Anda di halaman 1dari 21

Penghambatan Transport Aktif Glukosa

Transport aktif adalah pengangkutan lintas membran dengan menggunakan energy ATP, melibatkan pertukaran ion Na + dan K + (pompa ion) serta protein konstranspor yang akan membentuk ion Na + bersama molekul lain seperti asam amino dan gula. 1. Arahnya dari daerah berkonsentrasi tinggi ke konsentrasi rendah. 2. Energi diperlukan karena ada zat yang harus dipindahkan melawan kecenderungan alami berdifusi ke arah yang berlawanan. 3. Berbeda dengan difusi yang dapat berjalan kedua arah, transporaktif merupakan gerakan satu arah dan dipengaruhi oleh muatan listrik di dalam dan di luar sel. (Anonim, 2012). Transpor aktif glukosa dan peran insulin glukosa masuk ke dalam sel dapat melalui dua cara, difusi secara pasif dan transpor aktif. Secara difusi pasif, masuknya glukosa tergantung pada perbedaan konsentrasi glukosa antara media ekstraseluler dan di dalam sel. Secara transpor aktif, insulin berperan sebagai pasilisator pada jaringan-jaringan tertentu.Insulin merupakan hormon anabolik utama yang meningkatkan cadangan energi. (Anonim, 2012). Pada semua sel, insulin meningkatkan kerja enzim yang merubah glukosa menjadi bentuk cadangan energi yang lebih stabil (glikogen). Kekurangan insulin pada jaringan yang membutuhkannya (jaringan adipose, otot rangka, otot jantung, otot polos) dapat mengakibatkan sel kekurangan glukosa sehingga sel memperoleh energi dan asam lemak bebas dan menghasilkan metabolitketon (ketosis). (Anonim,

2012).

Transpor glukosa pada epitel usus menggunakan coupled transport. Coupled transpor yaitu transpor yang terjadi dengan mendapat energi dari molekul lain, dengan molekul yang pindah ada 2 dan searah. Sehingga untuk transpor glukosa dibutuhkan Na + agar masuk dari lumen ke epitel usus. Saat ATP dipecah oleh ATPase menjadi ADP + PI, akan mengcouple energi untuk masuk Na + dan glukosa dan lumen membran basalis, sehingga sistem transpor glukosa juga dapat disebut transpor aktif sekunder. (Anonim, 2012). Salah satu fungsi dari membran sel adalah sebagai lalu lintas molekul dan ion secara dua arah. Molekul yang dapat melewati membran sel antara lain, ialah molekul hidrofobik (CO 2 , O 2 ) dan molekul polar dengan ukuran besar (glukosa), ion dan substansi hidrofilik membutuhkan mekanisme khusus agar dapat masuk ke

dalam sel, sementara molekul dengan ukuran sangat kecil (air, etanol). (Anonim,

2012).

Banyaknya molekul yang masuk dan keluar membran menyebabkan terciptanya lalu lintas membran. Lalu lintas membran digolongkan menjadi dua cara, yaitu dengan transport pasif untuk molekul-molekul yang mampu melalui membran tanpa mekanisme khusus dan transpor aktif untuk molekul yang membutuhkan mekanisme khusus. (Anonim, 2012).

  • 1. Transpor Pasif Transpor pasif merupakan suatu perpindahan molekul menuruni gradient konsentrasinya. Transport pasif ini bersifat spontan. Difusi, osmosis, dan difusi terfasilitasi merupakan contoh dari transport pasif.Difusi ini terjadi akibat gerak termal yang meningkatkan entropi atau ketidakteraturan sehingga menyebabkan campuran yang lebih acak. Difusi akan berlanjut selama respirasi selular yang mengkomsumsi O 2 masuk. Osmosis merupakan difusi pelarut melintasi membran selektif yang arah perpindahannya ditentukan oleh benda konsentrasi zat terlarut total. Difusi terfasilitasi juga msih dianggap ke dalam transport pasif karena zat terlarut berpindah menurut gradient konsentrasinya.

    • a. Difusi Difusi adalah peristiwa mengalaminya berpindahnya suatu zat dalam pelarut dari bagian konsentrasi tinggi ke bagian yang berkonsentrasi rendah.Contoh yang sederhana adalah pemberian gula pada cairan teh tawar. Lambat laun cairan menjadi manis. Contoh lain adalah uap air dari cerek yang berdifusi dalam udara.

