Anda di halaman 1dari 9

Spesifikasi Teknik Pekerjaan Galian

3.
3.2

PEKERJAAN GALIAN

Klasifikasi Pekerjaan Penggalian


(1)

Pekerjaan Galian Batu


Penggalian batu atau Boulder atau bongkahan/potongan batu
yang terpisah dimana volumenya melebihi 1.0 m3, dilakukan
dengan alat berat bulldozer D8 yang dilengkapi ripper tunggal
atau

penggalian

yang

membutuhkan

pengeboran

dan

pengunaan peledakan (blasting) untuk melonggarkan bahan


in-situ tersebut untuk memungkinkan dapat diambil.
(2)

Penggalian batu lapuk (Weathered Rock)


Penggalian

batuan

lapuk

terdiri

dari

penggalian

dan

pengambilan batuan in-situ serta bahan alami keras yang tidak


diklasifikasikan sebagai galian batu dimana batuan tersebut
tidak dapat digali oleh peralatan konvensional atau dapat
digali dengan menggunakan Buldozer D8 yang dilengkapi
dengan ripper.
Penggalian batu lapuk dapat dilakukan dengan peralatan
Bulldozer

D8

dengan

ripper,

dan

atau

menggunakan

peledakan penggunaan peralatan D8 ripper.


(3)

Penggalian Tanah Biasa


Penggalian

tanah

biasa

terdiri

dari

penggalian

dan

pengambilan semua bahan sisa dan diangkut yang tidak


diklasifikasikan sebagai galian batu atau galian batu lapuk,
Bahan tersebut harus mencakup, semua tanah, tanah liat,
lumpur, pasir, kerikil, berbatu, dan bounder atau potongan
terpisah batu yang volumenya kurang dari 1,0 m3.
Penggalian

tanah

biasa

juga

mencakup

penggalian

dan

pengambilan semua bahan lapisan tanah yang diangkut dan


disimpan, tanah organik, kayu, dan sejenisnya yang terdapat
dipermukaan atau tertanam dalam bahan lain diklasifikasikan
sebagai galian tanah.

TS 3-1

Spesifikasi Teknik Pekerjaan Galian

3.1

Bahan Peledak dan Peledakan

3.3.1 Penanganan dan Penyimpanan Bahan Peledak


Bahan peledak

disediakan fasilitas perlindungan yang aman dan

memadai untuk menyimpan dan untuk mencegah kehilangan atau


pencurian. Penyimpanan selama semalam bahan peledak dan
detonator

di

dalam

gedung

tertutup

dan

berizin

dari

pihak

berwenang.
Seluruh catatan pemeliharaan persediaan penyimpanan, penarikan
penggunaan, dan semua bahan peledak termasuk detonator, kabel
dan sekering harus dilakukan sesuai prosedur dan aman. Detonator,
kepala, sekering, dan peralatan peledak listrik harus dalam kondisi
disimpan, atau diangkut di tempat yang aman.
3.3.2 Keselamatan Bahan Peledak
Program ini meliputi penyiapan lokasi dan desain gudang bahan
peledak, metode penanganan dan pengangkutan bahan peledak,
aplikasi yang diusulkan dan penggunaan bahan peledak, dan
tindakan

pencegahan

keamanan

dari

umum

pelaksanaan

yang
dan

diambil
personil

untuk
dan

menjamin
pencegahan

kecelakaan yang berkaitan dengan bahan peledak dan pelaksanaan


peledakan.
3.3.3 Proses Peledakan
Operasional

peledakan

termasuk

pola

lubang

pengeboran,

kedalaman dan ukuran lubang, dan karakteristik sesuai persetujuan


dari Direksi Pekerjaan.
Tindakan pencegahan yang diperlukan harus diambil untuk menjaga,
dalam kondisi sedini mungkin, permukaan batas garis

penggalian

dilakukan dengan menggunakan teknik peledakan yang sesuai


persyaratan dalam spesifikasi.
Penggunaan bahan peledak tersebut harus dalam batas ukuran dan
mempertimbangkan kekuatan bahan peledak sesuai dengan kondisi
batuan, untuk meminimalkan terjadinya pembukaan, retakan atau
rusaknya permukaan batuan di luar batas galian yang ditentukan.
TS 3-2

