Anda di halaman 1dari 6

SATUAN ACARA PENYULUHAN

PPOK

Di susun oleh :
Isnaeni Nurusyarifah
(P17420213055)
II B

KEMENTRIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA


POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES SEMARANG
PRODI DIII KEPERAWATAN PURWOKERTO
2014

SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP)


TONSILITIS

Pokok Bahasan

: Penyakit pernafasan

Sub pokok bahasan

: PPOK

Sasaran

: Mahasiswa kelas IIB

Hari / Tanggal

: 28 Oktober 2014

Waktu

: 08.00 08.05 WIB (5 menit)

Tempat

: Ruang kelas IIB Poltekkes kampus 8

Penyuluh

: Isnaeni Nurusyarifah

I. Tujuan Instruksional
A. Tujuan Instruksional Umum (TIU)
Setelah mengikuti kegiatan penyuluhan kesehatan selama 5 menit, diharapkan peserta
mampu mengerti dan memahami tentang penyakit PPOK sehingga dapat melakukan
pencegahan dini.
B. Tujuan Instruksional Khusus (TIK)
Setelah mendapatkan penyuluhan kesehatan selama 5 menit, diharapkan peserta
mampu menyebutkan:
1. Pengertian PPOK
2. Penyebab PPOK
3. Tanda dan gejala PPOK
Materi Penyuluhan
1. Pengertian PPOK
2. Penyebab PPOK
3. Tanda dan gejala PPOK

III. Metode Penyampaian Informasi


1.

Ceramah

IV. Media dan Alat yang digunakan

1. Power Point (PPT)

V.

Kegiatan
No

Waktu
1.

Menit

Kegiatan Penyuluh

Kegiatan Peserta

Pembukaan :

Menjawab salam

Mendengarkan dan

Memberi salam
Memperkenalkan diri
Menjelaskan tujuan penyuluhan
Menyebutkan materi/pokok bahasan

memperhatikan

yang akan disampaikan

2.

3 menit

Pelaksanaan :

Menyimak dan

memperhatikan

Menjelaskan materi penyuluhan


secara berurutan dan teratur.
Materi :

1.

Pengertian PPOK

2.

Penyebab PPOK

3. Tanda dan gejala PPOK

3.

1 menit

Penutup

Peserta

Menyampaikan terima kasih atas

memperhatikan

perhatian dan waktu yang telah

Menjawab salam

diberikan kepada peserta


Mengucapkan salam

VI. Evaluasi
a. Cara

: Lisan

b. Jenis

: Pertanyaan terbuka

c. Waktu

: Setelah dilakukan penyuluhan

d. Soal

1.

Sebutkan pengertian PPOK?

2.

Sebutkan penyebab PPOK?

3.

Sebutkan tanda dan gejala PPOK?

VII. Referensi / Sumber yang digunakan


1. http://www.klikparu.com/2013/02/penyakit-paru-obstruktif-kronik-ppok.html
2. kamuskesehatan.com/arti/penyakit-paru-obstruktif-kronis/

Purwokerto, 27 Oktober 2014


Menyetujui
Pembimbing

Subandyo, S.Pd., S.Kep., Ns., M.Kes

Mahasiswa/penyuluh

Isnaeni Nurusyarifah
NIM. P17420213055

LAMPIRAN MATERI PPOK


1. Pengertian PPOK
PPOK adalah penyakit paru kronik yang ditandai oleh hambatan aliran udara di
saluran napas yang bersifat progresif nonreversibel atau reversibel parsial. PPOK terdiri
atas bronkitis kronis dan emfisema atau gabungan keduanya. Bronkitis kronis adalah
kelainan saluran napas yang ditandai oleh batuk kronik berdahak minimal 3 bulan dalam

setahun, sekurang-kurangnya dua tahun berturut-turut, tidak disebabkan penyakit lainnya.


Emfisema adalah kelainan anatomis paru yang ditandai oleh pelebaran rongga udara
distal bronkiolus terminal, disertai kerusakan dinding alveoli.
2. Penyebab PPOK
a. Merokok
Merokok merupakan candu bagi setiap orang terutama para kaum adam. Di
Amerika Serikat, 80 sampai 90% kasus PPOK disebabkan oleh merokok. Paparan
asap rokok diukur dalam paket-tahun, rata-rata jumlah rokok yang dihisap paket
harian dikalikan dengan jumlah tahun merokok. Tidak semua perokok akan
mengembangkan PPOK, namun perokok terus menerus memiliki setidaknya risiko
25% setelah 25 tahun. Kemungkinan mengembangkan PPOK meningkat dengan
bertambahnya usia dengan meningkatnya paparan asap kumulatif.
b. Pekerjaan eksposur
Paparan intens dan berkepanjangan untuk debu tempat kerja ditemukan di
pertambangan batubara, pertambangan emas, dan industri tekstil kapas dan bahan
kimia seperti kadmium, isosianat, dan asap dari pengelasan telah terlibat dalam
pengembangan obstruksi aliran udara, bahkan dalam bukan perokok. Pekerja yang
merokok dan terpapar partikel dan gas bahkan lebih mungkin untuk mengembangkan
PPOK. Paparan debu silika intens menyebabkan silikosis, penyakit paru restriktif
berbeda dari PPOK, namun, paparan debu silika kurang intens telah dikaitkan dengan
kondisi seperti PPOK. Efek polutan kerja pada paru-paru secara substansial
tampaknya kurang penting dibandingkan pengaruh merokok.
c. Polusi udara
Di perkotaan polusi udara dapat menjadi faktor yang berkontribusi untuk PPOK
karena dianggap memperlambat pertumbuhan normal paru-paru meskipun penelitian
jangka panjang diperlukan untuk mengkonfirmasi link belum dilakukan. Di banyak
negara berkembang polusi udara dalam ruangan dari asap api memasak (sering
menggunakan bahan bakar biomassa seperti kayu dan kotoran hewan) adalah
penyebab umum dari PPOK, terutama pada wanita.
d. Genetika
Beberapa faktor di samping paparan asap tebal diperlukan bagi seseorang untuk
mengembangkan PPOK. Faktor ini mungkin merupakan kerentanan genetik.
Perbedaan genetik yang membuat paru-paru beberapa orang rentan terhadap efek dari

asap tembakau sebagian besar tidak diketahui. Alpha 1-antitrypsin adalah suatu
kondisi genetik yang bertanggung jawab untuk sekitar 2% dari kasus PPOK. Dalam
kondisi ini, tubuh tidak membuat cukup protein, alpha 1-antitripsin. Alpha 1antitripsin melindungi paru-paru dari kerusakan yang disebabkan oleh enzim
protease, seperti elastase dan tripsin, yang dapat dirilis sebagai hasil dari respon
inflamasi terhadap asap tembakau.
3. Tanda dan Gejala PPOK
Gejala PPOK terutama berkaitan dengan respirasi. Keluhan respirasi
ini harus diperiksa dengan teliti karena seringkali dianggap sebagai
gejala yang biasa terjadi pada proses penuaan.
a. Batuk kronik
Batuk kronik adalah batuk hilang timbul selama 3 bulan yang tidak
hilang dengan pengobatan yang diberikan
b. Berdahak kronik
Kadang kadang pasien menyatakan hanya berdahak terus menerus
tanpa disertai batuk
c. Sesak nafas, terutama pada saat melakukan aktivitas
Seringkali pasien sudah mengalami adaptasi dengan sesak nafas
yang bersifat progressif lambat sehingga sesak ini tidak dikeluhkan.
Anamnesis harus dilakukan dengan teliti, gunakan ukuran sesak
napas sesuai skala sesak