Anda di halaman 1dari 7

POINTERS

PERTEMUAN DENGAN OJK

PRODUK YANG DIPERDAGANGKAN (UNDERLYINGNYA EFEK)

Security Futures Product (SFP), yakni Kontrak Berjangka (derivatif) yang underlyingnya adalah sekuritas. Terhadap

hal ini siapa yang memiliki kewenangan untuk mengatur dan memberi persetujuan atas SFP dimaksud.
Apakah Lembaga (seperti Pialang Berjangka atau Pialang Efek) yang berada dibawah pengawasan OJK atau

Bappebti bisa memperdagangkan SFP (butuh kejelasan);


Dikhawatirkan adanya duplikasi pengawasan, apabila baik lembaga yang dibawah pengawasan Bappebti atau OJK
Untuk itu perlu adanya MoU untuk:
o menghindari duplikasi peraturan yang tidak perlu atau beban regulasi yang tidak semestinya;
o pentingnya berbagi Data perdagangan dan informasi sehubungan dengan aktivitas perdagangan;
o kewenangan tentang pihak yang berwenang melakukan pemeriksaan;

HAL-HAL YANG PERLU DIATUR DALAM MOU

OJK dan Bappebti akan saling tukar informasi terkait dengan isu signifikan yang berkaitan dengan perlindungan
investor dan kepentingan umum yang dicatat dalam pengawasan dari perdagangan SFP atau sehubungan dengan
SFP, manipulasi pasar, penyalahgunaaan praktek perdagangan, kegiatan perdagangan yang dilakukan oleh orang
dalam, dan jenis-jenis penipuan.
Dengan permintaan tertulis OJK dan Bappebti, Para pihak akan berbagi informasi terkait dalam kepemilikan atau
kontrol mereka terhadap aktivitas perdagangan di SFP sehubungan dengan kegiatan pengawasan dan penegakan
dan investigasi.
Setuju untuk memperlakukan informasi secara rahasia.

STANDING POSITION PERDAGANGAN BERJANGKA KOMODITI


TERHADAP OTORITAS JASA KEUANGAN (KHUSUS BIDANG PASAR MODAL)

NO.

STANDING POSITION

1.

Definisi

2.

Margin
Definisi Margin:
sejumlah uang atau surat berharga
yang harus ditempatkan oleh
Nasabah pada Pialang Berjangka,
Pialang Berjangka pada Anggota
Kliring
Berjangka, atau Anggota Kliring
Berjangka pada Lembaga Kliring
Berjangka
untuk
menjamin
pelaksanaan transaksi Kontrak
Berjangka,
Kontrak
Derivatif
Syariah, dan/atau Kontrak Derivatif
lainnya.

PERDAGANGAN BERJANGKA KOMODITI


Perdagangan Berjangka Komoditi yang selanjutnya
disebut Perdagangan Berjangka adalah segala
sesuatu yang berkaitan dengan jual beli Komoditi
dengan penarikan Margin dan dengan
penyelesaian kemudian berdasarkan Kontrak
Berjangka, Kontrak Derivatif
Syariah, dan/atau Kontrak Derivatif lainnya.
Sebagai penjual atau pembeli dalam perdagangan
berjangka wajib menyerahkan sejumlah dana
hanya sekitar 5 10% dari nilai komoditi yang
ditransaksikan sebagai itikad baik (good faith) yang
disebut margin.

OTORITAS JASA KEUANGAN (KHUSUS BIDANG


PASAR MODAL)
Pasar Modal adalah kegiatan yang bersangkutan
dengan Penawaran Umum dan perdagangan Efek,
Perusahaan Publik yang berkaitan dengan Efek
yang diterbitkannya, serta lembaga dan profesi
yang berkaitan dengan Efek sebagaimana
dimaksud dalam undang-undang mengenai pasar
modal.
Yang terjadi adalah perdagangan fisik di mana jual
beli saham dilakukan secara fisik, sehingga terjadi
serah terima saham secara fisik dengan kewajiban
membayar senilai 100%.

KETERANGAN

Di Pasar Modal tidak melakukan


penarikan Margin.

