Anda di halaman 1dari 16

BAB I

PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Antropologi Kesehatan adalah cabang dari antropologi terapan yang menangani
berbagai aspek dari kesehatan dan penyakit (Weaver, 1968;1). Antropologi kesehatan
sebagai ilmu akan memberikan suatu sumbangan pada pengemban pelayanan
kesehatan, termasuk didalamnya obstetri ginekologi sosial. Bentuk dasar sumbangan
keilmuan tersebut berupa pola pemikiran, cara pandang atau bahkan membantu
dengan paradigma untuk menganalisis suatu situasi kesehatan, berdasarkan
perspektif yang berbeda dengan sesuatu yang telah dikenal para petugas kesehatan
saat ini.
Dalam era globalisasi seperti sekarang ini, berbagai ilmu yang menunjang
profesi sangat diperlukan guna mendukung tenaga kerja yang profesional. di dalam
bidang kesehatan itu sendiri, khususnya perawat berbagai bidang ilmu yang
mencakup bidangnya sangat penting untuk dikuasai dan dipahami. salah satunya
yaitu antropologi kesehatan.
Di dalam antropologi kesehatan itu sendiri tercakup materi mengenai
perkembangan

antropologi

kesehatan

dimana

di

dalam

perkembangannya

menyangkut hal-hal yang penting untuk dipelajari, yaitu : hubungan antara sosial
budaya dan biologi yang merupakan dasar dari perkembangan antro kesehatan,
perkembangan antro kesehatan dari sisi biological pole, perkembangan antro
kesehatan darsi sisi sosiocultural pole, beda antara perkembangan antro kesehatan
biological pole dan sosiocultural pole, dan kegunaan antro kesehatan. Maka dari itu
kami membuat makalah yang menyangkut tentang antropologi kesehatan.

B. Rumusan Masalah
1. Apakah pengertian antropologi kesehatan?

2. Apakah hubungan antara sosial budaya dan biologi yang merupakan dasar dari
perkembangan antropologi kesehatan?
3. Bagaimana perkembangan antropologi kesehatan dari sisi biological pole?
4. Bagaimana perkembangan antropologi kesehatan dari sisi sosiocultural pole?
5. Apakah beda antara perkembangan antro kesehatan biological pole dan
sosiocultural pole?
6. Apakah kegunaan antropologi kesehatan?
C. Tujuan Penulisan
1. Mengetahui pengertian antropologi kesehatan.
2. Mengetahui hubungan antara sosial budaya dan biologi yang merupakan dasar
dari perkembangan antropologi kesehatan.
3. Mengetahui perkembangan antropologi kesehatan dari sisi biological pole.
4. Mengetahui perkembangan antropologi kesehatan dari sisi sosiocultural pole.
5. Mengetahui beda antara perkembangan antropologi kesehatan biological pole
dan sosiocultural pole.
6. Mengetahui kegunaan antropologi kesehatan.

BAB II
PEMBAHASAN
A. Antropologi
Antropologi merupakan suatu ilmu yang mempelajari tentang
seluk

beluk

manusia

dan

juga

budayanya.

