Anda di halaman 1dari 1

Louisiana.

Pada tanggal 14 Desember 2006, enam karyawan kilang minyak


makan di kantin perusahaan dan menjadi sakit dengan gejala menyerupai reaksi
alergi dalam waktu 2 jam dari makan steak tuna.
Perawat di perusahaan ini memberitahukan kepada kepala Kantor Kesehatan
Masyarakat Louisiana, dan penyelidikan epidemiologi dimulai untuk
mengidentifikasi sumber wabah dan menerapkan langkah-langkah pengendalian.
Empat karyawan dilarikan ke rumah sakit dengan kemerahan pada wajah dan
ruam gatal pada wajah, leher dan dilaporkan jantung berdebar-debar dan diare
setelah makan steak tuna di kantin.
Waktu gejala awal timbul adalah 1 jam (kisaran: 15 menit - 2 jam).
Berdasarkan gejala klinis dan setelah paparan makanan laut, keracunan ikan ini
merupakan tipe scombroid. Lima dari pasien diobati dengan diphenhydramine
dan loperamide di rumah sakit perusahaan, dan satu pasien dirawat dengan
diphenhydramine di gawat darurat rumah sakit setempat.
Penyelidikan epidemiologi menunjukkan bahwa enam (26%) dari 23 orang yang
mengkonsumsi steak tuna menjadi. Gejala termasuk diare (enam orang),
kemerahan pada wajah (lima), detak jantung cepat (lima), sakit kepala (empat),
ruam (tiga), dan sesak napas (tiga). Gejala lain termasuk mual, muntah,
berkeringat, tenggorokan terbakar, penyempitan faring , rasa pedas, dan kram
perut.
Pengujian di laboratorium tentang tuna steak dari kantin tidak mendeteksi
adeanya tingkat histamin tinggi (yaitu,> 50 mg / 100 g) (1). Ikan telah diimpor
dari Indonesia melalui Boston dan dikirim beku ke distributor di Louisiana.
Selama traceback investigasi oleh FDA, tingkat histamin> 50 mg / 100 g
terdeteksi dalam steak tuna dari pengiriman oleh distributor lokal yang dipasok
ke kantin perusahaan dan semua produk yang tersisa dihancurkan secara
sukarela.
Traceback investigasi oleh FDA mengatakan bahwa pada pengiriman tuna tidak
terdeteksi adanya pelanggaran dalam kontrol suhu, yang menunjukkan bahwa
setiap pelanggaran suhu mungkin terjadi antara waktu ikan tertangkap dan saat
tiba di Boston. Langkah-langkah pencegahan tambahan termasuk penarikan
produk oleh distributor di Boston dan impor peringatan FDA mengenai
perusahaan Indonesia yang memasok steak tuna.

Tennessee. Pada tanggal 25 November 2006 lima orang menjadi sakit setelah
makan steak tuna di salah satu restoran. Gejala termasuk ruam kulit (dua orang),
sakit kepala (dua), diare (tiga), dan kram perut (tiga), dengan onset terjadi 35-150 menit setelah konsumsi tuna. Pasien Indeks mengalami ruam kulit dan sakit
kepala 35 menit setelah makan tuna. Pasien ini dirawat di gawat darurat lokal
dengan antihistamin intravena, yang menyebabkan resolusi cepat dari gejala.