Anda di halaman 1dari 20

MODUL MANAJEMEN KEPERAWATAN

(MPKP)

PENDAHULUAN

Sejalan dengan makin meningkatnya tingkat pendidikan dan keadaan sosial ekonomi masyarakat, maka
kebutuhan dan tuntutan masyarakat akan kesehatan tampak makin meningkat pula. Untuk dapat memenuhi
kebutuhan dan tuntutan tersebut tidak ada upaya lain yang dapat dilakukan kecuali menyelenggarakan pelayanan
kesehatan yang sebaik-baiknya.
Pelayanan keperawatan yang terorganisir, memerlukan perawat menejer atau administrator yang mempunyai
pengetahuan, keterampilan dan kompetensi pada semua aspek manajemen. Perawat menejer siap terhadap
perubahan dan mampu menghadapi tantangan dari lingkungan yang selalu berubah dan menggalang system
pendukung untuk yang lain.
Era globalisasi dan perkembangan ilmu dan teknologi kesehatan menuntut perawat, sebagai suatu profesi,
memberi pelayanan kesehatan yang optimal. Indonesia juga berupaya mengembangkan model praktik keperawatan
profesional (MPKP).
MPKP adalah suatu sistem (struktur, proses dan nilai-nilai profesional) yang memungkinkan perawat
profesional mengatur pemberian asuhan keperawatan, termasuk lingkungan untuk menopang pemberian asuhan
tersebut.
Saat ini, praktik pelayanan keperawatan di banyak rumah sakit di Indonesia belum mencerminkan praktik
pelayanan profesional. Metoda pemberian asuhan keperawatan yang dilaksanakan belum sepenuhnya berorientasi
pada upaya pemenuhan kebutuhan klien, melainkan lebih berorientasi pada pelaksanaan tugas. Pilar-pilar
profesional diaplikasikan dalam bentuk aktivitas-aktivitas pelayanan profesional yang terdiri dari pilar manajemen
keperawatan, compensatory reward, profsional relationship, dan pasien care delivery, yang kesemua pilar ini
memiliki kegiatan dasar MPKP dengan model MPKP yang berbeda. Namun pada buku saku ini penulis hanya
memaparkan satu pilar saja yaitu pilar manajemen keperawatan.

MANAJEMEN KEPERAWATAN

A.

Manajemen Keperawatan
Pelayanan keperawatan adalah pelayanan yang dilakukan oleh banyak orang sehingga perlu menerapkan
manajemen yaitu dalam bentuk manajemen keperawatan. Manajemen keperawatan adalah suatu proses bekerja
melalui anggota staf keperawatan untuk memberikan asuhan, pengobatan dan bantuan terhadap para pasien (Gillies,
1989) dalam (Nursalam, 2007)
Model prakrik keperawatan professional (MPKP)nadalah suatu system (sturktur, proses, dan nilai-nilai
professional)nyang memungkinkan perawat professional mengatur pemberian asuhan keperawatan termasuk
lingkungan, yang dapat menompang pemberian asuhan tersebut (Hoffart & Woods,1996) dalam (sitorus, 2006).
Sebagai suatu model berarti ruang rawat tersebut menjadi contoh teladan dalam praktik keperawatan professional.
Oleh karena itu proses manajemen harus dilaksanakan dengan disiplin untuk menjamin pelayanan yang diberikan
kepada pasien atau keluarga merupakan praktik yang profesional.

B.

PENDEKATAN MANAJEMEN DI MPKP


Di ruang MPKP pendekatan manajemen diterapkan dalam bentuk proses manajemen yang terdiri dari tahapan
proses:

1.

PERENCANAAN (PLANNING)
Perencanaan adalah keseluruhan proses pemikiran dan penentuan secara matang hal-hal yang akan dikerjakan di
masa mendatang dalam rangka pencapaian tujuan yang telah ditetapkan (Siagian, 19990)
Kegiatan perencanaan dalam praktik keperawatan profesional merupakan upaya meningkatkan profesionalisme
dalam pelayanan keperawatan sehingga mutu pelayanan bukan saja dapat dipertahankan tapi bisa terus meningkat
sampai tercapai derajat kepuasan tertinggi bagi penerima jasa pelayanan keperawatan dan pelaksana pelayanan itu
sendiri.
Jenis-jenis perencanaan terdiri dari:
Rencana jangka panjang, rencana jangka menengah, dan rencana jangka pendek. Perencanaan jangka panjang
disebut juga perencanaan strategis yang disusun untuk 3-10 tahun. Perencanaan jangka menengah dibuat dan berlaku
1-5 tahun sedangkan perencanaan jangka pendek dibuat 1 jam sampai dengan 1 tahun. Hirarki dalam perencanaan
terdiri dari perumusan visi, misi, filosofi, kebijakan, dan prosedur (marquis & Houston, 1998).
Kegiatan perencanaan yang dipakai di ruang MPKP meliputi perumusa, visi, filosofi dan kebijakan.

a.

Visi Di Ruang MPKP


Visi adalah pernyataan singkat yang menyatakan mengapa organisasi itu dibentuk serta tujuan organisasi tersebut.
Visi perlu dirumuskan sebagai landasan perencanaan organisasi.

b.

Misi Di Ruang MPKP


Misi adalah pernyataan yang menjelaskan tujuan organisasi dalam mencapai visi yang telah ditetapkan.

c.

Filosofi Di Ruang MPKP

Filosofi adalah seperangkat nilai-nilai yang menjadi rujukan semua kegiatan dalam organisasi dalam menjadi
landasan dan arahan seluruh perencanaan jangka panjang. Nilai-nilai dalam filosofi dapat lebih dari satu
d.

