Anda di halaman 1dari 121

UNIVERSITAS GADJAH MADA

SEKOLAH VOKASI/ DOPLOMA KOMPUTER


DAN SISTEM INFORMASI

Buku 2: RKPM
(Rencana Kegiatan Pembelajaran Mingguan)
Modul Pembelajaran

SISTEM INFORMASI
Genap/4/VMK 2214
oleh
Muh. Fakhrurrifqi, M.Cs.

Didanai dengan dana BOPTN


Tahun Anggaran 2014
Desember 2014

TINJAUAN MATA KULIAH


A. Deskripsi Mata Kuliah

Matakuliah Sistem Informasi merupakan matakuliah wajib di


program studi D3 Komputer dan Sistem Informasi, Sekolah Vokasi,
Universitas Gadjah Mada. Dalam kuliah ini dibicarakan mengenai Konsep
Dasar, Sistem Informasi, Sistem Informasi Managemen, Sistem Informasi
Berbasis Internet, Pengembangan Sistem Informasi, Keamanan Sistem
Informasi.
Setelah menyelesaikan kuliah ini mahasiswa akan memahami konsep
sistem informasi dan penerapan-penerapannya serta bagaimana
mengembangkan sistem informasi dan mengaplikasikan pada kasus
nyata.
B. Tujuan Mata Kuliah
Mata kuliah ini bertujuan untuk memberikan landasan teoritis
tentang sistem informasi.
C. Materi Mata kuliah
Materi yang disampaikan pada mata kuliah ini meliputi konsep
dasar, sistem informasi, SIM, sistem informasi berbasis internet,
pengembangan sistem informasi dan pengantar keamanan sistem
informasi.
D. Petunjuk penggunaan Bahan Ajar
Bahan ajar ini digunakan untuk pembelajaran Sistem Informasi
dengan alokasi 2 SKS. Ditujukan sebagai bahan ajar mahasiswa Diploma
khususnya, nanti juga bisa digunakan oleh mahasiswa S1.
Setiap materi berisi pendahuluan, penyajian dan penutup. Setiap
bab diberikan untuk sekali pertemuan (100 menit). Di akhir bab, terdapat
soal-soal latihan sebagai evaluasi sejauh mana penguasaan mahasiswa
terhadap materi.

UNIVERSITAS GADJAH MADA


SEKOLAH VOKASI/ DOPLOMA KOMPUTER
DAN SISTEM INFORMASI

Buku 2: RKPM
(Rencana Kegiatan Pembelajaran Mingguan)
Modul Pembelajaran Pertemuan Ke-1

SISTEM INFORMASI
Genap/4/VMK 2214
oleh
Muh. Fakhrurrifqi, M.Cs.

Didanai dengan dana BOPTN


Tahun Anggaran 2014
Desember 2014
BAB I
3

KONSEP DASAR
PENDAHULUAN
A. Deskripsi
Pada pertemuan ini dibahas mengenai apa itu data, informasi
maupun sistem informasi. pentingnya matematika dikrit bagi mahasiswa
komputer/informatika. Juga disampaikan beberapa materi yang akan
dipelajari pada kuliah ini.
B. Manfaat
Mahasiswa memahami pentingnya memiliki konsep dasar yang kuat
dalam pemahaman sistem informasi.
C. Relevansi
Bab ini memiliki peran sangat penting untuk memberikan dasar
untuk pemahaman untuk materi-materi berikutnya yang akan dipelajari
pada mata kuliah sistem informasi.
D. Learning Outcomes
Mahasiswa dapat menjelaskan perbedaan data, informasi maupun
sistem informasi.
PENYAJIAN
1.1

Data
Data adalah catatan atas kumpulan fakta. Dengan kata lain, data adalah kenyataan

yang menggambarkan suatu kejadian-kejadian dan kesatuan nyata (Sutabri, 2012).


Menurut kamus bahasa inggris-indonesia, data berasal dari kata datum yang berarti fakta.
Istilah data adalah suatu istilah yang majemuk. yang berarti fakta atau bagian dari
fakta yang mengandung arti yang dihubungkan dengan kenyatan simbol-simbol, yang
menunujukan suatu ide, objek, kondisi atau situasi dan lain-lain. Jelasnya, data itu bisa
berupa apa saja dan dapat ditemui di mana saja. Kegunaan data adalah sebagai bahan
dasar yang objekyif(relative) di dalam proses kebijaksanaan dan keputusan oleh
pemimpin organisasi. (Longkutoy, 1979).
Berikut ini adalah contoh data:
Nomor Induk Mahasiswa yang tercatat di bagian akademik
Nomor Induk Kependudukan kota Jogjakarta yang tercatat di

Kantor Capil dan kependudukan


Jadwal penerbangan di Bandara Adi Sucipto Jogjakarta.
4

1.2

Informasi
Informasi merupakan sesuatu yang dapat menambah pengetahuan

& berguna untuk mengurangi keragu-raguan pada saat akan memilih


alternatif tindakan. Terdapat beberapa pengertian untuk informasi,
antara lain:
Informasi adalah data yang sudah diolah untuk proses
pengambilan keputusan data yang diolah menjadi bentuk yang
lebih berguna dan lebih berarti bagi pemakainya. (Jogiyanto,

2005)
Informasi adalah data yang telah diklasifikasikan atau diolah atau
diinterpresentasi untuk digunakan dalam proses pengambilan
keputusan. Sistem pengolahan informasi mengolah data menjadi
informasi atau tepatnya mengolah data dari bentuk tak berguna
menjadi berguna bagi penerimanya.( Sutabri, 2012)

Data merupakan kenyataan yang menggambarkan suatu kejadian,


tetapa data juga merupakan suatu bentuk yang masih mentah, yang
belum dapat bercerita banyak sehingga perlu diolah melalui suatu
model untuk menghasilkan informasi. Sebagai contoh, jadwal
penerbangan di Bandara Adi Sucipto Jogjakarta merupakan data, akan
tetapi apabila seseorang menghubungi loket bandara untuk melihat
jalur penerbangan ke Jakarta lengkap dengan keterangan kapan waktu
terbang, berapa harga tiket, maka yang dia tanyakankepetugas di
bandara adalah informasi.
Berikut ini adalah contoh lain informasi:
Hari ini hari senin.
Minyak tanah antri & sembako NAIK.
Tim Olympiade Fisika Indonesia mendapat medali EMAS
1.3

Sistem
Sistem, jika dilihat dari pendekatan yang menekankan pada

prosedur, Sistem merupakan suatu jaringan kerja dari prosedurprosedur yang saling berhubungan, berkumpul bersama-sama untuk
memelakukan suatu kegiatan atau menyelesaikan suatu sasaran
tertentu (FitzGerald et al., 1981).
5

Sedangkan jika dilihat dari pendekatan lain, maka aka nada


beberapa pengertia lain, antara lain:
kumpulan dari elemen-elemen yang saling berinteraksi untuk

mencapai suatu tujuan tertentu (Jogiyanto, 2005).


sekumpulan elemen yang saling terkait atau terpadu yang
dimaksudkan untuk mencapai suatu tujuan (Neuschel, 1971).

Berikut ini adalah contoh sistem:

Manusia (Sistem Pencernaan, Sistem Pernafasan, dll)


Rumah
Komputer
Mobil dll.

1.4 Sistem Informasi


Sistem informasi terdiri dari dua kata, yaitu sistem dan informasi.
Terdapat banyak pengertian tentang sistem informasi, antara lain
sebagai berikut:
Alter (1992):

Sistem informasi adalah kombinasi antara prosedur kerja,


informasi, orang dan Teknologi Informasi yang diorganisasikan
untuk mencapai tujuan dalam sebuah organisasi

Bodnar Hopwood
(1993)

SI adalah kumpulan perangkat keras & perangkat lunak yang


dirancang untuk mentransformasikan data Ke dalam bentuk
informasi yang berguna

Gelinas, Oram &


Wiggins (1990)

SI adalah suatu sistem buatan manusia yang secara umum terdiri


atas sekumpulan komponen berbasis komputer dan manual yang
dibuat untuk menghimpun, menyimpan dan mengelola data
serta menyediakan informasi keluaran (output) kepada pemakai

Turban, McLean &

Sebuah SI mengumpulkan, memproses, menyimpan,

Wetherbe (1999)

menganalisis dan menyebarkan informasi untuk tujuan yang


spesifik

Wilkinson (1992)

Sistem informasi adalah kerangka kerja yang mengkoordinasikan


sumberdaya (manusia, komputer) untuk mengubah masukan
(input) menjadi keluaran (informasi), guna mencapai sasaransasaran organisasi (perpustakaan)

Hall (2001)

SI adalah sebuah rangkaian prosedur formal dimana data


6

dikelompokan, diproses menjadi informasi, dan didistribusikan


kepada pemakai

UNIVERSITAS GADJAH MADA


SEKOLAH VOKASI/ DOPLOMA KOMPUTER
DAN SISTEM INFORMASI

Buku 2: RKPM
(Rencana Kegiatan Pembelajaran Mingguan)
Modul Pembelajaran Pertemuan Ke-2

SISTEM INFORMASI
Genap/4/VMK 2214
oleh
Muh. Fakhrurrifqi, M.Cs.

Didanai dengan dana BOPTN


Tahun Anggaran 2014
Desember 2014
8

BAB II
SISTEM
PENDAHULUAN
A. Dekripsi
sistem adalah sekumpulan elemen yang saling terkait atau terpadu
yang dimaksudkan untuk mencapai suatu tujuan. Dalam bab ini dijelaskan
apa itu sistem, Karakteristik Sistem, SubSistem dan SuperSistem dan
Klasifikasi Sistem.
B. Manfaat
Dengan memahami sistem, diharapkan mahasiswa mampu berpikir
bagaimana suatu sistem itu berjalan sehingga pemanfaatan sistem
informasi dapat maksimal.
C. Relevansi
Materi ini memiliki peran sangat penting untuk memberikan dasar
tentang sistem kepada mahasiswa, sehingga mudah untuk memahami
materi yang lain.
D. Learning Outcomes
Mahasiswa memahami mengenai konsep dasar sistem, pengertian
dari suatu sistem dan dapat membedakan antara konsep data dan
informasi. Mahasiswa juga memahami mengenai karakteristik sistem.
PENYAJIAN
2.1.
Konsep Dasar
Seperti telah dijelaskan pada bab sebelumnya, salah satu pengertian
sistem adalah sekumpulan elemen yang saling terkait atau terpadu
yang dimaksudkan untuk mencapai suatu tujuan (Neuschel, 1971).
Sistem (yang berhubungan dengan sistem informasi) biasanya terdiri
dari 3 elemen atau unsur utama, yaitu menerima data sebagai
masukan, memproses data dan menghasilkan informasi sebagai
keluaran. Hal ini merupakan konsep suatu sistem yang sangat
sederhana, sebab sistem dapat memiliki beberapa masukan dan
keluaran.
9

2.2.
Karakteristik Sistem
Sistem memiliki karakteristik atau sifat-sifat tertentu yang mencirikan
untuk dapat dikatakan sebagai suatu sistem. Berikut ini merupakan
karakteristik sistem :
Komponen
Suatu sistem terdiri dari sejumlah komponen/subsistem. Komponen/subsistem
tersebut berinteraksi untuk membentuk kesatuan. Komponen/subsistem
menjalankan fungsi tertentu & mempengaruhi proses sistem secara keseluruhan
Batas
Daerah yang membatasi antar sistem/dengan lingkungan luar. Batas ini
memungkinkan sistem dipandang sebagai satu kesatuan yang tidak dapat
dipisahkan. Selain itu batas juga dapat menentukan ruang lingkup sistem
Lingkungan Luar
Apapun di luar batas sistem yang mempengaruhi operasi sistem. Lingkungan
luar dapat bersifat menguntungkan atau merugikan sistem tersebut.
Penghubung
Media penghubung antar subsistem. Penghubung ini memungkinkan sumber
daya mengalir dari satu subsistem ke subsistem yang lain. Keluaran subsistem
satu menjadi masukan subsistem lain.
Masukan
Energi yang dimasukkan ke dalam sistem. Energi ini dapat berupa maintenance
input (energi yang dimasukkan supaya sistem dapat beroperasi, misal: program
sehingga komputer beroperasi) dan signal input (energi yang diproses untuk
didapatkan keluaran, misal: data sehingga menghasilkan informasi).
Keluaran
Hasil dari energi yang diolah menjadi keluaran yang berguna. Hasil ini dapat
digunakan untuk pengamblan keputusan atau menjadi masukan bagi subsistem
lain.
Pengolah
Merubah masukan menjadi keluaran. Misal mengubah data transaksi menjadi
laporan keuangan.
Sasaran

10

Sistem harus memiliki tujuan dan sasaran yang pasti. Sasaran ini menentukan
masukan yang dibutuhkan & keluaran yang dihasilkan. Sistem dikatakan
berhasil jika mengenai sasaran.

2.3.
SubSistem
Suatu sistem dapat terdiri dari beberapa komponen/subsistem.
Sebagai contoh, sistem komputer dapat berisi subsistem hardware
dan subsistem software. setiap subsistem tersebut dapat juga terdiri
dari subsistem-subsistem. Subsistem tersebut berinteraksi untuk membentuk
kesatuan sehingga tercapai suatu sasaran tertentu.

Gambar 2.1
2.4.
Klasifikasi Sistem
1. Sistem Abstrak dan Sistem Fisik
Sistem abstrak adalah sistem yang berupa pemikiran atau ide-ide
yang tidak tampak secara phisik. Misalnya sistem teologia,
yaitu sistem yang berupa pemikiran-pemikiran hubungan antara
manusia dengan Tuhan. Sistem phisik merupakan sistem yang ada
secara phisik. Misalnya sistem komputer, sistem akuntansi,
sistem produksi dan lain sebagainya.
2. Sistem Deterministik dan Probabilistik
Sistem deterministik beroperasi dengan tingkah laku yang sudah
dapat diprediksi. Interaksi diantara bagian-bagiannya dapat
dideteksi dengan pasti, sehingga keluaran dari sistem dapat
diramalkan. Sistem komputer adalah contoh dari sistem
11

deterministik yang tingkah lakunya dapat dipastikan


berdasarkan program-program yang dijalankan. Sistem probabilistik
adalah sistem yang kondisi masa depannya tidak dapat diprediksi
karena mengandung unsur probabilitas.
3. Sistem Tertutup dan Terbuka
Sistem tertutup merupakan sistem yang tidak berhubungan
dengan lingkungan luarnya. Sistem ini bekerja secara otomatis
tanpa adanya turut campur tangan dari pihak luarnya. Secara
teoritis sistem tertutup ini ada, tetapi kenyataannya tidak ada
sistem yang benar-benar tertutup, yang ada hanyalah relatively
closed system (secara relatip tertutup, tidak benar-benar tertutup).
Sistem terbuka adalah sistem yang berhubungan dan
terpengaruh dengan lingkungan luarnya. Sistem ini menerima
masukan dan menghasilkan keluaran untuk lingkungan luar atau
subsistem yang lainnya. Sistem sifat terbuka harus mempunyai
suatu sistem pengendalian yang baik. Sistem yang baik harus
dirancang sedemikian rupa, sehingga secara relatip tertutup
karena sistem tertutup akan bekerja secara otomatis, terbuka
hanya untuk pengaruh yang baik saja.
4. Sistem Alamiah dan Sistem Buatan Manusia
Sistem alamiah adalah sistem yang terjadi melalui proses alam,
tidak dibuat manusia. Misalnya sistem perputaran bumi. Sistem
buatan manusia yang melibatkan interaksi antara manusia dengan
mesin disebut dengan human-machine system atau ada yang
menyebut dengan man-machine system. Sistem informasi akuntansi
merupakan contoh man-machine system, karena menyangkut
penggunaan komputer yang berinteraksi dengan manusia.
PENUTUP
A. Latihan Soal
B. Jawaban
C. Petunjuk Penilaian dan Umpan Balik
12

Prosentase jawaban benar


80-100
60-79
45-59
30-44
0-29

Nilai
A
B
C
D
E

Keterangan
Sangat bagus
Bagus
Cukup
Kurang
Sangat kurang

UNIVERSITAS GADJAH MADA


SEKOLAH VOKASI/ DOPLOMA KOMPUTER
DAN SISTEM INFORMASI

Buku 2: RKPM
(Rencana Kegiatan Pembelajaran Mingguan)
Modul Pembelajaran Pertemuan Ke-3

SISTEM INFORMASI
Genap/4/VMK 2214
oleh
Muh. Fakhrurrifqi, M.Cs.

13

Didanai dengan dana BOPTN


Tahun Anggaran 2014
Desember 2014
BAB III
Sistem Informasi

PENDAHULUAN
A. Dekripsi
Fungsi utama informasi adalah menambah pengetahuan dan
memberikan suatu dasar untuk menanggapi seleksi kepada pengambil
keputusan. Pada bab ini akan dipelajari apa itu informasi, bagaimana
kualitas dan bagaimana informasi itu dihasilkan oleh sistem informasi.
B. Manfaat
Dengan memahami sistem informasi, diharapkan mahasiswa
mampu berpikir bagaimana suatu sistem informasi itu dibangun dan
berjalan sehingga dapat menghasilkan informasi yang berkualitas.
C. Relevansi
Materi ini memiliki peran sangat penting untuk memberikan dasar
tentang sistem informasi kepada mahasiswa, sehingga mudah untuk
memahami materi yang lain.
D. Learning Outcomes
Mahasiswa memahami mengenai konsep dasar sistem, pengertian
dari suatu sistem dan dapat membedakan antara konsep data dan
informasi. Selain itu mahasiswa memahami mengenai karakteristik
sistem, jenis-jenis dari sistem dan dapat memahami kualitas informasi
yang baik dan bernilai.

PENYAJIAN
3.1. Siklus Informasi
Fungsi utama informasi adalah menambah pengetahuan. Fungsi
informasi yang lain adalah memberikan suatu dasar untuk
14

menanggapi seleksi kepada pengambil keputusan. Informasi tidak


mengarahkan pengambil keputusan mengenai apa yang harus
dilakukan, akan tetapi mengurangi keanekaragaman dan
ketidakpastian sehingga dapat diambil suatu keputusan yang baik.
Pada umumnya, banyak bagian informasi yang mungkin berguna
dan dengan cara apa saja dapat mempengaruhi tanggapan penerima
informasi dalam situasi tertentu. Oleh karena itu, yang paling penting
adalah bagaimana mendapatkan suatu sistem yang dapat
menghasilkan informasi yang berkualitas.
Informasi merupakan hasil dari pengolahan data yang
menggunakan suatu proses model tertentu. Informasi tersebut
ditangkap untuk membuat suatu keputusan dan melakukan tindakan.
Tindakan sipenerima menjadi suatu data baru. Data tersebut
ditangkap sebagai masukan dan diprosen kembali melalui suatu model
dan seterusnya. Siklus inilah yang disebut dengan siklus informasi.
3.2.
Nilai dan Kualitas Informasi
Nilai suatu informasi ditentukan oleh dua hal, yaitu biaya
mendapatkan dan manfaatnya. Suatu informasi dikatakan bernilai
bila manfaat lebih efektif dari pada biaya untuk mendapatkannya.
Informasi tidak hanya digunakan satu pihak/bagian dalam
perusahaan sehingga sulit untuk mentafsir nilai dari suatu informasi.
Informasi tidak dapat ditaksir keuntungannya dengan satuan uang,
melainkan efektifitas.
Kualitas dari suatu informasi tergantung dari tiga hal, yaitu:
1. Akurat
Bebas kesalahan, tidak bias/menyesatkan.
Jelas mencerminkan maksudnya.
2. Tepat waktu
Datang pada penerima tidak boleh terlambat.
Informasi yang sudah usang tidak akan mempunyai nilai lagi.
3. Relevan
Memiliki manfaat untuk pemakainya
Beda orang beda informasi
3.3.
Komponen Sistem Informasi
Sistem Informasi terdiri dari 6 blok (komponen). Keenam blok
tersebut saling berinteraksi satu dengan yang lain membentuk suatu
15

kesatuan untuk mencapai sasaran. Keenam blok tersebut sebagai


berikut:
1. Blok masukan
Blok ini mewakili data yang masuk ke dalam sistem informasi.
Termasuk didalam blok ini adalah metode & media untuk
menangkap data.
2. Blok model
Blok ini terdiri dari kombinasi dari prosedur, logika, model
matematika. Blok ini bertugas memanipulasi data dari input dan
basis data dengan cara tertentu sehingga menghasilkan keluaran
yang diinginkan.
3. Blok keluaran
Produk dari sistem informasi adalah informasi yang berkualitas dan
dokumentasi yang berguna untuk semua pemakai di tiap tingkatan
manajemen
4. Blok teknologi
Blok ini merupakan tool box dalam sistem informasi. Blok ini
bertugas menerima input, menjalankan model, menyimpan &
mengakses data, menghasilkan & mengirimkan keluaran,
membantu pengendalian sistem secara keseluruhan. Blok teknologi
memiliki 3 bagian utama: teknisi, perangkat lunak, perangkat keras.
5. Blok basis data
Basis data merupakan Kumpulan dari data yang saling berhubungan
satu dengan yang lain. Basis data tersimpan di perangkat keras
komputer dan perlu digunakan perangkat lunak untuk
memanipulasinya.
6. Blok kendali
Blok ini bertugas meyakinkan bahwa hal-hal yang dapat merusak
sistem dapat dicegah. Banyak hal yang dapat merusak sistem
informasi, seperti bencana alam, api, air, kecurangan-kecurangan,
kegagalan sistem itu sendiri dan lain sebagainya. Jika sudah
terlanjur terjadi, blok kendali harus dapat mengatasi.
3.4.
Klasifikasi Sistem Informasi
Suatu sistem informasi dapat dibentuk sesuai dengan kebutuhan
organisasi masing-masing. Semua orang dapat menggunakan sistem
informasi dalam organisasi, tetapi faktor efisiensi setiap sistem
16

berbeda. Perubahan sistem, baik besar maupun kecil, selalu akan


melalui klasifikasi atau tingkatan sebagai berikut:
1. Level organisasi
Sistem informasi berdasar level organisasi dikelompokkan menjadi 3
level. Setiap level melakukan kegiatan yang berbeda, sehingga
membutuhkan informasi yang berbeda pula. Karena informasi yang
dibutuhkan berbeda, maka sistem informasi yang digunakan juga
berbeda. Adapun ketiga level tersebut adalah sebagai berikut:
a. Level operasional
Sistem informasi di level operasional mendukung manajer
operasional. Tujuan sistem informasi di level ini adalah untuk
menjawab pertanyaan-pertanyaan rutin untuk keperluan
mengontrol arus transaksi yang terjadi pada organisasi. Dengan
kata lain, meyakinkan bahwa tiap-tiap tugas tertentu telah
dilaksanakan secara efektif dan efisien.
b. Level fungsional
Sistem informasi di level fungsional mendukung manajemen
tingkat menengah. Fungsinya sebagai pengendalian manajemen
yang sifatnya setengah terstruktur. Meyakinkan organisasi telah
menjalankan strategi yang sudah ditetapkan dengan efektif dan
efisien.
c. Level manajerial
Sistem informasi di level manajerial mendukung manajemen
tingkat atas. Sistem informasi ini digunakan dalam perencanaan
strategik dan membuat alternatif pemecahan masalah.
2. Aktivitas manajemen
3. Arsitektur sistem informasi

PENUTUP
Latihan Soal

17

18

UNIVERSITAS GADJAH MADA


SEKOLAH VOKASI/ DOPLOMA KOMPUTER
DAN SISTEM INFORMASI

Buku 2: RKPM
(Rencana Kegiatan Pembelajaran Mingguan)
Modul Pembelajaran Pertemuan Ke-4

SISTEM INFORMASI
Genap/4/VMK 2214
oleh
Muh. Fakhrurrifqi, M.Cs.