Spesifikasi Teknik Pekerjaan Galian

Pada saat penggalian yang mendekati batas garis akhir galian,


kedalaman lubang untuk peledakan dan jumlah bahan peledak yang
digunakan

per

lubang

harus

dikurangi

secara

bertahap.

Jika

peledakan lanjutan dapat merusak batu, maka penggunaan bahan


peledak harus dihentikan dan penggalian akan diselesaikan dengan
menggunakan alat manual seperti penggunaan palu dengan udara
tekan (jack hammer), atau dengan peralatan lain yang disetujui
Direksi.
3.3.4 Kontrol Peledakan
Kontrol peledakan dilakukan untuk menghasilkan permukaan batu
batas galian sesuai dengan batas galian yang ditampilkan pada
gambar atau sebagaimana diarahkan oleh Direksi Pekerjaan, dan
menggunakan pre splitting
blansting)

untuk

berdasarkan

atau teknik peledakan mulus (smooth

memastikan

bahwa

permukaan

batas

galian

sepanjang diperlukan batas penggalian permukaan

akhir, sehingga meminimalkan kerusakan pada permukaan batu di


luar garis penggalian akhir.
Jarak antar lubang dan diameter lubang peledakan dalam pekerjaan
peledakan dilakukan secara terkendali, dan jumlah dan susunan
bahan peledak di setiap lubang, akan bervariasi sesuai dengan
kekerasan batuan dan harus dipilih untuk menyediakan permukaan
penggalian terbaik.
Untuk uji coba di lapangan, di lokasi yang disetujui Direksi bertujuan
untuk menghasilkan minimal overbreak dan rekahan batuan luar
garis batas penggalian yang akan digali menggunakan peledakan
halus atau pre-splitting. Percobaan ini akan dilakukan dengan
berbagai ukuran lubang bor dan pola lubang, kedalaman lubang,
jenis peledak dan kuantitas, urutan peledakan dan pola pelambatan
(delay), sesuai dengan kondisi yang berbeda-beda.
3.3.5 Scaling
Untuk material hasil peledakan yang tidak stabil yang tersisa setelah
peledakan, dan dapat membahayakan personel atau pekerjaan

TS 3-3

Spesifikasi Teknik Pekerjaan Galian

konstruksi, akan dihilangkan dengan menggunakan penggalian


manual seperti jack hammer.
3.5.1 Bukaan dan Cacat lainnya
Hasil penggalian yang masih mengandung cacat seperti fault,
bukaan dan zona lemah, termasuk batuan benar-benar lapuk dan
tanah liat dll. Akan dilakukan perbaikan sesuai arahan Direksi
Pekerjaan.
3.6

Galian di Bawah Tanah (Underground Excavation)

3.6.1 Umum
Penggalian bawah tanah seperti diterowongan dijelaskan dengan
metode kerja

termasuk penempatan mesin bor, peralatan dan

fasilitas, sistem penggalian dan pembuangan material hasil galian,


jadwal penggalian, keselamatan kerja

dan data terkait lainnya

seperti kondisi geologi, iklim dan lamanya pelaksanaan konstruksi.


Pelaksanaan tersebut kan dilaksanakan secara efisien dan aman,
dengan mempertimbangkan item lainnya seperti drainase yang
tepat, kontrol dan pengendalian sistem drainase air, ventilasi udara
dan system penerangan, metode dan urutan metode penyangga,
grouting,

pekerjaan

beton,

dan

lain

lain.