    • b. Osmosis

Osmosis adalah perpindahan air melalui membran permeable selektif dari bagian yang lebih encer ke bagian yang lebih pekat.

  • c. Transpor Lintas Membran Proses transport melalui membran terjadi melalui dua mekanisme, yaitu transport aktif dan pasif. Transpor pasif terjadi tanpa memerlukan energi. Sedangkan transport aktif memerlukan energi.

  • d. Difusi Terfasilitasi Transpor dengan cara difusi fasilitasi mempunyai perbedaan dengan difusi sederhana yaitu difusi fasilitas terjadi melalui carrier spesifik dan difusi ini mempunyai kecepatan transport maksimum. Suatu bahan yang akan ditranspor

lewat cara ini akan terikat lebih dahulu dengan carrier protein yang spesifik dan ikatan ini membuka channel tertentu untuk membawa ikatan ini ke dalam sel.

  • e. Transpor Ion Channel Transpor lewat ion channel khusus bagi ion-ion yang sulit ditranspor secara difusi akibat muatan listriknya.Ion channel ini mempunyai sifat yang sangat selektif dan terbukanya channel tersebut akibat potensial listrik sepanjang membrane sel dan melalui ikatan channel dengan hormone atau neurotransmitter. 2. Transpor Aktif Transpor aktif merupakan kebalikan dari transport pasif dan bersifat tidak spontan. Arah perpindahan dari transport ini melalui gradient konsentrasi. Transport aktif membutuhkan beberapa protein. Contoh protein yang terlibat dalam transport aktif ialah channel protein dan cairan protein, serta ionephor. Transpor aktif primer memakai energi langsung dari ATP misalnya pada Na-K pump dan Ca pump. Pada Na-K pump, 3 Na akan di pump keluar sel sedangkan 2 K akan di pompa ke dalam sel. Pada Ca pump, Ca akan dipompa keluar sel agar konsentrasi Ca dalam sel rendah.

  • a. Transpor Sekunder Co- Transpor Pada transport sekunder Co-transpor, glukosa atau asam amino akan ditranspor masuk ke dalam sel mengikut masuknya Natrium. Natrium yang masuk akibat perbedaan konsentrasi mengikutkan glukosa atau asam amino ke dalam sel meskipun asam amino atau glukosa di dalam sel kosentrasinya lebih tinggi dari luar sel, tetapi glukosa ini memakai energy dari Na (akibat perbedaan konsentrasi Na) sehingga glukosa ditranspor secara sekunder Co-transpor.

  • b. Transpor Sekunder Counter- Transpor

Pada proses counter transport, masuknya ion Na akan menyebabkan bahan lain ditranspor keluar. Na-H extrogen berperan mengatur konsentrasi ion Na dan hydrogen dalam tubulus proksimal ginjal, sehingga turut mengatur pH dalam sel.

TRANSPORT AKTIF

   
Transpor aktif adalah pengangkutan lintas membran dengan menggunakan energi ATP, melibatkan pertukaran ion Na+ dan K+
 
Transpor aktif adalah pengangkutan lintas membran dengan menggunakan energi ATP, melibatkan pertukaran ion Na+ dan K+

Transpor aktif adalah pengangkutan lintas membran dengan menggunakan energi ATP, melibatkan pertukaran ion Na+ dan K+ (pompa ion) serta protein kontraspor yang akan mengangkut ion Na+ bersama melekul lain seperti asam amino dan gula.

Arahnya

dari

daerah

berkonsentrasi tinggi ke

konsentrasi rendah. Misal perpindahan air

dari korteks

ke

stele

melalui

endodermis yang tekanan osmotiknya rendah Transpor aktif merupakan transpor yang mengkonsumsi atau menggunakan energi untuk mengeluarkan dan/atau memasukkan ion-ion dan molekul melalui membran sel, melawan perbedaan konsentrasi . gradasi konsentrasi

Ini menunjukkan, bahwa sel pada suatu waktu tidak dapat hanya mengandalkan difusi dan osmosis untuk memperoleh keperluan hidupnya , namun juga perlu memasukkan materi secara transport altif yang mengabaikan osmosis dan difusi

Energi

diperlukan

karena

ada

zat

yang harus

dipindahkan melawan kecenderungan alami berdifusi ke arah yang berlawanan.