Didanai dengan dana BOPTN


Tahun Anggaran 2014
Desember 2014
19

BAB IV
SISTEM INFORMASI MANAJEMEN
PENDAHULUAN
A. Dekripsi
Sistem informasi manajemen atau sering dikenal dengan
singkatannya MIS atau SIM merupakan penerapan sistem informasi di
dalam organisasi untuk mendukung informasi-informasi yang dibutuhkan
oleh semua tingkatan manajemen. Pada bab ini akan dibahas bagaimana
sistem informasi digunakan pada suatu organisasi manajerial.
B. Manfaat
Dengan memahami sistem informasi manajemen, diharapkan
mahasiswa mampu berpikir bagaimana suatu sistem informasi itu berjalan
dan digunakan oleh penggunanya yang bermacam-macam.
C. Relevansi
Materi ini memiliki peran sangat penting untuk memberikan
gambaran tentang sistem informasi manajemen kepada mahasiswa,
sehingga mahasiswa dapat mempunyai gambaran bagaimana seharusnya
sistem informasi itu dikembangkan.
D. Learning Outcomes

Mahasiswa memahami mengenai karakteristik sistem, jenis-jenis


dari sistem dan dapat memahami kualitas informasi yang baik dan

bernilai.
Mahasiswa memahami konsep sistem informasi manajemen
Mahasiswa memiliki gambaran mengenai peranan sistem informasi
bagi para penggunanya

PENYAJIAN
4.1. Konsep SIM
Sistem informasi manajemen (manajement information system atau
sering dikenal dengan singkatannya MIS atau SIM) merupakan
penerapan sistem informasi di dalam organisasi untuk mendukung
informasi-informasi yang dibutuhkan oleh semua tingkatan
manajemen.
20

Sistem Informasi Manajemen adalah kumpulan dari sistem informasi


yang menyediakan informasi baik untuk kebutuhan manajerial
maupun kebutuhan operasi (Scott, 1986). SIM menyediakan input yang
digunakan dalam proses penentuan keputusan manajerial berfungsi untuk
mendukung situasi pengambilan keputusan yang terstruktur dimana
kebutuhan informasi dapat diantisipasi, lihat Gambar 4.1.

Gambar 4.1

4.2. Peranan SI Bagi Manajemen


Manajer berada pada berbagai tingkatan manajerial dan dengan
berbagai area bisnis perusahaan. Setiap manajer di segala tingkatan
membutuhkan informasi untuk mendukung pemecahan masalah.
Simon menggambarkan pemecahan masalah tersusun atas empat
tahap, yaitu aktivitas intelejen, aktivitas desain, aktivitas pemilihan
dan aktivitas peninjauan ulang. Seperti ditunjukkan pada Gambar 4.2,
tiga tahap awal membutuhkan informasi. Dengan kata lain, tahapan
pemecahan masalah sangat tergantung pada informasi yang
diberikan.
Pemecahan masalah untuk manajerial sangan identik dengan
pengambilan keputusan. Tipe keputusan yang diambil untuk setiap
tingkatan manajerial tentu berbeda-beda sehingga membutuhkan
informasi yang berbeda pula. Jika kita lihat Gambar 4.3, seorang
strategic planning lebih membutuhkan informasi mengenai
environmental lebih besar dari pada informasi mengenai internalnya.
Selain itu, untuk pelaporannya, seorang strategic planning tidak
memerlukan informasi yang terlalu detil/terperinci untuk suatu
permasalahan, tetapi membutuhkan informasi yang lebih general. Hal
ini tentu berbeda dengan seorang yang berada pada posisi
operasional.
21

Karena informasi yang dibutuhkan berbeda, maka sistem informasi


yang digunakan juga berbeda. Dengan demikian, seorang analis
sistem harus mengetahui kebutuhan-kebutuhan informasi yang
dibutuhkan manajemen. Analisis sistem harus mengerti tipe kegiatan
& keputusan manajemen di masing-masing tingkatan.

Gambar 4.2

Gambar 4.3

22

4.3. Tingkatan Manajemen

Informasi mengalir baik secara vertikal (diantara manajer) dan juga


horizontal (diantara departemen). Informasi pada level manajemen:

1. Top-level management / Perencana Strategis


Level ini akan lebih mementingkan gambaran besar dan perencanaan
jangka panjang, memproyeksikan even-even yang mungkin terjadi di
masa depan. Top level management dapat terdiri dari direktur
utama(president), direktur (vise-president) dan eksekutif lainnya di fungsifungsi pemasaran, pembelian, teknik, produksi, keuangan dan akuntansi.
2. Mid-level management / Pengendali Manajemen
Level ini akan lebih mementingkan system control dan perencanaan, serta
implementasi tujuan jangka panjang. Middle level management dapat
terdiri dari manajer-manajer devisi dan manajer-manajer cabang.
3. Level Supervisor / Pengendali Operasi
Level ini akan lebih berfokus pada kontrol operasional harian, memonitor
even yang berlangsung dalam basis harian dan juga mensupervisi para
pekerja. Level Sepervisor dapat meliputi mandor dan pengawas.
Gambar 4.4 menunjukkan tingkatan manajemen dengan kebutuhan
bentuk informasi yang berbeda-beda. Kebutuhan informasi, semakin
kebawah, tipe informasi akan semakin detail atau terperinci, sedangkan
semakin ke atas, tipe informasi akan semakin general. Sebagai contoh,
informasi tentang mahasiswa yang dibutuhkan seorang rektor suatu
universitas dan seorang ketua prodi jelas berbeda. Seorang rektor hanya
membutuhkan rekap secara general, seperti jumlah mahasiswa, ipk tertinggi,
rata-rata ipk, dll. Sedangkan serang ketua prodi membutuhkan data
mahasiswa lebih terperinci lagi, seperti nilai permata kuliah, ipk setiap
mahasiswa, dll.

23

Gambar 4.4
Kebutuhan informasi yang berbeda-beda ini disebabkan karena tipe
keputusan untuk setiap tingkatan manajerial juga berbeda-beda. Tipe
keputusan ini memiliki tingkatan mulai dari tipe keputusan terprogram
sampai tipe keputusan tidak terprogram.
1. Tipe keputusan terprogram
Tipe keputusan ini banyak dilakukan oleh manajemen tingkat bawah atau
level supervisor. Keputusan ini bersifat berulang-ulang dan rutin, misal:
pemesanan barang, penagihan utang.
2. Tipe keputusan setengah terprogram
Tipe keputusan ini banyak dilakukan oleh manajemen tingkat menengah
atau Middle level management. Keputusan ini masih butuh pertimbangan
pengambil keputusan. Misal: Membeli komputer yang lebih canggih.
3. Tipe keputusan tidak terprogram
Tipe keputusan ini banyak dilakukan oleh manajemen tingkat atas atau
Top-level management. Keputusan ini tidak selalu terjadi atau tidak
berulang-ulang. Keputusan ini membutuhkan informasi yang tidak mudah
didapatkan, berasal dari lingkungan luar atau pengalaman.

PENUTUP
Latihan Soal

24

25

UNIVERSITAS GADJAH MADA


SEKOLAH VOKASI/ DOPLOMA KOMPUTER
DAN SISTEM INFORMASI

Buku 2: RKPM
(Rencana Kegiatan Pembelajaran Mingguan)
Modul Pembelajaran Pertemuan Ke-5

SISTEM INFORMASI
Genap/4/VMK 2214
oleh
Muh. Fakhrurrifqi, M.Cs.

Didanai dengan dana BOPTN


Tahun Anggaran 2014
Desember 2014
26

BABV
Sistem Informasi Berbasis Internet
PENDAHULUAN
A. Dekripsi
Penerapan sistem informasi sangatlah luas, terlebih dengan
memanfaatkan internet. Pada bab ini akan dibahas bagaimana sistem
informasi ini dimanfaatkan untuk bisnis dan perdagangan.
B. Manfaat
Dengan memahami materi ini, diharapkan mahasiswa mampu
berpikir bagaimana suatu sistem informasi itu berjalan dan digunakan
oleh penggunanya yang bermacam-macam.
C. Relevansi
Materi ini memiliki peran sangat penting untuk memberikan
gambaran tentang penggunaan sistem informasi kepada mahasiswa,
sehingga mahasiswa dapat mempunyai gambaran bagaimana seharusnya
sistem informasi itu dikembangkan.
D. Learning Outcomes

Mahasiswa memiliki gambaran mengenai peranan sistem informasi

bagi para penggunanya


Mahasiswa mendapat gambaran dari sistem informasi berbasis
internet sebagai bagian dari sistem informasi organisaional /
fungsional

PENYAJIAN
5.1.
E-Bisnis
5.2.1.
Pengertian
E-bisnis merupakan kegiatan bisnis yang dilakukan secara otomatis
atau semi-otomatis dengan memanfaatkan teknologi elektronik. Ebisnis memungkinkan suatu perusahaan untuk berhubungan dengan
sistem pemproses data internal dan eksternal secara lebih efisien dan
fleksibel. E-bisnis ini berkaitan secara menyeluruh dengan proses
bisnis.
Ada 7 strategi taktis untuk sukses dalam e-bisnis (Sutabri, 2012):
27

1. Fokus, produk-produk yang dijual harus menjadi bagian yang fokus


dari masing-masing manajer produk.
2. Banner berupa teks, karena respon yang diperoleh berupa teks jauh
lebih tinggi dari pada banner berupa gambar.
3. Ciptakan 2 level afiliasi. Memiliki distributor penjualan utama dan
agen penjualan kedua yang membantu penjualan produk/bisnis.
4. Manfaatkan kekuatan e-mail. E-mail adalah aktivitas pertama yang
paling banyak digunakan di Internet, maka pemasaran dapat
dilakukan melalui e-mail atas dasar persetujuan.
5. Menulis artikel. Kebanyakan penjualan adalah hasil dari proses
edukasi atau sosialisasi sehingga produk dapat dipasarkan melalui
tulisan-tulisan yang informatif.
6. Lakukan e-marketing. Sediakan sebagian waktu untuk pemasaran
secara online.
7. Komunikasi instan. Terus mengikuti perkembangan dari calon
pembeli atau pelanggan tetap untuk menjaga kepercayaan dengan
cara komunikasi langsung.
Penggunaan e-bisnis tidak hanya menyangkut perdagangan
elektronik saja, tetapi meliputi segala macam fungsi dan kegiatan
bisnis yang menggunakan data elektronik. Terdapat banyak definisi
tentang e-bisnis, salah satunya dikemukakan oleh Alter(2002), yaitu
e-bisnis merupakan praktek pelaksanaan dan pengelolaan proses
bisnis utama seperti perancangan produk, pengelolaan pasokan
bahan baku, manufaktur, penjualan, pemenuhan pesanan dan
penyediaan servis melalui penggunaan teknologi komunikasi,
komputer, dan data yang telah terkomputerisasi.
5.2.2.
Karakteristik dan Keuntungan e bisnis
Dalam mengimplementasikan konsep e-bisnis, secara teoritis meraih
keuntungan kompetitif jauh lebih mudah dibandingkan dengan
mempertahankannya. Hal ini dikarenakan adanya karakteristik ebisnis, sebagai berikut:
1. Pada level operasional, yang terjadi dalam e-bisnis adalah
restrukturisasi dan redistribusi dari digital managemen, sehingga

28

mudah sekali bagi perusahaan untuk meniru model bisnis dari


perusahaan lain yang telah sukses.
2. Dalam e-bisnis, perusahaan harus mampu melayani pelanggan 7
hari seminggu dan 24 jam sehari. Hal ini dikarenakan persaingan
dengan kompetitor.
3. Pelanggan dapat dengan mudah berpindah ke perusahaan yang
lain, yang menawarkan biaya yang sangat murah.
4. Fenomena jejaring memaksa perusahaan untuk bekerjasama
dengan berbagai mitra bisnis untuk dapat menawarkan produk atau
jasa secara kompetitif sehingga kontrol kualitas, harga dan
kecepatan kerap sangat ditentukan oleh faktor-faktor luar yang
tidak berada pada kontrol perusahaan.
Melihat karakteristik di atas, maka dapat dilihat bahwa mekanisme
perdagangan terbuka dan pasar bebas secara tidak langsung telah
terjadi di dunia internet, sehingga seluruh dampak yang berhubungan
dengan kondisi market semacam itu juga berlaku di dunia nyata.
Dengan demikian, perusahaan memiliki keuntungan-keuntungan
sebagai berikut:
1. Revenue Stream(aliran pendapatan) baru yang mungkin lebih
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.

menjanjikan yang tidak bisa ditemui di sistem transaksi tradisional.


Dapat meningkatkan market exposure (pangsa pasar)
Menurunkan biaya operasional
Melebarkan jangkauan
Meningkatkan customer loyality
Meningkatkan supplier manajemen
Memperpendek waktu produksi
Meningkatkan value chain (mata rantai pendapatan)

5.2.3.
Contoh Aplikasi e-bisnis
Aplikasi e-bisnis dalam proses komunikasi dan kolaborasi perusahaan
digunakan untuk mendukung komunikasi yang bisnis, koordinasi dan
kolaborasi anggota tim bisnis dalam perusahaan. Oleh karena itu,
beberapa aplikasi e-bisnis yang sering digunakan antara lain:
E-mail
Voice mail
Forum diskusi
Chating
Teleconference
video conference
29

5.2. E-Commerce
5.2.1. Pengertian
E-commerce (Perdagangan elektronik) merupakan bagian dari ebisnis, dimana cakupan e-bisnis lebih luas. E-commerce pertama kali
diperkenalkan pada tahun1994 pada saat pertama kali banner
elektronik dipakai untuk tujuan promosi dan periklanan disuatu
halaman web.
E-commerce merupakan penggunaan teknologi informasi yang
dapat meningkatkan hubungan antara perusahaan dengan
pelanggannya. E-commerce memfasilitasi operasi internal
(dilaksanakan di dalam batas perusahaan oleh bidang bisnis
keuangan, SDM, layanan infrmasi, produksi, pemasaran) maupun
eksternal perusahaan (transaksi yang melintasi batas perusahaan).
Penggunaan teknologi informasi dalam melakukan bisnis ini
menghasilkan hubungan bentuk baru:
1. B2B (Business to Business)
Transaksi antarbisnis di mana tidak ada pihak yang menjadi
konsumen akhir. Contoh: dari produsen ke distributor.
B2B ini melibatkan jumlah orang yang relatif sedikit dan transaksi
relatif lebih sedikit akan tetapi nilai transaksi cukup tinggi. Oleh
karena itu, orang-orang yang terlibat sudah terlatih dalam
penggunaan sistem informasi. Sebagai contoh, transaksi dari
produsen dan distributor dapat menyangkut ribuan unit produk
dengan nilai jutaan dolar.
2. B2C (Business to Customer)
Transaksi yang terjadi antara sebuah bisnis dan konsumen akhir
produk. Contoh:dari distributor ke konsumen
B2C ini melibatkan orang yang relatif lebih banyak. Konsumen bisa
saja tidak memiliki keahlian dalam bidang teknologi informasi,
sehingga konten harus menyesuaikan dengan kemampuan akses
terhadap sistem. Karena orang yang relatif lebih banyak dan
terdapat kemungkinan konsumen tidak memiliki keahlian dibidang
teknologi informasi, maka cara pembayaran perlu dipertimbangkan.
3. C2C (Customer to Customer)

30

Transaksi yang terjadi antara konsumen (penjual bukan bisnis) dan


konsumen akhir produk. E-commerce bentuk ini memungkinkan
konsumen menjual barang langsung pada konsumen lain, atau
dapat juga disebut transaksi jual beli antar konsumen. Penggunaan
C2C dapat dilihat dari maraknya penjual-penjual secara online baik
pada forum (seperti kaskus), blog maupun website (berniaga, olx).
4. C2B (Customer to Business)
Transaksi yang terjadi antara konsumen (penjual bukan bisnis) dan
sebuah bisnis. Contoh:konsumen(individu) menulis rivew atau
memberikan suatu ide yang berguna, kemudian ide tersebut
diadopsi oleh bisnis.
5.2.2. Manfaat dan Kendala e-commerce
Penerapan e-commerce sudah banyak dilakukan, hal ini dikarenakan
beberapa keuntungan yang ditawarkan e-commerce, beberapa
diantaranya sebagai berikut:
Perbaikan layanan pelanggan sebelum, selama, dan setelah

penjualan
Perbaikan hubungan dengan pemasok dan komunitas keuangan
Peningkatan imbal hasil ekonomis atas pemegang saham dan
investasi pemilik
Disamping banyaknya keuntungan penerapan e-commerce,
ternyata masih terdapat kendala dan permasalahan yang perlu
dipecahkan bersama. Adapun kendala dan permasalahan tersebut

antara lain:
Biaya yang tinggi (untuk B2B, B2C)
Kekhawatiran akan masalah keamanan
Kepercayaan pelanggan

5.2.3. Strategi e-commerce


Dalam menjalankan e-commerce, strategi yang dapat digunakan
ada beberapa. Untuk bentuk B2B, strategi yang paling sering
disebut-sebut adalah strategi dimana unsur-unsur yang ada
dikaitkan dengan transmisi data elektronik. Strategi ini bernama IOS
(Interorganizational System). Istilah yang sering kali dipergunakan
untuk IOS adalah EDI (electronic data interchange /pertukaran data
elektonik). EDI dianggap sebagai sub kumpulan dari suatu IOS.
31

Pertukaran data elektronik adalah salah satu cara untuk


mendapatkan suatu sistem inter organisasional.
Ekstranet, yang serupa dengan internet tetapi terbatas hanya
untuk mitra-mitra bisnis yang terpilih dan terpercaya, di beberapa
organisasi mulai menggantikan EDI. Ekstranet memungkinkan
dibaginya informasi berbasis komputer yang sensitif dengan
perusahaan lain. Pada bentuk ini, firewall membatasi pengguna
yang dapat mengakses informasi perusahaan. Dengan kata lain,
ektranet ini menerapkan protokol-protokol umum dan jaringan
komunikasi Internet dengan pengguna yang terbatas.
Penerapan IOS pada B2B ini memiliki manfaat-manfaat yang

secara tidak langsung akan didapatkan, antara lain:


Mengurangi kesalahan
Menurunkan biaya
Meningkatnya efisiensi operasional
Meningkatnya kemampuan bersaing
Memperbaiki hubungan dengan sekutu dagang
Memperbaiki layanan pelanggan
Untuk strategi bentuk B2C, e-commerce dapat dilakukan dengan
menyesuaikan Janis produk yang akan dipasarkan. Adapun jenis
produk ini terbagi menjadi 2, yaitu produk (digital) dan produk fisik.
Produk digital merupakan produk yang dapat digunakan begitu
selesai didownload, sedangkan produk fisik masih harus dikirim ke
pelanggan.
Bentuk penjualan untuk e-commerce dapat dalam beberapa
bentuk. Penjual dapat menjual produk tetapi tidak mengoperasikan
tempat berjualan secara fisik. Penjual ini hanya menjual produk
melalui internet saja atau biasa disebut penjualan maya. Berbeda
dengan penjualan maya, penjualan campuran selain menjual produk
melalui internet, dia juga mempunyai tempat penjualan secara fisik.

PENUTUP
Latihan Soal
C. Petunjuk Penilaian dan Umpan Balik
Prosentase jawaban benar

Nilai

Keterangan
32

80-100
60-79
45-59
30-44
0-29

A
B
C
D
E

Sangat bagus
Bagus
Cukup
Kurang
Sangat kurang

33

UNIVERSITAS GADJAH MADA


SEKOLAH VOKASI/ DOPLOMA KOMPUTER
DAN SISTEM INFORMASI

Buku 2: RKPM
(Rencana Kegiatan Pembelajaran Mingguan)
Modul Pembelajaran Pertemuan Ke-6

SISTEM INFORMASI
Genap/4/VMK 2214
oleh
Muh. Fakhrurrifqi, M.Cs.

Didanai dengan dana BOPTN


Tahun Anggaran 2014
Desember 2014
BAB VI
34

Sistem Informasi Berbasis Internet


PENDAHULUAN
A. Dekripsi
Penerapan sistem informasi sangatlah luas, terlebih dengan
memanfaatkan internet. Pada bab ini akan dibahas bagaimana sistem
informasi ini dimanfaatkan untuk virtual office dan virtual organization.
B. Manfaat
Dengan memahami materi ini, diharapkan mahasiswa mampu
berpikir bagaimana suatu sistem informasi itu berjalan dan digunakan
oleh penggunanya yang bermacam-macam.
C. Relevansi
Materi ini memiliki peran sangat penting untuk memberikan
gambaran tentang penggunaan sistem informasi kepada mahasiswa,
sehingga mahasiswa dapat mempunyai gambaran bagaimana seharusnya
sistem informasi itu dikembangkan.
D. Learning Outcomes

Mahasiswa memiliki gambaran mengenai peranan sistem informasi

bagi para penggunanya


Mahasiswa mendapat gambaran dari sistem informasi berbasis
internet sebagai bagian dari sistem informasi organisaional /
fungsional

PENYAJIAN
6.1. Virtual Office
Sistem Informasi dikembangkan untuk mendukung setiap level organisasi. Seperti
telah dijelaskan pada bab sebelumnya, pada level strategic, sistem informasi eksekutif
digunakan oleh manager perusahaan sedang pada level terendah, sistem yang bertingkat
operasional didesain untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Office Automation (OA) merupakan suatu model komponen otomatisasi kantor dari
CBIS (Computer Based Information System) dimana informasi dikumpulkan dari
sistem fisik perusahaan dan dimasukan ke dalam database. Informasi berfungsi sebagai
input bagi aplikasi OA berbasis komputer. OA ini terdiri dari sistem elektronik formal
35

maupun informal yang berhubungan dengan komunikasi informasi dari dan ke orangorang di dalam maupun di luar perusahaan. Model OA ditunjukkan Gambar 6.1.

Gambar 6.1 OA Model.


