Anda di halaman 1dari 10

DEFINISI KRIB

Krib adalah bangunan yang dibuat melintang terhadap arus aliran sungai yang
berfungsi untuk melindungi tebing sungai yang tererosi dengan cara membelokkan aliran
sungai (yang biasanya menyusur pada sisi luar belokan sungai) agar menjauhi tebing
sungai dan mengurangi kecepatan arus sungai. Singkatnya, Krib adalah bangunan yang
dibuat mulai dari tebing sungai ke arah tengah guna mengatur arus sungai dan
mempunyai efek positif yang besar jika dibangun secara benar. Sebaliknya, apabila krib
dibangun secara kurang semestinya, maka tebing di seberangnya dan bagian sungai
sebelah hilir akan mengalami kerusakan. Karenanya, haruslah dilakukan penelaahan dan
penelitian yang sangat seksama sebelum penetapan tipe suatu krib yang akan dibangun.

Gambar 1. Penggunaan Krib


Tujuan dari pengaturan alur sungai antara lain adalah sebagai berikut :
- Mengatur aliran sungai sedemikian rupa sehingga pada waktu banjir air dapat mengalir
dengan cepat dan aman,
- Mengatur kecepatan aliran sungai yang memungkinkan adanya pengendapan dan
pengangkutan sedimen dengan baik,
- Mengarahkan aliran ke tengah alur sungai agar tebing sungai tidak terkikis
- Mengarahkan aliran sungai sehingga dapat dipergunakan untuk pelayaran.

Gambar 2. Krib sebagai Pelindung Tebing Sungai


FUNGSI KRIB
Beberapa fungsi dari krib akan dipaparkan di bawah ini, yaitu:
a. Mengatur arah arus sungai
b. Memperbesar jari-jari belokan alur sungai yang terlalu tajam supaya alignment sungai
menjadi lebih baik
c. Mengurangi kecepatan arus sungai sepanjang tebing sungai
d. Mengendalikan erosi tebing sungai dengan mengurangi kecepatan aliran yang
menyerang tebing sungai
e. Mempercepat sedimentasi
f. Menutup cabang alur sungai (pada braided river) supaya arus sungai menuju ke alur
yang diinginkan
g. Menjamin keamanan tanggul atau tebing terhadap gerusan
h. Mengkonsentrasikan aliran pada alur yang lebih sempit yang terjadi pada alur sungai
yang terlalu lebar, sehingga alur sungai bisa lebih stabil dan dalam
i. Mempertahankan lebar dan kedalaman air pada alur sungai
j. Memperdalam alur sungai untuk tujuan navigasi dan memudahkan penyadapan
k. Mengarahkan aliran pada kondisi debit kecil agar menuju dan masuk ke bangunan
pengambilan
l. Melindungi bangunan-bangunan sungai lainnya yang terancam kestabilannya akibat
erosi, misalnya tembok tepi jembatan, bending, dan sebagainya.

Gambar 3. Bangunan Pelindung Tebing Tidak Langsung (Krib)


KLASIFIKASI KRIB
a. Krib Permeabel/Lolos Air
Pada tipe permeabel, air dapat mengalir melalui krib. Bangunan ini akan
melindungi tebing terhadap gerusan arus sungai dengan cara meredam energi yang
terkandung dalam aliran sepanjang tebing sungai dan bersamaan dengan itu
mengendapkan sedimen yang terkandung dalam aliran. Krib permeabel terbagi dalam
beberapa jenis, antara lain jenis tiang pancang, rangka piramid, dan jenis rangka kotak.
Krib permeabel disebut juga dengan krib lolos air. Krib lolos air adalah krib yang
diantara bagian-bagian konstruksinya dapat dilewati aliran, sehingga kecepatannya akan
berkurang karena terjadinya gesekan dengan bagian konstruksi krib tersebut dan
memungkinkan adanya endapan angkutan sedimen yang relatif tinggi di tempat ini. Krib
yang lolos air dapat dibuat dari tiang pancang kayu atau tiang pancang beton bertulang.
Bangunan ini dibuat dalam satu seri yang terdiri dari beberapa banjar krib.
Rangkaian/susunan bangunan krib tersebut dimaksudkan untuk mengurangi kecepatan
arus dan mengubah arah aliran menjauh dari tebing sungai, dengan demikian erosi pada

tebing sungai dapat dihindarkan dan diharapkan terjadi pengendapan sedimen di antara
krib. Tiang-tiang pancang dihubungkan antara satu dengan yang lainnya dengan pelat
penghubung sehingga membentuk satu kesatuan. Bangunan krib harus cukup stabil
terhadap tekanan air banjir, kemungkinan terjadinya gerusan lokal dan degradasi, serta
tekanan akibat sampah yang terapung.