Juga

dengan

mempertimbangkan perhatian khusu mengenai polusi udara yang


disebabkan oleh jenis peralatan yang akan digunakan dalam
penggalian bawah tanah.
Pelaksanaan peledakan akan menghasilkan minimal overbreak.
Lubang perimeter akan dibor secara akurat ke arah dan as
terowongan, sehingga menghasilkan material ledakan yang mudah
dimuat dan meledaknya hampir bersamaan dan sepraktis mungkin.
Pelaksanaan penggalian bervariasi sesuai dengan kondisi batuan
yang dihadapi dan untuk mendapatkan permukaan penggalian
terbaik setelah peledakan.
Penggalian terowongan juga menggunakan bahan bantu seperti besi
penyangga permanen, rock bolt, mortir pneumatic (shotcrete), dan
penyangga.

TS 3-4

Spesifikasi Teknik Pekerjaan Galian

3.6.2 Bor Lubang Pilot dan Lubang Percontohan


Ketika diminta oleh Direksi, lubang pilot (pilot hole) harus dibor
terlebih dahulu sebelum penggalian bawah tanah dilakukan, hal ini
untuk menentukan terlebih dahulu sifat material yang akan digali,
atau adanya kemungkinan alur air atau patahan, atau untuk tujuan
grouting.
3.6.3 Penerangan dan Ventilasi Kerja Penggalian Bawah Tanah
Selama

konstruksi,

penerangan

dan

Kontraktor

ventilasi

harus

udara

di

menyediakan

dalam

system

terowongan

untuk

kepuasan Direksi Pekerjaan. Sistem pencahayaan semua dalam


terowongan harus dioperasikan pada tegangan yang disetujui oleh
Direksi Pekerjaan.
3.6.4 Kayu Penyangga Sementara Pekerjaan Penggalian Bawah Tanah
Kayu penyangga sementara, termasuk lagging, dapat digunakan di
mana

kayu

penyangga

sementara

tersebut

diperlukan

untuk

mendukung atap dan sisi pekerjaan penggalian terowongan bawah


tanah. Kayu penyanggaditempatkan diatas besi penyangga untuk
menyediakan dukungan sementara oleh demi keamanan adannya
potensi jatuhnya batu lepas pada saat pelaksanaan terowongan.

3.7

Baja Penyangga Permanen (Steel Supports) untuk Galian bawah Tanah


Besi

Penyangga

digunakan

untuk

mendukung

atap

dan

sisi

penggalian bawah tanah, seperti yang diperlukan atau sebagaimana


ditentukan oleh Direksi Pekerjaan. Jenis , tipe dan ukuran tergantung
pada kondisi geologi.
Baja penyangga permanen termasuk semua kelengkapan seperti
baut, batang, kaki, dan aksesoris lain yang diperlukan untuk
penyangga sampai pengecoran beton selesai dilakukan.
Jarak yang jelas antara baja penyangga yang dipasang harus tidak
kurang dari 80 cm kecuali atas persetujuan oleh Direksi Pekerjaan.
TS 3-5

Spesifikasi Teknik Pekerjaan Galian

3.7.1 Pemasangan Baja Penyangga (steel supports)


Baja penyangga harus dipasang dan ditempatkan pada garis batas
yang tepat dan dimensi seperti yang ditunjukkan pada gambar dan
harus dipelihara oleh Kontraktor dalam kondisi yang tepat dan
keselarasan

sampai

pengecoran

lapisan

beton

ditempatkan.

Kontraktor harus memasang penjepit yang aman untuk mendukung


dengan batang baja dan tie rod dalam

jumlah praktis minimum

untuk memblokir adanya batu lepas dan lainnya. Setiap baja


penyangga tidak terpasang dengan benar harus segera diperbaiki
dan

disesuaikan

dengan

kepuasan

Direksi

setelah

Kontraktor

memberitahukan efek penyesuaian tersebut.