Berbeda dengan difusi yang dapat berjalan ke dua arah, transpor aktif merupakan gerakan satu arah dan dipengaruhi oleh muatan listrik di dalam dan di luar sel.

Muatan listrik ini terutama ditentukan oleh ion-ion Natrium (Na+), Kalium (K+), dan ion klor (Cl-). Keluar masuknya ion Na+, dan K+ dilakukan oleh pompa natrium- kalium (pompa Na+-K-) dengan menggunakan energi yang diperoleh dari ATP (adenosin triphospate).

Pompa Na+- K- bekerja memompa ion Na+ ke luar sel dan memasukkan ion K- ke dalam sel.

Konsentrasi ion K+ yang tinggi diperlukan untuk sintesis protein, glikosis, fotosintesis dan proses vital lainnya.

Keberadaan

ion-ion

Na+

dan

K+

penting untuk

mengendalikan pengaturan osmosis, mempertahankan kegiatan listrik dalam sel saraf dan memacu transpor aktif bagi zat-zat lain seperti glukosa dan asam amino.

Dalam beberapa hal, kombinasi antara transpor aktif dan difusi dapat terjadi.

 

Transpor aktif terjadi melawan

kemiringan

konsentrasi,

sehingga

melibatkan

energi.

Transpor

aktif

melibatkan

reseptor

dan

transporter.

Transpor aktif terdiri dari :

 
  • 1. Uniport, jika macam zat dan arahnya satu.

 
  • 2. Symport, jika macam zat dua dan arah sama.

  • 3. Antiport, jika macam zat dua dan arah berbeda.

 
Transport pasif merupakan transport ion, molekul, dan senyawa yang tidak memerlukan energi untuk melewati membran plasma.
 

Transport pasif merupakan transport ion, molekul, dan senyawa yang tidak memerlukan energi untuk melewati membran plasma. Transport pasif mencakup osmosis dan difusi.

Difusi dibedakan menjadi difusi dipermudah dengan

saluran

protein

dan

difusi

dipermudah

dengan

protein

pembawa.

Osmosis

adalah

kasus

khusus

dari

transpor

pasif,

dimana molekul air berdifusi melewati membran yang bersifat selektif permeabel.

Dalam

sistem

osmosis,

dikenal

larutan

hipertonik

(larutan yang mempunyai konsentrasi terlarut tinggi), larutan hipotonik (larutan dengan konsentrasi terlarut rendah), dan larutan isotonik (dua larutan yang mempunyai konsentrasi terlarut sama).

Jika

terdapat

dua

larutan

yang

tidak

sama

konsentrasinya, maka molekul air melewati membran sampai kedua larutan seimbang.

Dalam

proses

osmosis,

pada

larutan

hipertonik,

sebagian besar molekul air terikat (tertarik) ke molekul gula (terlarut), sehingga hanya sedikit molekul air yang bebas dan bisa melewati membran.

Sedangkan pada larutan hipotonik, memiliki lebih banyak molekul air yang bebas (tidak terikat oleh molekul terlarut), sehingga lebih banyak molekul air yang melewati membran.

Oleh sebab itu, dalam osmosis aliran netto molekul air adalah dari larutan hipotonik ke hipertonik.

Proses osmosis juga terjadi pada sel hidup di alam. Perubahan bentuk sel terjadi jika terdapat pada larutan yang berbeda.

Sel

yang

terletak

pada

larutan

isotonik, maka

volumenya akan konstan. Dalam hal ini, sel akan mendapat dan kehilangan air yang sama.

Banyak

hewan-hewan

laut,

seperti

bintang

laut

(Echinodermata) dan kepiting (Arthropoda) cairan selnya bersifat isotonik dengan lingkungannya.

Jika sel terdapat pada larutan yang hipotonik, maka sel tersebut akan mendapatkan banyak air, sehingga bisa menyebabkan lisis (pada sel hewan), atau turgiditas tinggi (pada sel tumbuhan).

Sebaliknya, jika sel berada pada larutan hipertonik,

maka sel banyak kehilangan molekul air, sehingga sel menjadi kecil dan dapat menyebabkan kematian. Pada hewan, untuk bisa bertahan dalam lingkungan yang hipo- atau hipertonik, maka diperlukan pengaturan keseimbangan air, yaitu dalam proses osmoregulasi.

