelola : 4 orang  Jumlah Pengurus : 6 orang  Total Pembiayaan yang diberikan ke anggota : Rp. 230.150.000, Total Aset saat ini : Rp. 481.636.428, Total Tabungan Anggota : Rp. 9.156.000, Total Jumlah Anggota :

ALASAN UTAMA PEMILIHAN DESA SASARAN PROGRAM
Adanya jumlah penduduk katagori miskin yang

bisa mendukung konsep program (minimal 250 KK) Adanya potensi ekonomi Desa yang bisa dikembangkan Adanya dukungan secara penuh dari aparat Nagari Dukungan dan keterlibatan secara aktif dari keluarga miskin calon Anggota POKUSMA pada proses pelaksanaan program

FAKTOR-FAKTOR PENDUKUNG KEBERHASILAN PELAKSANAAN PROGRAM
 Pelaksanaan harus sesuai dengan mekanisme tahapan

program.  Adanya dukungan dari dinas terkait dan aparat Desa secara penuh  Keterlibatan para agniyah (pemilik modal/orang kaya) di NDesa.  Keterlibatan secara aktif para keluaraga FM anggota POKUSMA pada pelaksanaan program.  Menjalankan konsep program sepenuhnya dengan secara yang “luwes” sehingga bisa diterima masyarakat.  Mengaktifkan dan menghidupkan kegiatan mingguan “Rumpun” (Rembuk Himpunan). Karena hal ini merupakan kekuatan pokok (kunci utama) dari keberhasilan pelaksanaan Program.  Pemilihan Pengurus dan Pengelola yang tepat (Amanah)  Keterlibatan secara aktif Pengurus dan Pengelola BMT.

Didirikan pada bulan Januari 2005 oleh 46 pendiri dari (Aghniya’) termasuk PINBUK di dalamnya ditambah 13 Kelompok Usaha Bersama (POKUSMA) dengan modal awal Rp. 18.500.000,- atas inisiasi dari Departemen Sosial RI Direktorat Jendral Banjamsos bekerjasama dengan Pusat Inkubasi Bisnis Usaha Kecil (PINBUK) dalam program : “Pemberdayaan Fakir Miskin melalui POKUSMA dan BMT”

RAPAT TAHUNAN ANGGOTA
BADAN PEMBINA :
Dirjen BSFM Depsos RI DinSos Jawa Timur DinSos Kab. Sidoarjo PINBUK Pusat PINBUK Jawa Timur

Ketua : H. Umar Amin Wkl. Ketua : Anis Dwi Cahyani, ST Sekertaris : Moh. Kusnawi Bendahara : H. Abd. Rochim Anggota : •Ifan Sismiyanto •Nasikah •Indahwati

BADAN PENGURUS :

BADAN PELINDUNG :
Kepala Ds. Tropodo Kec. Krian Kab. Sidoarjo

PENDAMPING MASY :
Anis Dwi Cahyani, ST

Oesman Hidayat, SE

MENEJER :

KASIR/TELLER :
Faris Ashari, SSi

PEMBUKUAN :
Ririn Tri Sugiarti, SE

PENGGALANGAN DANA :
Oesman Hidayat, SE

PEMBIAYAAN :
Oesman Hidayat, SE

KUBE

KUBE

KUBE

KUBE

KUBE

KUBE

KOMPOSISI PERMODALAN
BMT POKUSMA SEJAHTERA UNIT 021, Ds. TROPODO, KRIAN - SIDOARJO

AWAL PENDIRIAN (Februari 2005)

KONDISI SAMPAI SAAT INI (Februari 2006)

187.500. 000
187.500.000

18.500.0 7.500.0 00 00
7.500.000
480.000.000

18.500.000

18.500.000 7.500.000

DEPSOS RI MA SYA RA KA T 480.000. 000

187.500.000

18.500.0 DEPSOS RI (TTG) 00 .500.0 7 00
PINBUK

DEPSOS RI

PINBUK

MA SYA RA KA T

187.500. 000

SEBELUM MENJADI ANGGOTA POKUSMA  Nama : SUKIRMAN (47 th)  Usaha sebelum menjadi Anggota POKUSMA : Pedagang ayam musiman dg omset 5 ekor perminggu & kerja serabutan  “Dia” termasuk orang yg dipinggirkan, krn suka mabuk-mabukan, banyak punya hutang. Di dlm masyarakat dia masuk dlm kelompok hitam, yaitu orang jika diberi pinjaman tidak akan bisa mengembalikan (fakir miskin rentan)..  Awalnya “dia” ditolak menjadi Anggota POKUSMA (tdk ada teman yg mau gabung menjadi 1 kelompok dg dia)

