Anda di halaman 1dari 7

Tugas Kelompok Mata Kuliah Asuhan Kebidanan pada Neonatus, Bayi, dan Anak Prasekolah

ASUHAN KEBIDANAN PADA


NEONATUS DENGAN DIAPER RASH
D
I
S
U
S
U
N
OLEH :
KELOMPOK 6
EVA G MAMARIMBING

FATIMAH RIZKI NST

(P07524113052)
(P07524113053)

KELAS : II-B

Dosen Pembimbing : Jujuren Sitepu, SST


POLTEKKES KEMENKES RI MEDAN
PRODI DIII KEBIDANAN MEDAN
2014/2015

KATA PENGANTAR

Syukur Alhamdulillah kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, yang telah
melimpahkan rahmat beserta hidayahnya kepada kami sehingga kami dapat menyelesaikan
makalah ini dengan tepat waktu tanpa ada halangan sedikitpun.
Tujuan kami membuat makalah ini sebagai tambahan referensi bagi para mahasiswa yang
membutuhkan ilmu tambahan tentang Asuhan Kebidanan pada Neonatus dengan Diaper rash .
Ucapan terimakasih kami ucapkan kepada Dosen pembimbing mata kuliah Askeb
pada Neonatus, Bayi, Balita dan Anak Pra sekolah bu Jujuren Sitepu, SST yang telah
membimbing dan memberikan tugas makalah ini. Kami menyadari bahwa penulisan tugas
makalah ini masih jauh dari kata sempurna maka dari itu kami mengharapkan kritik dan saran
dari para pembaca demi kesempurnaan makalah ini. Semoga makalah ini dapat berguna dan
membantu proses pembelajaran.

Medan, Januari 2015

Penulis

Daftar Isi

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Masalah
Diaper rash, atau yang sering di sebut sebagai ruam popok /iritasi di daerah pantat yang
terjadi pada anak balita. Ruam popok ini pernah dialami oleh hampir semua bayi. Hal ini bisa
terjadi jika bayi mengalami diare yang dapat menyebabkan popok lembab atau basah dan telat
diganti,popoknya terlalu kasar dan tidak menyerap keringat, infeksi jamur atau bakteri atau
bahkan eksema dan biasanya para ibu akan merasa cemas bila kulit bayinya menjadi berbintikbintik merah.
Ruam popok merupakan masalah kulit pada daerah genital bayi yang ditandai dengan bercakbercak merah dikulit, biasanya terjadi pada bayi yang memiliki kulit sensitive dan mudah terkena
iritasi. Bercak -bercak ini akan hilang dalam beberapa hari jika di basuh dengan air hangat dan
diolesi lotion atau krim khusus untuk melindungi iritasi pada kulit akibat ruam popok, atau
dengan melepaskan popok beberapa waktu dan membiarkan kulitnya terkena angin sudah
mampu menyembuhkan. Pastikan ibu mengganti popoknya dengan rutin. Membasuh pantat bayi
dan mengeringkannya sebelum memakaikan yang baru.
1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang diatas dapat ditarik rumusan masalah sebagai berikut :
1. Apa pengertian Diaper Rash ?
2. Apa klasifikasi Diaper Rash?
3. Apa etiologi dari Diaper Rash?
4. Bagaimana gejala klinis dari Diaper Rash?
5. Bagaimana patofisiologi Diaper Rash?
6. Apa dampak dari Diaper Rash?
7. Managemen penanganan pada kasus Diaper Rash?
1.3 Tujuan
1. Untuk mengetahui pengertian Diaper Rash
2. Untuk mengetahui klasifikasi diaper rash
3. Untuk lebih mengerti etiologi Diaper Rash
4. Untuk mengetahui gejala klinis dari diaper rash

5. Agar dapat mengetahui patofisisologi diaper rash


6. Untuk mengetahui dampak dari diaper rash

BAB II
TINJAUAN TEORI
2.1. Pengertian
Diaper rash (ruam popok) adalah sebuah ruam atau iritasi pada kulit bayi terjadi di daerah
bokong. Diaper rash ini merupakan bentuk ruam kontak iritan primer yang paling umum di
temukan , disebabkan oleh kontak kulit dengan urin dan feses yang berkepanjangan, karna urin
dan feses mengandung bahan kimia yang bersifat iritan seperti urea dan enzi,-enzim usus. Bisa
juga terjadi jika popok basahnya telah diganti, atau popoknya terlalu kasar dan tidaj menyerap
keringat, infeksi jamur atau bakteri atau bahkna eksema. Ruam

