Anda di halaman 1dari 36

PEMBINAAN KELUARGA DAN

PERTEMUAN DENGAN
KELUARGA
dalam praktik dokter layanan
primer dengan pendekatan
kedokteran keluarga

Agenda bahasan
1.

2.

3/5/15

Pengertian layanan pembinaan


keluarga pada layanan dengan
pendekatan kedokteran keluarga
Pertemuan keluarga pada pembinaan
keluarga

Tingkat 4 FKUnram

Praktik kedokteran menurut UU no


29/2004 tentang Praktik Kedokteran
Terdiri atas:
1.
Wawancara pasien
2.
Pemeriksaan fisik dan mental pasien
3.
Pemeriksaan penunjang
4.
Menegakkan diagnosis
5.
Menentukan penatalaksanaan dan pengobatan pasien
6.
Melakukan tindakan kedokteran
7.
Menulis resep obat dan alat kedokteran
8.
Menerbitkan surat keterangan dokter
9.
Menyimpan obat dalam jumlah dan jenis yang diizinkan
10.
Meracik dan menyerahkan obat kepada pasien, bagi yang
praktik di daerah terpencil yang tidak ada apotek

3/5/15

Tingkat 4 FKUnram

Dokter dengan pendekatan


kedokteran keluarga
Melakukan:
1.
Wawancara pasien secara patient-centered
2.
Pemeriksaan fisik dan mental dan penggalian faktor-faktor
internal dan eksternal pasien
3.
Pemeriksaan penunjang dan kunjungan rumah (bila perlu)
4.
Menegakkan diagnosis holistik
5.
Menentukan penatalaksanaan dan pengobatan pasien secara
komprehensif,dan bersinambung
6.
Melakukan tindakan kedokteran pada pasien dan keluarga
7.
Menulis resep obat dan alat kedokteran
8.
Menerbitkan surat keterangan dokter
9.
Menyimpan obat dalam jumlah dan jenis yang diizinkan
10.
Meracik dan menyerahkan obat kepada pasien, bagi yang
praktik di daerah terpencil yang tidak ada apotek

3/5/15

Tingkat 4 fkunram

Wawancara pasien secara patient-centered

3/5/15

Capacity to understand patients inner world


The values he lives in
The thoughts, feelings, and fear
Understanding the patient
Understanding his or her problem
Allow as much as possible to flow from the patient, including
the expression of feeling
Not only make a clever diagnosis, but also identify what the
real problem actually is

Tingkat 4 fkunram

Wawancara pasien secara patient-centered

3/5/15

As the doctor gets to know more and more about the patient
(biography, relationship, social, and physical environment, etc)
develop greater insight of patients needs
From the understanding, flows the process of management for
patient and problems
Requires shared decision making between doctor and patient
determine the best course of action
If both parties agreed, it will effect to better patient
adherence and better satisfaction for patient and doctor
quality service improvement

Tingkat 4 fkunram

Pemeriksaan penunjang dan


kunjungan rumah (bila perlu)
Terdapat 2 jenis kunjungan rumah:
1.
Melakukan perawatan di rumah (dalam rangka
melakukan pelayanan rawat inap atau rawat jalan)
2.
Merupakan bagian dari pembinaan keluarga
(penggalian faktor-faktor keluarga dan/atau
pertemuan dengan keluarga)

3/5/15

Tingkat 4 fkunram

Menegakkan diagnosis holistik


1.
2.
3.
4.

5.

3/5/15

Alasan kedatangan, kekuatiran dan harapan


Diagnosis klinis dan diagnosis banding
Masalah perilaku kesehatan dan persepsi pasien
Masalah fungsi psikososial, sosial dan ekonomi
keluarga
Derajat fungsional pasien

Tingkat 4 fkunram

Aspek 1
Keluhan utama (reason of
encounter) /simptom/ sindrom
klinis yang ditampilkan
Apa yang diharapkan pasien atau
keluarganya
Apa yang dikhawatirkan pasien
atau keluarganya

Aspek 2

Diagnosis klinis biologis, psikologis, intelektual,


nutrisi, sertakan derajat keparahan .
Bila diagnosis klinis belum dapat ditegakkan
cukup dengan diagnosis kerja/ diagnosis
banding
Diagnosis berdasarkan ICD 10, dan ICPC-2