 

DIFUSI

DIFUSI  Difusi (transpor pasif) Zat berdifusi menurut perbedaan konsentrasi, jadi tidak memerlukan energi (ATP) terjadi
 

Difusi (transpor pasif) Zat berdifusi menurut perbedaan konsentrasi, jadi tidak memerlukan energi (ATP) terjadi alamiah

Difusi bebas (langsung) Yaitu tidak memerlukan protein carrier dengan menggunakan prinsip kerja menyeimbangkan konsentrasi zat.

Zat yang berdifusi langsung adalah zat yang larut dalam lemak, O2, CO2 dan N2, juga zat lain yang bermolekul kecil seperti CO2, air, etanol, gliserol, dan urea.

Difusi

berfasilitas

Difusi

berfasilitas

menggunakan

protein

dalam

pengangkutan

molekul

besar

dan

ion

anorganik yang tidak dapat diangklut melalui difusi langsung.

Protein tersebut terdiri atas reseptor dan trasporter Difusi berfasilitas juga bekerja berdasarkan kemiringan konsentrasi antara sitosol dan cairan interseluler.

 

Perbedaan antara transpor aktif dengan transpor pasif

 
 
  • 1. Transpor aktif memerlukan suatu energi, sedangkan

transpor pasif terjadi tidak memerlukan energi atau tanpa energi.

  • 2. Transpor aktif bersifat melawan gradien konsentrasi

sedangkan transpor pasif hanya diam.

  • 3. Transpor aktif terdiri melalui endositosis dan eksositosis,

sedangkan transpor pasif terdiri dari difusi, osmosis. Cytosis adalah transpor yang melibatkan membran pecah. Proses ini melibatkan lisosom, berarti zat dicerna dan ditranspor dalam vesikula.

Cytosis dibagi dua berdasarkan arah keluar-masuknya,

yaitu endocytosis dan exocytosis. Endocytosis, yaitu memasukkan zat.

Phagocytosis (makan, mencytosis zat dalam bentuk

padat), hal ini terjadi pada sel makrofaga dan leukosit inti polimorf, yang keduanya dibutuhkan dalam menjaga imunitas tubuh. Untuk diphagocytosis suatu zat harus memiliki reseptor khusus pada membran sel yang melekat pada tempat tertentu (binding site). Zat yang akan dimakan masuk ke dalam fogosom dan

bergabung dengan lisosom membentuk lisosom II dan terjadilah pencernaan, yang terderna berdifusi lewat membran lisosom ke dalam sitosol dan yang tak tercerna sebagai bahan residu di dalam lisosom. Pinocytosis (minum, mencytosis zat dalam bentuk cair

larutan atau suspensi), zat yang masuk ke dalam vesikula halus (pinosom) dan kemudian bergabung dengan lisosom I dan membentuk lisosom II, maka terjadilah pencernaan. Pinocytosis umum terjadi pada banyak sel tubuh.

Exocytosis, yaitu mengeluarkan zat yang berupa sekresi atau menggetahkan. Sekret ada yang disimpan dalam vesikula sekresi dan ada yang diexocytosis kalau dirangsang oleh sinyal ekstraseluler (aksi potensial, hormon, neurtransmitter) yang diikat oleh reseptor khusus membran, hal ini membuat kadar Ca2+ naik (yang berasal dari mitokondria atau RE), dan ini mendorong terjadi exocytosis.

Transpor tanpa lisosom, hal ini dikarenakan zat yang dicytosis tidak perlu dicerna. Ini terdapat pada sel endotel pembuluh kapiler darah.

Zat yang diendocytosis akan dilakukan exocytosis lagi, sehingga membran banyak yang berlobang

 

Proses Pergerakan Cairan Tubuh

 

Perpindahan air dan zat terlarut di antara bagian-bagian tubuh melibatkan mekanisme transpor pasif dan aktif.

Mekanisme transpor pasif tidak membutuhkan energi

sedangkan mekanisme transpor aktif membutuhkan energi. Difusi dan osmosis adalah mekanisme transpor pasif.

Sedangkan

mekanisme

transpor

aktif

berhubungan

 

dengan pompa Na-K yang memerlukan ATP.

Proses pergerakan cairan tubuh antar kompertemen dapat berlangsung secara:

 

1.