Aplikasi-aplikasi OA pertama kalinya digunakan untuk mendukung pekerjaan
administratif saja. Akan tetapi, seiring bertambahnya pengetahuan tentang komputer,
maka aplikasi-aplikasi OA ikut berkembang seperti Email, video conference, electronic
calender sehingga digunakan juga oleh para manajer dan professional. Aplikasi-aplikasi
OA telah dikembangkan agar dapat digunakan dengan laptop, PDA, smart phone dan
lain-lain.
Dengan berkembangnya aplikasi OA yang dapat digunakan oleh setiap lini di suatu
organisasi perusahaan, maka berkembanglah tentang apa yang disebut sebagai Virtual
Office. Virtual Office merupakan suatu konsep dimana pekerjaan kantor dapat
dilakukan hampir di semua lokasi selama terhubung dengan jaringan komunikasi.
Virtual office ini dijalankan menggunakan dua bentuk sistem pendukung, yaitu
Telecommuting dan Hoteling. Telecommuting merupakan suatu cara yang
memungkinkan karyawan dapat pergi secara elektronik ke tempat kerja.
36

Pendelegasian suatu pekerjaan, proses pengerjaan sampai pelaporannya dapat dilakukan


dimanapun asal tetap terhubung dengan pemberi pekerjaan. Hal ini memungkinkan
karyawan bisa fleksibel dalam pekerjaannya Sedangkan jika karyawan diperlukan
untuk datang ke kantor, maka perusahaan tinggal menyiapkan ruangan tertentu saja
untuk waktu itu saja. Inilah yang dimaksud dengan Hoteling. Hoteling merupakan suatu
cara yang memungkinkan karyawan hanya datang ke kantor pada saat dibutuhkan.
Perusahaan menyediakan fasilitas terpusat yang dapat dibagi bersama oleh karyawan.
Bila membutuhkan ruangan, karyawan dapat melakukan reservasi seperti halnya
menggunakan hotel.
Penerapan virtual office memberikan banyak keuntungan, antara lain:
Biaya fasilitas lebih rendah (biaya sewa, perluasan kantor, dll)
Biaya peralatan lebih rendah (tidak perlu memberikan seperangkat peralatan kantor

pada setiap orang)


Berkurangnya penghentian pekerjaan (bencana alam seperti Hujan, salju, banjir,

badai, dll)
Kontribusi sosial (orang dengan cacat tubuh, manula dapat ikut dilibatkan)
Jadwal karyawan lebih fleksibel
Pekerjaan pribadi tetap dapat diakomodasi
Pemanfaatan sumber daya dan ruangan lebih efektif
Disamping keuntungan, penerapan virtual office juga mempunyai kerugian atau efek

negatif, antara lain:


Moral rendah (bisa terjadi karena tidak adanya umpan balik positif dari interaksi

tatap muka)
Resiko keamanan (keamanan lebih sulit dikendalikan)
Karyawan dapat merasa menjadi anggota organisasi yang dianggap kurang penting
Kekhawatiran terhadap kemajuan karier bila tidak menjadi bagian dari organisasi

fisik
Batasan tanggung jawab pekerjaan rumah dan kantor menjadi kabur
Hilangnya perasaan berada dalam suatu komunitas

6.2. Virtual Organization


Virtual organization (VO) merupakan perluasan ide dari Virtual office. Dalam VO,
operasi perusahaan dirancang sedemikian rupa sehingga tidak terikat pada lokasi fisik.
Industri yang tertarik pada konsep VO adalah industri yang memiliki nilai informasi,
ide, maupun kecerdasan (Three I Economy), seperti pendidikan, perawatan kesehatan,
hiburan, perjalanan, konsultasi.
37

Dalam membangun suatu VO, dibutuhkan paling tidak dua hal untuk melayani
organisasi, yaitu The Information Resources dan The Information Specialists. The
Information Resources mencakup hardware, software, database, informasi. Sedangkan
The Information Specialists berisikan Karyawan yang mempunyai tanggung jawab
utama untuk memberikan kontribusi atas tersedianya sumber daya informasi. Gambar
6.2 memperlihatkan struktur dari tipe organisasi penyedia informasi.

Gambar 6.2 struktur organisasi penyedia informasi


The Information Specialists di sini terdiri dari beberapa kelompok dengan tanggung
jawab masing-masing. Kelompok-kelompok tersebut antara lain:
1. Systems Analysts
Mendefinisikan masalah dan membuat dokumentasi tertulis mengenai bagaimana
komputer akan membatu menyelesaikan permasalahan.
2. Database Administrators
Bertanggung jawab atas basis data.
3. Webmaster
Bertanggung jawab atas isi dan penyajian situs web. Selain itu, webmaster juga
bertugas melacak pengunjung web untuk diambil informasi tentang keefektifan
situs web.
4. Network Specialists
Bertanggung jawab atas jaringan dan komunikasi data. Tugas network Specialist
antara lain membuat jaringan komunikasi data yang menyatukan sumber daya
komputasi yang menyebar dan memelihara jaringan komunikasi.
5. Programmers

38

Membuat kode program komputer yang mengubah data menjadi informasi yang
dibutuhkan pengguna.
6. Operators
Menjalankan peralatan komputasi seperti komputer mainframe dan server.
6.3. End User Computing
Pada awal kemunculannya, sistem informasi dibangun oleh IT Specialists secara
keseluruhan, seperti ditunjukkan pada Gambar 6.3. Akan tetapi pada tahun 1970an,
pemakai sistem sendiri lah yang membangun aplikasi berbasis komputer mereka sendiri
dengan didukung Information Specialists, seperti ditunjukkan pada Gambar 6.4.

Gambar 6.3 Pengembangan SI tradisional

Gambar 6.4 End User Computing


Pengguna dari SI perusahaan merupakan sumber daya informasi penting yang dapat
memberikan kontribusi nyata dalam mencapai sasaran strategis dan keunggulan
39

kompetitif. Oleh karena itu, manajemen tertinggi harus memberikan perhatian tentang
bagaimana komputasi pengguna akhir (End User Computing) dilaksanakan sehingga
memaksimalkan manfaat dan meminimalkan resiko. End User Computing (EUC) ini
didasarkan pada penggunaan komputer secara langsung oleh seseorang untuk
menyelesaikan masalah yang memerlukan computer-based solusion yang tepat
(pengguna sistem harus mendapatkan sistem yang tepat). Oleh karena itu, para
pengguna komputer ini nantinya akan membangun seluruh atau sebagian sistem dengan
bekerja sama dengan Information Specialists. Dengan adanya EUC ini, maka dapat
menyamakan kemampuan dan tantangan yang ada, karena sistem pasti akan sesuai
dengan permintaan pengguna. Selain itu, EUC juga dapat mengurangi jarak untuk
komunikasi. Selain itu, ternyata terdapat beberapa efek negatif dari adanya EUC ini,
antara lain: tujuan sistem kurang baik, desain dan dokumentasi sistem kurang baik,
penggunaan sumber daya informasi tidak efektif, hilangnya integritas data, hilangnya
keamanan dan hilangnya kontrol/kendali.
Dalam pengembangan sistem informasi, dibutuhkan pengetahuan dan kemampuan.
Hal ini memungkinkan untuk diidentifikasi tidak hanya jenis pengetahuan dan
kemampuan yang dibutuhkan oleh Information Specialists dan pengguna saja, akan
tetapi bagaimana pengguna dapat memilah ke dalam tingkatan manajemen umum
maupun tingkat staff. Tabel 6.1 menunjukkan jenis pengetahuan yang dibutuhkan pada
setiap tingkatan. Sedangkan Tabel 6.2 menunjukkan perbedaan kemampuan yang
dibutuhkan untuk setiap tingkatan.
Tabel 6.1 Knowledge Requirements

Tabel 6.2 Skill Requirements

40

PENUTUP
Latihan Soal
Bayangkan tentang Lab praktikum. Kemudian jika keberadaan fisiknya
ditiadakan dan mahasiswa melakukan praktikum dari rumah masing2
menggunakan jaringan komputer, Lakukan analisis keuntungan dan
kerugiannya kemudian gambaran sistem yang dapat dikembangkan untuk
melakukan praktikum online ini.

41

UNIVERSITAS GADJAH MADA


SEKOLAH VOKASI/ DOPLOMA KOMPUTER
DAN SISTEM INFORMASI

Buku 2: RKPM
(Rencana Kegiatan Pembelajaran Mingguan)
Modul Pembelajaran Pertemuan Ke-7

SISTEM INFORMASI
Genap/4/VMK 2214
oleh
Muh. Fakhrurrifqi, M.Cs.

Didanai dengan dana BOPTN


Tahun Anggaran 2014
Desember 2014
BAB VII
42

Ujian Tengah Semester


PENDAHULUAN
A. Dekripsi
Mengevaluasi kemampuan mahasiswa dalam memahami materi
yang sudah diberikan.
B. Manfaat
Dapat mengukur kemampuan setiap mahasiswa dalam memahami
materi yang sudah diberikan.
C. Relevansi
Materi ini memiliki peran sangat penting karena mendasari penilaian
dan evaluasi pembelajaran.
D. Learning Outcomes

Mahasiswa memahami mengenai konsep dasar sistem, pengertian


dari suatu sistem dan dapat membedakan antara konsep data dan

informasi
Mahasiswa memahami mengenai karakteristik
sistem, jenis-jenis dari sistem dan dapat memahami kualitas

informasi yang baik dan bernilai.


Mahasiswa memahami konsep sistem informasi manajemen
Mahasiswa memiliki gambaran mengenai peranan sistem informasi

bagi para penggunanya


Mahasiswa mendapat gambaran dari sistem informasi berbasis
internet sebagai bagian dari sistem informasi organisaional /
fungsional

PENYAJIAN
Jawablah soal-soal berikut ini:

1. Apa yang dimaksud dengan :


a. Sistem
b. Data
43

c. Informasi
d. Sistem Informasi
2. Apa saja hal-hal yang menentukan kualitas informasi. Berikan contoh
informasi yang berkualitas baik dan informasi yang berkualitas kurang
baik.
3. Bagaimana pentingnya pengolahan dalam hal pengambilan keputusan
oleh. Jelaskan dengan disertai contoh kasus !
4. Jika akan dikembangkan suatu e-commerce, jelaskan tentang keamanan
sistem informasi. Ancaman apa saja yang mungkin terjadi dan bagaimana
solusi yang mungkin dapat dilakukan?
5. Jika akan dikembangkan Virtual Office (pegawai berada dirumah, interaksi
melalui suatu sitem informasi), bagaimana keuntungan atau kerugian
yang mungkin terjadi?

PENUTUP
Latihan Soal

44

UNIVERSITAS GADJAH MADA


SEKOLAH VOKASI/ DOPLOMA KOMPUTER
DAN SISTEM INFORMASI

Buku 2: RKPM
(Rencana Kegiatan Pembelajaran Mingguan)
Modul Pembelajaran Pertemuan Ke-8

SISTEM INFORMASI
Genap/4/VMK 2214
oleh
Muh. Fakhrurrifqi, M.Cs.

Didanai dengan dana BOPTN


Tahun Anggaran 2014
Desember 2014
BAB VIII
45

Pengembangan Sistem Informasi


PENDAHULUAN
A. Deskripsi
Pengembangan suatu sistem informasi merupakan menyusun suatu
sistem baru untuk menggantikan sistem yang lama secara keseluruhan
atau memperbaiki sistem lama (yang telah ada). Sistem yang lama perlu
diperbaiki atau diganti disebabkan karena beberapa alasan, salah satunya
terdapat ketidak beresan pada sistem informasi yang lama atau karena
untuk meraih suatu kesempatan. Oleh karena itu, pengembangan sistem
informasi sangatlah penting. Pada bab ini dan baba-bab setelahnya, akan
dibahas mengenai pengembangan sistem.
B. Manfaat
Dengan memahami materi ini, mahasiswa bisa memahami konsep
pengembangan sistem informasi.
C. Relevansi
Materi ini memiliki peran sangat penting karena digunakan pada
pengembangan sistem informasi.
D. Learning Outcomes

Mahasiswa memahami konsep sistem informasi manajemen


Mahasiswa memiliki gambaran mengenai peranan sistem informasi

bagi para penggunanya


Mahasiswa mendapat gambaran dari sistem informasi berbasis
internet sebagai bagian dari sistem informasi organisaional /

fungsional
Mahasiswa memahami proses pengembangan sistem informasi

PENYAJIAN
8.1.

Tinjauan Umum
Pengembangan sistem (system development) dapat diartikan

menyusun suatu sistem baru untuk menggantikan sistem yang lama


secara keseluruhan atau memperbaiki sistem lama (yang telah ada).
Sistem yang lama perlu diperbaiki atau diganti disebabkan karena
beberapa alasan, yaitu sebagai berikut ini.
46

1. Adanya berbagai permasalahan (problems) yang timbul di sistem yang


lama. Permasalahan yang timbul dapat berupa :
a. Ketidakberesan
Ketidakberesan dalam system yang lama menyebabkan sistem yang
lama tidak dapat beroperasi sesuai dengan yang diharapkan.
Ketidakberesan ini dapat berupa :
- Kecurangan-kecurangan yang disengaja yang menyebabkan
tidak amannya harta kekayaan perusahaan dan kebenaran dari
-

data menjadi kurang terjamin;


Kesalahan-kesalahan yang tidak disengaja yang juga dapat

menyebabkan kebenaran dari data kurang terjamin;


Tidak efisiennya operasi;
Tidak ditaatinya kebijaksanaan manajemen yang telah

ditetapkan.
b. Pertumbuhan Organisasi
Pertumbuhan organisasi yang menyebabkan harus disusunnya
sistem yang baru. Pertumbuhan organisasi diantaranya adalah
kebutuhan informasi yang semakin luas, volume pengolahan data
semakin meningkat, perubahan prinsip akuntansi yang baru. Karena
adanya perubahan ini, maka menyebabkan system yang lama tidak
efektif lagi, sehingga sistem yang lama sudah tidak dapat
memenuhi lagi semua kebutuhan informasi yang dibutuhkan
manajemen.
2. Untuk meraih kesempatan-kesempatan (opportunities).
Mulai dirasakan bahwa teknologi informsi perlu digunakan untuk
meningkatkan penyediaan informasi sehingga dapat mendukung
proses pengambilan keputusan yang akan dilakukan oleh manajemen.
Dalam keadaan pangsa pasar bersaing, kecepatan informasi atau
efisiensi waktu sangat menentukan berhasil atau tidaknya strategi
untuk meraih kesempatan yang ada. Jika gagal mengambil
kesempatan tersebut, kesempatan akan jatuh ke tangan pesaing.
Dalam hal ini kesempatan yang dimaksud adalah berupa peluang
pasar, peningkatan pelayanan kepada pelanggan.
3. Adanya instruksi-instruksi (directives).

47

Penyusunan sistem yang baru dapat juga terjadi karena adanya


instruksi-instruksi dari atas pempinan ataupun dari luar organisasi,
misalnya peraturan pemerintah.
Berikut ini dapat digunakan sebagai indikator adanya
permasalahan-permasalahan dan kesempatan-kesempatan yang dapat
diraih, sehingga menyebabkan sistem lama harus diperbaiki,
ditingkatkan bahkan diganti secara keseluruhan. Indikator ini
diantaranya adalah sebagai berikut :
1.

Keluhan pelanggan;

2.

Pengiriman tertunda;

3.

Gaji terlambat;

4.

Isi laporan salah;

5.

Kegiatan tumpang tindih;

6.

Kesalahan manual tinggi;

7.

Tanggung jawab tidak jelas;

8.

Ketidakberesan kas;

9.

Biaya operasi tinggi;

10.

File-file kurang teratur;

11.

Pembayaran tertunda;

12.

Investasi tidak efisien;

13.

Peramalan penjualan & produksi tidak tepat;

14.

Kapasitas produksi menganggur;

15.

Pekerjaan manajer terlalu teknis.


Karena adanya permasalahan, kesempatan atau instruksi, maka

sistem yang baru perlu dikembangkan untuk memecahkan berbagai


permasalahan yang timbul dan meraih kesempatan yang ada atau
memenuhi instruksi yang diberikan.

48

Dengan ini telah dikembangkan system baru, maka diharapkan


akan terjadi peningkatan pada sistem yang baru. Peningkatan ini
berhubungan dengan PIECES (suatu singkatan), yaitu sebagai berikut :
1. Performance (kinerja), peningkatan terhadap kinerja (hasil kerja)
sistem yang baru sehingga lebih efektif. Kinerja dapat diukur dari
throughput dan response time. Throughput adalah jumlah
pekerjaan yang dapat dilakukan suatu saat tertentu. Response time
adalah rata-rata waktu tunda antara 2 pekerjaan, ditambah waktu
response untuk menanggapi pekerjaan tertentu.
2. Information (informasi), peningkatan terhadap kualitas informasi
yang disajikan.
3. Economy (ekonomis), peningkatan terhadap manfaat-manfaat atau
keuntungan-keuntungan atau penurunan-penurunan biaya yang
terjadi.
4. Control (pengendalian), peningkatan terhadap pengendalian untuk
mendeteksi dan memperbaiki kesalahan-kesalahan serta
kecurangan-kecurangan yang dan akan terjadi.
5. Efficiency (efisiensi), peningkatan terhadap efisiensi operasi.
Efisiensi berhubungan dengan bagaimana sumber daya tersebut
digunakan dengan pemborosan yang paling minimum. Efisiensi
dapat diukur dari output dibagi dengan input.
6. Service (pelayanan), peningkatan terhadap pelayanan yang
diberikan oleh sistem.
8.2.

Prinsip Pengembangan Sistem


Dalam pengembangan system terdapat prinsip-prinsip yang tidak

boleh dilupakan. Prinsip-prinsip ini adalah sebagai berikut ini :


1. Sistem yang dikembangkan adalah untuk manajemen.
49

Setelah sistem selesai dikembangkan, maka yang akan menggunakan


informasi dari sistem ini adalah manajemen, sehingga sistem harus
dapat mendukung, kebutuhan yang diperlukan oleh manajemen. Pada
waktu Anda mengembangkan sistem, maka prinsip ini harus selalu
diingat.
2. Sistem yang dikembangkan adalah investasi modal yang besar.
Sistem informasi yang akan Anda kembangkan membutuhkan dana
modal yang tidak sedikit, apalagi dengan digunakannya teknologi
yang mutakhir. Sistem yang dikembangkan ini merupakan investasi
modal yang besar. Seperti halnya dengan investasi modal lainnya
yang dilakukan oleh perusahaan, maka setiap investasi modal harus
mempertimbangkan 2 hal berikut ini :
a. Semua alternatif yang ada harus diinvestigasi.
b. Investasi yang terbaik harus bernilai.
3. Sistem yang dikembangkan memerlukan orang-orang yang terdidik.
Manusia merupakan faktor utama yang menentukan berhasil
tidaknya suatu sistem, baik dalam proses pengembangannya,
penerapannya, maupun dalam proses operasinya. Oleh karena itu
orang yang terlibat dalam pengembangan maupun penggunaan
sistem ini harus merupakan orang yang terdidik tentang
permasalahan-permasalahan yang ada dan terhadap solusi-solusi
yang mungkin dilakukan.
4. Tahapan kerja dan tugas-tugas yang harus dilakukan dalam proses
pengembangan sistem.
Proses pengembangan sistem umumnya melibatkan beberapa
tahapan kerja dan melibatkan beberapa personil dalam bentuk suatu
team untuk mengerjakannya. Pengalaman menunjukan bahwa tanpa
adanya perencanaan dan koordinasi yang baik, maka proses
pengembangan sistem tidak akan berhasil dengan memuaskan.
Untuk maksud ini sebelum proses pengembangan sistem dilakukan,
maka harus dibuat terlebih dahulu jadwal kerja yang menunjukkan
tahapan-tahapan kerja dan tugas-tugas pekerjaan yang akan
dilakukan, sehingga proses pengembangan sistem dapat dilakukan
dan selesai dengan berhasil sesuai dengan waktu dan anggaran yang
direncanakan.
5. Proses pengembangan sistem tidak harus urut.
50

Prinsip ini kelihatannya bertentangan dengan prinsip nomor 4, tetapi


tidaklah sedemikian. Tahapan kerja dari pengembangan sistem di
prinsip nomor 4 menunjukkan langkah-langkah yang harus dilakukan
secara bersama-sama. Ingatlah waktu adalah uang. Misalnya di
dalam pengembangan sistem, perancangan output merupakan
tahapan yang harus dilakukan sebelum melakukan perancangan file.
Ini tidak berarti bahwa semua output harus dirancang semuanya
terlebih dahulu baru dapat melakukan perancangan file, tetapi dapat
dilakukan secara serentak, yaitu sewaktu proses pengadaan
hardware.
6. Jangan takut membatalkan proyek.
Umumnya hal ini merupakan pantangan untuk membatalkan suatu
proyek yang sedang berjalan. Keputusan untuk meneruskan suatu
proyek atau membatalkannya memang harus dievaluasi dengan
cermat. Untuk kasus-kasus yang tertentu, dimana suatu proyek
terpaksa harus dihentikan atau dibatalkan karena sudah tidak layak
lagi, maka harus dilakukan dengan tegas. Keraguan untuk terus
melanjutkan proyek yang tidak layak lagi karena sudah terserapnya
dana kedalam proyek ini hanya akan memubang dana yang sia-sia.
7. Dokumentasi harus ada untuk pedoman dalam pengembangan
sistem.
Dokumentasi harus dibuat pada waktu proses dari pengembangan
sistem itu sendiri masih dalam proses, karena dokumentasi dapat
dihasilkan dari hasil kerja tiap-tiap langkah pengembangan sistem.
Dokumentasi yang dibuat dan dikumpulkan selama proses dari
pengembangan sistem dapat digunakan untuk bahan komunikasi
antara analis sistem dengan pemakai sistem dan dapat digunakan
untuk mendorong keterlibatan pemakai sistem.
8.3.

Pendekatan Pengembangan Sistem


Terdapat beberapa pendekatan untuk mengembangkan sistem,

pendekatan tersebut adalah sebagai berikut :


1. Sudut pandang Metodologi : Pendekatan klasik dan Pendekatan
terstruktur.
51

a. Pendekatan Klasik (Clasical approach)


Disebut juga pengembangan tradisional / konvensional adalah
pengembangan sistem dengan mengikuti tahapan pada system life
cycle. Pendekatan ini menekankan bahwa pengembangan sistem
akan berhasil bila mengikuti tahapan pada system life cycle. Tetapi
pada kenyataannya pendekatan klasik tidak cukup digunakan untuk
mengembangkan suatu sistem informasi yang sukses dan akan
timbul beberapa permasalahan diantaranya adalah :
- Pengembangan perangkat lunak menjadi sulit.
- Biaya perawatan atau pemeliharaan sistem menjadi lebih mahal.
- Kemungkinan kesalahan sistem besar.
- Keberhasilan sistem kurang terjamin.
- Masalah dalam penerapan sistem
b. Pendekatan Terstruktur (structured approach)
Pendekatan ini dimulai pada awal tahun 1970, dan dilengkapi
dengan alat-alat (tools) dan teknik-teknik (techniques) yg
dibutuhkan dalam pengembangan sistem.
2. Sudut pandang Sasaran : Pendekatan sepotong dan Pendekatan
sistem.
a. Pendekatan Sepotong (Piecerneal approach)
Pendekatan yang menekankan pada suatu kegiatan atau aplikasi
tertentu.
b. Pendekatan Sistem (Systems approach)
Pendekatan yang menekankan pada sistem informasi sebagai satu
kesatuan terintegrasi.
3. Sudut pandang Penentuan kebutuhan : Pendekatan Buttom-Up dan
Pendekatan Top Down.
a. Pendekatan bawah naik (Buttom-up approach)
Pendekatan dari level bawah organisasi, yaitu level operasional
dimana transaksi dilakukan. Pendekatan ini dimulai dari perumusan
kebutuhan untuk menangani transaksi dan naik ke level atas
dengan merumuskan kebutuhan informasi berdasarkan transaksi
tersebut. (merupakan ciri-ciri dari pendekatan klasik disebut juga
data analyst) .
b. Pedekatan atas turun (Top-down approach)
Dimulai dari level atas yaitu level perencanaan strategi. Pendekatan
ini dimulai dengan mendefinisikan sarasan dan kebijaksanaan
organisasi , kemudian dilakukan analisis kebutuhan informasi, lalu

52

proses turun ke pemrosesan transaksi (merupakan ciri-ciri dari


pendekatan terstruktur disebut juga decision analyst).
4. Sudut pandang Pengembangan : Pendekatan sistem menyeluruh dan
Pendekatan moduler.
a. Pendekatan sistem menyeluruh
Pendekatan yang mengembangkan sistem serentak secara
menyeluruh. (merupakan ciri -ciri pendekatan klasik )
b. Pendekatan moduler
Pendekatan yang berusaha memecah sistem yang rumit menjadi
beberapa bagian atau modul yang sederhana (merupakan ciri -ciri
pendekatan terstruktur )
5. Sudut pandang Teknologi : Pendekatan lompatan jauh dan Pendekatan
berkembang.
a. Pendekatan lompatan jauh
Pendekatan yang menerapkan perubahan menyeluruh secara
serentak penggunaan teknologi canggih. Perubahan ini banyak
mengandung resiko, juga memerlukan investasi yang besar.
b. Pendekatan berkembang
Pendekatan yang menerapkan perubahan canggih hanya untuk
aplikasi yang memerlukan saja, dan akan terus berkembang.
8.4.

