Anda di halaman 1dari 8

1

PEMBUKTIAN ADANYA ALLAH


A. RUMUSAN MASALAH
1. Apa saja bukti bukti yang menguatkan bahwa Tuhan itu ada?
2. Bagaimana pembuktian adanya tuhan jika dilihat dari sudut
pandang agama, ilmu pengetahuan dan yang lainnya?
B. TUJUAN PENULISAN
Adapun tujuan penulisan yaitu :
a. Untuk memenuhi salah satu tugas

dalam mata

pendidikan Agama.
b. Mengetahui pembuktian wujud tuhan dalam islam.
c. Untuk mengetahui bukti adanya Tuhan menurut

kuliah

ilmu

pengetahuan.
BAB II PEMBAHASAN
Adanya Allah swt adalah sesuatu yang bersifat aksiomatik (sesuatu yang
kebenarannya telah diakui, tanpa perlu pembuktian yang bertele-tele). Namun, di sini
akan dikemukakan dalil-dalil yang menyatakan wujud (adanya) Allah SWT, untuk
memberikan pengertian secara rasional. Mengimani Wujud Allah Subhanahu wa Taala
Wujud Allah telah dibuktikan oleh fitrah,akal,syara,dan indera.
1. Dalil Fitrah
Manusia diciptakan dengan fitrah bertuhan, sehingga kadangkala disadari
atau tidak, disertai belajar ataupun tidak naluri berketuhanannya itu akan bangkit.
Firman Allah
"Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak
Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka
(seraya berfirman): Bukankah Aku ini Tuhanmu? Mereka menjawab: Betul
(Engkau Tuhan kami), kami menjadi saksi. (Al-Araf:172)
"Dan sungguh jika kamu bertanya kepada mereka: Siapakah yang
menciptakan mereka, niscaya mereka menjawab: Allah, maka bagaimanakah
mereka dapat dipalingkan (dari menyembah Allah)"...? (Az-Zukhruf:87)

Kelompok 3

2
Setiap anak dilahirkan dalam keadaan fitrah, dan sesungguhnya kedua
orang tuanyalah yang menjadikannya Yahudi, Nasrani atau Majusi (HR. Al Bukhari)
Ayat dan hadis tersebut menjelaskan kondisi fitrah manusia yang bertuhan.
Ketuhanan ini bisa difahami sebagai ketuhanan Islam, karena pengakuannya bahwa
Allah swt adalah Tuhan. Selain itu adanya pernyataan kedua orang tua yang
menjadikannya sebagai Nasrani, Yahudi atau Majusi, tanpa menunjukkan kata
menjadikan Islam terkandung maksud bahwa menjadi Islam adalah tuntutan fitrah.
Dari sini bisa disimpulkan bahwa secara fitrah, tidak ada manusia yang menolak
adanya Allah sebagai Tuhan yang hakiki, hanya kadang-kadang faktor luar bisa
membelokkan dari Tuhan yang hakiki menjadi tuhan-tuhan lain yang menyimpang.
2. Dalil Akal
Akal yang digunakan untuk merenungkan keadaan diri manusia, alam
semesta dia dapat membuktikan adanya Tuhan. Di antara langkah yang bisa
ditempuh untuk membuktikan adanya Tuhan melalui akal adalah dengan beberapa
teori, antara lain;
a. Teori Sebab.
Segala sesuatu pasti ada sebab yang melatar belakanginya. Adanya
sesuatu pasti ada yang mengadakan, dan adanya perubahan pasti ada yang
mengubahnya. Mustahil sesuatu ada dengan sendirinya. Mustahil pula sesuatu
ada dari ketiadaan. Pemikiran tentang sebab ini akan berakhir dengan teori
sebab yang utama (causa prima), dia adalah Tuhan.
b. Teori Keteraturan.
Alam semesta dengan seluruh isinya, termasuk matahari, bumi, bulan
dan bintang-bintang bergerak dengan sangat teratur. Keteraturan ini mustahil
berjalan dengan sendirinya, tanpa ada yang mengatur. Siapakah yang mempu
mengatur alam semesta ini selain dari Tuhan?
c. Teori Kemungkinan (Problabyitas)
Adakah kemungkinan sebuah komputer ditinggalkan oleh pemiliknya
dalam keadaan menyala. Tiba-tiba datang dua ekor tikus bermain-main di atas
tuts keyboard, dan setelah beberapa saat di monitor muncul bait-bait puisi yang
indah dan penuh makna?
Kelompok 3

