Anda di halaman 1dari 59

Sebelum mengambil keputusan untuk melakukan investasi,

selain melakukan tinjauan dari segi teknis, salah satu syarat


terpenting adalah mengkaji aspek finansial dan keekonomian.

Sebelum dilakukan investasi, perlu dilakukan estimasi


pengeluaran dan penerimaan keuangan selama umur proyek
(pabrik) yang merupakan aliran kas keuangan perusahaan
(future cash flow).

Aliran keuangan tersebut akan dipakai sebagai acuan dalam


menilai kelayakan proyek investasi dari aspek
keekonomiannya.

Hal-hal yang dilakukan dalam analisis keuangan meliputi:


Menghitung Biaya Modal Investasi (CAPEX) dan Modal Kerja
Menghitung Biaya Operasi (OPEX)
Menghitung Proyeksi Pendapatan
Membuat Model Aliran Dana (Cash Flow Model)
Menentukan Kriteria Keekonomian suatu proyek
Nilai Sekarang Bersih (Net Present Value = NPV)
Laju Pengembalian Internal (Internal Rate of Return/IRR)
Periode Pengembalian (Payback Period)

Melakukan Analisis Kepekaan (Sensitivity Analysis)

Biaya investasi adalah biaya-biaya untuk investasi peralatanperalatan utama dan peralatan-peralatan pendukung, biaya investasi
untuk kegiatan pengembangan (FS, Basic Design), investasi untuk
penggantian (replacement), infrastruktur, utilities dan lain-lain.

Biaya Modal Kerja (Working Capital) adalah biaya yang harus


disediakan untuk memenuhi kebutuhan biaya produksi sampai
dengan suatu waktu dimana perusahaan bisa memperoleh
pendapatan dari hasil penjualan produk yang dapat digunakan
untuk membiayai produksinya.

Sumber dana bisa dari hutang/pinjaman dari bank dan modal sendiri
(equitas).

Secara umum basis untuk mengestimasi capital expenditure


(CAPEX) adalah biaya-biaya yang harus dikeluarkan untuk:
Pembelian peralatan dan pemasangannya
Instrumentasi dan kontrol
Perpipaan (piping)
Peralatan-peralatan listrik
Gedung
Fasilitas-fasilitas servis seperti water treatment plant, dst.
Peralatan-peralatan yang bergerak (mobile equipments)
Infrastruktur seperti fasilitas pelabuhan, bandara, jalan, fasilitas
akomodasi.

Untuk perusahaan tambang yang mempunyai pabrik pengolahan


(ekstraksi), komponen CAPEX dapat diklasifikasikan menjadi
biaya-biaya yang harus dikeluarkan untuk:
Tambang,
Ore Beneficiation/Ore Preparation/Ore Dressing
Process Plant
Pabrik pendukung (supporting plant), seperti acid plant, steam
plant, O2 plant, calcination plant, H2S plant
Utilitas dan servis: air, minyak, compressed air, uap air
Infrastruktur

Pressure leach circuit (autoclave and its supporting equipments)


Autoclave seal water cooling system
Distribution piping
Autoclave discharge neutralization
CCD circuit
CCD overflow and neutralization
PLS (Pregnant Leach Solution) storage pond
Tailings neutralization
Hydroxide/sulfide/carbonate precipitation circuit
Tailings pumping
Tailing disposal facilities

Area
2-autoclave HPAL process plant
Ancillary process units
Water, services and utilities
Process plant infrastructure
General infrastructure
Temporary construction facilities
Other project costs
Mining, owner costs
Total Project Cost, excl contingency
Contingency (25%)
Total Project Cost

Million USD
383
206
148
46
69
62
174
30
1,118
280
1,398 1.4 bn
USD

Kapasitas produksi: 37.000 nikel dalam MSP (Mixed Sulphide


Precipitate)

Acid Plant
Power Plant
Borefield Development
Heap Leach Pads & Ponds
Processing Plant
EPCM, temp camp & owner costs
Contingencies

A$ 170 m
A$ 64 m
A$ 80 m
A$ 66 m
A$ 255 m
A$ 86 m
A$ 144 m

Total

A$ 865 m

Biaya Operasi (operating expenditure) adalah besarnya dana yang harus dikeluarkan
untuk membiayai semua kegiatan operasi hingga produk siap untuk dijual.

