Anda di halaman 1dari 5

BAB III

PEMBORAN DAN KOMPLESI


Perencanaan pemboran horisontal sangatlah penting sebelum dilakukannya pemboran horisontal,
dengan tujuan dapat melaksanakan operasi pemboran sesuai dengan waktu yang tepat untuk
memperhitungkan segala sesuatu yang berhubungan dengan harga, perencanaan pemboran
horizontal kurang lebih dengan operasi pemboran yang biasa dilakukan (pemboran tegak dan
pemboran miring), hanya saja akan berbeda peralatannya pada operasi bawah permukaan, untuk
pemboran horizontal akan lebih rumit dibandingkan dengan pemboran biasa
3.1. Perencanaan Lintasan Pemboran
Pelaksanaan Pemboran Horisontal tidak jauh berbeda dengan pemboran sumur-sumur
vertikal, hanya saja pemboran horisontal memerlukan suatu desain pembelokan yang merupakan
proses perencanaan/penentuan arah/bidang bersudut tinggi untuk mencapai target yang
direncanakan.
Sebelum melakukan pengeboran horisontal terlebih dulu harus dibuat rencana
pengeboran (drilling planning), yang menyangkut juga masalah design pembelokan karena
semua kegiatan-kegiatan yang nanti akan dilaksanakan berpedoman pada program tersebut.
3.1.1. Pengarahan lubang
Design pembelokan merupakan proses perencanaan penentuan arah/bidang bersudut
tinggi untuk mencapai target yang direncanakan. Dalam pelaksanaan pemboran, pengontrolan
terhadap arah lintasan merupakan hal yang menentukan keberhasilan pencapaian target. Design
pembelokan bertujuan untuk :
1

Menghindari terjadinya problem-problem operasi.

Meminimalkan terjadinya pergeseran akhir pembelokan (end of the curve/EOC).

Meminimalkan panjang pipa pemboran pada proses pembentukan sudut.

Toleransi terhadap penyimpangan target kecil.

Toleransi terhadap berbagai peralatan produksi dan peralatan penunjang lain.

Langkah awal dari perencanaan pemboran horisontal adalah merencanakan lintasan


pemboran atau target pemboran. Design pemboran berisikan proposal dari berbagai lintasan yang
dapat dibor dan secara ekonomi menguntungkan.
Lubang bor pada pemboran horisontal dibagi menjadi tiga phase, yaitu :
1

Bagian lubang vertikal

Bagian penambahan sudut kemiringan sampai kedalaman target

Bagian pemboran horisontal


Pada perencanaan, masing-masing bagian digambarkan dalam kondisi ideal sesuai

dengan sudut arah dan besar laju pertambahan sudut yang diinginkan. Dalam penggambaran
tersebut ditunjukkan posisi KOP, arah target, besar DABU, besar DADO, panjang bagian
horisontal, serta ukuran dan kedalaman casing yang akan dipasang.
Penggambaran bagian pertambahan sudut dilakukan dengan metode Radius Of
Curvature. Metode ini menganggap segmen-segmen lubang bor berupa busur suatu lingkaran
yang menyinggung dua titik survey yang mempunyai sudut kemiringan tertentu. Sedangkan
pada penggambaran bagian lubang tanpa pertambahan sudut digunakan metode tangential.
Interval perhitungan disesuaikan dengan satuan DABU, yaitu 100 ft. Hasil perhitungan
tiap bagian lubang digambarkan dalam bentuk proyeksi vertikal dan horisontal yang selanjutnya
dijadikan pembandingan hasil perhitungan data survey operasi pemboran di lapangan.
3.1.1.1. Prinsip Pembelokan
Pembelokan lubang bor dalam pemboran horisontal dilakukan dengan besar sudut
kemiringan dan arah tertentu sesuai dengan type pemboran horisontal yang dipilih. Pembelokan
lubang bor dimulai dari KOP hingga target arah yang diinginkan (EOC/End Of Curvature),
pembelokan arah diusahakan agar tidak mengalami penyimpangan terhadap rencana / target,
untuk itu arah lubang bor dikontrol melalui peralatan Measurement While Drilling (MWD).
Sedangkan pengaturan sudut dilakukan dengan tiga cara, yang pada prinsipnya
merupakan cara penyusunan peralatan pemboran horisontal (BHA), sehingga dapat
menimbulkan efek tertentu terhadap sudut kemiringan pemboran yang dilakukan. Prinsip-prinsip
tersebut adalah :
1

Prinsip Pendulum

Prinsip Fulcrum

Prinsip Stabilisasi
Prinsip-prinsip ini berhubungan erat dengan pengaturan jarak antara titik tangential (titik

sentuh peralatan dengan dinding sumur yang terdekat dengan bit) terhadap bit. Pengaturan ini
dilakukan dengan menempatkan stabilizer pada jarak tertentu pada bit.
Pengontrolan arah yang baik adalah penting di dalam pemboran horisontal, sebab
pengontrolan yang kurang baik akan menyebabkan :
1

Menghabiskan waktu serta biaya mahal.

Dog Leg dan Key Seat.

