Anda di halaman 1dari 20

DAFTAR ISI

DAFTAR ISI

 

i

DAFTAR TABEL

ii

DAFTAR GAMBAR

 

iii

BAB I

PENDAHULUAN

1

 

A. UMUM

1

 

B. RINGKASAN PELAKSANAAN PROPER PERIODE 2002 - 2007

3

B.1. Jumlah Perusahaan Peserta PROPER

3

B.2. Hasil Evaluasi PROPER 2002 - 2007

4

BAB II

HASIL PENILAIAN PROPER 2006 - 2007

5

A. PERINGKAT UMUM

5

B. PERINGKAT KINERJA BERDASARKAN JENIS PERMODALAN

6

C. PERINGKAT KINERJA BERDASARKAN SEKTOR INDUSTRI

9

C.1. Sektor Manufaktur

10

 

C.2. Sektor Agroindustri

10

C.3. Sektor Pertambangan, Energi dan Migas

11

C.4. Sektor Kawasan dan Jasa

11

BAB III

KONSISTENSI KINERJA PERUSAHAAN PROPER PERIODE 2002 -

12

2007

A.

KONSISTENSI KINERJA

12

 

A.1. PERUSAHAAN EMAS

12

 

A.2. PERUSAHAAN HIJAU

12

A.3. PERUSAHAAN HITAM

15

BAB IV

PENUTUP

17

LAMPIRAN

DAFTAR TABEL

Tabel 1

Kriteria Peringkat PROPER Periode 2006 – 2007

2

Tabel 2

Distribusi Peserta PROPER 2006 – 2007 Berdasar Jenis Industri

5

Tabel 3

Distribusi Peserta PROPER Berdasarkan Status Permodalan

6

Tabel 4

Distribusi Peringkat PROPER 2006 – 2007 Berdasarkan Kepemilikan Permodalan

7

Tabel 5

Distribusi Per Sektor Industri PROPER 2006 – 2007

9

Tabel 6

Daftar Perusahaan Yang Mendapatkan Peringkat Emas

12

Tabel 7

Daftar Perusahaan Yang Mendapatkan Peringkat Hijau

13

Tabel 8

Daftar Perusahaan Yang Mendapatkan Peringkat Hitam

15

DAFTAR GAMBAR

Gambar 1

Peningkatan Jumlah Perusahaan Peserta PROPER

3

Gambar 2

Perkembangan Peringkat Kinerja Perusahaan PROPER

4

Gambar 3

Distribusi Peringkat Kinerja Perusahaan PROPER 2006 - 2007

6

Gambar 4

Distribusi Persentase Peringkat Perusahaan PMA dalam PROPER 2006 - 2007

7

Gambar 5

Distribusi Persentase Peringkat Perusahaan PMDN dalam

8

Gambar 6

PROPER 2006 – 2007 Distribusi Persentase Peringkat Perusahaan BUMN dalam

8

Gambar 7

PROPER 2006 – 2007 PROPER 2006 – 2007 Sektor Manufaktur

10

Gambar 8

PROPER 2006 – 2007 Sektor Agroindustri

10

Gambar 9

PROPER 2006 – 2007 Sektor Pertambangan, Energi dan Migas

11

Gambar 10

PROPER 2006 – 2007 Sektor Kawasan dan Jasa

11

Laporan PROPER

Periode 2006-2007

A. UMUM

Laporan PROPER Periode 2006-2007 A. UMUM BAB I PENDAHULUAN Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan dalam

BAB I PENDAHULUAN

Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup (PROPER) adalah salah satu instrumen kebijakan yang dikembangkan oleh Kementerian Negara Lingkungan Hidup untuk mendorong penaatan dan kepedulian perusahaan dalam pengelolaan lingkungan hidup. Mekanisme kerja instrumen PROPER adalah dengan penyebaran informasi tingkat kinerja penaatan perusahaan kepada masyarakat dan stakeholder (public information disclosure), maka diharapkan masyarakat dan stakeholder dapat menyikapi kinerja pengelolaan lingkungan perusahaan peserta PROPER sesuai dengan kapasitasnya. Para stakeholder diharapkan memberikan apresiasi kepada perusahaan yang berkinerja baik, dan mendorong perusahaan yang belum berkinerja baik untuk lebih meningkatkan kinerja pengelolaan lingkungannya.

Pelaksanaan PROPER merupakan upaya terpadu untuk melaksanakan kebijakan yang diamanatkan oleh Undang-undang No. 23 tahun 1997 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup. PROPER merupakan pengawasan pemerintah 1 terhadap upaya perusahaan dalam melaksanakan ketentuan-ketentuan yang tercantum dalam peraturan perundang-undangan bidang lingkungan hidup yang berlaku. Sekaligus PROPER merupakan perwujudan transparansi dan pelibatan masyarakat 2 dalam pengelolaan lingkungan. Dimana hasil pengawasan melalui PROPER ini disampaikan secara terbuka kepada masyarakat.

Perlu diketahui bahwa PROPER bukanlah pengganti instrumen penaatan lingkungan lainnya, akan tetapi komplementer dari instrumen penaatan yang ada. Pelaksanaan PROPER akan mendukung penerapan instrumen penegakan hukum lingkungan dan instrumen ekonomi lainnya.

Untuk memudahkan masyarakat dan para stakeholder memahami tingkat kinerja penaatan masing-masing perusahaan dan guna membuka lebih besar lagi ruang apresiasi bagi perusahaan yang telah meningkatkan kinerja penaatannya, maka saat ini kinerja perusahaan tersebut dikategorikan lima peringkat warna dengan tujuh kategori.