Osmosis

 Transpor tanpa lisosom, hal ini dikarenakan zat yang dicytosis tidak perlu dicerna. Ini terdapat pada
 

Osmosis adalah bergeraknya molekul (zat terlarut) melalui membran semipermeabel (permeabel selektif) dari

larutan berkadar lebih rendah menuju larutan berkadar lebih tinggi hingga kadarnya sama.

Seluruh membran sel dan kapiler permeabel terhadap

 

air,

sehingga

tekanan

osmotik

cairan

tubuh seluruh

kompartemen sama.

 

Membran semipermeabel ialah membran yang dapat dilalui air (pelarut), namun tidak dapat dilalui zat terlarut misalnya protein.

Tekanan osmotik plasma darah ialah 285+ 5 mOsm/L. Larutan dengan tekanan osmotik kira-kira sama disebut isotonik (NaCl 0,9%, Dekstrosa 5%, Ringer laktat).

Larutan dengan tekanan osmotik lebih rendah disebut

 

(akuades), sedangkan lebih tinggi disebut

hipotonik

hipertonik.

 

Jadi Difusi ialah proses bergeraknya molekul lewat pori- pori. Larutan akan bergerak dari konsentrasi tinggi ke arah larutan berkonsentrasi rendah.

Tekanan hidrostatik pembuluh darah juga mendorong air masuk berdifusi melewati pori-pori tersebut.

Jadi difusi tergantung kepada perbedaan konsentrasi

dan tekanan hidrostatik. Merupakan perpindahan molekul zat dari konsentrasi

tinggi

konsentrasi

ke

rendah sehingga konsentrasinya

menjadi sama yang berlangsung melalui membran atau tidak.

Zat yang berkonsentrasi tinggi disebut Hipertonis, zat

yang berkonsentrasi rendah disebut Hipotonis, sementara zat yang berkonsentrasi sama disebut Isotonis. contoh zat gas

(gas

baygon,parfum) , cair (sirup), dan padat

(kopi,susu,teh).

 
Difusi

Difusi

terbagi

menjadi

2,

yaitu

Difusi sederhana dan Difusi terfasilisasi

 
  • 1. Difusi Sederhana

=

difusi tanpa

melalui membran.

contohnya larutan gula dalam air.

 
  • 2. Difusi Terfasilisasi = difusi melalui membran dengan

bantuan protein pembantu yaitu protein integral. contohnya pembuatan telur asin, respirasi sel, dan membuat asinan buah.

Kecepatan difusi dipengaruhi oleh :

 
  • 1. Konsentrasi zat

-> semakin

tinggi konsentrasi zat,

semakin cepar terlarut.

 
  • 2. Ukuran molekul zat -> semakin kecil ukuran molekul

zat, semakin cepat proses difusi.

 
  • 3. Luas

bidang

permukaan

->

semakin

luas

bidang

permukaan, semakin lama larutnya.

 
  • 4. Suhu -> kecenderungan zat bergerak ke segala arah,

sehingga menimbulkan tekanan. semakin panas suhu, difusi

semakin cepat.

 

Pompa Natrium Kalium pada Transport aktif

 

Pompa

natrium

kalium

merupakan

suatu

proses

transpor yang

memompa

ion

natrium

keluar

melalui

membran sel dan pada saat bersamaan memompa ion kalium dari luar ke dalam.

Tujuan

dari

pompa

natrium

kalium

adalah

untuk

mencegah keadaan hiperosmolar di dalam sel.

 
 

NOTE

Endosmosis = proses masuknya air ke dalam sel akibat

sel berada pada lingkungan hipotonik. Eksosmosis = proses keluarnya air dari dalam sel akibat sel berada pada lingkungan hipertonik.

Hemolisis

=

sel

mengembang

dan

pecah

karena

mengalami endosmosis yang berlebihan.

 

Turgor = tekanan dinding sel.

yang

terjadi

antara isi

sel dengan

Krenasi eksosmosis.

=

penyusutan sel karena mengalami

Plasmolisis =

lepasnya membran sel dari dinding sel

akibat sel berada pada larutan hipertonik.

 
 

TRANSPORTASI ZAT

Pemahaman tentang transpor pasif (difusi, osmosis) dapat membantu mengatasi permasalahan dalam pertanian,

 

Misalnya, untuk menentukan dosis pupuk dan obat2 an yang aman untuk tanaman.