Aspek 3

Perilaku individu dan gaya hidup (life style)


pasien, kebiasaan yang menunjang terjadinya
penyakit, atau beratnya penyakit
kebiasaan merokok
kebiasaan jajan, kebiasaan makan
kebiasaan individu mengisi waktu dengan
perihal yang negatif
(dietary habits;tinggi lemak, tinggi kalori)

Aspek 4

Pemicu biopsikososial keluarga dan lingkungan


dalam kehidupan pasien hingga mengalami
penyakit seperti yang ditemukan
Dukungan keluarga (family support)
Tidak ada bantuan/perhatian/ perawatan/
suami & istri, anak, menantu, cucu atau pelaku
rawat lainnya

Aspek 4

Perilaku makan keluarga (tak masak sendiri),


menu keluarga yang tak sesuai kebutuhan
Perilaku tidak menabung / perilaku konsumtif
Tidak adanya perencanaan keluarga (tak ada
pendidikan anak , tak ada pengarahan
pengembangan karier, tak ada pembatasan
jumlah anak )

Aspek 4

Masalah perilaku keluarga yang tidak sehat


Masalah ekonomi yang mempunyai pengaruh
terhadap penyakit/masalah kesehatan yang ada
Akses pada pelayanan kesehatan yang
mempengaruhi penyakit
(jarak/transportasi/asuransi)
Pemicu dari lingkungan fisik (debu, asap rokok)
Masalah bangunan dan kepadatan pemukiman
yang mempengaruhi penyakit/masalah
kesehatan yang ada

Aspek 5 Penilaian status sosial


Aktivitas menjalankan score
fungsi sosial dalam
kehidupan

Keterangan

Mampu melakukan
pekerjaan seperti
sebelum sakit

Mandiri dalam
perawatan diri,
bekerja di dalam
dan luar rumah

Mampu melakukan
pekerjaan ringan

Mulai mengurangi
aktivitas kerja

Aspek 5 Penilaian status sosial


Mampu melakukan
3
perawatan diri, tapi
tidak mampu melakukan
pekerjaan ringan

Mandiri dalam
perawatan diri,
tidak mampu
bekerja ringan

Dalam keadaan tertentu 2


masih mampu merawat
diri, tapi sebagian besar
aktivitas hanya duduk
dan berbaring

Tidak melakukan
aktivitas kerja,
tergantung pada
keluarga

Perawatan diri oleh

Tergantung pada

Proses

Hubungan interpersonal petugas paramedis


pasien Pendaftaran, data awal,
triage/skrining (pencatatan TNSP, dan
riwayat-riwayat lainnya)
Hubungan interpersonal dokter-pasien
anamnesis, PF, pengamatan dan wawancara ttg
perilaku pasien, pemicu dari keluarga ,
pekerjaan dan komunitas kehidupan pasien
yang merupakan faktor penentu dari
terjadinya penyakit.

Proses

Waktu pertemuan minimal 10 menit.


Pada pertemuan awal pasti tidak semua aspek
terisikan
Untuk memperoleh data lebih lanjut tentang
keadaan lingkungan keluarga dll, diperlukan
pelayanan bersinambung.
Pembinaan rapport
Komunikasi efektif dan efisien
Dokter harus menguasai pedoman praktis klinis
mutakhir (EBM - clinical practice guidelines)
Dokter harus aktif, bila perlu kunjungan ke
rumah untuk melengkapi data-data lainnya

Proses

Kesulitan dalam penegakkan diagnosis holistik


adalah pada interpretasi data psikososial,
karena para dokter umumnya tidak
memperhitungkan hal ini.
Dokter umumnya hanya melakukan berbagai
diagnostik tes , laboratories, radiologis untuk
mendeteksi fungsi organ tubuh (organ oriented)
Perlu dilakukan wawancara mendalam untuk
mendapatkan data mengenai masalah psikososial
pasien dan keluarga untuk keberhasilan
penatalaksanaan yang holistik.