SETELAH MENJADI ANGGOTA POKUSMA • Pembiayaan awal sebesar Rp. 150.000,• Pembiayaan saat ini (ke-3) sebesar Rp. 1.000.000,• Saat ini pak Kirman mempunyai 15 ekor kambing peliharaan • Usaha saat ini : Dagang kambing dg omset 2 ekor per pekan. • “Rasa percaya diri” dari pak Kirman meningkat, krn dia merasa punya komunitas yg mau menerima dan berbagi dengannya. • Pandangan warga lain mulai berubah menjadi positif kepada keluarganya.

PROFIL ANGGOTA
SEBELUM MENJADI ANGGOTA POKUSMA :  Nama : SULASMANI (39 th)  Usaha sebelum menjadi Anggota POKUSMA : Pedagang jamu dengan cara jalan kaki dan jamu ditaruh di tas plastik dengan omset Rp. 10.000,- per hari.  “Dia” termasuk orang yg dipinggirkan, karena banyak punya hutang. Di dlm masyarakat dia masuk dlm “kelompok hitam”, yaitu orang jika diberi pinjaman tidak akan bisa mengembalikan (fakir miskin rentan)..  Awalnya “dia” ditolak menjadi Anggota POKUSMA (tdk ada teman yg mau gabung menjadi 1 kelompok dg dia)

SESUDAH MENJADI ANGGOTA POKUSMA :  Pembiayaan awal sebesar Rp. 150.000, Pembiayaan saat ini (ke-3) sebesar Rp. 750.000, Saat ini bu Sulasmani mempunyai sepeda pancal sebagai sarana berjualan jamu.  Usaha saat ini : Dengan sepeda pancal sebagai pendukung usahanya maka omset perhari bisa meningkat menjadi Rp. 40.000,- perhari.  “Rasa percaya diri” dari bu Sulasmani meningkat, krn dia merasa punya komunitas yg mau menerima dan berbagi dengannya.  Pandangan warga lain mulai berubah menjadi positif kepada keluarganya.

SEBELUM MENJADI ANGGOTA POKUSMA :  Nama : TUMINAH (48 th)  Usaha sebelum menjadi Anggota POKUSMA : buruh pabrik tahu  “Dia” menjadi tulang punggung dari keluarganya (janda) dan mempunyai tanggungan 4 orang anak, 2 diantaranya sudah putus sekolah.  Sebelumnya ibu Tuminah punya ketrampilan memasak dan dia pernah buka warung makan. Karena kurangnya modal maka warung makannya tidak bisa berkembang.  Anak-anaknya yang sudah putus sekolah menambah beban baginya. SESUDAH MENJADI ANGGOTA POKUSMA :  Pembiayaan awal sebesar Rp. 300.000, Pembiayaan saat ini (ke-3) sebesar Rp. 1.500.000, Saat ini ibu Tuminah mempunyai rombong bakso sendiri yg didapat dari pembiayaan di BMT untuk berjualan bakso oleh anaknya  Usaha saat ini : Jual bakso keliling (yang dilakukan oleh anak sulungnya) dengan omset Rp.100.000,-/hari  “Rasa percaya diri” dari ibu Tuminah meningkat, karena dia merasa punya komunitas yg mau menerima dan berbagi dengannya.  Ibu Tuminah merasa punya tempat menggantungkan harapan untuk membesarkan usaha yang dilakukan oleh anak-anaknya

SEBELUM MENJADI ANGGOTA POKUSMA :  Nama : AINUN (38 th)  Usaha sebelum menjadi Anggota POKUSMA : Ibu Rumah Tangga, sedangkan suaminya supir truk musiman.  Untuk meningkatkan ekonomi keluarganya, ibu Ainun bergabung menjadi anggota POKUSMA

SESUDAH MENJADI ANGGOTA POKUSMA :  Pembiayaan Awal : Rp. 500.000  Pembiayaan saat ini : Rp. 1.000.000,(pembiayaan ke-2)  Saat ini bu Ainun telah membuka warung makanan di lapangan Nagari, dengan omset harian Rp. 200.000, Dengan usahanya sekarang, bu Ainun merasa telah ada peningkatan pada ekonomi keluarganya.