Jika dosis terlalu pekat, akan menimbulkan plasmolisis yang dapat mematikan tanaman.

Kita juga dapat mengetahui bahwa zat yang diberikan sebagai nutrien seharusnya berupa ion-ion yang mudah masuk ke dalam sel tanaman.

 

Zat-zat organik seperti gula dan protein tidak dapat masuk ke dalam sel karena zat tersebut berukuran besar.

Zat tersebut justru memicu plasmolisis dan akhirnya mematikan tanaman.

 

Pemahaman tentang transpor aktif juga dapat digunakan untuk memahami terjadinya berbagai penyakit, misalnya silikosis dan rematik.

 

EVALUASI

1. Suatu organel sel mempunyai ciri-ciri sebagai berikut:

 

Berbentuk kantong pipih yang bertumpuk, dapat mengeluarkan sekret atau lendir, Membentuk lisosom

Organel yang dimaksud adalah:

 
  • a. Retikulum endoplasma

  • b. Badan golgi

  • c. Badan mikro

  • d. Mitokondria

  • e. Plastida

2.

Reticulum endoplasma kasar, permukaannya ditempeli ribosom, sedangkan pada

reticulum endoplasma halus tidak ditempeli ribosom. Melihat dari strukturnya, fungsi dari

RE Kasar adalah ….

 
  • a. tempat perombakan kembali ribosom

  • b. tempat penyedia asam amino pada peristiwa translasi

  • c. menyalurkan hasil sintesis protein ke organel sel lainnya

  • d. saluran bahan anorganik dari luar sel menuju organel sel

  • e. mengendalikan proses sintesis protein

3.

Perhatikan gambar ini

 
Berdasarkan gambar penampang sel tumbuhan di samping, bagian sel yang tidak dijumpai pada sel hewan adalah

Berdasarkan gambar penampang sel tumbuhan di samping, bagian sel yang tidak dijumpai pada sel hewan adalah ….

  • a. A; B; dan C

  • b. A; B; dan D

  • c. A; B; dan F

  • d. C; E; dan G

  • e. D; F; dan G

4. Gambar disamping menunjukkan peristiwa osmosis, yang akan terjadi kemudian adalah …

  • a. air berpindah dari larutan hipertonis ke hipotonis

  • b. air tidak akan berpindah

  • c. air berpindah dari larutan hipotonis ke hipertonis

  • d. zat terlarut konsentrasi rendah berpindah ke zat terlarut konsentrasi tinggi

  • e. zat terlarut konsentrasi tinggi pindah ke zat pelarut konsentrasi tinggi

 

5.

Transport aktif merupakan peristiwa transportasi yang melawan gradien konsentrasi

dan membutuhkan sejumlah energi. Energi yang digunakan berasal dari ….

 
  • a. penarikan ion natrium

  • b. penarikan ion kalsium

  • c. penarikan ion klorida

  • d. penarikan ion kalium dan ATP

  • e. pemecahan adenosin tri phospat

6.

Fungsi dari membran lisosom adalah ….

  • a. memisahkan lingkungan asam untuk enzim lisosom dan pH netral sitoplasma

  • b. penghubung sitoplasma dengan membran inti

  • c. tempat alternatif terjadinya sintesis protein

  • d. melakukan transport aktif dan eksositosis

  • e. melakukan transport aktif dan sintesis protein

  • 7. Hasil pengamatan menggunakan mikroskop elektron, pada berbagai sel makhluk

hidup didapatkan organela;

  • 1. nucleus

 
  • 2. dinding sel

  • 3. membrane sel

  • 4. plastida

  • 5. mitokondria

  • 6. sentriol

  • 7. reticulum endoplasma

  • 8. lisosom

Organela yang hanya dapat ditemukan pada preparat sel tumbuhan adalah ….

 
  • a. 1, 2, 3, d. 4, 5, 7

  • b. 2, 4, 6 e. 5, 7, 8

  • c. 3, 6, 8

8.