Basis untuk menentukan biaya operasi (operating cost) adalah biaya-biaya yang harus
dikeluarkan untuk:
Bahan habis (consumables seperti reduktor, asam sulfat, limestone, flokulan dan
termasuk bahan bakar/fuels)
Labour (managers, engineers, operators, administration, services)
Maintenance cost
Mining cost
Product transportation
Fixed charges such as taxes, depreciation, insurance
Office cost such as communication
Sales and marketing expenses
Environmental management
Community development
Research and development

Cost elements

Million USD per year

Mining and transportation

75.3

Processing

78.3

Utilities and infrastructure

23.6

Administration and general

14.4

Total Cost

191.6

USD/lb Ni

2.36

Perhitungan proyeksi pendapatan (revenue) adalah perkiraan dana


yang masuk atau diterima dari hasil penjualan produk atau
pendapatan yang diperoleh dari biaya pengolahan dan pemurnian
(treatment cost, refining cost = TCRC)

Skema pendapatan
Buying scheme: Bahan baku yang diolah dibeli dan pendapatan
diperoleh dari penjualan produk. Pembelian bahan baku dikenai
pajak pertambahan nilai (PPn)
Tolling scheme: Pendapatan diperoleh dari biaya untuk
pengolahan dan pemurnian (TCRC) dan pendapatan yang
diperoleh dari selisih recoveri yang dapat diperoleh pabrik
pengolah dan recoveri yang disepakati (digunakan di pasar)

Suatu pabrik pengolahan lumpur anoda (dari pabrik electrorefining


tembaga) mempunyai data-data sebagai berikut:

Dengan MEKANISME TOLLING, pendapatan perusahaan


akan berasal dari:
Treatment cost-refining cost (TCRC)
Pendapatan dari selisih recoveri teknis pabrik dan recoveri pasar
yang disepakati (market recovery)
1. Treatment cost
Pendapatan dari Treatment Cost (USD/yr),
= Treatment Cost (USD/ton) x Berat Kering Slime (tpy)
= 100 USD/ton x 1,800 ton/yr = 180,000 USD/yr

Refining Cost Au (USD/kg) =


= 128.6 USD/kg
a)

4 ( USD / oz ) 1000 gr / kg
31.1035 gr/oz

Pendapatan dari Refining Cost Au (USD /yr) = Refining


Cost Au (USD/kg) x Berat Au (tpy) x 1000 x Recovery
Market Au
= 128.6 USD/kg x 20.7 tpy x 1000 x 99%
= 2,635,459 USD/yr

b)

Refining Cost Ag (USD/kg) =0.3 ( USD / oz ) 1000


31.1035

= 9.65 USD/kg
Pendapatan dari Refining Cost Ag (USD /yr),

Refining Cost Ag (USD/kg) x Berat Ag (tpy) x 1000 x Recovery


Market Ag

= 9.65 USD/kg x 63.698 tpy x 1000 x 99%


= 608,241 USD/yr
c)

Refining Cost Pt (USD/kg) =


USD/kg

= 643.01

Pendapatan dari Refining Cost Pt (USD /yr),


= Refining Cost Pt (USD/kg) x Berat Pt (kg/yr) x Recovery Market Pt

= 643.01 USD/kg x 23.4 kg/yr x 80%


= 12,037 USD/yr

d)

Refining Cost Pd (USD/kg),


= 7 USD / oz 1000
31.1035

Pendapatan dari Refining Cost Pd (USD


/yr),
= Refining Cost Pd (USD/kg) x Berat Pd (kg/yr) x Recovery
Market Pd

= 225.06 USD/kg x 140.4 kg/yr x 80%


= 25,278 USD/yr

e)

Refining Cost Se (USD/kg),


= 8 ( USD / lb )
0.454 kg/lb

Pendapatan dari Refining Cost Se (USD /yr),


= Refining Cost Se (USD/kg) x Berat Se (tpy) x 1000 x Recovery Market

= 17.64 USD/kg x 117.36 tpy x 1000 x 65%


= 1,345,418 USD/yr

Pendapatan dari selisih technical recovery dan market


recoveryAu, Ag, Pt, Pd dan Se . Pendapatan Pb dan Ag
yang masuk ke dalam slag diperkirakan sebesar 90 %
untuk Pb dan 81 % Ag setelah dikurangi biaya-biaya
pengolahan slag.