Contoh diagnostik holistik


I

II
III
IV:

V:

3/5/15

:- alasan kedatangan (keluhan utama) :


Kontrol tekanan darah, rasa pegal-pegal di tengkuk dan badan serta kesemutan di jari- jari
tangan
- harapan :
Pasien ingin keluhan menghilang
- kekhawatiran :
Tekanan darah menjadi sangat tinggi dan harus dirawat di RS
: Diabetes Mellitus tipe II, gula darah belum terkontrol
Hipertensi, tekanan darah tidak terkontrol
Obesitas
: Minum obat hipetrensi yang tidak teratur dan diet yang tidak seimbang
Obesitas bukan masalah yang serius
Pasien seorang janda lansia sebagai tulang punggung keluarga
- Tidak ada pelaku rawat
- Kurangnya kepedulian keluarga
- Pemahaman penyakit yang rendah
- Penghasilan yang tidak menentu sehingga tidak ada alokasi dana untuk kesehatan
(skala fungsional)
-derajat 5, mampu melakukan pekerjaan seperti sebelum sakit, perawatan diri, bekerja di
dalam dan di luar rumah (mandiri)

Tingkat 4 fkunram

20

Menentukan penatalaksanaan dan pengobatan


pasien secara komprehensif,dan bersinambung

Q ui ckT
i me and a
decompressor
are needed t o see t hi s pi ct ure.

Periods of Pre-pathogenesis

HEALTH
PROMOTION

Periods of Pathogenesis

SPECIFIC PROTECTION
EARLY DIAGNOSIS
AND PROMT
TREATMENT

Primary Prevention

3/5/15

DISABILITY
LIMITATION

Secondary Prevention

Tingkat 4 fkunram

REHABILITATION

Tertiary
Prevention

21

PELAYANAN KEDOKTERAN
KELUARGA
KOMPREHENSIF
Tidak hanya kuratif saja, tapi pencegahan
dan pemulihan
Health promotion
Spesific protection
Early diagnosis and Prompt treatment
Disability limitation
Rehabilitation

PELAYANAN KEDOKTERAN
KELUARGA

BERSINAMBUNGAN
Tidak sesaat, ada follow upnya dan
perencanaan manajemen pasien

TERPADU / TERINTEGRASI
Memakai seluruh ilmu kedokteran yang
telah di dapat
Bekerja sama dengan pasien, keluarga,
dokter spesialis atau tenaga kesehatan lain

Contoh rencana
penatalaksanaan komprehensif
Kasus : TB dan malnutrisi pada anak
A. (patient centered):

3/5/15

Terapi OAT jangka pendek dengan kombinasi 3 obat (2


bulan RHZ dan 4 bulan
Diet khusus gizi kurang yang disesuaikan dengan
kemampuan keluarga
Terapi penunjang vitamin B6 dan TKTP
Perhatian khusus monitoring tumbuhkembang anak
setiap bulannya
Perhatian khusus akan adanya komplikasi obat dan
kepatuhan minum obat dua minggu sekali dalam 2
bulan pertama selanjutnya sebulan sekali hingga 6
bulan.
Pelatihan pernafasan otot dada setelah pengobatan,
bila diperlukan

Tingkat 4 fkunram

24

Contoh rencana
penatalaksanaan komprehensif (lanjutan)
B. Family-focused:

Panduan minum obat untuk pelaku rawat dan keluarga


Skrining TB pada seluruh anggota keluarga yang mungkin
merupakan sumber kontak
Skrining TB pada kakak adik pasien untuk deteksi dini
Panduan pemberian nutrisi untuk keluarga yang sesuai
dengan kemampuan keluarga
Panduan pencegahan penyakit TB untuk seluruh anggota
keluarga
Preventive care guidance for all family member

C. Community-oriented:

3/5/15

Panduan rumah sehat terutama sirkulasi dan ventilasi udara


Laporan temuan kasus penyakit menular pada puskesmas
setempat

Tingkat 4 fkunram

25

Melakukan tindakan kedokteran


pada pasien dan keluarga

3/5/15

Pada kasus-kasus tertentu, manajemen pasien saja


tidak cukup, namun perlu adanya pembinaan keluarga
Pembinaan keluarga bertujuan tidak hanya untuk
meningkatkan derajat kesehatan pasien, tetapi juga
meningkatkan partisipasi keluarga dalam manajemen
pasien
Pembinaan keluarga merupakan salah satu jenis
layanan dokter dan memerlukan inform-consent juga

Tingkat 4 fkunram

26

Bagaimana keterlibatan dokter


ke dalam keluarga pasien ?

3/5/15

Level 1. Minimal emphasis on the family


Level 2. Providing medial information and advice
Level 3. Providing feelings and support
Level 4. Systematic assessment and planned
intervention
Level 5. Family
therapy
Tingkat 4 fkunram

27

Bagaimana pengaruh
keluarga dalam
kesehatan pasien?