Menurut

Koentjaraningrat (1981 : 11) antropologi berarti ilmu tentang

manusia. Ilmu antropologi telah berkembang dengan luas, ruang


lingkup dan batas lapangan perhatiannya yang luas ini yang
menyebabkan timbulnya paling sedikit 5 masalah penelitian.
Koentjaraningrat (1981 : 12) mengemukakan tentang 5
masalah ini : masalah sejarah asal dan perkembangan manusia
secara biologi, masalah sejarah terjadinya aneka warna makhluk
manusia, dipandang dari sudut ciri-ciri tubuhnya masalah sejarah
asal, perkembangan dan penyebaran aneka warna bahasa yang
diucapkan manusia di seluruh dunia. Masalah perkembangan,
penyebaran, dan terjadinya aneka warna kebudayaan manusia di
seluruh dunia. Masalah mengenai azas-azas dari kebudayaan
manusia dalam kehidupan masyarakat dari semua suku bangsa
yang tersebar di seluruh muka bumi masa kini.
Dengan melihat 5 masalah di atas, sudah dapat dipastikan
terdapat ilmu-ilmu yang terdapat dalam ilmu antropologi yang
membahas tentang ke-5 masalah tersebut. Untuk memecahkan
suatu masalah sudah dapat dipastikan dibutuhkan beberapa
penelitian untuk mengetahui sumber masalah itu sendiri dan
pemecahannya. Menurut Anderson (2006 : 256) ahli antropologi
melaksanakan penelitian mereka dengan cara eksplorasi yang
relatif tanpa struktur dan meliputi masalah-masalah yang sangat
luas. Seorang ahli antropologi tidak terlalu mempersoalkan untuk
memisahkan antara masalah-masalah penelitian yang kecil dan
ketat yang dapat mereka kerjakan dengan disain-disain penelitian
yang dari segi estetika memuaskan, dengan masalah-masalah
umum yang luas, yang akan mengarahkan peneliti kepada banyak
jalur penemuan.
Menurut Anderson

(2006

257)

pendekatan holistik

antropologi terhadap interpretasi atas bentuk-bentuk sosial dan


budaya serta ketergantungan pokok pada observasi partisipasi
untuk mengumpulkan data dan menghasilkan hipotesis adalah hasil

dari, atau berkaitan erat dengan sampel umum dari penelitian


antropologi. Akan tetapi Anderson (2006 : 246) juga menyatakan
antropologi tidak mencukupi diri dalam menghasilkan hipotesishipotesis dan topik-topik penelitian baru. Kita (ahli antropologi)
didorong oleh data dan ide-ide dari berbagai bidang lain.
Terdapat macam-macam antropologi seperti antropologi fisik,
antropologi

budaya,

antropologi

biologi

antropologi

sosial,

antropologi kesehatan. Ilmu antropologi memberi sumbangan bagi


ilmu kesehatan. Anderson (2006 : 247) menyatakan bahwa
kegunaan antropologi bagi ilmu-ilmu kesehatan terletak dalam 3
kategori utama :
1. Ilmu antropologi memberikan suatu cara yang jelas dalam
memandang masyarakat secara keseluruhan maupun para
anggota

individual

mereka.

Ilmu

antropologimenggunakan

pendekatan yang menyeluruh atau bersifat sistem, dimana


peneliti secara tetap menanyakan, bagaimana seluruh bagian
dari sistem itu saling menyesuaikan dan bagaimana sistem itu
bekerja.
2. Ilmu antropologi
operasional
perubahan

memberikan

berguna
sosial

dan

suatu

untuk
buaya

model

menguraikan
dan

juga

yang

secara

proses-proses

untuk

membantu

memahami keadaan dimana para warga dari kelompok sasaran


melakukan respon terhadap kondisi yang berubah dan adanya
kesempatan baru.
3. Ahli antropologi menawarkan kepada ilmu-ilmu kesehatan suatu
metodologi penelitian yang longgar dan efektif untuk menggali
serangkaian masalah teoritis dan praktis yang sangat luas, yang
dihadapi

dalam

berbagai

program

kesehatan.

Begitu pula sebaliknya, menurut Anderson (2006 : 244) ilmu-ilmu


kesehatan menawarkan kepada ilmu antropologi berbagai bidang
yang khusus, yang langsung dapat dibandingkan dengan subjeksubjek tradisional seperti masyarakat rumpun dan desa-desa.