1 Pasal 22 (1) UU No. 23 Tahun 1997 “Menteri melakukan pengawasan terhadap penaatan penanggung jawab usaha dan/atau kegiatan atas ketentuan yang telah ditetapkan dalam peraturan perundang-undangan di bidang lingkungan hidup Pasal 5 (2) & (3) UU No. 23 tahun 1997:

2

Ayat 2, ”setiap orang mempunyai hak atas informasi lingkungan hidup yang berkaitan dengan peran dalam pengelolaan lingkungan hidup”

Ayat 3, “setiap orang mempunyai hak untuk berperan dalam rangka pengelolaan lingkungan hidup sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku”

Laporan PROPER

Periode 2006-2007

Laporan PROPER Periode 2006-2007 Perluasan kategori peringkat PROPER merupakan masukan dari Dewan Pertimbangan PROPER 3

Perluasan kategori peringkat PROPER merupakan masukan dari Dewan Pertimbangan PROPER 3 untuk lebih memacu perusahaan meningkatkan kinerjanya. Peringkat warna ini menggambarkan kinerja penaatan dan tingkat kepedulian perusahaan dalam pelestarian lingkungan.

Tabel 1. Kriteria Peringkat PROPER Periode 2006 – 2007

Peringkat

Keterangan

Emas

Telah melakukan pengelolaan lingkungan lebih dari yang dipersyaratkan dan telah melakukan upaya 3R (Reuse, Recycle dan Recovery), menerapkan sistem pengelolaan lingkungan yang berkesinambungan, serta melakukan upaya-upaya yang berguna bagi kepentingan masyarakat pada jangka panjang;

Hijau

Telah melakukan pengelolaan lingkungan lebih dari yang dipersyaratkan, telah mempunyai sistem pengelolaan lingkungan, mempunyai hubungan yang baik dengan masyarakat, termasuk melakukan upaya 3R (Reuse, Recycle dan Recovery);

Biru

Telah melakukan upaya pengelolaan lingkungan yang dipersyaratkan sesuai dengan ketentuan atau peraturan yang berlaku;

Biru Minus

Melakukan upaya pengelolaan lingkungan, akan tetapi beberapa upaya belum mencapai hasil yang sesuai dengan persyaratan sebagaimana diatur dalam peraturan perundang-undangan;

Merah

Melakukan upaya pengelolaan lingkungan, akan tetapi baru sebagian mencapai hasil yang sesuai dengan persyaratan sebagaimana diatur dengan peraturan perundang-undangan;

Merah

Melakukan upaya pengelolaan lingkungan, akan tetapi baru sebagian kecil mencapai hasil yang sesuai dengan persyaratan sebagaimana diatur dalam peraturan perundang-undangan;

Minus

Hitam

Belum melakukan upaya lingkungan berarti, secara sengaja tidak melakukan upaya pengelolaan lingkungan sebagaimana yang dipersyaratkan, serta berpotensi mencemari lingkungan.

3 Berdasarkan Surat Keputusan Menteri LH No 278 tahun 2008 tentang Dewan Pertimbangan PROPER, susunan Dewan Pertimbangan PROPER adalah sebagai berikut: Ketua: Prof.Dr. Surna Tjahja Djajadiningrat, Sekretaris: Drs. Yanuardi Rasudin, Anggota: Prof. Dr. Muladi SH, Ir. Usman Hasan, Djismun Kasri, Prof.Dr. J.B. Kristiadi, Agnes Aristiarini, Tini Hadad, Goenarni Soeworo SE.

Laporan PROPER

Periode 2006-2007

Laporan PROPER Periode 2006-2007 B. RINGKASAN PELAKSANAAN PROPER PERIODE 2002-2007 B.1 . Jumlah Perusahaan Peserta PROPER

B. RINGKASAN PELAKSANAAN PROPER PERIODE 2002-2007

B.1. Jumlah Perusahaan Peserta PROPER

Jumlah perusahaan PROPER sangat menentukan tingkat keberhasilan PROPER sebagai instrumen penaatan. Semakin besar jumlah perusahaan maka efektifitas instrumen ini semakin meningkat. Untuk mencapai jumlah yang tepat (critical mass) dari perusahaan peserta PROPER, secara bertahap jumlah perusahaan yang diikutsertakan dalam PROPER dari tahun ke tahun semakin bertambah. Namun, besarnya jumlah perusahaan yang dapat diikutsertakan dalam PROPER sangat tergantung kepada sumber daya yang ada, baik sumber daya manusia maupun pendanaan yang tersedia di tingkat pusat maupun daerah.

