Anda di halaman 1dari 11

STRUKTUR ALJABAR II

Materi :
1. Ring
2. Sub Ring, Ideal, Ring Faktor
3. Daerah Integral, dan Field

http://www.dianadipamungkas.wordpress.com

RING (GELANGGANG)

Definisi:
Ring adalah himpunan G yang tidak kosong dan berlaku dua oprasi biner (penjumlahan
dan perkalian), yang memenuhi aksioma, antara lain:
1. Tertutup terhadap penjumlahan

 a, b  G 
c  G a + b = c

2. Assosiatif terhadap penjumlahan

 a, b, c  G a b c a b c

3. Terdapat elemen identitas terhadap oprasi penjumlahan



0  G a  G 0 + a = a + 0 = a

4. Setiap elemen anggota G mempunyai elemen invers terhadap oprasi penjumlahan


 a  G 
a  G (-a) + a = a + (-a) = 0

5. Komutatif terhadap penjumlahan


 a, b  G a + b = b + a

6. Tertutup terhadap oprasi perkalian


 a, b  G 
c  G a  b = c

7. Assosiatif terhadap oprasi perkalian

 a, b, c  G a  b  c a  b  c

8. Distributif perkalian terhadap penjumlahan


 a, b, c  G

a  (b + c) = (a  b) + (a  c)

(b + c)  a = (b  a) + (c  a)

distribusi kiri
distribusi kanan

Contoh1:
Selidiki apakah I6 = {0,1, 2, 3, 4, 5} terhadap oprasi + dan  merupakan ring

http://www.dianadipamungkas.wordpress.com

Jawab:

1) Tertutup terhadap penjumlahan

(2,3  I6) 
5  I 2 + 3 = 5  I6

2) Assosiatif terhadap penjumlahan

 2, 4, 5  I 2 4 5 2 4 5
0+5

=2+3

= 5

3) Terdapat elemen identitas terhadap penjumlahan



0  I  3  I 0 + 3 = 3 + 0 = 3

4) Setiap anggota elemen I6 mempunyai elemen invers terhadap oprasi penjumlahan


 4  I 
2  I 2 + 4 = 4 + 2 = 0

5) Komutatif terhadap penjumlahan


 1, 4  I 1 + 4 = 4 + 1 = 5

6) Tertutup terhadap perkalian

3, 2  I 
0  I 2  3 = 0

7) Assosiatif terhadap perkalian

 2, 4, 5  I 2  4  5 2  4  5
2  5=22
4 = 4

8) Distributif perkalian terhadap penjumlahan

2, 3, 4  I 2  (3 + 4) = (2  3) + (2  4)
21

= 0 + 2
= 2

http://www.dianadipamungkas.wordpress.com

Contoh2:
Selidiki apakah himpunan bilangan kompleks terhadap oprasi + dan  suatu ring
Jawab:
K = {a + bi a,b R, R himpunan bilangan riil dan i=1 }
1) Tertutup terhadap oprasi penjumlahan +
Missal:
K K 

 K a b i  K
K  a  b i

= (a bi) + (a b i)

= a a + (b b )i K

K tertutup terhadap oprasi penjumlahan


2) Assosiatif terhadap oprasi penjumlahan
Missal:

K a b i
K  a  b  i
K  a  b i

(K K  ) + K 

K + (K  K )

{(a b i) + (a b i)} + (a b i) = (a b i) + {(a b i) + (a b i)}


(a a a ) + (b b b ) i

K assosiatif terhadap oprasi penjumlahan

= (a a a ) + (b b b ) i

3) Terdapat elemen identitas terhadap oprasi penjumlahan


K a b i


0  K a b i K 0 + (a b i) = (a b i) + 0 = a b i
K mempunyai elemen identitas terhadap operasi penjumlahan +

4) Setiap elemen anggota K mempunyai elemen invers terhadap oprasi penjumlahan


(a b i K) (
a b i K)

a b i + (a b i) = (a b i) + (a b i ) = 0

Setiap elemen anggota K mempunyai elemen invers terhadap oprasi penjumlahan


5) Komutatif terhadap oprasi penjumlahan
 K a b i  K , maka
K  a  b i

a b i) + (a b i = (a b i + a b i)


a a ) + (b b ) i = a a) + (b b )i

http://www.dianadipamungkas.wordpress.com

6) Tertutup terhadap oprasi perkalian 


Missal:
K  K 

 K a b i  K
K  a  b i

= (a b i  a b i)

= a a  b b + (a b a b)i K

K tertutup terhadap oprasi perkalian


7) Assosiatif terhadap oprasi perkalian 
Missal:

K a b i
K  a  b  i
K  a  b i

(K  K  )  K 

K  (K   K  )

