Anda di halaman 1dari 3

Nama : Ida Bagus Parta Swarjana

NIM

: 1403005124

Kelas : C

Sejarah Hukum Internasional

Tahap Perkembangan
Hukum Internasional
Klasik
India Kuno

Cina Kuno

Yunani Kuno

Romawi Kuno

Penanda Perkembangan

Isi Perkembangan

Perjanjian antara raja

Adanya Hukum
Intermunicipal (kaidahkaidah kebiasaan yang
berlaku dalam hubungan
antar negara-negara kota.)
Munculnya istilah Ius
Gentium dan Ius Inter
Gentes

Ketentuan mengenai
utusan, pernyataan perang,
perbudakan tawanan
perang.

Mengatur kedudukan
utusan raja dan hak
istimewa utusan raja
- Perjanjian dengan
kerajaan lain
- Serta ketentuan perang
dan cara berperang
Pembentukan
sistim Pembentukan perserikatan
kekuasaan negara
yang negara-negara Tiongkok
bersifat regional tributary yang dicanangkan oleh
state
Kong Hu Cu.

Masa Abad Pertengahan

Mengatur hubungan
antara orang Romawi
dengan orang yang
bukan Romawi, serta
antara orang bukan
Romawi satu sama lain
Mengatur tentang
hubungan antara publik
dengan individu

Abad ke 15 dan 16

Hukum internasional tidak


mengalami perkembangan
yang berarti sebagai akibat
besarnya pengaruh ajaran
gereja, tapi perkembangan
HI mulai muncul di negaranegara yang berada diluar
jangkauan gereja.

Hukum Internasional
Moderen
Abad ke 17 dan 18

Perjanjian Westphalia

Abad ke 19

Revolusi Perancis

Abad ke 20

Traktat-traktat yang dibuat


oleh negara lebih bersifat
mengatur peperangan,
perdamaian, gencatan
senjata dan persekutuanpersekutuan.

Banyaknya negaranegara baru yang lahir


sebagai akibat
dekolonisasi dan
meningkatnya
hubungan antar negara,
Kemajuan pesat
teknologi dan ilmu
pengetahuan yang
mengharuskan
dibuatnya ketentuanketentuan baru yang
mengatur kerja sama

Mengakhiri perang
(agama) 30 tahun
- Mengakhiri
pemerintahan
kekaisaran (Romawi)
- Hubungan antar negara
dilepaskan dari gereja
- Mengakui
kemerdekaan negaranegara kecil
Mengubah tatanan
pemerintahan negaranegara di Eropa. Jatuhnya
kekuasaan para raja ke
tangan rakyat, demokrasi
berkembang, dan
munculnya negara nasional
kerakyatan.
- Adanya perluasan
ruang lingkup traktat
multiulateral tidak saja
dibidang sosial
ekonomi tetapi juga
mencakup
perlindungan hak-hak
dan kebebasankebesasan fundamental
individu.
- hukum internasional
dituntut agar dapat
mengatur mengenai

antarnegara di berbagai
bidang,
Munculnya organisasi
internasional seperti
PBB
Banyaknya perjanjianperjanjian internasional
yang dibuat, baik
bersifat bilateral,
regional maupun
bersifat global,

energi nuklir dan


termonuklir,
perdagangan
internasional.
Pengangkutan
internasional melalui
laut, pengaturan ruang
angkasa di luar atmosfir
dan di ruang kosmos,
pengawasan
lingkungan hidup,
menetapkan rezim baru
untuk eksplorasi dan
eksploitasi sumbersumber daya alam di
dasar laut di luar batasbatas teritorial, sistim
jaringan informasi dan
pengamana data-data
komputer serta
terorisme
internasional.