Anda di halaman 1dari 5

ENERGI UNTUK PEMBENTUKAN ATP

2.1 Transformasi Energi pada Pernapasan


Energi untuk pembentukan ikatan fosfat berenergi tinggi pada ATP
berasal dari oksidasi bahan bakar oleh proses pernapasan (respirasi).
Apabila sepotong kayu dioksidasi dengan membakarnya dengan korek
api, ikatan karbon-hidrogen di dalam kayu tersebut bergabung secara
langsung dengan O2 untuk membentuk CO2 dan H2O dan energi
dibebaskan sebagai panas. Namun, pernapasan mengubah bentuk
(transformasi) sebagian besar energi dalam ikatan C-H dan C-C dari
bahan bakar menjadi suatu bentuk yang dapat digunakan untuk sintesis
ATP.
Di dalam tubuh, energi dari oksidasi bahan bakar dihemat oleh
pemindahan elektron dengan hidrogen dari bahan bakar kepada koenzim
penerima-elektron, terutama NAD+ da FAD. Bahan bakar mendapat
oksigen relatif terhadap hidrogen yang dikandungnya, tetapi oksigen
ditambahkan dari H2O. Hasil akhir oksidasi bahan bakar, CO2, terutama
terbentuk dari oksidasi gugus asetil dari asetil KoA dalam siklus asam
trikarboksilat.
Koenzim penerima-elektron memberikan elektron dari oksidasi
bahan

bakar

kepada

O2

melalui

rantai

transpor

elektron,

yaitu

serangkaian protein yang terletak di bagian dalam membran mitokondria.


Rantai transpor elektron mengubah bentuk energi yang diperoleh dari
transfer elektron dari NAD+ tereduksi dan FAD tereduksi kepada O2
menjadi gradien proton transmembran elektrokimia melintasi membran
mitokondria bagian dalam, p. Gradien elektrokimia ini kemudian
digunakan untuk sintesis ikatan fosfat berenergi tinggi pada ATP melalui
proses yang dikenal sebagai fosforilasi oksidatif. Reaksi ini terutama
berlangsung didalam mitokondria, yang merupakan mesin dari sel
tersebut.
2.2 Energi untuk Reaksi Oksidasi-Reduksi

2.2.1 Koenzim Penerima-Elektron


NAD+ dan FAD menerima elektron sebagai atom hidrogen
(FAD) atau sebagai ion hidrida (NAD+), dan mengalami reduksi
dalam reaksi (Gambar xxx) . Energi dari ikatan kimia bahan bakar
kemudian terdapat dalam bentuk tereduksi pembawa elektron.
Sewaktu koenzim yang tereduksi memberikan elektron ini kepada
rantai

transpor

elektron,

koenzim

yang

tereduksi

mengalami

reoksidasi. Koenzim mana yang digunakan terutama bergantung


pada sifat gugus fungsional yang memberikan elektron dan, tentu
saja, pada enzim yang mengkatalisis reaksi tersebut.

Gambar xxx. Reduksi NAD+dan NADP+

NADP+, yaitu NAD+ dengan sebuah fosfat ekstra melekat ke gugus


ribosom pada adenosin, juga dapat menerima elektron dalam reaksi
oksidasi-reduksi. Namun, NADPH tidak secara langsung memberikan
elektron tersebut ke rantai transpor elektron. Malahan, elektron

