Anda di halaman 1dari 5

V.

DATA PENGAMATAN
Kompon 1 dengan uji aging

Berat awal
( gram )
17,71

Berat setelah uji

Berat setelah uji retak

aging
( gram )

lentur
( gram )

17,60

16,81

Pengujian retak lentur

Berat
komp
on

Berat

Berat

setelah

awal
( gram )

akhir
( gram )

uji retak

Jumlah
kecepat

keterang

an

an

lentur
( gram )

putaran

17,71

17,60

16,81

1943

25

24

23,40

8000

25

24,5

23,48

6000

Ada
retakan
Ada
retakan
Ada
retakan

VI.

ANALISA PENGAMATAN
Pada percobaan ini kami melakukan pengujian retak lentur pada suatu

sampel ( kompon ) . tujuan dari percobaan ini adalah untuk mengetahui


ketahanan retak pada kompon. kompon merupakan karet alam yang telah
divulkanisasi, sedangkan vulkanisasi merupakan suatu proses pembentukan
ikatan ikatan atom karbon pada karet alam dengan menggunakan suhu 100 180c untuk menaikkan sifat elastisitas dan menurunkan sifat plastisitas pada
karet.
Hal pertama yang kami lakukan adalah melakukan uji penuaan pada
kompon 1, tujuan dari pengujian ini adalah untuk meningkatkan sifat plastisitas
dan menurunkan sifat elastisitas pada kompon, berat kompon sebelum uji
penuaan adalah 17,71 gram setelah pengujian beratnya menjadi 17,60 gram,
perubahan ini terjadi karena pada proses penuaan kompon diberikan tekanan
dan suhu,sehingga terjadi perubahan pada kompon, setelah itu melakukan
pengujian retak lentur, pada putaran ke 1943 kompon mengalami retakan pada
spesimen ( bagian tengah ) , dan mengalami perubahan berat menjadi 16,81
gram.
Pada kompon kedua , berat kompon sebelum pengujian retak lentur
sebesar 24 gram, lalu melakukan pengujian sesuai dengan prosedur percobaan,
pada putaran ke 8000 kompon mengalami keretakan pada bagian spesimen dan
beratnya berubah menjadi 13,40 gram.
Pada kompon ketiga , berat kompon sebelum pengujian retak lentur
sebesar 24,5 gram , lalu melakukan pengujian, pada putaran ke 6000 kompon
mengalami keretakan pada bagian spesimennya, dan beratnya berubah menjadi
13,48 gram
Dari percobaan pada kompon 1,2,dan 3 , kompon 1 lebih cepat
mengalami retakan dari pada kompon 2 dan 3, hal ini dikarenakan kompon 1
telah mengalami uji penuaan yang menyebabkan meningkatnya sifat plastisitas
pada kompon sehingga kompon lebih cepat mengalami retakan. Sedangkan
pada kompon 2 dan 3, kompon 2 lebih cepat mengalami retakan, hal ini

dikarenakan tidak sempurnanya saat proses vulkanisasi yang menyebabkan


ikatan atom karbon pada kompon 3 lebih sedikit dibandingkan kompon 2.
Menurut Standart Nasional Indonesia Mutu Sol karet Cetak No. SNI
0788-1989-A bahwa untuk standart kompon dengan pengujian retak lentur
dengan menggunakan alat demattia flex cracking kelas A bahwa kompon retak
pada kecepatan gerakan ke 11000 . dengan membandingkan jumlah gerakan
kompon 1,2,dan 3 dengan literatur dapat disimpulkan bahwa kompon yang
kami gunakan jauh dibawah standart mutu yang tertera.

VII.

KESIMPULAN
Setelah melakukan percobaan , dapat disimpulkan bahwa :

Tujuan dari percobaan ini adalah untuk dapat mengetahui ketahanan retak
dari sampel yang dibuat dan dapat membandingkan sampel tersebut dengan

literatur yang ada


Kompon merupakan karet alam yang telah divulkanisasi
Vulkanisasi adalah proses pembentukan ikatan ikatan atom karbon dalam

karet dengan pemansan .


Tujuan dari vulkanisasi adalah untuk meningkatkan elastisitas dan

menurunkan sifat plastisitas dari karet


Uji penuaan dilakukan agar sifat plastisitas pada kompon meningkat
Dari data didapat :
Kompon 1
Berat awal 17,60 gram ,
berat setelah uji retak lentur = 16,81
jumlah gerakan = 1943 kali
Kompon 2
Berat awal 24 gram ,
berat setelah uji retak lentur = 23,40 gram
jumlah gerakan = 8000 kali
Kompon 3
Berat awal 24,5gram ,
berat setelah uji retak lentur = 23,48 gram
jumlah gerakan = 6000 kali
Menurut Standart Nasional Indonesia Mutu Sol karet Cetak No. SNI
0788-1989-A bahwa untuk standart kompon dengan pengujian retak
lentur dengan menggunakan alat demattia flex cracking kelas A bahwa
kompon

retak

pada

kecepatan

gerakan

ke

11000

dengan

membandingkan jumlah gerakan kompon 1,2,dan 3 dengan literatur


dapat disimpulkan bahwa kompon yang kami gunakan jauh dibawah
standart mutu yang tertera.
STANDAR NASIONAL INDONESIA MUTU SOL KARET CETAK
NO . SNI 0788-1989-A

STANDAR UJI

PERSYARATAN
KELAS A
KELAS B

SATUAN

Tegangan putus

Min 150

Min 120

Kg/

Perpanjangan putus

Min 250

Min 150

kekerasan

55-80

55-80

Shore A

cm

Ketahanan sobek

Min 60

Min 40

Kg/

Perpanjangan tetap

Maks 4

Maks 7

Ketahanan retak lentur

11000

10500

kali

Bobot jenis

Maks 1

Maks 1,5

g/

cm

cm