3/5/15

Partisipasi keluarga dalam pengobatan


Stres dalam keluarga
Dukungan keluarga
Faktor risiko dalam keluarga
Keluarga dan penyakit kronik

Tingkat 4 fkunram

28

Apa saja yang harus dikaji dokter


mengenai kesehatan keluarga pasien ?
Nilai stres yang ada dalam keluarga:
Melalui genogram dapat dilihat banyaknya kematian dan yang
sakit, perceraian dan perpisahan, kesulitan dalam
perkawinan,dsb
Nilai fungsi dalam keluarga:
Functional atau dysfunctional family
Nilai apakah lingkungan kehidupan keluarga berisiko atau bahkan
telah menimbulkan dampak bagi kesehatan
Nilai bagaimana keluarga dapat memecahkan masalah kesehatan
yang lalu dan yang ada sekarang (index coping)
Nilai apakah sumber-sumber yang dimiliki keluarga termasuk:
Dukungan keluarga (informational, emotional, financial
supports)
Availability & utilization support
Nilai bagaimana perilaku kesehatan keluarga
3/5/15

Tingkat 4 fkunram

29

Kapan dilakukan pembinaan keluarga ?

Pembinaan keluarga
dipertimbangkan

Secara umum tanpa keluarga

Masalah
minor, akut

Penyakit-penyakit
self limiting
diseases,
masalah rutin

Kegagalan pengobatan
gejala menetap

Pelayanan
pencegahan atau
edukasi kesehatan
(mis ANC,
Monitoring tumbuh kembang
anak)

Pembinaan keluarga
dan pertemuan
keluarga diperlukan

Penyakit kronis,
Penyakit akut yang
serius, masalah
psikososial, masalah
gaya hidup,
kematian

Doherty W.A. Baird M, 1983


3/5/15 W.A. Baird M, 1983
Doherty

Tingkat 4 fkunram

30

Kapan dilakukan pertemuan dengan keluarga ?


Family conference direncanakan pada saat
dokter mempertimbangkan:
Partisipasi anggota keluarga secara
bersama-sama penting artinya bagi
penatalaksanaan kesehatan pasien dan
keluarganya

3/5/15

Tingkat 4 fkunram

31

Maksud family conference

3/5/15

Dapat memfasilitasi life style


modification
Pertolongan masa sulit, mis.kematian
Perbaikan compliance
Persiapan rujukan
Penunjang konseling

Tingkat 4 fkunram

32

Peran dokter adalah sebagai


moderator
Tujuan moderator:

Kenal dengan keluarga

Dapat menyesuaikan diri dengan gaya keluarga

Dapat mewujudkan komunikasi yang lancar

Dapat merumuskan tujuan pertemuan

Dapat memfasilitasi diskusi agar berjalan lancar

Tersampaikannya informasi kesehatan yang diperlukan


keluarga

Sekaligus dapat mengidentifikasi sumber dan dukungan


yang ada dalam keluarga

Dapat menyusun rencana penatalaksanaan yang dimufakati


keluarga

3/5/15

Tingkat 4 fkunram

33

Contoh kasus
Seorang anak laki-laki, 4 tahun, datang ke
klinik diantar ibunya dengan keluhan batuk
pilek yang hilang timbul. Batuk pilek sering
terjadi pada 4 bulan terakhir. Dahak &
ingus cair disertai demam ringan. Dalam 4
bulan telah timbul lebih dari 5 kali. Nafsu
makan berkurang namun aktifitas
keseharian tetap. Anak ke 2 dari 4
bersaudara, lahir ditolong bidan, imunisasi
yang diperoleh BCG, DPT I & II, Polio I & II.
Usia ibu 25 tahun dan ayah 27 tahun. Ayah
bekerja sebagai pegawai cleaning service.
Adik pasien yang berusia 2 tahun
tampaknya mulai mempunyai masalah

Apa sajakah masalah pada keluarga


tersebut !

luarga inti, dengan balita-balitanya infeksi berulang,


unisasi tak lengkap, jarak anak terlalu dekat, dan
ang tua berusia muda

Daya tahan tubuh balita yang kurang


Gizi kurang ?
Kontak positif ?
Higienis kurang ?
Perhatian kurang ?
Dll ?
Dll ?

Perencanaan
keluarga kurang
PSP orang tua tentang
kesehatan dasar kurang
Pendidikan rendah Sos-ek rendah