Kebijakan Di Ruang MPKP


Kebijakan adalah pernyataan yang menjadi acuan organisasi dalam pengambil keputusan.
Jenis perencanaan yang diterapkan di ruang MPKP terdiri dari:

1)

Rencana harian
Rencana harian adalah kegiatan yang akan dilaksanakan oleh perawat sesuai dengan perannya masing-masing yang
dibuat dalam setiap shift. Isi kegiatan disesuaikan dengan fungsi dan peran perawat. Rencana harian dibuat sebelum
operan dilakukan dan dilengkapi pada saat operan dan pre conference
a)

Rencana harian kepala ruangan, meliputi:

Asuhan keperawatan

Supervisi katim dan perawat pelaksana

Supervisi tenaga selain perawat dan kerjasama dengan unit lain yang terkait

b)

Rencana harian ketua tim

Penyelenggaraan asuhan keperawatan pasien kepada tim yang menjadi tanggung jawabnya

Melakukan supervisi perawat pelaksana

Kolaborasi dengan dokter atau tim kesehatan yang lain

Alokasi pasien sesuai perawat yang dinas

c)

Rencana harian perawat pelaksana


Isi rencana harian pelaksana adalah tindakan keperawatan untuk sejumlah pasien yang dirawat pada shift dinasnya.
Rencana harian perawat pelaksana shift sore dan malam agak berbeda jika hanya 1 orang dalam 1 tim maka perawat
tersebut berperan sebagai ketua tim dan perawat pelaksana sehingga tidak ada kegiatan pre dan post conference.

d)

Penilaian rencana harian perawat


Setiap ketua tim mempunyai instrumen rencana harian perawat setiap harinya. Pada akhir bulan dapat dihitung
presentasi pembuatan rencana harian masing-masing perawat.
Rumus pembuatan rencana harian (RH) perawat:

2)

Rencana bulanan

a)

Rencana bulanan Karu


Setiap akhir bulan kepala ruangan melakukan evaluasi hasil keempat pilar atau nilai MPKP dan berdasarkan hasil
evaluasi tersebut kepala ruangan akan membuat rencana tindak lanjut dalam rangka peningkatan kualitas hasil.
Kegiatan yang mencakup rencana bulanan Karu adalah:

Membuat jadwal dan memimpin case conference

Membuat jadwal dan memimpin pendidikan kesehatan kelompok keluarga

Membuat jadwal dinas

Membuat jadwal dan memimpin rapat bulanan perawat

Melakukan jadwal dan memimpin rapat tim kesehatan

Membuat jadwal supervisi dan penilaian kinerja ketua tim dan perawat pelaksana

Melakukan audit dokumentasi

Membuat laporan bulanan

b)

Rencana bulanan ketua tim


Setiap akhir bulan ketua tim melakukan evaluasi tentang keberhasilan kegiatan yang dilakukan ditimnya. Kegiatankegiatan yang mencakup rencana bulanan katim adalah:

Mempresentasikan kasus dalam case conference

Memimpin pendidikan kesehatan kelompok keluarga

Melakukan supervisi perawat pelaksana

3)

Rencana tahunan
Setiap akhir tahun kepala ruangan melakukan evaluasi hasil kegiatan dalam satu tahun yang dijadikan sebagai acuan
rencana tindak lanjut serta penyusunan rencana tahunan berikutnya. Rencana kegiatan tahunan mencakup :

a)

Menyusun lapotan tahunan yang berisi tentang kinerja MPKP baik proses kegiatan (aktivitas yang sudah
dilaksanakan dari empat pilar praktek profesional) serta evaluasi mutu pelayanan.

b)
c)

Melaksanakan rotasi tim untuk penyegaran anggota masing-masing tim


Penyegaran terkait dengan materi MPKP khusus kegiatan yang masih rendah pencapaiannya. Ini bertujuan
mempertahankan kinerja yang telah dicapai MPKP bahkan meningkatkannya di masa mendatang.

d)

Pengembangan SDM dalam bentuk rekomendasi peningkatan jenjang karir perawat (pelaksana menjadi katim,
katim menjadi karu), rekomendasi untuk melanjutkan pendidikan formal, membuat jadwal untuk mengikuti
pelatihan-pelatihan.

2.

PENGORGANISASIAN (ORGANIZING)
Pengorganisasian kegiatan dan tenaga perawat di ruang MPKP menggunakan pendekatan sistem penugasan
modifikasi: keperawatan Tim-Primer. Secara vertical ada kepala ruangan, ketua tim, dan perawat pelaksana. Setiap
tim bertanggung jawab terhadap sejumlah pasien. Pengorganisasian di ruang MPKP terdiri dari :

a. Struktur organisasi Ruang MPKP


Struktur organisasi ruang MPKP menggunakan sistem penugasan Tim-Primer keperawatan. Ruang MPKP dipimpin
oleh kepala ruangan yang membawahi dua atau lebih ketua tim. Ketua tim berperan sebagai perawat primer
membawahi beberapa perawat pelaksana yang memberikan asuhan keperawatan secara menyeluruh kepada
sekelompok pasien. Struktur organisasi tersebut digambarkan dalam bagan:
b. Tugas Dan Tanggung Jawab Kepala Ruangan Rawat
1)

Pendekatan Manajemen

a)

