Anda di halaman 1dari 8

Kasus-kasus yang perlu penanganan bantuan hidup dasar seperti :

Tenggelam
Kecelakaan
Serangan jantung
Kesetrum listrik
Kehabisan oksigen dan darah
Pangkal lidah yang menutupi tenggorokan
Tujuan dari bantuan hidup dasar adalah menormalkan kembali sistem tubuh antara lain
yaitu : - Sirkulasi pernapasan
- Sirkulasi peredaran darah
Penanganan bantuan hidup dasar merupakan suatu tindakan untuk mencegah terjadinya
kematian. Dari jenis kematian dibagi 2 yaitu :

Mati klinis : Keadaan tanpa napas dan nadi yang baru terjadi sekitar 4-6 menit
(bersifat reversible) belum terjadi kerusakan sel-sel otak.

Mati biologis : suatu keadaan tanpa napas dan denyut nadi yang terjadi lebih dari
8 menti, atau adanya tanda-tanda mati.

Tanda-tanda kematian berupa :


Adanya kekakuan mayat
Terdapat kebiruan disekitar tubuh
Suhu tubuh dingin
Pupil tidak ada refleks dan melebar

Airway
Breathing
Circulation
Disability

Gangguan
Sumbatan
Henti nafas
Shock berat
Coma

Mati dalam
3-5
3-5
1-2 jam
1-2 minggu

Doktrin pertolongan pasien gawat adalah Time saving is life saving, dimana waktu dan
data dasar untuk bertindak sangat terbatas. Sehingga diperlukan konsep berpikir
sederhana, tindakan sistematik dan ketrampilan yang memadai dalam menolong pasien.

Prognosis pasien trauma paling baik pada jam pertama atau yang disebut The Golden
Hour.
Trauma meruupakan salah satu yang membutuhkan tindakan bantuan dasar, trauma di
negara berkembang banyak menghadapi kendala sehingga menyebabkan perbedaan
konsep penanganan. Yang disebabkan oleh berbagai macam kendala berupa sumber dana,
sumber fasilitas dan komunikasi yang terbatas. Karena oleh karena keterbatasan ini maka
tetap berarah ke pertolongan individu, membantu dan mengembangkan sistem dan
melihat ke arah prevensi.
Pedoman penanganan Hidup dasar (Basic and Advance Life Therapy Support) adalah
A, B, C......
Basic and Advance Life Therapy Support (dulu) :

Airway

Breathing

Circulation

Drugs

ECG

Fibrilation Treatment

Basic and Advance Life Therapy Suppport (Sekarang) :

Airway

Breathing

Circulation

Disabilty

Exposure/ Enviroment

I. Airway
Menilai jalan nafas berdasarkan
1. Lihat - look

Gerak dada & perut

Tanda distres nafas

Warna mukosa, kulit

Kesadaran

2. Dengar - listen

Gerak udara nafas dengan telinga

3. Raba - feel

Gerak udara nafas dengan pipi

Untuk mengetahui dan menilai pasien sadar atau tidak, kita menilai dengan mengajak
bicara pasien. Jika pasien dapat menjawab dengan baik maka dapat dinilai kesadaran
pasien dan tidak adanya sumbatan pada jalur pernapasan pasien.
Salah satu tanda adanya sumbatan pada pasien adalah :

Mendengkur : pangkal lidah (snoring)

Suara berkumur : cairan (gaargling)

Stridor : kejang / edema pita suara (crowing)

Jika terjadi dalam waktu yang lama keadaan pasien akan makin parah maka akan muncul
tanda-tanda berupa yaitu :

Gelisah (hipoksia)

Gerak otot nafas tambahan (tracheal tug, retraksi sela iga)

Gerak dada dan gerak paradoksal

Sianosis (Tanda lambat)

Ada berbagai cara pembebasan jalan nafas yaitu :


Sumbatan pangkal lidah
o Jaw thrust
o Chin lift

o Jalan nafas orofaring


o Jalan nafas nasofaring
o Intubasi trakea / LMA
Bersihkan cairan
o Penghisap / suction
Sumbatan di plica vocalis
o Cricothiroidotomy

Orofaringeal tube

Nasofaring tube

Necklift
(Necklift, jawthrust dan chinlift kontraindikasi pada pasien dengaan trauma cervikal)

Chinlift

Jawthrust

Cricotiroidotomy

Anda mungkin juga menyukai