Anda di halaman 1dari 10

Teori Perubahan Sosial

Oleh Kelompok 2

Selo Soemardjan
Perubahan sosial adalah perubahan pada lembaga-lembaga
kemasyarakatan di dalam suatu masyarakat, yang
mempengaruhi sistem sosialnya, termasuk di dalamnya
nilai-nilai, sikap, dan pola perilaku di antara kelompokkelompok dalam masyarakat.
Kingsley Davis
Perubahan sosial adalah perubahan yang terjadi dalam
struktur dan fungsi masyarakat.

Pengertian

TEORI EVOLUSI
Terjadi karena masyarakat ingin menyesuaikan dengan
kebutuhan keadaan baru yang timbul sejalan dengan
pertumbuhan masyarakat

1. Unlinear Theories of Evolution


Pelopornya adalah Auguste Comte dan Herbert Spencer.
Menjelaskan perkembangan masyarakat melalui tahapan
sederhana ke tahap yang lebih kompleks.
Misal:
. Durkheim, dari masy. Bersolidaritas mekanis ke organis
. Merton, dari masy. Tradisional ke modern
2. Universal Theories of Evolution
Perkembangan masyarakat tidak perlu melalui tahap-tahap
yang tetap.
Misal:
Herbert Spencer, perkembangan masyarakat dari
kelompok homogen ke kelompok heterogen

3. Multilined Theories of Evolution


Menekankan pada penelitian terhadap tahap-tahap
perkembangan tertentu dalam evolusi masyarakat
Misal:
Penelitian tentang perubahan sistem mata pencaharian
dari sistem berburu ke sistem pertanian menetap dengan
menggunakan pemupukan dan pengairan

Kelemahan Teori Evolusi


Data penunjang penentuan tahapan-tahapan masyarakat
tidak cermat
Urutan tahap perkembangan tidak sepenuhnya tegas. Ada
kelompok yang melampaui tahapan tertentu dan ada juga
kelompok yang tidak mau maju
Ada pandangan yang menyatakan bahwa perubahan
sosial akan berakhir pada puncaknya, ketika masyarakat
telah mencapai kesejahteraan dalam arti yang seluasluasnya

TEORI KONFLIK
Konflik bermula dari pertikaian kelas antara kelompok
yang menguasai modal atau pemerintahan dengan
kelompok yang tertindas secara materiil
Teori ini memiliki prinsip bahwa konflik sosial dan
perubahan sosial selalu melekat pada struktur
masyarakat.
Tokoh pemikirnya adalah Karl Marx dan Ralf Dahrendorf

TEORI FUNGSIONALIS
Setiap masyarakat relatif bersifat stabil.
Setiap komponen masyarakat biasanya menunjang
kestabilan masyarakat.
Setiap masyarakat biasanya relatif terintegrasi.
Kestabilan sosial sangat tergantung pada kesepakatan
bersama (konsensus) di kalangan anggota kelompok
masyarakat.
Tokoh teori ini adalah William Ogbum

TEORI SIKLIS
suatu perubahan sosial itu tidak dapat dikendalikan
sepenuhnya oleh siapapun dan oleh apapun
kebangkitan dan kemunduran suatu kebudayaan atau
kehidupan sosial merupakan hal yang wajar dan tidak
dapat dihindari.

Teori Oswald Spengler

Menjelaskan bahwa setiap peradaban besar mengalami


proses kelahiran, pertumbuhan dan keruntuhan.
Teori Pitirim A. Sorokin
Semua peradaban besar berada dalam siklus tiga sistem
kebudayaan yang berputar tanpa akhir, yaitu kebudayaan
ideasional (didasari nilai dan kepercayaan supranatural),
kebudayaan idealistis (kepercayaan supranatural dan
rasionalitas) dan kebudayaan sensasi (dimana sensasi
merupakan tolok ukur dari kenyataan dan tujuan hidup)
Teori Arnlod Toynbee
Toynbee menilai bahwa peradaban besar berada dalam siklus
kelahiran, pertumbuhan, keruntuhan, dan akhirnya kematian.