a. Recovery Au = Berat Au (tpy) x 1000 x


(%recoveri teknik Au - %recoveri market Au)
= 20.7 tpy x 1000 x (99.557 % - 99.0 %) = 115.3
kg/yr
= = 3,706.95 oz/yr
Yearly
Revenue
115 .3 kg
/ yr 1000 Au = Recovery Au (oz/yr) x Harga Au
(USD/oz),
31.1035
= 3,706.95 oz/yr x 727.5 USD/oz = 2,696,803 USD/yr

b. Recovery Ag = Berat Ag (tpy) x 1000 x


(%recoveri teknik Ag - %recoveri market Ag)
= 63.698 tpy x 1000 x (87.007 % - 99 %)
= (-7639.35) kg/yr
=
= (-245,610.59) oz/yr

( -7639.35 ) ( kg / yr ) 1000
31.1035

Yearly Revenue Ag,


= Recovery Ag (oz/yr) x Harga Ag (USD/oz)
= (-245,610.59) oz/yr x 11.66 USD/oz
= (-2,863,820) USD/yr

c. Recovery Pt = Berat Pt (kg/yr) x


(%recoveri teknik Pt - %recoveri market Pt)
= 23.4 kg/yr x (95 % - 80 %) = 3.51 kg/yr
=
= 112.85 oz/yr

3.51 kg / yr 1000
31.1035

Yearly Revenue dari Pt = Recovery Pt


(oz/yr) x Harga Pt (USD/oz)
= 112.85 oz/yr x 900 USD/oz = 101,564
USD/yr

d. Recovery Pd = Berat Pd (kg/yr) x


(%recoveri teknik Pd - %recoveri market
Pd)
= 140.4 kg/yr x (95 % - 80 %) = 21.06
21.06 kg / yr 1000
kg/yr 31.1035
=
= 677.09 oz/yr
Yearly Revenue dari Pd = Recovery Pd
(oz/yr) x Harga Pd (USD/oz)
= 677.09 oz/yr x 450 USD/oz = 304,692
USD/yr

e. Recovery Se = Berat Se (tpy) x (%recoveri


teknik Se - %recoveri market Se)
= 177.36 tpy x 1000 x (90 % - 65 %) = 29.34
tpy
Yearly Revenue dari Se = Recovery Se
(tpy) x Harga Se (USD/ton)
= 29.34 tpy x 60,506.4 USD/ton = 1,775,258
USD/yr
f. Recovery Pb = Berat Pb (tpy) x 90 % = 990
tpy x 90 % = 891 tpy
Yearly Revenue dari Pb = Recovery Pb
(tpy) x Harga Pb (USD/ton)
= 891 tpy x 1,550 USD/ton = 1,381,050
USD/yr

g. Recovery Ag dalam slag = Berat Ag


dalam slag (tpy) x 1000 x 81 %
= 8276 tpy x 1000 x 81 % = 6703.56 kg/yr
= 6703.56 kg / yr 1000 = 215,524.30 oz/yr
31.1035

Catatan: Ag dalam slag direcover kembali


Yearly Revenue dari Ag = Recovery Ag
(tpy) x Harga Ag (USD/ton)
= 215,524.30 oz/yr x 11.66 USD/ton =
2,513,013 USD/yr

Total Revenue = Total Revenue TCRC + Total Revenue


Recovery
= USD 4,806,433 + USD 5,908,561 = USD 10,714,994

Analisis cash flow merupakan analisis yang


berhubungan dengan pendapatan atau
keuntungan yang ditimbulkan karena adanya
pembelanjaan dan atau investasi.
Apabila analisis cash flow memperhitungkan
nilai waktu dari uang maka disebut dengan
Discounted Cash Flow (DCF).
Cash flow biasanya dihitung dengan basis
perhitungan tahun dengan tujuan evaluasi,
yang ditentukan melalui pengurangan cash
outflow dari cash inflow yang dihasilkan dari
kegiatan investasi.

Untuk menghitung aliran dana, diperlukan


data-data mengenai:

Biaya investasi
Biaya operasi
Keuntungan bersih (net profit)
Depresiasi
Biaya revitalisasi

Biaya pembelian tanah = IDR 30,800,000,000 =


USD 3,080,000
Biaya bangunan = IDR 35,200,000,000 = USD
3,520,000
Biaya infrastruktur pabrik = IDR 165,000,000,000
= USD 16,500,000
Pembangunan infrastruktur pabrik akan dilakukan
pada tahun 2010 dan 2011. Sehingga biaya
infrastruktur pabrik pada tahun 2010 dan 2011 =
50% x USD 16,500,000 = USD 8,250,000.

