Anda di halaman 1dari 5

SONAR

Sonar merupakan singkatan dari Sound, Navigation, and Ranging. Sonar


digunakan untuk mengetahui penjalaran suara di dalam air.

Cara Kerja
Sonar merupakan sistem yang menggunakan gelombang suara bawah air yang dipancarkan dan
dipantulkan untuk mendeteksi dan menetapkan lokasi obyek di bawah laut atau untuk mengukur
jarak bawah laut. Sejauh ini sonar telah luas digunakan untuk mendeteksi kapal selam dan ranjau,
mendeteksi kedalaman, penangkapan ikan komersial, keselamatan penyelaman, dan komunikasi di
laut.
Cara kerja perlengkapan sonar adalah dengan mengirim gelombang suara bawah permukaan dan
kemudian menunggu untuk gelombang pantulan (echo). Data suara dipancar ulang
ke operator melalui pengeras suara atau ditayangkan pada monitor.

Dua Jenis Sonar

Sonar digolongkan menjadi 2 jenis. Yaitu sonar pasif dan sonar aktif. Sonar pasif
adalah sonar yang tidak dapat mengirim kembali sinyal yang keluar. Sedangkan
sonar aktif adalah sonar yang dapat memberi sinyal serta dapat
mengirimkannya kembali.

TIDE GAUGE

Tide gauge.
Merupakan perangkat untuk mengukur perubahan muka laut secara mekanik dan
otomatis. Alat ini memiliki sensor yang dapat mengukur ketinggian permukaan air

laut yang kemudian direkam ke dalam computer. Dengan alat ini pasang surut air laut
bisa terukur maka jika terjadi gempa atau tsunami bisa diketahui dengan cepat.

Tide gauge terdiri dari dua jenis yaitu :


A. Floating tide gauge (self registering)
Prinsip kerja alat ini berdasarkan naik turunnya permukaan air laut yang dapat
diketahui melalui pelampung yang dihubungkan dengan alat pencatat (recording
unit). Pengamatan pasut dengan alat ini banyak dilakukan, namun yang lebih
banyak dipakai adalah dengan cara rambu pasut.

B.Pressure tide gauge (self registering)


Prinsip kerja pressure tide gauge hampir sama dengan floating tide gauge, namun
perubahan naik-turunnya air laut direkam melalui perubahan tekanan pada dasar
laut yang dihubungkan dengan alat pencatat (recording unit). Alat ini dipasang
sedemikian rupa sehingga selalu berada di bawah permukaan air laut tersurut,
namun alat ini jarang sekali dipakai untuk pengamatan pasang surut.

CURRENT METER

Current Meter adalah alat yang dapat mengukur kecepatan arus laut dan arah arus
laut.Current-meter mekanik mengukur kecepatan dengan melakukan pengubahan
gerakan linear menjadi menjadi angular.Sebuah current-meter yang ideal harus
memiliki respon yang cepat dan konsisten dengan setiap perubahan yang terjadi
pada kecepatan air, dan harus secara akurat dan terpercaya sesuai dengan
komponen velositas. Juga harus tahan lama, mudah dilakukan pemeliharaan, dan
simpel digunakan dengan kondisi lingkungan yang berbeda-beda.
Prinsip kerja dari alat ukur kecepatan ini dengan mempergunakan hukum Faraday.
Dimana konduktor (air) menggerakkan daerah medan magnet (diubah dengan
kumparan berbeda kutub) yang menghasilkan voltase dengan adanya arus air. Jadi
secara umum ada tiga jenis yang sering dipergunakan saat ini, prinsip
electromagnetik dengan mengukur kecepatan mempergunakan hukum Faraday
dengan menyatakan bahwa air mengakibatkan perubahan medan magnetik yang
ada dalam bidang yang telah diatur sehingga menghasilkan tegangan yang berbeda
secara linear sebanding dengan kecepatan arus.
pengukuran kecepatan arus air disebut dengan Water current meter yang secara
prinsip kerja terbagi dalam tiga sistem, yaitu :
Sistem Pencacah Putaran, yaitu current meter yang mengkonversi kecepatan sudut
dari propeller atau baling-baling kedalam kecepatan linear. Biasanya jenis ini
mempunyai kisaran pengukuran antara 0,03 sampai 10 m/s.
Sistem Elektromagnetik, pada sistem ini air dianggap sebagai konduktor yang
mengalir melalui medan mamgnentik. Perubahan pada tegangan diterjemahkan
kedalam kecepatan.
Sistem Akustik, pada sistem ini digunakan prinsip Dopler pada transduser, juga
biasanya berperan sekaligus sebagai receiver, yang memancarkan pulsa-pulsa
pendek pada frekuensi tertentu. Pulsa-pulas direfleksikan ataupun disebarkan oleh
partikel-partikel dalam air dan terjadi pergeseran frekuensi dari yang diterima
kembali oleh receiver, dimana hal tersebut dapat diukur sebagai kecepatan arus air.