Pada saat ini jumlah perusahaan peserta PROPER masih sangat kecil dibandingkan target perusahaan yang efektif untuk dapat ditingkatkan kinerja penaatannya melalui PROPER 4 yaitu baru mencapai sekitar 6 % dari 8.000 - 10.000 perusahaan. Peningkatan jumlah perusahaan yang diikutsertakan dalam PROPER selama tahun 2002 – 2007 dapat dilihat pada Gambar 1 berikut:

tahun 2002 – 2007 dapat dilihat pada Gambar 1 berikut: Gambar 1. Peningkatan Jumlah Perusahaan Peserta

Gambar 1. Peningkatan Jumlah Perusahaan Peserta PROPER

4 Perusahaan yang berdampak besar dan penting bagi lingkungan, terdaftar dipasar modal, dan berorientasi ekspor

Laporan PROPER

Periode 2006-2007

Laporan PROPER Periode 2006-2007 B.2. Hasil Evaluasi PROPER 2002-2007 Dari pelaksanaan PROPER se lama periode 2002

B.2. Hasil Evaluasi PROPER 2002-2007

Dari pelaksanaan PROPER selama periode 2002 – 2007 terlihat bahwa telah terjadi peningkatan kinerja penaatan perusahaan. Sebagaimana yang terlihat pada Gambar di bawah, jumlah perusahaan yang taat yaitu Hijau dan Biru meningkat selama periode 2002 – 2007. Peningkatan jumlah perusahaan yang taat selama periode ini terjadi karena adanya peningkatan jumlah perusahaan dan perbaikan kinerja penaatan perusahaan peserta PROPER.

dan perbaikan kinerja penaatan perusahaan peserta PROPER. Gambar 2. Perkembangan Peringkat Kinerja Perusahan PROPER

Gambar 2. Perkembangan Peringkat Kinerja Perusahan PROPER

Penilaian PROPER periode 2005-2006 sempat tertunda oleh karena adanya kegiatan Revitalisasi PROPER. Langkah Revitalisasi ini dilakukan agar instrumen PROPER dapat lebih efektif lagi untuk meningkatkan kinerja penaatan perusahaan. Walaupun tidak diumumkan kepada masyarakat hasil pengawasan yang dilakukan oleh Kementerian Negara Lingkungan Hidup telah disampaikan kepada perusahaan.

Laporan PROPER

Periode 2006-2007

Laporan PROPER Periode 2006-2007 BAB II HASIL PENILAIAN PROPER 2006-2007 A. PERINGKAT UMUM Jumlah perusahaan yang

BAB II HASIL PENILAIAN PROPER 2006-2007

A. PERINGKAT UMUM

Jumlah perusahaan yang telah dinilai peringkatnya melalui PROPER selama periode 2006 – 2007 mencapai 516 perusahaan dari 521 perusahaan yang dilakukan pengawasan oleh Tim PROPER Kementerian Negara Lingkungan Hidup, Pemerintah Provinsi, dan Pemerintah Kabupaten/Kota. 5 (lima) perusahaan dikeluarkan dari daftar penilaian karena tutup dan tidak memenuhi kriteria peserta PROPER.

Dari 516 perusahaan peserta PROPER, perusahaan yang paling banyak berasal dari sektor industri manufaktur (48.64%), kemudian diikuti PEM (28.68%), Agro Industri (19.77%), dan Sektor Kawasan industri dan Jasa Pengelolaan Limbah (2.91%). Distribusi jumlah peserta PROPER periode 2006-2007 berdasarkan jenis sektor industri adalah sebagai berikut:

Tabel 2. Distribusi Peserta PROPER 2006-2007 Berdasar Jenis Industri

No

Sektor Industri

Jumlah Perusahaan

Angka

Persentase

1

Pertambangan, Energi, & Migas (PEM)

148

28.68

2

Manufaktur

251

48.64

3

Agro

102

19.77

4

Kawasan Industri dan Jasa Pengelola Limbah

15

2.91

 

TOTAL

516

100

Hasil penilaian PROPER 2006 – 2007 menunjukkan bahwa secara umum terjadi perbaikan tingkat penaatan perusahaan dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Sebagian besar perusahaan telah memenuhi persyaratan dalam pengelolaan lingkungan. Sebagaimana yang terlihat dari Gambar di bawah ini, dalam tahun 2006-2007 jumlah perusahaan yang taat atau yang berperingkat Emas, Hijau, Biru, dan Biru Minus mencapai 75,78% dari total 516 perusahaan. Jumlah ini meningkat dari periode penilaian sebelumnya. Jumlah perusahaan Hijau pada periode 2006-2007 meningkat dua kali dibandingkan periode sebelumnya yaitu mencapai 46 perusahaan atau 8.91%. Pada periode penilaian PROPER 2006-2007, peringkat Emas untuk pertama kalinya diberikan kepada perusahaan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi.

Laporan PROPER

Periode 2006-2007

Laporan PROPER Periode 2006-2007 Gambar 3: Distribusi Peringkat Kinerja Perusahaan PROPER 2006-2007 Peringkat
Laporan PROPER Periode 2006-2007 Gambar 3: Distribusi Peringkat Kinerja Perusahaan PROPER 2006-2007 Peringkat

Gambar 3: Distribusi Peringkat Kinerja Perusahaan PROPER 2006-2007

Peringkat masing-masing perusahaan PROPER dapat dilihat pada Lampiran.

B. PERINGKAT KINERJA BERDASARKAN JENIS PERMODALAN

Berdasarkan kepemilikan atau Permodalan peserta PROPER periode 2006-2007 dapat dikelompokkan menjadi 3 (tiga) kelompok, yaitu:

Penanaman Modal Asing (PMA),

Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) dan

Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Distribusi peserta PROPER 2006-2007 berdasarkan jenis permodalan dapat dilihat pada Tabel 3 dibawah ini. Dari Tabel 3 terlihat peserta PROPER terbanyak berasal dari perusahaan PMDN 40,8% (211 perusahaan), lalu diikuti PMA 32,8% (169 perusahaan) dan terakhir BUMN 26,4% (136 perusahaan).

