Anda di halaman 1dari 11

REFLEKSI KASUS

RUPTUR UTERI
IMINENS

KEPANITERAN KLINIK ILMU FORENSIK


RUMAH SAKIT UMUM DR. H. ABDUL MOELOEK
FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS LAMPUNG
BANDAR LAMPUNG
2015

Identitas
Nama
Umur

: Ny. X
: 37 tahun
Jenis kelamin : perempuan
Pekerjaan : ibu rumah tangga
Alamat : Kota Metro

Pemantauan yang ketat dan


tatalaksana yang adekuat seharusnya
dapat dilakukan sebagai upaya
pencegahan terjadinya ruptur
perineum.

Ruptur perineum lebih sering terjadi


pada wanita primipara dibandingkan
dengan multipara.

ALASAN PENGAMBILAN KASUS

Kronologis dan penanganan


kasus
04.00

08.00 08.15 WIB

PENANGANAN PADA KASUS TERSEBUT DAN


ALASANNYA

Pasien G4P3A0, dari


anamnesis diperoleh
bahwa ketiga anak
pertamanya lahir dengan
normal/spontan.

Pada pasien ini, tidak


dilakukan episiotomi dengan
pertimbangan bahwa ibu
tersebut sudah terbiasa
melahirkan bayi besar
dengan BBL >350 gr,
sehingga pada persalinan
kali ini dimana TBJ 340gr
bayi akan dapat keluar.

TINJAUAN ASPEK ETIKO-EKONOSOSIOKUTURAL

TINJAUAN ASPEK ETIKO-EKONOSOSIOKUTURAL

TINJAUAN ASPEK ETIKO-EKONOSOSIOKUTURAL

REFLEKSI JIKA MENDAPAT KASUS SERUPA


DIMASA MENDATANG
Pasien

Ruptur U teriIm inens


Faktor Resiko

Gejala

Pasca sectio caesar ( terutama

Abnormalitas detik jantung

classical caesarean section )


Pasca miomektomi ( terutama
miomektomi intramural yang
sampai mengenai seluruh
lapisan miometrium )
Disfungsi persalinan ( partus
lama, distosia ) Induksi atau
akselerasi persalinan dengan
oksitosin drip atau
prostaglandin
Makrosomia Grande multipara -

janin (gawat janin sampai


mati)
Pasien jatuh kedalam syok
Bagian terendah janin
mudah didorong keatas
Bagian janin mudah diraba
melalui palpasi abdomen
Contour janin dapat dilihat
melalui inspeksi abdomen f

Lingkaran retraksi patologis Bandl, Hiperventilasi,

Gelisah cemas, Takikardia

Terimakasih