Batang baja, kaki harus dijamin dengan pengelasan sedemikian rupa
untuk mendapatkan kekuatan struktural yang lebih besar dan untuk
meminimalkan jumlah pemasangan yang digunakan.
Kontraktor dapat, untuk fasilitas operasinya, penempatan baja
penyangga dengan jarak lebih besar dari permukaan dalam dari
lapisan beton daripada yang ditampilkan pada gambar atau seperti
yang ditentukan oleh Direksi Pekerjaan, dengan ketentuan bahwa
setiap penambahan jumlah baja penyangga dan setiap penggalian
dan lapisan beton di luar garis "B" dijelaskan di Subbab 3.9.2 menjadi
tanggung jawab Kontraktor.
3.8

Rock Bolt untuk Penggalian Bawah Tanah


Kontraktor harus memberikan menyediakan dan memasang anker
batuan saat penggalian bawah tanah sesuai yang ditampilkan pada
gambar atau disetujui oleh Direksi Pekerjaan.

Rock bolt yang

dibutuhkan untuk setiap bagian jika tidak ditampilkan pada gambar


harus sesuai dengan desain yang diserahkan oleh Kontraktor, yang
disetujui oleh Direksi Pekerjaan.
Rock bolt harus dilengkapi dan dipasang dalam hubungan dengan
wire mesh dan mortas pneumatis (shotcrete) seperti yang ditentukan
dalam sub-bagian dan spesifikasi yang berlaku lainnya.

TS 3-6

Spesifikasi Teknik Pekerjaan Galian

3.8.1 Pemasangan Rock Bolt


Metode pemasangan rock bolt, termasuk rincian dari peralatan yang
digunakan untuk pengeboran lubang, pengencangaan anker dalam
lubang dan mengencangkan baut pada tegangan yang diperlukan
setelah pemasangan harus seperti yang ditentukan dalam Pasal 9
dari Spesifikasi Teknis, dan mendapat persetujuan dari Engineer.
Dimana

rock

bolt

dibutuhkan

pada

setiap

lokasi

penggalian

terowongan, rock bolt tersebut harus dipasang sesegera mungkin


setelah batuan telah digali.
Kontraktor juga harus merencanakan peralatan dan operasional
sehingga pemasangan rutin rock bolt dapat dilakukan dalam rentang
jarak 10 m dari permukaan dalam terowongan. Jika pemasangan rock
bolt ditempatkan lebih dekat dari 10 m a dan timbul kerusakan oleh
peledakan berikutnya maka dengan ketentuan bahwa pembayaran
tidak akan dilakukan untuk setiap rock bolt yang rusak sampai
segera diperbaiki untuk kepuasan Engineer.
Hal ini diantisipasi bahwa Engineer umumnya akan mengarahkan
penggunaan rock bolt dengan panjang 3 m dalam batu m pada
interval 1,5 m. Namun Kontraktor tidak berhak atas variasi dalam
harga satuan jika penggunaan baut panjang atau lebih pendek dari
yang ditentukan. Rock bolt harus dari jenis shell ekspansi dan jangkar
jenis resin atau jangkar jenis"Perfo", atau baja jenis grouting penuh
dan tanpa tekanan, atau jenis lainnya seperti dapat disetujui oleh
Direksi Pekerjaan.
Kontraktor harus menyediakan setiap rock bolt termasuk semua
aksesori jangkar ekspansi, bantalan pelat baja, mesin pompa, mesin
pencuci, baut heksagonal. Semua baja untuk rock bolt harus sesuai
dengan standar ASTM yang ditentukan dalam Sub-bagian 9.2
dokumen ini, atau standar setara lainnya yang disetujui oleh Direksi
Pekerjaan.
Diameter