Perencanaan

Mengembangkan visi dan misi


Mempunyai filosofi
Menetapkan rencana jangka pendek
Merencanakan dan memfasilitasi ketersediaan fasilitas yang dibutuhkan di ruangan
Melakukan kegiatan administrasi dan surat menyurat
Melakukan pertemuan rutin dengan semua perawat setiap bulan untuk membahas kebutuhan di ruangan
Merencanakan dan melaksanakan evaluasi mutu asuhan keperawatan (bersama dengan CCM)
Membuat peta risiko di ruang rawat
b)

Pengorganisasian

Membuat struktur organisasi

Mengatur pembagian tugas jaga rawat (jadwal dinas) bersama ketua tim

Membuat daftar pasien bersama ketua tim

c)

Pengarahan

Memimpin operan

Mengawasi dan mengarahkan kegiatan pre dan post conference

Memberi motivasi pada tim perawat di ruangan

Mendelegasikan tugas kepada bawahan dengan jelas

Bila PP cuti, tugas dan tanggung jawab PP dapat didelegasikan kepada PA senior (wakil PP pemula yang ditunjuk)
tetapi tetap di bawah pengawasan kepala ruang rawat dan CCM

Memfasilitasi kolaborasi dengan anggota tim kesehatan yang lain dalam pelaksanaan pelayanan kesehatan

Mengawasi perawat primer dan perawat pelaksana dalam mengelola pasien melalui komunikasi langsung

Memperoleh informasi tentang pelaksanaan asuhan keperawatan melalui supervisi dan mendengarkan laporan
langsung dari perawat primer

Melakukan pengawasan tidak langsung:

Mengecek daftar hadir ketua tim, perawat pelaksana, pekarya, dan petugas TU
Mengecek kedisiplinan

Membimbing siswa atau mahasiswa (bekerja sama dengan pembimbing klinik) dalam pemberian asuhan
keperawatan di ruangan, dengan mengikuti sitem MPKP yang sudah ada

Menciptakan dan memelihara hubungan kerja yang harmonis dengan klien/keluarga dan tim kesehatan lain, antara
lain, kepala ruang rawat mengingatkan kembali klien/keluarga tentang perawat/tim yang bertanggung jawab
terhadap mereka di ruangan

Melaksanakan pembinaan terhadap PP dan PA dalam hal implementasi MPKP termasuk sikap dan tingkah laku
professional

d)

Pengendalian

Mengatur dan mengendalikan kebersihan dan ketertiban ruangan

Mengadakan diskusi dengan staf untuk memecahkan masalah di ruangan

Menetapkan indikator mutu

Melakukan audit dokumen

Melakukan survey kepuasaan terhadap keluarga, perawat, dokter

Melakukan survey masalah kesehatan/keperawatan

Memeriksa kelengkapan persediaan status keperawatan minimal 5 set setiap hari

Memantau dan mengevaluasi penampilan kerja semua tenaga yang ada di ruangan, membuat DP3, dan usulan
kenaikan pangkat
2)

Compensatory Reward

a)

Melakukan rekruitmen tenaga perawat

b)

Melakukan seleksi tenaga perawat

c)

Melakukan orientasi

d)

Melakukan penilaian kinerja

e)

Melakukan pengembangan tenaga perawat

3)

Hubungan Profesional

a)

Memimpin rapat keperawatan

b)

Mengawasi pelaksanaan konferensi kasus

c)

Mengikuti rapat tim kesehatan

d)

Mengawasi pelaksanaan visite dokter

4)

Asuhan Keperawatan
Menguasai asuhan keperawatan

c.

Tugas Dan Tanggung Jawab Perawat Primer (Pp)

1) Pendekatan manajemen
a)

Perencanaan

Melakukan pengkajian terhadap klien baru atau melengkapi pengkajian yang sudah dilakukan PP pada sore, malam,
atau hari libur

Menetapkan renpra berdasarkan analisis standar renpra sesuai dengan hasil pengkajian

Bekerja sama dengan CCM dengan mengindentifikasikan issue yang memerlukan pembuktian sehingga tercipta
evidence based practice (EBP)

Membuat perencanaan pulang

b)

Pengorganisasiaan

Membuat jadwal dinas bersama kepala ruangan

Membuat daftar pasien bersama kepala ruangan

Menetapkan PA yang bertanggung jawab pada setiap klien, setiap kali giliran jaga ( shift). Pemabgian klien
berdasarkan pada jumlah klien, tingkat ketergantungan klien, dan tempat tidur yang berdekatan. Bila pada satu tugas
jaga (shift) PP didampingi oleh 2 orang PA, maka semua klien dibagi pada kedua PA sebagai penganggungjawabnya.
PP akan membimbing dan membantu PA dalam memberikan Askep. Bila PP hanya didampingi 1 orang PA pada satu
tugas jaga maka jumlah klien yang menjadi tanggung jawab PP adalah sebanyak 20 % dank lien tersebut termasuk
klien dengan tingkat ketergantungan minimal serta klien lainnya menjadi tanggung jawab PA. Pnenetapan ini
dimaksudkan agar PP memiliki waktu untuk membimbing dan membantu PA di bawah tanggung jawabnya dalam
memberikan Askep

Menjelaskan renpra yang sudah ditetapkan kepada PA di bawah tanggung jawabnya sesuai klien yang dirawat (pre
conference)

c)

Pengarahan

Memimpin kegiatan ronde keparawatan, konfrensi kasus, pre dan post conference

Memberikan pengarahan pada perawat pelaksana masing-masing secara individual

Memberi motivasi kepada perawat pelaksana (terutama perawat dalam timnya)