Gambar 4. Krib Permeabel/Lolos Air

b. Krib Impermeabel/Rapat Air


Krib dengan konstruksi tipe impermeabel disebut juga krib padat, krib rapat air
atau krib tidak lolos air, sebab air sungai tidak dapat mengalir melalui tubuh krib.
Bangunan ini digunakan untuk membelokkan arah arus sungai dan karenanya sering
terjadi gerusan yang cukup dalam di depan ujung krib atau bagian sungai di sebelah
hilirnya. Untuk mencegah gerusan, dipertimbangkan penempatan pelindung dengan
konstruksi fleksibel seperti matras atau hamparan pelindung batu sebagai pelengkap dari
krib padat. Dari segi konstruksi, terdapat beberapa jenis krib impermeabel misalnya
bronjong kawat, matras, beton, sheet pile, dan pasangan batu kali. Krib rapat air biasanya
digunakan pada sungai dengan angkutan sedimen yang rendah (pada kondisi jumlah pasir
dan kerikil sebagai muatan dasar lebih banyak daripada lumpur sebagai muatan
tersuspensi. Untuk stabilitas dan agar bangunan krib rapat air ini tidak terlalu mengurangi
penampang basah aliran, maka ujung krib dibuat miring ke arah tengah alur sungai. Guna
mengatasi gerusan di sekitar ujung krib, perlu dibuat lantai depan/apron.

Gambar 5. Krib Impermeabel/Rapat Air

c. Krib Semi Permeabel


Krib semi permeabel ini berfungsi ganda yaitu sebagai krib permeabel dan krib
impermeabel. Biasanya bagian yang padat terletak di sebelah bawah dan berfungsi pula
sebagai pondasi. Sedangkan bagian atasnya merupakan konstruksi yang permeabel
disesuaikan dengan fungsi dan kondisi setempat. Krib semi permeabel disebut juga
dengan Krib semi lolos air adalah krib yang dibentuk oleh susunan pasangan batu kosong
sehingga rembesan air masih dapat terjadi antara batu-batu kosong.
d. Krib Silang dan Memanjang
Krib yang formasinya tegak lurus atau hampir tegak lurus sungai dapat merintangi
arus dan dinamakan krib melintang. Sedangkan krib yang formasinya hampir sejajar arah
arus sungai di sebut krib memanjang.

PERENCANAAN KRIB
Dalam mempersiapkan perencanaan krib, diperlukan survey mengenai topografi,
debit dan kecepatan aliran sungai dan transportasi sedimen yang ada di sungai. Tipe dan

cara pembuatan krib ditetapkan secara empiris dengan memperhatikan pengalaman masa
lalu dalam pembuatan krib yang hampir sejenis. Secara umum, hal-hal yang perlu
diperhatikan dalam perencanaan krib adalah sebagai berikut :
-

Karena cara pembuatan krib sangat tergantung pada regime sungai, perlu diperoleh data
mengenai pengalaman pembuatan krib pada sungai yang sama atau hampir sama,
kemudahan pelaksanaanya dan besarnya pembiayaan.

Untuk mengurangi turbulensi aliran pada sungai yang terlalu lebar, maka permukaan air
sungai normal harus dinaikkan dengan krib yang panjang, dengan memperhatikan biaya
pelaksanaan dan pemeliharaannya.

Jika krib yang akan dibangun dimaksud pula untuk melindungi tebing sungai terhadap
pukulan air, panjang krib harus diperhitungkan pula terhadap timbulnya pukulan air pada
tebing sungai di seberangnya.

Krib tidak berfungsi baik pada sungai keeil dan sempit alurnya.

Apabila pembuatan krib dimaksudkan untuk menaikkan permukaan normal air sungai,
perlu dipertimbangkan kapasitasnya di saat terjadinya debit yang lebih besar atau debit
banjir.
Terdapat 3 macam formasi krib yaitu :

Krib tegak lurus : krib yang arahnya tegak lurus aliran.

Krib condong ke arah hulu disebut juga sebagai krib tajam : krib yang arahnya
menyerong ke hulu

Krib condong ke arah hilir.