tersebut biasanya diberikan ke jalur biosintetik atau detoksifikasi di


dalam sel.
2.2.2 Potensial Reduksi
Energi yang tersedia untuk sintesis ATP dari reaksi oksidasireduksi sering dinyatakan sebagai Eo (perbedaan potensial
reduksi pasangan oksidasi-reduksi) dan bukan G. Potensial
reduksi, Eo, dari suatu senyawa adalah besar energi (dalam volt)
yang dibebaskan sewaktu senyawa tersebut mendapat elektron.
Potensial ini dapat dianggap sebagai ekspresi kesediaan senyawa
menerima elektron.
Dalam jalur metabolik, elektron umumnya dipindahkan dari
senyawa dengan potensial reduksi yang rendah ke senyawa dengan
potensial reduksi yang tinggi. Oksigen, yang merupakan penerima
elektron terbaik, memiliki potensial reduksi terbesar (yaitu, paling
bersedia menerima eletron dan mengalami reduksi). Makin negatif
potensial reduksi suatu senyawa, makin besar energi yang tersedia
sewaktu senyawa ini memberikan elektronnya kepada oksigen.
Misalnya, potensial reduksi NAD+ lebih negatif (-0,320 volt)
daripada riboflavin (-0,200 volt), dan dengan demikian G untuk
oksidasi NADH oleh O2 biasanya lebih besar daripada G untuk
oksidasi protein yang mengandung riboflavin. Nilai untuk NADH
adalah sekitar -53 kkal dan untu FAD(2H) adalah sekitar -41 kkal.
2.3 Pembentukan ATP
2.3.1 Fosforilasi Oksidatif
Jalur utama oksidasi bahan bakar adalah glikolisis, oksidasi
asam lemak, oksidasi badan keton, siklus asam sitrat (siklus
trikarboksilat), jalur pentosa fosfat, dan jalur masing-masing untuk
oksidasi setiap asam amino. Dalam semua jalur tersebut, oksidasi
bahan bakar terjadi melalui pemberian elektron kepada NAD+,
NADP+, dan FAD. Sintesis ATP dari jalur-jalur ini bergantung pada

energi yang dibebaskan oleh pemindahan elektron dari pembawa


yang tereduksi ke O2 dan pada fosforilasi oksidatif oleh karena itu
seluruh

jalur

tersebut

adalah

jalur

aerobik.

Jalur-jalur

ini

menggunakan hampir seluruh O2 yang kita hirup.


2.3.2 Fosforilasi Tingkat Substrat
Salah satu cara untuk membentuk ikatan fosfat berenergi
tinggi ATP dari metabolisme bahan bakar yang ada-fosforilasi
tingkat substrat (substrate level phosphorylation). Fosforilasi tingkat
substrat adalah pembentukan ikatan fosfat berenergi tinggi yang
sebelumnya tidak ada tanpa penggunaan O2 molekular. Misalnya,
pada jalur glikolitik antara glukosa dan laktat, ATP dihasilkan dari
pemindahan fosfat berenergi tinggi dari zat antara jalur glikolitik ke
ADP. Salah satu zat antara pada jalur glikolitik yang mengandung
ikatan fosfat berenergi tinggi, fosfoenolpiruvat, memiliki G
hidrolisis sebesar -14 kkal. Suatu enzim memindahkan fosfat dari
fosfoenolpiruvat ke ADP untuk menghasilkan ATP dalam suatu reaksi
eksotermik. Perubahan glukosa menjadi laktat tidak menghasilkan
pemindahan elektron netto ke NAD+ atau FAD, dan sebagai
akibatnya O2 tidak digunakan sebagai penerima elektron. Oleh
karena

itu,

jalur

ini

disebut

glikolisis

anaerobik.

Glikolisis

anaerobik adalah satu-satunya jalur yang tersedia untuk mengubah


energi bahan bakar menjadi ATP dalam jaringan yang tidak memiliki
mitokondria, misalnya eritrosit (sel darah merah).
2.3.3 Ikatan Fosfat Berenergi Tinggi Lainnya
Pemindahan energi dari ikatan fosfat berenergi tinggi pada
ATP ke ikatan kimia lainnya juga berperan dalam penggunaan energi
untuk kerja. Salah satu contoh adalah penggunaan ikatan fosfat
berenergi tinggi pada UTP untuk sintesis glikogen. Contoh lain
adalah pemindahan fosfat berenergi tinggi pada kreatin fosfat ke
ADP untuk pembentukan cepat ATP di tempat penggunaan ATP di
otot dan otak.

Anda mungkin juga menyukai