Anda di halaman 1dari 2

Matrix

Perintis

Dasar Teori

Konsep

Kurikulum

Kelebihan

BCCT
Pada dasarnya Beyond Centers and
Circles Time (BCCT) ini lahir dari
pengembangan High Scope, Montessori,
Head Star dan Reggio Emilia. Namun di
kaji lebih lanjut oleh Creative Center for
Childhood Research and Training
(CCCRT) kemudian dikembangkan oleh
Pamela C Phelps, Ph.D.
BCCT merupakan metode pembelajaran
baru yang dikembangkan berdasarkan
High Scope, Montessori, Head Star dan
Reggio Emilia. Dimana melalui metode
ini diarahkan untuk mengembangkan
berbagai pengetahuan anak dengan
membangun dan menciptakan sendiri
melalui berbagai variasi pengalaman
main
di
sentra-sentra
kegiatan
pembelajaran
sehingga
mendorong
munculnya kreativitas anak, sementara
peran guru sebagai fasilitator yang
memberikan pijakan-pijakan.
Bermain sambil belajar, dimana anak
sebagai pusat pembelajaran sehingga
dalam hal ini posisi anak proporsional
dalam hal bermain dan belajar satu sama
lain. Adapun konsepnya melalui 3 jenis
main, antara lain:
1.
Main Sensorimotor
2.
Main Peran
3.
Main Pembangunan
Tidak ada kurikulum khusus tentang
BCCT ini, namun berdasarkan konsep
diatas maka dapat disusun kurikulum
sebagai berikut:
1.
Sentra Main Peran
2.
Sentra Balok
3.
Sentra Ibadah
4.
Sentra Persiapan
5.
Sentra Olah Tubuh
6.
Sentra Bahan Alam
Mampu merangsang seluruh aspek
kecerdasan anak (Multiple Intelligent)
melalui bermain yang terarah. Disisi lain
anak juga menjadi lebih percaya diri
karena ia merupakan sentra (pusat) dari
metode pembelajaran ini. Anak akan

High/Scope

David Weikart pada tahun 1960an tapi


baru dimulai pada tahun 1962.

Teori High/Scope berdasarkan Teori


Piaget, Constructivism, Dewey, dan
Vygotsky. Karena metode ini berangkat
dari teori Piaget maka sangat erat
kaitannya dengan melihat fase-fase
perkembangan anak terkait kognitifnya.

Konsep utama pada high/scope sebagai


berikut:
1.
Anak sebagai pembelajar aktif
2.
Plan-do-review
3.
Key experience
4.
Penggunaan catatan anekdot untuk
mencatat kemajuan yang diperoleh
anak.

Children help determine curriculum.

Guru dalam hal ini dapat melihat


perkembangan anak karena memiliki
catatan anecdotal. Untuk AUD sendiri
berdasarkan metode pembelajaran ini
akan lebih aktif serta telah mulai diantar
untuk berpikir sistematis yaitu plan-do-

Montessori

REA

Kekurangan

merasa lebih enjoy dalam metode


pembelajaran ini karena memasukkan
esensi bermain, dimana bermain itu
sendiri meliputi perasaan senang, bebas,
dan merdeka.

review.

Kekurangannya lebih kepada ketika anak


sudah berada pada tahap akhir AUD,
kami cukup khawatir jika anak tersebut
sulit untuk beradaptasi pada lingkungan
baru yang menuntut keseriusan yang
lebih dimana metode pembelajaran
BCCT yang lebih menekankan pada
bermain sambil belajar sehingga
dikhwatirkan membuat anak tersebut
sulit untuk konsentrasi kedepannya.

Pada dasarnya metode pembelajaran


High/Scope ini telah mengcover
kekurangan dari teori piaget dan
contructivism dalam hal kurangnya
experiencial learning (anak aktif dalam
pembelajaran) di dalamnya. Namun
masih melihat kemampuan semua anak
sama, padahal seperti yang kita ketahui
setiap anak memiliki minat dan
potensinya masing-masing sehingga bagi
anak yang telah sesuai dengan tahap
perkembangan kognitif piaget akan lebih
menikmati metode pembelajaran ini
namun tidak untuk anak yang tidak
sesuai.