B. Antropologi Kesehatan
Antropologi berasal dari kata anthropos yang berarti "manusia", dan logos
yang berarti ilmu. Menurut Koentjaraningrat (1981 : 11) antropologi berarti ilmu
tentang manusia. Antropologi kesehatan adalah studi tentang pengaruh unsur-unsur
budaya terhadap penghayatan masyarakat tentang penyakit dan kesehatan (Solita
Sarwono, 1993).
Antropologi Kesehatan adalah disiplin yang memberi perhatian pada aspekaspek biologis dan sosio-budya dari tingkahlaku manusia, terutama tentang cara-cara
interaksi

antara

keduanya

disepanjang

sejarah

kehidupan

manusia,

yang

mempengaruhi kesehatan dan penyakit pada manusia (Foster/Anderson, 1986; 1-3).


Antropologi Kesehatan adalah studi mengenai konfrontasi manusia dengan
penyakit dan keadaan sakit, dan mengenai susunan adaptif (yaitu sistem medis dan
obat-obatan) dibuat oleh kelompok manusia untuk berhubungan dengan bahaya
penyakit pada manusia sekarang ini. (Landy, 1977). Landy juga menyatakan bahwa
terdapat tiga generalisasi yang pada umumnya disetujui oleh ahli antropologi, yaitu:
1. Penyakit dalam beberapa bentuk merupakan kenyataan universal dari kehidupan
menusia. Ini terjadi dalam keseluruhan waktu, tempat dan masyarkaat,
2. Kelompok manusia mengembangkan metode dan peran-peran yang teralokasi,
sama dengan sumber daya dan struktur mereka untuk meniru dengan atau
merespon penyakit,
3. Kelompok manusia mengembangkan beberapa set kepercayaan, pengertian dan
persepsi yang konsisten dengan matriks budaya mereka, untuk menentukan atau
menyadari penyakit. Menurut Landy, Masyarakat yang berbeda, dengan budaya
yang berbeda, memiliki pandangan yang berbeda pula terhadap kesehatan dan
penyakit, dan juga berbeda ketika memperlakukan si pasien.

Uraian sejarah muncul dan perkembangan antropologi kesehatan dibuat


menurut urutan waktu cetusannya:
1. Tahun 1849
Rudolf Virchow, ahli patologi Jerman terkemuka, yang pada tahun 1849
menulis apabila kedokteran adalah ilmu mengenai manusia yang sehat maupun

yang sakit, maka apa pula ilmu yang merumuskan hukum-hukum sebagai dasar
struktur sosial, untuk menjadikan efektif hal-hal yang inheren dalam manusia itu
sendiri sehingga kedokteran dapat melihat struktur sosial yang mempengaruhi
kesehatan dan penyakit, maka kedokteran dapat ditetapkan sebagai antropologi.
Namun demikian tidak dapat dikatakan bahwa Vichrow berperan dalam
pembentukan asal-usul bidang Antropologi Kesehatan tersebut., munculnya
bidang baru memerlukan lebih dari sekedar cetusan inspirasi yang cemerlang.
2. Tahun 1953
Sejarah pertama tentang timbulnya perhatian Antropologi Kesehatan
terdapat pada tulisan yang ditulis Caudill berjudul Applied Anthropology in
Medicine. Tulisan ini merupakan tour the force yang cemerlang , tetapi meskipun
telah menimbulkan antusiasme, tulisan itu tidaklah menciptakan suatu subdisiplin
baru.
3. Tahun 1963
Sepuluh tahun kemudian, Scoth memberi judul Antropologi Kesehatan
dan Paul membicarakan Ahli Antropologi Kesehatan dalam suatu artikel
mengenai kedokteran dan kesehatan masyarakat. Setelah itu baru ahli-ahli
antropologi Amerika benar-benar menghargai implikasi dari penelitian-penelitian
tentang kesehatan dan penyakit bagi ilmu antropologi. Pengesahan lebih lanjut
atas subdisiplin Antropologi Kesehatan ini adalah dengan munculnya tulisan yang
dibuat Pearsall (1963) yang berjudul Medical Behaviour Science yang berorientasi
antropologi, sejumlah besar (3000 judul) dari yang terdaftar dalam bibliografi
tersebut tak diragukan lagi menampakan pentingnya sistem medis bagi
Antropologi.
C. Hubungan antara Sosial Budaya dan Biologi yang merupakan Dasar dari
Perkembangan Antropologi Kesehatan.
Hubungan antara social budaya dan biologi yang merupakan dasar dari
perkembangan antropologi kesehatan yaitu masalah kesehatan merupakan masalah
kompleks yang merupakan resultant dari berbagai masalah lingkungan yang bersifat