Metodologi Pengembangan Sistem


Metodologi adalah kesatuan metode-metode, prosedur-prosedur,

konsep-konsep pekerjaan, aturan-aturan, postulat-postulat yang


digunakan oleh suatu ilmu pengetahuan, seni atau disiplin lainnya.
Metode adalah suatu cara, teknik yang sistematik untuk mengerjakan
sesuatu. Metodologi Pengembangan sistem berarti metode-metode,
prosedur-prosedur, konsep-konsep pekerjaan, aturan-aturan dan postulatpostulat (kerangka pemikiran) yang akan digunakan untuk
mengembangkan suatu sistem informasi. Urut-urutan prosedur untuk
pemecahan masalah dikenal dengan istilah Algoritma.
Pendekatan terstruktur mengenalkan penggunaan alat-alat dan
teknik-teknik untuk mengembangkan sistem yang terstruktur. Tujuan
pendekatan terstruktur adalah agar pada akhir pengembangan perangkat
lunak dapat memenuhi kebutuhan user, dilakukan tepat waktu, tidak
melampaui anggaran biaya, mudah dipergunakan, mudah dipahami dan
mudah dirawat.
53

Metodologi pengembangan sistem adalah metode-metode,


prosedur-prosedur, konsep-konsep pekerjaan, aturan-aturan dan postulatpostulat (dalil) yang akan digunakan untuk mengembangkan suatu
sistem informasi.
Klasifikasi metodologi pengambangan system informasi, akan
diuraikan sebagai berikut :
1. Metodologi Pemecahan Fungsional (Functional decomposition
methodologies).
Metodologi ini menekankan pada pemecahan dari sistem ke dalam
subsistem-subsistem yang lebih kecil, sehingga akan lebih mudah
untuk dipahami, dirancang dan ditetapkan. Yang termasuk dalam
kelompok metodologi ini adalah :
a. HIPO (Hierarchy plus Input Process Output);
b. Stepwise Refinement (SR) atau Iterative Stepwise Refinement (ISR);
c. Information Hiding.
2. Metodologi Orientasi Data (Data-oriented methodologies).
Metodologi ini menekankan pada karakteristik dari data yang akan
diproses. Dikelompokkan ke dalam dua kelas, yaitu :
a. Data flow oriented methodologies, sistem secara logika dapat
digambarkan secara logika dari arus data dan hubungan antar
fungsinya di dalam modul-modul di sistem. Yang termasuk dalam
metodologi ini adalah :
- SADT (Structured Analysis and Design Techniques);
- Composite Design;
- SSAD (Structured System Analysis and Design).
b. Data Structured oriented methodologies Metodologi ini
menekankan struktur dari input dan output di sistem. Yang
termasuk dalam metodologi ini adalah :
- JSD (Jacksons System Development);
- W/O (Warnier/Orr).
3. Prespective Methodologies.
Yang termasuk dalam metodologi ini adalah : ISDOS (Information
System Design dan Optimization System), merupakan perangkat lunak
yang dikembangkan di University of Michigan. Kegunaan dari ISDOS
adalah mengotomatisasi proses pengembangan sistem informasi.
ISDOS mempunyai dua komponen, yaitu :
a. PSL, merupakan komponen utama dari ISDOS, yaitu suatu bahasa
untuk mencatat kebutuhan pemakai dalam bentuk machine
54

readable form. PSL dirancang sehingga output yang dihasilkannya


dapat dianalisis oleh PSA. PSL merupakan bahasa untuk
menggambarkan sistemnya dan bukan merupakan bahasa
pemrograman prosedural.
b. PSA, merupakan paket perangkat lunak yang mirip dengan kamus
data (data dictionary) dan digunakan untuk mengecek data yang
dimasukkan, disimpan, dianalisis dan yang dihasilkan sebagai
output laporan. Metodologi pengembangan sistem yang ada
biasanya dibuat atau diusulkan oleh : Penulis Buku, Peneliti,
Konsultan, System House dan Pabrik Software.
8.5.

Tim Pengembang Sistem


Dalam proyek pengembangan sistem yang kecil dan sederhana,

kemungkinan hanya ada seorang analis sistem yang merangkap sebagai


pemrogram (analis/pemrogram) atau seorang programer yang
merangkap sebagai analis sistem (pemrogram/analis). Akan tetapi untuk
pengembangan sistem yang besar atau kompleks, pekerjaan ini biasanya
dilakukan oleh sejumlah orang dalam bentuk tim. Anggota tim
pengembangan sistem tergantung dari besar kecilnya ruang lingkup
proyek yang akan ditangani. Tim ini secara umum dapat terdiri dari
personil-personil sebagai berikut :
1. Manajer Analis Sitem (Manage Of Systems Analyst)
Manajer analis sistem disebut juga sebagai koordinator proyek dan
mempunyai tugas dan tanggung jawab sebagai berikut :
a. Sebagai ketua atau koordinator tim pengembangan sistem;
b. Mengarahkan, mengontrol dan mengatur anggota tim
pengembangan sistem lainnya;
c. Membuat jadwal pelaksanaan proyek pengembangan sistem
yang akan dilakukan;
d. Bertanggungjawab dalam mendefinisikan masalah, studi
kelayakan, desain sistem dan penerapannya;
e. Memberikan rekomendasi-rekomendasi perbaikan sistem;
f. Mewakili tim untuk berhubungan dengan pemakai sistem dalam
hal perundingan-perundingan dan pemberian-pemberian nasehat
kepada manajemen dan pemakai sistem;
g. Membuat laporan-laporan kemajuan proyek (progress report);
h. Mengkaji ulang dan memeriksa kembali hasil kerja dari tim.
55

2. Ketua Analis Sistem (Lead Systems Analyst)


Ketua analis sistem biasanya menjabat sebagai wakil dari manajer
analis sistem. Tugasnya adalah membantu tugas dari manajer analis
sistem dan mewakilinya bila manajer analis sistem berhalangan.
3. Analis Sistem Senior (Senior Systems Analyst) merupakan analis
sistem yang sudah berpengalaman.
4. Analis Sistem Junior (Junior Systems Analyst)
Analisis sistem junior merupakan analis sistem yang belum
berpengalaman dan masih membutuhkan bimbingan-bimbingan
dari analis sistem yang lebih senior. Analis sistem junior ini sering
juga disebut dengan analis sistem yang masih dilatih (Systems
Analyst Trainee).
5. Programmer Aplikasi Senior (Senior Applications Programmer)
Programmer apliakasi senior merupakan pemrogram komputer yang
sudah berpengalaman dengan tugas merancang spesifikasi dari
program aplikasi dan mengkoordinasi kerja dari pemrogram lainnya.
Pemrogram aplikasi senior kadang-kadang juga disebut dengan
pemrogram/analis.
6. Programmer Aplikasi (Application Programmer)
Programmer aplikasi merupakan programmer komputer yang cukup
berpengalaman dan dapat melakukan tugasnya tanpa harus
dibimbing secara langsung lagi.
7. Programmer Aplikasi Junior (Junior Applications Programmer)
Programer aplikasi junior merupakan pemrogram komputer yang
belum berpengalaman dan masih dibawah bimbingan langsung dari
pemrogram yang lebih senior. Programer aplikasi junior biasanya
hanya dilibatkan pada pembuatan modul-modul program yang
sederhana, seperti misalnya pembuatan bentuk-bentuk I/O.
Pemrogram aplikasi junior ini sering juga disebut dengan
pemrogram aplikasi yang masih dilatih (Applications Programmer
Trainee).
Secara keseluruhan, dalam uraian tim pengembangan system yang
telah dibahas, hanya terdapat 2 keahlian yang diperinci pada masingmasing bidangnya. Keahlian tersebut adalah analis system dan
pemrogram. Analis sistem (system analyst) adalah orang yang
56

menganalisis sistem (mempelajari masalah-masalah yang timbul dan


menentukan kebutuhan-kebutuhan pemakai sistem) untuk
mengidentifikasi pemecahan yang beralasan. Pemrogram (programmer)
adalah orang yang menulis kode program untuk suatu aplikasi tertentu
berdasarkan rancang bangun yang dibuat analis sistem.
Analis sistem menjadi perantara antara pemrogram (ahli komputer)
dan pengguna (awam komputer). Adapun tugas dan tanggung jawab
analis sistem dan pemrogram juga berbeda. Berikut adalah tugas dan
tanggung jawab pemrogram dibandingkan dengan analis system.
1.

Pemrogram
Tanggung jawab pada
pembuatan program komputer.

2.

Pengetahuan terbatas pada


teknologi komputer, sistem
komputer, utilitas dan bahasa
pemrograman.

3.

Pekerjaan bersifat teknik dan


harus tepat.

4.

Tidak berhubungan dengan


orang banyak, hanya dengan

Analis sistem
1. Tanggung jawab pada sistem
keseluruhan.
1. Pengetahuan luas, pada
teknologi komputer dan bidang
aplikasi yang sedang ditangani.
2. Pekerjaan terbatas pada
pemecahan masalah secara
garis besar.
3. Berhubungan dengan banyak
orang, termasuk pemakai dan
manajer.

analis dan sesama pemrogram.

PENUTUP
Latihan Soal

57

58

UNIVERSITAS GADJAH MADA


SEKOLAH VOKASI/ DOPLOMA KOMPUTER
DAN SISTEM INFORMASI

Buku 2: RKPM
(Rencana Kegiatan Pembelajaran Mingguan)
Modul Pembelajaran Pertemuan Ke-9

SISTEM INFORMASI
Genap/4/VMK 2214
oleh
Muh. Fakhrurrifqi, M.Cs.

Didanai dengan dana BOPTN


Tahun Anggaran 2014
Desember 2014
BAB IX
59

Pengembangan Sistem Informasi (Analisis)


PENDAHULUAN
A. Deskripsi
Salah satu langkah yang dilakukan dalam pengembangan suatu
sistem informasi adalah Analisis. Apa itu analisis dan bagaimana analisis
itu dijalankan, akan dibahas pada bab ini.
B. Manfaat
Dengan memahami materi ini, mahasiswa bisa memahami apa itu
analisis dan dapat menjalankannya
C. Relevansi
Materi ini memiliki peran sangat penting karena digunakan pada
pengembangan sistem informasi.
D. Learning Outcomes

Mahasiswa memahami konsep sistem informasi manajemen


Mahasiswa memiliki gambaran mengenai peranan sistem informasi

bagi para penggunanya


Mahasiswa mendapat gambaran dari sistem informasi berbasis
internet sebagai bagian dari sistem informasi organisaional /

fungsional
Mahasiswa memahami proses pengembangan sistem informasi

PENYAJIAN
9.1. Analisis Sistem
Definisi Analisis Sistem :
Penguraian dari suatu sistem informasi yang utuh ke dalam
bagian-bagian komponennya dengan maksud untuk
mengidentifikasikan dan mengevaluasi permasalahan, kesempatan,
hambatan yang terjadi dan kebutuhan yang diharapkan sehingga
dapat diusulkan perbaikan.
Tahap analisis dilakukan setelah tahap perencanaan sistem
(systems planning) dan sebelum tahap desain sistem (systems design).
Tahap ini merupakan tahap yang kritis dan sangat penting, karena

60

kesalahan dalam tahap ini menyebabkan kesalahan pada tahap


selanjutnya.
Misalnya anda dihadapkan pada suatu sistem untuk menentukan
seberapa jauh sistem tersebut telah mencapai sasarannya. Jika sistem
mempunyai beberapa kelemahan, anda harus dapat menemukannya.
Tugas ini yang disebut sebagai analisis sistem. Tugas utama dari
menganalisis sistem meliputi :
1. Menentukan lingkup system;
2. Mengumpulkan fakta;
3. Menganalisis fakta;
4. Mengkomunikasikan temuan-temuan tersebut melalui laporan analisis
system.
Fakta merupakan bagian dari informasi yang menunjukkan realita,
situasi dan relasi yang menjamin analisis dan pemodelan. Adapun
langkah-langkah dasar yang harus dilakukan oleh analis sistem dalam
melakukan analis. Berikut uraian dari langkah-langkah yang harus
dilakukan analis sistem :
1. Identify, yaitu mengidentifikasi masalah;
2. Understand, yaitu memahami kerja sistem yang ada;
3. Analyze, yaitu menganalisis sistem;
4. Report, yaitu membuat laporan hasil analisis.
Untuk masing-masing langkah ini, beberapa tugas perlu dilakukan
oleh analis sistem. Supaya memudahkan untuk melakukan koordinasi dan
pengawasan, koordinator tim analis dapat membuat suatu kertas kerja
yang memuat tugas-tugas yang harus dikerjakan untuk masing-masing
langkah analisis sistem ini.
9.2. Identifikasi Masalah
Mengidentifikasi (mengenal) masalah merupakan langkah pertama
yang dilakukan dalam tahap analisis sistem. Masalah dapat didefinisikan
sebagai suatu pertanyaan yang diinginkan untuk dipecahkan. Masalah
inilah yang menyebabkan sasaran dari sistem tidak dapat dicapai. Oleh
karena itu langkah pertama yang harus dilakukan oleh analis sistem
adalah mengidentifikasi terlebih dahulu masalah-masalah yang terjadi.
Tugas yang harus dilakukan analis sistem adalah :
a. Mengidentifikasi masalah;
61

b. Mengidentifikasi penyebab masalah;


c. Mengidentifikasi titik keputusan;
d. Mengidentifikasi personil-personil kunci.
Berikut adalah uraian dari tugas yang harus dilakukan oleh analis sistem :
1. Mengidentifikasi Penyebab Masalah
Analis sistem harus mempunyai pengetahuan yang cukup tentang
aplikasi yang sedang dianalisisnya. Untuk aplikasi bisnis, analis
sistem perlu mempunyai pengetahuan tentang sistem bisnis yang
diterapkan di organisasi, sehingga dapat mengidentifikasi penyebab
terjadinya masalah ini. Tugas mengidentifikasi penyebab masalah
dimulai dengan mengkaji ulang terlebih dahulu subyek permasalahan
yang telah diutarakan oleh manajemen atau yang telah ditemukan
oleh analis sistem di tahap perencanaan sistem.
2. Mengidentifikasi Titik Keputusan
Setelah penyebab terjadinya masalah dapat diidentifikasi, selanjutnya
juga harus mengidentifikasikan titik keputusan penyebab masalah
tersebut. Titik keputusan menunjukkan suatu kondisi yang
menyebabkan sesuatu terjadi. Analis sistem bila telah dapat
mengidentifikasi terlebih dahulu titik-titik keputusan penyebab
masalah, maka dapat memulai penelitiannya di titik-titik keputusan
tersebut. Sebagai dasar identifikasi titik-titik keputusan ini, dapat
digunakan dokumen paperwork flow atau form flowchart bila
dokumentasi ini dimiliki oleh perusahaan.
3. Mengidentifikasi Personil-personil Kunci
Setelah titik-titik keputusan penyebab masalah dapat diidentifikasi
beserta lokasi terjadinya, maka selanjutnya yang perlu diidentifikasi
adalah personil-personil kunci baik yang langsung maupun yang tidak
langsung dapat menyebabkan terjadinya masalah tersebut.
Identifikasi personil-personil kunci ini dapat dilakukan dengan
mengacu pada bagan alir dokumen perusahaan serta dokumen
deskripsi kerja (jobs description).
9.3. Memahami Kerja Sistem
Langkah ini dapat dilakukan dengan mempelajari secara terinci
bagaimana sistem yang ada beroperasi. Diperlukan data yang dapat
diperoleh dengan cara melakukan penelitian. Bila di tahap perencanaan
62

sudah pernah diadakan penelitian, sifatnya masih penelitian pendahuluan


(preliminary survey). Sedangkan pada tahap analisis sistem,
penelitiannya bersifat penelitian terinci (detailed survey).
Analis sistem perlu mempelajari apa dan bagaimana operasi dari
sistem yang ada sebelum mencoba untuk menganalisis permasalahan,
kelemahan dan kebutuhan pemakai sistem untuk dapat memberikan
rekomendasi pemecahannya. Sejumlah data perlu dikumpulkan, dengan
menggunakan teknik pengumpulan data yang ada, yaitu wawancara,
oberservasi, daftar pertanyaandan pengambilan sampel. Tugas yang
perlu dilakukan di langkah ini adalah :
1. Menentukan jenis penelitian;
2. Merencanakan jadwal penelitian;
a. Mengatur jadwal wawancara;
b. Mengatur jadwal observasi;
c. Mengatur jadwal pengambilan sampel.
3. Membuat penugasan penelitian;
4. Membuat agenda wawancara;
5. Mengumpulkan hasil penelitian.
Berikut merupakan uraian dari tugas yang perlu dilakukan dalam
memahami kinerja sistem :
1. Menentukan Jenis Penelitian
Jenis penelitian perlu ditentukan untuk masing-masing titik keputusan
yang akan diteliti. Jenis penelitian tergantung dari jenis data yang
diperoleh, dapat berupa data tentang operasi sistem, data tentang
perlengkapan sistem, pengendalian sistem, atau I/O yang digunakan
oleh sistem.
2. Merencanakan Jadwal Penelitian
Supaya penelitian dapat dilakukan secara efisien dan efektif, maka
jadwal penelitian harus direncanakan terlebih dahulu yang meliputi :
a. Dimana penelitian akan dilakukan ?
b. Apa dan siapa yang akan diteliti ?
c. Siapa yang akan meneliti ?
d. Kapan penelitian dilakukan ?
Dari rencana jadwal ini, berikutnya ditentukan ke dalam jenis
penelitiannya masing-masing.
3. Membuat Penugasan Penelitian
Setelah rencana jadwal penelitian dibuat, maka tugas dilanjutkan
dengan menentukan tugas dari masing-masing anggota tim analis
sistem, yang ditentukan oleh koordinator analis sistem melalui surat
63

penugasan dengan menyertakan lampiran kegiatan penelitian yang


harus dilakukan.
4. Membuat Agenda Wawancara
Sebelum wawancara dilakukan, waktu dan materi wawancara perlu
didiskusikan. Rencana ini dapat ditulis di agenda wawancara dan
dibawa selama wawancara berlangsung. Tujuannya adalah supaya
wawancara dapat diselesaikan tepat pada waktunya dan tidak ada
materi yang terlewatkan.
5. Mengumpulkan Hasil Penelitian
Fakta atau data yang diperoleh dari hasil penelitian harus dikumpulkan
sebagai suatu dokumentasi sistem lama, yaitu :
a. Waktu untuk melakukan suatu kegiatan;
b. Kesalahan melakukan kegiatan di sistem yang lama;
c. Pengambilan sampel;
d. Formulir dan laporan yang dihasilkan oleh sistem lama;
e. Elemen-elemen data;
f. Teknologi yang digunakan di sistem lama;
g. Kebutuhan informasi pemakai sistem / manajemen.
9.4. Menganalisis Hasil
Langkah ini dilakukan berdasarkan data yang telah diperoleh dari
hasil penelitian yang telah dilakukan.
1. Menganalisis Kelemahan Sistem
Penelitian dilakukan untuk menjawab pertanyaan :
a. Apa yang dikerjakan ?
b. Bagaimana mengerjakannya ?
c. Siapa yang mengerjakan ?
d. Dimana dikerjakan ?
Menganalisis kelemahan sistem sebaliknya dilakukan untuk menjawab
pertanyaan :
a. Mengapa dikerjakan ?
b. Perlukah dikerjakan ?
c. Apakah telah dikerjakan dengan baik ?
Sasaran yang diinginkan oleh sistem yang baru ditentukan oleh
kriteria penilaian sebagai berikut : relevance, capacity, efficiency,
timeliness, accessibility, flexibility, accuracy, reliability, security,
economy dan simplicity. Berdasarkan pertanyaan dan kriteria ini,
selanjutnya analis sistem akan dapat melakukan analis dari hasil
penelitian dengan baik untuk menemukan kelemahan dan
permasalahan dari sistem yang ada.
64

Analisa yang dilakukan meliputi :


ANALISA
Distribusi
pekerjaan

DAFTAR PERTANYAAN
Apakah tugas dan tanggungjawab telah
didefinisikan dan diterapkan dengan jelas ?
Apakah telah didistribusikan dengan efektif
untuk masing-masing personil dan unit

Pengukuran
pekerjaan

organisasi ?
Apakah kebijakan dan prosedur telah
dipahami dan diikuti ?
Apakah produktivitas karyawan
memuaskan?
Apakah unit-unit organisasi telah bekerja
sama dan terkoordinasi dengan baik
menjadi arus data dengan lancar ?
Apakah terjadi operasi yang tumpah tindih ?
Seberapa perlu hasil dari tiap-tiap operasi ?
Apakah terdapat operasi yang menghambat
arus data ?
Apakah volume puncak dari data dapat
ditangani dengan baik ?
Apakah terdapat standar kinerja yang baik

Keandalan

dan selalu mutakhir ?


Apakah jumlah kesalahan yang terjadi di
masing-masing operasi diminimumkan ?
Apakah operasi-operasi telah direncanakan

Dokumen

dengan baik dan terkendali ?


Seberapa perlu dokumen - dokumen yang ada ?
Apakah masing-masing dokumen telah dirancang untuk
penggunaan yang efektif ?

Laporan

Apakah tembusan dari dokumen perlu ?


Dapatkah laporan dipersiapkan dengan mudah dari file
dan dokumen yang ada ?

Teknologi

Apakah terdapat duplikasi di file, catatan dan laporan ?


Apakah fasilitas dari sistem informasi (personil,
peralatan dan fasilitas lain) cukup untuk menangani
65

volume rata-rata data tanpa terjadi penundaan yang


berarti ?

2. Menganalisis Kebutuhan Informasi Pemakai atau Manajemen


Tugas lain dari analis sistem yang diperlukan sehubungan dengan
sasaran utama sistem informasi, yaitu menyediakan informasi yang
dibutuhkan bagi para pemakainya perlu dianalisis.
9.5. Laporan Hasil Analisa
Laporan hasil analisis diserahkan ke Panitia Pengarah (Steering
Committee) yang nantinya akan diteruskan ke manajemen. Pihak
manajemen bersama-sama dengan panitia pengarah dan pemakai sistem
akan mempelajari temuan-temuan dan analis yang telah dilakukan oleh
analis sistem yang disajikan dalam laporan ini.
Tujuan utama dari penyerahan laporan ini kepada manajemen adalah :
1. Analisis telah selesai dilakukan.
2. Meluruskan kesalah-pengertian mengenai apa yang telah ditemukan
dan dianalisis oleh analis sistem tetapi tidak sesuai menurut
manajemen .
3. Meminta pendapat dan saran dari pihak manajemen.
4. Meminta persetujuan kepada pihak manajemen untuk melakukan
tindakan selanjutnya (dapat berupa meneruskan ke tahap disain
sistem atau menghentikan proyek bila dipandang tidak layak lagi).
Semua hasil yang didapat dari penelitian perlu dilampirkan pada
laporan hasil analisis ini, sehingga manajemen dan user dapat
memeriksa kembali kebenaran data yang telah diperoleh.
PENUTUP
A. Latihan Soal
B. Jawaban

66

UNIVERSITAS GADJAH MADA


SEKOLAH VOKASI/ DOPLOMA KOMPUTER
DAN SISTEM INFORMASI

Buku 2: RKPM
(Rencana Kegiatan Pembelajaran Mingguan)
Modul Pembelajaran Pertemuan Ke-10

SISTEM INFORMASI
Genap/4/VMK 2214
oleh
Muh. Fakhrurrifqi, M.Cs.