Tabel 3 : Distribusi peserta PROPER berdasarkan status permodalan.

No

Sektor Industri

Jumlah Perusahaan

Angka

Persentase

1

Penanaman Modal Asing

169

32.75

%

2

Penanaman Modal Dalam Negeri

211

40.89

%

3

Badan Usaha Milik Negara

136

26.36

%

 

Total

516

100 %

Untuk melihat sejauhmana kinerja perusahaan PROPER berdasarkan jenis permodalan dapat dilihat pada Tabel 4 di bawah ini. Dari tabel 4 dapat terlihat

Laporan PROPER

Periode 2006-2007

Laporan PROPER Periode 2006-2007 bahwa perusahaan PMA mempunyai kinerja pe naatan yang lebih baik dibandingkan PMDN

bahwa perusahaan PMA mempunyai kinerja penaatan yang lebih baik dibandingkan PMDN dan BUMN. Tingkat penaatan perusahaan PMA mencapai 87 %. Sementara itu tingkat penaatan perusahaan PMDN 64,5 % dan BUMN 79,4 %.

Tabel 4: Distribusi Peringkat PROPER 2006 – 2007 berdasarkan kepemilikan permodalan

Status

 

Peringkat PROPER

 

Jumlah

Permodalan

EMAS

HIJAU

BIRU

BIRU

MERAH

MERAH

HITAM

PMA

 

30

72

45

11

7

4

169

PMDN

 

1 7

67

61

24

17

34

211

BUMN

 

9

49

50

10

14

4

136

TOTAL

 

1 46

188

156

45

38

42

516

Jumlah PMA yang berperingkat Hijau mencapai 30 perusahaan dari total 46 perusahaan yang berperingkat Hijau dalam periode penilaian PROPER 2006-2007. Jumlah ini mencapai 65,2% dari total perusahaan yang berperingkat Hijau. Sedangkan dari keseluruhan perusahaan PMA yang dinilai, persentase peringkat kinerjanya seperti terlihat pada Gambar 4 di bawah ini.

kinerjanya seperti terlihat pada Gambar 4 di bawah ini. Gambar 4. Distribusi Persentase Peringkat Perusahaan PMA

Gambar 4. Distribusi Persentase Peringkat Perusahaan PMA dalam PROPER 2006-2007

Walaupun jumlah perusahaan PMDN dan BUMN lebih sedikit yang mempunyai peringkat Hijau namun jumlah perusahaan PMDN dan BUMN yang mendapatkan peringkat Hijau pada periode ini meningkat dibandingkan PROPER periode sebelumnya. Perusahaan PMDN yang mendapatkan peringkat Hijau 7 perusahaan dan perusahaan BUMN yang mendapatkan peringkat Hijau 9 perusahaan. Bahkan satu perusahaan PMDN yaitu PLTP Wayang Windu, Magma Nusantara, Ltd. mendapatkan peringkat Emas. Distribusi persentase untuk peringkat bagi perusahaan PMDN dan BUMN seperti terlihat di Gambar 5 dan Gambar 6.

Laporan PROPER

Periode 2006-2007

Laporan PROPER Periode 2006-2007 Gambar 5. Distribusi Persentase Peringkat Perusahaan PMDN dalam PROPER 2006-2007 Gambar
Laporan PROPER Periode 2006-2007 Gambar 5. Distribusi Persentase Peringkat Perusahaan PMDN dalam PROPER 2006-2007 Gambar

Gambar 5. Distribusi Persentase Peringkat Perusahaan PMDN dalam PROPER 2006-2007

Persentase Peringkat Perusahaan PMDN dalam PROPER 2006-2007 Gambar 6. Distribusi Persentase Peringkat Perusahaan BUMN

Gambar 6. Distribusi Persentase Peringkat Perusahaan BUMN dalam PROPER 2006-2007

Laporan PROPER

Periode 2006-2007

Laporan PROPER Periode 2006-2007 C. PERINGKAT KINERJA BERDASARKAN SEKTOR INDUSTRI Dalam penilaian PROPER, perusahaan

C. PERINGKAT KINERJA BERDASARKAN SEKTOR INDUSTRI

Dalam penilaian PROPER, perusahaan dikelompokkan dalam 4 sektor industri utama yaitu :

Sektor Manufaktur yang terdiri dari bermacam macam jenis industri mulai dari kertas termasuk pulp & paper, petrokimia, pelapisan logam, tekstil, pewarna tekstil, elektronik, otomotif, farmasi, industri kimia.

Sektor Agroindustri terdiri dari karet, sawit, tapioka, gula, plywood, minyak goreng.

Sektor Pertambangan, Energi dan Migas yang terdiri dari pertambangan mineral, pertambangan batubara, PLTD, PLTG, PLTGU, PLTU berbahan bakar batubara, PLTP Geothermal, eksplorasi dan produksi migas, unit pengolahan migas, LNG/LPG, distribusi migas.

Kawasan dan Jasa terdiri dari kawasan industri dan jasa pengelola limbah B3.

Untuk pelaksanaan PROPER 2006-2007, dari sektor Manufaktur terdapat 251 perusahaan (48,6%), dari sektor Agroindustri terdapat 102 perusahaan (19,8%), sektor Pertambangan Energi dan Migas 148 perusahaan (28,7%), dan Kawasan dan Jasa 15 perusahaan (2,9%).

