Anda di halaman 1dari 12

DEFINISI VULNUS

DISKONTINUITAS KULIT N+ JARINGAN DIBAWAHNYA


AKIBAT SUATU TRAUMA

MACAM

V. LACERATUM
V. SCISSUM
V. PUNCTUM
V. ICTUM
V. MORSUM
V. SCLOPETORUM
EXCORIASI
SCAR

:
:
:
:
:
:

LUKA
LUKA
LUKA
LUKA
LUKA
LUKA

ROBEK
IRIS
TUSUK
TITIK
GIGITAN
TEMBAK
: LUKA SERUT
: LUKA PARUT

FASE PENYEMBUHAN LUKA


1.

FASE SUBSTRAK / F. INFLAMASI / LAG PHASE


HARI 0 5
VASOKONSTRIKSI PD & OTOT-OTOT SEKITAR
PERMEABILITAS KAPILER ATAS EKSASI SERUM
PENEROBOSAN SEL-SEL RADANG
PENYEMBUHAN BERTAMBAH PADA FASE INI DIMANA
FIBROBLAS MULAI BERFUNGSI

2.

FASE PROLIFERATIF / F. FIBROPLASTIK


HARI 5 MINGGU 3
TERJADI PERISTIWA EPITELISASI*
FIBROPLASIA**
KONTRAKSI***
*EPITELISASI
PROLIFERASI (MITOSIS) EPITEL
MIGRASI EPITEL

**FIBROPLASIA

FIBROPLASIA BERFUNGSI MEMBUAT KOLAGEN


ARAH SERAT DIATUR OLEH MUKOPOLISAKARIDA
TERDIRI DARI ASAM AMINO :
1. PROLIN
2. HIDROKSI PROLIN
3. GLISIN

SERAT SERAT INI PEMBENTUKAN DAN


PENYERAPANNYA
DIATUR
***KONTRAKSI

SETELAH PENYERAPAN PENGERUTAN


3.

FASE RESORBTIF / FASE REMODELLING


MINGGU 3 BERBULAN-BULAN
PROSES PENYERAPAN & PENGATURAN KEMBALI SEL-SEL
YANG TIDAK BERGUNA

JARINGAN GRANULASI
JARINGAN PENYEMBUHAN LUKA
TERDIRI DARI :
1. FIBROBLAS
2. SEL RADANG
3. KAPILER HALUS
>>> GRANULOMA (GRANULOMA PIOGENIKUM)
P

KEKUATAN LUKA
TENSILE STRENGTH
1. FASE 1 : 0 % DARI NORMAL
2. FASE 2 : 20 % DARI NORMAL
3. FASE 3 : 60 % DARI NORMAL
ANGKAT JAHITAN TENSILE STRENGTH 20 %
DISTRAKSI<pemisahan>HIPERTROFI KELOID
FASE 3 SELESAI BILA :
1. TANDA-TANDA PENYEMBUHAN LUKA SUDAH BERHENTI
2. BERWARNA MERAH PUCAT
3. INDUKSI KAKU LEMAS
4. KELUHAN (-)

KELOID
PARUT HIPERTROFIK = TIDAK TERKONTROL
FAKTOR PENYEBAB :
1. BAKAT ORANG YANG BERPIGMEN TENDENSIT
2. BENDA ASING YANG MERANGSANG
BENDA ASING YANG MENIMBULKAN REAKSI
KACA
> TIDAK APA-APA
SILIKON
3. LOKALISASI LuKA
DELTOID
PRE-STERNAL
4. HAL-HAL YANG MENYEBABKAN REAKSI PENYEMBUHAN
LUKA TERHENTI
PEREGANGAN
GERAKAN BERLEBIHAN
INFEKSI KRONIS
EKSKORIASI EPITEL

PENYEMBUHAN SARAF
SARAF PUTUS
AKSON DISTAL DEGENERASI
AKSON PROKSIMAL DEGENERASI SEDIKIT
SISA SELUBUNG AKSON
SETELAH LAG PHASE, BARU TERJADI PERTUMBUHAN AKSON
PROKSIMAL UNTUK MENCARI SARUNG DISTAL YANG MASIH
TERBUKA YANG TEPAT
MIRROR IMAGE MICROSURGERY
BILA AKSON TIDAK MENEMUKAN TEMPATNYA AKAN TERJADI
NEUROMA
KEBAG YANG MASIH TERBUKA AKAN MEMASUKI FIBROBLAS
OPERASI DAPAT DITUNDA
1. YANG DISAMBUNG HANYA SELUBUNGNYA
SETELAH BEBERAPA HARI SELUBUNG > TEBAL, MUDAH
UNTUK DISAMBUNG
2. USAHA TUMBUH AKSON PERLU BEBERAPA WAKTU, TUNGGU
BEBERAPA HARI, POTONG
UJUNG SEGAR