3
Dalam pelajaran matematika, bila sebuah dadu dilempar kemungkinan
muncul angka 6 adalah 1/6. Dan bila dua dadu dilempar kemungkinan
munculnya angka 5 dan 5 adalah 1/36. Bila ada satu set huruf dari a sampai z
diambil secara acak, kemungkinan muncul huruf a adalah 1/26. Bila ada lima set
huruf diambil secara acak, kemungkinan terbentuknya sebuah kata T-U-H-A-N
adalah 1/265 (satu per duapuluh enam pangkat lima) =1/11881376. Andaikata
puisi di layar komputer itu terdiri dari 100 huruf saja, maka kemungkinannya
adalah 1/26100. Dengan angka kemungkinan sedemikian orang akan
menyatakan tidak mungkin, lalu bagaimanakah alam raya yang terdiri dari
sekian jenis atom, sekian banyak unsur, sekian banyak benda, berapa
kemungkinan dunia ini terjadi secara kebetulan? Kemungkinannya adalah 1/~
(satu per tak terhingga), atau dengan kata lain tidak mungkin. Jika alam ini tidak
mungkin terjadi dengan kebetulan maka tentunya alam ini ada yang
menciptakannya, yaitu Allah.
3. Dalil Naqli
Meskipun secara fitrah dan akal manusia telah mampu menangkap adanya
Tuhan, namun manusia tetap membutuhkan informasi dari Allah swt untuk
mengenal dzat-Nya. Sebab akal dan fitrah tidak bisa menjelaskan siapa Tuhan yang
sebenarnya.
Allah menjelaskan tentang jati diri-Nya di dalam Al-Quran;

"Sesungguhnya Tuhan kamu ialah Allah yang telah menciptakan langit dan
bumi dalam enam masa, lalu Dia bersemayam di atas `Arsy. Dia menutupkan
malam kepada siang yang mengikutinya dengan cepat, dan (diciptakan-Nya pula)
matahari, bulan dan bintang-bintang (masing-masing) tunduk kepada perintah-Nya.
Kelompok 3

4
Ingatlah, menciptakan dan memerintah hanyalah hak Allah. Maha Suci Allah,
Tuhan semesta alam".(al-Araf:54)
Ayat ini menjelaskan bahwa Allah swt adalah pencipta semesta alam dan
seisinya, dan Dia pulalah yang mengaturnya.
4. Dalil Inderawi
Bukti inderawi tentang wujud Allah swt dapat dijelaskan melalui dua
fenomena:
a) Fenomena Pengabulan doa
Kita dapat mendengar dan menyaksikan terkabulnya doa orang-orang
yang berdoa serta memohon pertolongan-Nya yang diberikan kepada orangorang yang mendapatkan musibah. Hal ini menunjukkan secara pasti tentang
wujud Allah Swt. Allah berfirman:
Dan (ingatlah kisah) Nuh, sebelum itu ketika dia berdoa, dan Kami
memperkenankan doanya, lalu Kami selamatkan dia beserta keluarganya dari
bencana yang besar. (Al-Anbiya: 76)
(Ingatlah), ketika kamu memohon pertolongan kepada Robbmu, lalu
diperkenankan-Nya bagimu (Al Anfaal: 9)
Anas bin Malik Ra berkata, Pernah ada seorang badui datang pada
hari Jumat. Pada waktu itu Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam tengah
berkhotbah. Lelaki itu berkata Hai Rasul Allah, harta benda kami telah habis,
seluruh warga sudah kelaparan. Oleh karena itu mohonkanlah kepada Allah
Subhanahu wa Taala untuk mengatasi kesulitan kami. Rasulullah lalu
mengangkat kedua tanganya dan berdoa. Tiba-tiba awan mendung bertebaran
bagaikan gunung-gunung. Rasulullah belum turun dari mimbar, hujan turun
membasahi jenggotnya. Pada Jumat yang kedua, orang badui atau orang lain
berdiri dan berkata, Hai Rasul Allah, bangunan kami hancur dan harta
bendapun tenggelam, doakanlah akan kami ini (agar selamat) kepada Allah.
Rasulullah lalu mengangkat kedua tangannya, seraya berdoa: Ya Robbku,
turunkanlah hujan di sekeliling kami dan jangan Engkau turunkan sebagai
bencana bagi kami. Akhirnya beliau tidak mengisyaratkan pada suatu tempat
kecuali menjadi terang (tanpa hujan). (HR. Al Bukhari)
Kelompok 3