alamiah maupun masalah buatan manusia, social budaya, perilaku, populasi


penduduk, genetika, dan sebagainya.
Derajat kesehatan masyarakat yang disebut sebagai psycho socio somatic
health well being , merupakan resultante dari 4 faktor yaitu :

1. Environment atau lingkungan


2. Behaviour atau perilaku, Antara

yang

pertama

dan

kedua

dihubungkan

dengan ecological balance


3. Heredity atau keturunan yang dipengaruhi oleh populasi, distribusi penduduk, dan
sebagainya
4. Health care service berupa program kesehatan yang bersifat preventif, promotif,
kuratif, dan rehabilitative.
Dari empat faktor tersebut di atas, lingkungan dan perilaku merupakan faktor
yang paling besar pengaruhnya (dominan) terhadap tinggi rendahnya derajat
kesehatan masyarakat. Tingkah laku sakit, peranan sakit dan peranan pasien sangat
dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti kelas social, perbedaan suku bangsa dan
budaya. Maka ancaman kesehatan yang sama (yang ditentukan secara klinis),
bergantung dari variable-variabel tersebut dapat menimbulkan reaksi yang berbeda di
kalangan pasien.
Misalnya dalam bidang biologi, antropologi kesehatan menggambarkan teknik
dan penemuan ilmu-ilmu kedokteran dan variasinya, termasuk mikrobiologi,
biokimia, genetik, parasitologi, patologi, nutrisi, dan epidemiologi. Hal ini
memungkinkan untuk menghubungkan antara perubahan biologi yang didapatkan
dengan menggunakan teknik tersebut terhadap faktor-faktor sosialdan budaya di
masyarakat tertentu. Contoh : penyakit keturunan albinism di suatu daerah di Nusa
Tenggara Timur ditransmisikan melalui gen resesif karena pernikahan diantara
anggota keluarga.
D. Perkembangan Antropologi Kesehatan dari Sisi Biological Pole

Antropologi kesehatan dari sisi Biological Pole berusaha untuk memahami


jasad/fisik manusia melalui evolusi, kemampuan adaptasi, genetika populasi, dan
primatologi (studi tentang makhuk primate / binatang yang menyerupai manusia).
Sisi biologi adalah hal penting dalam kesehatan. Sisi biologi adalah kesatuan sistem
organ tubuh yang saling menunjang, apabila terdapat gangguan dari salah satu organ
tubuh maka juga akan menggangggu keseluruhan sistem fungsi.
Sisi biologi, melalui tubektomi, dilihat dari sudut budaya oleh Haryati (1990)
dalam penelitiannya tentang penerimaan masyarakat desa terhadap cara ini untuk
ber-KB. Kajian yang dilakukan Haryati selangkah lebih maju dari dua peneliti
sebelumnya dengan lebih banyak menggali sisi biologi (tubektomi) dan kemudian
memasukan ke dalam wacana kesehatan pada masyarakat yang diteliti dengan
melibatkan sistem pengetahuan mereka untuk memilih cara ini dalam ber-KB.
Terdapat ahli-ahli antropologi yang pokok perhatiannya adalah tentang
pertumbuhan dan perkembangan manusia, peranan penyakit dalam evolusi manusia
dan paleopatologi (studi mengenai penyakit-penyakit purba). Ahli-ahli antropologi
yang memiliki minat tersebut mempunyai kesamaan perhatian dengan ahli-ahli
genetika, anatomi, sorologi, biokimia dan sejenisnya.
Hal ini memungkinkan untuk menghubungkan antara perubahan biologi yang
didapatkan dengan menggunakan teknik tersebut terhadap faktor-faktor sosial dan
budaya di masyarakat tertentu. Ada beberapa ilmu yang memberikan sumbangan
terhadap antropologi kesehatan, antara lain :
1. Antropologi fisik/biologi/ragawi,
Contoh: nutrisi mempengaruhi pertumbuhan, bentuk tubuh, variasi penyakit.
Selain itu juga mempelajari evolusi penyakit sebagai akibat faktor budaya,
migrasi dan urbanisasi.
2. Etnomedisin,
Awalnya mempelajari tentang pengobatan pada masyarakat primitif atau yang
masih dianggap tradisional, meski dalam perkembangan lebih lanjut stereotipe ini
harus dihindari karena pengobatan tradisional tidak selamanya terbelakang atau
salah.
3. Kepribadian dan budaya,
Adalah observasi terhadap tingkah laku manusia di berbagai belahan dunia.
Misalnya: perawatan schizophrenia di suatu daerah untuk mencari penyembuhan