dan

panjang

lubang

dibor

di

dalam

batu

untuk

pemasangan rock bolt harus seperti yang diperintahkan oleh Direksi


Pekerjaan sesuai jenis jangkar dan akan dibor di lokasi dan dalam

TS 3-7

Spesifikasi Teknik Pekerjaan Galian

arah yang disetujui atau diperintahkan oleh Direksi Pekerjaan. Setiap


lubang harus dibersihkan oleh Kontraktor dari semua sisa material
bor, lumpur dan puing-puing sebelum rock bolt dimasukkan ke dalam
lubang. Prosedur pemasangan harus dengan persetujuan Engineer
dan harus tidak menimbulkan lentur dari batang baut atau kerusakan
pada tapak di ujung dari rock bolt.
Setelah pemasangan awal Kontraktor harus memastikan bahwa rock
bolt terus berfungsi sebagai penopang yang efektif dan secara
berkala menguji rock bolt dan gaya tariknya, jika perlu, dengan torsi.
Pemasangan harus diuji dan gaya tarik baut ketika diperintahkan
oleh Direksi Pekerjaan.
3.8.2 Mortar Pneumatis (shotcrete) and Baja Anyaman
Mortar pneumatis dipasang bersama dengan wire mesh terkait
dengan dukungan rock bolt harus digunakan untuk melindungi dan
mendukung sisi dan atap terowongan bawah tanah, seperti yang
ditunjukkan pada gambar atau sebagaimana diarahkan oleh Direksi
Pekerjaan.
Material yang akan digunakan untuk pekerjaan mortar pneumatis
harus sesuai dengan spesifikasi yang ditentukan dalam Sub-Bagian
6.21 dari Spesifikasi Teknis. Material yang akan digunakan dan
metode yang akan digunakan pada wire mesh harus sesuai dengan
spesifikasi yang ditetapkan di Subbab 4.2 dari Spesifikasi Teknis.

3.9

Pembuangan atau Penggunaan Bahan Galian


Seperti disebutkan di Subbab 3.1 dari bagian ini, diperkirakan bahwa
kualitas material yang akan

digali

dari berbagai jenis

lokasi

penggalian akan sedemikian rupa sehingga sebagian harus diangkut


ke lokasi pembuangan seperti yang ditampilkan pada gambar untuk
pembuangan.

Namun,

jika

Direksi

menentukan

bahwa

jumlah

tertentu dari bahan galian dapat digunakan untuk konstruksi


permanen, bahan yang cocok tersebut bersifat sementara akan
disimpan di stokpile yang sesuai yang ditampilkan pada gambar
TS 3-8

Spesifikasi Teknik Pekerjaan Galian

untuk penggunaan di waktu mendatang atau diangkut ke dan


langsung ditempatkan di lokasi konstruksi permanen sebagaimana
ditentukan oleh Direksi Pekerjaan.
3.9.1 Pembuangan Bahan Galian
Bahan galian yang tidak cocok akan diangkut ke spoil bank seperti
yang ditunjukkan pada gambar.
Limbah tumpukan di spoilbank harus ditempatkan agar tidak akan
mengganggu aliran alami Sungai Karalloe, selama pengoperasian
waduk atau dengan aliran air ke atau dari saluran terowongan,
banguan pelimpah atau outlet, dan di mana tidak akan mengganggu
akses ke struktur untuk operasional atau mengurangi keindahan dari
Proyek setelah selesai. Jika diperlukan, sebagaimana ditentukan oleh
Direksi Pekerjaan, tumpukan akan diratakan, dibuatkan drainase,
terlindung dari erosi dan dibuat untuk jalur yang cukup teratur.
Kontraktor harus mengajukan proposal kepada Direksi Pekerjaan
untuk mendapatkan persetujuan untuk membuang bahan pada
setiap daerah selain daerah yang sebelumnya disetujui dan untuk
melindungi bahan-bahan dari erosi, setidaknya tiga puluh (30) hari
kalender sebelum dimulainya pengangkutan material ke daerah
tersebut.
Biaya pengangkutan material yang akan dibuang ke spoil bank dan
untuk menjaga daerah pembuangan sebagaimana ditetapkan harus
dimasukkan dalam harga satuan per meter kubik untuk bahan galian
sesuai item yang ditenderkan dalam Daftar Kuantitas.

TS 3-9