Mendelegasikan tugas kepada perawat pelaksana secara jelas

2)

Compensatory reward

a)

Melakukan orientasi kepada perawat baru

b)

Melaukan penilaian kinerja

3)

Hubungan professional

a)

Memimpin konfrensi kasus

b)

Mendampingi dokter visite klien di bawah tanggung jawabnya. Bila PP tidak ada, visite didampingi oleh PA sesuai
timnya

4)

Asuhan keperawatan
Menguasai asuhan keperawatan

a)

Melakukan kontrak dengan klien/ keluarga pada awal masuk ruangan sehingga tercipta hubungan terapeutik.
Hubungan ini dibina secara terus menerus pada saat melakukan pengkajian/tindakan kepada klien/keluarga. Panduan
orientasi ini sebaiknya delaminating dan digantung di kamar klien sehingga setip saat klien/keluarga dapat membaca
kembali.

b)

Melakukan bimbingan dan evaluasi PA dalam melakukan tindakan keperawatan, apakah sesuai dengan SOP

c)

Memonitor dokumentasi yang dilakukan oleh PA

d)

Membantu dan memfasilitasi terlaksananya kegiatan PA

e)

Melakukan tindakan keperawatan yang bersifat terapi keperawatan dan tindakan keperawata yang tidak dapat
dilakukan oleh PA

f)

Mengatur pelaksanaan konsul dan pemeriksaan laboratorium

g)

Melakukan kegiatan serah terima klien dibawah tanggung jawabnya bersama dengan perawat pelaksana

h)

Melakukan evaluasi ASKEP dan membuat catatan perkembangan klien setiap hari

i)

Melakukan pertemuan dengan klien/keluarga minimal setiap 2 hari untuk membahas kondisi keperawatan klien
(bergantung pada kondisi klien)

j)

Bila PP cuti/libur, tugas-tugas PP didelegasikan kepada PA yang telah ditunjuk (wakil PP) dengan bimbingan
kepala ruangan atau CCM

k)

Memberikan pendidikan kesehatan kepada klien/keluarga

d.

Tugas Dan Tanggung Jawab Perawat Associate (Pa)

1)

Membaca renpra yang telah ditetapkan PP

2)

Membina hubungan terapeutik dengan klien/keluarga, sebagai lanjutan kontrak yang sudah dilakukan PP

3)

Menerima klien baru (kontrak) dan memberikan informasi berdasarkan format orientasi klien/keluarga jika PP tidak
ada di tempat.

4)

Melakukan tindakan keperawatan pada kliennya berdasarkan renpra

5)

Melakukan evaluasi terhadap tindakan yang telah dilakukan dan mendokumentasikanya pada format yang tersedia.

6)

Mengikuti visite dokter bila PP tidak di tempat

7)

Memeriksa kerapian dan kelengkapan status keperawatan

8)

Membuat laporan pergantian dinas dan setelah selesai diparaf

9)

Mengkomunikasikan kepada PP/Pj dinas bila menemukan masalah yang perlu diselesaikan

10) Menyiapkan klien untuk pemeriksaan diagnostic, laboratorium, pengobatan, dan tindakan.
11) Berperan serta dalam memberikan pendidikan kesehatan pada klien/keluarga yang dilakukan oleh PP
12) Melakukan inventarisasi fasilitas ang terkait dengan timnya.
13) Membantu tim lain yang membutuhkan
14) Memberikan resep dan menerima obat dari keluarga klien yang menjadi tanggung jawabnya dan berkoordinasi
dengan PP.

e.

Mekanisme pelaksanaan pengorganisasian di ruang MPKP

1)

Kepala ruangan membagi perawat yang ada menjadi 2 tim dan tiap tim diketuai masing-masing oleh seorang ketua
tim yang terpilih melalui test

2)

Kepala ruangan bekerjasama dengan ketua tim mengatur jadwal dinas (pagi, sore, malam)

3)

Kepala ruangan membagi klien untuk masing-masing tim

4)

Apabila suatu ketika satu tim kekurangan perawat pelaksana karena kondisi tertentu kepala ruangan dapat
memindahkan perawat pelaksana dari tim ke tim yang mengalami kekurangan anggota

5)

Kepala ruangan menunjuk penanggung jawab shift sore, malam, dan shift pagi apabila karena sesuatu hal kepala
ruangan sedang tidak bertugas. Untuk itu yang dipilih adalah perawat yang paling kompeten dari perawat yang ada.
Sebagai pengganti kepala ruangan adalah ketua tim, sedangkan jika ketua tim berhalangan, tugasnya digantikan oleh
anggota tim (perawat pelaksana) yang paling kompeten diantara anggota tim

6)

Ketua tim menetapkan perawat pelaksana untuk masing-masing pasien

7)

Ketua tim mengendalikan asuhan keperawatan yang diberikan kepada klien baik yang diterapkan oleh dirinya
maupun oleh perawat pelaksana anggota timnya

8)

Kolaborasi dengan tim kesehatan lain yang dilakukan oleh ketua tim. Bila ketua tim karena suatu hal tidak sedang
bertugas maka tanggung jawabnya didelegasikan kepada perawat paling ekspert yang ada dalam tim

9)

Masing-masing tim memiliki buku komunikasi

10)

Perawat pelaksana melaksanakan asuhan keperawatan asuhan keperawatan kepada klien yang menjadi tanggung
jawabnya.

f.