yang tepat dapat digunakan untuk mengevaluasi pola perawatan penyakit yang
sama.
4. Kesehatan Masyarakat,
Dimana beberapa program kesehatan bekerjasama dengan antropologi untuk
menjelaskan hubungan antara kepercayaan dan praktek kesehatan.
E. Perkembangan Antropologi Kesehatan dari Sisi Sosiocultural Pole
Antropologi kesehatan mempelajari sosio-kultural dari semua masyarakat yang
berhubungan dengan sakit dan sehat sebagai pusat dari budaya, di antaranya objek
yang menjadi kajian disiplin ilmu ini adalah:
1. Penyakit yang berhubungan dengan kepercayaan (misfortunes).
2. Beberapa masyarakat misfortunes disebabkan oleh kekuatan supranatural
maupun supernatural atau penyihir,
3. Kelompok healers ditemukan dengan bentuk yang berbeda disetiap kelompok
masyarakat.
4. Healers yang mempunyai peranan sebagai penyembuh.
5. Perhatian terhadap suatu keberadaan sakit atau penyakit tidak secara individual,
terutama illness dan sickness pada keluarga ataupun masyarakat.
Jauh sebelum apa yang disimpulkan ahli-ahli antropologi pada akhir abad 20,
pada tahun 1924 W.H. R. River, seorang dokter, menyebutkan bahwa kepercayaan
medis dan prakteknya tidak dapat dipisahkan dari aspek budaya dan organisasi sosial
yang lain. Ia menyatakan praktek medis primitif mengikuti dari dan membuat
pengertian dalam syarat-syarat yang mendasari kepercayaan medis. Ia juga
menyatakan keberadaan 3 padangan dunia yang berbeda (gaib, religi, dan
naturalistik) dan menghubungkan sistem-sistem kepercayaan, dan tiap-tiap
pandangan memilki model perilaku medis yang sesuai.
Ackerkencht, seorang dokter dan ahli antropologi, orientasi teoritisnya
diungkapkan dalam bentuk lima generalisasi yaitu:
1.

Studi signifikan dalam antropologi medis bukanlah sifat tunggal melainkan


konfigurasi budaya secara keseluruhan dai masyarakat dan temapt dimana pola
medis berada dalam totalitas tersebut,

2.

Ada begitu banyak pengobatan primitif,

3.

Bagian dari pola medis, seperti yang ada pada keseluruhan budaya, secara
fungsional saling berkaitan,

4.

Pengobatan primitif paling baik dipahami dalam kaitan kepercayaan dan definisi
budaya,

5.

Manifestasi pengobatan primitif yang bervariasi seluruhnya merupakan


pengobatan

gaib.

