Anda di halaman 1dari 10

PENGARUH PERPUTARAN

PIUTANG DAN PERPUTARAN


PERSEDIAAN TERHADAP
LIKUIDITAS PERUSAHAAN
INDUSTRI BARANG KONSUMSI
YANG TERDAFTAR DI BEI
PERIODE 2010-2011

NAMA
NPM
DOSEN PEMBIMBING

: INDAH WAHYUNI
: 23210505
: MULATSIH SE. MM

LATAR BELAKANG
Likuiditas (liquidity ratio) adalah kemampuan seseorang atau perusahaan untuk
memenuhi kewajiban atau utang yang segera harus dibayar dengan harta lancarnya.

Piutang adalah suatu tagihan terhadap perusahaan atau orang-orang tertentu yang
timbul akibat penjualan-penjualan barang dagang dengan kredit atau tagihan yang di
sebabkan perusahaan telah meberikan jasa tertentu. Kelancaran penerimaan piutang dan
pengukuran baik atau tidaknya investasi dalam piutang dapat diketahui dari tingkat
perputarannya. Perputaran piutang adalah menghitung seberapa sering piutang berubah
menjadi kas
Nilai persediaan barang dagangan memegang peran penting dalam peroses
mempertahankan pendapatan dan biaya untuk suatu periode tertentu. Semakin
tingginya tingkat perputaran persediaan menyebabkan perusahaan semakin cepat dalam
melakukan penjualan barang dagang sehingga semakin cepat bagi perusahaan dalam
memperoleh dana baik dalam bentuk uang tunai (kas) atau piutang. Perputaran
persediaan adalah ukuran seberapa sering persediaan barang dagang terjual dalam
waktu satu periode.

Rumusan Masalah
1. Apakah perputaran piutang mempunyai pengaruh terhadap
likuiditas pada perusahaan industri barang konsumsi yang
terdaftar di BEI periode 2010- - 2011?
2. Apakah perputaran persediaan mempunyai pengaruh
terhadap likuiditas pada perusahaan industri barang
konsumsi yang terdaftar di BEI periode 2010 2011?
3. Apakah perputaran piutang dan perputaran persediaan
mempunyai pengaruh terhadap likuiditas pada perusahaan
industri barang konsumsi yang terdaftar di BEI periode 2010
- 2011?

TUJUAN PENELITIAN
pengaruh perputaran piutang terhadap likuiditas pada
perusahaan industri barang konsumsi yang terdaftar di BEI periode
2010 2011.
Mengetahui pengaruh perputaran persediaan terhadap likuiditas pada
perusahaan industri barang konsumsi yang terdaftar di BEI periode
2010 2011.
Mengetahui pengaruh perputaran piutang dan perputaran persediaan
mempunyai pengaruh terhadap likuiditas pada perusahaan industri
barang konsumsi yang terdaftar di BEI periode 2010 2011

KERANGKA PEMIKIRAN
Perputaran
piutang (X1)

H3

Perputaran
Persediaan
(X2)
Keterangan :
Variabel bebas (X1)
Variabel bebas (X2)
Variabel terikat (Y)

: Perputaran Piutang
: Perputaran persediaan
: Likuiditas
: Arah pengaruh

Likuiditas (Y)

HIPOTESIS
H1 : Perputaran Piutang secara parsial berpengaruh
terhadap likuiditas perusahaan.
H2 : Perputaran Persediaan secara parsial berpengaruh
terhadap likuiditas perusahaan.
H3: Perputaran Piutang dan Perputaran Persediaan
secara simultan berpengaruh terhadap Likuiditas
perusahaan.

METODELOGI PENELITIAN
VARIABEL

Penelitian ini
menggunakan variabel bebas
atau variabel independen (X)
yaitu perputaran pitang dan
perputaran persediaan dan
variabel terikat atau variabel
dependen (Y) yaitu likuiditas
JENIS DATA

Jenis data kuantitatif dan


dokumenter

POPULASI

Dalam penelitian ini


yang menjadi populasi adalah
perusahaan industri barang
konsumsi yang terdaftar di
Bursa Efek Indonesia (BEI)
periode
2010-2011
yaitu
sebanyak 33 perusahaan
SAMPEL

Jumlah perusahaan yang


dijadikan sampel dalam penelitian
ini berjumlah 9 dari 33 perusahaan
industri barang konsumsi yang
terdaftar di Bursa Efek Indonesia
(BEI) dari tahun 2010 - 2011

HASI L ANALISIS

1.