Uraian tugas (job deskripsi) personil di MPKP

1)

Kepala ruangan

a)

Management approach

Perencanaan
Menyusun visi
Menyusun misi
Menyusun filosofi
Menyusun rencana jangka pendek: harian, bulanan, tahunan
Pengorganisasian
Menyusun struktur organisasi
Menyusun jadwal dinas
Membuat daftar alokasi pasien
Pengarahan
Memimpin operan
Menciptakan iklim motivasi
Mengatur pendelegasian
Melakukan supervisi
Pengendalian
Mengevaluasi indikator mutu
Melakukan audit dokumentasi
Melakukan survey kepuasan pasien, keluarga, perawat, dan tenaga kesehatan lainnya
Melakukan survey masalah kesehatan/keperawatan
b)

Compensatory reward

Melakukan penilaian kinerja ketua tim dan perawat pelaksana

Merencanakan dan melaksanakan pengembangan staf


c)

Professional relationship

Memimpin rapat keperawatan


Memimpin konferensi kasus
Melakukan rapat tim kesehatan
Melakukan kolaborasi dengan dokter

d)

Pasien care delivery


Mampu melaksanakan asuhan keperawatan pada pasien dengan penyakit tersering ditemukan di ruang rawat

2)

Ketua tim

a)

Management approach

Perencanaan
Menyusun rencana jangka pendek (rencana harian, rencana bulanan)
Pengorganisasian
Menyusun jadwal dinas bersama kepala ruangan
Membagi alokasi pasien kepada perawat pelaksana
Pengarahan
Memimpin pre conference
Memimpin post conference
Menciptakan iklim motivasi di timnya
Mengatur pendelegasian dalam timnya
Melaksanakan supervisi kepada anggota timnya
Pengendalian
Mengobservasi pelaksanaan asuhan keperawatan pada pasien yang dilakukan oleh perawat pelaksana
Memberikan umpan balik pada perawat pelaksana
b)

Compensatory reward
Menilai kinerja perawat pelaksana

Professional relationship
Melaksana konferensi kasus
Melakukan kolaborasi dengan dokter
Patient care delivery
Mampu melaksanakan asuhan keperawatan pada pasien dengan penyakit tersering ditemukan di ruang rawat
Perawat pelaksana
Perencanaan
Menyusun rencana jangka pendek (rencana harian)
Patient care delivery

Mampu melaksanakan asuhan keperawatan pada pasien dengan penyakit tersering ditemukan di ruang rawat
g.

Daftar dinas ruangan


Daftar dinas disusun berdasarkan tim, dibuat dalam 1 minggu sehingga perawat sudah mengetahui dan
mempersiapkan dirinya untuk melakukan dinas. Pembuatan jadwal dinas perawat dilakukan oleh kepala ruangan
pada hari terakhir minggu tersebut untuk jadwal dinas pada minggu yang selanjutnya bekerjasama dengan ketua tim.
Setiap tim mempunyai anggota yang berdinas pada pagi, sore, dan malam dan yang lepas dari dinas (libur) terutama
yang telah berdinas pada malam hari.

h.

Daftar pasien
Daftar pasien adalah daftar sejumlah pasien yang menjadi tanggung jawab tiap tim selama 24 jam. Setiap pasien
yang mempunyai perawat yang bertanggung jawab secara total selama dirawat dan juga setiap shift dinas. Dalam
daftar dinas tidak perlu mencantumkan diagnosa dan alamat agar kerahasiaan pasien terjaga. Daftar pasien dapat
juga menggambarkan tanggung jawab dan tanggung gugat perawat atas asuhan keperawatan pasien sehingga
terwujudlah keperawatan pasien yang holistik. Daftar pasien juga memberi informasi bagi kolega kesehatan lain dan
keluarga untuk berkolaborasi tentang perkembangan dan perawatan pasien. Daftar pasien di ruangan diisi oleh ketua
tim sebelum operan dengan dinas berikutnya dan dapat dimodifikasi sesuai kebutuhan. Alokasi pasien terhadap
perawat yang dinas pagi, sore, atau malam dilakukan oleh ketua tim berdasarkan jadwal dinas.

3.

PENGARAHAN (DIRECTING)
Dalam pengarahan, pekerjaan diuraikan dalam tugas-tugas yang mampu dikelola, jika perlu dilakukan
pendelegasian. Diruangan MPKP pengarahan diterapkan dalam bentuk kegiatan-kegiatan sebagai berikut:

a.

Menciptakan budaya motivasi

b.

Manajemen waktu: rencana harian

c.

Komunikasi efektif, melalui kegiatan:

d.

Manajemen konflik

1)

Operan per shift

2)

Pre conference tim

3)

Post conference

e.

Pendelegasian dan supervisi


Untuk memaksimalkan pelaksanaan pekerjaan oleh staf, seorang manajer harus melakukan upaya-upaya
(Marquis&Houston, 1998) sebagai berikut:

1)

Menciptakan iklim motivasi


Iklim motivasi dapat ditumbuhkan melalui (Marquis&Houston, 1998):

a)

Memberikan harapan yang jelas kepada staf dan mengkomunikasikan harapan tersebut secara efektif

b)

Bersikap fair dan konsisten terhadap semua staf

c)

Membuat keputusan yang bijaksana

d)

Mengembangkan konsep kerja kelompok

e)

Mengintegrasikan kebutuhan dan keinginan staf dengan kebutuhan dan tujuan organisasi

f)

Mengenai staf secara pribadi dan membiarkan staf mengetahui bahwa pimpinan mengetahui keunikan dirinya

g)

Menghilangkan blok tradisionil antara staf dengan pekerjaan yang telah dikerjakan

h)