NO.

3.

STANDING POSITION

Produk yang diperdagangkan

PERDAGANGAN BERJANGKA KOMODITI

Pada
Perdagangan
Berjangka
yang
diperdagangkan adalah Komoditi.
Definisi Komoditi menurut UU adalah: semua
barang, jasa, hak dan kepentingan lainnya, dan
setiap derivatif dari Komoditi, yang dapat
diperdagangkan dan menjadi subjek Kontrak
Berjangka, Kontrak Derivatif Syariah, dan/atau
Kontrak Derivatif lainnya.
Komoditi tersebut diperdagangkan berdasarkan
kontrak/janji
atau
kesepakatan
dengan
penyelesaian di kemudian hari. Kontrak tersebut
tidak diterbitkan sebagaimana dalam penerbitan
saham.

4.

Otoritas Pengawas

Badan Pengawas Perdagangan Berjangka


Komoditi
Berdasarkan UU No 32/1997 sebagaimana
telah diubah dengan UU No 10/2011, yang
berfungsi
unit eselon I pada Kementerian Perdagangan
4

OTORITAS JASA KEUANGAN (KHUSUS BIDANG


PASAR MODAL)

KETERANGAN

Di pasar modal yang diperdagangkan adalah Efek.


Dari produk yang diperdagangkan ini
Definisi Efek menurut UU adalah:
terdapat gray area pengaturan yaitu:
surat berharga, yaitu surat pengakuan utang, surat 1. Pengaturan mengenai Kontrak
berharga komersial, saham, obligasi, tanda bukti
Berjangka
utang, Unit Penyertaan kontrak investasi kolektif, PBK: subjek Kontrak Berjangka...
kontrak berjangka atas Efek, dan setiap derivatif PM: kontrak berjangka atas Efek...
dari Efek.
Sesuai dengan definisi dari PBK,
perdagangan atas Kontrak Berjangka
Penjual harus memiliki atau meminjam efek, merupakan ruang lingkup dari PBK
sebelum boleh menjualnya. Sehingga yang terjadi yang
merupakan
kewenangan
adalah perdagangan fisik (jual beli dilakukan secara Bappebti dalam hal pengawasan.
fisik).
2. Pengaturan mengenai derivatif
PBK: setiap derivatif dari Komoditi...
PM: setiap derivatif dari Efek...
Berdasarkan UU PBK, definisi
Komoditi sudah sangat luas termasuk
juga derivatifnya.
Otoritas Jasa Keuangan
berdasarkan UU nomor 21 tahun 2011 yang
berfungsi
menyelenggarakan
sistem
pengaturan dan pengawasan yang terintegrasi
terhadap keseluruhan kegiatan di dalam sektor
jasa keuangan.

NO.

STANDING POSITION

PERDAGANGAN BERJANGKA KOMODITI


yang bertugas melaksanakan pembinaan,
pengaturan dan pengawasan kegiatan
Perdagangan Berjangka, Sistem Resi Gudang,
serta pasar fisik dan jasa
Berwenang:
memberikan izin usaha, persetujuan, izin,
sertifikat pendaftaran, persetujuan.
menetapkan daftar Bursa Berjangka luar
negeri dan Kontraknya
melakukan pemeriksaan, memerintahkan
pemeriksaan dan penyidikan
menyetujui PTT Bursa Berjangka dan
Lembaga Kliring Berjangka,
membentuk
sarana
penyelesaian
permasalahan
memberikan persetujuan terhadap Kontrak
menetapkan persyaratan keuangan minimum
dan kewajiban pelaporan
menetapkan batas jumlah maksimum dan
batas jumlah wajib lapor posisi terbuka Kontrak
mengarahkan Bursa Berjangka dan Lembaga
Kliring Berjangka
mewajibkan setiap Pihak untuk menghentikan
dan/atau memperbaiki iklan atau kegiatan
promosi
5