Berdasarkan hasil uji korelasi dalam penelitian ini :


a. Variabel Perputaran Piutang (X1) terhada Likuiditas (Y) sebesar -0,420
dan signifikansi 0,041 < 0,05 maka Ha diterima artinya perputaran
piutang mempunyai hubungan negatif dengan tingkat hubungan sedang
terhadap likuiditas.
b.Variabel perputaran persediaan (X2) terhadap Likuiditas (Y) sebesar
-0,369 dan signifikansi 0,066 < 0,05 maka Ha ditolak artinya
perputaran persediaan tidak terdapat hubungan terhadap likuiditas.

2.

Koefisien regresi dinyatakan dalam bentuk persamaan regresi yaitu :


= a + b1X1 + b2X2 + b3X3 + ei
= 5,4940,202X1 0,204X2 + ei

LANJUTAN
3. Hasil uji t dalam penelitian ini, adalah :
a. Variabel perputaran piutang (X1) memiliki angka signifikansi 0.020 yang lebih
kecil dari = 0.05 dan nilai hitung sebesar -2,610 sedangkan nilai ttabel dengan
menggunakan uji 2 sisi (signifikansi = 0.025) diperoleh sebesar -2,131.
b. Variabel perputaran persediaan (X2) memiliki angka signifikansi 0.030 yang
lebih kecil dari = 0.05 dan nilai thitung sebesar -2,405 sedangkan nilai ttabel
dengan menggunakan uji 2 sisi (signifikansi = 0.025) diperoleh sebesar -2,131.
4. Hasil uji f dalam penelitian ini :
Fhitung sebesar 5,122 dengan tingkat signifikansi sebesar 0.020 yang
lebih kecil dari 0.05. Dengan menggunakan tingkat keyakinan 0.05 maka
diperoleh Ftabel sebesar 3.55. Dari hasil tersebut didapat 5,122 > 3.55
(Fhitung > Ftabel), maka Ha diterima.

KESIMPULAN
1. Hasil uji t (parsial)
a. Bahwa variabel perputaran piutang (X1) sebesar -2,610 dengan tingkat signifikan 0,020 <
0,05, artinya terdapat pengaruh negatif dan signifikan antara peputaran piutang (X1)
terhadap likuiditas (Y) pada perusahaan industri barang konsumsi.
b. Bahwa variabel perputaran persediaan (X2) sebesar -2,405 dengan tingkat
signifikan 0,030 < 0,05, artinya terdapat pengaruh negatif dan signifikan antara
peputaran persediaan (X2) terhadap likuiditas (Y) pada perusahaan industri barang
konsumsi.
2. Hasil uji F atau ANOVA
Diperoleh Fhitung 5,122 > Ftabel 3,55 dengan tingkat signifikansi 0,020 < 0,05 maka H0
ditolak dan Ha diterima. Hal ini berarti bahwa variabel perputaran piutang dan
perputaran persediaan secara bersama-sama dapat memberikan pengaruh signifikan
terhadap likuiditas pada perusahaan industri barang konsumsi.
3. Dari analisis yang telah dilakukan penulis, maka hasil yang diperoleh menunjukkan
adanya korelasi dengan tingkat hubungan yang sedang dan bernilai negatif serta
berlawanan arah. Sehingga jika perputaran piutang ataupun perputaran persediaan
perusahaan meningkat, maka tingkat likuiditas perusahaan akan menurun. Begitu
juga bila terjadi sebaliknya. Perputaran piutang dan perputaran persediaan terhadap
tingkat likuiditas Pada Perusahaan Industri Barang Konsumsi memiliki pengaruh
sebesar 33,2%, sehingga sisanya sebesar 66,8% merupakan pengaruh dari faktor
lainnya.