Sel sebagai unit kehidupan terkecil memiliki sub unit yang bekerja sama untuk

menjalankan fungsinya yaitu organel sel. Pasangan organel sel dan fungsi yang benar

 

adalah …

  • A. Nukleus: Menyimpan dan mendistribusikan protein

 
  • B. Ribosom: Mengurai bahan kimia beracun

  • C. Mitokondria: Menghasilkan energi kimia untuk metabolisme

  • D. Golgi apparatus: Mengubah energi cahaya menjadi energi kimia

  • E. Lisosom: Mengatur tekanan osmotik di dalam sel

  • 9. Perhatikan beberapa organel berikut ini!

 
  • 1. membran sel

  • 2. dinding sel

  • 3. ribosom

  • 4. lisosom

  • 5. apparatus golgi

 
 
  • 6. sentrosom

  • 7. mitokondria

  • 8. reticulum endoplasma

 

Organel yang dimiliki oleh sel hewan dan sel tumbuhan adalah …

  • a. 1,2,5,6, dan 8

  • b. 1,3,5,7, dan 8

  • c. 2,3,4,6, dan 7

  • d. 2,4,5,6, dan 7

  • e. 2,5,6,7, dan 8

10. Dari tabel organel sel di bawah ini, pasangan yang tepat adalah… .. Organel Sel Struktur Fungsi

A Vakuola : Vesikel yang mengandung enzim katalase : Menjaga turgiditas dalam sel B Plastida : Bermembran rangkap,terdapat kloroplas : Sintesis protein

 
  • C Mikrotubul : berupa butiran kecil nucleoprotein yang tersebar dalam sitoplasma :

 

tempat metabolisme sitolistik

  • D RE kasar : Tersusun dari kantung pipih dan tabung yang berhubungan dengan

membrane inti : Tempat sintesis protein

E Lisosom : Vesikel yang terbentuk dari badan golgi : Mencerna makromolekul secara intraseluler

11.

Siswa melakukan pengamatan sel hewan dengan menggunakan mikroskop,

ditemukan struktur sel sebagai berikut:

organel yang berlabel x dan y berfungsi untuk ...

  • a. pembelahan sel dan pembuatan protein

  • b. pembelahan sel dan pembuatan ATP

  • c. sintesa protein dan sintesa ATP

  • d. mengatur pergerakan kromosom pada pembelahan sel dan pembuatan enzim

  • e. pencernaan intrasel dan sintesa lemak

12.

Dilakukan percobaan di laboratorium tentang transportasi lintas membrane. Tiap

tetes darah dimasukkan kedalam tiga beker glass berisi larutan Na Cl 10 %, aquadest

dan NaCl 6 %. Peristiwa yang terjadi pada tetes darah yang dimasukkan ke dalam larutan NaCl 10 % adalah…….

  • a. sel darah mengkerut mengalami krenasi

  • b. sel darah menggembung mengalami plasmolisis

  • c. sel darah menggembung mengalami krenasi

  • d. sel darah pecah mengalami hemolisis

  • e. sel darah mengkerut mengalami turgid

16.

Proses membrane plasma mengelilingi makromolekul di luar sel kemudian melipat,

membentuk vesikel masuk ke dalam sel bersamaan dengan suatu makromolekul,

merupakan peristiwa……

 
  • a. fagositosis

  • b. osmosis

  • c. eksositosis

  • d. endositosis

e.

transport pasif

 

17.

Struktur membran sel dapat digambarkan sebagai berikut.

Bagian yang dinyatakan sebagai lipidbilayer, glikoprotein dan protein integral secara berurutan adalah ....

  • a. 1-2-3

 
  • b. 1-2-4

  • c. 2-4-5

  • d. 6-2-4

  • e. 6-5-4

18.

Sebuah sel tumbuhan diletakkan ke dalam wadah yang berisi larutan tertentu.

Setelah beberapa saat ternyata terjadi perubahan seperti yang tampak pada gambar

berikut

 

Berdasarkan gambar maka yang terjadi pada peristiwa tersebut diatas adalah ....

  • a. Larutan bersifat isotonis, tidak terjadi perpindahan zat

  • b. Larutan bersifat hipertonis, sel mengalaami plasmolisis

  • c. Larutan bersifat hipotonis, sel mengalami plasmolisis

  • d. Larutan bersifat hipotonis, sel menjadi turgid

  • e. Larutan bersifat isoonis, sel mengalami plasmolisis

19.

Perhatikan gambar sel di bawah ini.

Gambar diatas adalah… ..