SEBELUM MENJADI ANGGOTA POKUSMA :  Nama : TITIK (36 th)  Usaha sebelum menjadi Anggota POKUSMA : Ibu Rumah Tangga, sedangkan suaminya tambal ban.  Untuk meningkatkan ekonomi keluarganya, ibu Titik bergabung menjadi anggota POKUSMA

SESUDAH MENJADI ANGGOTA POKUSMA :  Pembiayaan Awal : Rp. 500.000  Pembiayaan saat ini : Rp. 1.000.000,(pembiayaan ke-2)  Saat ini bu Titik dengan tambahan modal dari BMT telah memperbesar usaha warung gadogadonya dengan omset harian Rp. 150.000, Dengan usahanya sekarang, bu Titik merasa telah ada peningkatan pada ekonomi keluarganya.

PROFIL ANGGOTA POKUSMA
SEBELUM MENJADI ANGGOTA POKUSMA :  Nama : SUTARSIH (34 th)  Usaha sebelum menjadi Anggota POKUSMA : Ibu Rumah Tangga, sedangkan suaminya jual pentol keliling.  Untuk meningkatkan ekonomi keluarganya, ibu Sutarsih bergabung menjadi anggota POKUSMA

SESUDAH MENJADI ANGGOTA POKUSMA :  Pembiayaan Awal : Rp. 200.000, Pembiayaan saat ini : Rp. 1.000.000,(pembiayaan ke-3)  Saat ini bu Sutarsih dengan mendapatkan pembiayaan dari BMT telah melakukan usaha jualan kue keliling dengan omset harian + Rp. 80.000, Dengan usahanya sekarang, bu Sutarsih merasa telah ada peningkatan pada ekonomi keluarganya.

SEBELUM MENJADI ANGGOTA POKUSMA :  Nama : JUNAROH (34 th)  Usaha sebelum menjadi Anggota POKUSMA : Ibu Rumah Tangga, sedangkan suaminya buruh.  Untuk meningkatkan ekonomi keluarganya, ibu Jumaroh bergabung menjadi anggota POKUSMA

SESUDAH MENJADI ANGGOTA POKUSMA :  Pembiayaan Awal : Rp. 200.000, Pembiayaan saat ini : Rp. 1.000.000,(pembiayaan ke-3)  Saat ini bu Jumaroh dengan mendapatkan pembiayaan dari BMT telah membuka usaha jualan kue dengan omset harian + Rp. 55.000, Dengan usahanya sekarang, bu Jumaroh merasa telah ada peningkatan pada ekonomi keluarganya.

SEBELUM MENJADI ANGGOTA POKUSMA :  Nama : NURHIDAYATI (36 th)  Usaha sebelum menjadi Anggota POKUSMA : Ibu Rumah Tangga, sedangkan suaminya jual roti keliling setelah kena PHK.  Untuk meningkatkan ekonomi keluarganya, ibu Nuhidayati bergabung menjadi anggota POKUSMA

SESUDAH MENJADI ANGGOTA POKUSMA :  Pembiayaan Awal : Rp. 500.000, Pembiayaan saat ini : Rp. 1.000.000,(pembiayaan ke-2)  Saat ini bu Nurhidayati dengan mendapatkan pembiayaan dari BMT telah membuka usaha warung bakso di depan rumahnya dengan omset harian Rp. 150.000, Dengan usahanya sekarang, bu Nurhidayati merasa telah ada peningkatan pada ekonomi keluarganya.

SEBELUM MENJADI ANGGOTA POKUSMA :  Nama : NAFISAH (36 th)  Usaha sebelum menjadi Anggota POKUSMA : Warung nasi goreng kecil-kecilan.  Untuk meningkatkan ekonomi keluarganya, ibu Nafisah bergabung menjadi anggota POKUSMA

SESUDAH MENJADI ANGGOTA POKUSMA :  Pembiayaan Awal : Rp. 500.000, Pembiayaan saat ini : Rp. 1.000.000,- (pembiayaan ke-2)  Saat ini bu Nafisah dengan mendapatkan pembiayaan dari BMT telah memperbesar usaha warung nasi gorengnya dengan ditambah dengan jualan es degan dengan omset harian Rp. 200.000, Dengan usahanya sekarang, bu Nafisah merasa telah ada peningkatan pada ekonomi keluarganya.

BMT AGAM MADANI HARAPAN MASYARAKAT AYO BERSAMA KITA BANGUN DAN MENJAGA

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->