{(a b i)  (a b i)}  (a b i) = (a b i)  {(a b i)  (a b i)}

K assosiatif terhadap oprasi perkalian

8) Distributif perkalian terhadap penjumlahan


Missal:

K a b i
K  a  b  i
K  a  b i

(a b i) {(a b i)} (a b i)} = (a b i) (a b i) (a b i) (a b i)

K distributif perkalian terhadap penjumlahan

KARAKTERISTIK RING
Definisi:

Jika R suatu Ring atau (R ; + ; ) ring untuk elemen sembarang a R. jika dapat

ditemukn bilangan bulat positif terkecil n sehingga n.a=0 elemn nol(0) dari ring R, maka
karakteristik dari ring R adalah n. Jika n tidak dapat ditemukan, maka karakteristik dari
ring R adalah nol(0) atau tidak terhingga
Contoh
Berapa karakteristik dari ring R bilangan bulat modulo.5
Jawab

50=0

51=0

52=0
53=0

54=0

Jadi karakteristik dari I5 adalah 5


http://www.dianadipamungkas.wordpress.com

PEMBAGI NOL
Definisi:
Suatu elemen a ring R disebut pembagi nol bila hanya terdapat elemen b 0 R
a.b=b.a=0

PEMBAGI NOL SEJATI


Definisi:
Jika a ring R suatu pembagi nol (a 0) dan b 0 Ring, maka a disebut pembagi nol
sejati (PNS). Jadi a 0 dan b 0 a. b = 0
Contoh
1. Bilangan bulat modulo 6
I6 = {0, 1, 2, 3, 4, 5}
Jawab:
2 x 3 = 3 x 2 = 0 (mod 6)
Jadi bilang bulat modulo 6 memuat PNS
2. Bilangan bulat modulo 5
I5 = {0, 1, 2, 3, 4}
Jawab:
I5 tidak memuat pembagi nol sejati karena tidak ada anggota I5 yang dikalikan
hasilnya nol(0)

MACAMMACAM-MACAM RING
1. Ring Unit
Definisi:

Suatu ring (R ; + ; ) disebut ring unit bila hanya bila R juga memenuhi sifat terdapat

elemen satuan terhadap perkalian 


(
z  R)(a  R) z . a = a . z = a

http://www.dianadipamungkas.wordpress.com

2. Ring Unit Komutatif


Definisi:

Suatu ring (R ; + ; ) disebut ring bila R juga bersifat komutatif perkalian maka R
disebut ring unit komutatif

a, b  R a . b = b . a

Contoh:

1) Selidiki apakah R = {x + y3

x, y

Riil} suatu ring unit komutatif terhadap

oprasi penjumlahan + dan perkalian x


Jawab:
Akan dibuktikan R = {x + y3 x, y Riil} suatu ring unit komutatif

Terdapat elemen satuan terhadap oprasi perkalian


Missal elemen satuan dari R adalah (x + y3)

R dengan x, y Riil, maka

(x + y3) (a + b3) = (a + b3) (x + y3) = (a + b3)

Mempunyai elemen satuan


o Elemen satuan kiri
(x + y3) (a + b3)

= (a + b3)

(xa + 3yb) + (xb+ ya) 3

= (a + b3)

 xa + 3yb

=a

ax + 3by = a

 xb + ya

=b

x
y

$%

&
$%
&
%
'
&
$%
&

3&$
%
3&$
%
%
&'
3&$
%

%2 3&

%&%&

%2 3&

2
%2 3&

bx + ay = b

=1
(

= )* +,* 0

Jadi elemen satuan kiri dari R adalah 1 + 03


o Elemen satuan kanan
(a + b3) (x + y3)

(ax + 3by) + (ay + bx) 3

= (a + b3)
= (a + b3)

 ax + 3by = a

ax + 3by = a

 bx + ay

=b

http://www.dianadipamungkas.wordpress.com

bx + ay = b

% 3&

2
$
$
2
% % 3& = 1
x %& 3&
2
%2 3&
$
$

&
%
'
&
$%
&

%
%
&'
3&$
%

%&%&

%2 3&

= )* +,* 0

Jadi elemen satuan kiri dari R adalah 1 + 03

Komutatif terhadap perkalian


(x + y3) (a + b3)

= (a + b3) (x + y3)

(xa + 3yb) + (ya + xb) 3 = (xa + 3yb) + (xb+ ya) 3

R komutatif, karena perkalian bilangan Riil bersifat komutatif

x y
2) Selidiki apakah M = -.y x
0 0

0
01 x, y  Riil
0

Suatu ring unit yang komutatif terhadap oprasi penjumlahan dan perkalian
Jawab:
Akan dibuktikan M adalah Ring unit yang komutatif