Didanai dengan dana BOPTN


Tahun Anggaran 2014
Desember 2014
BAB X
67

Pengembangan Sistem Informasi (Teknik Pengumpulan Data)


PENDAHULUAN
A. Deskripsi
Salah satu langkah yang dilakukan dalam pengembangan suatu
sistem informasi adalah mendapatkan informasi dari user. Teknik-teknik
apa saja mendapatkan informasi yang penting dalam pengembangan
sistem informasi, akan dibahas pada bab ini.
B. Manfaat
Dengan memahami materi ini, mahasiswa bisa memilih teknik mana
yang paling pas digunakan dalam pengumpulan informasi terkait dengan
pengembangan sistem informasi.
C. Relevansi
Materi ini memiliki peran sangat penting karena digunakan pada
pengembangan sistem informasi.
D. Learning Outcomes

Mahasiswa memahami konsep sistem informasi manajemen


Mahasiswa memiliki gambaran mengenai peranan sistem informasi

bagi para penggunanya


Mahasiswa mendapat gambaran dari sistem informasi berbasis
internet sebagai bagian dari sistem informasi organisaional /

fungsional
Mahasiswa memahami proses pengembangan sistem informasi

PENYAJIAN
10.1. Wawancara
Merupakan teknik yang efektif digunakan selama
pengembangan sistem.
1. Merupakan sebuah pertukaran informasi antara pewawancara (analis
sistem) dengan yang diwawancarai (user);
2. Perlu ada perencanaan, dan perlu ada tujuan khusus;
3. Terdiri dari pertanyaan dan menjawab pertanyaan;
4. Analis sistem menggunakan mekanisme feedback dan cara utama
untuk mengumpulkan fakta lapangan dan melihat gap yang ada.

68

Lima langkah persiapan sebelum melakukan wawancara :


1. Membaca materi latar belakang
Bacalah informasi latar belakang tentang orang yang diwawancarai
dan organisasinya sebanyak mungkin. Materi ini dapat diperoleh dari
orang yang bisa Anda hubungi segera untuk menanyakan tentang
website perusahaan. Laporan tahunan terbaru, laporan berkala
perusahaan, atau publikasi-publikasi lainnya yang dikirim keluar
sebagai penjelasan tentang organisasi kepada publik.
2. Menetapkan tujuan wawancara
Gunakan informasi latar belakangyang Anda kumpulan serta
pengalaman Anda untuk menetapkan tujuan-tujuan wawancara.
Setidaknya ada empat sampai enam area utama yang berkaitan
dengan sikap pengolahan informasi dan pembuatan keputusan yang
ingin Anda tanayakan. Area tersebut meliputi sumber-sumber
informasi, format informasi, frekuensi pebuatan keputusan, kualitas
informasi, dan gaya pembuat keputusan.
3. Memutuskan siapa yang diwawancarai
Saat memutusakan Siapa saja yang diwawancarai, sertakan pula
orangorang terpenting dari semua tingkatan yang untuk hal-hal
tertentu bisa dipengaruhi sistem.
4. Menyiapkan orang yang diwawancarai
Siapkan orang yang akan diwawancarai dengan menelpon mereka
atau menulis pesan e-mail sehingga memungkinkan orang-orang
yang akan diwawancarai mempunyai waktu untuk berpikir. Aturlah
waktu untuk menelpon dan membuat janji pertemuan. Biasanya,
wawancara dijalankan selama 45 menit atau paling lama 1 jam.
5. Menentukan jenis dan struktur pertanyaan
Tuliskan pertanyaan-pertanyaan yang mencakup area-area dasar
dalam pembuatan keputusan saat Anda menegaskan tujuan-tujuan
wawancara. Teknik bertanya yang tepat adalah inti dari wawancara.
Ada dua tipe pertanyaan dalam wawancara, yaitu Open-endeddan
dan Closed-ended. Berikut merupakan uraian dari tipe dalam
wawancara :
1.

Pertanyaan Open-Ended
Pertanyaan ini adalah netral dan tidak dibatasi. Pewawancara
mengijinkan secara bebas orang yang diwawancarai dalam menjawab
69

pertanyaan, dan pewawancara menganjurkan yang diwawancarai


untuk memberikan informasi yang tidak diketahui sebelumnya
kepada pewawancara.
Contoh :

2.

What are your feelings about chaging from paper forms to

electronic forms ?
Bagaimana pendapat Anda tentangkondisi bisnis ke bisnis e-

commerce di peusahaan Anda ?


Apa tujuan terpenting departemen Anda ?
Sekali data diajukan lewat website bagaimana data-data tersebut

akhirnya diproses ?
Gambarkan proses monitoring yang tersedia secara online ?
Apa rasa frustasi terbesar yang Anda alami selama masa

peralihan menuju e-commerce ?


Pertanyaan Closed-Ended
Dalam closed-ended, pewawancara lebih mudah mengontrol yang
diwawancarai, karena apa yang akan ditanyakan sudah pasti dan
menghindari yang diwawancarai menjawab bebas. Cara yang terbaik
adalah menhindari pertanyaan yang berasumsi, dan pernyataan
dengan akhir could you ?atau isnt it ?
Contoh :
-

Should we use a PC-based network or a departemental computer

?
You agree with this report format, dont you ?
Berapa lama dalam seminggu gudanginformasi proyek

diperbaharui?
Rata-rata berapa kali panggilan yang diterima pusat panggilan

setiap bulannya ?
Sebutkan dua prioritas utama Anda untuk meningkatkan

infrastruktur teknologi ?
Siapa yang menerima masukan ini ?

Beberapa contoh pertanyaan dua-pilihan :


-

Adakah Anda menggunakan web untuk menampilkan informasi

bagi vendor ?
Setuju atau tidak setuju Anda bahwa e-commerce tidak begitu
aman ?
70

Apakah Anda ingin menerima salinan laporan keuangan Anda


setiap bulan ?
Pertanyaan dapat dibagi dalam 2 kategori , yaitu pertanyaan

primer dan pertanyaan sekunder. Berikut merupakan uraian dari masingmasing kategori :
1. Primer adalah untuk topik khusus, direncanakan dan netral.
2. Sekunder adalah merupakan kelanjutan dari pertanyaan primer untuk
mendapatkan tambahan informasi, pertanyaannya bersifat tidak
terencana.
Contoh :
Would you describe ? atau Would you please give me more details ?
Merencanakan Urutan Pertanyaan :

1.

Funnel Format
Dengan format ini, pewawancara mulai dengan pertanyaan openended, kemudian menggunakan pertanyaan closed-ended, secara
berangsur-angsur wawancara berakhir sampai informasi khusus yang

2.

dibutuhkan.
Inverted Funnel Format
Pewawancara mulai dengan pertanyaan closed-ended khusus dan
secara berangsur-angsur yang diwawancarai memberikan gambaran
keluar dari titik dimana dia akan menjawab dan memperluas jawaban

3.

untuk pertanyaan open-ended.


Psikologi Wawancara
Berkenaan dengan hubungan antar manusia. Berikut ini adalah
pedoman-pedoman yang dapat dilakukan oleh pewawancara untuk

71

melakukan tindak lanjut terhadap tingkah laku dari orang yang


diwawancarai.
Wawancara juga dapat dibuat sebelumnya.
Ada dua sumber dasar informasi, sumber pertama yaitu apa yang
orang katakan mengenai calon yang diwawancarai dan sumber
keduaadalah catatan atau dokumen organisasi seperti struktur organisasi
atau resume organisasi.
Setelah selesai wawancara, pewawancara sebaiknya menyimpan
atau mencatat dan mengevaluasi hasilnya. Dan perlu dibuat ringkasan
dan laporan ke manajemen dan ke yang diwawancarai untuk
menunjukkan bahwa apa yang dikatakan mereka cukup penting untuk
dicatat.

Kelebihan teknik wawancara :


1. Wawancara memberikan kesempatan kepada pewawancara untuk
memotivasi orang yang diwawancarai untuk menjawab dengan
bebasa dan terbuka terhadap pertanyaa-pertanyaan yang diajukan.
2. Memungkinkan pewawancara untuk mengembangkan
pertanyaanpertanyaan sesuai dengan situasi yang berkembang.
3. Pewawancara dapat menilai kebenaran jawaban yang diberikan dari
gerak-gerik dan raut wajah orang yang diwawancarai.
4. Pewawancara dapat menanyakan kegiatan-kegiatan khusus yang
tidak selalu terjadi.
Kekurangan teknik wawancara :
1. Proses wawancara membutuhkan waktu yang lama, sehingga secara
relatif mahal dibandingkan dengan teknik yang lainnya.
2. Keberhasilan hasil wawancara sangat tergantung dari kepandaian
pewawancara untuk melakukan hubungan antar manusia.
3. Wawancara tidak selalu tepat untukkondisi-kondisi tenpat yang
tertentu, misalnya di lokasi-lokasi yang ribut dan ramai.
4. Wawancara sangat menganggu kerja dari orang yang diwawancarai
bila waktu yang dimilikinya sangat terbatas.
10.2. Observasi
72

Observasi memiliki banyak tujuan. Analis dapat menentukan apa


yang akan dilakukan, bagaimana dilakukan, siapa yang mengerjakan,
kapan dikerjakan, berapa lama dikerjakan, dimana dikerjakan, dan
mengapa dikerjakan. Analis juga dapat berpartisipasi dalam pelaksanaan
prosedur yang dilakukan oleh pegawai.
Terdapat beberapa cara dalam melakukan observasi, yang pertama
dimulai dengan melakukan tahapan persiapan. Sebelum observasi
dimulai, analis sistem akan melakukan persiapan sebagai berikut :
1.
2.
3.
4.

Mengidentifikasi dan menentukan apa yang akan diobservasi;


Mengestimasi waktu untuk observasi;
Menjamin persetujuan manajemen untuk pelaksanaan observasi;
Menjelaskan ke organisasi yang diobservasi, apa yang akan dilakukan
dan mengapa.
Pelaksanaan observasi akan dikelola secara efektif oleh analis

sistem dengan mengikuti aturan-aturan yang telah ditentukan, aturan


tersebut adalah sebagai berikut ini :
1. Analis perlu terbiasa dengan lingkungan sekitar dan komponen dalam
area yang diobservasi. Membiasakan dengan pekerjaan yang berjalan
pada tempat tersebut.
2. Selama observasi, analis secara berkala melakukan pencatatan.
3. Analis perlu mencatat hal-hal yang khusus. Diskripsi yang umum dan
samar sebaiknya dihindari.
4. Jika analis berinteraksi dengan orang-orang yang diobservasi, analis
sebaiknya berulang-ulang membuat komentar kualitatif dan penilaian.
5. Analis perlu menunjukkan kebaikan dan keamanan selama observasi.
Analis kemungkinan bisa tidak memiliki banyak waktu dalam
mengobservasi. Untuk itu, teknik sampling dapat digunakan secara
efektif untuk mengurangi waktu yang dibutuhkan dalam mengobservasi
dan tetap dapat mengumpulkan fakta atau hasil yang pasti.
Kelebihan teknik observasi :
1. Data yang dikumpulkan melalui observasi cenderung mempunyai
keandalan yang tinggi.
2. Penganalisis melalui observasi dapat melihat langsung apa yang
sedang dikerjakan. Pekerjaan-pekerjaan yang rumit kadang-kadang
sulit untuk dijelaskan dengan kata-kata. Melalui observasi,
73

penganalisis dapat mengidentifikasikan kegiatan-kegiatan yang tidak


tepat yang telah digambarkan oleh teknik pengumpulan data yang
lain.
3. Dengan observasi, penganalisis dapat menggambarkan lingkungan
fisik dari kegiatan-kegiatan, misalnya tata letak fisik perlatan,
penerangan, gangguan suara, dsb.
Kekurangan teknik observasi :
1. Umumnya orang yang diamati merasa terganggu atau tidak nyaman,
sehingga akan melakukan pekerjaanya dengan tidak semestinya.
2. Pekerjaan yang sedang diobservasi mungkin tidak dapat mewakili
suatu tingkat kesulitas pekerjaan tertentu atau kegiatan-kegiatan
khusus yang tidak selalu dilakukan.
3. Observasi dapat mengganggu pekerjaan yang sedang dilakukan.
4. Orang yang diamati cenderung melakukan pekerjaannya dengan lebih
baik dari biasanya dan sering menutupi kejelekannya.
10.3. Daftar Pertanyaan
Suatu daftar yang berisi dengan pertanyaan-pertanyaan untuk
tujuan khusus yang memungkinkan penganalisis untuk mengumpulkan
data mengenai sikap, keyakinan, perilakudan karakteristik dari orangorang utama di dalam organisasi serta pendapat dari responden yang
dipilih.
Kuesioner sangat bermanfaat jika orang-orang di dalam organisasi
terpisah saling berjauhan, yakni orang-orang yang terlibat proyek sistem,
sehingga tinjauan secara keseluruhan diperlukan sebelum
merekomendasikan alternatif lainnya.
Kelebihan teknik kuesioner :
1. Kuesioner baik untuk sumber data yang banyak dan tersebar;
2. Responden tidak merasa terganggu, karena dapat mengisi kuesioner
dengan memilih waktunya sendiri yang paling luang;
3. Kuesioner secara relatip lebih efisien untuk sumber data yang banyak;
4. Karena kuesioner biasanya tidak mencantumkan identitas responden,
maka hasilnya dapat lebih objektif.
Kekurangan teknik kuesioner :

74

1. Kuesioner tidak menggaransi responden untuk menjawab pertanyaan


dengan sepenuh hati;
2. Kuesioner cenderung tidak fleksibel, artinya pertanyaan yang harus
dijawab terbatas yang dicantumkan di kuesioner saja, tidak dapat
dikembangkan lagi sesuai dengan situasinya;
3. Pengumpulan sampel tidak dapat dilakukan secara bersama-sama
dengan daftar pertanyaan, lain halnya dengan obeservasi yang dapat
sekaligus mengumpulkan sampel;
4. Kuesioner yang lengkap sulit untuk dibuat.
Tipe kuesioner, ada dua jenis format kuesioner, yaitu Format Bebas (Free
Format) dan Format Pasti (Fixed Format). Dalam suatu kuesioner dapat
hanya berbentuk format bebas saja atau format pasti saja atau gabungan
dari keduanya.
1. Kuesioner Format Bebas
Kuesioner format bebas berisi denganpertanyaan-pertanyaan yang
harus diisi oleh responden di temapat yang sudah disediakan.

2. Kuesioner Format Pasti


Kuesioner tipe ini mempunyai beberapa bentuk pertanyaan.
a. Check-of Questions
Jenis dari pertanyaan-pertanyaan ini dibuat sehingga responden
dapat memeriksa (check-of) jawaban-jawaban yang sesuai.

b. Yes/No Questions
Jenis dari pertanyaan-pertanyaan ini memungkinkan responden
untuk menjawab Ya atau Tidak.
c. Opinion/Choice Questions
Jenis dari pertanyaan-pertanyaan ini memungkinkan responden
untuk memberikan pendapatnya.

75

10.4. Sample
Sampling adalah aplikasi dari prosedur tertentu yang kurang dari
100% item dalam suatu survey untuk mengevaluasi atau estimasi
beberapa karakteristik dari populasi. Sampling berguna untuk
menentukan karakteristik atau nilai dari seluruh item yang akan
dipergunakan hingga selesai.
Sampling statistik dan non statistic, probabilitas statistik digunakan untuk
mengontrol resiko sampling dalam sampling statistik. Dalam sampling
non statistik, analis menentukan ukuran sampling dan mengevaluasi hasil
seluruh sample berdasarkan pertimbangan dan pengalaman. Analis perlu
mengetahui dimana harus dipergunakan jumlah sample yang besar, dan
dimana untuk jumlah sample yang kecil.
Adapun tahapan dalam perencanaan sampling yang harus
dilakukan. Sampling statistik maupun non statistik tahapannya sama,
hanya dalam sampling statistik tidak menggunakan formula matematika
dan tabel statistik. Tahapannya adalah :
1.
2.
3.
4.
5.

Menentukan tujuan sampling;


Mendefinisikan populasi dan unit sampling;
Menspesifikasikan karakteristik;
Menentukan ukuran sample;
Menentukan metode pemilihan sample dan melaksanakannya;
Ada tiga metode sampling : random number, sampling sistematis dan

sampling block.
6. Mengevaluasi hasil sample dan membuat suatu kesimpulan.
Cara pengambilan sampel :
1. Pengambilan sampel secara keputusan (judgemental sampling)
Adalah penentuan sampel dan pemilihan masing-masing item
sampelnya diambil dengan dasar keputusan yang masuk akal
menurut pengambil sampel. Di judgemental sampling, pengetahuan
atau opini dan pengalaman pengambil sampel digunakan untuk
menentukan item-item sampel yang akan dipilih dari populasi.
2. Pengambilan sampel secara statistik (statistical sampling)
76

Pengambilan sampel didasarkan secara random, sehingga semua


item-item di populasi mempunyai kesempatan yang sama untuk
terpilih sebagai sampel.
Karena di pengambilan sampel secara statistik, item-item sampel
dipilih secara random, maka disebut juga pengambilan sampel secara
random (random sampling) dan karena semua item-item di populasi
mempunyai kesempatan (probabilitas) yang sama untuk terpilih
menjadi item sampel, maka disebut juga dengan pengambilan
sampel secara probabilitas (probability sampling).
PENUTUP
A. Latihan Soal
B. Jawaban

UNIVERSITAS GADJAH MADA


SEKOLAH VOKASI/ DOPLOMA KOMPUTER
DAN SISTEM INFORMASI

Buku 2: RKPM
(Rencana Kegiatan Pembelajaran Mingguan)
Modul Pembelajaran Pertemuan Ke-11

SISTEM INFORMASI
77

Genap/4/VMK 2214
oleh
Muh. Fakhrurrifqi, M.Cs.

Didanai dengan dana BOPTN


Tahun Anggaran 2014
Desember 2014
BAB XI
Pengembangan Sistem Informasi (Desain)
PENDAHULUAN
A. Deskripsi
Salah satu langkah yang dilakukan dalam pengembangan suatu
sistem informasi adalah desain. Apa itu desain dan bagaimana desain itu
dijalankan, akan dibahas pada bab ini.
B. Manfaat
Dengan memahami materi ini, mahasiswa bisa memahami apa itu
desain dan dapat menjalankannya
C. Relevansi
Materi ini memiliki peran sangat penting karena digunakan pada
pengembangan sistem informasi.
D. Learning Outcomes

Mahasiswa memahami konsep sistem informasi manajemen


Mahasiswa memiliki gambaran mengenai peranan sistem informasi
bagi para penggunanya

78

Mahasiswa mendapat gambaran dari sistem informasi berbasis


internet sebagai bagian dari sistem informasi organisaional /

fungsional
Mahasiswa memahami proses pengembangan sistem informasi

PENYAJIAN
11.1

Desain Sistem

Dari sekian banyak yang memberikan pengertian mengenai


arti desain sistem, akhirnya desain sistem dapat diartikan sebagai
berikut :
1.
2.
3.
4.
5.

Tahap setelah analisis dari siklus pengembangan sistem;


Pendefinisian dari kebutuhan-kebutuhan fungsional;
Persiapan untuk rancang bangun implentasi;
Menggambarkan bagaimana suatu sistem dibentuk;
Sistem dibentuk dapat berupa penggambaran, perencanaan dan
pembuatan sketsa atau pengaturan dari beberapa elemen yang

terpisah ke dalam satu kesatuan yang utuh dan berfungsi;


6. Termasuk menyangkut mengkonfigurasi dari komponen-komponen
perangkat lunak dan perangkat keras dari suatu sistem.
Tujuan desain sistem, tahap desain sistem mempunyai dua maksud
atau tujuan utama, yaitu sebagai berikut :
1. Untuk memenuhi kebutuhan kepada pemakai sistem;
2. Untuk memberikan gambaran yang jelas dan rancang bangun
yang lengkap kepada pemrogram komputer dan ahli-ahli teknik
lainnya yang terlibat.
Tujuan kedua ini lebih condong pada desain sistem yang
terinci, yaitu pembuatan rancang bangun yang jelas dan lengkap untuk
nantinya digunakan untuk pembuatan progam komputernya.
Untuk mencapai tujuan ini, analis sistem harus dapat
mencapai sasaran-sasaran sebagai berikut :
1. Desain sistem harus berguna, mudah dipahami dan nantinya
mudah digunakan. Ini berarti bahwa data harus mudah ditangkap,
metode-metode harus mudah diterapkan dan informasi harus
mudah dihasilkan serta mudah dipahami dan digunakan;
79

2. Desain sistem harus dapat mendukung tujuan utama perusahaan


sesuai dengan yang didefinisikan pada tahap perencanaan sistem
yang dilanjutkan pada tahap analisis sistem;
3. Desain sistem harus efisien dan efektif untuk dapat mendukung
pengolahan transaksi, pelaporan manajemen dan mendukung
keputusan yang akan dilakukan oleh manajemen, termasuk tugastugas yang lainnya yang tidak dilakukan oleh komputer;
4. Desain sistem harus dapat mempersiapkan rancang bangun yang
terinci untuk masing-masing komponen dari sistem informasi yang
meliputi data dan informasi, simpanan data, metode-metode,
prosedur-prosedur, orang-orang, perangkat keras, perangkat lunak
dan pengendalian internal.
Personil yang terlibat dalam proses desain sistem adalah desain
sistem. Pekerjaan desain sistem dilakukan oleh analis sistem dan personilpersonil teknik lainnya, seperti misalnya spesialis pengendalian
(controls specialists), personil penjamin kualitas (quality assurance
personil), spesialis komunikasi data (data communications specialists)
dan lain sebagainya.
Bagaimana dengan pemakai-pemakai sistem (users) ? Apakah
pemakai sistem juga harus terlibat dalam tahap ini ? Banyak orang
yang setuju bahwa keterlibatan pemakai sistem sangat penting selama
tahap analis sistem. Akan tetapi bagaimana di tahap desain sistem ini ?
Banyak analis sistem yang mendesain sistem informasi tanpa partisipasi
yang berarti dari pemakai sistem. Hasil dari ketidak-terlibatan
pemakai sistem ini akan mengakibatkan kurang puasnya pemakai sistem
terhadap cara sistem bekerja (bahkan sistem tidak dapat memenuhi
kebutuhan pemakai). Oleh karena alasan ini, maka pemakai sistem
seharusnya juga terlibat dalam tahap desain sistem. Pemakai sistem
paling tidak dapat mengkaji ulang komponen-komponen sistem
informasi yang didesain, seperti misalnya :
1. Pemakai sistem seharusnya mengkaji ulang tata letak (layout)
dari semua laporan-laporan dan bentuk-bentuk tampilan di layar
terminal;
80

