Anda di halaman 1dari 4

Penentuan basal area pohon dihitung dengan rumus dari Mueller-Dombois &

Ellenberg (1974) sebagai berikut :


2

1
ba=( d )
2
Keterangan ba = basal area = luas permukaan, d = diameter batang setinggi dada
(diukur pada ketingian 130 cm dari permukaan tanah), dan = 3,142875.
Luas penutupan tajuk vegetasi herba dapat diketahui dengan menentukan
persntase luas penutupan tajuk herba terhadap plot pngamatan ukuran 5 x 5 . nilai
yang diperoleh kemudian dikontrol ke skala Braun-Blanquet (Tabel 1).
Langkah-langkah yang diperlukan untuk menghitung indeks nilai penting
setiap spesies dilakukan dengan menggunakan serangkain rumus-rumus berikut:

Kerapatan=

Jumlahindividu suatu spesies


Luas petak contoh

Kerapatan=

Kerapatan mutlak suatu spesies


100
Kerapatan total sseluruh spesies

Kerapatan=

Jumlah petak contoh su atu spesies hadir


Jumlah sluruh petak contoh

Kerapatan=

Jumlahindividu suatu spesies


Luas petak contoh

Frekuensi mutlak suatu spesies


Rumus yang digunakan untuk indeks kekayaan kekayaan spesies menggunakan
rumus menhinic dalam Ludwig dan Reynol (1998).

#-------------------------------------------------------------------------------#---- Tekan control L untuk membersikan layar ----------------------------------#-------------------------------------------------------------------------------#---------------------- Menghitung indeks nilai penting pohon ------------------#---------------------- Programmer : Sukirno Lope lope --------------------------

#---------------------- Makassar, 17 Agustus 1945 ------------------------------#---- 12 Desember 2019 Lembanna Gg. Bawakaraeng, Desember, saat ----------------#---- hujan perlahan turun -----------------------------------------------------#---- namun begitu sunyi -------------------------------------------------------#-------------------------------------------------------------------------------rm(list=ls(all=TRUE))
setwd("D:/Data Kuliah/Semester 5/Ekologi Tumbuhan")
#-------------------------------------------------------------------------------latih<-read.csv("D:/Data Kuliah/Semester 5/Ekologi Tumbuhan/Blok1.csv", header
=T)
head(latih)
options(digits=3)
#-------------------------------------------------------------------------------#---- menghitung basal area setiap (ba) -----------------#-------------------------------------------------------------------------------ba<-function (x) (((0.5*x)^2)*3.142875)
ba<-ba(latih$Diameter)
#-------------------------------------------------------------------------------latih <-data.frame(latih,ba)
head(latih)
#-------------------------------------------------------------------------------#---- menghitung frekunsi dari lapangan
#-------------------------------------------------------------------------------fr<-tapply(latih$Diameter, list (latih$PLOT, latih$Nama.Daerah), length)
frog <-data.frame(fr)
frog [is.na(frog)] <-0
frekuensi <-apply (frog > 0,2, sum)

#-------------------------------------------------------------------------------#---- menghitung dentitas dan dominansi ---#-------------------------------------------------------------------------------densitas <-tapply(latih$PLOT, latih$Nama.Daerah, length)


#-------------------------------------------------------------------------------dominansi <-tapply(latih$ba,latih$Nama.Daerah, sum)
#-------------------------------------------------------------------------------Blok1<-data.frame(frekuensi,densitas,dominansi)

#-------------------------------------------------------------------------------#---- menghitung frekuensi mutlak


#---- jumlah plot sebanyak 10 buah
frmut<-function(x) {x/10}
frekMut<-frmut(Blok1$frekuensi)
#--------------------------------------------------------------------------------

#-------------------------------------------------------------------------------#---- menghitung densitas mutlak -------------denmut<-function (x, k=20, n=10)


{
#ini bisa jalan
#-------------------------------------------------------------------------------#k = ukuran plot
#n = jumlah plot
kn <-k* k* n

dm <- x/kn
return (dm)
}
#---k dan n merupakan nilai default -------------#---k dan n diganti----------densMut<-denmut(Blok1$densitas, k=10, n=10)
#-------------------------------------------------------------------------------domMut<-denmut(Blok1$dominansi, k=5, n=10)
#-------------------------------------------------------------------------------stand1<-data.frame(Blok1, frekMut, densMut, domMut)
#-------------------------------------------------------------------------------#--- Menghitung total frekuensi mutlak, densitas relatif,
#--- dan dominansi mutlak
#----------------------------------------TfrekMut<-sum(stand1$frekMut)
TdensMut <-sum(stand1$domMut)
#----------------------------------------#--- Menghitung frekuensi, densitas, dominansi relatif
#----------------------------------------free1<-(stand1$frekMut/TfrekMut) * 100
dnre<- (stand1$densMut/TdensMut) * 100
dmre1<- (stand1$domMut) * 100