 
  • a. Sel tumbuhan karena memiliki dinding sel dan bentuknya tetap

  • b. Sel hewan karena memiliki alat gerak berupa flagellata

  • c. Sel prokariotik karena tidak memiliki membran nucleus

  • d. Sel eukariotik karena memiliki sitoplasma, ribosom dan dna

  • e. Sel virus karena bentuknya masih sangat sederhana

20.

Jika cairan pada sel tumbuhan memiliki konsentrasi 0,8 m untuk

mendemonstrasikan peristiwa plasmolisis maka kita dapat memasukkan sel pada

larutan berkonsentrasi ...

 
  • A. 0,4 m

 
  • B. 0,6 m

  • C. 0,8 m

  • D. 1,2 m

  • E. Air murni

Jawablah Pertanyaan di bawah ini

 
  • 1. Mengapa sel disebut unit terkecil dari kehidupan, bukankah masih terdapat

banyak organel-organel sel didalamnya? Jelaskan!

 
  • 2. Jelaskan perbedaan sel prokariotik dan eukariotik dan berikan contohnya.

  • 3. Jelaskan apa yang dimaksud dengan

a.terkanan turgor, b. plasmolisis, c.

krenasi

  • 4. Jelaskan perbedaan proses difusi dan osmosis.

  • 5. Berikan contoh aplikasi konsep difusi osmosis dalam kehidupan sehari-hari, serta

jelaskan arah perpindahan molekul-molekulnya

 

6.

7.

8.

adi, bagaimana proses transpor aktif terjadi? Ketika substansi yang telah secara aktif diangkut ke dan dari sel, ada khusus trans-membran protein yang mengakui substansi dan memungkinkan akses di seluruh membran ketika tidak sebaliknya. Ini akan terjadi karena baik itu adalah salah satu yang lapisan ganda lipid membran kedap atau karena sedang bergerak melawan arah gradien konsentrasi. Kasus terakhir, yang dikenal sebagai proses transportasi utama aktif umumnya memiliki protein yang terlibat di dalamnya sebagai pompa dan biasanya menggunakan energi kimia ATP. Kasus-kasus lain, yang biasanya memperoleh energi mereka melalui eksploitasi gradien elektrokimia yang hadir, yang dikenal sebagai transpor aktif sekunder dan melibatkan protein yang terpisah untuk membentuk saluran atau pori-pori melalui membran sel untuk memungkinkan bagian zat melalui membran sel. Baca lebih lanjut tentang fungsi membran sel.

9.

Kadang-kadang sistem transport satu zat dalam satu arah, sementara pada saat yang sama, co-mengangkut zat lain ke arah lain. Ini dikenal sebagai antiport. Symport adalah nama yang diberikan ke proses transportasi dimana dua substrat sedang diangkut dalam arah yang sama melintasi membran. Antiport dan symport berkaitan dengan transpor aktif sekunder, yaitu, salah satu dari dua zat diangkut ke arah gradien konsentrasi mereka

memanfaatkan energi yang berasal dari transportasi dari substansi kedua, umumnya sebuah proton, penurunan gradien konsentrasi.

  • 10. Partikel bergerak dari daerah konsentrasi rendah ke daerah konsentrasi tinggi, yaitu, dalam arah yang berlawanan seperti yang dilakukan oleh gradien konsentrasi, memerlukan kehadiran yang sangat spesifik trans-membran protein pembawa. Protein ini memiliki reseptor yang mengikat molekul tertentu, seperti glukosa dan dengan demikian, transportasi mereka ke dalam sel. Sebagai energi yang dibutuhkan untuk proses ini berlangsung, itu dikenal sebagai transpor aktif. Contoh transpor aktif termasuk transportasi natrium keluar dari sel dan kalium ke dalam sel, yang dilakukan oleh pompa natrium-kalium.

  • 11. Ini semua tentang proses transportasi aktif. Transpor aktif adalah proses yang sangat penting, seperti yang dibutuhkan oleh sel untuk mempertahankan negara normal homeostasis. Proses transpor aktif sering terjadi di dalam lapisan internal dari usus kecil. Pada tumbuhan, ada kebutuhan untuk menyerap garam mineral dari tanah namun garam- garam ini ada dalam konsentrasi yang sangat minimal. Aktif transportasi memungkinkan sel-sel untuk mengambil garam dari konsentrasi encer melawan arah gradien konsentrasi.