Anda di halaman 1dari 21

SEDIMENTOLOGI

Mekanika fluida pada


Sedimentasi

Kelompok 3

Fitriani
Aryani Agustiawati
Fauziah Alimuddin
Annisa
Hardianti
Yunus

Muh.Fais
Wahid
Yawan Baso
Pata
Muh.yusuf

Program studi Geofisika Jurusan fisika


Fakultas matematika dan ilmu pengetahuan alam
Universitas hasanuddin

Proses
Sedimentasi

Terjadinya

Sedimentasi ini terjadi melalui proses pengendapan


material yang ditransport oleh media air, angin, es, atau
gletser di suatu cekungan.
Delta yang terdapat di mulut-mulut sungai adalah hasil
dan proses pengendapan material-material yang
diangkut oleh air sungai, sedangkan bukit pasir (sand
dunes) yang terdapat di gurun dan di tepi pantai adalah
pengendapan dari material-material yang diangkut oleh
angin. Proses tersebut terjadi terus menerus, seperti
batuan hasil pelapukan secara berangsur diangkut ke
tempat lain oleh tenaga air, angin, dan gletser.

Proses terjadinya batuan sedimen dapat dijabarkan


sebagai berikut:
a. Secara Mekanik
Terbentuk dari akumulasi mineral-mineral dan fragmenfragmen batuan. Faktor-faktor yang penting yang
mempengaruhi sedimentasi secara mekanik antara lain:
- Sumber material batuan sedimen
- Lingkungan pengendapan
- Pengangkutan (transportasi)
- Pengendapan
- Kompaksi
- Lithifikasi dan Sementasi
- Replacement dan Rekristalisasi
- Diagenesis
b. Secara Kimia dan Organik

Mekanika Fluida
Sifat-sifat Cairan
Pengangkutan sedimen di sungai pada
umumnya digerakkkan oleh aliran
air,sehingga sangat penting untuk
mengetahui sifat-sifat aliran terutama
aliran pada saluran terbuka. Beberapa
sifat dan parameter yang saling
berkaitan dan berpengaruh pada
pengangkutan sedimen.

Parameter yang berpengaruh pada pengangkutan sedimen

Berat jenis ( Specific weight)


( N/m3)

Besarnya harga tergantung pada


tempat di bumi (g), pada garis katulistiwa
harga g = 9,78 m/det2, sedangkan di
daerah kutub harga g = 9,832 m/det2 .
Dengan
demikian pada umumnya diambil harga
rata-rata g = 9,8 m/det2.

Kekentalan (viscocity)
Kekentalan (viscocity) merupakan sifat zat
cair untuk melawan tegangan geser atau
perubahan sudut, terbagi dua macam :
- Kekentalan kinematik ()
Kekentalan kinematik sangat dipengaruhi
suhu:

dimana T merupakan suhu (C)

Kekentalan dinamik ()
Kekentalan dinamik dipengaruhi partikel
sedimen. Untuk larutan yang dicairkan (c <
0.1) Einstein (1906), mendapat :
Dimana m adalah koefisien kekentalan
dinamika- campuran/larutan sedimen;
adalah koefisien kekentalan dinamik air
bersih; dan c merupakan konsentrasi
sedimen.

Kerapatan relatif dalam air -


(tanpa dimensi)
Kerapatan relatif dalam air adalah
perbandingan selisih kerapatan suatu
zat/sedimen
dan
air
terhadap
kerapatan air.

Bentuk
partikel

Bentuk dari sedimen alam beraneka ragam dan tidak


terbatas. Di samping ukuran butir, bentuk partikel
juga penting, karena ukuran partikel sedimen itu
sendiri belum cukup untuk menjelaskan karakteristik
butir-butir sedimen. Suatu partikel yang pipih
mempunyai harga kecepatan endap yang lebih kecil
dan akan lebih sulit untuk terangkut dibandingkan
dengan suatu partikel yang bulat seperti muatan
dasar.
Sifat-sifat yang paling penting dan berhubungan
dengan angkutan sedimen adalah bentuk dan
kebulatan butir (berdasarkan pengamatan H. Wadell).

Rapat massa/Kerapatan (density)


( kg.m-3 )

Sesungguhnya semua sedimen berasal dari


material batu, oleh sebab itu segala unsur
material
induk
(parent
material)
dapat
ditemukan di sedimen. Sebagai contoh,
fragmen dari induk batuan ditemukan di batu
besar dan kerikil, kuarsa pada pasir, silika pada
lumpur, serta feldspars dan mika pada tanah
liat. Densiti dari kebanyakan sedimen yang
lebih kecil dari 4 mm adalah 2.650 kg/m3
(graviti spesifik, s = 2.65). densiti dari mineral
lempung (clay) berkisar dari 2.500 sampai
2.700 kg/m3.