Tabel 5. Distribusi Per sektor Industri PROPER 2006-2007

Peringkat

Manufaktur

Agroindustri

PEM

Kawasan & jasa

Total

% Peringkat

Emas

-

-

1

-

1

0.19%

Hijau

22

3

20

1

46

8.91%

Biru

76

34

71

7

188

36.43%

Biru Minus

85

34

33

4

156

30.23%

Merah

21

12

10

2

45

8.72%

Merah Minus

18

8

11

1

38

7.36%

Hitam

29

11

2

-

42

8.14%

TOTAL

251

102

148

15

516

 

Laporan PROPER

Periode 2006-2007

Laporan PROPER Periode 2006-2007 C.1. Sektor Manufaktur Perusahaan Manufaktur adalah peserta terbanyak untuk PROPER

C.1. Sektor Manufaktur

Perusahaan Manufaktur adalah peserta terbanyak untuk PROPER periode 2006-2007 yaitu sebanyak 251 perusahaan. Perusahaan Manufaktur yang taat mencapai 183 perusahaan atau sekitar 72,9% dari jumlah keseluruhan perusahaan Manufaktur yang ada. Dari 183 perusahaan tersebut, yang mendapat peringkat Hijau adalah 22 perusahaan. Sedangkan perusahaan Manufaktur yang belum taat berjumlah 68 (27,1%) perusahaan, 29 perusahaan diantaranya mendapat peringkat Hitam.

29 perusahaan di antaranya mendapat peringkat Hitam. Gambar 7. PROPER 2006-2007 Sektor Manufaktur. C.2. Sektor

Gambar 7. PROPER 2006-2007 Sektor Manufaktur.

C.2. Sektor Agroindustri

Perusahaan Agroindustri untuk PROPER periode 2006-2007 sebanyak 102 perusahaan. Perusahaan Agroindustri yang taat mencapai 71 perusahaan atau sekitar 66% dari jumlah keseluruhan perusahaan Agroindustri peserta PROPER. Dari 71 perusahaan tersebut, yang mendapat peringkat Hijau adalah 3 perusahaan. Sedangkan perusahaan Agroindustri yang belum taat berjumlah 31 (34%) perusahaan, 11 perusahaan diantaranya mendapat peringkat Hitam.

( 34%) perusahaan, 11 perusahaan diantaranya mendapat peringkat Hitam. Gambar 8. PROPER 2006-2007 Sektor Agroindustri 10
( 34%) perusahaan, 11 perusahaan diantaranya mendapat peringkat Hitam. Gambar 8. PROPER 2006-2007 Sektor Agroindustri 10

Gambar 8. PROPER 2006-2007 Sektor Agroindustri

Laporan PROPER

Periode 2006-2007

Laporan PROPER Periode 2006-2007 C.3. Sektor Pertambangan, Energi dan Migas Perusahaan peserta PROPER dari sektor

C.3. Sektor Pertambangan, Energi dan Migas

Perusahaan peserta PROPER dari sektor Pertambangan, Energi dan Migas (PEM) untuk periode 2006-2007 sebanyak 148 perusahaan. Tingkat penaatan perusahaan PEM lebih baik dibandingkan sektor lainnya, yaitu dari 148 perusahaan PEM, 125 perusahaan (84,5%) taat. Total perusahaan PEM yang berhasil mendapatkan peringkat Hijau adalah 20 perusahaan. Salah satu perusahaan PEM yaitu PLTP Wayang Windu, Magma Nusantara mendapatkan Peringkat Emas. Namun masih terdapat banyak perusahaan PEM yang belum taat yaitu 23 (15,5%) perusahaan, 2 perusahaan diantaranya mendapat peringkat Hitam.

2 perusahaan diantaranya mendapat peringkat Hitam. Gambar 9. PROPER 2006-2007 Sektor Pertambangan Energi dan

Gambar 9. PROPER 2006-2007 Sektor Pertambangan Energi dan Migas

C.4. Sektor Kawasan dan Jasa

Jumlah perusahaan kawasan industri dan jasa pengelola limbah masih relatif kecil dibandingkan dengan jumlah peserta PROPER dari sektor lainnya yaitu sebanyak 15 perusahaan. Tingkat penaatan perusahaan kawasan industri dan jasa pengelola limbah adalah 80%. Dari total jumlah perusahaan sektor ini, 1 perusahaan mendapatkan peringkat Hijau. Walaupun masih terdapat 3 perusahaan yang masih belum taat, namun tidak ada perusahaan yang mendapatkan peringkat Hitam di sektor ini.

ad a perusahaan yang mendap atkan peringkat Hitam di sektor ini. Gambar 10. PROPER 2006-2007 Sektor
ad a perusahaan yang mendap atkan peringkat Hitam di sektor ini. Gambar 10. PROPER 2006-2007 Sektor

Gambar 10. PROPER 2006-2007 Sektor Kawasan dan Jasa

Laporan PROPER

Periode 2006-2007

Laporan PROPER Periode 2006-2007 BAB III KONSISTENSI KINERJA PERUSAHAAN PROPER PERIODE 2002 – 2007 A .

BAB III KONSISTENSI KINERJA PERUSAHAAN PROPER PERIODE 2002 – 2007

A. KONSISTENSI KINERJA

A.1. PERUSAHAAN EMAS

Sejak pelaksanan PROPER periode 2002-2003, pencapaian peringkat Emas oleh perusahaan peserta PROPER baru berhasil diraih pada PROPER 2006-2007. Hanya satu perusahaan yang mendapatkan peringkat Emas yaitu PLTP Wayang Windu, Magma Nusantara.