Biaya revitalisasi bangunan dan infrastruktur


pabrik akan dikeluarkan setelah 10 tahun yaitu
pada tahun 2021 sebesar 40% x (biaya bangunan
+ biaya infrastruktur pabrik) = 40% x (USD
3,520,000 + USD 16,500,000) = USD
8,008,000.

Depresiasi adalah penurunan dalam nilai fisik properti


seiring dengan waktu dan penggunaannya.
Depresiasi
merupakan
biaya
non-kas
yang
berpengaruh terhadap pajak pendapatan.
Dalam
konsep
akuntansi,
depresiasi
adalah
pemotongan tahunan terhadap pendapatan sebelum
pajak sehingga pengaruh waktu dan penggunaan atas
nilai aset dapat terwakili dalam laporan keuangan
suatu perusahaan.
Properti yang didepresiasi yaitu infrastruktur pabrik,
gedung dan tanah. Metoda perhitungan depresiasi
adalah linier (diasumsikan bahwa aset terdepresiasi
setiap tahunnya selama umur pemanfaatannya).

Depresiasi tahun ke-n


Biaya untuk mendapatka n aset - perkiraan nilai aset pada akhir umur pemanfaata nnya
Umur pemanfaata nnya (perkiraan periode waktu pemakaian aset)

Umur manfaat (depreciation life) infrastruktur


pabrik, gedung dan tanah yaitu selama 10 tahun
dan nilai aset tersebut setelah 10 tahun dianggap
tidak mempunyai nilai sisa. Sehingga;
Depresiasi infrastruktur pabrik pada tahun 1 (2012) =
USD 16,500,000 - 0
10

= USD 1,650,000

Depresiasi gedung pada tahun 1 (2012)


= USD 3,520,000 - 0 = USD 352,000
10

Depresiasi tanah pada tahun 1 (2012)


=
= USD 308,000
USD 3,080,000 - 0
10

Total depresiasi pada tahun 2012,


= USD 1,650,000 + USD 352,000 + USD
308,000 = USD 2,310,000

Pada tahun ke-10 yaitu tahun 2022 pabrik


direvitalisasi sehingga dapat kembali produktif
untuk 10 tahun kedepan dan diasumsikan akan
berhenti beroperasi pada tahun 2031. USD 8,008,000 - 0
10
Depresiasi biaya revitalisasi pada tahun 2022
=
= USD 800,800

Cash flow = Net profit + Depresiasi


Biaya Investasi atau Biaya Revitalisasi
Net profit = Gross profit Pajak (Tax)
Pajak (Tax) = Tax rate x Gross profit
Gross profit
= Total Revenue - Operating Cost Depresiasi
Tax
Rate yang digunakan misalnya
sebesar 25%.

a.
Tahun 2010
Pabrik baru mulai dibangun sehingga aliran kasnya
negatif sebesar biaya investasi yang dikeluarkan yaitu
USD 14,850,000.
b.
Tahun 2011
Pabrik masih dalam tahap pembangunan. Biaya
investasi yang dikeluarkan yaitu USD 8,250,000.
c.Tahun 2012 tahun 2020
Pabrik sudah mulai beroperasi dan memperoleh
pendapatan dari revenue TCRC dan revenue recovery
yaitu sebesar USD 10,714,994.
Gross profit = USD 10,714,994 USD 5,347,326
(biaya operasi) USD 2,310,000 (depresiasi) = USD
3,057,668

Pajak (Tax) = 25% x USD 3,057,668 = USD 764,417


Net profit = USD 3,057,668 - USD 764,417 = USD
2,293,251
Cash flow = USD 2,293,251 + USD 2,310,000 0
(biaya revitalisasi) = USD 4,603,251

Biaya investasi hanya dikeluarkan pada saat pabrik


belum
beroperasi.
Setelah
pabrik
beroperasi
komponen biaya investasi berubah menjadi depresiasi
seiring dengan berjalannya pabrik.

Nilai depresiasi akan mengurangi Gross Profit dan


mengurangi besarnya pajak pendapatan (tax)
kemudian akan ditambahkan kembali ke dalam Cash
flow. Sehingga nilai depresiasi hanya berpengaruh
terhadap besarnya pajak pendapatan (tax) tahunan.