2. Pemakai sistem juga seharusnya menilai arus percakapan dari


dialog layar terminal;
3. Pemakai sistem juga seharusnya menilai cara penangkapan data,
pengolahan dari data tersebut dan distribusi informasinya.
Desain sistem secara umum adalah memiliki tujuan dari desain
sistem secara umum adalah untuk memberikan gambaran secara
umum kepada user tentang sistem yang baru. Desain sistem secara
umum merupakan persiapan dari desain terinci. Desain secara umum
mengidentifikasikan komponen-komponen sistem informasi yang akan
didesain secara rinci. Desain terinci dimaksudkan untuk pemrogram
komputer dan ahli teknik lainnya yang akan mengimplementasi
sistem. Tahap desain sistem secaraumum dilakukan setelah tahap analisis
sistem selesai dilakukan dan hasil analisis disetujui oleh manajemen.
Seperti halnya arsitek yang akan membangun rumah tempat tinggal,
setelah arsitek selesai melakukan analisis, maka arsitek mulai
membuat sketsa secara garis besar kepada calon pemakai rumah.
Sketsa ini hanya dimaksudkan kepada calon pemakai rumah, bukan
kepada ahli teknik dan insinyur-insinyur teknik sispil yang akan
membangun rumah ini. Desain terinci yang memuat potongan-potongan
gambar dengan ukuran-ukurannya yang terinci akan dibuat setelah
desain secara umum ini disetujui oleh calon pemakai rumah. Arsitek
belum akan menggambar detail bangunannya dengan ukurannya
terinci sebelum bentuk dan susunan rumah itu sendiri disetujui oleh
calon pemakai rumah.
Analisis sistem dapat mendesain model dari sistem informasi
yang diusulkan dalam bentuk physical systems dan logical model.
Bagan alir sistem (systems flowchart) merupakan alat yang tepat
digunakan untuk menggambarkan physical systems. Simbol-simbol
bagan allir sistem ini menunjukkan secara tepat arti fisiknya, seperti
simbol terminal, hard disk dan laporan-laporan.
Logical model dari sistem informasi lebih menjelaskan kepada
user bagaimana nantinya fungsi-fungsi di sistem informasi secara logika
akan bekerja. Logical model dapat digambar dengan menggunakan
81

diagram arus data(Data Flow Diagram). Arus dari data di diagram arus
data dapat dijelaskan dengan menggunakan kamus data (data
dictionary).
Sketsa dari physical systems dapat menunjukkan kepada user
bagaimana nantinya sistem secara fisik akan diterapkan. Pengolahan
data dari sistem informasi berbasis komputer membutuhkan metodemetode dan prosedur-prosedur. Metode-metode dan prosedur-prosedur
ini merupakan bagian dari model sistem informasi (model prosedur)
yang akan mendefinisikan urut-urutan kegiatan untuk menghasilkan
output dari input yang ada. Metode (method) adalah suatu cara
untuk melakukan suatu kegiatan. Suatu prosedur merupakan rencana
tahap demi tahap untuk menerapkan suatu metode. Bagan alir sistem
(systems flowchart) merupakan alat berbentuk grafik yang dapat
digunakan untuk menunjukkan urut-urutan kegiatan dari sistem
informasi berbasis komputer ini. Seringkali gambar bagan alir sistem
untuk sistem informasi juga dapat digabung dengan bagan alir
formulir dalam perusahaan untuk menunjukkan hubungan dan
prosedur antara sistem informasi dengn sistem-sistem lainnya di
perusahaan.
Pada tahap desain secara umum, komponen-komponen sistem
informasi dirancang dengan tujuan untuk dikomunikasikan kepada
user bukan untuk pemrogram. Komponen sistem informasi yang
didesain adalah :
1. Desain Output
Output (keluaran) adalah produk dari sistem informasi yang
dapat dilihat. Istilah output ini kadang - kadang membingungkan,
karena output dapat terdiri dari macam-macam jenis. Output dapat
berupa hasil di media keras (seperti misalnya kertas, microfilm)
atau hasil di media lunak (berupa tampilan di layar video). Disamping
itu output dapat berupa hasil dari suatu proses yang akan digunakan
oleh proses lain dan tersimpan di suatu media seperti tape, disk
atau kartu. Yang akan dimaksud dengan output pada tahap desain ini

82

adalah output yang berupa tampilan di media keras atau di layar


video.
Output dapat diklasifikasikan ke dalam beberapa tipe, yaitu :
a. Output Intern (Internal Output)
Adalah output yang dimaksudkan untuk mendukung kegiatan
manajemen. Output ini akan tetap tinggal di dalam perusahaan
dan akandisimpan sebagai arsip atau dimusnahkan bila sudah
tidak digunakan lagi. Output jenis ini dapat berupa laporanlaporan terinci, laporan-laporan ringkasan dan laporan-laporan
lainnya.
b. Output Ekstern (Eksternal Output)
Adalah output yang akan didistribusikan kepada pihak luar
yang membutuhkannya. Contoh output ekstern adalah faktur,
check, tanda terima pembayaran dan lain sebagainya. Banyak
output ekstern ini dibuat di formulir yang sudah tercetak
sebelumnya (preprinted form) dan sistem informasi hanya
menambahkan bagian-bagian tertentu yang masih harus diisi.
Bentuk atau format dari output dapat berupa keteranganketerangan (narrative), tabel atau pabrik. Yang paling banyak
dihasilkan adalah output yang berbentuk tabel. Akan tetapi
sekarang dengan kemampuan teknologi komputer yang dapat
menampilkan bentuk grafik, maka output berupa grafik juga mulai
banyak dihasilkan, terutama output untuk keperluan manajemen
tingkat menengah ke atas.
Langkah-langkah desain output secara umum dapat dilakukan
dengan langkah-langkah sebagai berikut :
a. Menentukan kebutuhan output dari sistem baru
Output yang akan didesain dapat ditentukan dari diagram arus
data, DAD, sistem baru yang telah dibuat. Output di DAD
ditunjukkan oleh arus data dari suatu proses ke kesatuan luar
atau dari suatu proses ke proses lainnya.
b. Menentukan parameter dari output
Setelah output-output yang akan didesain telah dapat ditentukan,
maka parameter dari output selanjutnya juga dapat ditentukan.
83

Parameter ini meliputi tipe dari output, formatnya, media


yang digunakan, alat output yang digunakan, jumlah
tembusannya, distribusinya dan periode output.
2. Desain Input
Bila berpikir tentang input, biasanya juga akan berpikir tentang
alat input (input device) yang akan digunakan, semacam keyboard,
card reader dan lain sebagainya. Alat input dapat digolongkan ke
dalam 2 golongan, yaitu alat input langsung (online input device).
Alat input langsung merupakan alat input yang langsung
dihubungkan dengan CPU, misalnya adalah keyboard, mouse,
touch screen dan lain sebagainya. Alat input tidak langsung adalah
alat input yang tidak langsung dihubungkan dengan CPU, misalnya
KTC (Key-To-Card), KTT (Key-To-Tape) dan KTD (Key-To-Disk).
Bergantung dari alat input yang digunakan, proses dari input
dapat melibatkan dua atau tiga tahapan utama, yaitu :
a. Penangkapan data (data capture)
Merupakan proses mencatat kejadian nyata yang terjadi
akibat transaksi yang dilakukan oleh organisasi ke dalam
dokumen dasar. Dokumen dasar merupakan bukti transaksi.
b. Penyiapan data (data preparation)
Yaitu mengubah data yang telah ditangkap ke dalam bentuk
yang dapat dibaca oleh mesin (machine readable form,
misalnya kartu plong, pita magnetik atau disk magnetik)
c. Pemasukan data (data entry)
Merupakan proses membacakan atau memasukkan data kedalam
komputer.
Contoh proses input :
Gambar. Tiga tahapan utama proses input yang menggunakan
alat input tidak langsung.

84

Gambar. Dua tahapan utama proses input yang menggunakan alat


input langsung.

Input dapat dikelompokkan ke dalam dua tipe, berikut adalah uraian


tipe input :
a. Input ekstern (external input)
Adalah input yang berasal dari luar organisasi, seperti misalnya
faktur pembelian, kwitansi-kwitansi dari luar organisasi.

85

b. Input intern (internal input)


Adalah input yang berasal dari dalam organisasi, seperti
misalnya faktur penjualan, order penjualan dan lain sebagainya.
Umumnya dokumen dasar yang akan didesain adalah
dokumen dasar untuk data captureinput intern.
Langkah-langkah desain input secara umum, yang perlu didesain
secara rinci untuk input adalah bentuk dari dokumen dasar yang
digunakan untuk menangkap data, kode-kode input yang digunakan
dan bentuk dari tampilan input di alat input. Untuk tahap desain
input secara umum, yang perlu dilakukan oleh analis sistem adalah
mengidentifikasi terlebih dahulu input-input yang akan didesain
secara rinci tersebut. Langkah-langkah ini adalah sebagai berikut :
a. Menentukan kebutuhan input dari sistem baru input yang akan
didesain dapat ditentukan dari DAD sistem baru yang telah
dibuat. Input di DAD ditunjukkan oleh arus data dari suatu
kesatuan luar ke suatu proses dan bentuk tampilan input di alat
input yangditunjukkan oleh suatu proses memasukkan data.
b. Menentukan parameter dari input
Setelah input-input yang akan didesain telah dapat
ditentukan, maka parameter dari input selanjutnya juga dapat
ditentukan. Parameter ini meliputi :
- Bentuk dari input, dokumen dasar atau bentuk isian di
-

alat input (dialog layar terminal);


Sumber input;
Jumlah tembusan untuk input berupa dokumen dasar dan

distribusinya;
- Alat input yang digunakan;
- Volume input;
- Periode input;
3. Desain Database
Basis data (database) merupakan kumpulan dari data yang
saling berhubungan satu dengan yang lainnya, tersimpan di
simpanan luar komputer dan digunakan perangkat lunak tertentu
untuk memanipulasinya. Database merupakan salah satu
komponen yang penting di sistem informasi, karena berfungsi
86

sebagai basis penyedia informasi bagi para pemakainya. Penerapan


database dalam sistem informasi disebut dengan database sistem.
Sistem basis data (database system) ini adalah suatu sistem
informasi yang mengintegrasikan kumpulan dari data yang saling
berhubungan satu dengan lainnya dan membuatnya tersedia
untuk beberapa aplikasi yang bermacammacam di dalam suatu
organisasi.
Untuk tahap desain database secara umum, yang perlu
dilakukan oleh analis adalah mengidentifikasi terlebih dahulu filefile yang diperlukan oleh sistem informasi. File-file database yang
dibutuhkan oleh sistem dapat dilihat pada desain model yang
digambarkan dalam bentuk diagram arus data. Langkah-langkah
desain database secara umum adalah sebagai berikut :
a. Menentukan kebutuhan file database untuk sistem baru
File yang dibutuhkan dapat ditentukan dari DAD sistem baru yang
telah dibuat.
b. Menentukan parameter dari file database
Setelah file-file yang dibutuhkan telah dapat ditentukan, maka
parameter dari file selanjutnya juga dapat ditentukan. Parameter
ini meliputi :
- Tipe dari file : file induk, file transaksi, file sementara dan lain
-

sebagainya
Media file : hard disk, diskette atau pita magnetik
Organisasi dari file : apakah file tradisional (file urut, isam atau
file akses langsung) atau organisasi database (struktur

berjenjang jaringan atau hubungan.


- Field kunci dari file.
4. Desain Kontrol
Suatu sistem merupakan subyek dari mismanajemen,
kesalahan-kesalahan, kecurangan-kecurangan dan penyelewenganpenyelewengan umum lainnya. Pengendalian yang diterapkan
pada sistem informasi sangat berguna untuk tujuan mencegah
atau menjaga terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan
(kesalahankesalahan atau kecurangan-kecurangan). Pengendalian
intern juga dapat digunakan untuk melacak kesalahan-kesalahan
yang sudah terjadi sehingga dapat dikoreksi.
87

Dalam pengembangan suatu sistem informasi, analis dan


perancang sistem harus memikirkan pengendalian yang ada atau
yang akan diterapkannya. Sistem informasi sebagai sistem yang
terbuka (open system) tidak bisa dijamin sebagai suatu sistem
yang bebas dari kesalahan-kesalahan atau kecurangankecurangan. Apabila sistem tersebut dilengkapi dengan suatu
pengendalian yang berguna untuk mencegah atau menjaga halhal yang negatif tersebut, maka sistem akan dapat terus
melangsungkan hidupnya. Suatu sistem harus dapat melindungi
dirinya sendiri. Pengendalian yang baik merupakan cara bagi suatu
sistem informasi untuk melindungi dirinya dari hal-hal yang
merugikan. Pengendalian dalam sistem informasi dapat dikategorikan
lebih lanjut ke dalam pengendalian umum (general control) dan
pengendalian aplikasi (application control).
Pengendalian secara umum merupakan pengendalian diluar
aplikasi pengolahan data yang terdiri dari :
a. Pengendalian organisasi
Pengendalian organisasi ini dapat dilakukan dengan cara
melakukan pemisahan tugas (segregatian of duties) dan
pemisahan tanggung jawab (segregation of responsibilities)
yang tegas.
b. Pengendalian dokumentasi
Dokumentasi ini penting untuk keperluan-keperluan sebagai
berikut :
- Mempelajari cara mengoperasikan sistem;
- Sebagai bahan training;
- Dasar pengembangan sistem lebih lanjut;
- Dasar bila akan memodifikasi atau memperbaiki sistem di
-

kemudian hari;
Materi acuan bagi pemeriksa sistem;

Dokumentasi yang ada diantaranya dapat berupa :


-

Dokumentasi prosedur
Dapat berisi prosedur-prosedur yang harus dilakukan pada
suatu keadaan tertentu, seperti misalnya prosedur
pengetesan program, prosedur penggunaan file, prosedur
pembuatan backupdan restoredan lain sebagainya.
88

Dokumentasi sistem
Menunjukkan bentuk dari sistem pengolahan data yang
digambarkan dalam bagan alir sistem (system flowchart) atau

diagram arus data.


Dokumentasi program
Menggambarkan logika dari program dalam bentuk bagan
alir program (program flowchart) atau dalam bentuk tabel
keputusan (decision table) atau dalam bentuk structured
chartserta cetakan program. Dokumentasi program sangat
dibutuhkan oleh programmer bila akan memodifikasi atau

mengembangkan program.
Dokumentasi operasi
Berisi penjelasan-penjelasan cara dan prosedur-prosedur
mengoperasikan program. Dokumentasi ini sangat berguna

bagi operator.
Dokumentasi data
Berisi definisi-definisi dari item-item data di dalam database
yang digunakan oleh sistem informasi. Dokumentasi data
dapat dalam bentuk kamus data. Dokumentasi data banyak
dibutuhkan oleh Database Administrator dan pemeriksa

sistem.
c. Pengendalian perangkat keras
Pengendalian perangkat keras (hardware control) merupakan
pengendalian yang sudah dipasang di dalam komputer itu
(built in) oleh pabrik pembuatnya. Pengendalian ini
dimaksudkan untuk mendeteksi kesalahan atau tidak
berfungsinya perangkat keras (hardware mulfunction).
Pengendalian perangkat keras dapat berupa pemeriksaan pariti
(parity check), pemeriksaan gaung (echo check), pemeriksaan
baca setelah rekam (read after write check), pemeriksaan
baca ulang (dual read check), pemeriksaan validitas (validity
check) dan pemeriksaan kesalahan lain-lain (miscellaneous errors
check).
d. Pengendalian keamanan fisik
Pengendalian terhadap keamanan fisik perlu dilakukan untuk
menjaga keamanan terhadap perangkat keras, perangkat lunak
dan manusia di dalam perusahaan. Bila pengendalian keamanan
89

fisik tidak dilakukan secara mestinya, maka dapat


mengakibatkan :
- Menurunnya operasi kegiatan;
- Membahayakan sistem;
- Hilangnya atau menurunnya pelayanan kepada langganan;
- Hilangnya harta kekayaan milik perusahaan.
e. Pengendalian keamanan data
Menjaga integritas dan keamanan data merupakan pencegahan
terhadap data yang tersimpan di simpanan luar supaya tidak
hilang, rusak dan tidak diakses oleh orang yang tidak berhak.
Beberapa cara pengendalian telah banyak diterapkan untuk
maksud ini, diantaranya :
- Dipergunakan data log;
- Proteksi file;
- Pembatasan pengaksesan (access restriction);
- Data backup dan recovery;
f. Pengendalian komunikasi
Jika sistem informasi menggunakan suatu network komunikasi
untuk mentransmisikan data dari satu tempat ke tempat lain,
analis sistem harus memikirkan pengendalian untuk ini.
Pengendalian komunikasi dimaksudkan untuk menangani
kesalahan selama proses mentransmisikan data dan untuk
menjaga keamanan dari data selama pengiriman data
tersebut. Pengendalian ini ditujukan untuk menangani
kesalahan transmisi dan keamanan data sewaktu transmisi.
Pengendalian aplikasi merupakan pengendalian yang
diterapkan selama proses pengolahan data berlangsung.
Pengendalian aplikasi (application control) dapat dikategorikan ke
dalam :
a. Pengendalian masukan (input control)
Mempunyai tujuan untuk meyakinkan bahwa data transaksi
yang valid telah lengkap, terkumpul semuanya serta bebas
dari kesalahan sebelum dilakukan proses pengolahannya.
b. Pengendalian pengolahan (processing control)
Tujuan dari pengendalian pengolahan ini adalah untuk
mencegah kesalahan-kesalahan yang terjadi selama proses
pengolahan data yang dilakukan setelah data dimasukkan ke
dalam komputer. Kesalahan pengolahan dapat terjadi karena
90

program aplikasi yang digunakan untuk mengolah data


mengandung kesalahan.
c. Pengendalian keluaran (output control)
Keluaran (output) yang merupakan produk dari pengolahan data
dapat disajikan dalam dua bentuk utama, yaitu dalam bentuk
hardcopy dan dalam bentuk softcopy. Dalam bentuk hardcopy
yang paling banyak dilakukan adalah berbentuk laporan yang
dicetak menggunakan alat cetak (printer) dan dalam bentuk
softcopy yang paling umum adalah berbentuk tampilan di layar
terminal.
5. Desain Teknologi
Teknologi digunakan untuk menerima input, menjalankan model,
menyimpan dan mengakses data, menghasilkan dan mengirimkan
keluaran dan membantu pengendalian dari sistem secara
keseluruhan. Teknologi terdiri dari 3 bagian utama, yaitu perangkat
keras (hardware), perangkat lunak (software) dan teknisi
(humanware atau brainware).
Teknologi perangkat keras komputer dapat terdiri dari :
a. Alat masukan
Alat masukan (input device/input unit/ input equipment)
adalah alat yang digunakan untuk menerima masukan data juga
untuk memasukkan program.
b. Alat pemroses
Adalah alat dimana instruksi-instruksi program diproses untuk
mengolah data yang dimasukkan lewat alat input yang hasilnya
akan ditampilkan di alat output. Alat pemroses terdiri dari Central
Processor Unit (CPU) dan main memory.
c. Alat output
Output yang dihasilkan dari pengolahan data dapat digolongkan
ke dalam :
- Tulisan, terdiri dari huruf, kata, angka, karakter khusus dan
-

simbol-simbol lain;
Image, di dalam suatu bentuk grafik atau gambar;
Suara, dalam bentuk musik atau pembicaraan;

91

Bentuk yang dapat dibaca oleh mesin (machine-readable


form), dalam bentuk simbol yang hanya dapat dibaca dan

dimengerti komputer.
d. Simpanan luar.
Simpanan luar dapat digolongkan ke dalam Direct-Access Storage
Device (DSSD) atau alat simpanan pengaksesan langsung dan
Sequential-Access Storage Device (SASD) atau alat simpanan
pengaksesan urut.

92

Teknologi perangkat lunak, perangkat lunak dapat dikategorikan


ke dalam :
a. Perangkat lunak sistem operasi (operating system)
Yaitu program yang ditulis untuk mengendalikan dan
mengkoordinasi kegiatan dari sistem komputer.
b. Perangkat lunak bahasa (language sofware)
Yaitu program yang digunakan untuk menterjemahkan
instruksi-instruksi yang ditulis dalam bahasa pemrograman ke
dalam bahasa mesin supaya dapat dimengerti oleh komputer.
c. Perangkat lunak aplikasi (application software)
Yaitu program yang ditulis dan diterjemahkan oleh language
software untuk menyelesaikan suatu aplikasi tertentu.
Teknologi komunikasi data, network adalah jaringan dari sistem
komunikasi data yang melibatkan sebuah atau lebih sistem
komputer yang dihubungkan dengan jalur transmisi dan alat
komunikasi membentuk satu sistem. Dengan network, komputer
yang satu dapat menggunakan data di komputer yang lain,
dapat mencetak laporan di printer komputer yang lain, dapat
memberi berita ke komputer yang lain walaupun berlainan area.
Dalam tahap desain teknologi secara umum, yang perlu
dilakukan oleh analis sistem adalah mengidentifikasi jenis dari
teknologi yang dibutuhkan dan jumlahnya yang diperlukan oleh
sistem informasi.
a. Menentukan jenis teknologi untuk sistem baru
Untuk teknologi perangkat keras, analis sitem harus menentukan
terlebih dahulu peralatan apa yang akan digunakan di masingmasing proses dalam sistem informasi. Untuk perangkat lunak,
analis sistem dapat menentukan terlebih dahulu jenis kebutuhan
dari system software dan application software.
b. Menentukan jumlah dari teknologi
Untuk perangkat keras, jumlah dari teknologi dapat ditentukan
darai waktu yang tersedia dan waktu standar masing-masing
operasi yang akan menggunakan teknologi ini. Untuk perangkat
lunak, jumlah dari teknologi ini dapat ditentukan dari jumlah
perangkat keras yang dibutuhkan.