Tabel 6. Daftar perusahaan yang mendapatkan Peringkat Emas

NO.

NAMA

 

PERIODE

 

PERUSAHAAN

2002-2003

2003-2004

2004-2005

2005 - 2006

2006 - 2007

1

Magma Nusantara

-

-

HIJAU

Tidak Diumumkan

EMAS

A.2. PERUSAHAAN HIJAU

Selama periode penilaian PROPER sejak tahun 2002 sampai tahun 2007, terdapat 4 perusahaan secara konsisten mempertahankan kinerja pengelolaan lingkungannya sebagai perusahaan berperingkat Hijau. Keempat perusahaan tersebut adalah:

PT. Unilever Indonesia, Tbk-Pabrik Cikarang

PT. Holcim Indonesia, Tbk-Cilacap Plant;

PT. Indocement Tunggal Prakasa, Tbk-Cilacap;

PT. Tanjungenim Lestari Pulp&Paper.

Dari 46 perusahaan yang mendapat peringkat Hijau pada periode penilaian saat ini, 28 perusahaan untuk pertama kalinya mendapatkan peringkat Hijau. Beberapa perusahaan pada periode penilaian sebelumnya masih mendapatkan peringkat Merah (4 perusahaan). Bahkan ada perusahaan yang pernah mendapatkan peringkat Hitam.

Salah satu perusahaan yang telah menunjukkan komitmen untuk melakukan perbaikan terus-menerus (continual improvement) adalah PT. Pertamina (Persero) UP IV Cilacap. Dimana perusahaan ini pada penilaian PROPER periode tahun 2002- 2003 mendapatkan peringkat Hitam, kemudian secara kontinyu meningkat menjadi peringkat Merah (2003-2004), Biru (2004-2005) dan akhirnya Hijau (2006-2007).

Laporan PROPER

Periode 2006-2007

Laporan PROPER Periode 2006-2007 Keberhasilan perusahaan untuk dapat meningkatkan kinerja pengelolaan lingkungannya,

Keberhasilan perusahaan untuk dapat meningkatkan kinerja pengelolaan lingkungannya, diperlukan dedikasi dan komitmen yang tinggi serta upaya perbaikan dalam bidang teknis dan manajemen. Perusahaan-perusahaan peringkat Hijau seperti terlihat di tabel di bawah ini.

Tabel 7. Daftar perusahaan yang mendapatkan Peringkat Hijau

NO.

NAMA PERUSAHAAN

 

PERIODE

 

2002-2003

2003-2004

2004-2005

2005 - 2006

2006 - 2007

1

PT. Holcim Indonesia, Tbk - Cilacap Plant

HIJAU

HIJAU

HIJAU

Tidak Diumumkan

HIJAU

2

PT. Indocement Tunggal Prakarsa, Tbk. - Citeureup

HIJAU

HIJAU

HIJAU

Tidak Diumumkan

HIJAU

3

PT. Tanjungenim Lestari Pulp & Paper

HIJAU

HIJAU

HIJAU

Tidak Diumumkan

HIJAU

4

PT. Unilever Indonesia, Tbk - Pabrik Cikarang

HIJAU

HIJAU

HIJAU

Tidak Diumumkan

HIJAU

5

PT. Newmont Nusa Tenggara

HIJAU

BIRU

HIJAU

Tidak Diumumkan

HIJAU

6

PT. Jawa Power

BIRU

HIJAU

HIJAU

Tidak Diumumkan

HIJAU

7

PT. Aneka Tambang, Tbk. - Pongkor

BIRU

BIRU

BIRU

Tidak Diumumkan

HIJAU

8

PT. Total EP Indonesie - Handil (CPA)

BIRU

BIRU

BIRU

Tidak Diumumkan

HIJAU

9

PT. Total EP Indonesie - Tatun (CPU)

BIRU

BIRU

BIRU

Tidak Diumumkan

HIJAU

10

PT. Total EP Indonesie - Tunu (NPU)

BIRU

BIRU

BIRU

Tidak Diumumkan

HIJAU

11

Vico Indonesia - Nilam Asset

BIRU

BIRU

BIRU

Tidak Diumumkan

HIJAU

12

PT. Semen Gresik (Persero), Tbk. - Pabrik Tuban

BIRU

BIRU

BIRU

Tidak Diumumkan

HIJAU

13

PT. Adaro Indonesia

BIRU

BIRU

MERAH

Tidak Diumumkan

HIJAU

14

PT. Indah Kiat Pulp & Paper - Pabrik Tangerang

MERAH

BIRU

BIRU

Tidak Diumumkan

HIJAU

15

PT. Riau Andalan Pulp and Paper Mill

MERAH

BIRU

HIJAU

Tidak Diumumkan

HIJAU

16

PT. Pertamina (Persero) UP IV - Cilacap

HITAM

MERAH

BIRU

Tidak Diumumkan

HIJAU

17

PT. Nippon Shokubai Indonesia

---------

HIJAU

HIJAU

Tidak Diumumkan

HIJAU

18

PT. Smelting

---------

HIJAU

HIJAU

Tidak Diumumkan

HIJAU

19

PT. Chevron Geothermal Darajat

-------

BIRU

HIJAU

Tidak Diumumkan

HIJAU

20

PT. Chevron Geothermal Salak

-------

BIRU

HIJAU

Tidak Diumumkan

HIJAU

21

PT. Pertamina (Persero) Area Geothermal Kamojang

-------

BIRU

HIJAU

Tidak Diumumkan

HIJAU

22

PT. Astra Daihatsu Motor - Assy Plant

---------

BIRU

HIJAU

Tidak Diumumkan

HIJAU

23

PT. Chandra Asri

---------

BIRU

HIJAU

Tidak Diumumkan

HIJAU

24

PT. Tri Polyta Indonesia, Tbk.