5
b) Fenomena Mukjizat
Kadang-kadang para nabi diutus dengan disertai tanda-tanda adanya
Allah secara inderawi yang disebut mukjizat. Mukjizat ini dapat disaksikan atau
didengar banyak orang merupakan bukti yang jelas tentang wujud Yang
Mengurus para nabi tersebut, yaitu Allah swt. Karena hal-hal itu berada di luar
kemampuan manusia, Allah melakukannya sebagai pemerkuat dan penolong
bagi para rasul. Ketika Allah memerintahkan Nabi Musa as. Agar memukul laut
dengan tongkatnya, Musa memukulkannya, lalu terbelahlah laut itu menjadi dua
belas jalur yang kering, sementara air di antara jalur-jalur itu menjadi seperti
gunung-gunung
yang bergulung.
Allah
berfirman,
"Lalu

Kami

wahyukan
kepada

Musa:

Pukullah lautan itu dengan tongkatmu,Maka terbelahlah lautan itu dan tiaptiap belahan adalah seperti gunung yang besar. (Asy Syuaraa: 63)
Contoh kedua adalah mukjizat Nabi Isa as. ketika menghidupkan
orang-orang yang sudah mati; lalu mengeluarkannya dari kubur dengan ijin
Allah. Allah swt berfirman:
Dan Aku menghidupkan orang mati dengan seijin Allah (Ali Imran: 49)
Dan (ingatlah) ketika kamu mengeluarkan orang mati dari kuburnya (menjadi
hidup) dengan ijin-Ku. (Al Maidah 110)
Tanda-tanda yang diberikan Allah, yang dapat dirasakan oleh indera kita itu
adalah bukti pasti wujud-Nya.

Selanjutnya diketahui banyak sekali bukti-bukti lain dengan menggunakan


berbagai metode yang dapat digunakan untuk menunjukkan bahwa Tuhan adalah Wujud
(ada). Bukti klasik yang sering digunakan adalah tentang adanya alam semesta. Setiap
Kelompok 3

