Anda di halaman 1dari 1

Nyeri neuropatik : mekanisme dan implikasi klinis

Nyeri neuropatik dapat timbul setelah terjadi kerusakan/ lesi pada saraf, ketika
perubahan yang merusak terjadi pada saraf yang mengalami kerusakan dan juga
pada jalur nosiseptik dan jalur turunan modulator pada sistem saraf pusat.
Banyak sekali neurotransmitter dan substansi lain yang ikut terlibat dalam
perkembangan dan pemeliharaan nyeri neuropatik juga berperan dalam
gangguan neurobiologik. Hal ini mungkin dapat menjelaskan tingginya angka
morbiditas untuk nyeri kronis, gangguan tidur, kondisi psikologis seperti depresi
dan mengapa obat yang efektif untuk satu kondisi dapat bermanfaat juga untuk
kondisi yang lain. Nyeri neuropatik dapat dibedakan dari nyeri non-neuropatik
melalui dua faktor. Pertama, pada nyeri neuropatik tidak didapatkan adanya
transduksi (perubahan dari stimulus nosiseptif menjadi impuls listrik). Kedua,
prognosisnya lebih buruk : kerusakan pada saraf utama lebih mungkin
menghasilkan nyeri kronis daripada kerusakan pada jaringan non-saraf.
Selanjutnya, nyeri neuropatik cenderung refrakter dibandingkan nyeri nonneuropatik pada pemberian analgesik konvensional seperti AINS dan opioid.
Bagaimanapun, pertimbangan tumpang tindih terkait mekanisme dan modalitas
terapi antara nyeri neuropatik dan nyeri nosiseptik, akan lebih bermanfaat jika
melihatnya dari berbagai sudut pandang yang berbeda dalam satu kesatuan.
Review ini fokus pada mekanisme nyeri neuropatik, yang menitikberatkan pada
implikasi klinis.
Pendahuluan
Nyeri adalah mekanisme pertahanan yang mengindikasikan adanya kerusakan
jaringan yang sedang berlangsung atau yang akan terjadi. Berdasarkan laporan
Institute of Medicine pada tahun 2011, sepertiga penduduk Amerika mengalami
nyeri kronis, yang sebgin besar disebabkan oleh kombinasi penyakit jantung,
kanker dan diabetes. Di Eropa, prevalensi nyeri kronis adalah 25-30%. Seperlima
dari total yang dilaporkan memiliki nyeri kronis, diakibatkan oleh nyeri
neuropatik.
Ringkasan :
Semakin berkembangnya alat/ metode untuk mnegidentifikasi nyeri neuropatik,
menunjukkan bahwa angka prevalensi dan dampaknya terhadap sosial ekonomi
meningkat.

Dasar terapi berdasarkan mekanisme


Salah satu alasan tingginya angka prevalensi nyeri kronis, lebih tepatnya nyeri
neuropatik adalah tidak adanya terapi yang efektif.