Disamping itu untuk mengontrol arah yang baik juga diperlukan :


1

Perencanaan lubang bor yang baik.

Pemilihan peralatan-peralatan yang tepat.

Memonitor secara akurat dari setiap arah pemboran.

A. Prinsip Pendulum
Pada cara ini, jarak titik tangentsial diperbesar dengan jalan menempatkan stabilizer jauh
dari bit (30 90 ft di atas bit). Dengan cara penempatan ini dan dengan pemakaian stabilizer
yang berukuran kecil, maka gaya gravitasi mempunyai kecenderungan menarik bit ke arah
sumbu vertikal lubang, akibatnya sudut kemiringan semakin kecil. Pengaturan pengurangan
besar sudut kemiringan dilakukan dengan jalan mengatur ukuran stabilizer dan jarak stabilizer
terhadap bit.
B. Prinsip Fulcrum
Prinsip ini dimaksudkan untuk memperbesar sudut kemiringan yang telah tercapai, yaitu
dengan cara menempatkan stabilizer didekat bit dan juga pembebanan yang cukup berat pada
drill stem. Karena stabilizer akan menjadi tumpuan berat seluruh peralatan di atasnya, maka
ketika mendapatkan pembebanan stabilizer memberikan efek menggeser ke arah bit, dan setiap
penekanan senantiasa akan memperbesar sudut kemiringan. Penambahan besar sudut kemiringan
dapat diatur dengan mengubah-ubah ukuran stabilizer dan besar pembebanan tanpa mengubah
letak / posisi stabilizer pada saat pemboran, dapat dijelaskan pada gambar 4-9.

C. Prinsip Stabilisasi
Prinsip Stabilisasi ini dimaksudkan untuk menjaga sudut kemiringan yang telah tercapai.
Hal ini dapat dilakukan dengan jalan menyusun BHA sekekar mungkin, sehingga dapat
mengurangi atau bahkan menghilangkan pengaruh pembebanan dan perubahan titik tangensial.
Prinsip-prinsip ini sering dilakukan untuk bagian pertambahan, penurunan dan mempertahankan
sudut yang dipasang bersama-sama dengan alat MWD.
Hal-hal lain yang perlu diperhatikan dalam pengaturan sudut kemiringan adalah besar
WOB, RPM, dan faktor hidrolika pada bit. WOB yang terlalu besar akan memperbesar sudut
kemiringan, sedangkan RPM dan hidrolika yang terlalu besar akan mengakibatkan pembesaran
lubang (wash out), sehingga sudut kemiringan mengecil
3.1.1.2. Cara Pembelokan
Pemboran horisontal dapat dilakukan dengan cara konvensional dan cara steerable motor.
A. Cara Konventional
Pembuatan lubang bor horisontal dengan cara konventional, yaitu memutar rangkaian
pipa bor dengan rotary table. Pada rangkaian pipa tersebut dipasang susunan Bottom Hole
Assembly (BHA) tertentu untuk mencapai target pemboran horisontal. Cara pemboran
konventional ini pada saat pembuatan lubang bor bersudut besar dapat dijelaskan sebagai berikut
:
1

Build Up Rate dapat dicapai sekitar 4 5/100 ft.

Panjang bagian horisontal dapat mencapai sekitar 800 1000 ft dengan sudut sekitar 82
- 85.

Sering terjadi kesulitan untuk menjaga arah lubang agar sesuai program pemboran.

Memerlukan banyak jenis Bottom Hole Assembly

Pengaturan parameter pemboran seperti WOB, RPM, Flow Rate sangat ditentukan
dengan kondisi lubang (arah dan kemiringan) pada saat pemboran berlangsung.

B. Cara Steerable Motor


Pembuatan lubang horisontal dengan cara steerable motor dengan menggunakan suatu
motor untuk memutar bit, sehingga pada cara ini rangkaian pipa bor tidak berputar. Motor
pemutar yang sedang dikembangkan saat ini adalah buatan Nortrak.

Cara steerable motor ini pada saat pembuatan lubang bor bersudut besar dapat dijelaskan
sebagai berikut :
1

Jika diperlukan Build Up Rate dapat mencapai 6/100 ft.

Tidak terjadi kesulitan ketika mengebor pada bagian horisontal, karena arah dan
kemiringan dapat dijaga dengan ketelitian tinggi sesuai dengan program pemboran.

Hanya memerlukan satu jenis Bottom Hole Assembly (BHA) untuk setiap hole section.

Pengaturan parameter pemboran seperti WOB, RPM, Flow Rate relatif lebih fleksibel
daripada cara konvensional, sehingga memperbesar laju pemboran.

Secara keseluruhan waktu pemboran dan biaya pemboran lebih kecil daripada cara
konvensional.
Semakin tipis lapisan produktif dapat mempersulit pembuatan lubang horisontal, karena

dapat memperkecil batas penyimpangan lubang bor, maka disinilah dituntut ketelitian alat dan
ketrampilan untuk menjaga arah dan kemiringan sesuai dengan target rencana pemboran. Hal ini
telah dapat diatasi oleh Nortrak Steerable Motor dan teknologi MWD.

Gambar 3.1 Steereble Motor