OTORITAS JASA KEUANGAN (KHUSUS BIDANG


PASAR MODAL)

lembaga yang independen dan bebas dari


campur tangan pihak lain, yang mempunyai
fungsi, tugas, dan wewenang pengaturan,
pengawasan, pemeriksaan, dan penyidikan.
OJK didirikan untuk menggantikan peran
Bapepam
OJK melaksanakan tugas pengaturan dan
pengawasan terhadap:
1. kegiatan jasa keuangan di sektor
perbankan;
2. kegiatan jasa keuangan di sektor pasar
modal; dan
3. kegiatan jasa keuangan di sektor
perasuransian, dana pensiun, lembaga
pembiayaan, dan lembaga jasa keuangan
lainnya.
Dalam pengaturan berwenang a.l:
1. menetapkan peraturan pelaksanaan UU;
2. menetapkan
peraturan
perundangundangan di sektor jasa keuangan;
3. menetapkan peraturan dan keputusan
OJK;
Dalam pengawasan, OJK berwenang:
1. menetapkan
kebijakan
operasional

KETERANGAN

NO.

STANDING POSITION

PERDAGANGAN BERJANGKA KOMODITI

5.

Kelembagaan

OTORITAS JASA KEUANGAN (KHUSUS BIDANG


PASAR MODAL)

menetapkan ketentuan tentang dana Nasabah


memeriksa keberatan
melakukan tindakan yang diperlukan untuk
mencegah kerugian masyarakat

Izin Usaha bagi :


Bursa & Lembaga Kliring Berjangka
Pialang Berjangka
Pedagang Berjangka
Penasihat Berjangka
Pengelola Sentra Dana Berjangka
Izin Perorangan bagi:
Wakil Pialang Berjangka
Wakil Penasihat Berjangka
Wakil Pengelola Sentra Dana Berjangka

pengawasan terhadap kegiatan jasa


keuangan;
2. mengawasi
pelaksanaan
tugas
pengawasan;
3. melakukan pengawasan, pemeriksaan,
penyidikan, perlindungan Konsumen, dan
tindakan lain;
4. memberikan perintah tertulis;
5. menetapkan sanksi administratif; dan
6. memberikan dan/atau mencabut: izin
usaha; izin; efektifnya pernyataan
pendaftaran; surat tanda terdaftar;
persetujuan melakukan kegiatan usaha;
pengesahan; persetujuan atau penetapan
pembubaran; dan penetapan lain,
Emiten
Lembaga Penunjang
Penjamin emisi (underwriter).
Perantara perdagangan efek (broker/ pialang)
Pedagang efek (dealer)
Penanggung (guarantor)
Wali amanat (trustee)
Perusahaan pengelola dana (investment
company)

KETERANGAN

NO.

STANDING POSITION

6.
7.

Kategori
Tujuan

8.

Investasi

9.

Masuk pasar

10.
11.

Likuidasi
Pembentukan harga

PERDAGANGAN BERJANGKA KOMODITI


Sertifikat Pendaftaran bagi Pedagang Berjangka
Persetujuan:
Pembukaan Kantor Cabang Pialang Berjangka
Pialang Berjangka Penyalur Amanat Nasabah
ke Luar Negeri
Bank Penyimpan Dana Nasabah
Penyelenggara
dan
Peserta
Sistem
Perdagangan Alternatif (SPA)
Perdagangan Berjangka
Risk Management (Hedging)
Spekulasi
Lebih Beresiko (High risk high return)
Margin (5 10%)
Bullish and bearish market (Menguntungkan di
kedua arah tergantung pengambilan posisi dan
arah pasar)
Offset, cash settlement, delivery
Suply and demand
(Untuk indeks Saham Perusahaan maka hal
tersebut tergantung dari performa perusahaan yang
menjadi dasar indeks)

OTORITAS JASA KEUANGAN (KHUSUS BIDANG


PASAR MODAL)

Perdagangan Saham
Mobilisasi dana
Investasi / Spekulasi
(Low to Middle investment risk)
Senilai Saham (100%)
Bullish market
cenderung naik)

(Menguntungkan

Jual Saham atau efek yang dimiliki


Performa Perusahaan

jika

pasar

KETERANGAN