---------

BIRU

HIJAU

Tidak Diumumkan

HIJAU

25

PT. Indonesia Power UBP Kamojang

-------

BIRU

BIRU

Tidak Diumumkan

HIJAU

Laporan PROPER

Periode 2006-2007

Laporan PROPER Periode 2006-2007

26

PT. Indonesia Power UBP Priok

-------

BIRU

BIRU

Tidak Diumumkan

HIJAU

27

PT. Badak Natural Gas Liquefaction

---------

BIRU

BIRU

Tidak Diumumkan

HIJAU

28

PT. Holcim Indonesia, Tbk - Narogong Plant

---------

BIRU

BIRU

Tidak Diumumkan

HIJAU

29

PT. Pindo Deli Pulp And Paper Mills - 2

---------

BIRU

BIRU

Tidak Diumumkan

HIJAU

30

PT. Rea Kaltim Plantation

---------

MERAH

MERAH

Tidak Diumumkan

HIJAU

31

PT. Pertamina (Persero) Area Geothermal Lahendong

---------

-------

HIJAU

Tidak Diumumkan

HIJAU

32

PT. Amoco Mitsui Indonesia

---------

---------

HIJAU

Tidak Diumumkan

HIJAU

33

PT. Panasonic Gobel Battery Indonesia

---------

---------

HIJAU

Tidak Diumumkan

HIJAU

34

PT. Energy Sengkang

---------

-------

BIRU

Tidak Diumumkan

HIJAU

35

Premier Oil Natuna Sea BV

---------

---------

BIRU

Tidak Diumumkan

HIJAU

36

Star Energy (Kakap) Ltd

---------

---------

BIRU

Tidak Diumumkan

HIJAU

37

PT. Megalopolis Manunggal

   

BIRU

Tidak Diumumkan

HIJAU

(MM2100)

---------

---------

38

PT. Asahimas Chemical

---------

---------

BIRU

Tidak Diumumkan

HIJAU

39

PT. Erna Djuliawati

---------

---------

BIRU

Tidak Diumumkan

HIJAU

40

PT. Letawa

---------

---------

BIRU

Tidak Diumumkan

HIJAU

41

PT. Bio Farma (Persero)

---------

---------

MERAH

Tidak Diumumkan

HIJAU

42

PT. BlueScope Steel Indonesia

---------

---------

MERAH

Tidak Diumumkan

HIJAU

43

PT. YKK Zipper Indonesia

---------

---------

MERAH

Tidak Diumumkan

HIJAU

44

BP West Java

---------

---------

---------

Tidak Diumumkan

HIJAU

45

PT. Toba Pulp Lestari, Tbk.

---------

---------

---------

Tidak Diumumkan

HIJAU

46

PT. Teijin Indonesia Fiber Corporation, Tbk. (TIFICO)

---------

---------

---------

Tidak Diumumkan

HIJAU

Laporan PROPER

Periode 2006-2007

Laporan PROPER Periode 2006-2007 A.3. PERUSAHAAN HITAM Hasil penilaian PROPER periode seka rang menunjukkan bahwa terdapat

A.3. PERUSAHAAN HITAM

Hasil penilaian PROPER periode sekarang menunjukkan bahwa terdapat 13 perusahaan yang mendapatkan peringkat hitam 2 kali berturut-turut. Adapun perusahaan-perusahaan tersebut dapat dilihat pada tabel dibawah ini.

Tabel 8. Daftar perusahaan yang mendapatkan Peringkat Hitam

     

PERIODE

 

NO.

NAMA PERUSAHAAN

2002-2003

2003-2004

2004-2005

2005-2006

2006-2007

1

PT. Adetex I

BIRU

BIRU

BIRU

Tidak Diumumkan

HITAM

2

PT. Vinytex

-

MERAH

BIRU

Tidak Diumumkan

HITAM

3

PT. Panasonic Battery Batam

-

-

BIRU

Tidak Diumumkan

HITAM

4

PT. Pacific Coating

-

-

BIRU

Tidak Diumumkan

HITAM

5

PT. Jaya Kertas

MERAH

MERAH

MERAH

Tidak Diumumkan

HITAM

6

PT. Wiska

-

MERAH

MERAH

Tidak Diumumkan

HITAM

7

PT. Panca Mega Adi Mulia

-

MERAH

MERAH

Tidak Diumumkan

HITAM

8

PTPN IX PG Jatibarang

-

MERAH

MERAH

Tidak Diumumkan

HITAM

9

PT. Southern Cross Textile Industry (SCTI)

-

MERAH

MERAH

Tidak Diumumkan

HITAM

10

PT. Cakra Compact Alumunium Ind.