Penelitian-penelitian dan teori-teori yang dikembangkan oleh para antropolog,


perilaku sehat (health behavior ), perilaku sakit (illness behavior) perbedaan
antara illness dan disease, model penjelasan penyakit explanatory model ), peran dan
karir seorang yang sakit (sick role), interaksi dokter-perawat, dokter-pasien, perawatpasien, penyakit dilihat dari sudut pasien, membuka mata para dokter bahwa
kebenaran ilmu kedokteran modern tidak lagi dapat dianggap kebenaran absolut
dalam proses penyembuhan.
Terdapat ahli-ahli antropologi dengan pokok perhatian pada sistem medis
tradisional (etnomedisin), masalah petugas-petugas kesehatan dan persiapan
profesional mereka, tingkah laku sakit, hubungan antara dokter-pasien serta dinamika
dari usaha memperkenalkan pelayanan kesehatan Barat kepada masyarakatmasyarakat tradisional.
F. Beda antara Perkembangan Antropologi Kesehatan Biological Pole dan
Sosiocultural Pole
Antropologi kesehatan tidak boleh dipandang sebagai penggabungan dari dua
disiplin yang longgar, biologi dan sosial-budaya, karena seringkali masalah-masalah
yang dihadapi kedua disiplin ilmu tersebut saling membutuhkan data maupun teoriteori dari kedua bidang yang bersangkutan. Penyakit jiwa, misalnya, tidaklah sematamata dapat dipelajari dalam kerangka faktor fisiologis atau biokimia belaka, atau
faktor-faktor psiko-sosial-budaya yang bersumber pada stres; kedua jenis data

tersebut penting untuk memperoleh pemahaman yang mendalam dari faktor-faktor


yang berpengaruh. Serupa halnya dengan makanan, dimana kebiasaan makan dan
makanan yang dipilih berkaitan dengan tingkatan nutrisi. Demikian pula teori
epidemiologi yang didasarkan atas pengetahuan bahwa tingkahlaku manusia sangat
mempengaruhi vektor yang menularkan banyak pennyakit.
Pokok perhatian biological pole :
1. Pertumbuhan dan perkembangan manusia.
2. Peranan penyakit dalam evolusi manusia.
3. Paleopatologi (studi mengenai penyakit-penyakit purba)
Pokok perhatian sociocultural pole :
1.
2.
3.
4.
5.

Sistem medis tradisional (etnomedisin).


Masalah petugas-petugas kesehatan dan persiapan profesional mereka.
Tingkah laku sakit.
Hubungan antara dokter pasien.
Dinamika dari usaha memperkenalkan pelayanan kesehatan barat kepada
masyarakat tradisional.
Jadi perbedaannya terletak pada masing-masing disiplin ilmu yang

bersangkutan, dalam memandang suatu fenomena baik dari bidang biologi maupun
bidang sosial-budaya. Contoh: dari segi biologi, penyakit merupakan suatu kondisi
patologis yang dibuktikan dengan hasil-hasil tes laboratorium atau bentuk-bentuk
pemeriksaan klinis lainnya. Namun dari pandangan budaya, penyakit adalah
pengakuan sosial bahwa seseorang itu tidak bisa menjalankan peran normalnya
secara wajar, dan bahwa harus dilakukan sesuatu terhadap situasi tersebut. Dengan
kata lain harus dibedakan antara penyakit (disease) sebagai suatu konsep patologis,
dan penyakit (illness) sebagai suatu konsep kebudayaan.
G. Peranan Ilmu Antropologi Dalam Bidang Kesehatan
Anthropology berarti ilmu tentang manusia, dan adalah suatu istilah yang
sangat tua. Dahulu istilah itu dipergunakan dalam arti yang lain, yaitu ilmu tentang
ciri-ciri tubuh manusia (malahan pernah juga dalam arti ilmu anatomi).
Penyakit muncul tidak bersamaan dengan saat munculnya manusia, tetapi
sebagaimana diungkapkan oleh Sigerit (Landy 1977), penyakit adalah bagian dari
kehidupan yang ada di bawah kondisi yang berubah-ubah.Peranan yang pasti dari
penyakit dari evolusi manusia belum difahami secara jelas,tetapi ahli paleopatologi
yakin bahwa ada hubungan antara penyakit dan evolusi manusia. Sebagaimana

