Anda di halaman 1dari 2

2.1.2.

2 Faktor Kegagalan
Dalam proses komunikasi interpersonal, kegagalan komunikasi primer ini akan merusak
hubungan interpersonal, artinya walaupun hubungan interpersonal antara kedua blah pihak sudah
terjalin, namun suatu saat apabila salah satu pihak keliru dalam memberikan makna pada pesan
yang diterimanya, maka hubungan interpersonal akan berakhir.
Tidak semua komunikasi ditujukan untuk menyampaikan pesan dan membentuk
pengertian antara kedua pihak, tetapi bisa hanya untuk menimbulkan rasa senang. Jadi bukan
untuk mencari keterangan, tetapi agar orang yang kita ajak berbicara merasa senang dan percaya
terhadap apa yang kita sampaikan.ini yang dapat membuat hubungan interpersonal menjadi lebih
hangat dan akrab, yang oleh pakar komunikasi disebut komunikasi fatis (phatic communication).
(Rakhmat, 2005)
Seperti

dikatakan

oleh

Gerald

R.

Miller, Understanding

the

interpersonal

communication process demands an understanding of the symbiotic relationship between


communication and relational development; communication influences relational development
and turn (simultaneously), rational development influences the nature of communication
between parties to the relationship. Artinya: memahami proses komunikasi interpersonal
menuntut pemahaman hubungan simbiosis antara komunikasi dengan perkembangan relasional.
Komunikasi mempengaruhi perkembangan relasional, dan perkembangan relasional juga akan
mempengaruhi sifat komunikasi diantara pihak yang terlibat dalam hubungan interpersonal
tersebut. (Rakhmat, 2005)
Hubungan interpersonal dapat dipandang sebagai suatu sistem dengan sifat-sifatnya, dan
untuk melihat sistem tersebut kita harus memahami karakteristik individu yang terlibat dalam
komunikasi. Hubungan interpersonal akan terputus karena pengalaman yang kurang
menyenangkan. Oleh para Psikolog hal ini disebut dengan Secondary communication
breakdown (Rakhmat, 2005).
Perbedaan pengalaman yang dilandasi olh karakteristik individu dan masyarakat yang
sangat kuat, seperti sikap, pengetahuan dan motivasi, dapat berpengaruh pada pemutusan
hubungan interpersonal. Misalnya, menanyakan pekerjaan utama kepada pasien dianggap
penting oelh dokter,bila dihubungkan dengan penyakit yang dideritanya. Namun tidak demikian
dengan pasien, karena menanyakan pekerjaan dianggap suatu yang sensitif untuk ditanyakan.

Perbedaan motivasi untuk menyelesaikan suatu masalah yang sederhana pun dapat mengganggu
proses hubungan interpersonal. (Altman & Taylor, 1973)
Menurut Anita Taylor (1977 cit Mulyana, 2011), kegagalan komunikasi sekunder terjadi
akibat tidak adanya kesamaan pendapat dalam mengartikan maksud pesan dari kedua individu
yang terlibat komunikasi. Jadi walaupun dengan teknik komunikasi yang baik, pesan yang jelas,
bahasa yang santun, tidak menjamin hubungan interpersonal akan berlanjut, sehingga dibutuhkan
kesamaan sikap, motivasi dalam memaknai pesan.
Daftar Pustaka
Rakhmat J. Psikologi Komunikasi