-

HITAM

MERAH

Tidak Diumumkan

HITAM

 

PT. Wijaya Tri Utama

         

11

Plywood Industry Banjarmasin

-

HITAM

MERAH

Tidak Diumumkan

HITAM

12

PT. Galvindo Ampuh

-

 

- MERAH

Tidak Diumumkan

HITAM

13

PT. Putra Bangun Citra Mandiri

-

 

- MERAH

Tidak Diumumkan

HITAM

14

PT. Ezritex

-

 

- MERAH

Tidak Diumumkan

HITAM

15

PT. Ksatria Manunggal Textile Industry (Kesmatex)

-

 

- MERAH

Tidak Diumumkan

HITAM

16

PT. Safarijunie Textindo Industry

-

 

- MERAH

Tidak Diumumkan

HITAM

17

PT. Albasi Parahyangan

-

 

- MERAH

Tidak Diumumkan

HITAM

18

PT. Siak Raya Timber

-

 

- MERAH

Tidak Diumumkan

HITAM

19

PT. Riau Sakti United Plantation

-

 

- MERAH

Tidak Diumumkan

HITAM

20

PT. Tidar Kerinci Agung

-

 

- MERAH

Tidak Diumumkan

HITAM

21

PT. Fajar Bumi Sakti

-

 

- MERAH

Tidak Diumumkan

HITAM

22

PT. Eureka Aba Paper Factory

MERAH

MERAH

HITAM

Tidak Diumumkan

HITAM

23

PT. Adiprima Suraprinta

 

- MERAH

HITAM

Tidak Diumumkan

HITAM

24

PTPN IX PG Tasikmadu

 

- MERAH

HITAM

Tidak Diumumkan

HITAM

Laporan PROPER

Periode 2006-2007

Laporan PROPER Periode 2006-2007

25

CV.

Wira Mustika Indah

-

-

HITAM

Tidak Diumumkan

HITAM

26

PT.

Bintang Tri Putratex

-

-

HITAM

Tidak Diumumkan

HITAM

27

PT.

Samitex Sewon

-

-

HITAM

Tidak Diumumkan

HITAM

28

PT.

Sampangan Duta Panca

   

HITAM

Tidak Diumumkan

HITAM

Sakti (Dupantex)

-

-

29

PT.

Pabrik Baja Wuhan

-

-

HITAM

Tidak Diumumkan

HITAM

30

PT.

Budidharma Jakarta

-

-

HITAM

Tidak Diumumkan

HITAM

31

PT.

Panca Eka Bina Plywood

   

HITAM

Tidak Diumumkan

HITAM

Industri

-

-

32

PTPN IX PG Modjo

-

-

HITAM

Tidak Diumumkan

HITAM

33

PTPN XIV PG Takalar

-

-

HITAM

Tidak Diumumkan

HITAM

34

PT.

Sari Tani Sumatera

-

-

HITAM

Tidak Diumumkan

HITAM

35

PT.

Raja Besi

-

-

-

Tidak Diumumkan

HITAM

36

PT.

Jakarta Cakratunggal

     

Tidak Diumumkan

HITAM

Steel Mills

-

-

-

37

PT.

Jakarta Steel Megah

     

Tidak Diumumkan

HITAM

Utama

-

-

-

38

PT.

Pulogadung Steel MFG.

     

Tidak Diumumkan

HITAM

Co., Ltd.

-

-

-

39

PT.

The Master Steel MFG.

-

-

-

Tidak Diumumkan

HITAM

40

PT.

Cipta Paperia

-

-

-

Tidak Diumumkan

HITAM

41

PT.

Kedawung Subur

-

-

-

Tidak Diumumkan

HITAM

42

Kalrez Petroleum

-

-

-

Tidak Diumumkan

HITAM

Laporan PROPER

Periode 2006-2007

Laporan PROPER Periode 2006-2007 BAB IV P E N U T U P Keberhasilan PROPER sebagai

BAB IV P E N U T U P

Keberhasilan PROPER sebagai instrumen penaatan sangat tergantung kepada kredibilitas lembaga pelaksana PROPER. Untuk itu dalam pelaksanaan PROPER, Kementerian Negara Lingkungan Hidup berupaya agar selalu transparan dan melibatkan masyarakat khususnya melalui berbagai unsur masyarakat yang tergabung dalam Dewan Pertimbangan PROPER. Agar prinsip keadilan (fairness) dalam pelaksanaan PROPER dapat tercapai, maka secara bertahap jumlah perusahaan peserta PROPER akan ditingkatkan.

Perbaikan dan penyempurnaan PROPER terus dilakukan. Penilaian PROPER periode 2005-2006 sempat tertunda karena adanya kegiatan Revitalisasi PROPER. Langkah Revitalisasi ini dilakukan agar instrumen PROPER dapat lebih efektif dalam peningkatan kinerja penaatan perusahaan. Walaupun PROPER periode 2005-2006 tidak diumumkan kepada masyarakat, hasil pengawasannya tetap disampaikan kepada perusahaan.

Pelaksanaan PROPER perlu dilaksanakan secara terus-menerus agar kemajuan penaatan perusahaan dapat dipantau sampai pada tingkat penaatan yang optimal. Bagi perusahaan yang sudah taat akan lebih didorong untuk menerapkan teknologi bersih dan penghematan penggunaan sumber daya, sehingga pengelolaan lingkungan yang dilakukan oleh perusahaan mempunyai arti bagi pelestarian lingkungan, pembangunan ekonomi dan sosial masyarakat Indonesia.

Pengumuman PROPER akan dilakukan secara berkala, sehingga masyarakat terus- menerus dapat terlibat dan berperan aktif dalam menyikapi hasil kinerja perusahaan. Dukungan dari masyarakat dan stakeholders sangatlah menentukan keberhasilan PROPER.