dikemukakan oleh Foster dan Anderson (1978) kesehatan berhubungan dengan


perilaku. Perilaku sehat dapat dipandang sebagai suatu respon yang rasional terhadap
hal-hal yang dirasakan akibat sakit.
Dengan kata lain, ada suatu hubungan intim dan tidak dapat ditawar-tawar
lagi antara penyakit, obat-obatan dan kebudayaan. Teori penyakit termasuk
didalamnya etiologi, diagnosis, prognosis, perawatan, dan perbaikan atau pengobatan
keseluruhannya adalah bagian dari kebudayaan. Suatu studi tentang konfrontasi
manusia dengan penyakit serta rasa sakit, dan rencana adaptif yaitu sistem
pengobatan dan obat-obat yang dibuat oleh kelompok manusia berkaitan dengan
ancaman yang datang disebut antropologi kesehatan (Landy 1977).
Antropologi kesehatan adalah studi tentang pengaruh unsur-unsur budaya
terhadap penghayatan masyarakat tentang penyakit dan kesehatan (Solita Sarwono,
1993). Definisi yang dibuat Solita ini masih sangat sempit karena antropologi sendiri
tidak terbatas hanya melihat penghayatan masyarakat dan pengaruh unsur budaya
saja. Antropologi lebih luas lagi kajiannya dari itu seperti Koentjaraningrat
mengatakan bahwa ilmu antropologi mempelajari manusia dari aspek fisik, sosial,
budaya (1984;76). Pengertian antropologi kesehatan yang diajukan Foster/Anderson
merupakan konsep yang tepat karena termakutub dalam pengertian ilmu antropologi
seperti disampaikan Koentjaraningrat di atas. Menrut Foster/Anderson, antroplogi
kesehatan mengkaji masalah-masalah keehatan dan penyakit dari dua kutub yang
berbeda yaitu biologi dan kutub sosial budaya.
Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa Antropologi kesehatan adalah
disiplin ilmu yang memberi perhatian pada aspek-aspek biologis dan sosio-budaya
dari tingkah laku manusia, terutama tenyang cara-cara interaksi antara keduanya
sepanjang sejarah kehidupan manusia, yang mempengaruhi kesehatan dan penyakit
pada manusia (Foster/Anderson, 1986; 1-3) . Menurut Foster (1978) ada tiga tipe
kajian antropologi budaya yang menjadi akar antropologi kesehatan, yaitu :
1. Kajian tentang obat primitif, tukang sihir dan majik
2. Kajian tentang kepribadian dan kesehatan diberbagai setting budaya.
3. Keterlibatan ahli-ahli antropologi dalam program-program kesehatan internasional
dan perubahan komunitas yang terencana.
McElroy dan Townsend (1985) menambahkan dua kajian antropologi lain, yaitu:

1. Antropologi ekologi
2. Teori evolusioner.
H. Kegunaan Antropologi Kesehatan
Secara umum, antropologi kesehatan senantiasa memberikan sumbangan pada
ilmu kesehatan lain sebagai berikut :
1. Memberikan suatu cara untuk memandang masyarakat secara keseluruhan
termasuk individunya. Dimana cara pandang yang tepat akan mampu untuk
memberikan kontribusi yang tepat dalam meningkatkan kesejahteraan suatu
masyarakat dengan tetap bertumpu pada akar kepribadian masyarakat yang
membangun. Contoh ; pendekatan sistem, holistik, relativisme yang menjadi dasar
pemikiran antropologi dapat digunakan untuk membantu menyelesaikan masalah
dan mengembangkan situasi masyarakat menjadi lebih baik.
2. Memberikan suatu model yang secara operasional berguna untuk menguraikan
proses sosial budaya bidang kesehatan. Memang tidak secara tepat meramalkan
perilaku individu dan masyarakatnya, tetapi secara tepat bisa memberikan
kemungkinan luasnya pilihan yang akan dilakukan bila masyarakat berada pada
situasi yang baru.
3. Sumbangan terhadap metode penelitian dan hasil penelitian. Baik dalam
merumuskan suatu pendekatan yang tepat maupun membantu analisis dan
iterpretasi hasil tentang suatu kondisi yang ada di masyarakat.

BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
1. Antropologi Kesehatan adalah disiplin yang memberi perhatian pada aspek-aspek
biologis dan sosio-budya dari tingkahlaku manusia, terutama tentang cara-cara
interaksi antara keduanya disepanjang sejarah kehidupan manusia, yang
mempengaruhi kesehatan dan penyakit pada manusia (Foster/Anderson, 1986; 1-3).

2. Hubungan antara social budaya dan biologi yang merupakan dasar dari
perkembangan antropologi kesehatan yaitu masalah kesehatan merupakan masalah
kompleks yang merupakan resultant dari berbagai masalah lingkungan yang
bersifat alamiah maupun masalah buatan manusia, social budaya, perilaku, populasi
penduduk, genetika, dan sebagainya.
3. Sisi biologi adalah kesatuan sistem organ tubuh yang saling menunjang, apabila
terdapat gangguan dari salah satu organ tubuh maka juga akan menggangggu
keseluruhan sistem fungsi.
4. Antropologi kesehatan mempelajari sosio-kultural dari semua masyarakat yang
berhubungan dengan sakit dan sehat sebagai pusat dari budaya.
5. Perbedaan perkembangan antropologi kesehatan biological pole dan sosiocultural
pole yaitu biological pole pokok perhatian adalah pertumbuhan dan perkembangan
manusia, peranan penyakit dalam evolusi manusia dan paleopatologi (studi
mengenai penyakit-penyakit purba). Pokok perhatian sociocultural pole adalah
sistem medis tradisional (etnomedisin), masalah petugas-petugas kesehatan dan
persiapan profesional mereka, tingkah laku sakit, hubungan antara dokter pasien
dan dinamika dari usaha memperkenalkan pelayanan kesehatan barat kepada
masyarakat tradisional.
6. Kegunaan antropologi kesehatan adalah memberikan suatu cara untuk memandang
masyarakat secara keseluruhan termasuk individunya, memberikan suatu model
yang secara operasional berguna untuk menguraikan proses sosial budaya bidang
kesehatan dan sumbangan terhadap metode penelitian dan hasil penelitian.
B. Saran
Setelah membaca makalah ini,saya berharap pembaca lebih mendapatkan pengetahuan
tentang perkembangan antropologi kesehatan, sehingga pembaca mendapatkan
pengetahuan tentang cara-cara meningkatkan derajat kesehatan.

DAFTAR PUSTAKA
Drs. Naffi Sanggenafa, MA. 2002. Jurnal Antropologi Papua. Jayapura. Laboratorium
Antropologi Jurusan Antropologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas
Cenderawasih.
Gutomo Priyatmono. 2007. Bermain dengan Kematian. Yogyakarta. Kanisius.
Saifudin. 2005. Antropologi Kontemporer, Suatu Pengantar Kritis Mengenai
Paradigma. Jakarta: Prenata Media
Tedi Sutardi. 2007. Antropologi :mengungkap Keragaman Budaya untuk Kelas XI
Sekolah Menengah Atas, Program Bahasa. Bandung. PT Setia Purna Inves.
Anderson, Foster. (2006). Antropologi Kesehatan. Jakarta : UI Press.
http://sayedmuddasir.wordpress.com/2014/05/01/pandangan-ahli-antropologi-terhadappenyakit/

http://www.anneahira.com/artikel-kesehatan-antropologi-kesehatan.htm