Anda di halaman 1dari 6

SOAL :

1. Jelaskan menurut pendapat saudara; apa yang saudara ketahui tentang


kebijaksanaan dan peraturan perundang-undangan?
2. Jelaskan mengapa koordinasi dalam penyelenggaraan pemerintah itu penting; dan
apa yang harus dilakukan dalam koordinasi?
3. Jelaskan sejauhmana pentingnya kehumasan pemerintahan menururt pendapat
saudara; dan bagaimana peran PNS/ASN dalam ketatalaksanaan pemerintahan?
JAWAB:
1. Apa yang dimaksud tentang kebijaksanaan:
Kebijaksanaan pada dasarnya merupakan ketentuan-ketentuan yang harus dijadikan
pedoman, pegangan atau petunjuk, cara bagi setiap usaha dan kegiatan Aparatur
Pemerintah; sehingga tercapai suatu kelancaran dan keterpaduan dalam mencapai
tujuan tertentu.
Hal tersebut juga sesuai dengan pendapat dari Nugroho (2004:1-7) yang
menjelaskan kebijakan sebagai suatu aturan yang mengatur kehidupan bersama
yang harus ditaati dan berlaku mengikat seluruh warganya. Setiap pelanggaran akan
diberi sanksi sesuai dengan bobot pelanggarannya yang dilakukan dan sanksi
dijatuhkan didepan masyarakat oleh lembaga yang mempunyai tugas menjatuhkan
sanksi. Selain itu ada juga definisi tentang kebijakan menururt Thomas Dye
Winarno (2012:20) menyebutkan kebijakan sebagai pilihan pemerintah untuk
melakukan atau tidak melakukan sesuatu (whatever government chooses to do or
not to do).
Dari pengeetian diatas dapat saya simpulkan bahwa Kebijaksanaan adalah suatu
aturan yang dibuat pemerintah untuk mengatur kehidupan warga negara dan juga
sebagai pedoman pelaksanaan setiap kegiatan yang dilakukan oleh aparatur
pemerintah sehingga dalam proses pencapaian tujuan yang telah ditetapkan akan
berjalan lancar.
Adapun tingkatan-tingkatan kebijaksanaan meliputi:
1. Kebijaksanaan Nasional
Kebijaksanaan Nasional merupakan kebijaksanaan Negara yang bersifat
fundamental dan strategis dalam pencapaian tujuan nasional/negara
sebagaimana

tertera

dalam

UUD

1945.

Wewenang

menetapkan

Uji Kompetensi Dasar IV Sistem Administrasi Negara (SANRI)

kebijaksanaan nasioanal ada di tangan MPR, dan Presiden bersama DPR.


Kebijaksanaan nasional yang tertulis berbentuk peraturan perundangundangan bisa berupa Undang-Undang Dasar, dan Undang Undang.
2. Kebijaksanaan Umum
Kebijaksanaan umum merupakan kebijaksanaan Presiden yang lingkupnya
menyeluruh bersifat nasional dan berupa penggarisan ketentuan ketentuan
yang bersifat makro strategis dalam rangka pelaksanaan tugas umum
pemerintahan dan pembangunan sebagai pelaksanaan UUD, dan UU guna
mencapai tujuan nasional. Wewenang penetapan kebijaksanaan umum
sepenuhnya ada pada Presiden. Kebijaksanaan umum yang tertulis dalam
bentuk peraturan perundang-undangan dapat berupa Peraturan Pemerintah,
Keputusan Presiden.
3. Kebijaksanaan Pelaksanaan
Kebijaksanaan pelaksanaan merupakan penjabaran dari kebijaksanaan
umum sebagai strategi pelaksanaan dalam suatu tugas umum pemerintahan
dan pembangunan. Wewenang penetapan kebijaksanaan pelaksanaan ada
pada Menteri/ Pejabat lain yang setingkat Menteri dan Pimpinan LPND,
sesuai dengan kebijaksanaan pada tingkat atasnya dan peraturan perundangundangan yang berlaku. Kebijaksanaan pelaksanaan yang tertulis dalam
bentuk peraturan perundang-undangan dapat berupa Peraturan, Keputusan
atau Instruksi dari Pejabat yang bersangkutan.
4. Kebijaksanaan Teknis
Kebijaksanaan teknis merupakan panjabaran dari kebijaksanaan pelaksanaan
yang memuat pengaturan teknis dan administratif dari bidang tugas umum
pemerintahan dan pembangunan. Oleh karena isi dan jiwa kebijaksanaan
teknis ini sudah bersifat pengaturan pelaksanaan

secara teknis dan

administratif, lazim disebut pedoman pelaksanaan. Wewenang penetapan


kebijaksanaan teknis ini terletak di tangan para Direktur Jenderal dan juga
oleh Pimpinan LPND. Bentuk kebijaksanan teknis dapat berupa peraturan,
keputusan, instruksi atau Surat Edaran dari pejabat yang bersangkutan.
Apa yang dimaksud tentang peraturan perundang-undangan:

Uji Kompetensi Dasar IV Sistem Administrasi Negara (SANRI)

Peraturan Perundang-undangan pada hakekatnya merupakan salah satu bentuk


kebijaksanaan tertulis yang bersifat pengaturan (regelan) yang dibuat oleh Aparatur
Negara mulai dari MPR sampai dengan Direktur Jenderal pada lingkup Nasional,
dan Gubernur/Bupati dengan DPRD pada tingkat daerah.