Penetapan tinggi krib pada umumnya akan lebih menguntungkan apabila evaluasi mercu
krib dapat dibuat serendah mungkin ditinjau dari stabilitas bangunan terhadap gaya yang
mempengaruhinya, sebaiknya elevasi mercu dibuat 0,50-1,00 meter diatas elevasi ratarata permukaan air rendah. Dari hasil pengamatan terhadap tinggi berbagai jenis krib
yang telah dibangun dan berfungsi dengan baik, diperoleh angka perbandingan antara
tinggi krib dan kedalaman air banjir (hg/h) sebesar 0,20 0,30 meter.

Gambar 6. Arah Aliran dan Sudut Sumbu Krib


Panjang dan jarak antara krib ditetapkan secara empiris yang didasarkan pada
pengamatan data sungai yang bersangakutan antara lain situasi sungai, lebar sungai,
kemiringan sungai, debit banjir, kedalaman air, debit normal, transportasi sedimen dan
kondisi sekeliling sungai. Krib memanjang adalah krib yang ditempatkan hampir sejajar
dengan arah arus sungai dan biasanya digunakan untuk melindungai tebing alur sungai
dan mengatur arah arus sungai agar alur sungai tidak mudah berpindah-pindah.
KONSTRUKSI KRIB
a. Krib tiang pancang : adalah contoh krib permeabel dan dapat digunakan baik untuk
krib memanjang maupun krib melintang. Konstruksinya sangat sederhana dan dapat
meningkatkan proses pengendapan serta sangat cocok untuk bagian sungai yang tidak
deras arusnya.

Gambar 7. Krib Tiang Pancang


b. Krib rangka : adalah krib yang cocok untuk sungai-sungai yang dasarnya terdiri dari
lapisan batu atau kerikil yang sulit dipancang dan krib rangka ini mempunyai
kemampuan bertahan yang lebih besar terhadap arus sungai dibandingkan dengan
krib tiang pancang.

Gambar 8. Krib Rangka


c. Krib blok beton : krib blok beton mempunyai kekuatan yang baik dan awet serta
sangat fleksibel dan umumnya dibangun pada bagian sungai yang arusnya deras.
Bentuk dan denah krib serta berat masing-masing blok beton sangat bervariasi
tergantung dari kondisi setempat antara lain dimensi serta kemiringan sungai dan
penetapannya didasarkan pada contoh-contoh yang sudah ada atau pengalamanpengalaman pada krib-krib sejenis yang pemah dibangun.

Gambar 9. Krib Blok Beton

TIPIKAL KRIB
Tipe krib yang cocok untuk suatu lokasi haruslah ditentukan berdasarkan regime
sungai pada lokasi tersebut dengan memperhatikan tujuan pembuatannya, tingkat
kesulitan dan jangka waktu pelaksanaannya. Jadi hal-hal yang perlu diperhatikan dan
dipelajari adalah bentuk denah, kemiringan memanjang dan bentuk penampung lintang
krib, elevasi muka air, debit, kecepatan arus bahan dasar dan arah pergeseran pada
sungai. Selanjutnya tipe krib ditetapkan berdasarkan fungsi hidrolika dari krib,
pengalaman-pengalaman yang pernah ada dan contoh-contoh bangunan krib-krib yang
dibuat di waktu-waktu yang lalu.
Dalam proses penentuan tipe krib diperlukan perhatian khusus pada hal-hal dan jenisjenis krib yang disarankan untuk berbagai kondisi adalah sebagai berikut:

Krib permeabel yang rendah dengan konsolidasi pondasi biasanya cukup memadai untuk
melindungi tebing sungai

Krib tidak cocok untuk sungai-sungai yang sempit alumya atau untuk sungai-sungai kecil

Sederetan krib dibuat dari tiang pancang digunakan untuk melindungi tebing pada
tikungan luar sungai dan menjaga alur sungai utama dengan angkutan sedimen yang
tinggi

Sederetan krib kedap air yang dibuat dari pasangan batu digunakan untuk melindungi
tebing sungai dan menjaga alur sungai dengan angkutan sedimen rendah

Sederetan krib yang dibuat dari tiang pancang kayu digunakan untuk emlindungi
sementara atau pada keadaan darurat

Krib yang dibuat dari kumpulan tiang pancang digunakan untuk tebing sungai yang
stabil, pondasi dasar sungai yang lunak, penggerusan yang berlebihan pada dasar sungai
atau tebing sungai yang tinggi

Krib yang terbuat dari pasangan batu atau bronjong digunakan untuk tebing sungai yang
rendah dengan alur yang dangkal

Anda mungkin juga menyukai