Anda di halaman 1dari 5

VISI

Visi, misi dan Tujuan adalah sesuatu yang perlu ditetapkan pertama kalinya ketika
akan menjalankan manajemen strategik. Namun hal itu bukanlah sesuatu yang harus tetap.
Karena suatu visi, misi dan tujuan itu akan berubah setelah melihat kenyataan-kenyataan baru
yang mungkin dilihat setelah melakukan analisis terhadap lingkungan luar dan internal
perusahaan. Kenyataan baru, berarti informasi baru dan pada tingkatan tertentu tentunya akan
merubah managerial frame perusahaan.
MISI
Misi pada hakekatnya menjelaskan kegunaan dan alasan mengapa suatu perusahaan
ada. Dan dengan demikian perusahaan juga dapat menjawab pertanyaan What is or
business ? untuk masa sekarang dan masa depan. Jawaban ini akan memberikan perbedaan
antara perusahaan dengan perusahaan lainnya. Misi juga akan memberikan dengan jelas
batasan bisnis perusahaan. Perubahaan misi akan dapat merubah batasan bisnis perusahaan.
Beberapa manfaat dari keberadaan misi adalah :
1. Terjadi kesatuan dan kebulatan tujuan perusahaan.
2. Tersedianya dasar dalam alokasi cumber daya dan dana korporasi.
3. Tersedianya dasar pengembangan iklim organisasi dan motivasi kerja.
4. Dasar dalam identifikasi diri dan evaluasi bagi karyawan.
5. Terfasilitasinya proses penterjemahan tujuan ke dalam struktur organisasi.
6. Dasar dalam evaluasi kinerja perusahaan.
Suatu misi haruslah didefinisikan dengan jelas dan dinyatakan dalam suatu
pernyataan yang biasa dikenal dengan nama Mission statement. Suatu mission stratement
terdiri dari beberapa komponen, yaitu :
1. Spesifikasi kebutuhan konsumen yang hendak dipuaskan.
2. Spesifikasi segmen pasar yang hendak dituju dan wilayah pemasaran.
3. Spesifikasi tekhnologi dan fungsi manajerial yang dipergunakan dalam melayani
konsumen.
Ketiga komponen ini merupakan komponen utama yang selalu ada di dalam
mission statement.
Komponen lainnya yang biasa dijadikan pelengkap adalah :
1. Komitmen untuk bertahan hidup, pertumbuhan dan laba.
2. Perumusan falsafah perusahaan.

3. Konsep kejati dirian


4. Citra perusahaan yang diinginkan.
Selain komponen di atas ma.sih terdapat komponen yang baru muncul digunakan
oleh beberapa perusahaan/korporasi yaitu :
1. Komitmen terhadap karyawan.
2. Tanggung jawab sosial terhadap masyarakat.
3. Dan hal lain yang dianggap penting bagi perusahaan.
Sebuah pernyataan misi akan berbeda dari isi dan cara untuk menyampaikannya. Ada
yang ditulis dengan panjang dan ada yang ditulis dengan cara yang lebih singkat atau secara
ekstrim ada yang hanya dengan satu kata raja. Sebagian pernyataan juga ada yang ditulis
dengan bahasa yang bersifat menggugah emosional sehingga misi dapat dijadikan sebagai
alat untuk penghimpun kekuatan pasukan yang dimiliki. Proses penyusunan misi adalah
sesuatu sangat penting karena menjadi hal yang bersifat strategis dan mempengaruhi seluruh
tindakan yang akan terjadi dalam perusahaan. Sebuah misis bukanlah sekedar moto atau
slogan tetapi sesuatu yang dapat menjadi pedoman bertindak dan kekuatan bertindak dalam
pelayaran perusahaan mengarungi samudera luas dan membahayakan. Terdapat beberapa
langkah pendekatan dalam perumusan misi yaitu :
1. Pernyataan pemilik ketika akan mendirikan perusahaan, yang gambarkan peran dan bisnis
yang akan dijalankan.
2. Identifikasi pihak yang berkepentingan (stake holder) kemudian mengkomunikasi
pernyataan tersebut.
3. Rekonsiliasi berbagai kepentingan stake holder jika terdapat perbedaan perbedaan dan
kepentingan yang saling bertentangan yang terdapat di dalam misi.
4. Mengkoordinasikan berbagai kepentingan yang telah diakomodir dalam langkah
sebelumnya.
5. Mengkomunikasikan lagi misi ke pihak internal dan juga ke eksternal yang merupakan
stake holder.
TUJUAN
Selain misi perusahan perlu untuk menentukan tujuan yang hendak dicapai dengan
jelas dan merupakan basil akhir yang akan diperoleh perusahaan/organisasi dari semua
aktifitasnya nanti. Terdapat beberapa alasan mengapa tujuan ini perlu, yaitu :