popok atau diaper rash

merupakan masalah kulit pada daerah genital bayi yang di tandai timbulnya bercak merah-merah
di kulit, biasanya terjadi pada bayi yang memiliki kulit sensitive dan mudah terkena iritasi.
Bercak-bercak ini akan hilang dalam beberapa hari jika dibasuh dengan air hangat, dan diolesi
lotion atau krim khusus ruam popok, atau dengan melepaskan popokbeberapa waktu. Ruam
popok adalah yang lazim ditemuka pada bayi. Gangguan ini banyak mengenai bayi berumur
kurang dari 15 bulan, terutama pada kisaran usia 8-10 bulan.
2.2. Etiologi
/Penyebab Penyakit ini disebabkan oleh berbagai macam faktor, seperti faktor fisik,
kimiawi, enzimatik dan biogenik (kuman dalam urine dan feses). Tetapi, penyebab diaper
rash/eksim popok terutama disebabkan oleh iritasi terhadap kulit yang tertutup oleh popok oleh
karena cara pemakaian popok yang tidak benar, seperti :
1. Penggunaan popok yang lama Perlu diketahui bahwa jenis popok ada dua macam, yaitu :
A. Popok disposable (sekali pakai-buang, atau sering juga disebut pampers bayi,
disposable diaper). Bahan yang digunakan pada popok ini adalah bukan bahan
tenunan, tetapi bahan yanga dilapisi dengan lembaran yang tahan air dan lapisan
dengan bahan penyerap, berbentuk popok kertas maupun plastik.

B. Popok yang dapat digunakan secara berulang (seperti popok yang terbuat dari
katun). Diaper rash banyak ditemui pada bayi yang mengalami popok disposable
(kertas atau plastik) daripada popok yang terbuat dari bahan katun, karena :
Kontak yang terus-menerus antara popok kertas dengan kulit bayi serta
dengan urine dan feses.
Kontak bahan kimia yang terdapat dalam kandungan bahan popok itu
sendiri.
Di udara panas, bakteri dan jamur lebih mudah berkembang baik pada
bahan plastik/kertas daripada bahan katun.
2. Tidak segera mengganti popok setelah bayi dan anak buang air kecil (bak) atau buang air
besar (bab).
Beberapa factor penyebab terjadinya ruam popok(diaper rash, diaper dermatitis, napkin
dermatitis), antara lain:
1) Iritasi atau gesekan antar popok dengan kulit
2) Factor kelembapan
3) Kurangnya menjaga hygiene, popok jarang diganti atau terlalu lama tidak segera diganti setelah
4)
5)
6)
7)
8)
9)

pipis atau BAB (feses)


Infeksi mikro organism (terutama infeksi jamur dan bakteri)
Alergi bahan popok
Gangguan pada kelenjar keringat di area yang tertutup popok.
Kebersihan kulit yang tidak terjaga
Akibat mencret
Reaksi kontak terhadap karet, plastic dan detergen

2.3. Patofisiologis
Infeksi dimulai dari peradangan pada folikel rambut dikulit (folikulitis) yang menyebar
pada jaringan sekitarnya. Radang pus (nanah) yang dekat sekali dengan kulit disebut pustula.
Pustula ini menyebabkan kulit diatasnya sangat tipis, sehingga pus di dalam dapat dengan mudah
mengalir keluar. Sementara itu, bisulnya (furunkel) sendiri berada pada daerah kulit yang lebih
dalam. Terkadang pus yang berada di dalam bisul diserap sendiri oleh tubuh, tetapi lebih sering
mengalir sendiri melalui lubang yang ada di kulit. Bakteri stafilokokus aureus umumnya masuk
melalui luka, goresan atau robekan pada kulit. Respon primer host terhadap infeksi stafilokokus
aureus adalah mengerahkan sel PMN ketempat masuknya kuman tersebut untuk melawan infeksi
yang terjadi. Sel PMN ini ditarik ketempat infeksi oleh komponen bakteri seperti formylated

peptides atau peptidoglikan dan sitokolin TNF (tumor necrosis factor) dan IL (interleukin) yang
dikeluarkan oleh sel endotel dan makrofak yang teraktivasi, hal tersebut menyebabkan inflamasi
dan terbentuklah pus (gab sel darah putih, bakteri, dan sel kulit mati).
2.4.Tanda dan Gejala Diaper rash
Gejala diaper rash dari yang ringan sampai dengan yang berat. Secara klinis dapat terlihat
sebagai berikut :

Gejala yang biasa ditemukan pada diaper rash oleh kontak dengan iritan, seperti : kemerahan
yang meluas, berkilat, kadang mirip luka bakar, timbul bintil-bintil merah lecet atau luka
bersisik, kadang membasah dan bengkak pada daerah yang paling lama berkontak dengan

popok, seperti pada paha bagian dalam dan lipatan paha (bagian cembung bokong).
Gejala yang terjadi akibat gesekan yang berulang pada tepi popok, yaitu : bercak kemerahan

yang membentuk garis di tepi batas popok pada paha dan perut.
Gejala diaper rash oleh karena jamur Candida yang ditandai dengan bercak atau bintil
kemerahan warna merah terang, basah dengan lecet-lecet pada selaput lendir anus dan kulit
sekitar anus, lesi berbatas tegas dan terdapat lesi lainnya disekitarnya.

2.5.

Penatalaksanaan