Besarnya a tidak tetap, tergantung


pada suhu, tekanan dan larutan. Pada
air tawar memiliki nilai a = 1000
kg/m3, dan air laut memiliki nilai a =
1025
kg/m3.
Pada
perhitungan
angkutan
sedimen,
pengaruh
perbedaan kerapatan pada umumnya
diabaikan.

Mekanisme Pengangutan
sedimen pengangkutan sedimen oleh air dan
Mekanisme
angin sangatlah berbeda:
karena berat jenis angin relatif lebih kecil dari air
maka angin sangat susah mengangkut sedimen
yang ukurannya sangat besar. Besar maksimum
dari ukuran sedimen yang mampu terangkut oleh
angin umumnya sebesar ukuran pasir.
karena sistem yang ada pada angin bukanlah
sistem yang terbatasi (confined) seperti layaknya
channel atau sungai maka sedimen cenderung
tersebar di daerah yang sangat luas bahkan
sampai menuju atmosfer.

Sedimen dapat diangkut dengan tiga cara:


a. Suspensi
Dalam teori segala ukuran butir sedimen dapat
dibawa dalam suspensi, jika arus cukup kuat.
Akan tetapi di alam, kenyataannya hanya
material halus saja yang dapat diangkut
suspensi. Sifat sedimen hasil pengendapan
suspensi ini adalah mengandung prosentase
masa dasar yang tinggi sehingga butiran
tampak mengambang dalam masa dasar dan
umumnya disertai memilahan butir yang buruk.
Cirilain dari jenis ini adalah butir sedimen yang
diangkut tidak pernah menyentuh dasar aliran.

b. Bedload transport
Berdasarkan tipe gerakan media pembawanya, sedimen dapat
dibagi menjadi:
Endapan arus traksi
Endapan arus pekat (density current) dan
Endapan suspensi.
c. Saltation
Dalam bahasa latin artinya meloncat umumnya terjadi pada
sedimen berukuran pasir dimana aliran fluida yang ada mampu
menghisap dan mengangkut sedimen pasir sampai akhirnya karena
gaya grafitasi yang ada mampu mengembalikan sedimen pasir
tersebut ke dasar.Pada saat kekuatan untuk mengangkut sedimen
tidak cukup besar dalam membawa sedimen-sedimen yang ada
maka sedimen tersebut akan jatuh atau mungkin tertahan akibat
gaya grafitasi yang ada. Setelah itu proses sedimentasi dapat
berlangsung sehingga mampu mengubah sedimen-sedimen
tersebut menjadi suatu batuan sedimen.

Mekanisme Transpor Sedimen Oleh


Gelombang
Di laut dalam, gerak partikel air karena
gelombang jarang mencapai dasar
laut.Sedang di laut dangkal, partikel air
dekat dasar bergerak maju dan mundur
secara periodik. Kecepatan partikel air di
dekat dasar naik dengan bertambahnya
tinggi gelombang dan berkurang dengan
kedalaman. Kecepatan partikel air di
dekat dasar atau yang dinyatakan dalam
bentuk tegangan geser tersebut
berusaha untuk menarik sedimen dasar.

Dasar laut berpasir yang datar, apabila


kecepatan di dekat dasar sangat kecil, yang
berarti juga tegangan geser dasar, partikel
sedimen tidak bergerak
Selanjutnya
apabila kecepatanbertambah (juga tegangan
geser dasar), sampai pada suatu kecepatan
tertentu beberapa butiran mulai bergerak,
yang disebut dengan awal gerak sedimen
Sedimen bergerak maju mundur sesuai
dengan gerak partikel air. Selanjutnya
kenaikan kecepatan dapat mempercepat
gerak tersebut, dan transpor sedimen yang
terjadi disebut transpor dasar (bed load)

Pengaruh tegangan geser terhadap gerak


sedimen dasar (tampak samping)

Referensi:
Aditya Rizky.2013.proses terjadinya
sedimentasi. http://
adityaaaaaarizky.blogspot.com/201
3/03/proses-terjadinya-sedimentas
i.htm
http://repository.usu.ac.id/bitstream/12
3456789/30163/3/Chapter
%20II.pdf

THANKS