Berdasarkan Pasal 1 butir 2 UU Nomor 10 Tahun 2004 tentang Pembentukan


Peraturan Perundang-Undangan menyatakan bahwa yang dimaksud dengan
Peraturan Perundang-undangan adalah peraturan tertulis yang dibentuk oleh
lembaga negara atau pejabat yang berwenang dan mengikat secara umum.
(http://portal.mahkamahkonstitusi.go.id)

Berdasarkan Pasal 1 butir 2 UU No. 12 Tahun 2011 tentang Pembentukan


Peraturan Perundang-Undangan menyatakan bahwa peraturanperundangundangan adalah peraturan tertulis yang memuat norma hukum yang
mengikat secara umum dan dibentuk atau ditetapkan oleh lembaga negara
atau pejabat yang berwenang melalui prosedur yang ditetapkan dalam
Peraturan Perundang-undangan. (http://www.hukumonline.com)

Dari uraian tersebut, dapat disimpulkan bahwa peraturan perundangan-undangan


adalah semua peraturan tertulis yang memuat norma hukum yang mengikat secara
umum dan dibentuk atau ditetapkan oleh lembaga negara atau pejabat yang
berwenang melalui prosedur yang telah ditetapkan

2. Mengapa koordinasi dalam penyelenggaraan pemerintah itu penting:


Koordinasi dalam pemerintahan dapat dirumuskan sebagai fungsi suatu Aparatur
Pemerintah untuk memadukan serta menyerasikan dan menyelaraskan berbagai
kepentingan dan kegiatan yang saling berkaitan beserta segenap gerak, langkah dan
waktunya, dalam

rangka pencapaian tujuan dan sasaran bersama yang akan

dicapai.
Di dalam Pemerintahan (Kementerian, Lembaga Pemerintah Non Kementerian
/LPND) atau instansi pemerintah lainnya sebagai suatu organisasi juga mempunyai
tujuan. Untuk mencapai tujuannya seluruh aparat dan bagian yang ada di dalamnya
atau pihak-pihak yang terkait perlu mengadakan koordinasi dan hubungan kerja.
Bahkan lebih dari itu, semua bagian harus bergerak sebagai satu kesatuan yang
terkoordinasi.
Uji Kompetensi Dasar IV Sistem Administrasi Negara (SANRI)

Koordinasi disini menjadi sangat penting keberadaanya karena fungsinya sebagai


pengaturan atau penataan beragam elemen ke dalam suatu pengoperasian yang
terpadu dan harmonis. Kesuksesan koordinasi akan menciptakan keharmonisan dan
keselarasan seluruh kegiatan untuk mencapai tujuan yang diharapkan, sehingga
beban tiap bagian menjadi serasi, selaras dan seimbang. Disamping itu koordinasi
sangat dibutuhkan pada saat pekerjaan yang insidentil dan tidak rutin serta kegiatan
yang tidak direncanakna. Kebutuhan akan koordinasi tidak dapat dihindarkan
karena setiap organisasi pasti mempunyai unit-unit atau satuan-satuan organisasi
yang mempunyai fungsi berbeda-beda tetapi mempunyai hubungan yang saling
ketergantungan.
Ada beberapa alasan yang membuat koordinasi itu menjadi penting, yaitu:
1. Untuk mencegah terjadinya kekacauan, tumpang tindih, dan kekosongan
pada suatu pekerjaan.
2. Agar orang-orang dan pekerjaannya di selaraskan serta diarahkan untuk
pencapaian tujuan perusahaan/instansi
3. Supaya semua tugas, kegiatan, dan pekerjaan terintegrasi kepada sasaran
yang diinginkan.
Apa yang harus dilakukan dalam koordinasi:
1.

Perlu ditentukan secara jelas siapa atau satuan kerja mana yang secara
fungsional berwenang dan bertanggung jawab atas suatu masalah

2.

Pejabat atau instansi yang secara fungsional berwenang dan bertanggung


jawab

mengenai

suatu

masalah,

berkewajiban

memprakarsai

dan

mengkoordinasikan
3.

Perlu dirumuskan secara jelas wewenang, tanggung jawab dan tugastugas satuan kerja

4.

Perlu dirumuskan program kerja organisasi yang jelas memperlihatkan


keserasian kegiatan diantara satuan kerja

5.

Perlu dikembangkan komunikasi timbal balik untuk menciptakan


kesatuan bahasa dan kerjasama

6.

Sudah harus dimulai pada saat perumusan kebijaksanaan

7.

Pejabat yang berwenang mengkoordinasikan perlu mempunyai jiwa


kepemimpinan yang efektif.

Uji Kompetensi Dasar IV Sistem Administrasi Negara (SANRI)

3. Sejauhmana pentingnya kehumasan pemerintahan:

DAFTAR PUSTAKA

Hadi, Ilham. 2012. Perbedaan Undang-Undang Dengan Peraturan PerundangUndangan.

Diperoleh

pada

17

Desember

2014,

dari

http://www.hukumonline.com/klinik/detail/lt5094bd4fc0c40/perbedaanundang-undang-dengan-peraturan-perundang-undangan
Is Hadri Utomo. 2014. Bahan Presentasi : Ketatalaksanaan Pemerintahan Di
Indonesia. Universitas Sebelas Maret.

Uji Kompetensi Dasar IV Sistem Administrasi Negara (SANRI)

Peraturan

Perundangan.

Diperoleh

pada

17

Desember

2014,

dari

http://portal.mahkamahkonstitusi.go.id/eLaw/peraturan_perundangan.php
Susilo, Budi. 2014. Apa dan Mengapa Harus Koordinasi?. Diperoleh pada 17
Desember 2014, dari http://www.bppk.kemenkeu.go.id/publikasi/artikel/168artikel-pengembangan-sdm/19963-apa-dan-mengapa-harus-koordinasi-bagian1
Winarno, Budi. 2012. KEBIJAKAN PUBLIK: Teori, Proses, dan Studi Kasus.
Yogyakarta: CAPS

Uji Kompetensi Dasar IV Sistem Administrasi Negara (SANRI)