Terdapat elemen satuan terhadap oprasi perkalian 

x y
Misal elemen satuan dari M adalah .y x
0 0

dengan x, y  R, maka
x y 0
a
.y x 01 .b
0
0 0 0

Elemen satuan kiri

0
01  M
0

x y
b 0
a b 0
a 01 .b a 01 .y x
0 0
0 0 0
0 0

x y 0
a b 0
.y x 01 .b a 01
0 0 0
0 0 0
ax by
bx ay 0
.ay bx by ax 01
0
0
0
ax + by = a

-bx ay = -b

a
.b
0

a
= .b
0

0
a
01 .b
0
0

b 0
a 01
0 0

b 0
a 01
0 0

bx + ay = b a abx + a2y = ab

ax by = a b abx b2y = ab
(a2+b2) y = 0

bx + 0 = b
http://www.dianadipamungkas.wordpress.com

b 0
a 01
0 0

x=1

y=0

1
jadi elemen satuan kirinya adalah .0
0

Elemen satuan kanan

x y 0
a b 0
.b a 01 .y x 01
0 0 0
0 0 0
ax by
bx ay 0
.ay bx by ax 01
0
0
0
ax + by = a

0 0
1 01
0 0
a
= .b
0

a
= .b
0

b 0
a 01
0 0

b 0
a 01
0 0

bx + ay = b a abx + a2y = ab

ax by = a b abx b2y = ab

-bx ay = -b

(a2+b2) y = 0

bx + 0 = b

1
jadi elemen satuan kanannya adalah .0
0
Komutatif terhadap oprasi perkalian

x y 0
a
.y x 01 .b
0
0 0 0

0 0
1 01
0 0

x y
b 0
a b 0
a 01 .b a 01 .y x
0 0
0 0 0
0 0

y=0

x=1

0
01
0

HOMOMOERPHISMA
Definisi:

Diketahui (R; +; ) dan (R; +; ) ring

Didefinisikan suatu fungsi f dari R ke R atau f : R R , maka fungsi f disebut

homomorphisme dari R R bila dan hanya bila


1.  a, b  R f (a + b) = f(a) + f(b)

2.  a, b  R f (a  b) = f(a)  f(b)

Jika homomorphisma injektif, maka f disebut monomorphisma


Jika homomorphisma surjektif, maka f disebut epimophirsma
Jika homomorphisma bijektif, maka f disebut isomorphisma
Jika homomorphisma yang domain dan kodomainnya sama disebut endhomorphisma
Suatu isomomorphisma yang domainda kodomainnya sama disebut automorphisma

http://www.dianadipamungkas.wordpress.com

Contoh:

Jika (R ; + ; ) ring bilangan bulat dan (R ; + ; ) ring bilangan genap. Oprasi +


seperti pada R sedangkan oprasi  pada R didefinisikan ab =
Jika f didefinisikan dari R

),


;  a, b  R

R dengan f(x)= 2x,  x  R. Maka apakah f suatu

homomorphisma yang bijektif (isomorphisma)


Jawab:
f:R

R dengan f(x) = 2x,  x  R

akan dibuktikan isomorphisma (homomorphisma yang injektif dan surjektif)


1) ( a, b  R)
2) ( a, b  R)

f (a + b) = f(a) + f(b)
2(a + b) = 2a + 2b
2a + 2b = 2a + 2b

f (a  b) = f(a)  f(b)

2 (a  b) = 2a  2b
2 ab

= 2 (2ab)

2 ab = 2ab
f injektif
f surjektif

a b f(a) f(b)

(2a  R) (
a  R)

atau

2a 2b

f(a) = 2a

f isomorphisma

SUB RING
Definisi:

Suatu himpunan (R; +; ) yang tidak kosong disebut sub ring dari ring (R; +; ) bila
hanya bila terhadap oprasi yang sama dengan R, R juga ring dan R 4 ring R dan R 0

disebut subring dari ring (R; +; ) bila hanya bila memenuhi:


1. a, b  R (a - b)  R
2. a, b  R a . b  R

Contoh

Selidiki apakah ring himpunan bilangan genap merupakan sub ring dari ring himpunan
bilangan bulat

http://www.dianadipamungkas.wordpress.com

Jawab:
G : { bilangan bulat genap} atau G : {2n n B}
Akan dibuktikan G subring dari bilangan bulat
Jika diambil

X1 = 2n1

; n1 B

X2 = 2n2

; n2 B

Maka
1) X1 - X2

= 2n1 - 2n2
= 2 (n1 - n2) G

Karena n1 , n2 B
2) X1 . X2

(n1 - n2) B

2(n1 - n2) G

2n1 n2 G

= (2n1 ) (2n2)
= 2 (2n1 n2) G

Karena n1, n2 B

n1 n2 B

Karena syarat 1) dan 2) terpenuhi maka G subring dari B

http://www.dianadipamungkas.wordpress.com

2 (2n1 n2) G