93

11.2
Tekanan Desain
Tekanan-tekanan desain (design forces) adalah tekanan-tekanan
(forces) yang harus dipertimbangkan dalam mendesain suatu sistem
informasi supaya dapat mengenai sasarannya. Supaya sukses, analis
sistem harus mempertimbangkan design forces yang ada dan
bagaimana tekanan-tekanan ini mempengaruhi proyek sistem
informasi. Ambilah contoh desain suatu mobil sebagai analoginya.
Semua mobil terdiri dari blok-blok bangunan yang sama, yaitu
sebuah bodi mobil, interiornya, instrumen-instrumennya, kendali
kemudi (kemudi, pedal rem, pedal gas dan lain sebagainya), rodaroda, gandar-gandar dan suatu mesin yang terbentuk dari suatu unit
tenaga, sumber energi, transmisi-transmisi dan gear-gear. Akan tetapi
karena adanya sejumlah tekanan-tekanan desain, bentuk dan isi dari
blok-blok bangunan mobil ini telah berubah dari waktu ke waktu. Sebagai
misalnya, pengendalian polusi, keamanan yang ditingkatkan dan
pemakaian bahan bakar yang harus lebih hemat memaksa mobil
untuk didesain kembali keseluruhannya. Beberapa industri mobil
beberapa tahun yang lalu kurang memperhatikan pada pemenuhan
selera pasar dan banyak yang merancang mobil yang tidak dapat
diterima oleh konsumen. Setelah pabrik-pabrik mobil ini berhenti
merancang mobil tersebut dan mulai merancang kembali dengan
memperhatikan design forces, mereka mendapatkan kembali jalur
pemasarannya. Kesadaran akan design forces dan mengikutinya
dengan pasti telah mengembalikan pabrik-pabrik mobil ini kepada
operasi yang menguntungkan.
Perancang sistem informasi juga harus memperhatikan sejumlah
design forces yang mempengaruhi kerjanya, yaitu :
1. Integrasi (integration)
Sistem informasi harus didesain terpadu diantara unit-unit
di dalam organisasi. Suatu sistem informasi yang ada di antara
unit-unit organisasi atau departemen-departemen harus dapat
berhubungan dan berkomunikasi dengan baik. Teknologi
komunikasi data dapat diterapkan untuk maksud integrasi ini.
Integrasi ini perlu, karena organisasi harus dipandang sebagai
94

satu kesatuan unit sistem. Sasaran dari sistem informasi


adalah untuk menyediakan informasi multilevel, crossfunctional, tepat waktu, akurat, relevan kepada semua
komponen organisasi. Oleh karena itu, sistem informasi yang
terpadu perlu dirancang di dalam organisasi.
Database dan teknologi merupakan blok bangunan sistem
informasi kunci untuk mencapai integrasi ini. Secara ideal,
desain dari database harus menyimpan semua data yang ada
dalam suatu simpanan yang tunggal untuk keperluan semua orang
atau departemen yang mempunyai hak untuk mengaksesnya.
Dengan kemampuan teknologi komunikasi yang sekarang ada,
maka jumlah data yang besar yang berasal dari lokasi lokal atau
lokasi jarak jauh dapat ditangkap, dimanipulasi dan
ditransmisikan dengan cepat. Semua data ini kemudian dapat
disimpan di database dalam direct access storage device
(misalnya hard disk) yang dapat diakses lewat terminal-terminal
baik di lokasi lokal atau lokasi jarak jauh tersebut. Elemen-elemen
data ini secara logika telah terintegrasi dalam suatu database yang
umum.
2. Jalur pemakai/sistem (user/system interface)
Sistem informasi berbasis komputer semakin melibatkan
interaksi langsung antara manusia sebagai pemakai sistem dengan
mesin. Elemen yang kritis dari desain sistem ini adalah jalur
pemakai (user interface). Jalur ini terdiri dari layar terminal,
keyboard, alat-alat lainnya, bahasa komputer dan cara-cara
lain supaya user dapat bertukar input dan output dengan mesin.
Terdapat beberapa pilihan untuk mendesain user interface
dan pemilihan ini tergantung pada faktor-faktor semacam
pengalaman serta tugas-tugas yang harus dilaksanakan oleh
user. Terdapat beberapa pedoman untuk hal ini, yaitu sistem harus
fleksibel, konsisten dan harus mudah dikontrol oleh user. Berikut ini
merupakan elemen-elemen yang harus dipertimbangkan dalam
desain untuk memenuhi user interface :
a. Query

95

Secara query, pemakai sistem dapat mengakses data


yang diperlukan untuk mendapatkan informasi walaupun
tidak tersedia program aplikasinya.
b. Desain Layar
Suatu desain layar yang baik harus jelas, tidak melompatlompat dan tidak berisi dengan informasi yang tidak relevan.
c. Umpan balik
Dalam sistem online, aspek yang penting dalam umpan balik
(feedback) adalah waktu respon (response time), yaitu
waktu antara saat user memasukkan data dengan respon
yang diberikan oleh sistem. Masalah umum yang sering
terjadi adalah response time yang lama, sehingga user
menjadi jemu dan kehilangan konsentrasinya. Jika waktu
respon melebihi 10 detik, suatu berita seharusnya
ditampilkan secara periodik yang menunjukkan kepada user
bahwa sistem sedang bekerja. Sebagai misalnya suatu
sistem sedang melakukan perhitungan yang cukup lama,
katakanlah 50 detik, maka sebaiknya ditampilkan berita
Tunggu sebentar, sedang memproses sekitar 50 detik,
sehingga user mengetahui bahwa sistem sedang bekerja
dan tidak mengira bahwa sistem macet (hang).
d. Bantuan
Pada waktu usersedang mengoperasikan sistem, seringkali
mengalami kesulitan atau tidak mengetahui apa yang harus
dikerjakan berikutnya. Desain sistem yang baik harus
menyediakan cara bagaimana user dapat meminta
bantuan kepada sistem untuk menjelaskan apa yang
ingin diketahui oleh user. Context sensitive help
merupakan bantuan yang sering banyak digunakan
sekarang, yaitu sistem akan menampilkan bantuan bila
diinginkan oleh user pada posisi-posisi tertentu di layar.
e. Pengendalian kesalahan
Pengendalian kesalahan (control error) juga merupakan
aspek yang penting dalam user interface. Desain sistem
harus mempertimbangkan pengendalian kesalahan ini yang
dapat berupa sebagai berikut :
96

Pencegahan kesalahan
Sedapat mungkin, sistem harus menyediakan instruksi
yang jelas kepada user tentang apa yang harus dilakukan
sehingga user tidak melakukan kesalahan yang
seharusnya tidak perlu terjadi. Misalnya sistem dapat
menampilkan instruksi Nilai yang sah adalah diantara 1-25

pada waktu user memasukkan unit barang yang dijual.


Pendeteksian kesalahan
Jika suatu kesalahan terjadi, sistem harus dapat
mengidentifikasikan kesalahannya dengan jelas dan dapat
menampilkan berita kesalahan ini, seperti misalnya Fatal

error, sistem diberhentikan atau berita kode salah !.


Pembetulan kesalahan
Jika suatu data yang dimasukkan salah sebelum data ini
diolah, maka sistem harus dapat memberi kesempatan
kepada user untuk dapat mengkoreksinya. Demikian juga
bila data yang salah terlanjur direkamkan ke database,
maka sistem juga harus dapat menyediakan cara untuk

membetulkannya.
f. Desain workstation
Banyak penelitian ergonomics(ergo : kerja, nomics : studi
tentang, ergonomics : studi tentang kerja) yang
berhubungan dengan menggunakan sistem komputer yang
dihubungkan dengan aspek fisik semacam desain dari
mebel, tata letak kantor, suara dan penerangan. Untuk
desain workstation, beberapa hal perlu dipertimbangkan,
yaitu mengenai ukuran, warna dan posisi tampilan di
layar terminal, ukuran-ukuran dari mebel dan tata letak
keyboard. Desain workstation ini akan mempengaruhi
kenyamanan dan kelelahan dari kerja user.
3. Tantangan-tantangan persaingan (competitive forces)
Sekarang ini organisasi telah masuk kedalam era
persaingan yang tajam. Organisasi yang ingin bertahan dan
sekaligus berkembang di masa mendatang harus memikirkan
persaingan ini. Informasi merupakan salah satu senjata yang
dapat membantu organisasi untuk bersaing. Desain dari sistem
97

informasi harus mempertimbangkan lingkungan-lingkungan


persaingan (competitive environments) yang ada. Lingkunganlingkungan persaingan ini dapat berupa manajemen, aneka
ragam produk dan jasa, dan produktivitas. Sistem informasi harus
dapat menyediakan informasi bagi manajemen untuk melakukan
kegiatannnya.
Aneka ragam produk dan jasa (product and service
diferentiation) dapat berupa inovasi baru, harga produk atau
jasa, kualitas, garansi purna jual dan jasa-jasa lainnya.
Sekarang ini banyak organisasi yang menggunakan sistem
informasi untuk dapat menguasai aneka ragam dan jasa yang
dibutuhkan oleh pasar. Organisasi yang tidak mengambil bagian
dari adaptasi persaingan ini akan tertinggal oleh pesaingpesaingnya. Sebagai contohnya adalah organisasi bank. Desain
sistem informasi untuk organisasi ini harus memikirkan aneka
ragam jasa yang dapat diterapkan, misalnya apakah perlu
dipergunakan ATM sehingga dapat memberikan pelayanan yang
lebih memuaskan kepada para nasabahnya untuk memenangkan
persaingan.
Sistem informasi juga harus dapat membantu dalam hal
produktivitas organisasi baik produktivitas bagi manajemennya
dan produktivitas bagi para pekerja lainnya. Dengan sistem
informasi, produktivitas manajemen dapat ditingkatkan,
misalnya dengan menyediakan cara penjadwalan yang lebih
baik, pengurangan kerja-kerja teknis dan ketidak-efisienan
lainnya. Produktivitas ulang laporan-laporan secara manual
kembali, bagi personil-personil akuntansi dapat lebih produktif
dengan menggunakan komputer dan lain sebagainya.
4. Kualitas dan kegunaan informasi (information quality and usability)
Sistem informasi harus dapat menghasilkan informasi yang
berkualitas, yaitu tepat pada waktunya (timely), tepat nilainya
(accurate) dan relevan (relevance). Untuk dapat menghasilkan
hal ini, maka informasi tersebut haruslah berguna bagi yang
akan memakainya.
5. Kebutuhan-kebutuhan sistem (systems requirements)
98

Kebutuhan-kebutuhan sistem (systems requirements) yang


harus diperhatikan dalam mendesain sistem informasi adalah :
a. Keandalan (reliability)
Menunjukkan seberapa besar sistem dapat diandalkan
untuk melakukan suatu proses yang dapat dipercaya dan
dibutuhkan.
b. Ketersediaan (availability)
Berarti bahwa sistem mudah diakses oleh user.
c. Keluwesan (flexibility)
Menunjukkan bahwa sistem mudah beradaptasi dengan
memuaskan sesuai dengan kebutuhan-kebutuhan user yang
berubah.
d. Jadwal instalasi (installation schedule)
Terdiri dari periode waktu antara saat organisasi sadar untuk
membutuhkan dan saat sistem informasi ini diterapkan.
Selama waktu ini, analis sistem harus dapat mendesain
sistem terbaik dalam batas waktu yang dibutuhkan.
e. Umur diharapkan dan potensi pertumbuhan (life expectancy
and growth potential)
Beberapa sistem tidak mempunyai umur yang
diperkirakan, karena pada saat diterapkan sistem ini
sudah usang. Seringkali juga sistem telah berhasil di
instalasi dan berjalan dengan baik, tetapi karena sistem tidak
mempunyai potensi untuk bertumbuh, maka sistem juga
akan lekas usang. Sistem harus didesain sesuai dengan
yang dikehendaki oleh pemakai sistem,misalnya dikehendaki
umur sistem harus paling sedikit 5 tahun dan mampu
bertumbuh bila terjadi perubahanperubahan yang cukup
signifikan.
f. Kemudahan dipelihara (maintainability)
Setelah sistem diterapkan, maka sistem harus dipelihara
(misalnya hal-hal yang tidak berfungsi harus dikoreksi,
permintaan-permintaan khusus harus dipertemukan dan
peningkatan-peningkatan sistem secara umum harus
dilakukan). Kemudahan sistem untuk dirawat tergantung
dari desainnya. Untuk mudah dirawat, desain harus
menggunakan nama data dan bahasa pemrograman yang
99

standar, pemrograman terstruktur dan moduler,


konfigurasi sistem yang standar dan dokumentasi standar
yang lengkap.
6. Kebutuhan-kebutuhan pengolahan data (data processing
requirements)
Kebutuhan-kebutuhan pengolahan data (data processing
requirements) berhubungan dengan pekerjaan sistem secara terinci
dan dapat terdiri sebagai berikut ini :
a. Volume
Volume menunjukkan volume data yang terlibat dalam
pengolahan data. Volume menunjukkan jumlah dari data
yang harus diproses dalam satu periode waktu tertentu.
Untuk menghitung jumlah dari volume dapatdilakukan lewat
banyaknya transaksi yang terjadi. Pengukuran lain dari
volume dapat dilihat dari banyaknya suatu fungsi
pengolahan harus dilakukan, misalnya suatu fungsi harus
mengupdate file serentak dengan jumlah record-nya
sebanyak 100 record.
b. Hambatan waktu pengolahan
Hambatan waktu pengolahan menunjukkan jumlah dari waktu
yang diijinkan atau yang dapat diterima saat data siap
diproses sampai informasi dihasilkan.
c. Permintaan perhitungan
Permintaan perhitungan merupakan model-model
matematik yang harus diterapkan (misalnya pemrograman
linier) sehingga informasi dapat dihasilkan sesuai dengan
yang diinginkan oleh user.
7. Faktor-faktor organisasi (organizational factors)
Terdapat lima buah faktor organisasi yang harus
dipertimbangkan dalam desain sistem, yaitu :
a. Sifat organisasi
Kebutuhan informasi untuk suatu organisasi dengan
organisasi yang lainnya berbeda. Misalnya perusahaan real
estate, perusahaan asuransi, atau perusahaan tansportasi
berbeda dengan perusahaan manufaktur dalam bentuk
informasi yang dibutuhkan. Demikian juga dengan
perusahaan perdagangan besar dengan perdagangan
100

eceran juga berbeda kebutuhan informasinya. Oleh karena


itu, untuk mengidentifikasikan dan memahami kebutuhan
informasi bagi suatu organisasi yang tertentu, pertama kali
yang perlu dipahami adalah sifat organisasi tersebut.
b. Tipe organisasi
Tipe organisasi dapat dikategorikan sebagai berikut ini :
- Organisasi fungsional, yaitu setiap manajer

bertanggung jawab untuk area fungsi tertentu;


Semacam produksi, pemasaran, personalia atau

keuangan;
Organisasi divisional, yaitu tiap-tiap manajer divisi

bertanggung jawab terhadp semua fungsi dalam divisinya;


Organisasi matrik, yaitu beberapa manajer mempunyai
tanggung jawab bersama terhadap suatu fungsi dan suatu
proyek atau program kerja.
Untuk masing-masing tipe organisasi ini, satu dengan

yang lainnya kebutuhan informasinya juga berbeda.


a. Ukuran organisasi
Ukuran dari organisasi juga merupakan faktor yang
mempengaruhi kebutuhan informasi. Semakin besar
organisasi, semakin banyak informasi yang dibutuhkan.
b. Struktur organisasi
Struktur internal organisasi juga merupakan faktor yang
mempengaruhi kebutuhan informasi. Sebagai misalnya,
tanggung jawab terhadap manajemen persediaan dapat
berada pada tanggung jawab departemen produksi di
suatu organisasi atau dapat berada pada tanggung jawab
departemen pembelian di organisasi lainnya. Dari struktur
organisasinya, maka dapat ditentukan departemen mana
yang membutuhkan informasi persediaan ini, apakah
departemen produksi atau departemen pembelian.
Departemen produksi biasanya lebih membutuhkan
informasi mengenai ketersediaan persediaan, perputaran
persediaan dan kualitasnya, sedang departemen
pembelian lebih membutuhkan informasi mengenai harga
101

persediaan dan informasi tentang pemasok. Pengendalian


mutu sebagai contoh yang lainnya untuk suatu organisasi
dapat berupa tanggungjawab departemen produksi, tetapi
untuk organisasi lainnya dapat berada pada tanggung jawab
departemen yang terpisah.
c. Gaya manajemen (management style)
Gaya manajemen juga mempunyai pengaruh terhadap
bentuk dari sistem informasi. Gaya manajemen yang
otokratik (autocratic) lebih senang dengan sistem
informasi yang terpusat (centralized), sedang gaya
manajemen yang demokratik (democratic), lebih senang
pada sistem informasi yang tersebar (decentralized).
8. Kebutuhan-kebutuhan biaya-efektivitas (cost-efectiveness
requirements)
Jika membeli suatu encyclopedias atau misalnya membeli
buku ini, maka yang dibeli tidak hanya sekadar bukunya saja,
tetapi adalah informasi yang terkandung di dalamnya. Suatu
sistem informasi dikembangkan dengan biaya yang tidak
sedikit. Suatu organisasi mengembangkan sistem informasi
bukan hanya menginginkan mendapatkan fisik dari sistem
informasi itu saja, tetapi lebih dari itu yaitu informasi yang
dihasilkan darinya. Dengan demikian desain sistem informasi
perlu dipertimbangkan antara biaya untuk memperolehnya dengan
manfaat informasi yang dihasilkan.
9. Faktor-faktor manusia (human factors)
Analis sistem harus mencoba untuk dapat mendesain sistem
yang dapat diterima oleh semua pemakainya, tidak hanya satu
atau dua orang pemakai saj. Untuk maksud ini, sistem informasi
harus dapat bersahabat dengan semua pemakainya, tidak
sebaliknya menyulitkan pemakai. Perlu diingat bahwa pada
awalnya tidak semua manusia dalam organisasi tertarik dan
mendukung pengembangan sistem informasi. Sistem informasi
yang didesain dengan memperhatikan faktor-faktor manusianya
akan didapatkan sistem informasi dengan user interface yang
baik dan dapat meningkatkan produktivitas pemakainya.
102

10.

Kebutuhan-kebutuhan kelayakan (feasibility requirements)


Lima macam kelayakan harus tetap diperhitungkan dalam

desain sistem informasi. Lima macam kelayakan ini adalah


kelayakan teknik (technical feasibility), kelayakan ekonomi
(economic feasibility), kelayakan hukum (law feasibility atau
legal feasibility), kelayakan operasi (operatioanl feasibility), dan
kelayakan jadwal (schedule feasibility). Walaupun kelayakankelayakan ini telah dinilai pada tahap perencanaan sistem,
tetap dalam tahap desain sistem juga harus dipertimbangkan
kembali, karena kemungkinan apa yang direncanakan di tahap
perencanaan sistem mungkin di tahap desain sistem mengalami
perubahan-perubahan.
PENUTUP
Latihan Soal

103

UNIVERSITAS GADJAH MADA


SEKOLAH VOKASI/ DOPLOMA KOMPUTER
DAN SISTEM INFORMASI

Buku 2: RKPM
(Rencana Kegiatan Pembelajaran Mingguan)
Modul Pembelajaran Pertemuan Ke-12

SISTEM INFORMASI
Genap/4/VMK 2214
oleh
Muh. Fakhrurrifqi, M.Cs.

Didanai dengan dana BOPTN


Tahun Anggaran 2014
Desember 2014
BAB XII
104

Keamanan Sistem Informasi

PENDAHULUAN
A. Deskripsi
Keamanan sistem informasi sangatlah penting. Hal ini untuk menjamin
ketersedian dan kerahasiaan informasi yang berkualitas dari segala
ancaman.
B. Manfaat
C. Relevansi
D. Learning Outcomes
Mahasiswa memahami proses pengembangan sistem informasi serta mempunyai
pemahaman konsep keamanan system informasi.

PENYAJIAN
12.1.

Keamanan Informasi

Definisi

keamanan

informasi

(information

security)

memiliki

berbagai pendapat dan saya akan coba sharing mengenai beberapa


definisi mengenai keamanan informasi menurut beberapa sumber/pakar.
Menurut Sarno dan Iffano keamanan informasi adalah suatu upaya untuk
mengamankan aset informasi terhadap ancaman yang mungkin timbul.
Sehingga keamanan informasi secara tidak langsung dapat menjamin
kontinuitas

bisnis,

mengurangi

resiko-resiko

yang

terjadi,

mengoptimalkan pengembalian investasi(return on investment. Semakin


banyak informasi perusahaan yang disimpan, dikelola dan di-sharing-kan
maka semakin besar pula resiko terjadi kerusakan, kehilangan atau
tereksposnya data ke pihak eksternal yang tidak diinginkan (Sarno dan
iffano : 2009). Menurut ISO/IEC 17799:2005 tentang information security
management
perlindungan

system bahwa
dari

berbagai

keamanan
macam

informasi

ancaman

adalah

untuk

upaya

memastikan

keberlanjutan bisnis, meminimalisir resiko bisnis, dan meningkatkan


investasi dan peluang bisnis

105

Keamanan Informasi memiliki 3 aspek, diantaranya adalah


1. Confidentiality
Keamanan informasi menjamin bahwa hanya mereka yang memiliki hak
yang

boleh

mengakses

informasi

tertentu.

Pengertian

lain

dariconfidentiality merupakan tindakan pencegahan dari orang atau


pihak yang tidak berhak untuk mengakses informasi.
2. Integrity
Keamanan informasi menjamin kelengkapan informasi dan menjaga
dari kerusakan atau ancaman lain yang mengakibatkan berubah
informasi dari aslinya. Pengertian lain dariintegrity adalah memastikan
bahwa informasi tersebut

masih utuh, akurat, dan belum dimodifikasi

oleh pihak yang tidak berhak.


3. Availability
Keamanan informasi menjamin pengguna dapat mengakses informasi
kapanpun tanpa adanya gangguan dan tidak dalam format yang tidak
bisa digunakan. Pengguna dalam hal ini bisa jadi manusia, atau
komputer yang tentunya dalam hal ini memiliki otorisasi untuk
mengakses

informasi.

Availability meyakinkan

bahwa

pengguna

mempunyai kesempatan dan akses pada suatu informasi.


Tiga
merupakan

elemen
dasar

dasar confidentiality,
diantara

program

integrity, danavailability (CIA)


program

keamanan

yang

dikembangkan. Ketiga elemen tersebut merupakan mata rantai yang


saling berhubungan dalam konsepinformation protection.
Keamanan bisa dicapai dengan beberapa cara atau strategi yang
biasa dilakukan secara simultan atau dilakukan dalam kombinasi satu
dengan yang lainnya. Strategi-strategi dari keamanan informasi masingmasing memiliki fokus dan dibangun tujuan tertentu sesuai kebutuhan.
Contoh dari keamanan informasi antara lain :
106

1.

Physical security adalah keamanan informasi yang memfokuskan


pada strategi untuk mengamankan individu atau anggota
organisasi, aset fisik, dan tempat kerja dari berbagai ancaman yang
meliputi bahaya kebakaran, akses tanpa otorisasi, dan bencana
alam.

2.

Personal security adalah keamanan informasi yang berhubungan


dengan keamanan personil. Biasanya saling berhubungan dengan
ruang lingkupphysical security.

3.

Operasional security adalah keamanan informasi yang membahas


bagaimana strategi suatu organisasi untuk mengamankan
kemampuan organisasi tersebut untuk beroperasi tanpa gangguan.

4.

Communication security adalah keamanan informasi yang


bertujuan mengamankan media komunikasi, teknologi komunikasi
serta apa yang masih ada didalamnya. Serta kemampuan untuk
memanfaatkan media dan teknologi komunikasi untuk mencapai
tujuan organisasi.

5.

Network security adalah keamanan informasi yang memfokuskan


pada bagaimana pengamanan peralatan jaringannya, data
organisasi, jaringan dan isinya, serta kemampuan untuk
menggunakan jaringan tersebut dalam memenuhi fungsi komunikasi
data organisasi.
Masing masing komponen tersebut berkontribusi dalam program

keamanan informasi secara keseluruhan. Jadi keamanan informasi


melindungi informasi baik sistem maupun perangkat yang digunakan
untuk menyimpan dan mengirimkannya.
12.2.

Ancaman

Keamanan merupakan faktor penting yang perlu diperhatikan


dalam pengoperasian sistem informasi, yang dimaksudkan untuk
mencegah ancaman terhadap sistem serta untuk mendeteksi dan
membetulkan akibat segala kerusakan sistem.
Ancaman terhadap sistem informasi dapat dibagi menjadi dua macam,
yaitu ancaman aktif dan ancaman pasif.
107

1. Ancaman aktif, mencakup:


a. Kecurangan
b. kejahatan terhadap komputer
2. Ancaman pasif, mencakup:
a. kegagalan sistem
b. kesalahan manusia
c. bencana alam
Macam Ancaman
Bencana alam
Kesalahan manusia

Contoh
Gempa bumi, banjir, kebakaran, perang.
Kesalahan pemasukan data.
Kesalahan penghapusan data.
Kesalahan operator(salah memberi label

Kegagalan perangkat

pada pita magnetik.


Gangguan listrik.

lunak dan perangkat

Kegagalan peralatan.

keras
Kecurangan dan

Kegagalan fungsi perangkat lunak.


Penyelewengan aktivitas.

kejahatan komputer

Penyalagunaan kartu kredit.