PENYEMBUHAN JAR.OTOT
BILA FIBROLASI TIDAK BERLEBIH PASANGAN OTOT DAPAT
KEMBALI
HARUS DIREPOSISI, HLANGKAN DEAD SPACE
INTERVASI HARUS MASIH ADA
LESI SARAF MOTORIK OTOT ATROFI JARINGAN IKAT

PENYEMBUHAN TENDON
TENDON RELATIF TIDAK BERSEL
PENYEMBUHAN HARUS ADA FIBROBLAS YANG MASUK UNTUK
MENYAMBUNG DISEKITAR BIASANYA ADA SEL RADANG
DAPAT LENGKET
DENGAN ADANYA PERLENGKETAN FUNGSI AKAN
BERKURANG
PENYEMBUHAN TENDON IMMOBILISASI 3 MINGGU

SEGI PRAKTIS PENYEMBUHAN LUKA


BENANG
BAHAN :
1. NON-ABSORBABLE
SUTRA / SILK
COTTON
NYLON
2. ABSORBABLE
DEXON
CAT GUT
UKURAN :
1. 2 : 1 : 0
2. 00-000 DST
3. (2-0) = ORTOPEDI
(3-0) = USUS
(7-0) = MATA

JARUM
PENAMPANG :
1. MENGIRIS<u/kulit>
2. TIDAK MENGIRIS<u/jaringan lunak>
SAMBUNGAN / PANGKAL JARUM :
1. TRAUMATIK<bermata> akan membuat lubang
tusukan>besar
2. ATRAUMATIK<tidak bermata>
BENTUK :
1. 1/2
2. 3/8
KASSA HIDROFIL<kasa yg menyerap air>
SOFRATULE<kasa yg telah diberi antibiotik>
KULIT
TEKHNIK MENJAHIT
USAHAKAN BETUL-BETUL MEMPERTAUTKAN LUKA
DEAD SPACE (-)
TERISI SEROMA DAN HEMATOM MUDAH TERINFEKSI

BALUTAN
GUNA BALUTAN
1. MENUTUP LUKA TERHADAP KOTORAN DAN CAHAYA
2. MENGHENTIKAN PERDARAHAN
3. IMMOBILISASI / FIKSASI
BAGIAN TUBUH YANG DIBALUT
1. BULAT
2. SILINDRIS
3. KONUS
4. SENDI
SIFAT BALUTAN DAN BAHAN
1. MITELLA
: KAIN
2. HIDROFIL
: KAIN KASSA
3. PADDING
: KAPAS / COTTON
4. SEMI-ELASTIS / ELASTIS
: CREPE BANDAGE / ELAS
5. ELASTIS DAN MENEMPEL : COBAN BANDAGE
6. TOURNIQUETTE
: RUBBER BANDAGE

HEMATOMA
PENGUMPULAN DARAH
BEKUAN DARAH DALAM LUKA
AKIBAT HEMOSTASIS TIDAK SEMPURNA
RESIKO :
ASPIRIN
ANTIKOAGULAN (HEPARIN)
BATUK-BATUK
HIPERTENSI
-S :
EVAKUASI LIGASI TUTUP LUKA
TEKAN TEPI LUKA
SEROMA
PENGUMPULAN CAIRAN DALAM LUKA SELAIN DARAH ATAU PUS
BIASANYA PASCA BEDAH ELEVASI SKIN FLAP DISEKSI KGB
MENINGKATKAN RESIKO INFEKSI LUKA
-S (POST FLAP) :
ASPIRASI JARUM BALUT TEKAN

DEHISENSI LUKA (luka yang tidak menyembuh)


DISRUPSI PARSIAL / TOTAL, SEBAGIAN / SELURUH LAPISAN LUKA
OPERASI
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI :
A. FAKTOR SISTEMIK
USIA > 60 TH
DM
UREMIA
IMUNOSUPRESI (AIDS, KORTIKOSTEROID)
IKTERUS
SEPSIS
HIPOALBUMINEMIA
KANKER
OBESITAS
B. FAKTOR LOKAL
PENUTUPAN LUKA TIDAK ADEKUAT
TEKANAN INTRAABDOMINAL TINGGI
INFEKSI