Memberikan tantangan kerja sebagai kesempatan untuk mengembangkan diri

i)

Melibatkan staf dalam pengambilan semua keputusan

j)

Memastikan bahwa staf mengetahui alasan dibelakang semua keputusan dan tindakan

k)

Memberikan kesempatan kepada staf untuk membuat penilaian sesering mungkin

l)

Menciptakan hubungan saling percaya dan saling tolong dengan staf

m)

Memberikan kesempatan staf untuk mengontrol lingkungan kerjanya

n)

Menjadi role model bagi staf

o)

Memberikan reinforcement sesering mungkin


Di ruang MPKP penciptaan iklim motivasi diterapkan dengan cara sebagai berikut:

a)

Budaya pemberian iklim reinforcement positif


Reinforcement positif adalah upaya menguatkan perilaku positif dengan memberikan reward. Reward yang
diberikan di MPKP adalah pemberian pujian yang tulus. Masing-masing staf dibudayakan untuk memberikan pujian
yang tulus diantara mereka terhadap kinerja dan penampilan

b)

Doa bersama sebelum memulai kegiatan


Doa bersama dilakukan setiap pergantian dinas. Setelah selesai operan semua staf berkumpul untuk melakukan ritual
doa bersama sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-masing. Dengan berdoa diharapkan timbul self
awareness dan dorongan spiritual.

c)

Memanggil staf secara peridik untuk mengenal masalah setiap personil secara mendalam dan membantu
penyelesaiannya.
Kepala ruangan perlu berkomunikasi secara intensif dengan semua staf baik ketua tim mapun perawat pelaksana
untuk memperat hubungan dengan semua staf, memahami problematika masing-masing sehingga pendekatan
kepada staf diseduaikan dengan kepribadian masing-masing. Hal ini diharapkan dapat memacu motivasi staf
perawat yang bekerja di MPKP.

d)

Manajemen SDM melalui penerapan dan pengembangan jenjang karier dan kompetensi

e)

Sistem reward yang fair sesuai dengan kinerja

2)

Mengelola waktu secara efisien


Tahapan manajemen waktu meliputi tiga tahapan yaitu:

a)

Membuat perencanaan waktu dan membuat prioritas

b)

Melengkapi prioritas tertinggi kapan saja memungkinkan, menyelesaikan tugas sebelum memulai tugas yang lain

c)

Membuat prioritas uleng berdasarkan informasi yang diterima


Dalam MPKP manajemen waktu diterapkan dalam bentuk penerapan rencana kerja harian yaitu dalam bentuk
perencanaan kerja melalui jadwal kerja yang disusun secara berurutan yang disusun sebelum pekerjaan tersebut
dilaksanakan.

3)

Mendemonstrasikan keterampilan komunikasi yang terbaik

Berkomunikasi merupakan salah satu fungsi pokok manajemen khususnya pengarahan. Komunikasi adalah proses
tukar menukar pikiran, perasaan, pendapat dan saran yang terjadi antara dua manusia atau lebih yang bekerjasama.
a)

Penerapan Komunikasi di MPKP


Beberapa bentuk komunikasi di ruang MPKP

Operan yaitu komunikasi dan serah terima antara shift pagi , sore, dan malam. Operan dari dinas malam ke dinas
pagi dan dinas pagi ke dinas sore dipimpin oleh kepala ruangan, sedangkan operan dari dinas sore ke dinas malam
dipimpin oleh penanggung jawab shift sore. Operan/Timbang Terima adalah suatu cara dalam menyampaikan dan
menerima sesuatu (laporan) yang berkaitan dengan kedaan klien.
Tujuan :
o Menyampaikan kondisi atau keadaan secara umum klien
o Menyampaikan hal-hal penting yang perlu ditindaklanjuti oleh dinas berikutnya
o Tersusunnya rencana kerja untuk dinas berikutnya.
Manfaat :
Bagi Perawat
o Meningkatkan kemampuan kumunikasi antar perawat
o Menjalin hubungan kerja sama dan bertanggung jawab antar perawat
o Pelaksanaan asuhan keperawatan terhadap pasien yang berkesinambungan
o Perawat dapat mengikuti perkembangan pasien secara paripurna
bagi pasien
o Klien dapat menyampaikan masalah secara langsung bila ada yang belum terungkap
Langkah-langkah :
o Kedua kelompok shift dalam keadaan sudah siap
o Shift yang akan menyerahkan dan mengoperkan perlu mempersiapkan hal-hal apa yang disampaikan
o Perawat yang bertanggung jawab menyampaikan kepada penanggung jawab shift yang selanjutnya meliputi :

Kondisi atau keadaan klien secara umum

Tindak lanjut untuk dinas yang menerima operan

Rencana kerja untuk dinas yang menerima operan

o Penyampaian operan di atas (point c) harus dilakukan secara jelas dan tidak terburu-buru
o

Perawat penanggung jawab dan anggotanya dari kedua shift bersama-sama secara langsung melihat keadaan kien.
Prosedur timbang terima :
Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam prosedur ini meliputi :
Persiapan
o Kedua kelompok dalam keadaan siap
o Kelompok yang akan bertugas menyiapkan buku catatan
Pelaksanaan
Dalam penerapannya, dilakukan timbang terima kepada masing-masing penanggung jawab:

Timbang terima dilaksanakan setiap penggantian shift/operan

Dari nurse station perawat berdiskusi untuk melaksanakan timbang terima dengan mengkaji secara komprehensif yang
berkaitan tentang masalah keperawatan klien, rencana tindakan yang sudah dan belum dilaksanakan serta hal-hal
penting lainnya yang perlu dilimpahkan.
Hal-hal yang sifatnya khusus dan memerlukan perincian yang lengkap sebaiknya dicatat secara khusus untuk kemudian

diserahterimakan kepada perawat yang berikutnya


Hal-hal yang perlu disampaikan pada saat timbang terima adalah :

Identitas klien termasuk KU & TTV, serta diagnosa medik

Masalah keperawatan yang kemungkinan masih muncul

Tindakan keperawatan yang sudah dan belum dilaksanakan

Intervensi kolaborasi dan dependensi

Rencana umum dan persiapan yang perlu dilakukan dalam kegiatan selanjutnya, misalnya operasi, pemeriksaan
laboratorium/pemeriksaan penunjang lainnya, persiapan untuk konsultasi atau prosedur lainnya yang tidak
dilaksanakan secara rutin.
Perawat yang melakukan timbang terima dapat melakukan klarifikasi, tanya jawab dan melakukan validasi terhadap

hal-hal yang kurang jelas


o

Penyampaian pada saat timbang terima secara singkat dan jelas

Lama timbang terima untuk setiap klien tidak lebih dari 5 menit kecuali pada kondisi khusus dan memerlukan
penjelasan yang lengkap dan rinci.

Pelaporan untuk timbang terima dituliskan secara langsung pada buku laporan ruangan oleh perawat.

Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam operan

Dilaksanakan tepat pada pergantian sihft.

Dipimpin oleh kepalah ruangan atau penenggung jawab pasien (PP)

Diikuti oleh semua perawat yang telah dan yang akan dinas.

Informasi yang disampaikan harus akurat, sistematis, singkat, dan menggambarkan kondisi pasien saat ini serta
mengjaga kerahasian pasien

Timbang terima harus beorientasi pada permasalahan pasien.

Pada saaat timbang terima di kamar pasien menggunakan volume suara yang cukup sehingga pasien disebelahnya
tidak mendengan sesuatu yang rahasia bagi klien. Sesuatu yang dianggap rahasia sebaiknya tidak dibicarakan secara
langsung dekat dengan klien

Catatan :

Operan diruangan masing-masing tim (Nurse Station) lalu dilanjutkan di ruang pasien untuk validasi (2-3 menit)

Dilanjutkan dengan pre comfrence (kurang lebih 10 menit)

Pada saat pre comprens, langsung saja ke intinya, tidak perlu kata2 pembukaan, tetapi dimulai dengan baca doa

Operan dilaksanakan pada 30 menit sebelum pergantian dinas

Contoh :

Dinas pagi
Jam 07.30 - 08.00 wita Operan & Validasi
Jam 08.00 - 08.15 wita Pre Comprence
Jam 08.15 - 12.00 wita Pelayanan Keperawatan
Jam 12.00 - 12.30 wita Istirahat/Ishoma
Jam 12.30 - 13.00 wita Pendokumentasian
Jam 13.00 - 13.30 wita Post Comprence
Jam 13.30 - 14.00 wita Operan & Validasi
Dinas Sore
Jam 14.00 - 14.15 wita Pre Comprence
Jam 14.15 - 17.30 wita Pelayanan Keperawatan
Jam 17.30 - 18.15 wita Istirahat/Ishoma
Jam 18.15 - 20.00 wita Pendokumentasian
Jam 20.00 - 20.30 wita Post Comprence
Jam 20.30 - 21.00 wita Operan & Validasi
Dinas Malam
Jam 21.00 - 21.15 wita Pre Comprence
Jam 21.15 - 00.30 wita Pelayanan Keperawatan
Jam 00.30 - 01.30 wita Istirahat/Ishoma
Jam 01.30 - 05.00 wita Pelayanan Keperawatan
Jam 05.00 - 05.30 wita Ishoma
Jam 05.30 - 06.30 wita Pendokumentasian
Jam 06.30 - 07.30 wita Post Comprence

Tabel I. 17. Pedoman Operan Antar Shift


Waktu Kegiatan

PEDOMAN OPERAN
: Awal pergantian shift (07.30, 14.00, 21.00)

Tempat

: Nursing Station/kantor perawat

Penanggung jawab

: Kepala Ruangan/PJ shift

Kegiatan:
1.

Karu/PJ shift membuka acara dengan salam

2.

PJ shift yang mengoperkan menyampaikan:

a.

Kondisi/keadaan pasien: Dx keperawatan, tujuan yang telah tercapai, tindakan yang sudah
dilaksanakan, hasil asuhan.

b.

Tindak lanjut untuk shift berikutnya

3.

Perawat shift berikutnya mengklarifikasi penjelasan yang sudah disampaikan

4.

Karu memimpin ronde ke kamar pasien

5.

Karu merangkum informasi operan, memberikan saran tindak lanjut

6.

Karu memimpin doa bersama dan menutup acara

7.

Bersalaman

Pre conference yaitu evaluasi Katim dan perawat pelaksana setelah selesai operan untuk rencana kegiatan pada shift
tersebut yang dipimpin oleh Katim atau penanggungjawab tim. Jika yang dinas pada tim tersebut hanya 1 orang,
maka pre conference ditiadakan. Isi pre conference adalah rencana tiap perawat (rencana harian), dan tambahan
rencana dari Katim atau penanggung jawab tim
Post conference yaitu komunikasi Katim dan perawat pelaksana tentang hasil kegiatan sepanjang shift dan sebelum
operan kepada shift berikut. Isi post conference adalah hasil askep tiap perawat dan hal penting untuk operan (tindak
lanjut). Post conference dipimpin oleh Katim atau penanggungjawab tim.
Tujuan Konfrensi

Membahas masalah setiap klien berdasarkan renpra yang telah dibuat oleh PP

Menetapkan klien yang menjadi tanggung jawab masing-masing PA

Membahas rencana tindakan keperawatan untuk setiap klien pada hari itu, Rencana tindakan didasarkan pada
renpra yang ditetapkan oleh PP

Mengidentifikasi tugas PA untuk setiap klien yang menjadi tanggung jawabnya.