1. Tujuan membantu mendefinisikan organisasi di dalam lingkumgan.


2. Membantu mengkoordinasikan keputusan dan pengambilan keputusan.
3. Norma untuk menilai pelaksanaan prestasi perusahaan.
4. Sasaran yang lebih nyata dari pada pernyataan misi.
Tujuan juga dirumuskan dalam dua bentuk yaitu tujuan jangka pendek dan tujuan
jangka panjang. Perbedaan kedua terletak dalam waktu pencapaian dan cara penulisannya.
Tujuan jangka pendek biasanya lebih spesifik dibandingkan jangka panjang. Tujuan juga
bukan ditetapkan hanya dalam bentuk tunggal. Peter drucker, menyatakan bahwa salah satu
kekeliruan perusahaan adalah menetapkan tujuan tunggal. Tujuan memiliki beberapa ruang
lingkup, yaitu :
1. Market standing.
2. Innovation.
3. Productivity.
4. Resource levels
5. Profitability.
6. Manager performance and attitude.
7. Worker performance and attitude.
8. Social responsibility.
Baik tidaknya suatu tujuan ditentukan oleh bagaimana tujuan tersebut benar-benar
bermanfaat bagi perusahaan. Bagimanakah persyaratan suatu tujuan yang baik tersebut?
Setidak terdapat beberapa hal yang harus dipenuhi, yaitu :
1. Tujuan tersebut haruslah spesifik.
2. Realistis atau memungkinkan untuk dicapai.
3. Fleksibel
4. Dapat diukur baik dari sisi waktu pencapaian, nilai uang dan ukuran-ukuran lainnya.
5. Konsisten yaitu setiap tujuan harus sejalan dengan tujuan-tujuan lain seperti tujuan
jangka pendek dan panjang.
Contoh visi dan misi sebuah organisasi / lembaga.
Profil LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat)
a. Visi
Mewujudkan tujuan pembangunan nasional melalui Pengabdian Kepada Masyarakat
melalui sosialisasi dan Teknologi dengan semangat kewirausahaan yang religious,
modern, efisien serta mampu bekerjasama dalam tataran global.

b. Misi
1. Meningkatkan kualitas masyarakat bertaraf internasional
2. Mengimplementasikan Ilmu Pengetahuan, dalam meningkatkan kualitas hidup
masyarakat
3. Menyebarluaskan produk-produk yang dihasikan masyarakat untuk meningkatkan
taraf hidup masyarakat
4. Menjalin dan meningkatkan kerjasama dengan mitra kerja dalam dan luar negeri
yang berkualitas dan professional.
c. Azas
Dalam mewujubkan visi dan misi Lembaga Swadaya Masyarakat berpedoman pada
azas keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa serta nilai luhur yang
menjadi landasan spiritual dan moral dalam menunaikan otonomi keilmuan, kaidah
keilmuan, kebenaran ilmiah, etika, keutamaan integritas, amanat kelembagaan serta azas
keterpaduan dan profisionalisme.
d. Fungsi
LSM bertugas melakukan pembelaan terhadap masyarakat yang mempuyai kekuatan
hokum yang lemah. Pengabdian pada Masyarakat yang mendukung visi, misi dan tujuan
LSM. Untuk mewujudkan hal tersebut Lembaga Swadaya Masyarakat menjalankan
fungsi sebagai berikut :
1. Unsur

Pelaksana

dalam

menyelenggarakan

kegiatan

Pengabdian

pada

Masyarakat berdasarkan keluhan dan kebutuhan masyarakat.


2. Menetapkan arah atau kebijakan pengabdian pada masyarakat yang mendukung
visi, misi dan tujuan LSM
3. Membuat peraturan atau standar operasional program yang berkaitan dengan
Pengabdian pada Masyarakat di LSM.
4. Menyusun Rencana Kerja dan Anggaran Tahunan Lembaga berdasarkan
ketentuan yang berlaku.
5. Melaksanakan promosi dan memfasilitasi program dalam membangun jaringan
kerjasama.

6. Melakukan monitoring dan evaluasi tahunan terhadap kinerja pengabdian pada


Masyarakat berkenaan dengan proses, output dan outcome yang dihasilkan
berdasarkan indikator kinerja.
7. Melaksanakan Tata Usaha Lembaga Pengabdian pada Masyarakat.
e. Tujuan
Berdasarkan visi dan misi, LSM mempunyai tujuan :
1. Melaksanakan fungsi pengabdian pada masyarakat yang menjadi tugas pokok
LSM.
2. Mengembangkan jejaring kerjasama dengan pemerintah dan masyarakat di
dalam dan di luar Negeri dalam upaya meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
3. Menjadi wadah yang secara dinamik untuk meningkatkan kualitas masyrakat di
daerah.
f. Bentuk dan Sifat Kegiatan
Ruang lingkup pengabdian pada Masyarakat meliputi penyuluhan, pelatihan, kaji
tindak, pendampingan, pengembangan

kewirausahaan dan konsultasi

profesi.

Berdasarkan ruang lingkup tersebut bentuk layanan yang diberikan Lembaga


Pengabdian Kepada
Masyarakat meliputi :
1. Pendampingan dan pembinaan
2. Pelatihan, seminar dan lokakarya
3. Studi kebijakan public
4. Konsultasi manajemen kelembagaan
5. Konsultasi dan penerapan IPTEKS
6. Bimbingan konseling