6
sesuatu yang ada tentu diciptakan dan pencipta pertama adalah Tuhan. Pembuktian
dengan pendekatan seperti diatas sebenarnya bukanlah hal baru lagi. Jauh sebelum umat
Islam menggunakan pembuktian semacam itu Plato telah mengemukakan teori dalam
bukunya Timaeus yang mengatakan bahwa tiap-tiap benda yang terjadi mesti ada yang
menjadikan.
Sebagaimana pun bukti-bukti klasik dapat menunjukkan tentang esensitas
wujud Tuhan, namun mereka yang masih saja menganggap dirinya sebagai atheis tetap
saja tidak menerima kebenaran ilmiah hakiki bahwa Tuhan terbukti ada. Berdasarkan
fakta tersebut kiranya penulis merasa perlu juga menyajikan bukti-bukti yang lebih
kontemporer sebagaimana yang diperbincangkan oleh beberapa ahli pikir pada zaman
sekarang khususnya di universitas-universitas di Scotlandia.
1. Pembuktian Melalui Pendekatan Klasik
a. Kemungkinan Ada dan Tiadanya Alam (Contingency)
Adanya alam semesta serta organisasinya yang menakjubkan dan
rahasianya yang pelik, tidak boleh tidak memberikan penjelasan bahwa ada
sesuatu kekuatan yang telah menciptakannya. Jika percaya tentang eksistensi
alam, maka secara logika harus percaya tentang adanya Pencipta Alam.
Berdasarkan logika yang sama tentang adanya alam dalam membuktikan
adanya Sang Pencipta, maka ketika alam serta organisasinya yang menakjubkan
tersebut kemudian mejadi tidak ada, ketiadaan tersebut secara logis juga
membuktikan adanya satu Dzat yang meniadakannya.
b. Rangkaian Sebab Akibat (Cosmological)
Prof. Dr. H. M Rasjidi memberikan perumpamaan dalam bukunya :
Kalau dua batang pohon berdiri berdampingan satu sama lain dalam hutan, bila
yang satu mati dan yang satu tetap hidup, orang akan beranggapan bahwa ada
sebab-sebab dan faktor-faktor yang menimbulkan adanya keadaan yang berlainan
itu.
Jika kita amati dengan seksama apa yang dikemukakan oleh beliau kita
akan menemukan satu bukti besar bahwa Allah itu ada. Pohon yang mati sebab
mendapat penyakit, dan penyakit timbul juga karena sebab dan begitulah
seterusnya.

Kelompok 3

7
2. Pembuktian Melalui Pendekatan Kontemporer
a. Peraturan Thermodynamics yang kedua
Hukum yang dikenal dengan hukum keterbatasan energi atau teori
pembatasan energi membuktikan bahwa adanya alam tidak mungkin bersifat
azali. Bertitik tolak dari kenyataan bahwa proses kerja kimia dan fisika di alam
terus berlangsung serta kehidupan tetap berjalan. Maka hal ini membuktikan
secara pasti bahwa alam bukan bersifat azali.
Jika demikian maka kita dapat mengambil konklusi bahwa dunia ini
akan berakhir dan dunia ini mempunyai permulaan. Satu hal yang kemudian
menjadi menarik bahwa dunia ini tidak dapat terwujud dengan sendirinya, kecuali
dengan pertolongan adanya Dzat yang berada di luar alam. Oleh karena itu pasti
ada yang menciptakan alam yaitu Tuhan.
b. Purposive Order.
Segala jenis planet dan bintang yang tersusun dalam tatasurya berjalan
sesuai rotasinya. Matahari dan bulan, siang dan malam bergerak secara teratur
dan mengikuti aturan yang pasti. Semua itu tidak akan mungkin terjadi secara
serasi bila tidak ada yang mengaturnya. Jika dalam pergerakan dan perputarannya
mereka bebas, niscaya malam akan menjadi siang dan siang akan menjadi malam.
Metode pembuktian adanya Tuhan melalui pemahaman dan penghayatan
keserasian alam oleh Ibnu Rusyd diberi istilah Dalil Ikhtira. Disamping itu,
Ibnu Rusyd juga menggunakan metode lain yaitu Dalil Inayah. Dalil Inayah
adalah metode pembuktian adanya Tuhan melalui pemahaman dan penghayatan
manfaat alam bagi kehidupan manusia.

BAB III KESIMPULAN

Kelompok 3

8
KESIMPULAN

SARAN
Kita

sebagai

manusia

seharusnya

lebih

mengembangkan

pengetehuan tentang referensi konsep ketuhanan dalam islam sehingga


pemahaman kita tentang konsep ketuhanan dalam islam tidak terbatas
terutama

mengenai

filsafat

ketuhanan,pemikiran

manusia

tentang

tuhan,tuhan menurt wahyu,dan dalil dalil pembuktian eksintensi tuhan.


Dan

kita

dikatakan

sosok

manusia

yang

seutuhnya

apabila

ada

keselarasan manusia dengan tuhannya.maka dari itu kita sebagai penerus


pemuda bangsa dan negara mari kita pahamkan dalam keseharian kita
tentang pemahaman konsep dasar ketuhanan dalam islam.

Kelompok 3