Tabel I. 18. Pedoman Pre Conference


PEDOMAN PRE DAN POST CONFERENCE
Waktu Kegiatan

: setelah operan

Tempat

: meja masing-masing tim

Penanggung jawab

: Ketua Tim/PJ tim

Kegiatan:
1.

Konferensi dihadiri oleh PP dan PA dalam timnya masing-masing.

2.

Penyampaian perkembangan dan permasalahan klien berdasarkan hasil evaluasi kemarin dan
kondisi klien yang dilaporkan oleh dinas per siff.. Hal-hal yang disampaikan oleh PP meliputi :

a.

Keadaan umum klien.

b.

Keluhan klien.

c.

Tanda-tandan vital dan kesadaran.

d.

Hasil pemeriksaan laboraturium/diagnostic terbaru.

e.

Masalah keperawatan.
Rencana keperawatan hari ini.

g.

Perubahan terapi medis.

h.

Rencana medis.

3.

PP mendiskusikan dan mengarahkan PA tentang masalah yang terkait dengan keperawatan klien
meliputi :

a.

Keluhan klien yang terkait dengan pelayanan, seperti keterlambatan, kesalahan pemberian
makanan, kebisingan pengunjung lain, ketidakhadiran dokter yang dikonsulkan.

b.

Ketepatan pemberian infuse.

c.

Ketepatan pemantauan asupan dan haluaran cairan (I/O)

d.

Ketepatan pemberian obat oral atau injeksi.

e.

Ketepatan pelaksanaan tindakan lain.


Ketepatan dokumentasi.

4.

Mengingatkan kembali standar prosedur (SOP) yang ditetapkan.

5.

Mengingatkan kembali tentang kedisiplinan, ketelitian, kejujuran, dan kemajuan masing-masing


PA.

6.

Membantu PA menyelesaikan masalah yang tidak dapat diselesaikan.

Ronde Keperawatan adalah Suatu kegiatan yang bertujuan untuk mengatasi masalah keperawatan klien yang
dilaksanakan oleh perawat, disamping klien dilibatkan untuk mermbahas dan melaksanakan asuhan keperawatan
akan tetapi pada kasus terntentu harus dilakukan oleh penanggung jawab jaga dengan melibatkan seluruh anggota
tim.

Karakteristik

Klien dilibatkan secara langsung

Klien merupakan fokus kegiatan

PA, PP dan CCM melakukan diskusi bersama

CCM memfasilitasi kreatifitas

CCM membantu mengembangkan kemampuan PA, PP untuk meningkatkan kemampuan dalam mengatasi
masalah.
Tujuan

Menumbuhkan cara berfikir secara kritis

Menumbuhkan pemikran tentang tindakan keperawatan yang berasal dari masalah klien.

Meningkatkan vadilitas data klien

Menilai kemampuan justifikasi

Meningkatkan kemampuan dalam menilai hasil kerja

Meningkatkan kemampuan untuk emodifikasi rencana perawatan.

Peran

Perawat primer (ketua tim) dan perawat asosiet (anggota tim)


Dalam menjalankan pekerjaannya perlu adanya sebuah peranan yang bisa untuk memaksimalkan keberhasilan yang
bisa disebutkan antara lain :

o Menjelaskan keadaan dan data demografi klien


o Menjelaskan masalah keperawatan utama
o Menjelaskan intervensi yang belum dan yang akan dilakukan
o Menjelaskan tindakan selanjutnya
o Menjelaskan alasan ilmiah tindakan yang akan diambil

Peran perawat primer (ketua tim) lain dan atau konsuler

o Memberikan justifikasi
o Memberikan reinforcement
o Menilai kebenaran dari suatu masalah, intervensi keperawatan serta tindakan yang rasional
o Mengarahkan dan koreksi
o Mengintegrasikan teori dan konsep yang telah dipelajari.
Langkah-Langkah
Langkah-langkah yang diperlukan dalam ronde keperawatan adalah sebagai berikut:

Pesiapan

Penetapan kasus minimal 1 hari sebelum waktu pelaksanaan ronde

Pemberian informed consent kepada klien/keluarga

Pelaksanaan Ronde

Penjelasan tentang klien oleh Perawat dalam hal ini penjelasan difokuskan

Pada masalah keperawatan dan rencana tindakan yang akan atau telah dilaksanakan dan memilih prioritas yang perlu
didiskusikan

Pemberian justifikasi oleh perawat tentang masalah klien serta rencana tindakan yang akan dilakukan

Tindakan keperawatan pada masalah prioritas yang telah dan yang akan ditetapkan

Pasca Ronde
Mendiskusikan hasil temuan dan tindakan pada klien tersebut serta menerapkan tindakan yang perlu dilakukan.

Waktu Kegiatan

PEDOMAN RONDE KEPERAWATAN


: Satu hari setelah Informed Konsent

Tempat

: Ruag Perawatan Klien

Penanggung jawab

: PP dan PA

Kegiatan:
1.

PP menentukan 2-3 k