Sabotase.
Pengaksesan oleh orang lain yang tidak

berhak
Program yang jahat/usil Virus, cacing, bom waktu dll.
Bencana alam merupakan faktor yang tak terduga yang bisa
mengancam sistem informasi. Dan kesalahan pengoperasian sistem oleh
manusia juga dapat merusak integritas sistem dan data. Pemasukan
data yang salah dapat mengacaukan sistem. Begitu juga penghapusan
data. Pelabelan yangsalah terhadap pita magnetik yang berisi
backupsistem juga membawa dampak buruk kalau terjadi gangguan
dalam sistem.
Gangguan listrik, kegagalan peralatan,dan fungsiperangkat lunak
dapat menyebabkan data tidak konsisten, transaksi tidak lengkap atau
bahkan data rusak. Selain itu, variasi tegangan listrik yang terlalu tajam
dapat membuat peralatan-peralatan terbakar.
108

Ancaman lain berupa kecurangan dan kejahatan komputer. Ancaman ini


mendasarkan pada komputer sebagai alat untuk melakukan tindakan
yang tidak benar. Penggunaan sistem berbasis komputer terkadang
menjadi rawan terhadap kecurangan (fraud) dan pencurian.
Metode yang umum digunakan oleh orang dalam melakukan
penetrasi terhadap sistem berbasis komputer ada 6 macam (Bonar dan
Hopwood, 1993), yaitu:
1. Pemanipulasian masukan.
2. Penggantian program.
3. Penggantian secara langsung.
4. Pencurian data.
5. Sabotase.
6. Penyalahgunaan dan pencurian sumber daya komputasi.
Dalam banyak kecurangan terhadap komputer, pemanipulasian
masukan merupakan metode yang paling banyak digunakan, mengingat
hal ini bisa dilakukan tanpa memerlukan ketrampilan teknis yang tinggi.
Pemanipulasian melalui program biasa dilakukan oleh para spesialis
teknologi informasi.Pengubahan berkas secara langsung umum dilakukan
oleh orang yang punya akses secara langsung terhadap basis data.
Pencurian data kerap kali dilakukan oleh orang dalam untuk
dijual. Salah satu kasus terjadi pada Encyclopedia Britanica Company
(bodnar dan Hopwood, 1993). Perusahaan ini menuduh seorang
pegawainya menjual daftar nasabah ke sebuah pengiklan direct
mail seharga $3 juta.
Sabotase dapat dilakukan dengan berbagai cara. Istilah umum
untuk menyatakan tindakan masuk kedalam suatu sistem komputer
tanpa otorisasi, yaitu hacking. Pada masa kerusuhan rahun 1998, banyak
situs Web badan-badan pemerintah di Indonesia diacak-acak oleh
para cracker.
Salah satu ancaman yang dihadapi perusahaan adalah kehancuran
karena bencana alam dan politik, seperti :
1. Kebakaran atau panas yang berlebihan
2. Banjir, gempa bumi
109

3. Badai angin, dan perang


Ancaman kedua bagi perusahaan adalah kesalahan pada software
dan tidak berfungsinya peralatan, seperti :
1. Kegagalan hardware
2. Kesalahan atau terdapat kerusakan pada software, kegagalan sistem
operasi, gangguan dan fluktuasi listrik.
3. Serta kesalahan pengiriman data yang tidak terdeteksi.
Ancaman ketiga bagi perusahaan adalah tindakan yang tidak
disengaja, seperti :
1. Kecelakaan yang disebabkan kecerobohan manusia
2. Kesalahan tidak disengaja karen teledor
3. Kehilangan atau salah meletakkan
4. Kesalahan logika
Ancaman keempat yang dihadapi perusahaan adalah tindakan
disengaja, seperti :
1.

Sabotase

2.

Penipuan komputer

3.

Penggelapan

12.3.

Resiko

Resiko dalam pengembangan suatu proyek IT dapat didefinisikan


sebagai segala sesuatu yang dapat membahayakan keberlangsungan
proyek IT tersebut. Kalau dilihat dalam berbagai macam klasifikasinya,
maka resiko dapat dibagi menjadi :
1. Technical Risk: resiko resiko yang bersifat teknis yang dipengaruhi
secara langsung oleh proses-proses yang terjadi selama
pengembangan proyek IT.
2. Non Technical Risk: resiko resiko yang sifatnya non-teknis, contohnya
:
a. Business Risk: resiko resiko yang menyangkut dari aspek bisnis
selama pengembangan proyek IT. Contohnya adalah adanya proyek
lain dalam perusahaan yang juga sedang dikembangkan, adanya
kompetitior yang mengembangkan aplikasi yang sama.

110

b. Political Risk: resiko resiko yang menyangkut aspek politis selama


pengembangan proyek IT. Contohnya adalah pergantian
manajemen dari perusahaan yang mungkin berakibat kurangnya
support dari pihak manajemen, perubahan peta perpolitikan
nasional yang bisa membawa pengaruh pada perubahan kebijakan
dalam perusahaan.
c. Market Risk: resiko resiko yang berkaitan dengan kondisi pasar
pada saat proyek IT tersebut dikembangkan. Contohnya
tersedianya tim pesaing yang mengembangkan produk yang sama
di perusahaan lain.
d. Finance Risk: resiko resiko yang menyangkut aspek financial yang
dapat mempengaruhi kelangsungan hidup proyek, misalnya
kontinuitas pendanaan dari pihak manajemen, kelangsungan
pemberian dana oleh sponsor dll.
Karena luasnya aspek resiko yang bisa terjadi, maka dalam tulisan
ini hanya dibatasi oleh aspek-aspek teknis saja yang biasanya bisa
dipengaruhi langsung oleh pihak-pihak yang berkepentingan di dalam
proyek IT ini.
Untuk mencegah terjadinya resiko-resiko yang tidak diinginkan
yang mungkin berakibat fatal bagi kelangsungan hidup suatu proyek IT,
maka seluruh resiko yang mungkin terjadi perlu diantisipasi. Seluruh
resikoresiko tersebut perlu diidentifikasi, dianalisa, dan dibuatkan
skenario dalam mengantisipasi. Hal yang terpenting pada
penanggulangan resikoresiko ini adalah pemantauan secara cermat
segala resiko-resiko yang mungkin terjadi selama pelaksanaan proyek IT
sehingga dapat diantisipasi dengan baik. Segala proses tersebut
dinamakan Risk Management, dan dokumen yang dipersiapkan dalam
pelaksanaan Risk Management disebut Risk Management Plan (RMP).
12.4.

Risk Manajemen

Resiko adalah potensial bahaya yang mungkin timbul dari


beberapa proses saat ini dan atau dari beberapa peristiwa dimasa depan.
Dari perspektif Sistem Informasi , management resiko adalah memahami
111

dan menanggapi faktor- factor yang dapat menyebabkan terjadinya


kegagalan dalam integrasi, kerahasiaan, dan keamanan system
informasi. Resiko ini akan membahayakan proses atau informasi yang
dihasilkan dari beberapa peristiwa, baik yang disengaja maupun tidak
disengaja. Resiko ini juga bisa berasal dari internal diri kita sendiri atau
pihak ekternal yang mencoba untuk mencuri data kita.
Menurut G. Stoneburner 2002, IT risk management meliputi tiga proses:
1. Risk Assessment
Penilaian resiko (risk assessment) merupakan tahapan awal dalam
pengendalian resiko. Manager menggunakan risk assessment untuk
mengetahui tingkat ancaman yang potensial dan resiko yang
berhubungan dengan seluruh proses system informasi.
Hasil dari proses ini, diharapkan semua potensi ancaman dapat dinilai
sesuai dengan kategorinya. Yang mempunyai tingkat resiko yang paling
tinggi akan mendapat prioritas dalam hal pencegahan, yang nantinya
akan membantu para manager dalam mengendalikan resiko yang ada.

2. Risk Mitigation
Risk Mitigation adalah proses atau langkah- langkah yang untuk
mengendalikan, mengevaluasi, pencegahan kembali dan control terhadap
resiko yang terjadi. Dengan pengendalian yang tepat, dapat mengurangi
tingkat resiko yang terjadi ke tingkaan paling minim sehingga tidak
berpengaruh terhadap sumber daya dan bisnis yang berjalan, ehingga
resiko yang terjadi tidak berulang.
3. Evaluation and assessment
Evaluasi terhadap management resiko harus terus dilakukan dan
diperbaharui. Perkembangan teknologi yang pesat memungkinkan
terjadinya serangan serangan (resiko- resiko) baru yang dapat

112

mengancam sumber daya yang sebelumnya tidak mempunyai tingkat


resiko.
Umumnya yang terjadi adalah setelah Risk Assessment dan Risk
Mitigation dilakukan, evaluasi terhadap hasil kegiatan tersebut jarang
dilakukan, sehingga tingkat resiko tetap tinggi. Misalnya, tidak ada
evaluasi tahunan terhadap resiko resiko yang sudah ditentukan
sebelumnya.
Salah satu tools untuk membantu Information System Risk management
adalah OCTAVE-S. Para manager dapat menggunakan OCTAVE-S dalam
penghitungan tingkatan resiko yang ada di perusahaan. OCTAVE-S
digunakan jika perusahaan tsb terdiri kurang dari 100 orang yang terlibat
langsung dalam IT. OCTAVE-S mempunyai 3 phase:
Phase 1 :
Membangun/ menentukan asset berdasarkan profile ancaman
Pada phase ini akan memilih asset asset perusahaan dan memberikan
peringkat berdasarkan tingkat resiko. Asset asset yang mempunyai nilai
tingkat resiko yang paling besar akan menjadi prioritas utama dalam hal
penanganan. Juga, pada tahap ini akan diidentifikasi kebutuhan
keamanan yang dibutuhkan terhadap asset asset penting.
Aktivitas aktivitas pada proses ini antara lain :
1.
2.
3.
4.

Menerapkan kriteria dampak evaluasi;


Mengidentifikasi asset penting perusahaan;
Memilih asset penting perusahaan;
Identifikasi keamanan yang dibutuhkan terjadap asset- asset penting.

Phase 2:
Mengidentifikasi kerentanan Infrastruktur
Tahapan ini akan menguji semua tingkata infrastruktur terhadap asset
asset penting, Semua jalur akses terhadap asset asset penting akan diuji
untuk mengetahui tingkat kerentanan terhadap resiko serangan. Begitu
juga dengan teknologi yang digunakan, akan diaudit apakah teknologi
tersebut rentan terhadap serangan baik yang berasal dari pihak internal
113

maupun external. Seiring dengan perkembangan teknologi yang semakin


canggih, tingkat kerentanan teknologi menjadi masalah baru dalam IS
Risk. Contoh kasusnya adalah maraknya SQLInjection pada website
tertentu.
Aktivitas aktivitas pada proses ini antara lain:
1. Pemeriksaan jalur akses;
2. Menganalisa teknologi yang dihubungkan dengan proses.
Phase 3:
Membangun rencana Strategi Keamanan
Tahapan ini akan menggabungkan temuan dari phase 1 dan phase 2
untuk dibentuk rencana strategi keamanan yang baik. Pada tingkatan ini
juga akan mengidentifikasi tingkat kemungkinan resiko yang akan terjadi,
bagaimana cara penanganannya. Output dari tahapan ini adalah
pendekatan dan rencana pencegahan resiko, protection strategy dan
rencana strategi kedepannya secara keseluruhan.
Aktivitas aktivitas pada proses ini antara lain:
1.
2.
3.
4.

Mengevaluasi dampak dari serangan;


Mengevaluasi kemungkinan terjadinya serangan;
Menentukan rencana pencegahan terhadap resiko;
menentukan rencana kedepannya terkain risk management.

12.5.

Kontrol

Pengendalian sistem informasi merupakan bagian yang tak


dapat dipisahkan dari pengelolaan sistem informasi, bahkan
melaksanakan fungsi yang sangat penting karenamengamati setiap
tahapan dalam proses pengelolaan informasi. Ada beberapa
keterampilan untuk mengelola pengendalian sistem informasi, yaitu :
1.
2.
3.
4.

Kemampuan mengendalikan kegiatan perencanaan informasi;


Kemampuan mengendalikan proses transformasi informasi;
Kemampuan mengendalikan organisasi pelaksana sistem informasi;
Kemampuan-kemampuan kegiatan koordinasi.

114

Dengan kemampuan-kemapuan itu, maka terjamin kelancaran


pelaksanaan pengelolaan sistem informasi Pengendalian sistem
informasi adalah keseluruhan kegiatan dalam bentuk mengamati,
membina, dan mengawasi pelaksanaan mekanisme pengelolaan
sistem informasi, khususnya dalam fungsi-fungsi perencanaan
informasi, transformasi, organisasi, dan koordinasi.
Kontrol proses pengembangan, untuk memastikan bahwa CBIS yg
diimplementasikan dpt memenuhi kebutuhan pemakai atau berjalan
sesuai rencana :
1.
2.

3.

4.

Fase Perencanaan
Mendefinisikan tujuan dan kendala.
Fase Analisis dan Desain
a. Mengidentifikasi kebutuhan informasi;
b. Menentukan kriteria penampilan;
c. Menyusun disain dan standar operasi CBIS.
Fase Implementasi
a. Mendefinisikan program pengujian yang dapat diterima;
b. Memastikan apakah memenuhi kriteria penampilan;
c. Menetapkan prosedur utk memelihara CBIS.
Fase Operasi & Kontrol
a. Mengontrol CBIS selagi berevolusi selama fase SLC;
b. Memastikan bahwa CBIS yang diimplementasikan dapat
memenuhi kebutuhan.
Tujuan untuk memastikan bahwa disainnya bisa meminimalkan

kesalahan, mendeteksi kesalahan dan mengoreksinya. Kontrol tidak


boleh diterapkan jika biayanya lebih besar dari manfaatnya. Nilai
atau manfaat adalah tingkat pengurangan resiko.
1. Permulaan Transaksi (Transaction Origination)
Perekaman satu elemen data/lebih pada dokumen sumber
a. Permulaan Dokumentasi Sumber
- Perancangan dokumentasi;
- Pemerolehan dokumentasi;
- Kepastian keamanan dokumen.
b. Kewenangan
Bagaimana entry data akan dibuat menjadi dokumen dan oleh
siapa.
c. Pembuatan Input Komputer
Mengidentifikasi record input yang salah dan memastikan
semua data input diproses.
d. Penanganan Kesalahan
115

Mengoreksi kesalahan yang telah dideteksi dan


menggabungkan record yang telah dikoreksi ke record entry.
e. Penyimpanan Dokumen Sumber
Menentukan bagaimana dokumen akan disimpan dan dalam
kondisi bagaimana dapat dikeluarkan.
2. Entri Transaksi
Entri Transaksi mengubah data dokumen sumber menjadi bentuk
yang dapat dibaca oleh komputer.
a. Entri Data
Kontrol dalam bentuk prosedur tertulis dan dalam bentuk
peralatan inputnya sendiri. Dapat dilakukan dengan proses
offline/online.
b. Verifikasi Data
- Key Verification (Verifikasi Pemasukan)
Data dimasukkan ke sistem sebanyak 2 kali
- Sight Verification (Verifikasi Penglihatan)
Melihat pada layar sebelum memasukkan data ke system
c. Penanganan Kesalahan
Merotasi record yang telah dideteksi ke permulaan transaksi
untuk pengoreksian.
d. Penyeimbangan Batch
Mengakumulasikan total setiap batch untuk dibandingkan
dengan total yang sama yang dibuat selama permulaan transaksi.
3. Komunikasi Data
Tanggung jawab manajer jaringan dengan menggabungkan ukuran
keamanan ke dalam sistem dan memonitor penampilan untuk
memastikan keamanan telah dilakukan dengan baik
a. Kontrol Pengiriman Data;
b. Kontrol Channel Komunikasi;
c. Kontrol Penerimaan Pesan;
d. Rencana Pengamanan Datacom Secara Keseluruhan.
4. Pemrosesan Komputer
Dikaitkan dengan input data ke komputer dan dibanguun dalam
program dan database
a. Penanganan Data;
b. Penanganan Kesalahan;
c. Database dan Perpustakaan Software.
Kontrol terhadap pengoperasian system, kontrol pengoperasian
sistem dimaksudkan untuk mencapai efisiensi dan keamanan.
Kontrol yang memberikan kontribusi terhadap tujuan ini dapat
diklasifikasikan menjadi 5 area :
116

1. Struktur organisasional
Staf pelayanan informasi diorganisir menurut bidang spesialisasi.
Analisis, Programmer, dan Personel operasi biasanya dipisahkan
dan hanya mengembangkan ketrampilan yang diperlukan untuk area
pekerjaannya sendiri.
2. Kontrol perpustakaan
Perpustakaan komputer adalah sama dengan perpustakaan buku,
dimana didalamnya ada pustakawan, pengumpulan media, area
tempat penyimpanan media dan prosedur untuk menggunakan
media tersebut. Yang boleh mengakses perpustakaan media
hanyalah pustakawannya.
3. Pemeliharaan Peralatan
Orang yang tugasnya memperbaiki computer yang disebut
Customer Engineer (CE) / Field Engineer (FE) / Teknisi Lapangan
menjalankan pemeliharaan yang terjadwal / yang tak terjadwal.
4. Kontrol lingkungan dan keamanan fasilitas
Untuk menjaga investasi dibutuhkan kondisi lingkungan yang khusus
seperti ruang computer harus bersih keamanan fasilitas yang harus
dilakukan dengan penguncian ruang peralatan dan komputer.
5. Perencanaan disaster
a. Rencana Keadaan darurat
Prioritas utamanya adalah keselamatan tenaga kerja perusahaan
b. Rencana Backup
Menjelaskan bagaimana perusahaan dapat melanjutkan
operasinya dari ketika terjadi bencana sampai ia kembali
beroperasi secara normal.
c. Rencana Record Penting
Rencana ini mengidentifikasi file data penting & menentukan
tempat penyimpanan kopi duplikat.
d. Rencana Recovery
Rencana ini mengidentifikan sumber-sumber peralatan
pengganti, fasilitas komunikasi da pasokan-pasokan.

PENUTUP
Latihan Soal

117

UNIVERSITAS GADJAH MADA


SEKOLAH VOKASI/ DOPLOMA KOMPUTER
DAN SISTEM INFORMASI

Buku 2: RKPM
(Rencana Kegiatan Pembelajaran Mingguan)
Modul Pembelajaran Pertemuan Ke-14

SISTEM INFORMASI
Genap/4/VMK 2214
oleh
Muh. Fakhrurrifqi, M.Cs.

Didanai dengan dana BOPTN


Tahun Anggaran 2014
Desember 2014
BAB XIV
118

Ujian Akhir Semester


PENDAHULUAN
A. Dekripsi
Mengevaluasi kemampuan mahasiswa dalam memahami materi
yang sudah diberikan.
B. Manfaat
Dapat mengukur kemampuan setiap mahasiswa dalam memahami
materi yang sudah diberikan.
C. Relevansi
Materi ini memiliki peran sangat penting karena mendasari penilaian
dan evaluasi pembelajaran.
D. Learning Outcomes

Mahasiswa memahami mengenai konsep dasar sistem, pengertian


dari suatu sistem dan dapat membedakan antara konsep data dan

informasi
Mahasiswa memahami mengenai karakteristik
sistem, jenis-jenis dari sistem dan dapat memahami kualitas

informasi yang baik dan bernilai.


Mahasiswa memahami konsep sistem informasi manajemen
Mahasiswa memiliki gambaran mengenai peranan sistem informasi

bagi para penggunanya


Mahasiswa mendapat gambaran dari sistem informasi berbasis
internet sebagai bagian dari sistem informasi organisaional /
fungsional

PENYAJIAN
Jawablah soal-soal berikut ini:

1. Jelaskan alasan-alasan yang dapat dijadikan dasar mengapa perlu


dilakukan pengembangan system informasi.

119

2. Jelaskan secara singkat Prinsip-prinsip pengembangan SI.


3. Dalam metodologi pengembangan Sistem, terdapat metodologi
klasik dan terstruktur. Apa yang dimaksud dengan metodologi klasik
dan apa yang dimaksud dengan metodologi terstruktur. Sebutkan
kelebihan masing-masing (minimal 2)
4. Dalam metodologi pengembangan Sistem, terdapat metodologi
pemecahan fungsional, pemecahan berorientasi data dan
prescriptive metodologi. Jelaskan masing-masing metodologi itu
serta berikan contoh tehnik pengembangan masing-masing
metodologi (minimal 2)
5. Warung Ayam Goreng Cihuy merupakan warung makan yang
melayani pembelian ayam goreng baik dimakan di tempat maupun
diantar ke lokasi pemesan. Warung ini memiliki 5 cabang yang
terletak di lokasi yang cukup tersebar. Untuk menjaga kualitasnya,
ayam yang telah dibumbui di warung pusat didistribusikan ke
warung-warung cabang, sehingga warung-warung cabang tinggal
melakukan penggorengan dan menyajikannya ke konsumen. Untuk
melayani pesan antar, konsumen dapat menelpon warung cabang
atau warung pusat. Ketika seorang pegawai menerima telepon dari
konsumen, yang pertama dilakukan adalah menanyakan alamat
konsumen tersebut. Jika konsumen tersebut berada pada jarak yang
lebih dekat dengan warung cabang lain, maka pegawai akan
meminta konsumen untuk menelpon warung cabang yang lebih
dekat dengan lokasinya. Hal itu dilakukan agar suatu warung
cabang tidak mengirim pesanan terlalu jauh dari lokasi warungnya.
Selain itu, karena warung cabang hanya melakukan penggorengan
dari kiriman ayam berbumbu, maka ketika konsumen memesan
ayam goreng di warung cabang dengan jumlah melebihi jumlah
stok, maka pegawai tersebut akan meminta konsumen menelpon
warung pusat.
Suatu saat, seorang konsumen menelpon warung cabang A untuk
memesan sebanyak 50 porsi ayam goreng. Karena lokasi konsumen
tersebut lebih dekat dengan warung cabang C, maka pegawai
120

warung A meminta konsumen tersebut menelpon dan memesan di


warung cabang C. Konsumen tersebut kemudian melakukan
panggilan ke warung cabang C untuk memesan ayam goreng.
Setelah menyebutkan jumlah pesanannya, konsumen tersebut
diminta untuk memesan langsung ke warung pusat karena warung
cabang tidak memiliki stock ayam sebanyak itu. Konsumen tersebut
lalu menuruti saran dan menelpon ke kantor cabang. Pegawai
kantor cabang kemudian melakukan prosedur standar yaitu
menanyakan lokasi konsumen untuk merekomendasikan warung
cabang lain yang lokasinya lebih dekat. Setelah beberapa puluh
menit percakapan dalam telepon, akhirnya konsumen tersebut baru
bias melakukan pemesanan seperti yang diniatkan. Pada akhirnya
ayam goreng yang dipesan baru dapat diantar sekitar 2 jam setelah
waktu pemesanan.
Karena kesal dengan prosedur yang berbelit-belit dari pemiliki
warung ayam goreng, maka konsumen tersebut menuliskan
masalahnya di media sosial dan mengakibatkan omset penjualan
warung ayam goreng tersebut menurun drastis. Oleh karena itu
akhirnya pemilik Warung Ayam Goreng Cihuy meminta Anda untuk
membuatkan Sistem Informasi yang sesuai untuk warungnya agar
kasuskonsumen di atas tidak perlu terjadi lagi.
a. Lakukanlah analisis dengan mengindentifikasi masalah dengan
mencari penyebab, titik keputusan, juga personil kuncinya!
b. Bagaimana Anda mengumpulkan data untuk mendukung
pemahaman kerja dari sistem manual yang telah ada?

PENUTUP
Latihan Soal

121