Jika
analisis
dilakukan
dengan
menggunakan nilai tukar dollar yang
tetap, aliran kas tidak dieskalasi setiap
tahunnya. Artinya aliran kas pada tahun
2012 sampai tahun 2020 mempunyai
nilai
yang
sama
sebesar
USD
4,603,251

d. Tahun 2021
Pabrik sudah beroperasi selama 10 tahun
sehingga dikeluarkan biaya revitalisasi
yaitu sebesar USD 8,008,000.
Cash flow = USD 2,293,251 + USD
2,310,000 USD 8,008,000 = USD
-3,404,749

e. Tahun 2022 2031


Biaya
revitalisasi
berubah
menjadi
depresiasi sebesar USD 800,800 per tahun
selama 10 tahun. Sehingga aliran kas
mejadi;
Gross profit = USD 10,714,994 USD
5,347,326 USD 800,800 = USD
4,566,868
Pajak (Tax) = 25% x USD 4,566,868 = USD
1,141,717
Net profit = USD 4,566,868 - USD
1,141,717 = USD 3,425,151
Cash flow = USD 3,425,151 + USD 800,800
0 = USD 4,225,951

Indikator utama yang digunakan untuk


menentukan kelayakan ekonomi dalam investasi
adalah NPV (Net Present Value), IRR dan Pay Back
Period.

1.Net Present Value (NPV).


Investasi dianggap mempunyai kelayakan bila
hasil-hasil evaluasi memberikan NPV yang positif.
Present Value (PV) adalah nilai sekarang dari
penerimaan (uang) yang akan didapat pada
tahun mendatang.
Net Present Value (NPV) adalah selisih antara
penerimaan dan pengeluaran per tahun.

Discount Rate adalah bilangan yang


dipergunakan untuk mendiscount
penerimaan yang akan didapat pada
tahun mendatang menjadi nilai sekarang.
discount rate

1 interest rate t

t = tahun ke-t
Misal interest rate yang digunakan dalam
perhitungan ini sebesar 8.79%.
PV = cash flow tahun ke t x discount rate
=

cash flow tahun ke - t


1 investment rate t

NPV PV cash flow tahun ke - t discount rate investasi awal tahun ke - 0


NPV =

cash flow tahun ke - t

( 1 + interest rate) t

- investasi awal tahun ke - 0

8,250,000
4,603,252
4,603,252
4,603,252
4,603,252
4,603,252

1
1 8.79% 2 1 8.79% 3 1 8.79% 4 1 8.79% 5 1 8.79% 6
1 8.79%

NPV

4,603,252

4,603,252

4,603,252

4,603,252

3,404,748

4,225,952

1 8.79% 7 1 8.79% 8 1 8.79% 9 1 8.79% 10 1 8.79% 11 1 8.79% 12

4,225,952
4,225,952
4,225,952
4,225,952
4,225,952
4,225,952

1 8.79% 13 1 8.79% 14 1 8.79% 15 1 8.79% 16 1 8.79% 17 1 8.79% 18

4,225,952

1 8.79%

19

4,225,952

1 8.79%

= USD 12,640,110

20

4,225,952

1 8.79%

21

14.850,000

IRR adalah tingkat discount (discount


rate / interest rate) pada saat NPV = 0.
Suatu investasi dapat diterima apabila IRR
lebih besar dari nilai interest rate yang
ditentukan.
Semakin tinggi nilai IRR maka investasi
akan semakin layak (feasible). IRR
cash flow
tahun ke - t rumus;
dihitung
dengan
0
investasi awal tahun ke - 0
t

1 IRR

Mencari IRR dapat dilakukan dengan


metode numerik hingga didapat NPV = 0.

PBP adalah periode waktu yang


menunjukkan berapa lama dana yang
diinvestasikan akan didapatkan kembali.
Semakin pendek PBP maka investasi akan
semakin layak.
PBP merupakan nilai saat accumulative
present value (NPV) menjadi positif.
Accumulative present value thn ke t,
= (PV thn ke t) + Accumulative PV thn ke
(t-1)

Discount rate tahun ke 0 (2010) = 1


PV tahun ke 0 (2010) = cash flow thn ke 0 x
discount rate thn ke 0 = USD -14,850,000
Accumulative PV tahun ke 0 (2010) = USD
-14,850,000

Discount rate tahun ke 1 (2011) = 0.92


PV tahun ke 1 (2011) = cash flow thn ke 1 x
discount rate thn ke 1
= USD -8,250,000 x 0.92 = USD -7,583,418
Accumulative PV tahun ke 1 (2011) = (PV thn ke
1) + Accumulative PV thn ke 0
= USD -7,583,418 + USD -14,850,000 = USD
-22,433,418
Discount rate tahun ke 2 (2012) = 0.84
PV tahun ke 2 (2012) = cash flow thn ke 2 x
discount rate thn ke 2
= USD 4,603,252 x 0.84 = USD 3,889,437

