Anda di halaman 1dari 1

Tujuan pembelajaran dari eksperimen ini adalah membuat sebuah desain hidrogel

baru dengan struktur yang menghubungkan bagian hidrofil dan hidrofob pada suatu sediaan
obat dengan tujuan penghantaran obat yang lebih lama. Dimana dalam percobaan ini PEG
berfungsi sebagai
Eksperimen ini dilakukan dengan menggunakan sampel obat quercetin yang
merupakan obat antikanker yang memiliki kelarutan dalam air yang buruk. Quercetin
dibentuk dalam bentuk nanopartikel yang kemudian dimasukkan dalam sebuah selubung
hidrogel.
Quercetin merupakan obat anti kanker yang dalam penghantarannya dalam tubuh
diharapkan untuk berlangsung simultan sehingga mencapai efek terapi yang diinginkan.
Penggunaan hidrogel dengan sisi hidrofobik yaitu PCL dibagian luar dan hidrofilik yaitu
PEG dibagian dalamnya agar kadar obat dapat dilepas secara lambat ke dalam plasma. Hal ini
dapat terjadi karena bagian hidrofobik dari hidrogel yaitu menyerap air kemudian akan terjadi
pembengkakan menyebabkan bagian hidrofilik yang berisi nanopartikel dari quercitin akan
keluar berdifusi keluar ke plasma secara perlahan.
Kelebihan dari hidrogel PCL/PEG adalah memiliki kemampuan menyerap air yang
cepat dan banyak saat proses penghantaran obat dalam tubuh, hidrogel ini memiliki bagian
luar yang tidak larut air namun mampu menyerap air 100X berat keringnya , selain itu
penggunaan PEG dan PCL tidak memberikan efek yang merugikan bagi tubuh/tidak toksik
dan dapat terdegradasi secara biologik. Kekurangannya adalah bahan yang digunakan masih
relatif mahal dan proses yang diperlukan untuk sistesis juga sulit. Sintesis nanopartikel, PEG,
maupun PCL perlu dilakukan satu per satu.
Yang perlu dikembangkan lagi dari percobaan ini adalah campuran PEG dan PCLyang
digunakan dalam pembuatan hidrogel. Karena dalam percobaan ini masing-masing campuran
masih memiliki kekurangan. Diharapkan penelitian selanjutnya dapat dikembangkan
campuran PEG dan PCL yang digunakan mnggunakan komposisi berat molekul berbeda.
Karena pada percobaan ini sampel yang digunakan masih memiliki banyak kekurangan
seperti sampel G1.5/PEG4000 yang kecenderungan absorpsi air tinggi namun dapat terjadi
degradasi pada dinding pori-porinya.