Accumulative PV tahun ke 2 (2012) = (PV thn ke


2) + Accumulative PV thn ke 1
= USD 3,889,437 + USD -22,433,418 = USD
-18,543,980
NPV = jumlah total PV tahun ke 0 sampai tahun
ke 21 = USD 12,640,110
IRR = 15,71%
PBP = 8 + = 8 + 0.46 = 8.46 tahun
Formula Excell NPV =NPV(interest rate;cash flow
thn1 hingga terakhir) + cash flow thn ke 0
Formula Excell IRR =IRR(cash flow thn ke 0
hingga terakhir)

Ketidakpastian
dari
variabel-variabel
ekonomi akan mempengaruhi tingkat
keakuratan analisis yang akan mengubah
kelayakan dari suatu proyek.

Kuantifikasi
ketidakpastian
investasi
dapat
dilakukan
dengan
melihat
bagaimana tingkat profitabilitas dalam
hal ini adalah NPV apabila variabelvariabel dalam perhitungan DCF analisis
mengalami perubahan.

Parameter-parameter
yang
menjadi
pertimbangan dalam analisis sensitivitas
antara lain:
Harga komoditas (product price)
Kapasitas produksi (production capacity)
Biaya modal (capital expenditure)
Biaya operasional (operational expenditure)
Nilai tukar dollar (exchange rate)
Biaya pengolahan dan pemurnian (treatment &
refining cost)

Akan berpengaruh terhadap revenue TCRC


untuk pengolahan slime, produk-produk
Au, Ag, Pt, Pd dan Se.
Untuk level sensitivitas 10 %:
Refining cost slime = USD 100 + USD 100
x 10% = USD 110
Revenue Treatment Cost Slime = 110
USD/ton x 1,800 ton/yr = 198,000
USD/yr

Harga komoditas (product price)


Akan berpengaruh terhadap revenue recovery dari
Au, Ag, Pt, Pd,Se dan slag Pb.
Product price baru = Product price awal +
Product price awal x sensitivitas Product
price
Misalnya untuk Au dengan sensitivitas product
price sebesar 10% dan -10%;
Untuk level sensitivitas 10 %:
Product price Au = 727.5 USD/oz + 727.5 USD/oz x
10% = 800.25 USD/oz
Untuk level sensitivitas -10 %:
Product price Au = 727.5 USD/oz - 727.5 USD/oz x
10% = 654.75 USD/oz

Akan berpengaruh terhadap pendapatan baik


TCRC maupun recovery dan terhadap biaya bahan
/ material habis.
Untuk level sensitivitas 10 %:
Kapasitas produksi = 2000 tpy + 2000 tpy x 10%
= 2200 tpy
Berat kering = 2200 tpy x 90% = 1980 tpy
Berat Au yg diolah = 1980 tpy x 1.15% = 22.77
tpy
Kebutuhan bahan kimia, bahan bakar dan listrik
dihitung untuk kapasitas 2000 tpy sehingga
dengan bertambahnya kapasitas pabrik menjadi
2200 tpy maka semua komponen bahan habis
dikalikan = 1.1

Akan berpengaruh terhadap biaya investasi yaitu


biaya pembelian tanah, pembangunan
infrastruktur pabrik dan bangunan.
Perubahan biaya investasi akan mengubah nilai
depresiasi per tahun sehingga akan berpengaruh
terhadap besarnya pajak pendapatan yang
dikeluarkan per tahunnya.
Untuk level sensitivitas 10 %:
Biaya pembelian tanah = USD 3,080,000 + USD
3,080,000 x 10% = USD 3,388,000
USD 3,388,000 - 0
Depresiasi tanah pada tahun 1 (2012)10=
= USD 338,800

Akan berpengaruh terhadap biaya


pegawai (Labor Cost), biaya jasa (Selling
Expenses), biaya lain (General and
Administration Cost), pajak dan retribusi
(Tax and Retribution), biaya pemasaran
(Marketing Cost).
Untuk level sensitivitas 10 %:
Biaya pegawai = USD 922,554 + USD
922,554 x 10% = USD 1,014,809.

Perubahan nilai tukar dollar akan


berpengaruh terhadap berbagai macam
komponen seperti biaya investasi, biaya
pegawai, jasa, pajak operasional pemasaran
dan lain-lain apabila dilakukan konversi nilai
biaya dari rupiah ke USD atau sebaliknya